Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Pendidikan Ideologi Pancasila Melalui Situs Sejarah Lubang Buaya Sebagai Penguatan Wawasan Kebangsaan Mahasiswa Bernadeta Lasni Elita1. Anak Agung Istri Dewi Adhi Utami2. Yuyus Kardiman3. Sri Sulyani4. Clhodia Babalona Br Gurusinga5. Rahma Nindia Risqi6 1,3,4,5,6 Universitas Pendidikan Ganesha. Singaraja. Indonesia Prodi PPKn FISH. Universitas Negeri Jakarta Email: bernadeta@student. id, adhi. utami@undiksha. ppknunj@gmail. com, sri. sulyani@student. clhodia@student. id, rahma. nindia@student. Abstrak Pendidikan ideologi Pancasila di jenjang tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan wawasan mahasiswa. Namun, pendidikan Pancasila yang berbasis teori seringkali gagal mengembangkan kumpulan keyakinan yang kohesif. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menelaah bagaimana lingkungan Lubang Buaya dapat digunakan sebagai media pendidikan Pancasila guna meningkatkan tingkat penguasaan materi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis literatur, observasi lapangan, dan refleksi akademik mahasiswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis lokasi dapat membantu mahasiswa memahami konsep Pancasila secara kontekstual, meningkatkan kesadaran mereka, dan memperkuat rasa nasionalisme serta komitmen terhadap studi mereka. Dengan demikian, situs Lubang Buaya memiliki relevansi strategis sebagai media pembelajaran ideologi Pancasila bagi mahasiswa tingkat Kata Kunci: lubang buaya, pendidikan pancasila, situs sejarah, wawasan kebangsaan, mahasiswa PENDAHULUAN Globalisasi membawa banyak perubahan di dunia internasional. Hal ini berdampak pada perubahan di banyak negara. Beberapa dampak dari perubahan ini sudah terasa, seperti meredanya sentimen nasionalistik di Indonesia, merosotnya sikap pengamalan Pancasila, meningkatkan ego, meningkatnya kejadian kenakalan remaja, kerusakan lingkungan, masyarakat yang terpengaruh budaya luar, dan hal-hal lain yang muncul dan merasuk ke dalam bangsa Indonesia. Selain itu, banyak anak menjadi lebih bergantung pada teknologi akibat kemajuannya, menggunakannya lebih banyak sebagai sarana untuk menghibur diri dengan berbagai permainan video online yang membuat gangguan perkembangan karakter atau psikososial anak (Yonathan & Utami, 2. Internalisasi nilainilai kebangsaan tidak cukup dilakukan secara teoritis, tetapi perlu diperkuat melalui pengalaman kontekstual yang bersentuhan langsung dengan realitas sosial dan historis. Menurut Hidayatillah . , arus globalisasi berkembang semakin cepat dan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat, terutama di kalangan anak muda. Dampak globalisasi yang tidak diimbangi dengan penguatan nilai kebangsaan menyebabkan banyak anak muda mengalami kesulitan dalam mengembangkan potensi diri serta membangun identitas sebagai warga negara Indonesia. Gejala tersebut tampak dalam kehidupan sehari-hari, seperti menurunnya kepedulian sosial, sikap acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitar, serta rendahnya orientasi dan harapan hidup. Globalisasi Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 juga menghadirkan kebebasan dan keterbukaan yang luas, namun tanpa landasan nilai yang kuat, kondisi ini justru menimbulkan kebingungan identitas dan kesulitan dalam mencapai kesejahteraan psikososial. Pendidikan ideologi Pancasila memiliki peran strategis dalam mengembangkan karakter, sikap kebangsaan, dan generasi yang berideologi, khususnya mahasiswa sebagai pemimpin intelektual. Dalam menghadapi globalisasi, informasi yang tidak dapat dipercaya, individualisme, dan radikalisme, internalisasi prinsip-prinsip Pancasila menjadi suatu kebutuhan guna memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia. Pendidikan Pancasila harus dikonseptualisasikan melalui pengalaman belajar yang konkret, reflektif, dan bermakna, bukan hanya diajarkan melalui pendekatan teoretis di dalam kelas. Salah satu pendekatan konseptual dalam Pendidikan Ideologi Pancasila adalah penggunaan situs edukatif sebagai sumber pembelajaran. Situs sejarah tidak hanya menyajikan fakta-fakta sejarah tetapi juga memuat semua ideologi, moral, dan nilai kebangsaan yang relevan untuk kehidupan Situs Sejarah Lubang Buaya adalah salah satu situs nasional yang memiliki makna paling penting dalam sejarah Bangsa Indonesia, terutama berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965. Peristiwa tersebut menjadi refleksi simbolik dari ideologi nasional, dan penting untuk menekankan Pancasila sebagai dasar dan pandangan hidup Bangsa. Pada 20 Januari 2026, mahasiswa PPKn Undiksha melaksanakan KKL di Jakarta melalui kerja sama institusional dengan Universitas Negeri Jakarta. Salah satu agenda utama kegiatan ini adalah kunjungan edukatif ke Lubang Buaya yang dilaksanakan pada 22 Januari 2026, yang merupakan situs bersejarah nasional terkait peristiwa penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Melalui kunjungan dan pembelajaran secara langsung di situs Sejarah Lubang Buaya, mahasiswa secara langsung terpapar pada ideologi Bangsa, pengorbanan para pahlawan, dan konsekuensi dari konflik ideologi yang mengancam kedaulatan nasional. Kehadiran Monumen Pancasila Sakti di kawasan ini semakin menjadi simbol komitmen bangsa Indonesia dalam menegakkan Pancasila. Dengan demikian, situs sejarah ini memiliki potensi untuk menjadi media pendidikan yang efektif dalam memperkuat nasionalisme, kebangsaan, dan komitmen ideologis mahasiswa (Aulia et al. , 2. Nilai kebangsaan melalui pendidikan formal merupakan strategi penting dalam menghadapi tantangan globalisasi yang berpotensi melemahkan identitas nasional generasi muda. Bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPK. , kunjungan ke Situs Sejarah Lubang Buaya melalui kegiatan Kunjungan Kuliah Lapangan (KKL) memiliki makna strategis. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan sejarah, tetapi juga mendorong proses refleksi kritis terhadap nilai persatuan, nasionalisme, dan komitmen terhadap ideologi Pancasila. Mahasiswa diajak untuk memahami bahwa ideologi Pancasila lahir dan dipertahankan melalui perjuangan panjang serta pengorbanan para pendahulu bangsa. Selain itu, museum Pancasila Sakti (Lubang Buay. adalah salah satu situs sejarah Yang tidak hanya sebagai sumber pembelajaran sejarah nasional Indonesia, melainkan juga dapat menumbuhkan rasa patriotisme dan bangga bagi para pengunjungnya Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 (Rahma, 2. Kunjungan wisata belajar ke museum ini diharapkan dapat menjadi pendekatan studi unik yang tak kalah edukatif, mengingat fungsi dari museum itu sendiri yang adalah sumber, media dan tempat belajar kokurikuler bagi semua orang. Di samping itu, museum juga mampu menyediakan komunikasi yang terbuka tentang ide, konsep, maupun informasi yang melibatkan eksplorasi serta penemuan pengalaman baru. Mengingat fungsi dari museum itu sendiri yang tak lain sebagai tempat belajar yang autentik, estetik, serta mudah diakses (Prasetyo et al. , 2. Eduwisata ke museum Pancasila Sakti (Lubang Buay. juga merupakan upaya untuk melestasikan sejarah nasional. Sehingga para generasi, terutama generasi muda Indonesia menjadi lebih paham tentang sejarah bangsanya sendiri, serta bisa menjadi pondasi untuk menumbuhkannya sebagai generasi bangsa yang lebih kuat (Putri, 2. Tak hanya itu. Kunjungan mahasiswa Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha ke Lubang Buaya merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran kontekstual yang bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap sejarah nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengkaji peristiwa sejarah bangsa, sehingga mampu meningkatkan literasi sejarah, kesadaran ideologis, serta penghayatan terhadap nilai Pancasila dan nasionalisme. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat akademik bagi mahasiswa sebagai peserta, tetapi juga berkontribusi pada upaya pelestarian memori kolektif bangsa serta penguatan fungsi edukatif situs sejarah melalui keterlibatan aktif civitas akademika (Hereyah & Kusumaningrum, 2. Dengan demikian, pendidikan ideologi Pancasila melalui situs sejarah Lubang Buaya menjadi upaya penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan mahasiswa. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran ideologis yang tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga afektif dan reflektif. Berdasarkan latar belakang tersebut, artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Pendidikan Ideologi Pancasila dapat diimplementasikan melalui pemanfaatan Situs Sejarah Lubang Buaya serta kontribusinya dalam penguatan wawasan kebangsaan mahasiswa. Kajian ini diharapkan dapat memberikan perspektif akademik mengenai pentingnya integrasi pembelajaran berbasis situs sejarah dalam pendidikan tinggi, khususnya pada mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan. METODE Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dimana semua data yang diperoleh dari observasi dan wawancara dieksplorasi guna mendapatkan gambaran keberhasilan dan kendala dari kegiatan. Eduwisata ke museum Pancasila Sakti. Lubang Buaya. Jakarta Timur ini dilaksanakan dengan pendekatan metode pendidikan masyarakat, dimana para relawan baik secara individu maupun kelompok memberikan penjelasan seputar koleksi dan bukti sejarah peristiwa G30S/PKI ke mahasiswan melalui penyuluhan, diskusi serta tanya jawab di sepanjang kegiatan. Selain itu, dalam penyegaran pengetahuan sejarah ini, setiap relawan mendapat peran untuk mendampingi mahasiswa, sehingga penyampaian informasi dan komunikasi yang terjalin bisa lebih personal serta spesifik. Dengan demikian, transfer informasi dan pengetahuan sejarah peristiwa G30S/PKI bisa berjalan lebih optimal. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Secara umum, kegiatan eduwisata ini dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu: Persiapan Tahapan ini berupa penyusunan garis besar kegiatan yang mencakup latar belakang dan tujuan pelaksanaan, susunan panitia inti dan acara, usulan waktu dan tempat pelaksanaan, serta pemenuhan sumber daya. Pertinjauan Lokasi Kegiatan Tahapan ini berupa kunjungan langsung ke lokasi yang menjadi sasaran kegiatan untuk mendapatkan gambaran dan informasi detil tentang fasilitas, akses, dan informasi pendukung lainnya. Tahap Diskusi dan Refleksi Setelah observasi, mahasiswa melakukan diskusi dan refleksi untuk mengaitkan temuan lapangan dengan materi perkuliahan PPKn, khususnya terkait sejarah nasional, ideologi Pancasila, dan nilai kebangsaan. Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut Tahap akhir berupa pelaksanakan Seminar Hasil sebagai bentuk luaran akademik dan implementasi pembelajaran berbasis proyek. HASIIL DAN PEMBAHASAN Museum Monumen Pancasila Sakti atau yang dikenal Museum G30S/PKI merupakan bangunan nasional yang bertempat di Lubang Buaya. Cipayung. Jakarta Timur. Museum ini mendokumentasikan bukti-bukti sejarah seputar peristiwa gerakan komunisme Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terjadi pada tahun 1965 hingga 1966 dan menewaskan tujuh perwira TNI, yaitu Jenderal Ahmad Yani. Letjen Soeprapto. Letjen Siswondo Parman. Letjen Mas Tirtodarmo Haryono. Mayjen Donald Ignatius Pandjaitan. Mayjen Soetoyo Siswomiharjo, dan Kapten Pierre Tendean yang kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi (Ridwan & Adishakti, 2. Pendirian monumen Pancasila Sakti ini merupakan simbol untuk menunjukkan kebesaran dan keberanian para perwira TNI yang menjadi korban kebiadaban PKI dalam mempertahankan keutuhan dan kedautan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, bangunan ini juga sebagai bukti pembelajaran sejarah di masa lalu untuk memperingatkan masa sekarang dari akibat buruk pemberontakan PKI (Putri, 2. Pembangunan monumen Pancasila Sakti pun merupakan wujud nyata dalam menunjukkan kegagahan ideologi negara Indonesia yang tidak akan tergoyahkan oleh upaya pemberontakan apapun dan akan selalu menjadi ideologi negara Indonesia yang sah. Serta merupakan jejak sejarah yang menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam menjaga dan mempertahankan martabatnya dengan darah dan harga diri yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, persatuan, dan kehidupan bermasyarakat (Wahidiyat & Tabina, 2. Hal yang menarik dari museum ini adalah penyajian diorama-dioramanya yang dikemas dengan begitu menarik sehingga masih relevan di masa sekarang dengan kondisi mayoritas masyarakat yang lahir jauh setelah peristiwa G30S/PKI terjadi (Hutagalung, 2. endidikan Pancasila merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter warga negara yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Kegiatan edukasi wisata sejarah nasional Indonesia ini dilaksanakan pada 23 Januari 2026 di Museum Pancasila Sakti, yang terletak di kawasan Lubang Buaya. Gambar 1. Foto Bersama di Monumen Pancasila Sakti Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap sejarah nasional Indonesia, khususnya peristiwa G30S/PKI, serta memperkuat internalisasi nilainilai Ideologi Pancasila sebagai dasar pembentukan wawasan kebangsaan. Pentingnya Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam setiap kegiatan generasi muda sangat penting untuk menanam jiwa nasionalisme. Oleh sebab itulah penanaman nilai-nilai Pancasila harus lebih ditingkatkan dan harus dilakukan sesegera mungkin sejak dini. Kepentingan dari pendidikan Pancasila di perguruan tinggi adalah untuk memperkuat kesadaran kebangsaan mahasiswa sehingga mereka menjadi pilar utama dan panduan dalam kepemimpinan bangsa di berbagai tingkat dan sektor. Selain itu, ini juga bertujuan untuk menjaga agar calon pemimpin bangsa tidak mudah terpengaruh oleh pemikiran asing yang bisa mengancam nilai- nilai Pancasila. Signifikansi pendidikan Pancasila di perguruan tinggi adalah memberikan jawaban atas tantangan global dengan mempersiapkan warga negara yang memiliki pengetahuan, pemahaman, penghargaan, penghayatan, komitmen, dan praktik nilai-nilai Pancasila. Ini bertujuan untuk menciptakan lulusan yang menjadi inti dari pembangunan dan pemimpin bangsa di berbagai sektor seperti lembaga pemerintahan, bisnis, dan profesi lainnya yang menghormati nilai-nilai Pancasila (G-spki, 2. Menegaskan bahwa pemahaman sejarah ideologi bangsa merupakan elemen penting dalam membangun kesadaran kebangsaan dan ketahanan ideologis generasi muda. Pada tingkat nasional. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk membentuk karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat, meningkatkan kualitas kehidupan warga mencerdaskan negara, kehidupan dan Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi mendukung upaya tersebut dengan mendalami pemahaman dan praktik nilai nilai Pancasila oleh generasi muda bangsa. Oleh karena itu, pemerintah mengalokasikan dana untuk pendidikan nasional melalui pajak, mencapai 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Setiap warga negara, sesuai dengan tingkat pendidikan dan kapasitasnya, perlu memiliki pemahaman, pengertian, penghayatan, penghargaan, komitmen, dan praktik nilainilai Pancasila. Mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa, memiliki tanggung jawab khusus untuk memahami nilai-nilai Pancasila karena mereka akan memengaruhi arah kebijakan dan peraturan perundang-undangan di masa depan. Keberadaan pendidikan Pancasila sangat relevan untuk semua program studi di perguruan tinggi karena semua profesi dan sektor memiliki peran penting dalam pembangunan dan pemimpin bangsa ke Dengan demikian, pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan mahasiswa sangat penting, terlepas dari pilihan karier mereka, karena mereka akan menjadi elemen kunci dalam perkembangan dan kejayaan bangsa di masa depan Pembelajaran Kontekstual Melalui Kunjungan ke Situs Sejarah Lubang Buaya Pembelajaran kontekstual merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan keterkaitan antara materi pembelajaran dengan pengalaman nyata peserta didik. Dalam konteks pendidikan ideologi Pancasila, pembelajaran kontekstual menjadi penting karena mampu menghubungkan nilai-nilai ideologis yang bersifat normatif dengan realitas sejarah bangsa Indonesia. Salah satu bentuk implementasi pembelajaran kontekstual tersebut adalah melalui kunjungan langsung ke situs sejarah nasional (Septiono et al. , 2. Pembelajaran kontekstual berbasis sejarah dan pengalaman langsung mampu memperkuat internalisasi nilai ideologi pada mahasiswa. Kunjungan ke Lubang Buaya sebagai situs sejarah nasional memberikan pengalaman belajar yang autentik bagi mahasiswa. Situs ini tidak hanya merekam peristiwa pemberontakan G30S/PKI, tetapi juga menyimpan memori kolektif bangsa mengenai ancaman terhadap ideologi Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan mengunjungi langsung situs sejarah, mahasiswa tidak hanya memahami peristiwa sejarah sebagai narasi masa lalu, melainkan sebagai bagian dari perjalanan ideologis bangsa. Pembelajaran kontekstual melalui kunjungan ke Museum Pancasila Sakti memungkinkan mahasiswa mengamati secara langsung berbagai bukti sejarah, seperti diorama peristiwa G30S/PKI, bangunan autentik, artefak, serta visualisasi perjuangan para Pahlawan Revolusi. Penyajian sejarah yang bersifat visual dan naratif ini membangun pengalaman belajar yang lebih hidup, mendalam, dan reflektif dibandingkan pembelajaran kkonvensional di ruang kelas. Melalui interaksi langsung dengan situs dan artefak sejarah, mahasiswa mampu mengembangkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai makna ideologi Pancasila sebagai dasar negara. Nilai-nilai Pancasila, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga dikontekstualisasikan melalui peristiwa sejarah yang nyata. Proses ini mendorong mahasiswa untuk melakukan refleksi kritis terhadap pentingnya menjaga ideologi negara dari berbagai ancaman, baik di masa lalu maupun di era kontemporer. Selain memperkuat pemahaman ideologis, pembelajaran kontekstual di situs sejarah Lubang Buaya juga berkontribusi terhadap penguatan wawasan kebangsaan mahasiswa. Mahasiswa menjadi lebih menyadari bahwa keberlangsungan bangsa Indonesia tidak terlepas dari perjuangan Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 ideologis dan pengorbanan para pahlawan. Kesadaran tersebut menumbuhkan sikap nasionalisme, patriotisme, serta rasa tanggung jawab sebagai warga negara yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Gambar 2. Dokumentasi Eduwisata ke Koleksi Museum Pancasila Sakti. Mobil Saksi Bisu Kesaktian Pancasila . agian kir. Rumah Penyiksaan (Bagian kana. Sumur Lubang Buaya (Bagian bawa. Dengan demikian, pembelajaran kontekstual melalui kunjungan ke situs sejarah Lubang Buaya merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam pendidikan ideologi Pancasila. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman sejarah nasional, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter kebangsaan mahasiswa yang berideologi Pancasila dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat (Tajuddin et al. , 2. Pentingnya Penguatan Wawasan Kebangsaan bagi Mahasiswa Mahasiswa adalah bagian penting dari kekayaan bangsa yang diharapkan dapat membawa kemajuan Indonesia ke arah yang lebih baik, tanpa meninggalkan identitasnya sebagai warga negara Indonesia. Saat ini, kondisi politik, sosial, ekonomi, dan budaya di Indonesia semakin menimbulkan kekhawatiran. Terutama jika kita melihat adanya penurunan wawasan kebangsaan terutama di kalangan mahasiswa, yang merupakan bagian dari anak muda Indonesia. Hal ini didukung oleh temuan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2011, bahwa menurunnya rasa cinta terhadap tanah air menjadi penyebab utama dari berbagai masalah bangsa sebesar 68% (Tanamal & Siagian, 2. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pemahaman tentang wawasan kebangsaan khususnya di kalangan mahasiswa Muslim (Bahri et al. , 2. Wawasan kebangsaan merupakan salah satu komponen penting dalam membentuk karakter dan jati diri bangsa. Di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial yang cepat, penguatan wawasan kebangsaan perlu dilakukan secara serius, khususnya bagi mahasiswa. Tujuan dari penguatan wawasan kebangsaan bagi mahasiswa adalah agar mereka semakin Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 mengerti tentang identitas, sejarah, budaya, dan nilai-nilai kebangsaan. Tujuan ini juga membantu mahasiswa memperkuat rasa cinta dan tanggung jawab terhadap negara, serta memahami peran sebagai warga negara dalam dunia yang semakin terhubung. Penguatan tentang pemahaman wawasan kebangsan merupakan keharusan untuk terus dilakukan sesuai dengan perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemahaman wawasan kebangsaan yang baik sangat penting bagi generasi muda, karena akan memengaruhi keberadaan negara di masa depan, kemajuan atau kemunduran sebuah negara, serta semangat dalam hidup (Rahman, 2. berbangsa dan bernegara. Mahasiswa yang memiliki wawasan kebangsaan yang baik akan memiliki karakter yang kuat, bisa menghadapi tantangan globalisasi, serta menjadi penggerak perubahan yang menjaga persatuan bangsa. Membekali mahasiswa dengan wawasan kebangsaan yang kuat akan membantu mahasiswa menjadi teladan bagi masyarakat dan peserta didik. Sebagai calon guru PPKn, mahasiswa hendaknya tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mengaktualisasikan nilainilai kebangsaan dalam pengajaran dan kehidupan sehari-hari. Hal ini penting agar peserta didik terbentuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab, cinta tanah air, dan menjunjung tinggi persatuan serta keberagaman. Implikasi bagi Pengembangan Pendidikan Pancasila Pendidikan ideologi Pancasila melalui pemanfaatan situs sejarah memberikan implikasi penting bagi pengembangan pendidikan Pancasila di perguruan tinggi. Pendekatan ini menegaskan bahwa pendidikan Pancasila tidak cukup disampaikan secara normatif dan teoritis, tetapi perlu dikembangkan melalui pembelajaran kontekstual yang berakar pada pengalaman sejarah bangsa. Dengan mengaitkan nilai-nilai Pancasila pada peristiwa historis, mahasiswa dapat memahami bahwa ideologi Pancasila lahir, diuji, dan dipertahankan dalam dinamika sejarah nasional. Pemanfaatan Situs Sejarah Lubang Buaya sebagai media pembelajaran ideologi Pancasila mendorong pengembangan pendidikan Pancasila yang lebih bermakna. Mahasiswa tidak hanya mempelajari Pancasila sebagai konsep abstrak, tetapi juga sebagai ideologi yang memiliki konteks sejarah, nilai pengorbanan, dan makna kebangsaan. Hal ini berimplikasi pada meningkatnya kesadaran ideologis mahasiswa serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap pentingnya Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan Selain itu, pendekatan ini menuntut pengembangan metode pembelajaran pendidikan Pancasila yang lebih partisipatif dan reflektif. Pendidikan Pancasila diarahkan untuk mendorong mahasiswa melakukan refleksi kritis terhadap sejarah bangsa, memahami ancaman terhadap ideologi negara, serta mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan tantangan kebangsaan di era globalisasi. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi berkembang menjadi proses pembentukan sikap dan karakter (Damm, 2. Implikasi lainnya adalah penguatan wawasan kebangsaan mahasiswa sebagai tujuan utama pendidikan Pancasila. Melalui pembelajaran berbasis situs sejarah, mahasiswa diajak untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, persatuan, dan tanggung jawab sebagai warga Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Wawasan kebangsaan yang terbentuk tidak bersifat simbolik, melainkan didasarkan pada pemahaman sejarah dan kesadaran ideologis yang rasional serta reflektif. Dengan demikian, pendidikan ideologi Pancasila melalui Situs Sejarah Lubang Buaya berimplikasi pada pengembangan pendidikan Pancasila yang lebih kontekstual, historis, dan berorientasi pada penguatan wawasan kebangsaan mahasiswa. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadikan pendidikan Pancasila sebagai sarana strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter Pancasila, memiliki identitas nasional yang kuat, dan berkomitmen terhadap keutuhan bangsa dan negara. KESIMPULAN Pendidikan Ideologi Pancasila melalui pemanfaatan situs sejarah terbukti menjadi pendekatan pembelajaran yang efektif dalam memperkuat wawasan kebangsaan mahasiswa. Pembelajaran kontekstual yang dilaksanakan melalui kunjungan ke Situs Sejarah Lubang Buaya memungkinkan mahasiswa memahami nilai-nilai Pancasila tidak hanya secara konseptual, tetapi juga melalui pengalaman historis yang konkret dan reflektif. Interaksi langsung dengan narasi sejarah peristiwa G30S/PKI dan simbol perjuangan bangsa dalam mempertahankan ideologi negara mendorong terbentuknya kesadaran ideologis, sikap nasionalisme, serta komitmen kebangsaan yang lebih mendalam pada diri mahasiswa. Pembelajaran berbasis situs sejarah juga berkontribusi pada penguatan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik mahasiswa secara simultan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengayaan pengetahuan sejarah nasional, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam memaknai dinamika ideologi serta pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian. Situs Sejarah Lubang Buaya berfungsi sebagai media edukatif strategis dalam internalisasi nilai Pancasila dan penguatan karakter kebangsaan di lingkungan perguruan tinggi. Ucapan Terima Kasih Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Negeri Jakarta atas kerja sama akademik, serta kepada pengelola Museum Pancasila Sakti yang telah memfasilitasi kegiatan pembelajaran kontekstual. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para dosen pendamping yang turut mendampingi mahasiswa selama kunjungan, sehingga proses pembelajaran berjalan lancar dan memberikan pengalaman edukatif yang bermakna. Terima kasih kepada seluruh mahasiswa peserta yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA