Mutiara Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. No. Januari 2024 e-ISSN 3025-1028 Available at: https://jurnal. tiga-mutiara. com/index. php/jimi/index Niat Pelaku Intrapreneurship dan Organisasi terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kota Denpasar I Gede Agus Mas Pragiva Muscaya1. Ni Luh Kardini2. Komang Asri Pratiwi3 1,2,3 Universitas Mahendradatta E-mail: pragivamuscaya@gmail. mahayoga@gmail. pratiwiasri@ymail. Abstract: This research aims to evaluate the impact of intrapreneurship and organizational structure on the financial performance of Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. in Denpasar City. The research method used is qualitative. The population of MSMEs in Denpasar City reaches 32,476 entities, and the research sample consists of 100 MSMEs selected randomly in the city. This research uses a data collection method through distributing questionnaires. Validity and reliability tests were carried out on respondents who own MSMEs in Denpasar City. The t-test results show that the calculated t-value for the intrapreneurship variable is 1. 231 with a significance value of 0. This significance is greater than the specified significance limit, namely 0. Thus, it can be concluded that intrapreneurship has a positive but not significant influence on financial performance. Meanwhile, the t-test for the organizational variable shows a calculated t-value of 5. with a significance value of 0. This significance is smaller than the significance limit, 05, indicating that the organization has a positive and significant impact on financial performance. The results of the F test show an F value of 20. 324 with a significance level of 0. 000, indicating that together, intrapreneurship and organization significantly influence financial performance. Furthermore, the results of the coefficient of determination test show an R Square value of 0. 295 or 29. 5%, indicating that the independent variables explain around 29. 5% of the variation in financial performance, while the remaining 70. can be explained by other variables not included in this research. Keywords: Intrapreneurship. Organization. Financial Performance. Micro Small Medium Enterprises (MSME. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak intrapreneurship dan struktur organisasi terhadap performa keuangan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Denpasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Populasi UMKM di Kota Denpasar mencapai 32. 476 entitas, dan sampel penelitian ini terdiri dari 100 UMKM yang dipilih secara acak di kota tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan pada responden yang memiliki UMKM di Kota Denpasar. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai t-hitung untuk variabel intrapreneurship adalah 1,231 dengan nilai signifikansi sebesar 0,221. Signifikansi ini lebih besar dari batas signifikansi yang ditetapkan, yaitu 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa intrapreneurship memiliki pengaruh positif namun tidak Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . I Gede Agus Mas Pragiva Muscaya. Ni Luh Kardini. Komang Asri Pratiwi: Niat Pelaku Intrapreneurship dan Organisasi terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kota Denpasar signifikan terhadap kinerja keuangan. Sementara itu, uji t untuk variabel organisasi menunjukkan nilai t-hitung sebesar 5,052 dengan nilai signifikansi 0,000. Signifikansi ini lebih kecil dari batas signifikansi, yaitu 0,05, menunjukkan bahwa organisasi berdampak positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Hasil uji F menunjukkan nilai F sebesar 20,324 dengan tingkat signifikansi 0,000, menunjukkan bahwa secara bersama-sama, intrapreneurship dan organisasi secara signifikan mempengaruhi kinerja keuangan. Selanjutnya, hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,295 atau 29,5%, mengindikasikan bahwa variabel independen menjelaskan sekitar 29,5% variasi dalam kinerja keuangan, sementara 70,5% sisanya dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Kata-kata Kunci: Intrapreneurship. Organisasi. Kinerja Keuangan. UMKM. PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah jenis usaha yang memiliki pasar terbatas, jumlah karyawan yang terbatas, dan dijalankan secara mandiri oleh 1 Perannya. UMKM dapat dianggap sebagai pemain kunci dalam aktivitas ekonomi di berbagai sektor, menjadi penyedia lapangan kerja terbesar, memiliki peran signifikan dalam mengembangkan ekonomi di daerah serta memberdayakan masyarakat, dan berperan sebagai pencipta pasar baru dan inovasi. Niat pelaku intrapreneurship berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan UMKM melalui variabel inovasi. Pelaku intrapreneurship yang memiliki niat yang kuat untuk berinovasi akan lebih termotivasi untuk melakukan tindakan-tindakan inovatif. Hal ini akan mendorong UMKM untuk melakukan inovasi-inovasi baru yang dapat meningkatkan kinerja Iklim organisasi yang kondusif bagi intrapreneurship dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan efektivitas UMKM. Iklim organisasi yang mendukung inovasi dan kreativitas akan mendorong pelaku intrapreneurship untuk mencari cara-cara baru untuk menggunakan sumber daya secara lebih efektif, menghasilkan output yang lebih besar dengan menggunakan input yang sama, dan mencapai tujuannya dengan menggunakan sumber daya yang lebih sedikit. Hal ini akan meningkatkan kinerja keuangan UMKM. Fenomena-fenomena ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan UMKM di Kota Denpasar. Mery Lani Purba dan Tia Novira Sucipto menyatakan dalam penelitian mereka bahwa UMKM adalah kegiatan ekonomi kerakyatan mandiri dari berskala kecil yang pengelolaannya dilakukan oleh kelompok masyarakat, keluarga, atau perorangan. Naufal Irfa Nabawi. AuAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Informasi Akuntansi Pada Usaha Mikro Kecil Dan Mengengah Di Kota Yogyakarta,Ay Universitas Islam Indonesia 3, no. 10Ae27, https://medium. com/@arifwicaksanaa/pengertian-use-case-a7e576e1b6bf. Mery Lani Purba and Tia Novira Sucipto. AuPotensi Dan Kontribusi UKM Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Keluarga (Studi Kasus Pelaku UMKM Kelurahan Dwikora Kecamatan Medan Helveti. ,Ay Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 Untuk memahami kinerja keuangan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah di Denpasar, penting untuk mengkaji latar belakang intrapreneurship dan faktor organisasi yang mempengaruhi kinerjanya. 3 Intrapreneurship mengacu pada pola pikir dan perilaku kewirausahaan yang ditunjukkan oleh individu dalam suatu organisasi. Hal ini mencakup kesediaan mereka untuk mengambil risiko, pemikiran inovatif, dan proaktif dalam mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang baru. Penelitian telah menunjukkan bahwa intrapreneurship berhubungan positif dengan kinerja organisasi dan kesuksesan finansial. UMKM di Denpasar menghadapi berbagai tantangan yang menghambat kinerja Tantangan-tantangan ini mencakup kurangnya keterampilan manajemen bisnis, khususnya di bidang-bidang seperti perencanaan bisnis. Hal ini terlihat khususnya di kalangan Usaha Mikro, dimana belum adanya pembagian tugas dan pengorganisasian yang jelas dalam usahanya. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap kinerja keuangan UMKM karena menghambat kemampuan mereka untuk mengelola keuangan secara efektif, mengalokasikan sumber daya, dan mengambil keputusan yang tepat. Selain itu. UMKM di Denpasar juga menghadapi tantangan dalam penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM. Berdasarkan usaha UMKM di Kota Denpasar Tahun 2019 sampai Tahun 2022 terlihat sebagai berikut: Pada tahun 2019 usaha perdagangan mencapai 11. 036, industri pertanian mencapai 17. 013, industri non pertanian 1. 383, dan aneka jasa 2. Pada tahun 2020 usaha perdagangan mengalami peningkatan yaitu dari 11. 036 menjadi 11. 126, industri pertanian dari 17. 013 menjadi 17. 078, industri non pertanian dari 1. 383 menjadi 1. sedangkan pada aneka jasa mengalami penurunan yaitu dari 2. 594 menjadi 1. Pada tahun 2021 usaha perdagangan mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2021 usaha perdagangan mencapai 10. 506, industri pertanian juga mengalami penurunan Industri non pertanian juga mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Sedangkan aneka jasa mengalami peningkatan yang sangat pesat. Di tahun 2021 ini aneka jasa mencapai 2. Pada tahun 2022 usaha perdagangan mengalami peningkatan lagi. Usaha perdagangan di tahun ini mencapai 13. Sedangkan usaha pertanian mengalami penurunan lagi menjadi 12. Pada tahun 2022 industri non pertanian Jurnal Mutiara Manajemen . 430Ae439, http://e-journal. id/index. php/JMM/article/view/1082. Manta P. Elena Otilia. AuEntrepreneurship. A Determinant Factor in The Sustainable Development of Small Businesses,Ay Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah 6, no. : 389Ae406, https://online-journal. id/JES/article/view/6134. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . I Gede Agus Mas Pragiva Muscaya. Ni Luh Kardini. Komang Asri Pratiwi: Niat Pelaku Intrapreneurship dan Organisasi terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kota Denpasar kembali meningkat yaitu mencapai 2. aneka jasa mengalami pengikatan yang sangat drastis dari tahun sebelumnya, yaitu dari 2. 223 menjadi 4. Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu pilar utama dalam perekonomian suatu negara. Di Indonesia. UMKM memiliki peran yang signifikan dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan roda ekonomi, serta mengurangi tingkat pengangguran. Pemberdayaan UMKM dalam era digitalisasi sangat penting karena membantu UMKM untuk tetap relevan dan berdaya saing di pasar yang semakin terhubung secara digital. Dengan memanfaatkan teknologi digital. UMKM dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendorong pertumbuhan bisnis UMKM. 5 Salah satu kota yang memiliki potensi UMKM yang kuat adalah Kota Denpasar, yang terletak di Pulau Bali. Kota ini memiliki beragam UMKM yang bergerak di berbagai sektor, seperti kerajinan, kuliner, fashion, dan pariwisata. Pendanaan memainkan peran penting dalam memfasilitasi pengembangan dan pertumbuhan UMKM. UMKM membutuhkan akses terhadap modal untuk memperluas operasinya, memperbarui peralatan, meningkatkan kapasitas produksi, dan membayar gaji 6 Dalam menghadapi persaingan global dan dinamika ekonomi yang kompleks. UMKM di Kota Denpasar juga menghadapi tantangan yang tidak dapat diabaikan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh UMKM adalah kinerja keuangan yang belum Meskipun memiliki potensi besar, masih banyak UMKM yang mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan mereka, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan usaha mereka. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar perekonomian Indonesia. UMKM memiliki peran penting dalam menyerap tenaga kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi kemiskinan. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kinerja keuangan UMKM adalah intrapreneurship. Intrapreneurship adalah proses menciptakan nilai baru melalui inovasi di dalam organisasi. Pelaku intrapreneurship adalah orang-orang yang memiliki jiwa kewirausahaan dan kemampuan Diskop UMKM Kota Denpasar. AuRekapitulasi Data UMKM Berdasarkan Klasifikasi Usaha,Ay Bank Data Denpasar Kota, last modified 2023, https://pusatdata. id/?page=DataDetail&language=id&domian=ppid. id&data_id=1681565896. Ni Luh Kardini et al. AuMengenal Ekonomi Makro Dalam Era Digitalisasi,Ay Yayasan Cendikia Mulia Mandiri, https://w. id/books/edition/MENGENAL_EKONOMI_MAKRO_DALAM_ERA_DIGITAL/bZ PXEaQBAJ?hl=en&gbpv=0. Musran Munizu. UMKM: Peran Pemerintah Dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM Di Indonesia (Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 untuk berinovasi di dalam organisasi. Organisasi juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja keuangan UMKM. Organisasi yang memiliki iklim kerja yang kondusif, sumber daya yang memadai, dan dukungan dari manajemen akan mendorong pelaku intrapreneurship untuk berkarya dan berinovasi. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya bahwa niat pelaku intrapreneurship dan organisasi memiliki pengaruh positif terhadap kinerja keuangan UMKM. Niat intrapreneurship berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan UMKM melalui variabel inovasi, produktivitas, dan efektivitas. Iklim organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan UMKM melalui variabel efisiensi, produktivitas, dan efektivitas. Niat merupakan suatu keadaan mental yang mengarahkan perilaku seseorang untuk melakukan tindakan tertentu. Niat intrapreneurship adalah suatu keadaan mental yang mengarahkan pelaku intrapreneurship untuk melakukan tindakan-tindakan yang inovatif dan kreatif dalam rangka menciptakan nilai baru di dalam organisasi. 7 Iklim organisasi adalah persepsi umum yang dimiliki oleh anggota organisasi tentang karakteristik dan nilai-nilai yang mendasari organisasi tersebut. Iklim organisasi yang kondusif bagi intrapreneurship adalah iklim organisasi yang mendukung inovasi dan kreativitas. 8 Kinerja keuangan adalah kemampuan UMKM untuk menghasilkan laba dan arus kas yang positif. Kinerja keuangan UMKM dapat diukur melalui beberapa indikator, antara lain:9 Profitabilitas: Profitabilitas adalah kemampuan UMKM untuk menghasilkan laba. Efisiensi: Efisiensi adalah kemampuan UMKM untuk menggunakan sumber daya secara efektif. Produktivitas: Produktivitas adalah kemampuan UMKM untuk menghasilkan output dari input yang diberikan. Efektivitas: Efektivitas adalah kemampuan UMKM untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hubungan Niat Pelaku Intrapreneurship dan Organisasi dengan Kinerja Keuangan UMKM. Niat pelaku intrapreneurship dan organisasi memiliki pengaruh positif terhadap kinerja keuangan UMKM. Niat intrapreneurship berpengaruh positif terhadap kinerja Icek Ajzen. AuThe Theory of Planned Behavior,Ay Organizational Behavior and Human Decision Processes . 179Ae211, https://w. com/science/article/abs/pii/074959789190020T?via=ihub. Wenny Desty Febrian AuKeorganisasian,Ay https://w. id/books/edition/Keorganisasian/zOi3EaQBAJ?hl=id&gbpv=1&kptab=getbook. Siti Jubaedah and Rina Destiana. AuKinerja Keuangan UMKM Di Kabupaten Cirebon Sebelum Dan Sesudah Mendapatkan Pembiayaan Syariah,Ay Jurnal Riset Keuangan dan Akuntansi 2, no. : 93Ae103, https://journal. id/index. php/jrka/article/view/458. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . I Gede Agus Mas Pragiva Muscaya. Ni Luh Kardini. Komang Asri Pratiwi: Niat Pelaku Intrapreneurship dan Organisasi terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kota Denpasar keuangan UMKM melalui variabel inovasi. Iklim organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan UMKM melalui variabel efisiensi, produktivitas, dan efektivitas. METODE Menurut Sugiyono, penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantItatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Metode pengumpulan data kuantitatif adalah proses pengumpulan informasi atau data dalam bentuk angka atau data numerik yang dapat diukur dan dihitung secara statistik. Beberapa metode umum yang digunakan dalam pengumpulan data kuantitatif yaitu survei, observasi, data sekunder dan pengukuran. Sampel sebagai bagian dari populasi yang digunakan sebagai sumber data dalam penelitian, dengan populasi merujuk pada karakteristik keseluruhan yang dimiliki oleh kelompok yang diamati. Rumus Slovin, digunakan untuk menentukan jumlah sampel yang mewakili populasi dalam penelitian. Rumus ini dinyatakan sebagai n = N / . (N x eA)), di mana n adalah jumlah sampel. N adalah jumlah populasi, dan e adalah margin of error. Untuk tingkat presisi yang ditetapkan dalam penentuan sampel adalah 10%. Dengan populasi UMKM di Kota Denpasar sebanyak 32. 476, penggunaan rumus Slovin menghasilkan jumlah sampel sebesar 100 UMKM. Ini memungkinkan penelitian untuk menggambarkan populasi secara memadai. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Gambar 1 Grafik Normal Plot Sumber: Data diolah SPSS, 2023 Manta P. Elena Otilia. AuEntrepreneurship. A Determinant Factor in The Sustainable Development of Small Businesses. Ay Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitaf Kualitatif Dan R&D. Cet. (Bandung: Alfabet Bandung, https://w. edu/44502098/Prof_dr_sugiyono_metode_penelitian_kuantitatif_kualitatif_dan_r_and _d_intro_PDFDrive_1. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 Uji Multikolonieritas Dalam hasil Uji multikolinearitas dapat dilihat regresi berganda tidak boleh ada korelasi antara variabel independen. Multikolinearitas dilihat dari nilai toleransinya dan sebaliknya yaitu variance inflation factor (VIF). Nilai Toleransi dan VIF bisa dilihat di Tabel 1 adalah sebagai berikut. Tabel 1 Uji Multikolonieritas Coefficientsa Standar Unstandardized Coeffici Coefficients Std. Error Beta Model (Constan. Total Keseluruhan Total Keseluruhan Dependent Variable: Total Keseluruhan Y Sumber: Data diolah SPSS, 2023 Sig. Collinearity Statistics Toler ance VIF Dari hasil pada Tabel 1 tersebut bisa dilihat nilai tolerance masing-masing variabel lebih besar dari 0,10 yaitu sebesar 0,802 pada total keseluruhan X1 dan total keseluruhan X2, serta pada nilai VIF diperoleh nilai yang lebih kecil dari 10 yaitu sebesar 1,247 pada total keseluruhan X1 dan total keseluruhan X2, maka dapat disimpulkan tidak terjadi gejala Uji Heteroskedastisitas Gambar 2 Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data diolah SPSS, 2023 Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . I Gede Agus Mas Pragiva Muscaya. Ni Luh Kardini. Komang Asri Pratiwi: Niat Pelaku Intrapreneurship dan Organisasi terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kota Denpasar Menurut Gambar 2 diatas diuraikan scatterplot output regression memencar residualnya tidak beraturan, bisa dilihat plot yang menyebar dan tidak membentuk pola Dari pernyataan diatas bisa dipastikan tidak terbentuk heteroskedastisitas di bentuk Menurut dari uji asumsi klasik terlihat dari kesamaan regresi sebaran data normal, tidak terdapat gejala multikolinearitas, dan tidak ada gejala heteroskedastisitas. Jadi model regresi dapat dipakai karena memperoleh hasil perkiraan yang tepat atau dapat diberikan manfaat yang benar. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh secara simultan antara Intrapreneurship (X. dan Organisasi (X. , terhadap Kinerja Keuangan (Y) Tahun 2023. Regresi linier berganda dinyatakan dalam bentuk persamaan garis regresi linier berganda adalah sebagai berikut: Y = a b1X1 b2X2 Keterangan: Y = Kinerja Keuangan A = Nilai konstanta X1 = Intrapreneurship X2 = Organisasi b1 = Koefisien regresi b2 = Koefisien regresi Adapun hasil analisis regresi linier berganda disajikan pada Tabel 4. 18 adalah sebagai berikut: Tabel 2 Analisis Regresi Linier Berganda Model 1 (Constan. Coefficientsa Standar Unstandardized Coeffici Coefficients Std. Error Beta Sig. Collinearity Statistics Toler ance VIF Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 Total Keseluruhan Total Keseluruhan Dependent Variable: Total Keseluruhan Y Sumber: Data diolah SPSS, 2023 Berdasarkan Tabel 4. 18 diperoleh persamaan garis regresi linier antara Intrapreneurship (X. dan Organisasi (X. , secara simultan terhadap Kinerja Keuangan (Y) adalah sebagai berikut. Y = 0. 210X1 0. Berdasarkan nilai , b1, b2 diperoleh persamaan garis regresi linier berganda antara Intrapreneurship. Organisasi, terhadap Kinerja Keuangan memberikan informasi bahwa: a = 0,717, nilai konstanta positif, artinya apabila tidak ada perhatian terhadap Intrapreneurship (X. Organisasi (X. , atau nilainya adalah nol maka skor Kinerja Keuangan adalah sebesar 0,717. b1 = 0,210, artinya apabila Organisasi (X. , dianggap konstan maka meningkatnya skor Intrapreneurship (X. akan diikuti oleh meningkatnya skor Kinerja Keuangan (Y) ratarata sebesar 0,677. b2 = 0,677, artinya apabila Intrapreneurship (X. , dianggap konstan maka meningkatnya skor Organisasi (X. akan diikuti oleh meningkatnya skor Kinerja Keuangan (Y) rata-rata sebesar 0,210. UJI ANALISIS DATA Uji Koefisien Korelasi Berganda Pada uji ini digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya hubungan antara Intrapreneurship (X. dan Organisasi (X. , terhadap Kinerja Keuangan (Y). Mengenai hasil uji korelasi berganda tampilkan pada Tabel 3 adalah sebagai berikut. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . I Gede Agus Mas Pragiva Muscaya. Ni Luh Kardini. Komang Asri Pratiwi: Niat Pelaku Intrapreneurship dan Organisasi terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kota Denpasar Tabel 3 Uji Koefisien Korelasi Berganda Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. Total Keseluruhan X2. Total Keseluruhan X1 Sumber: Data diolah SPSS, 2023 Berdasarkan Tabel 3 mendapatkan hasil koefisien korelasi berganda (R) sebesar 0,543. Karena nilai R = 0,543 maka hubungan yang ada merupakan hubungan yang sangat Dilihat dari hasil tabel tersebut, berarti secara bersama-sama . terdapat keterkaitan yang sangat kuat antara Intrapreneurship dan Organisasi terhadap Kinerja Keuangan. Uji t-hitung . -tes. Uji ini digunakan buat menguji signifikansi setiap koefisien regresi b1, dan b2 maka diketahui apakah secara individual pengaruh dengan Intrapreneurship (X. Organisasi (X. , terhadap Kinerja Keuangan (Y) benar-benar terjadi . atau cuma didapat secara kebetulan dengan taraf uji signifikansi () = 0,05, berikut uji t-hitung: Tabel 4 Sumber: Data diolah SPSS, 2023 Pengujian H1: Intrapreneurship berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Menurut tabel 4 diatas, bisa didapat t-hitung variabel Intrapreneurship sebesar 1,231 beserta nilai signifikansi sebesar 0,221. Nilai signifikansi ini lebih besar dari nilai batas signifikansi, yaitu sebesar 0,05. Hal tersebut dapat berarti berpengaruh antara variabel Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 independen terhadap variabel dependen tetapi tidak signifikan. Apabila Intrapreneurship semakin meningkat maka Kinerja Keuangan belum tentu meningkat, sebaliknya apabila Kinerja keuangan meningkat, belum tentu hal tersebut dipengaruhi oleh variabel Intrapreneurship. Pengujian H2: Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan Tahun 2023. Menurut tabel 4 diatas, nilai t hitung untuk variabel Organisasi sebesar 5,052 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi ini lebih kecil dari nilai batas signifikansi yaitu 0,05. Selain itu sambil melihat nilai koefisien yang bertanda positif, maka hipotesis yang menyatakan variabel Organisasi berdampak positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan diterima. Artinya jika organisasi membaik maka kinerja keuangan akan Uji f-hitung . -tes. Uji ini dipakai untuk menguji signifikansi koefisien regresi b1 dan b2, sehingga diketahui apakah Intrapreneurship (X. Organisasi (X. , secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan Tahun 2023 (Y). Tabel 5 Uji f-hitung . -tes. ANOVAa Sum of Squares Mean Square Model Sig. 1 Regressio Residual Total Dependent Variable: Total Keseluruhan Y Predictors: (Constan. Total Keseluruhan X2. Total Keseluruhan X1 Sumber: Data diolah SPSS, 2023 Berdasarkan hasil uji F di tabel 5 , nilai F sebesar 20,324 dengan tingkat signifikansi 0,000, maka secara simultan variabel Intrapreneurship dan Organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Kinerja Keuangan Tahun 2023. Analisis Koefisien Determinasi (R. Analisis ini digunakan untuk mengetahui persentase besarnya variasi hubungan secara simultan variabel yang diteliti, yaitu antara variabel bebas Intrapreneurship (X. dan Organisasi (X. terhadap variabel terikat Kinerja Keuangan (Y). Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . I Gede Agus Mas Pragiva Muscaya. Ni Luh Kardini. Komang Asri Pratiwi: Niat Pelaku Intrapreneurship dan Organisasi terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kota Denpasar Uji Koefisien Korelasi Berganda Model Model Summary Adjusted R R Square Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Total Keseluruhan X2. Total Keseluruhan X1 Berdasarkan tabel 3 koefisien determinasi bernilai R square = 29,5% artinya kontribusi variabel independen yaitu Intrapreneurship dan Organisasi mempengaruhi variabel dependen kinerja keuangan hanya 29,5%, sisanya 70,5% dipengaruhi oleh variabel independen lain yang tidak ada dalam penelitian ini. PEMBAHASAN Pengaruh Intrapreneurship Terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil dari uji t pada tabel 4 diatas, bisa diperoleh t-hitung variabel Intrapreneurship sebesar 1,231 dengan nilai signifikansi sebesar 0,221. Nilai signifikansi ini lebih besar dari nilai batas signifikansi, yaitu sebesar 0,05. Hal tersebut dapat berarti berpengaruh positif antara variabel independen terhadap variabel dependen tetapi tidak Apabila Intrapreneurship semakin meningkat maka Kinerja Keuangan belum tentu meningkat, sebaliknya apabila Kinerja keuangan meningkat, belum tentu hal tersebut dipengaruhi oleh variabel Intrapreneurship. Pengaruh Organisasi Terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil dari uji t pada tabel 4 diatas, dapat diperoleh nilai t-hitung variabel Organisasi sebesar 5,052 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi ini lebih kecil dari nilai batas signifikansi, yaitu sebesar 0. Selain itu, dengan melihat nilai koefisien yang bernilai positif, maka hipotesis yang menyatakan bahwa variabel Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan diterima. Hal ini berarti apabila Organisasi meningkat maka Kinerja Keuangan akan semakin meningkat. Pengaruh Intrapreneurship Dan Organisasi Terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil dari uji F di tabel 5 , hingga nilai F sebesar 20,324 dengan tingkat signifikansi 0,000, dan simultan variabel Intrapreneurship dan Organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Kinerja Keuangan Tahun 2023. Intrapreneurship dan organisasi secara bersamaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM di Kota Denpasar. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 KESIMPULAN Analisis data menunjukkan bahwa Intrapreneurship memberikan pengaruh positif, meskipun tidak signifikan, terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kota Denpasar. Uji t pada tabel 4 menghasilkan t-hitung variabel Intrapreneurship sebesar 1,231 dengan nilai signifikansi 0,221. Nilai signifikansi yang lebih besar dari batas 0,05 mengindikasikan bahwa pengaruh antara variabel independen (Intrapreneurshi. dan variabel dependen (Kinerja Keuanga. tidak mencapai tingkat signifikansi. Dalam hal ini peningkatan Intrapreneurship tidak dapat dengan pasti dikaitkan dengan peningkatan Kinerja Keuangan. Artinya, meskipun Intrapreneurship dapat memberikan kontribusi positif, dampaknya tidak cukup signifikan dalam kinerja keuangan UMKM. Sementara itu, hasil uji t pada tabel 4 juga menunjukkan bahwa Organisasi memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kota Denpasar. Dengan t-hitung sebesar 5,052 dan signifikansi 0,000, hasil tersebut menegaskan bahwa peningkatan dalam aspek organisasional dapat secara nyata meningkatkan Kinerja Keuangan UMKM. Koefisien yang bernilai positif menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan variabel Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan dapat diterima. Jadi, apabila Organisasi meningkat, dapat diantisipasi bahwa Kinerja Keuangan UMKM juga akan mengalami peningkatan yang signifikan. Uji F pada tabel 5 melibatkan kedua variabel. Intrapreneurship dan Organisasi, dan menunjukkan bahwa secara simultan keduanya berdampak secara signifikan terhadap Kinerja Keuangan UMKM. Nilai F sebesar 20,324 dengan tingkat signifikansi 0,000 memberikan indikasi bahwa kedua variabel ini secara bersamaan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap variabilitas Kinerja Keuangan. Hal ini memperkuat temuan bahwa Organisasi, bersama dengan Intrapreneurship, berperan dalam membentuk Kinerja Keuangan UMKM di Kota Denpasar. Dengan nilai R Square sebesar 29,5%, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar variasi dalam Kinerja Keuangan UMKM dapat dijelaskan oleh kombinasi Intrapreneurship dan Organisasi. Namun, sisanya sebanyak 70,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Meskipun demikian, secara keseluruhan, peningkatan Intrapreneurship dan manajemen organisasional yang efektif secara bersama-sama memberikan dampak positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kota Denpasar. Secara rinci, temuan ini memberikan implikasi bagi pengelola UMKM dan pemangku kepentingan terkait. Meskipun Intrapreneurship memiliki dampak positif, fokus pada peningkatan Organisasi mungkin lebih krusial untuk meningkatkan Kinerja Keuangan. Langkah-langkah konkret dalam meningkatkan aspek organisasional, seperti perbaikan Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . I Gede Agus Mas Pragiva Muscaya. Ni Luh Kardini. Komang Asri Pratiwi: Niat Pelaku Intrapreneurship dan Organisasi terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kota Denpasar struktur manajemen, efisiensi operasional, dan pengembangan strategi bisnis, dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan performa keuangan UMKM. Selain itu, pemangku kepentingan dan peneliti dapat melihat lebih lanjut pada faktor-faktor yang tidak termasuk dalam penelitian ini untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap tentang faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja Keuangan UMKM di Kota Denpasar. KONTRIBUSI PENELITIAN Penelitian ini memberikan kontribusi yang berarti dalam pemahaman faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja Keuangan UMKM di konteks bisnis Kota Denpasar. Temuan bahwa Intrapreneurship memberikan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan UMKM memberikan pemahaman lebih mendalam tentang kompleksitas hubungan antara niat pelaku Intrapreneurship dan hasil keuangan UMKM. Sementara itu, hasil positif dan signifikan antara Organisasi dan Kinerja Keuangan menegaskan peran krusial faktor organisasional dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM. Informasi ini memberikan landasan empiris bagi pengusaha, pemilik UMKM, dan pemerintah lokal dalam merancang strategi dan kebijakan yang tepat guna untuk meningkatkan kesejahteraan finansial UMKM di Kota Denpasar. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan yang lebih baik oleh pemangku kepentingan UMKM. Temuan ini memberikan panduan yang jelas tentang elemen-elemen kritis yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan Kinerja Keuangan, memberikan kepercayaan diri bagi pengambil keputusan dalam merancang langkah-langkah strategis yang efektif. Selanjutnya, penelitian ini membuka peluang untuk penelitian lanjutan dalam bidang Intrapreneurship. Organisasi, dan Kinerja Keuangan UMKM. Peneliti dapat mengeksplorasi variabel tambahan atau mendalam pada faktor-faktor yang belum tercakup, memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang dinamika UMKM di Kota Denpasar. Kontribusi hasil penelitian ini juga mencakup aspek kebijakan dan dukungan Temuan ini dapat memberikan dasar bagi perumusan kebijakan yang lebih efektif untuk mendukung UMKM di tingkat lokal. Pemerintah daerah dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk merancang program-program dan inisiatif yang lebih terarah, terutama dalam meningkatkan pemahaman terkait Intrapreneurship dan manajemen organisasional yang baik di kalangan pelaku UMKM. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan wawasan akademis tetapi juga nilai praktis yang dapat mendukung upaya nyata dalam meningkatkan kesejahteraan UMKM di Kota Denpasar. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Universitas Mahendradatta yang telah mendukung dan memberikan dedikasi kepada kami dalam penulisan artikel ilmiah ini. Terselesaikannya artikel ilmiah ini dikarenakan dukungan dari kampus. Semoga penelitian ini bermanfaat dan berguna bagi para peneliti lainnya. REFERENSI