Persona. Jurnal Psikologi Indonesia Mei 2014. Vol. No. 02, hal 126 - 129 Religiusitas. Kontrol Diri Dan Kenakalan Remaja Evi Aviyah Muhammad Farid Dosen Fakultas Psikologi Univ. Darul Ulum Jombang Alumni Magister Psikologi Univ. 17 Agustus 1945 Surabaya e-mail: eviaviyah@yahoo. e-mail: abidinbasuni@yahoo. Abstract. This study aimed with determine the correlation between religiusity and selfcontrol with juvenile tendencies. The subjects were 100 students both from SMA Negeri 1 Bancar and SMA Negeri 1 Jatirogo. Sampling technique used in this study was purposive Data collection instrument used in this study were juvenile delinquency scale , the scale of religiosity and self-control scale refers to the making according to a Likert The results of data analysis using regression Anareg get the F = 17. 954 with p = 00 . < 0. Religiusity and self-control variables simultaneously and significantly correlated with delinquency. Partially, it was found the value of t Regression between religiusity and juvenile delinquency = -3. 632, and r = -0. 346 partial, with p = 0. < 0. , this means that there is a significant negative relationship between religiusity and juvenile delinquency. Partial Test also find the value of t regression between the variables of self-control with juvenile delinquency = -2. 737 and r = -0. 268 with a partial p = 0. < 0. , this means that there is a significant negative relationship between self-control with juvenile delinquency. Effective contribution of religiusity and self-control variables was 27 % (R square = 0. Keywords: Religiusity. Self-Control. Juvenile Delinquency. Intisari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara religiusitas dan kontrol diri dengan kecenderungan kenakalan remaja. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Bancar dan SMA Negeri 1 Jatirogo sebanyak 100 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kenakalan remaja, skala religiusitas dan skala kontrol diri yang mengacu pada pembuatan skala menurut Likert. Hasil analisis data menggunakan Anareg mendapatkan hasil F Regresi = 17,954 dengan p = 0,00 . < 0,. Variabel religiusitas dan kontrol diri secara simultan dan sangat signifikan berkorelasi dengan kenakalan Secara parsial, ditemukan nilai t antara religiusitas dengan kenakalan remaja = 3,632, dan r parsial = -0,346, dengan p = 0,000 . < 0,. , hal ini berarti ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara religiusitas dengan kenakalan remaja. Uji parsial juga menemukan nilai t antara variabel kontrol diri dengan kenakalan remaja = -2,737 dan r parsial = -0,268 dengan p = 0,007 . < 0,. , hal ini berarti ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara kontrol diri dengan kenakalan remaja. Sumbangan efektif variabel religiusitas dan kontrol diri sebesar 27 % (R square = 0,. Kata kunci: Religiusitas. Kontrol Diri. Kenakalan Remaja. PENDAHULUAN Peningkatan kenakalan remaja dari hari ke hari makin meningkat frekuensi. Hal ini akan merugikan bangsa Indonesia karena remaja saat ini adalah pemimpin pada saat Indonesia bera- da pada bonus demografi tahun 2025. Oleh karena itu, permasalahan ini harus segera ditangani secara bersama-sama. Menurut Santrock . ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja, yaitu: . Identitas, . Kontrol diri . Usia, . Jenis Religiusitas. Kontrol Diri Dan Kenakalan Remaja kelamin, . Harapan terhadap pendidikan dan nilai-nilai di sekolah, . Proses keluarga, . Pengaruh teman sebaya, . Kelas sosial ekonomi, . Kualitas lingkungan sekitar tempat Di samping faktor-faktor tersebut, berdasarkan temuan penelitian sebelumnya religiusitas juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kenakalan remaja. Dengan kata lain, remaja yang tingkat religiusitas tinggi maka perilakunya cenderung sesuai dengan nilai dan norma di masyarakat (Andisti, 2008. Nurul Huda, 2011. Marsiglia, 2011. Saroke dkk, 2013. Nasikhah, 2. Individu yang memiliki kontrol diri rendah cenderung mudah terbawa arus dalam pergaulan. Temuan-temuan penelitian sebelumnya menunjukkan semakin rendah kontrol diri maka semakin tinggi kenakalan remaja (Steketee et al, 2010. Aroma dkk, 2012. Santi, 2. Penelitian ini berasumsi bahwa tingkat religiusitas dan kontrol diri yang baik akan memperkecil kecenderungan kenakalan remaja. Kenakalan Remaja Santrock . mengartikan kenakalan remaja sebagai kumpulan dari berbagai perilaku, dari perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial sampai tindakan kriminal. Jensen . alam Sarwono, 2. juga mengatakan bahwa ada empat aspek kenakalan remaja: . Perilaku yang melanggar hukum. Seperti melanggar rambu-rambu lalu lintas, mencuri, merampok, memperkosa dan masih banyak lagi perilakuperilaku yang melanggar hukum lainnya. Perilaku yang membahayakan orang lain dan diri sendiri. Seperti kebut-kebutan dijalan, menerobos rambu-rambu lalulintas, merokok, narkoba dan lain sebagainya. Perilaku yang menimbulkan korban materi. Seperti mencuri, memalak, merusak fasilitas sekolah maupun fasilitas umum lainnya dan lain-lain. Perilaku yang menimbulkan korban fisik. Seperti tawuran antar sekolah dan atau berkelahi dengan teman satu sekolah dan lain sebagainya. Religiusitas Religiusitas adalah internalisasi nilai-nilai agama dalam diri seseorang. Internalisasi di sini berkaitan dengan kepercayaan terhadap ajaran-ajaran agama baik di dalam hati maupun dalam ucapan. Kepercayaan ini kemudian diaktualisasikan dalam perbuatan dan tingkah laku sehari-hari. Glock dan Stark . alam Ancok dan Suroso, 2. melihat Dimensi religiusitas meliputi hal-hal berikut: . Dimensi keyakinan ideologis, . Dimensi praktik agaman, . Dimensi pengalaman religius, . Dimensi pengetahuan agama, dan . Dimensi konsekuensi. Kontrol Diri Kontrol diri dapat diartikan sebagai suatu aktivitas pengendalian tingkah laku. Kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu ke arah konsekuensi positif. aspek-aspek sebagai berikut: . Kemampuan mengontrol perilaku impulsive, . Kemampuan mengontrol stimulus, . Kemampuan mengantisipasi suatu peristiwa atau kejadian, . Kemampuan mengambil keputusan. Alasan penggunaan konsep dari Averill dalam mengukur tingkat kontrol diri yang dimiliki oleh individu yaitu dapat diketahui mengenai jenis kontrol diri yang digunakan oleh individu lebih jelas dan lebih rinci. Hal ini disebabkan pada konsep ini dapat diketahui mengenai aspek-aspek yang digunakan oleh individu dalam melakukan proses pengontrolan diri. Hipotesis Ada hubungan antara religiusitas dan kontrol diri dengan kecenderungan kenakalan remaja. Ada hubungan antara religiusitas dengan kecenderungan kenakalan remaja. Ada hubungan antara kontrol diri dengan kecenderungan kenakalan remaja. METODE Subyek Penelitian Subyek penelitian adalah 64 remaja SMA Negeri 1 Bancar dan 208 SMA Negeri 1 Jatirogo yang berada di kelas XI. Sampel penelitian ini adalah 100 orang remaja usia 13-17 tahun. Evi Aviyah. Muhammad Farid Alat Ukur Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengungkap aspek yang ingin diteliti dalam suatu penelitian. Penelitian ini menggunakan skala kenakalan remaja, skala religiusitas, dan skala kontrol diri. Skala kenakalan remaja ini disusun berdasarkan konsep Jensen dalam Sarwono . Terdapat 33 butir yang memiliki daya diskriminasi tinggi dengan hasil alpa cronbach = 0,811. Skala religiusitas ini disusun berdasarkan konsep Glock dan Stark dalam Ancok Suroso . Skala ini terdiri atas 62 butir dengan daya diskriminasi tinggi pada alpa cronbach = 0,909. Skala kontrol diri terdiri atas 40 butir sahih dengal alpa cronbach = 0,853. Aspek dalam skala ini disusun berdasakan teori Averill . HASIL Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear, kenakalan remaja . ariabel tergantun. , religiusitas dan kontrol diri . ariabel beba. telah memenuhi uji normalitas sebaran dan uji linearitas hubungan, maka setelah dilakukan analisis ditemukan nilai F Regresi = 17,954 dengan p = 0,00 . < 0,. , hal ini berarti ada hubungan sangat signifikan antara religiusitas dan kontrol diri dengan kecenderungan kenakalan remaja. Hubungan antar variabel secara parsial, ditemukan t antara religiusitas dengan kecenderungan kenakalan remaja = -3,632 dan r parsial = - 0,346, dengan p = 0,000 . < 0,. , berarti ada hubungan sangat signifikan antara religiusitas dan kecenderungan kenakalan remaja. Artinya semakin tinggi religiusitas maka semakin rendah kecenderungan kenakalan remaja. Hubungan antar variabel secara parsial, ditemukan t antara kontrol diri dengan kecenderungan kenakalan remaja = -2,737 dan r parsial = - 0,268, dengan p = 0,007 . < 0,. , berarti ada hubungan sangat signifikan antara kontrol diri dan kecenderungan kenakalan remaja. Artinya semakin tinggi kontrol diri maka semakin rendah kecenderungan kenakalan remaja. Sumbangan efektif variabel religiusitas dan kontrol diri sebesar 27 % (R square = 0,. Sumbangan efektif variabel religiusitas terhadap kecenderungan kenakalan remaja sebesar 16,13%. Variabel kontrol diri terhadap kecenderungan kenakalan remaja sebesar 10,87%. PEMBAHASAN Hasil uji dengan analisis regresi menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara religiusitas dan kontrol diri dengan kenakalan Hipotesis pertama dari penelitian ini yang berbunyi Ayada hubungan antara religiusitas dan kontrol diri dengan kenakalan remajaAy Hal ini menunjukkan bahwa hasil tersebut mendukung konsep yang menjadi latar belakang penelitian ini. Kenakalan remaja adalah kecenderungan remaja untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan yang dapat mengakibatkan kerugian dan kerusakan baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain yang dilakukan remaja rentang usia 13Ae17 tahun. Remaja yang berperilaku nakal diindikasikan memiliki tingkat religiusitas yang rendah dan kontrol diri yang Salah satu faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja adalah kontrol diri. Remaja yang gagal dalam mengembangkan kontrol diri yang cukup dalam hal tingkah laku berarti gagal dalam mempelajari perilaku yang dapat diterima dan perilaku yang tidak dapat diterima oleh masyarakat. Hasil penelitian yang dilakukan baru-baru ini Santrock . menunjukkan bahwa ternyata kontrol diri mempunyai peran penting dalam kenakalan remaja. Kontrol diri menggambarkan keputusan individu yang melalui pertimbangan koqnitif untuk menyatukan perilaku yang telah disusun untuk meningkatkan hasil dan tujuan tertentu seperti yang Individu dengan kontrol diri tinggi sangat memperhatikan cara-cara yang tepat untuk berperilaku dalam situasi yang bervariasi. Remaja yang memiliki kontrol diri tinggi cenderung akan menghindari perbuatan nakal dan tidak akan terbawa arus pergaulan lingkungannya. Religiusitas. Kontrol Diri Dan Kenakalan Remaja Hipotesis kedua yang berbunyi. Auada hubungan antara religiusitas dengan kenakalan remajaAy berdasarkan hasil analisis regresi secara parsial ditemukan ada hubungan negatif yang signifikan antara religiusitas dengan kenakalan Artinya semakin tinggi tingkat religiusitas remaja maka semakin rendah kenakalan remaja, sebaliknya semakin rendah tingkat religiusitas remaja maka semakin tinggi kenakalan remaja. Penelitian ini mendukung hasil sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nasikhah dkk . tentang hubungan antara tingkat religiusitas dengan perilaku kenakalan remaja pada remaja awal di SMP di Kecamatan Kerek pada siswa kelas 3 SMP. Hasil penelitian tersebut menyatakan ada hubungan negatif antara tingkat religiusitas dengan kenakalan remaja. Artinya semakin tinggi tingkat religiusitas, menandakan semakin rendahnya kenakalan remaja pada remaja awal. Hipotesis ketiga yang berbunyi. Auada hubungan antara kontrol diri dengan kenakalan remajaAy diterima. Artinya semakin tinggi tingkat kontrol diri remaja maka semakin rendah kenakalan remaja. Setiap individu memiliki suatu mekanisme yang dapat membantu mengatur dan mengarahkan perilaku, yaitu kontrol diri. Kontrol diri dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengontrol perilaku impulsive, mengontrol stimulus, mengantisipasi suatu peristiwa dan mengambil keputusan. Kontrol diri ini yang bagus dapat membawa individu ke arah konsekuensi Andisti. Religiusitas dan Perilaku Seks Bebas pada Dewasa Awal. Jurnal Psikologi Universitas Gunadharma Volume 1, no. Aroma, dkk. Hubungan Kontrol Diri dengan Kecenderungan Kenakalan Remaja. Jurnal psikologi Pendidikan dan Perkembangan Universitas Airlangga Volume 01. No. 02 Juni 2012. Averill. Personal Control Over Aversive Stimuli and ItAos Relationship to Stress. Psychological Bulletin, no. 286 Ae 303. http://w. classic1983/41983QP61200001. pdf diakses tanggal 2 Oktober 2013. Nasikhah, dkk. Hubungan Antara Tingkat Religiusitas dengan Perilaku Kenakalan pada Remaja Awal di SMP di Kec. Kerek pada Siswa Kelas 3 SMP. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan. Universitas Airlangga Volume 1, no. Nurul Huda. Pengaruh Tingkat Religiusitas dan Kontrol Diri terhadap Perilaku Seksual Remaja. Skripsi, tidak Diterbitkan. UIN Malang. Santi. Praptiani dkk. Pengaruh Kontrol Diri terhadap Agresivitas Remaja dalam Menghadapi Konflik Sebaya dan Pemaknaan Gender. Jurnal Sains dan Praktik Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang Volume 01. , 01 - 13. Santrock. JW. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga. Saroke, dkk. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penyalahgunaan Narkoba pada Remaja di SMA Kartika XX-1 Ancok. & Suroso. Psikologi Makasar. http://repiository. Islami Solusi Islam atas Problem-problem bitstream/handle/123456789/jurnal. pdf?sequ Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. ence:1diakses tanggal 6 Oktober 2013. DAFTAR PUSTAKA