KEEFEKTIFAN STRATEGI PREVIEW, QUESTION, READ, SUMMARIZE AND TEST (PQRST) MENGGUNAKAN PICTURE STRIP STORY PADA PEMBELAJARAN READING Pralita Imas Mardhika dan Ida Ayu Panuntun Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pekalongan Email: ayyu_idda@yahoo.com ABSTRACT English as an international language is used by all people in all cauntries. Based on the result of the observation to the English teacher of SMP N 4 Batang, there were so many students who had difficulties in reading comprehension of Descriptive text. The students got lack of vocabulary. This study was aimed to know the effectiveness of strategy Preview, Question, Read, Summarize and Test (PQRST) assisted by Picture Strip Story in reading comprehension of Descriptive text. The method used in this study was experimental study. The total sample in this research was 66 students who were divided into two group. Control group consisted of 33 students and experimental group consisted of 33 students. The finding can be seen in the comparation between the mean score of pre test and post test in control group and experiment one. The writer found that the mean of pre-test was 63.636 and the mean of post-test was 74.848. It means that there was effect by looking at increasing the average score. In other words, the mean of pre-test and also post-test showed a significant improvement. for the control group, the mean score of pre-test was 63.030 and the post-test was 65.909. The result of this group was less than the experimental group. It also be proven by T Test of post test was 3.326. It means that t test was higher that t-table (1.666). It can be concluded that teaching learning process of reading comprehension of Descriptive text using PQRST strategy assisted by Picture Strip Story was effective. It is suggested that the finding can be the contribution in teaching learning process of reading comprehension. It is one of the media that can be used to teach reading. It can motivate the students when studying in a group. Keywords : PQRST strategy, picture strip story, reading comprehension, descriptive text PENDAHULUAN Bahasa Inggris merupakan bagian penting dalam kehidupan. Bahasa Inggris telah menjadi bagian dari komunikasi bagi para pembelajar bahasa kedua. Hal ini dimaksudkan bahwa Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang memegang kunci kesuksesan dunia. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia telah menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran pada tingkat SD, SMP dan SMA. Penguasaan Bahasa Inggris mencakup empat kemampuan dasar, yaitu listening, speaking, reading dan writing. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan dasar reading comprehension. Penguasaan reading comprehension dapat diperoleh dengan menerapkan strategi dan media yang tepat pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung akan sangat membantu siswa dalam memahami konten teks wacana. 15 Teks dalam pembelajaran bahasa Inggris dibedakan menjadi 13 macam, yaitu teks Narrative, Recount, News Item, Procedure, Descriptive, Report, Analytical Exposition, Spoof, Hortatory Exposition, Explanation, Discussion, Review, dan Anecdote. Pada penelitian ini, peneliti membatasi penelitian pada teks Descriptive sebagai fokus penelitian. Mengapa peneliti mengambil teks Descriptive sebagai fokus penelitian? Hal ini dikarenakan teks Descriptive adalah salah satu teks yang diajarkan pada kelas VIII semester 2 tingkat Sekolah Menengah Pertama. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan kepada guru Bahasa Inggris SMP N 4 Batang, diperoleh informasi bahwa sebagian besar siswa kelas VIII masih mengalami kesulitan pada pembelajaran reading comprehension. Ada beberapa faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam reading comprehension. Sebagai contoh, ketidaktepatan penggunaan media; ketidaksesuaian antara materi dengan contoh pada lingkungan. Hal tersebut sangat berpengaruh pada penguasaan kosa kata dan grammar. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan strategi PQRST pada pembelajaran reading comprehension tentang teks Descriptive. PQRST merupakan salah satu strategi dalam membaca 16 yang meliputi 5 konsep, yaitu previewing, questioning, reading, summarizing dan testing. Reading comprehension sangat penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Ada berbagai pengertian tentang reading comprehension. Berikut adalah beberapa pengertian reading comprehension berdasarkan para pakar bahasa. Sebagai contoh, pengertian reading comprehension menurut Grellet (1985) dalam Furqon (2013: 69) Reading is assigning meaning and extracting information from written texts. Berdasarkan pernyataan tersebut, reading adalah suatu kegiatan guna menggali kemampuan yang diperoleh dari hasil membaca untuk membentuk sebuah ide yang baru. Selain itu Grabe & Stoller (2002) yang dikutip dalam Furqon (2013: 70) juga mengemukakan sebuah pernyataan tentang reading. Mereka menyatakan bahwa reading merupakan media bagi para penulis untuk menyebarluaskan pengetahuan, ide dan perasaan kepada para pembaca. Berdasarkan pengertiannya, reading tidak hanya terfokus pada kemampuan mendapatkan pesan dari sebuah teks, akan tetapi terkait untuk mengetahui tujuan membaca dan strategi apa yang digunakan. Berdasarkan dua pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa reading comprehension adalah kemampuan dalam memperoleh informasi dari sebuah bacaan untuk kemudian disebarluaskan kepada para pembaca sehingga tujuan dari kegiatan ini dapat tercapai. PQRST adalah salah satu strategi dalam proses pemahaman membaca. Menurut Thomas dan Robinson (1982) yang dikutip dalam Malia (2015: 3) PQRST adalah sebuah strategi untuk membantu siswa dalam mengatasi permasalahan membaca menggunakan lima langkah. Kelima langkah tersebut adalah Preview (P), Question (Q), Read (R), Summarize (S) dan Test (T). Masing-masing istilah mempunyai pengertian dan tujuan yang berbeda. Adapun pengertian masing-masing istilah adalah sebagai berikut. a) Preview (P) Pada tahap ini pembaca dapat memanfaatkan keterbatasan waktu dengan membaca judul teks, memperhatikan gambar yang ada dan diikuti dengan membaca pengantar, ringkasan pada paragraf pertama. Melalui tahapan tersebut pembaca akan memperoleh ide utama pada teks tersebut. b) Question (Q) Pada tahap ini, siswa diminta untuk membuat pertanyaan berdasarkan apa yang mereka baca. c) Read (R) Pada tahap ini, siswa diminta untuk membaca seluruh teks guna mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang dibuat pada tahap kedua. d) Summarize (S) Pada tahap ini, siswa diminta untuk membuat ringkasan dengan cara mengingat kata-kata penting dan tidak membaca lagi. e) Test (T) Pada tahap ini, siswa diminta untuk mengevaluasi pemahaman sendiri dengan mereview seluruh materi dan menceritakan ulang. Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa PQRST membantu siswa dalam memahami bacaan dengan waktu yang relatif singkat. Fauziati (2009: 143) mendeskripsikan pengertian picture strip story. Picture strip story activity like one student in a small group is given a strip story. She shows the first picture of the story to the other members of his group and asks them to predict what the second picture would look like. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa media picture strip story dapat digunakan dalam pembelajaran reading dalam sebuah tim. Tim tersebut akan terdiri dari beberapa anggota. Salah satu dari anggota tim akan menunjukkan gambar sebuah cerita kepada anggota dalam tim tersebut. Selanjutnya, anggota tim yang lain diminta untuk menebak gambar apa berikutnya sesuai dengan konteks cerita. 17 Beberapa pakar mendefinisikan pengetahuan mereka tentang teks Descriptive. Stanley (1988) menyebutkan bahwa Descriptive dipergunakan untuk mendeskripsikan barang. Barang yang dimaksud di sini adalah obyek, orang, bangunan atau kota. Pengetahuan lain tentang teks Descriptive muncul dari Tompkins (1994) dan Stanley (1988). Mereka mendefinisikan teks Descriptive sebagai sebuah kegiatan dalam menggambarkan sesuatu dengan menggunakan kata-kata. Menurut pernyataan di atas melalui membaca teks Descriptive, pembaca dapat merasakan apa yang mereka baca sebagaimana apa yang mereka lihat secara langsung. Berdasarkan dua pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa teks Descriptive adalah suatu teks yang digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan sesuatu dengan menggunakan kata-kata sehingga para pembaca akan memperoleh pemahaman apa yang mereka baca seperti apa yang mereka lihat. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi eksperimental. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 4 Batang. Adapun, total sampel yang digunakan adalah 66 siswa yang terbagi dalam 2 kelas. Dua kelas 18 tersebut adalah 33 siswa untuk kelas kontrol dan 33 siswa untuk kelas eksperimental. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dengan soal jenis multiple choice sejumlah 20 item kepada para siswa pada kelas kontrol dan eksperimen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan formula t-test. Peneliti menganalisis data dengan menghitung Mean, Median dan Standar Deviasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini, peneliti menggunakan 2 grup sebagaimana yang tersebut dalam obyek penelitian yaitu grup eksperimental dan kontrol. Pada grup eksperimental, peneliti menerapkan PQRST yang berisi 5 langkah (previewing, questioning, reading, summarizing dan testing dengan dibantu media Picture Strip Story. Setelah melalui kegiatan penelitian ini, diperoleh hasil bahwa nilai Mean pada Pre Test adalah 63.636 dan nilai Mean pada Post Test adalah 74.848. Dengan membandingkan nilai Mean pada Pre Test dan Post Test, dapat disimpulkan bahwa ada kenaikan yang signifikan pada nilai rata-rata kemampuan siswa dalam belajar Reading Comprehension. Distribusi nilai Pre Test pada grup kontrol dan eksperimen tampak pada tabel berikut. Tabel 1. Distribusi nilai Pre Test pada grup kontrol dan eksperimen Control Group Frequency Percentage 3 9.090 Interval 40 - 46 47 – 53 54 – 60 61 – 66 67 -73 74 – 80 TOTAL 15 1 8 6 33 45.454 3.030 24.242 18.181 100 Experimental Group Frequency Percentage 1 3.030 2 6.060 12 36.363 4 12.121 12 36.363 2 6.060 33 100 Tabel 2. Distribusi nilai Post Test pada grup kontrol dan eksperimen Control Group Frequency Percentage 10 30.303 2 6.060 12 36.363 8 24.242 Interval 50 - 56 57 – 63 64 – 70 71 – 77 78 – 84 85 – 91 92 - 98 TOTAL 1 3.030 33 100 Berdasarkan tabel di atas, nilai rata-rata grup eksperimental dan kontrol dapat dihitung dengan menggunakan formula di bawah ini. = ∑ = ∑ Melalui formula di atas diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Nilai rata-rata Pre Test pada grup kontrol adalah : 2080 = = 63.030 33 2) Nilai rata-rata Pre Test pada grup eksperimen adalah : 2100 = = 63.636 33 3) Nilai rata-rata Post Test pada grup kontrol adalah : Experimental Group Frequency Percentage 1 3.030 1 3.030 9 27.272 11 33.333 7 21.212 3 9.090 1 3.030 33 100 2175 = 65.909 33 4) Nilai rata-rata Post Test pada grup ekperimen adalah : 2470 = = 74.848 33 = Melalui perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa pada grup kontrol nilai rata-rata Pre Test adalah 63.030 sedangkan nilai rata-rata Post Test siswa pada grup kontrol adalah 65.909. Berdasarkan hasil tersebut, terlihat bahwa ada perbedaan antara nilai rata-rata Pre Test dan Post Test sebesar 2.879. Pada grup eksperimen adalah 63.636 sedangkan nilai Post Test pada grup eksperimen adalah 74.848. 19 Berdasarkan angka tersebut tampak adanya perbedaan antara nilai ratarata Pre Test dan Post Test pada grup eksperimen sebesar 11.212. Dua hasil pembeda yang signifikan antara nilai rata-rata Pre Test dan Post Test pada masingmasing grup yaitu 2.879 pada grup kontrol dan 11.212 pada grup eksperimen membuktikan bahwa nilai 11.212 lebih tinggi dari 2.879. Dengan kata lain, penelitian ini telah membuktikan bahwa penggunaan strategi Preview, Question, Read, Summarize and Test (PQRST) dengan menggunakan Picture Strip Story pada pembelajaran Reading adalah efektif. Selain itu, peneliti juga menghitung nilai dari t-test Post Test pada kedua grup dengan menggunakan formula: = = |Mx − My| Ʃx² + Ʃy² N + N − 2 1 + |65.909 − 74.848| 1 1 33 + 33 = 3.326 Nilai t = 3.326 adalah nilai yang lebih besar dari nilai t-table yaitu 1.666. Oleh karena itu, dapat disebutkan bahwa penggunaan strategi PQRST menggunakan Picture Strip Story efektif digunakan pembelajaran Reading. 20 95² + 370² 33 + 33 − 2 1 SIMPULAN Melalui rangkaian kegiatan yang telah dikerjakan, maka diperoleh hasil bahwa penggunaan strategi PQRST dengan media Picture Strip Story adalah efektif dalam pembelajaran Reading teks Descriptive pada siswa kelas VIII SMP N 4 Batang tahun akademik 2017/2018. Siswa lebih menikmati dan tertarik dalam pembelajaran. Siswa-siswa lebih aktif dan tertarik ketika belajar dalam sebuah grup. Penggunaan strategi PQRST dengan Picture Strip Story menunjukan ada nilai pembeda pada pembelajaran Reading. Berdasarkan hasil penelitian di atas, peneliti merekomendasikan saran kepada guru agar menggunakan strategi yang berbeda dalam mengajar, sebagai contoh strategi PQRST dengan media Picture Strip Story. Strategi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun kelas yang aktif. DAFTAR PUSTAKA Anderson, M. And K. Anderson. 2003. Text Types in English 3. South Yarra: Macmillan. Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Furqon, Fajar. (2013). Correlation Between Students’ Vocabulary Mastery and Their Reading Comprehension. Journal of English and Education, 1(1)-6880. Miqawati, A.H & Sulistiyo, G.H. (2014). The PQRST Strategy, Reading Comprehension, and Learning Styles. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 4(1)-123-129. Gay, L., Mills, G., & Airasian, P. (2006). Educational Research: Competencies for Analysis and Applications. New Jersey: Pearson Education, Inc. Nugraheni, A. S. (2015). Controversy of Policy Change in the Curriculum in Indonesia in Terms of the Point of View of Indonesian Language Subject. Journal of Education and Practice, 6(2)-53-51. Malia, Nopri. (2015). Using PQRST Strategy to Improve Students’ Reading Comprehension of Hortatory Exposition Texts at Grade XI IPS of MA Diniyah Puteri, Pekanbaru. Journal English Language Teaching, 1(1)-1-7. Sugiyono. (2015). Metode Penelitian dan Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: ALFABETA. Tompkins, G. E. (1994). Teaching Writing: Balancing Process and Product. New York: Macmillan College Company, Inc. 21