Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2956-2962 Analisis Tingkat Aksesibilitas Pangan Rumah Tangga Petani di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Analysis of the Level of Food Accessibility of Farm Households in Saritani Village Wonosari District Boalemo District Nofita Hasan Mahmud. Yuliana Bakari*. Mohammad Zubair Hippy Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Negeri Gorontalo Jln. Prof. Ing. Habibie. Moutong. Kec. Tilongkabila. Kabupaten Bone Bolango. Gorontalo, 96119 *Email: yulianabakari@ung. (Diterima 24-04-2025. Disetujui 04-07-2. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji aksesibilitas pangan rumah tangga petani berdasarkan akses fisik, akses ekonomi, dan akses sosial, serta menganalisis pengaruhnya terhadap ketahanan pangan di Desa Saritani. Kecamatan Wonosari. Kabupaten Boalemo. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, dan kuesioner, menggunakan data primer dan sekunder. Metode purposive sampling diterapkan dengan memilih 38 rumah tangga petani . -20% dari populas. Analisis data menggunakan metode deskriptif dan regresi linier berganda, dengan ketahanan pangan sebagai variabel dependen serta akses fisik, ekonomi, dan sosial sebagai variabel independen. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa aksesibilitas pangan, dilihat dari aspek fisik, ekonomi, dan sosial, berada dalam kondisi cukup baik. Hasil regresi menunjukkan bahwa akses fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan . oefisien regresi = 0,742, signifikansi = 0,. Akses ekonomi dan sosial berpengaruh positif tetapi tidak signifikan . oefisien = 0,145 dan 0,585, signifikansi = 0,589 dan 0,. Nilai R-squared sebesar 0,284 menunjukkan bahwa 28,4% ketahanan pangan dipengaruhi oleh variabel-variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Kata kunci: Aksesibilitas. Rumah Tangga Petani. Ketahanan Pangan ABSTRACT This research aims to examine the accessibility of food for farmer households based on physical access, economic access, and social access, and to analyze its influence on food security in Saritani Village. Wonosari District. Boalemo Regency. Data were collected through surveys, interviews, and questionnaires, using primary and secondary data. The purposive sampling method was applied by selecting 38 farmer households . -20% of the populatio. Data analysis used descriptive methods and multiple linear regression, with food security as the dependent variable and physical, economic, and social access as independent variables. The results of the descriptive analysis showed that food accessibility, seen from physical, economic, and social aspects, was in fairly good condition. The regression results showed that physical access had a positive and significant effect on food security . egression coefficient = 0. 742, significance = 0. Economic and social access had a positive but not significant effect . oefficient = 0. 145 and 0. 585, significance = 0. 589 and 0. The R-squared value of 284 indicates that 28. 4% of food security is influenced by these variables, while the rest is influenced by other factors not included in this study. Keywords: Food Accessibility. Farmer Households. Food Security PENDAHULUAN Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia, sektor pertanian memainkan peran Untuk menjaga ketahanan pangan negara. Indonesia memerlukan ketersediaan pangan yang cukup untuk konsumsi serta stok nasional sampai rumah tangga. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 17 tahun 2015 tentang ketahanan pangan dan gizi, ketahanan pangan adalah kondisi di mana pangan tersedia bagi negara sampai perseorangan, baik dalam jumlah maupun kualitasnya, secara aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau, serta Analisis Tingkat Aksesibilitas Pangan Rumah Tangga Petani di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Nofita Hasan Mahmud. Yuliana Bakari. Mohammad Zubair Hippy tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, atau budaya masyarakat, sehingga masyarakat dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan (Vernando dkk. , 2. Salah satu kebutuhan dasar manusia yang paling penting adalah makanan yang dijamin di dalam UUD 1945 sebagai bagian dari hak asasi manusia dan merupakan komponen penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang makanan, pangan didefinisikan sebagai segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air baik yang diolah maupun tidak diolah yang dimaksudkan untuk dikonsumsi oleh manusia sebagai makanan atau minuman, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan pangan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan pembuatan makanan atau minuman (Sutrisno, 2. Tingkat ketahanan pangan memiliki tiga subsistem utama yang harus dipenuhi secara utuh, agar ketahanan pangan dapat tercapai. Subsistem ketahanan pangan yang terdiri dari subsistem ketersediaan, akses pangafn . , dan subsistem konsumsi pangan. Rumah tangga dapat memperoleh pangan melalui tiga cara yaitu membeli, mendapatkan dan memproduksi sendiri. Aksesibilitas rumah tangga terhadap pangan sehat juga dapat dilihat dari faktor fisik yaitu kondisi sarana dan prasarana yang ada, seperti kondisi jalan, transportasi, jarak warung atau pasar, dan lainlain adalah beberapa faktor yang menentukan seberapa mudah rumah tangga mendapatkan makanan sehat, akses sosial yaitu berupa barter . dan bantuan pangan serta faktor ekonomi yaitu pendapatan rumah tangga (Oktarina dkk. , 2. Aksesibilitas merupakan salah satu aspek penting dalam upaya memenuhi ketahanan pangan masyarakat. Tidak dapat dipungkiri salah satu aspek penting aksesibilitas pangan dari sisi finansial yaitu daya beli. Selain itu, aksesibilitas juga berhubungan erat dengan ketersediaan pangan di wilayah tempat tinggal. Akses pangan meliputi akses ekonomi, fisik, dan sosial. Kabupaten Boalemo memiliki berbagai tingkat aksesibilitas termasuk akses fisik, akses ekonomi, dan akses sosial. Hal ini sangat dapat untuk diteliti, khususnya ada di Kecamatan Wonosari dengan jumlah penduduk 148. 526 jiwa pada Tahun 2022. Kecamatan Wonosari terdiri dari beberapa desa yang berada di ujung barat daya khususnya ada di Desa Saritani yang memiliki jumlah penduduk rumah tangga petani miskin sebanyak 355 jiwa pada Tahun 2022 (BPS Kabupaten Boalemo, 2. Di Desa Saritani ini memiliki lahan perkebunan yang sangat luas sehingga mayoritas petani di desa tersebut merupakan petani jagung dan kelapa sawit yang menjadi komoditas paling banyak di Namun hal ini, desa tersebut memiliki kondisi akses jalan yang tidak memadai dan sangat jauh dari pusat perkotaan. Akibatnya, memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya dengan akses distribusi menjadi salah satu tantangan. Dalam penelitian yang dilakukan di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo berkaitan dengan masalah akses fisik yakni masalah yang berkaitan dengan keterbatasan kemampuan rumah tangga petani untuk mendapatkan pangan, terbatasnya ketersediaan jalur distribusi dan adanya keberadaan pasar atau warung di dekat rumah. Masalah akses ekonomi yakni terkait dengan rendahnya daya beli masyarakat, jumlah anggota keluarga yang bekerja hanya sedikit sehingga kepala keluarga harus dapat memenuhi kebutuhan pangan seluruh keluarganya. Selain itu, ekonomi wilayah yang tidak stabil juga dapat memengaruhi ketahanan pangan rumah tangganya. Selain itu, masalah akses sosial yang berkaitan dengan terbatasnya pilihan pekerjaan dan partisipasi dalam kegiatan sosial juga memengaruhi ketahanan pangan rumah tangga petani di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo. Mengetahui aksesibilitas pangan rumah tangga petani berdasarkan akses fisik, akses sosial, dan akses ekonomi di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo dan mengetahui pengaruh akses fisik, akses ekonomi sosial, dan akses ekonomi di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo. Berdasarkan uraian diatas, penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis tingkat aksesibilitas ketahanan pangan rumah tangga petani di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo. Dengan menganalisis aksesibilitas ketahanan pangan rumah tangga petani, diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengantisipasi permasalahan apa saja yang dapat menghambat ketahanan pangan rumah tangga petani di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo. Adapun waktu penelitian ini dilaksanakan dari bulan April sampai bulan Juli 2024. Jenis penelitian Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2956-2962 menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan data yang terkumpul dalam bentuk daftar pertanyaan, dimana setiap pertanyaan memberikan point berupa angka untuk setiap item pertanyaan (Zikro Rahmansyah dkk. , 2. Variabel penelitian terdiri dari variabel ketahanan pangan (Y), variabel akses fisik (X. , variabel akses ekonomi (X. , dan variabel akses sosial (X. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive karena Kabupaten Boalemo memiliki beberapa wilayah yang rentan terhadap pangan, terutama di Desa Saritani di Kecamatan Wonosari yang memiliki jumlah rumah tangga petani sebanyak 355 orang. Menurut Gay dkk. , . pengambilan sampel dapat dilakukan dengan mengambil 10-20% sampel dari populasi yang ada. Maka dari itu, dari sebanyak 355 populasi rumah tangga petani di Desa Saritani, penelitian mengambil 10% dari populasi tersebut sehingga sampel yang dibutuhkan yaitu sebanyak 38 rumah tangga petani. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi dan menggunakan analisis regresi berganda digunakan untuk menganalisis hubungan atau pengaruh beberapa variabel bebas. Y = b0 b1X1 b2X2 b3X3 e Keterangan : Y = Ketahanan Pangan b0 = Konstanta b1 = Koefisien Regresi . = 1,2,. X1 = Akses Fisik X2 = Akses Ekonomi X3 = Akses Sosial e = Kesalahan . HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil dalam penelitian ini di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo merupakan penjabaran hasil dari aksesibilitas pangan rumah tangga petani dan pengaruhnya aksesibilitas pangan rumah tangga petani yang ditinjau akses fisik, akses ekonomi, dan akses sosial terhadap ketahanan pangan. Aksesibilitas Pangan Rumah Tangga Petani Berdasarkan Akses Fisik. Akses Ekonomi, dan Akses Sosial Akses pangan merupakan aspek kritis dalam perwujudan ketahanan pangan selain ketersediaan dan pemanfaatan pangan didukung dengan tersedianya infrastruktur fisik diantaranya akses jalan, jembatan, ketersediaan lahan produktif, irigasi, gudang, lumbung pangan dan pasar. Dalam hal akses bahan pangan, ada dua kelompok yang berbeda. Kelompok memiliki akses langsung yaitu dimana kemampuan individu dalam memperoleh bahan pangan secara mandiri dan akses ekonomi . kses ttidak langsun. yaitu kemampuan individu dalam memperoleh bahan pangan dengan membeli yang diproduksi dari tempat lain. (Parwati dkk. , 2. Berikut adalah rata-rata tanggapan responden pada variabel aksesibilitas pangan yang menggambarkan keadaan aksesibilitas pangan di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo. Indikator Akses Fisik Akses Ekonomi Akses Sosial Skor Variabel Tabel 1. Rata-rata Tanggapan Responden Skor Aktual Ideal 62,63% 62,00% 66,71% 60,29% Sumber: Analisis Data Primer . Kriteria Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Analisis Tingkat Aksesibilitas Pangan Rumah Tangga Petani di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Nofita Hasan Mahmud. Yuliana Bakari. Mohammad Zubair Hippy Rata-rata tanggapan responden mengenai variabel akses fisik mendapatkan skor 1. 071 sehingga presentase akses fisik sebesar 62,63%. Hal ini menujukkan bahwa kondisi aksesibilitas pangan yang ditinjau dari akses fisik yang berada pada kriteria cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa dalam memenuhi kebutuhan pangannya, masyarakat yang ada di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo mengalami beberapa aspek seperti keadaan jalur distribusi yang kurang memadai . alan berluban. tetapi masih bisa dilewati oleh kendaraan dan jarak pasar yang hanya menempuh sekitar 1 km dari desa tersebut, dan kurangnya ketersediaan pangan di warungwarung terdekat yang menjual 9 bahan pangan pokok. Rata-rata tanggapan responden terkait akses ekonomi mendapatkan skor 948 dengan skor ideal 1520 sehingga hasil presentase 62,00%. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi aksesibilitas pangan yang ditinjau dari akses ekonomi di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo berada pada kriteria cukup baik karena dapat memenuhi kebutuhan pangan yang dapat dilihat dari beberapa aspek seperti dari sisi ekonomi masyarakat yang memiliki pendapatan yang cukup rendah untuk membeli pangan yang mereka butuhkan dan daya beli masyarakat yang hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sehingga ketahanan pangannya terpenuhi. Dalam penelitian Faoeza dkk. , . dijelaskan bahwa besar kecilnya pendapatan usaha tani akan berdampak terhadap banyak sedikitnya jumlah pangan yang akan dikonsumsi rumah tangga petani. Rata-rata tanggapan responden mengenai akses sosial mendapatkan hasil skor 1014 dengan hasil skor ideal 1520 sehingga hasil presentase sebesar 66,71%. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi yang ditinjau dari akses sosial di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo berada pada kriteria yang cukup baik dalam hal ini dapat dijelaskan bahwa dalam memenuhi kebutuhan pangannya mengalami beberapa aspek seperti masyarakat yang masih memiliki ketergantungan yang tinggi pada pemerintah untuk mendapatkan bantuan dan adanya barter . ertukaran Panga. yang mendukung masyarakatnya untuk memperkuat distribusi pangan yang merata didesa tersebut sehingga masyarakat mampu untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Hal ini dapat dijelaskan dalam penelitian Kaplale, . bahwa dalam kasus ini, akses sosial dapat dicapai melalui bantuan orang lain atau keluarga serta melalui sistem barter atau pertukaran pangan, seperti pertukaran jagung dengan talas atau ubi kayu dengan talas. Pengaruh aksesibilitas pangan rumah tangga petani terhadap ketahanan pangan di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Regresi linier berganda adalah dipergunakan untuk menelaah hubungan antara dua variabel atau lebih, terutama untuk menelusuri pola hubungan yang modelnya belum diketahui dengan sempurna atau mengetahui bagaimana variasi dari beberapa variabel independent mempengaruhi varaibel dependent dalam suatu fenomena yang kompleks. Analisis regresi linier berganda dinyatakan dalam bentuk fomula Y = 17. 742 X1 0. 145 X2 0. 585 X3. Hasil analisis regresi berganda dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Variabel Constanta Akses Fisik (X. Akses Ekonomi (X. Akses Sosial (X. R Squared Adjusted R- squared of regresion F-statistik Prob (F-statisti. Tabel 2. Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda Koefisien Nilai tNilai Regresi Statistik Prob. tPengaruh Statistik Positif, dan signifikan Positif, dan tidak signifikan Positif, dan tidak signifikan 0,009b Sumber: Analisis Data Primer . Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2956-2962 Hasil dari pengujian regresi linier berganda menunjukkan bahwa nilai konstanta () persamaan regresi linier berganda sebesar 17. 677, nilai ini merupakan nilai hasil konstanta . dari variabel dependen . etahanan panga. jika tidak terdapat pengaruh dari variabel independen akses fisik, akses ekonomi, dan akses sosial. Variabel independen akses fisik (X. memiliki koefisien regresi 0,742 bernilai positif ( ) artinya apabila setiap peningkatan akses fisik sebesar 1% maka ketahanan pangan juga akan meningkat 74,2% dengan asumsi variabel independen lainnya dalam keadaan konstan . Variabel independen akses e konomi (X. memiliki koefisien regresi 0,145 bernilai positif ( ) artinya apabila setiap peningkatan akses ekonomi sebesar 1% maka ketahanan pangan juga akan meningkat 14,5% dengan asumsi variabel independen lainnya dalam keadaan konstan . Variabel akses sosial (X. memiliki koefisien regresi 0,585 bernilai positif ( ) artinya apabila setiap peningkatan akses sosial sebesar 1% maka ketahanan pangan juga meningkat 58,5% dengan asumsi variabel independen lainnya dalam keadaan konstan . Rata Ae rata hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa aksesibilitas pangan berpengaruh positif terhadap ketahanan pangan. Pengaruh Akses Fisik Terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Berdasarkan hasil yang ditemukan pada nilai t-hitung dari variabel independen akses fisik sebesar 082 dengan nilai signifikan sebesar 0,004. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari level of alpha 0,05. Hal ini berarti variabel independen akses fisik memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen ketahanan pangan. Pengaruh signifikan yang dimaksud dipengaruhi oleh indikator akses fisik antara lain kemampuan masyarakat dalam memperoleh pangan, tersedianya jalur distribusi yang memadai, dan keberadaan pasar/warung. Pengaruh positifnya terhadap ketahanan pangan artinya semakin baik akses fisik yang didapatkan maka akan semakin baik untuk memenuhi kebutuhan pangan terhadap ketahanan pangan rumah tangga petani. Begitupun sebaliknya, semakin buruk akses fisik yang didapatkan maka akan semakin buruk untuk memenuhi kebutuhan pangan terhadap ketahanan pangan rumah tangga petani. Sehingga, hal ini dapat dijelaskan bahwa masyarakat yang ada di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo mengalami beberapa aspek seperti kurangnya ketersediaan pangan di warung-warung terdekat yang menjual 9 bahan pangan pokok, keadaan jalur distribusi seperti beberapa jalan yang kurang memadai . alan berluban. tetapi masih bisa dilewati oleh kendaraan dan jarak pasar yang hanya menempuh sekitar 1 km dari desa tersebut sehingga mampu memperoleh pangan untuk Pengaruh Akses Ekonomi Terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Berdasarkan hasil yang ditemukan pada nilai t-hitung dari variabel independen akses ekonomi sebesar 0,545 dengan nilai signifikan sebesar 0,589. Nilai signifikansi tersebut lebih besar dari level of alpha sebesar 0,05. Maka ini menunjukkan bahwa variabel independen akses ekonomi memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap ketahanan pangan. Pengaruh tidak signifikansi yang dimaksud tidak dipengaruhi oleh indikator akses ekonomi antara lain pendapatan keluarga dan daya beli masyarakat. Pengaruh positif artinya semakin baik akses ekonomi yang didapatkan maka akan semakin baik untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga petani untuk ketahanan pangan. Begitupun sebaliknya, semakin buruk akses ekonomi yang didapatkan maka akan semakin buruk untuk memenuhi kebutuhan pangan petani untuk ketahanan pangan rumah tangga. Sehingga, hal ini dapat dijelaskan bahwa masyarakat yang ada di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo mengalami beberapa aspek seperti dilihat dari sisi ekonomi masyarakat yang hanya memiliki pendapatan yang cukup rendah untuk membeli pangan yang mereka butuhkan dan daya beli masyarakat yang hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sehingga ketahanan pangannya cukup terpenuhi. Dalam penelitian Chairil Ihsan dkk. , . hal ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan rumah tangga sangat dipengaruhi oleh besar atau kecilnya pendapatan rumah tangga. Menurut Aisyah Fitria Susanti, . kemampuan rumah tangga untuk mendapatkan pangan merupakan faktor yang penting dan paling kritis dalam menentukan tingkat ketahanan pangan rumah tangga. Analisis Tingkat Aksesibilitas Pangan Rumah Tangga Petani di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Nofita Hasan Mahmud. Yuliana Bakari. Mohammad Zubair Hippy Pengaruh Akses Sosial Terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Berdasarkan hasil yang ditemukan pada nilai t-hitung dari variabel independen akses sosial sebesar 310 dengan nilai signifikan sebesar 0,270. Nilai signifikansi tersebut lebih besar dari level of alpha 0,05. Hal ini berarti variabel independen akses sosial memiliki pengaruh tidak siginifikansi terhadap ketahanan pangan rumah tangga. Pengaruh tidak signifikansi yang dimaksud oleh indikator akses sosial antara lain berupa bantuan pangan dan barter (Pertukaran panga. Pengaruh positifnya artinya semakin baik akses sosial yang didapatkan maka akan semakin baik untuk memenuhi kebutuhan pangan petani untuk ketahanan pangan rumah tangga. Begitupun sebaliknya, semakin buruk akses sosial yang didapatkan maka akan semakin buruk untuk memenuhi kebutuhan pangan petani untuk ketahanan pangan rumah tangga. Hal ini dapat dijelaskan bahwa masyarakat yang ada di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo mengalami beberapa aspek seperti masyarakat yang masih memiliki ketergantungan yang tinggi pada pemerintah untuk mendapatkan bantuan dan adanya barter . ertukaran panga. antara tetangga atau daerah yang dianggap memiliki nilai tukar yang sama sehingga masyarakat mampu untuk memenuhi kebutuhan Dalam Penelitian (Ira Pasira dkk. , 2. dijelaskan bahwa kegiatan bantuan pangan yang sering dapat mempermudah akses untuk mendapatkan makanan. Koefisien Determinasi Berdasarkan hasil uji R2 koefisien determinasi dilakukan untuk mengukur seberapa jauh model dalam menerangkan variasi dari variabel dependen (Y). koefisien determinasi (R-Square. dapat diperoleh dengan cara mengkuadratkan koefisien korelasi atau R-Squared (R. Berdasarkan hasil nilai dari nilai R-Square sebesar 28,4% sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa ketahanan pangan dengan indikator aksesibilitas pangan yang dipengaruhi oleh variabel akses fisik, akses ekonomi, dan akses sosial. Sedangkan sisanya sebesar 71,6% dipengaruhi oleh indikator ketersediaan pangan dan pemanfaatan pangan yang tidak dapat diteliti dalam penelitian ini. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan setelah melakukan Analisis Tingkat Aksesibilitas Pangan Rumah Tangga Petani di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo, maka dapat disimpulkan bahwa aksesibilitas pangan dapat ditinjau dari berbagai aspek termasuk akses fisik, akses ekonomi dan akses sosial terhadap ketahanan pangan rumah tangga petani di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo berada pada keadaan cukup baik. Hasil analisis regresi linier berganda mengenai pengaruh aksesibilitas pangan terhadap ketahanan pangan menunjukkan hasil bahwa akes fisik memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen ketahanan pangan, akses ekonomi dan akses sosial memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ketahanan pangan. Hasil dari uji R-Square sebesar 28,4 menunjukkan bahwa variabel ketahanan pangan terhadap akses fisik, akses ekonomi, dan akses sosial dapat mempengaruhi pangan, sedangkan sisanya sebesar 71,6% yang belum diteliti dalam penelitian dapat dipengaruhi oleh variabel ketersediaan pangan dan pemanfaatan pangan yang tidak dapat diteliti dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA