ABDI SAMULANG : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT e-ISSN: 2964-7215 (Onlin. Valume. Nomor. Edisi: Juli 2024: PP 94-103 Pendampingan Penggunaan Aplikasi AI Sebagai Upaya Peningkatan Inovasi Dalam Pengajaran Guru Di Sekolah Hasnani1. Widya Wulandari2. Sitti Hajrah3. Maria Enjelina Debibilian4. Waode Amaliah5 1,2,3,4,5 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. FKIP. Universitas Megarezky. Makassar. Indonesia e-mail: hasnani. helmy@unimerz. e-mail: wdyawulandarii16@gmail. e-mail: sittihajrah163@gmail. e-mail: mariaenjelinadebibilian07@gmail. E-mail: waodeamaliah86@gmail. Article history Received : 2024-07-01 Revised : 2024-07-14 Accepted : 2024-07-24 *Corresponding author E-mail: hasnani. helmy@unimerz. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. Abstrak Kebutuhan akan inovasi dalam pembelajaran di sekolah mendesak dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi. Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, pendekatan berbasis kecerdasan buatan . rtificial intelligence/AI) telah menjadi sorotan dalam pendidikan modern. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam penggunaan aplikasi AI sebagai upaya peningkatan inovasi dalam pengajaran guru di sekolah. Pendampingan ini meliputi pelatihan dalam penggunaan aplikasi AI, integrasi teknologi ke dalam proses pembelajaran, dan pembuatan konten yang sesuai dengan kebutuhan kurikulum. Dengan bantuan pendampingan ini, para pendidik dapat efektivitas pembelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan relevan bagi siswa. Hasil dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat menunjukanna bahwa mitra . uru-gur. sangam puas dengan pelatihan yang diberikan. Hal ini juga didukung ole Pendampingan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan mutu pendidikan di tingkat Satuan Pendidikan khususnya kepada para guru-guru di SD Negeri Pannara kota Makassar Sulawesi Selatan Kata Kunci: Pengajaran. Artificial Guru Intelligence. Inovasi. Abstract The need for innovation in learning in schools is increasingly urgent with the development of information and communication technology. In an effort to improve the quality of learning, approaches based on artificial intelligence (AI) have become a highlight in modern education. This Community Service aims to provide assistance in using AI applications as an effort to increase innovation in teacher teaching in schools. This assistance includes training in using AI applications, integrating technology into the learning process, and creating content that meets curriculum needs. With the help of this mentoring, educators can harness the potential of AI to increase learning effectiveness and provide more engaging and relevant learning experiences for The results of this Community Service activity show that the partners . are very satisfied with the training This is also supported by very effective interactions during activities. Mentoring is expected to make a positive contribution to improving the quality of education at the Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang Education Unit level, especially for teachers at Pannara State Elementary School. Makassar City. South Sulawesi. Keywords: Teaching. Artificial Intelligence. Innovation. Teachers A 20xx Author. All rights reserved PENDAHULUAN Ilmu pengetahuan semakin berkembang dari masa ke masa. Perkembangan ilmu pengetahuan ini mendukung untuk terciptanya teknologi-teknologi baru yang menandai adanya kemajuan zaman. Hingga kini, teknologi yang berkembang sudah memasuki tahap digital. Termasuk di Indonesia, setiap bidang sudah mulai memanfaatkan teknologi untuk memudahkan pekerjaan, termasuk juga di bidang pendidikan. Sebagai suatu entitas yang terkait dalam budaya dan peradaban manusia, pendidikan di berbagai belahan dunia mengalami perubahan sangat mendasar dalam era globalisasi. Ada banyak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa dinikmati umat manusia. Namun sebaliknya,kemajuan tersebut juga beriringan dengan kesengsaraan banyak anak manusia, apalagi dalam era globalisasi sekarang ini. (Lestari, 2. Tekhnologi Artificial Intellegence (AI) adalah tekhnologi kecerdasan buatan AI terus dikembangkan oleh para ahli sehingga dapat berkembang pesat. Artificial Intelligence (AI) memiliki tujuan untuk menciptakan komputer-komputer yang dapat berpikir lebih cerdas dan membuat mesin lebih berguna (Ramadhan,2. Meluasnya teknologi digital di abad ke-21 dan ketersediaan sumber daya pendidikan yang luas memungkinkan AI dimasukkan ke dalam berbagai konteks pendidikan. Pada era sekarang yang semakin kompetitif, masih terdapat lembaga pendidikan yang belum menerapkan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Seyogyanya, sekolah di era sekarang harus memanfaatkan lahirnya teknologi-teknologi yang memudahkan pekerjaan guru ataupun siswa (Kholifah et al. , 2. , (Subakti, 2. Hasilnya adalah sistem manajemen pembelajaran berbasis kecerdasan buatan, alat penilaian pintar, dan platform pembelajaran adaptif. Peneliti dan pendidik tahu bahwa AI dapat membantu belajar dan mengajar. Sejarah penggunaan AI dalam pendidikan menunjukkan upaya terusmenerus untuk memanfaatkan teknologi pintar dalam pendidikan. Siemens . menyatakan bahwa "AI memiliki sejarah pendidikan yang kaya, ditandai oleh tonggak sejarah dalam sistem tutor pintar, pembelajaran adaptif, dan instruksi yang dipersonalisasi. Kehadiran kecerdasan buatan dengan berbagai inovasi yang semakin canggih dan kreatif memberikan dampak yang sangat signifikan dalam setiap aspek kehidupan manusia. Kecerdasan buatan mampu menjawab kebutuhan masa kini, namun di sisi lain, kecerdasan buatan juga merupakan ancaman bagi tenaga kerja manusia karena banyak pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh manusia secara perlahan-lahan semakin tergantikan oleh kecanggihan dalam bidang kecerdasan buatan. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kecerdasan buatan dalam berbagai aspek kehidupan dan mampu menyeimbangkan penggunaannya di setiap lini (Pakpahan, 2. Namun, perlu diingat bahwa ada sejumlah risiko yang terkait dengan penggunaan kecerdasan buatan, salah satunya seperti potensi ketergantungan pada teknologi (Misnawati, 2. , yang sebenarnya bisa menjadi kontraproduktif terhadap tujuan pembelajaran. (Rochim, 2. Di era digital saat ini, bidang pendidikan telah mengalami transformasi besar sebagai akibat dari adopsi Kecerdasan Buatan (AI). AI telah muncul sebagai alat yang menjanjikan untuk meningkatkan pengalaman mengajar dan belajar dan memiliki potensi untuk mengubah berbagai sektor. Pengajaran bahasa Inggris, terutama, menghadapi banyak masalah dalam memenuhi kebutuhan beragam siswa. Oleh karena itu, mengeksplorasi efektivitas AI dalam meningkatkan inovasi pengajaran guru di sekolah untuk mengungkapkan peluang baru bagi guru dengan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai salah satu fasilitas yang membantu guru dalam pengajaran disekolah. (Mahyudi, 2. Menurut (M. Chassignol, 2. dalam pembelajaran AI membantu siswa dalam memberikan rekomendasi materi tambahan. Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang mengidentifikasi kelemahan pada pemahaman siswa dan memberikan solusi yang disesuaikan untuk meningkatkan pemahaman mereka. Menurut Yan (Yufei et al. , 2. , siswa harus diajarkan untuk menjadi kritis dalam penggunaan teknologi AI. Mereka perlu memahami masalah privasi, etika dalam pengumpulan data dan bagaimana menganalisis informasi yang diberikan oleh system AI. Siswa perlu diberitahu tentang bagaimana menggunakan teknologi AI secara bijak, ini mencakup menghindari penyalahgunaan teknologi seperti penyebaran informasi palsu. Tidak semua siswa memiliki pemahaman yang cukup tentang teknologi AI, oleh sebab itu perlunya mempersiapkan siswa untuk masa depan yang mana siswa masa kini adalah pemimpin dan pekerja masa depan maka mereka harus dipersiapkan untuk menghadapi perubahan signifikan yang akan disebabkan oleh AI dalam berbagai aspek kehidupan. (Sahara et al. , 2. Pengembangan teknologi digital dalam pendidikan harus didukung oleh semua elemen pendidikan, yaitu pemerintah, kepala sekolah, guru, dan masyarakat. Kebijakan pendidikan yang telah dibuat harus diikuti oleh seluruh perangkat sekolah, termasuk kepala sekolah dan Jika sarana dan prasarana sudah mendukung pembelajaran tersebut, yang terpenting adalah sumber daya manusia, yaitu guru. Guru merupakan kunci keberhasilan dalam pembelajaran ini. Guru harus menggunakan media, metode, atau strategi yang bervariasi agar siswa tidak merasa bosan. Guru juga harus mampu memberikan inovasi kepada siswa, sehingga mereka semakin termotivasi dalam belajar. Pengembangan teknologi digital dapat dilakukan oleh guru dengan membuat konten-konten pembelajaran yang beragam namun tetap edukatif. Pembelajaran teknologi digital dapat diintegrasikan dengan pembelajaran lainnya melalui pembuatan konten digital pendidikan, seperti permainan edukasi, kuis pembelajaran, dan konten pendidikan lainnya (Pakpahan, 2. (Butler & Adam, 2. Kami mengakui bahwa Pendidikan membawa dua implementasi yang merupakan perkembangan dari AI itu Pertama-tama, untuk memberikan kepada masyarakat umum, perlu dilakukan pendidikandan penelitian yang mencakup berbagai bidang yang terkait dengan pengembangan AI. Kedua,kurikulum dan revolusi pembelajaran harus segera dilaksanakan (Zahara et al. , 2. Oleh karena itu kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berjudul "Pendampingan Penggunaan Aplikasi AI Sebagai Upaya Peningkatan Inovasi dalam Pengajaran Guru di Sekolah" dilakukan karena berbagai alasan yang penting. Pertama, penggunaan aplikasi AI dapat meningkatkan kualitas pengajaran dengan membuat proses pembelajaran lebih interaktif dan efektif. Di era digital ini, teknologi berkembang sangat pesat, dan penelitian ini membantu guru beradaptasi dengan perkembangan tersebut. Aplikasi AI dapat mempermudah tugas administratif dan pengajaran, seperti penilaian otomatis dan penyusunan rencana pembelajaran, sehingga guru dapat fokus pada aspek yang lebih penting dalam proses pembelajaran. Selain itu, pendampingan penggunaan AI mendorong guru untuk berinovasi dalam metode pengajaran mereka, membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan bagi siswa. Aplikasi AI juga memungkinkan pembelajaran yang lebih personalisasi, di mana materi dan metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa, sehingga meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penggunaan AI meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran, baik dari segi waktu maupun sumber daya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar Pengabdian Kepada Masyarakat ini juga berfokus pada pengembangan profesional guru, memberikan mereka keterampilan dan pengetahuan baru dalam penggunaan teknologi AI untuk Selain itu. AI dapat membantu mengatasi keterbatasan sumber daya di beberapa sekolah dengan menyediakan alat bantu yang efektif. Dengan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pendidikan, penelitian ini memberikan solusi praktis untuk meningkatkan mutu pengajaran di sekolah. Akhirnya, penelitian ini akan menyediakan bukti empiris tentang efektivitas penggunaan aplikasi AI dalam pengajaran, yang dapat menjadi dasar bagi kebijakan pendidikan di masa depan. Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan pendampingan penggunaan aplikasi Artificial Intelligence (AI) sebagai upaya peningkatan inovasi dalam pengajaran guru dilakukan di SD Negeri Pannara secara offline atau tatap muka dengan jumlah guru sebanyak 10 orang. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan kolaborasi antara Dosen dan Mahasiswa yang mengikuti Kampus Mengajar Tujua utama dari kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan inovasi pengajaran guru dengan menggunakan aplikasi AI agar dapat digunakan guru dalam proses belajar mengajar di kelas. Selain itu, proses pembelajaran juga menjadi lebih canggih dan trendi sesuai perkembangan teknologi yang ada. Pelaksanaan Kegiatan pendampingan penggunaan aplikasi Artificial Intelligence (AI) ini dilaksanakan pada tanggal 15 bulan Mei tahun 2024 dan berlangsung pada hari Rabu dimulai pukul 09. Total ada sekitar 10 orang guru diantaranya 7 perempuan dan 3 laki-laki yang mengikuti kegiatan ini. Teknis Pelaksanaan Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri Pannara kota Makassar Sulawesi Selatan. Adapun teknisi kegiatan pendampingan penggunaan aplikasi AI ini adalah sebagai berikut : Pembukaan. Menjelaskan maksud dan tujuan diadakannya pendampingan penggunaan aplikasi AI sebagai upaya meningkatkan inovasi dalam pengajaran guru di sekolah. Pemaparan materi aplikasi Artificial Intelligence (AI). Pengambilan dokumentasi dengan para guru yang hadir. Penutupan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pendampingan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan secara Untuk menilai ketercapaian ketercapaian kegiatan pendampingan dapat dilakukan dengan ,mendistribusikan angket kepuasan mitra (Mambu. , 2. kepada guru-guru di sekolah SD Negeri Pannara. Kegiatan Pendampingan ini dapat dijelaskan sebagai berikut : Pengantar AI (Artificial Intelligenc. Kegiatan sesi pengantar AI merupakan langkah awal yang penting dalam memperkenalkan konsep dan aplikasi kecerdasan buatan kepada peserta. Dalam sesi ini, para peserta akan diperkenalkan dengan dasar-dasar AI, termasuk konsep-konsep seperti machine learning, neural networks, dan deep learning. Selain itu, mereka akan diberikan pemahaman tentang bagaimana AI telah membentuk dan akan terus membentuk berbagai aspek kehidupan kita, termasuk pendidikan. Kegiatan ini melibatkan presentasi singkat, demonstrasi aplikasi AI, dan diskusi Peserta juga dapat diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman mereka terkait AI. Tujuan utama dari sesi pengantar AI adalah untuk membangun pemahaman dasar tentang konsep AI dan potensinya dalam konteks pendidikan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangkitkan minat dan motivasi peserta untuk menjelajahi lebih lanjut tentang aplikasi AI dalam pembelajaran. Dengan demikian, sesi pengantar AI menjadi fondasi yang kuat untuk kegiatan pendampingan dan pengembangan lebih lanjut dalam penerapan AI dalam pendidikan. Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang Gambar 2: Pengantar AI Pengenalan Aplikasi AI Yang Dapat Digunakan Sebagai Media Peningkatan Inovasi Pengajaran Oleh Guru Sesi kedua telah menyoroti pengenalan berbagai aplikasi AI yang berguna sebagai alat untuk meningkatkan inovasi dalam pengajaran oleh guru, serta praktik penerapannya dalam konteks pembelajaran. Para peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis aplikasi AI yang terbukti efektif dalam meningkatkan pengalaman belajar siswa dan mendukung proses pengajaran guru. Setelah memperkenalkan aplikasi-aplikasi tersebut, sesi ini melanjutkan dengan demonstrasi praktis tentang cara menggunakan aplikasi tersebut dalam berbagai situasi Para peserta diberi kesempatan untuk menjelajahi fungsionalitas aplikasi secara langsung, menggali fitur-fitur kunci, dan memahami bagaimana aplikasi tersebut dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum dan metode pengajaran yang ada. Selain itu, ada diskusi interaktif tentang tantangan dan peluang dalam menerapkan aplikasi AI dalam konteks nyata di kelas. Peserta diajak untuk berbagi pengalaman, ide, dan strategi untuk mengatasi hambatan yang mungkin mereka hadapi saat menggunakan teknologi ini. Didalam sesi sesi diskusi. Tim PKM menselenggi dengan humor, tujuannya tentu untuk membuat para peserta pelatihan tidak bosan dan jenuh dalam mengikuti pelatihan. Hal ini senadah dengan Yahrif . 2, 2. , bahwa sangat penting menyisihkan humor dan motivasi dalam kegiatan PKM, agar para peserta pelatihan tidak jenuh dan bosan mengikuti kegiatan, bahkan justru akan menambah motivasi peserta untuk tetap mengikuti pelatihan. Tujuan akhir dari sesi ini adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang berbagai aplikasi AI yang tersedia untuk guru dan membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan praktis untuk mengimplementasikannya secara efektif dalam pengajaran mereka, sehingga mendorong terciptanya inovasi dalam pendidikan. Untuk lebih jelasnya terkait pengenalan aplikasi AI dalam kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini dapat dilihat pada gambar 3 dibawah. Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang Gambar 3: Pngenalan aplikasi AI Praktek Penggunaan Aplikasi AI Pada sesi ketiga, peserta terlibat dalam praktek yang difokuskan pada penggunaan aplikasi kecerdasan buatan (AI). Mereka memiliki kesempatan langsung untuk menggunakan aplikasi yang telah dipelajari pada sesi sebelumnya dalam konteks Praktikum ini dirancang sedemikian rupa sehingga peserta dapat mencoba sendiri bagaimana menggunakan aplikasi AI dalam situasi pembelajaran yang nyata. Mereka diberi panduan langkah demi langkah tentang cara menggunakan aplikasi tersebut, serta diberikan contoh-contoh tentang bagaimana aplikasi tersebut dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum dan metode pengajaran mereka. Selama praktikum, peserta diarahkan untuk menciptakan atau menyesuaikan materi pembelajaran dan mengatur pengaturan aplikasi sesuai kebutuhan. Tujuan utama dari sesi ini adalah untuk memberikan peserta pengalaman langsung dalam menggunakan aplikasi AI dalam konteks pendidikan. Dengan praktikum ini, peserta diharapkan dapat memperdalam pemahaman mereka tentang cara mengaplikasikan teknologi AI dalam pembelajaran, serta memperoleh keterampilan praktis yang dapat mereka terapkan dalam pengajaran sehari-hari. Gambar 4: Praktek penggunaan aplikasi AI Setelah rangkaian kegiatan ini selesai, untuk mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan pendampingan berhasil kami mengirimkan kuisioner kepada guru-guru peserta. Berikut adalah Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang No Pertanyaan Kuesioner Apakah materi pendampingan sesuai dengan kebutuhan anda? Apakah kegiatan pendampingan sesuai dengan harapan anda? Apakah penyajian materi pendampingan Apakah materi pendampingan disajikan dengan jelas dan mudah dipahami? Apakah waktu penyampaian materi kegiatan sesuai? Apakah anda mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan pendampingan ini? Apakah anda berminat mengikuti kegiatan pendampingan karena sesuai dengan kebutuhan anda? Apakah kegiatan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan? Apakah keluhan/pertanyaan anda ditanggapi dengan baik oleh narasumber/anggota pendamping? Apakah kegiatan pendampingan ini berhasil meningkatkan kesejahteraan/kecerdasan anda? Secara umum, apakah anda puas terhadap kegiatan pendampingan ini? Apakah anggota pendamping memberikan pelayanan sesuai kebutuhan anda? Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju Berdasarkan hasil feedback yang diberikan kepada peserta pelatihan. Tim PKM dapat menyimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat pada tabel kuesioner diatas. Pada materi Penggunaan aplikasi AI disesuaikan dengan kebutuhan Mitra, dimana 80% mitra sangat setuju bahwa materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan mereka. Sementara itu, mitra yang mengatakan setuju hanya 20%. Kemudian, untuk kegiatan Pendampingan penggunaan aplikasi AI sesuai dengan harapan Mitra 80% mitra sangat setuju bahwa kegiatan endampingan penggunaan aplikasi AI ini sesuai dengan harapan mereka. Sedangkan, 20% mitra setuju. Untuk penyajian materi Penggunan aplikasi AI menarik, 70% mitra sangat setuju bahwa cara penyajian materi Pkenggunaan aplikasi AI menarik, sementara hanya 30% mitra setuju bahwa cara penyajian materi Penggunaan aplikasi AI menarik. Selain itu. Materi disajikan dengan jelas dan mudah dipahami 80% mitra menyatakan sangat setuju bahwa materi disajikan dengan jelas dan mudah dipahami, sementara hanya 20% mitra setuju. Adapun waktu penyampaian materi dan kegiatan Penggunaan aplikasi AI sesuai dapat dikatakakan 70% mitra sangat setuju bahwa waktu yang disediakan sesuai, 20% mitra setuju, dan 10% mitra tidak setuju. Kemudian, untuk anggota Penggunaan apikasi AI yang memberikan pelayanan sesuai kebutuhan dapat dinyatakan 80% mitra sangat setuju. Sedangkan, hanya 20% mitra setuju. Lalu, minat mitra untuk mengikuti kegiatan Penggunaan aplikasi AI sesuai kebutuhan mereka hanya 70% mitra sangat setuju. Mereka berminat mengikuti kegiatan Penggunaan aplikasi AI karena sesuai dengan kebutuhan mereka. Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang Selanjutnya, untuk poin kegiatan PkM dilakukan secara berkelanjutan hasilnya 80% mitra sangat setuju bahwa kegiatan Penggunaan aplikasi AI dilakukan secara berkelanjutan dan 20% mitra setuju. Keluhan/pertanyaan/mitra ditanggapi dengan baik: 90% mitra sangat setuju bahwa keluhan/pertanyaan/mitra ditanggapi dengan baik oleh narasumber/anggota Penggunaan aplikasi AI yang terlibat. Untuk poin mitra mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan Penggunaan aplikasi AI hasilnya 80% mitra sangat setuju bahwa mereka mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan Penggunaan aplikasi AI Sementara itu, mitra yang setuju yaitu 20% . Kemudian, untuk kegiatan Penggunaan aplikasi AI yang meningkatkan kesejahteraan/kecerdasan mitra terdapat 70% mitra sangat setuju bahwa kegiatan Penggunaan aplikasi AI berhasil meningkatkan kesejahteraan/kecerdasan mereka dan 20% mitra setuju. Terakhir, untuk mitra puas terhadap kegiatan Penggunaan aplikasi AI terdapat 100% mitra sangat setuju. Bahkan, mereka puas terhadap kegiatan Pendampingan penggunaan aplikasi AI ini. Pembahasan Berdasarkan hasil pendampingan dalam penggunaan aplikasi AI sebagai upaya peningkatan inovasi dalam pengajaran guru di sekolah, terlihat bahwa kegiatan ini berhasil mencapai kemajuan yang signifikan. Evaluasi dari kuesioner kepuasan mitra menunjukkan bahwa mayoritas guru yang berpartisipasi memberikan tanggapan positif terhadap pendampingan tersebut. Salah satu hal penting adalah bahwa materi yang disampaikan dinilai sesuai dengan kebutuhan mitra, menyoroti pentingnya hubungan berkelanjutan antara lembaga akademik dan komunitas pendidikan lokal. Gambar 5: Proses kegiatan pendampingan penggunaan aplikasi AI Selain itu, kegiatan pendampingan dinilai berhasil sesuai dengan harapan mitra, menunjukkan bahwa para guru merasa puas dengan hasilnya dan kegiatan ini memberikan nilai tambah yang diharapkan dalam peningkatan inovasi pengajaran guru di sekolah dengan penggunakan aplikasi AI. Penyampaian materi oleh narasumber juga mendapat penilaian positif, menunjukkan bahwa cara penyampaian yang menarik dan interaktif dapat memperkaya pengalaman belajar. Selanjutnya, kegiatan ini dinilai berhasil dalam menyediakan waktu yang sesuai untuk penyampaian materi dan kegiatan praktik. Meskipun ada sebagian kecil peserta yang merasa waktu yang diberikan kurang cukup, mayoritas peserta merasa waktu yang diberikan sudah cukup untuk mengikuti kegiatan dengan baik. Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa keberlanjutan kegiatan pendampingan dianggap penting oleh sebagian besar mitra, menunjukkan minat mereka untuk terus mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang. Kepuasan mitra juga tercermin dari tanggapan positif terhadap penanganan keluhan, pertanyaan, dan masalah yang diajukan, menunjukkan kualitas pelayanan yang baik dari penyelenggara yang responsif terhadap kebutuhan dan masalah yang muncul selama kegiatan. Secara keseluruhan, semua mitra menyatakan puas dengan kegiatan pendampingan tersebut, menegaskan bahwa kerjasama antara dua lembaga akademik dalam dalam penggunaan aplikasi Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang AI sebagai upaya peningkatan inovasi pengajaran guru di sekolah berhasil mencapai tujuannya, yaitu memberikan manfaat langsung bagi pendidik dan siswa. Penting untuk mencatat bahwa hasil dari inisiatif layanan masyarakat seperti "Pendampingan Penggunaan Aplikasi AI sebagai Upaya Peningkatan Inovasi dalam Pengajaran Guru di Sekolah" harus dilihat dalam kerangka teoritis yang relevan, seperti konsep penelitian tindakan partisipatif (PAR) dan teori tentang teknologi pendidikan dan desain instruksional. Melalui proses keterlibatan masyarakat, peneliti dan anggota komunitas dapat menciptakan solusi inovatif yang memanfaatkan teknologi AI untuk mengatasi tantangan dalam pendidikan. McCarthy . menyatakan bahwa kecerdasan buatan adalah studi tentang bagaimana membuat komputer dapat melakukan hal-hal yang, pada saat ini, hanya dapat dilakukan oleh manusia namun menurut Holmes . Dalam konteks pendidikan, kecerdasan buatan dianggap menjadi solusi untuk mengatasi kendala-kendala yang ada, di antaranya adalah melakukan otomasi pengajaran dan pembelajaran. Lebih lanjut Dewanto, . mengatakan bahwa AI dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif melalui penggunaan chatbot, simulasi, dan pembelajaran berbasis game (Mardikanto, 2. Pemanfaatan kecerdasan buatan juga dapat meningkatkan aksesibilitas pendidikan. AI dapat digunakan untuk memberikan pendidikan jarak jauh . -learnin. dengan kualitas yang baik dan memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas bagi siswa di daerah terpencil atau yang memiliki keterbatasan fisik (Yulianto & Suryadi, 2. , (Rifky, 2. potensi untuk merevolusi metode pengajaran tradisional dan mempromosikan inklusivitas. KESIMPULAN Berdasarkan hasil feedback melalui kuesioner yang diberikan kepada peserta pelatihan. Dimana 100% mitra sangat setuju dan puas terhadap kegiatan pelatihan penggunaan aplikasi AI. Maka Tim PKM menyimpulkan bahwa pendampingan penggunaan aplikasi AI melalui kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini dapat meningkatkan inovasi dalam pengajaran guru di Hasil analisis menunjukkan bahwa aplikasi AI membantu guru menciptakan metode pengajaran yang lebih interaktif dan menarik, sehingga siswa lebih terlibat dalam proses belajar. Untuk memaksimalkan manfaat ini, diperlukan pelatihan berkelanjutan bagi guru dan peningkatan infrastruktur teknologi di sekolah, serta dukungan dari pihak sekolah dan Secara keseluruhan. Tim PKM menyimpulkan bahwa aplikasi AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan inovasi dan efektivitas para guru dalam proses belajar-mengajar di sekolah terkhusus kepada para guru-guru Mapel di SD Negeri Pannara kota Makassar Sulawesi Selatan. PUSTAKA