Fitri Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 2, 2025 Open Access: https://ojs. id/jste/ Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Simulasi Praktik Salat untuk Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Siswa dalam Pelaksanaan Rukun Islam pada kelas IV di MIS Ma'arif Ngargogondo Siti Wadingah1. Siwi Rida Sumanti2 1 MIS Ma'arif Ngargogondo, 2 MIS Ar-Rasyid Deli Serdang Correspondence: estewe2013@gmail. Article Info Article history: Received 02 Jan 2025 Revised 02 Feb 2025 Accepted 31 Mar 2025 Keyword: Simulation-Based Learning. Salat. Rukun Islam. Classroom Action Research. Practical Skills. Student Participation. MIS Ma'arif Ngargogondo. ABSTRACT This Classroom Action Research (CAR) aims to examine the application of the simulation-based learning method in improving students' understanding and skills in performing Salat, a key component of the Rukun Islam (Five Pillars of Isla. in class IV at MIS Ma'arif Ngargogondo. The research focuses on 18 students and applies a hands-on approach to enhance their practical Salat performance. The method involves simulating the steps of Salat in a structured environment, providing students with the opportunity to actively engage in the learning process. By using real-time demonstrations and peer interaction, the study seeks to boost both theoretical knowledge and practical application of Salat. The research utilizes qualitative and quantitative data collection techniques, including observations, student feedback, and performance assessments. The results of this study are expected to show significant improvements in students' understanding of the Islamic prayer rituals, as well as their ability to perform Salat correctly. This method encourages active participation and allows students to directly experience the process of performing Salat, thereby enhancing both their comprehension and skill in practicing one of the essential aspects of Islam. A 2025 The Authors. Published by PT SYABAN MANDIRI BERKARYA. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Pendidikan agama Islam memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter dan pemahaman ajaran agama bagi siswa, khususnya dalam memahami dan melaksanakan Rukun Islam. Salah satu rukun yang mendasar adalah Salat, yang merupakan kewajiban setiap Muslim yang harus dipahami dan dipraktikkan dengan baik. Bagi siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI), pemahaman tentang Salat menjadi sebuah hal yang fundamental karena menjadi dasar pengamalan agama dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pada kenyataannya, meskipun banyak materi ajaran tentang Salat yang sudah diberikan di sekolah, masih banyak siswa yang kesulitan dalam memahami dan melaksanakan Salat secara benar. Untuk itu, perlu ada inovasi dalam metode pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. Penerapan metode pembelajaran berbasis simulasi praktik Salat menjadi sebuah solusi yang inovatif dan efektif. Metode ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk secara langsung mempraktikkan langkah-langkah Salat dalam suasana yang lebih interaktif dan menyenangkan. Sebagai salah satu bagian dari pendidikan agama Islam. Salat bukan hanya dipelajari secara teori, tetapi juga harus dipraktikkan dengan benar sesuai dengan tata cara yang diajarkan dalam agama Islam. Pembelajaran dengan pendekatan simulasi ini juga akan mengoptimalkan keterampilan motorik siswa dalam melaksanakan Salat dengan benar, serta memperkuat pemahaman mereka terhadap makna dan tujuan dari Salat. Selain itu, di MI Ma'arif Ngargogondo, terdapat tantangan tersendiri dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam pelaksanaan Salat. Hal ini terlihat dari hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kesulitan dalam mengingat urutan gerakan Salat dan tidak dapat melaksanakan Salat dengan benar sesuai dengan yang diajarkan. Salah satu faktor yang Siti wadingah. Siwi Rida Sumanti . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. mempengaruhi adalah minimnya metode pembelajaran yang mengedepankan praktik langsung, yang seringkali hanya disampaikan melalui ceramah atau teori belaka. Oleh karena itu, penting untuk merancang dan menerapkan metode yang lebih aplikatif, seperti simulasi praktik Salat, agar siswa tidak hanya memahami teori Salat tetapi juga dapat mempraktikkannya dengan baik. Simulasi praktik Salat sebagai metode pembelajaran memiliki potensi besar untuk meningkatkan keterampilan siswa. Metode ini memungkinkan siswa untuk mengalami langsung setiap tahapan Salat melalui simulasi yang dipandu oleh guru. Dengan pendekatan ini, siswa dapat belajar sambil berinteraksi, melibatkan diri dalam proses pembelajaran, serta memperbaiki kekurangan dalam pelaksanaan Salat secara bertahap. Dalam proses ini, guru bertindak sebagai fasilitator yang memberikan arahan dan bimbingan, sementara siswa secara aktif melatih diri mereka untuk melaksanakan setiap gerakan Salat dengan benar. Penelitian tentang pembelajaran berbasis simulasi telah menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa di berbagai bidang. Beberapa studi menunjukkan bahwa pendekatan berbasis simulasi dapat membantu siswa memahami materi yang sulit dengan cara yang lebih konkret dan aplikatif. Sebagai contoh, dalam penelitian yang dilakukan oleh Aisyah . , pembelajaran berbasis simulasi di MI berhasil meningkatkan pemahaman siswa dalam materi-materi agama Islam, termasuk Salat. Hal ini membuktikan bahwa metode ini efektif dalam membantu siswa memahami dan menguasai keterampilan praktis yang terkait dengan agama Islam. Di sisi lain, pengajaran Salat di MI masih seringkali disampaikan dengan cara yang kurang menarik bagi siswa. Sebagian besar pengajaran Salat dilakukan dengan ceramah atau penjelasan teori tanpa adanya kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung. Padahal, menurut teori konstruktivisme, pembelajaran yang optimal adalah pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung, sehingga siswa dapat membangun pemahaman mereka melalui pengalaman tersebut. Pembelajaran Salat dengan metode simulasi dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas pemahaman dan keterampilan mereka dalam melaksanakan Salat. Salah satu keunggulan metode pembelajaran berbasis simulasi adalah dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang melibatkan aktivitas praktis seperti ini akan membantu siswa untuk lebih mudah memahami konsep-konsep yang diajarkan. Pada penerapan simulasi praktik Salat, siswa dapat berperan langsung dalam setiap gerakan Salat, mulai dari niat, takbir, rukuk, sujud, hingga salam. Dengan berlatih secara langsung, siswa dapat memperbaiki kesalahan dan meningkatkan keterampilan mereka dalam melaksanakan Salat. Hal ini sangat penting, mengingat Salat merupakan ibadah yang harus dilakukan dengan benar sesuai dengan petunjuk yang ada. Berdasarkan pengalaman di lapangan, seringkali siswa merasa bosan dan kurang antusias dalam mengikuti pelajaran agama Islam, khususnya yang berkaitan dengan Salat. Untuk itu, inovasi dalam metode pembelajaran sangat diperlukan agar siswa dapat lebih tertarik dan aktif dalam belajar. Dengan adanya simulasi praktik Salat, siswa akan merasa lebih terlibat dan memperoleh pengalaman langsung yang menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan minat mereka untuk melaksanakan Salat secara teratur dan dengan benar. Oleh karena itu, penting untuk menggali lebih dalam tentang penerapan metode ini dan bagaimana dampaknya terhadap pemahaman dan keterampilan siswa. Metode pembelajaran berbasis simulasi praktik Salat juga sejalan dengan kurikulum yang diterapkan di MI Ma'arif Ngargogondo. Kurikulum tersebut menekankan pentingnya keterampilan praktis dalam pelaksanaan ibadah, termasuk Salat. Oleh karena itu, implementasi metode ini diharapkan dapat sejalan dengan tujuan kurikulum dan memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam beribadah dengan benar. Selain itu, metode ini juga sejalan dengan prinsip pembelajaran yang berbasis pada pendekatan aktif dan partisipatif, yang mendukung pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Untuk memastikan keberhasilan penerapan metode ini, penting untuk melakukan evaluasi dan refleksi secara berkala. Evaluasi ini akan membantu untuk mengetahui sejauh mana siswa mengalami peningkatan dalam pemahaman dan keterampilan mereka dalam melaksanakan Salat. Selain itu, guru juga perlu memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa agar mereka dapat terus memperbaiki diri dalam pelaksanaan Salat. Melalui evaluasi yang berkesinambungan, diharapkan siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan, yaitu mampu melaksanakan Salat dengan benar dan sesuai dengan ajaran agama Islam. RESEARCH METHODS Siti wadingah. Siwi Rida Sumanti . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam pelaksanaan Salat melalui penerapan metode pembelajaran berbasis simulasi praktik Salat. Proses penelitian dilakukan di kelas IV MIS Ma'arif Ngargogondo yang terdiri dari 18 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan Setiap siklus dirancang untuk memperbaiki dan mengoptimalkan hasil pembelajaran berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada siklus sebelumnya. Data penelitian dikumpulkan melalui berbagai teknik, termasuk observasi, wawancara, dan Observasi dilakukan untuk melihat partisipasi siswa dalam setiap tahap simulasi praktik Salat dan untuk menilai keterampilan mereka dalam melaksanakan Salat. Wawancara dilakukan dengan siswa dan guru untuk memperoleh data tentang persepsi dan pengalaman mereka terhadap metode pembelajaran ini. Dokumentasi digunakan untuk merekam perkembangan siswa selama proses Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menilai efektivitas metode simulasi praktik Salat dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa. RESULTS AND DISCUSSION Penelitian ini menemukan bahwa penerapan metode pembelajaran berbasis simulasi praktik Salat dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam melaksanakan Salat. Pada siklus pertama, meskipun siswa mulai memahami gerakan Salat, banyak yang masih kesulitan dalam melaksanakan urutan gerakan yang benar. Observasi menunjukkan adanya kebingungan pada langkah-langkah tertentu seperti rukuk dan sujud. Namun, pada siklus kedua, siswa menunjukkan peningkatan yang Mereka dapat mengikuti simulasi dengan lebih lancar, mengingat urutan gerakan, dan melaksanakan Salat dengan lebih tepat. Hasil ini menunjukkan bahwa simulasi memberikan dampak yang positif dalam pembelajaran Salat. Siswa juga melaporkan bahwa simulasi praktik Salat membuat mereka merasa lebih percaya diri dalam melaksanakan ibadah. Sebelumnya, mereka merasa cemas atau ragu ketika harus melakukan Salat di depan umum, namun setelah melakukan simulasi, rasa percaya diri mereka meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis simulasi memberikan ruang bagi siswa untuk berlatih dalam suasana yang aman dan tanpa tekanan. Dengan melakukan latihan berulang kali, siswa merasa lebih siap untuk melaksanakan Salat dengan benar dan penuh keyakinan. Selain itu, peningkatan juga terlihat dalam pemahaman siswa mengenai makna di balik gerakan-gerakan Salat. Selama proses simulasi, guru memberikan penjelasan mengenai makna dari setiap gerakan dalam Salat. Ini membantu siswa untuk lebih memahami tujuan dari setiap gerakan yang mereka lakukan, bukan sekadar mengikuti secara fisik. Pemahaman ini juga meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya Salat dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari kewajiban agama Islam. Salah satu temuan penting lainnya adalah peningkatan partisipasi aktif siswa dalam proses Selama simulasi, siswa tidak hanya mengikuti gerakan, tetapi mereka juga diberi kesempatan untuk bertanya dan memberikan umpan balik kepada teman-temannya. Pendekatan ini mendorong keterlibatan yang lebih aktif, dan siswa merasa lebih dihargai dan diperhatikan dalam proses Ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis simulasi dapat menciptakan suasana belajar yang lebih kolaboratif dan interaktif. Penerapan metode simulasi juga mendorong siswa untuk saling membantu dalam belajar. Pada beberapa kesempatan, siswa saling mengingatkan teman-temannya tentang cara yang benar dalam melaksanakan gerakan Salat. Proses ini menciptakan suasana yang saling mendukung dan memperkuat rasa kebersamaan dalam belajar. Hal ini juga membuktikan bahwa simulasi dapat menciptakan iklim pembelajaran yang lebih positif dan menguntungkan bagi perkembangan sosial siswa. Pentingnya refleksi dalam setiap siklus juga terbukti dalam penelitian ini. Setelah setiap simulasi, siswa diberi waktu untuk merefleksikan pengalaman mereka. Guru juga memberikan umpan balik terhadap pelaksanaan Salat siswa dan membantu mereka memahami kesalahan yang dilakukan. Refleksi ini memungkinkan siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri dan memperbaiki kesalahan mereka di masa mendatang. Proses refleksi ini meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberi kesempatan bagi siswa untuk memperbaiki diri. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan simulasi praktik Salat mampu meningkatkan hubungan antara teori dan praktik dalam pembelajaran agama Islam. Sebelumnya, siswa hanya memahami teori tentang Salat tanpa melibatkan diri langsung dalam praktiknya. Dengan simulasi, siswa Siti wadingah. Siwi Rida Sumanti . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. dapat menghubungkan apa yang mereka pelajari secara teori dengan aplikasi praktisnya. Ini mengarah pada pembelajaran yang lebih bermakna dan lebih mudah diterima oleh siswa. Meskipun hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan, beberapa siswa masih menunjukkan kesulitan dalam beberapa aspek teknis Salat, seperti kekhusyuan dalam berdoa dan kecepatan dalam melaksanakan gerakan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun metode simulasi efektif, masih diperlukan lebih banyak waktu dan latihan agar siswa benar-benar mahir dalam melaksanakan Salat. Oleh karena itu, pembelajaran yang berkelanjutan sangat penting untuk memastikan bahwa keterampilan ini dapat dikuasai secara sempurna. Di sisi lain, tantangan yang dihadapi oleh guru adalah keterbatasan waktu yang ada untuk menerapkan simulasi secara menyeluruh. Setiap simulasi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memastikan siswa mempraktikkan setiap gerakan dengan benar. Oleh karena itu, penting untuk merancang jadwal pembelajaran yang memadai, sehingga metode ini dapat diterapkan secara optimal. Guru juga perlu terus berinovasi dalam merancang metode pembelajaran agar lebih efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik bagi siswa. Dari keseluruhan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran berbasis simulasi praktik Salat memiliki dampak positif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa. Dengan pendekatan yang lebih interaktif dan aplikatif, siswa dapat belajar dengan cara yang menyenangkan dan efektif. Meskipun masih ada tantangan, hasil positif yang diperoleh menunjukkan bahwa metode ini layak untuk diterapkan lebih luas dalam pembelajaran Salat di tingkat Madrasah Ibtidaiyah. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran berbasis simulasi praktik Salat secara signifikan meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam melaksanakan Salat di kelas IV MIS Ma'arif Ngargogondo. Simulasi praktik Salat memberikan kesempatan bagi siswa untuk berlatih langsung dalam suasana yang menyenangkan dan interaktif, yang memungkinkan mereka untuk mengingat dan melaksanakan gerakan-gerakan Salat dengan lebih tepat. Penerapan metode ini juga meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam melaksanakan Salat, yang sebelumnya menjadi hambatan. Selain itu, metode ini membantu siswa memahami makna dari setiap gerakan Salat, menjadikannya lebih bermakna daripada sekadar mengikuti gerakan fisik. Namun, meskipun ada peningkatan yang signifikan, masih ada tantangan dalam menguasai aspek-aspek tertentu, seperti kekhusyuan dalam berdoa dan kecepatan dalam melaksanakan gerakan. Oleh karena itu, dibutuhkan latihan berkelanjutan agar keterampilan siswa dapat berkembang secara Secara keseluruhan, metode simulasi praktik Salat dapat diterapkan secara lebih luas sebagai alternatif yang efektif dalam pembelajaran Salat di sekolah-sekolah Islam, khususnya pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah. REFERENCES