BENEFIT: Journal Of Business. Economics. And Finance Volume 2 Issue 2, 2024 Page 1-11 DOI: 10. 37985/benefit. Pengaruh Kepemimpinan Birokrasi Dan Kompetens Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Indragiri Hilir Sri Santi1. Agus Maulana2,Helly Khairuddin3 Universitas Islam Indragiri A Corresponding author srisantidukcapil@gamil. Abstrak Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui Apakah Kepemimpinan Birokrasi dan Kompetensi Kerja secara parsial ataupun simultan Berpengaruh Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kabupaten Indragiri Hilir. Jenis data menggunakan data kualitatif dan Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kabupaten Indragiri Hilir dengan sampel berjumlah 33 orang. Dengan teknik pengambilan data melalui kueioner dan Analisis data yang penulis gunakan adalah analisis Kuantitatif menggunakan Skala Likert dan Program SPSS versi 2. Dari uji t atau uji parsial membuktikan bahwa: Variabel Kepemimpinan Birokrasi (X. berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kabupaten Indragiri Hilir. Variabel Kompetensi Kerja (X. berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kabupaten Indragiri Hilir. Pengujian Uji f atau secara simultan menunjukan bahwa Variabel Kepemimpinan Birokrasi (X. dan Kompetensi Kerja (X. secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kabupaten Indragiri Hilir. Kata Kunci: Kepemimpinan Birokrasi. Kompetensi Kerja. Kinerja Pegawai Copyright@ Sri Santi. Agus Maulana,Helly Khairuddin Abstract The aim of this research is to find out whether bureaucratic leadership and work competency partially or simultaneously influence employee performance (Y) at the Indragiri Hilir Regency Population and Civil Registration Service. This type of data uses qualitative and quantitative data. The population and sample in this research were employees of the Population and Civil Registration Service of Indragiri Hilir Regency with a sample of 33 people. With data collection techniques through questionnaires and data analysis that the author uses is quantitative analysis using a Likert Scale and the SPSS program version From the t test or partial test, it proves that: Bureaucratic Leadership Variable (X. influences Employee Performance (Y) of the Population and Civil Registration Service of Indragiri Hilir Regency. Work Competency Variable (X. influences Employee Performance (Y) of the Population and Civil Registration Service Indragiri Hilir Regency. Simultaneous testing of the f test shows that the variables Bureaucratic Leadership (X. and Work Competency (X. together influence the Employee Performance (Y) of the Population and Civil Registration Service of Indragiri Hilir Regency. Keywords: Bureaucratic Leadership. Work Competence. Employee Performance PENDAHULUAN Manajemen publik dapat membantu pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan publik dapat mencapai tujuan yang telah direncanakan dalam suatu instansi. Manajemen publik dapat dikatakan sebagai mengerahkan sumber daya manusia dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Sebab, sumber daya manusia merupakan penggerak utama organisasi dan faktor kunci untuk meningkatkan kinerja pegawai. Peningkatan kinerja pegawai akan membawa kemajuan bagi organisasi untuk dapat bertahan dalam suatu perubahan yang terus terjadi. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kinerja pegawai merupakan tantangan bagi organisasi untuk mencapai tujuan dan kelangsungan hidup organisasi tergantung pada kualitas kinerja sumber daya manusia yang ada Sumber daya manusia baik yang menduduki posisi pimpinan maupun anggota merupakan faktor penting dalam setiap organisasi atau instansi baik pemerintah maupun swasta, terutama untuk mencapai tujuan organisasi. Hal ini karena berhasil tidaknya suatu organisasi atau instansi sebagian besar dipengaruhi oleh faktor manusia selaku pelaksana pekerjaan. Copyright@ Sri Santi. Agus Maulana,Helly Khairuddin Tabel 1. Data Kompetensi Pegawai Negeri Sipil Di Lingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan SipilKabupaten Indragiri Hilir JabatanPegawai Masa Kerja Usia Tingkat Pendidikan Pegawai SLTA Kadis 30 Tahun 60 Tahun Sekretaris 20 Tahun 52 Tahun Kabid 20 Tahun 35-58 Tahun Kasubbag 10-20 Tahun 35-58 Tahun 10-20 Tahun 35-58 Tahun 10-20 Tahun 30-55 Tahun Fungsional Kependudukan Staf Jumlah Total 33 PNS Sumber: Disdukcapil Kabupaten Indragiri Hilir, 2023 Berdasarkan tabel 1. 1 dapat diperoleh informasi bahwa tingkat pendidikan yang menjadi subyek penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatan Sipil Kabupaten Indragiri Hilir dengan tingkat Pendidikan Magister sebanyak 2 orang, untuk pendidikan Sarjana sebanyak 20 orang, tingkat pendidikan D3 sebanyak 2 orang dan Tingkat Pendidikan SLTA sederajat sebanyak 6 orang. Organisasi merupakan kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasikan, bekerja secara terus menerus untuk mencapai tujuan. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pekerjaan yaitu terwujudnya kinerja pegawai yang Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam (Mangkunegara,2. Copyright@ Sri Santi. Agus Maulana,Helly Khairuddin Tabel 1. Data Kinerja di Dinas Kependudukan dan Pencatan Sipil Kabupaten Indragiri Kurun Waktu 5 tahun terakhir Tahun KTP Kartu Akta Akta Keluarga Kematian Kelahiran r: Disdukcapil Kabupaten Indragiri Hilir, 2023 Menurut Mangkunegara . Kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu kinerja pegawai perlu diperhatikan dalam upaya mencapai tujuan yang maksimal. Keberhasilan atas kinerja karyawan dalam mencapai tujuan yang maksimal, diperlukan adanya disiplin kerja dari karyawan. Menurut Timple dalam Mangkunegara . , faktor-faktor yang memengaruhi kinerja terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal, yaitu faktor yang dihubungkan dengan sifatsifat seseorang salah satunya disiplin kerja. Faktor eksternal, yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang yang berasal dari lingkungan, contohnya kepemimpinan. Tinjauan Literatur Kepemimpinan Birokrasi Birokrasi berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu Bereau yang jika diterjemahkan berarti meja dan cretein yang berarti kekuasaan. Sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) birokrasi adalah struktur pemerintahan yang didalamnya dijalani oleh pegawai karena sudah terikat pada jabatan dan tanggung jawab. Menurut Mattayang . gaya kepemiminan birokrasi digambarkan sebagai kepemimpinan yang didasari dengan kebijakan dan peraturan. Pada dasarnya gaya kepemimpinan birokrasi berorientasi terhadap peraturan dan sistematis. Pendapat yang sama pernah dikemukakan oleh Purwanto et al. , . , perilaku taat terhadap peraturan adalah tanda yang paling mudah dikenali dari seorang pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan birokrasi. Menurut Pasolong . , gaya kepemimpinan birokrasi adalah kemampuan seorang pemimpin dalam mengatur pegawainya melalui aturan- aturan yang berlaku serta menggunakan pengaruhnya demi tercapainya tujuan organisasi. Pada umumnya kepemimpinan birokrasi sering dipalikasikan pada organisasi organisasi pemerintahan. Menurut Fadhilah . gaya kepemimpinan birokrasi adalah gaya Copyright@ Sri Santi. Agus Maulana,Helly Khairuddin kepemimpinan yang berfokus pada aturan-aturan dan apabila tidak dipatuhi maka akan menyebabkan ketidakharmonisan didalam organisasi. Biasanya kepemimpinan birokrasi cenderung taat terhaap prosedur dan tidak terlalu suka dengan adanya perubahan dan mengambil keputusan berdasarkan kebijakan yang telah ada sebelumnya. Kompetensi Kerja. Menurut Wibowo . menyebutkan bahwa kompetensi adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut. Dengan demikian, kompetensi menunjukkan keterampilan atau pengetahuan yang dicirikan oleh profesionalisme dalam suatu bidang tertentu sebagai sesuatu yang terpenting, sebagai unggulan bidang tertentu, dengan indikatornya adalah Pengetahuan (Knowledg. Pengetahuan yang berkaitan dengan pekerjaan meliputi: . Mengetahui dan memahami pengetahuan dibidang masing-masing. Mengetahui pengetahuan yang berhubungan dengan peraturan, prosedur, teknik yang baru dalam institusi pemerintahan. Keterampilan (Skil. Keterampilan individu meliputi: . Kemampuan dalam berkomunikasi dengan baik secara tulisan. Kemampuan berkomunikasi dengan jelas secara lisan. Sikap (Attitud. Sikap individu, meliputi: . Memiliki kemampuan dalam berkomunikasi dalam berkreativitas dalam bekerja. Adanya semangat kerja yang tinggi. Sedangkan menurut Veithzal . menyebutkan, kompetensi adalah kecakapan, keterampilan, kemampuan. Kata dasarnya sendiri, yaitu kompeten yang berarti cakap, mampu, terampil. Kompetensi mengacu kepada atribut/ karakteristik seseorang yang membuatnya berhasil dalam Menurut Djaman Satori . menyebutkan kompetensi berasal dari bahasa inggris competency yang berarti kecakapan, kemampuan dan wewenang. Jadi kompetensi adalah performan yang mengarah pada pencapaian tujuan secara tuntas menuju kondisi yang diinginkannya. Kinerja Pegawai. Kinerja merupakan kinetikaenergi kerja bahasa inggris adalah performance. Kinerja adalah keluaran yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau indikator-indikator suatu pekerjaan atau suatu profesi dalam waktu tertentu (Wirawan:2. Menurut Mangkunegara . , kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan Kinerja adalah hasil dari suatu proses yang mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Menurut Sutrisno . AuKinerja adalah hasil kerja karyawan dilihat dari aspek kualitas, kuantitas, waktu kerja, dan kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Ay Menurut Mangkunegara . AuKinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Ay Copyright@ Sri Santi. Agus Maulana,Helly Khairuddin Menurut Fahmi . AuKinerja adalah hasil dari suatu proses yang mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan yang telah ditetapkan Ay Menurut Torang . AuKinerja adalah kuantitas atau kualitas hasil kerja individu atau sekelompok di dalam organisasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang berpedoman pada norma, standard operasional prosedur, kriteria dan ukuran yang telah ditetapkan atau yang berlaku dalam organisasi. Menurut Levinson dalam Marwansyah . AuKinerja adalah pencapaian/prestasi seseorang berkenaan dengan tugas-tugas yang dibebankan kepadanyaAy. Sedangkan menurut Sudarmanto . AuKinerja adalah sesuatu yang secara aktual orang kerjakan dan dapat di observasi. Dalam pengertian ini, kinerja mencakup tindakan-tindakan dan perilaku yang relevan dengan tujuan Menurut Edison . AuKinerja adalah hasil yang diperoleh oleh suatu organisasi baik organisasi tersebut bersifat profit oriented dan non profit oriented yang dihasilkan selama satu periode waktuAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Indragiri Hilir yang beralamat Jl. Swarna Bumi No. Tembilahan Hilir. Kec. Tembilahan. Kabupaten Indragiri Hilir. Riau 29214. Populasi adalah gabungan dari seluruh elemen yang berbentuk peristiwa, hal atau orang yang memiliki karakteristik yang serupa yang menjadi pusat perhatian seorang peneliti karena itu dipandang sebagai sebuah penelitian (Ferdinand, 2. Populasi penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 33 orang. Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non probality sampling . ampel non aca. yaitu Teknik Sampling Jenuh yakni teknik penentuan sampel yang menjadikan semua anggota populasi sebagai sampel sehingga jumlah sampel yang ditetapkan sebesar 33 orang sensus sampling. Menurut Sugiyono . , variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel di dalam penelitian ini menggunakan variabel Independen dan variabel dependen. Variabel bebas . adalah variabel yang mempengaruhi varibel terikat atau Variabel yang dalam hubungannya dengan variabel lain bertindak sebagai penyebab atau yang mempengaruhi variabel dependen Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kepemimpinan birokrasi (X. , kompetensi kerja (X. Variabel terikat (Dependen. adalah variabel yang dipengaruhi variabel bebas. Variabel yang tergantung dengan variabel lain, atau variabel yang dapat dipengaruhi oleh variabel lain, yang menjadi variabel terikat yaitu Kinerja Pegawai (Y) Copyright@ Sri Santi. Agus Maulana,Helly Khairuddin HASIL DAN PEMBAHASAN Rekapitulasi Rata-rata jawaban distribusi indikator Berikut penulis akan menyajikan data rekapitulasi rata-rata nilai . distribusi indikator antara variabel Kepemimpinan Birokrasi (X. Kompetensi Kerja (X. , dan Kinerja (Y) pada setiap variabel, pada tabel sebagai berikut : Tabel 4. 7 Rekapitulasi Rata-Rata Nilai Distribusi Indikator Variabel X Mean Rank 4,31 Kompetensi Kerja (X. 4,35 Total 8,73 Kepemimpinan Birokrasi (X. Rata-rata (X) 4,36 Rekapitulasi (Y) 4,38 Sumber Data : diolah Februari 2023 Pada tabel diatas dapat dijelaskan bahwa variabel Kompetensi Kerja (X. memiliki tingkatan tertinggi dari variabel lainnya dalam rekapitulasi rata- rata nilai distribusi indikator disetiap variabel. Analisis Regresi Linier Berganda Metode ini untuk meramalkan berapa kuatnya pengaruh masing- masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Pembuatan persamaan regresi berganda dengan menggunakan output SPSS dapat dilakukan denganmengintepretasikan angka-angka yang termuat dalam tabel dibawah ini. Tabel 4. 13 Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Sta Coefficients Copyright@ Sri Santi. Agus Maulana,Helly Khairuddin Sig. Std. Error Bet (Constan 5,20 1,390 3,74 Kepemi 0,43 0,05 7,44 Kompet 0,42 0,13 3,192 0,001 0,000 Birokrasi 0,003 Kerja Dependent Variable: Kinerja Pegawai Sumber : Output SPSS 25. 0 for Windows, 2023 Hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dapat dirumuskan kedalam persamaan sebagai berikut. Y = 5,208 0,435 X1 0,426 X2 e Persamaan regresi diatas mempunyai makna sebagai berikut: Nilai Konstanta . sebesar 5,208, menunjukkan arti bahwa apabila nilai X1. X2 dinilainya adalah 0, maka Niai Kinerja (Y) akan tetap sebesar 5,208 satuan. Koefisien regresi untuk variabel Kepemimpinan Birokrasi X1 sebesar 0,435. Nilai koefisien tersebut menunjukan bahwa Kepemimpinan Birokrasi X1 berpengaruh positif terhadap Kinerja (Y). Artinya bahwa setiap kenaikan 1 satuan variabel Kepemimpinan Birokrasi X 1 maka akan meningkatkan variabel Kinerja (Y) sebesar 0,435 satuan, dengan asumsi variabel lain tetap. Koefisien regresi untuk variabel Kompetensi Kerja X 2 sebesar 0,426. Nilai koefisien tersebut menunjukan bahwa Kompetensi Kerja X2 berpengaruh positif terhadap Kinerja (Y). Artinya bahwa setiap kenaikan 1 satuan variabel Kompetensi Kerja X2 maka akan meningkatkan variabel Kinerja (Y) sebesar 0,426 satuan, dengan asumsi variabel lain tetap. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji koefisien determinasi, uji statistik t, uji statistik f. Uji koefisien determinasi yaitu mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Uji statistik t digunakan untuk menguji hubungan masingmasing variabel independen terhadap variabel dependen. Uji statistik f menunjukan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Koefisien Determinasi Hasil uji dari koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel dibawah ini Tabel 4. 14 Hasil Koefisien Determinasi Copyright@ Sri Santi. Agus Maulana,Helly Khairuddin Model Summaryb Adjusted Std. Erro r of Durbin- Squar Square Watson Esti Predictors: (Constan. Kompetensi Kerja. Kepemimpinan Birokrasi Dependent Variable: Kinerja Pegawai Sumber : Output SPSS 25. 0 for Windows, 2023 Pada tabel diatas ini menunjukan bahwa nilai adjusted R 2 sebesar 0,971 hal ini berarti 97,1 % variabel Kinerja (Y) dipengaruhi oleh variabel penjelas yaitu Kepemimpinan Birokrasi (X. Kompetensi Kerja (X. Sisanya 2,9 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak disetarakan dalam variabel penelitian Oleh karena itu dapat dinyatakan masih ada variabel penjelas yang lain dalam mempengaruhi Kinerja (Y) Pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kabupaten Indragiri Hilir. SIMPULAN Uji Koefesien Determinasi didapat nilai adjusted R Square (R. sebesar 0971 hal ini berarti 97,1 % variabel Kinerja (Y) dipengaruhi oleh variabel penjelas yaitu Kepemimpinan Birokrasi (X. dan Kompetensi Kerja (X. Sisanya 2,9 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak disetarakan dalam variabel penelitian ini. Dari uji t atau uji parsial membuktikan bahwa: Variabel Kepemimpinan Birokrasi (X. berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Y) Pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kabupaten Indragiri Hilir Variabel Kompetensi Kerja (X. berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kabupaten Indragiri Hilir Pengujian Uji f atau secara simultan menunjukan bahwa Variabel Kepemimpinan Birokrasi (X. dan Kompetensi Kerja (X. secara bersama- sama berpengaruh terhadap Kinerja (Y) Pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kabupaten Indragiri Hilir Indikator Taat Aturan pada variabel Kepemimpinan Birokrasi (X. pada pernyaatan Setiap birokrat wajib menjalankan tugasnya sesuai dengan uraian pekerjaannya mendapatkan nilai rata-rata terendah untuk itu pimpinan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kabupaten Indragiri Hilir perlu mempertimbangkan untuk lebih menekankan pada peningkatan kemampuan kepemimpinan di seluruh jajaran atau jenjang jabatan. Pelatihan dan pengembangan kepemimpinan yang komprehensif dapat Copyright@ Sri Santi. Agus Maulana,Helly Khairuddin membantu pemimpin dalam mengarahakan pegawai agar menjalankan tugas dengan lebih efektif Indikator sikap pada variabel Kompetensi Kerja (X. pada pernyataan Pegawai memiliki kemampuan dalam berkomunikasi dan berkreativitas dalam bekerja, unutk itu pegawai harus meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi karena Dengan mengembangkan keterampilan berkomunikasi ini, pegawai dapat membangun hubungan yang lebih baik di tempat kerja terkhusus di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kabupaten Indragiri Hilir. Peneliti selanjutnya hendaknya mencari petunjuk lain seperti buku dan jurnal yang lebih mendukung lagi agar menguatkan hasil penelitian. DAFTAR PUSTAKA