JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 2025, 227-234 http://jurnal. id/index. php/jp2m PENERAPAN METODE WAWANCARA KLINIS BERBANTUAN ANIMASI POWTOON DALAM MATERI BILANGAN PECAHAN PADA MAHASISWA FKIP PGSD UNTAN Siti Roisah 1*. Ahmad Yani T. Nurfadilah Siregar 3 1,2,3 Magister Pendidikan Matematika. FKIP. Universitas Tanjungpura. Pontianak, 78111. Indonesia e-mail: 1*sroisahabc4@gmail. com, 2ahmad. t@fkip. id, 3nurfadilah. siregar@fkip. *Penulis Korespondensi Diserahkan: 02-11-2024. Direvisi: 25-11-2024. Diterima: 15-12-2024 Abstrak: Matematika merupakan pelajaran induk yang sangat penting. Matematika menjadi topik yang penting. Ilmu yang wajib dipelajari yakni matematika. Adapun yang dipelajari salah satunya adalah bilangan. Berdasarkan data observasi sebelumnya, menunjukkan di bawah 50% untuk mencapai KKTP pada materi tersebut. Sementara itu, mahasiswa sebagai calon guru atau pendidik perlu mengetahui materi matematika apa saja yang dialami siswa itu sulit. mencapai Untuk itu, perlu adanya inovasi pembelajaran matematika agar dapat membantu mahasiswa dalam memahami materi bilangan pecahan. Inovasi yang dimaksud adalah animasi Powtoon. Jenis penelitiannya adalah kuasi Rancangannya yaitu post-test design only. Dari data menunjukkan : . terdapat perbedaan antara yang mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran dan yang tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran pada penerapan metode wawancara klinis berbantuan animasi Powtoon dalam materi bilangan pecahan pada mahasiswa FKIP PGSD Universitas Tanjunpura dan . persentase yang mencapai KKTP pada penerapan metode wawancara klinis berbantuan animasi Powtoon dalam materi bilangan pecahan pada mahasiswa PGSD FKIP Universitas Tanjungpura lebih tinggi daripada persentase yang tidak mencapai KKTP. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan saat menerapkan metode wawancara klinis bahwa mahasiswa memiliki kemampuan dan mnat mata kuliah yang berbeda-beda, maternya ada yang sudah disampaikan dan ada pula mengaku belum disampaikan sehingga mempengaruhi adanya perbedaan anatara yang mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) dan yang tidak mencapai KKTP pada penerapan metode wawancara klinis berbantuan animasi Powtoon serta profil persentase yang mencapai KKTP lebih tinggi dengan tidak mencapai KKTP. Kata Kunci: wawancara klinis. animasi powtoon. bilangan pecahan Abstract : Mathematics is a very important main subject. Mathematics is an important The science that must be studied is mathematics. One of the things studied is Based on previous observation data, it shows below 50% to achieve KKTP in this Meanwhile, students as prospective teachers or educators need to know what mathematics material students find difficult. To achieve this, there is a need for innovation in mathematics learning to help students understand fractional number material. The innovation in question is Powtoon animation. The research method is quantitative research and the type of research is uasi-experimental. The design is post-test design only. The data shows : . there are differences in the Criteria for Completion of Learning Objectives (KKTP) and the application of the clinical interview method assisted by Powtoon animation in students fractional numbers material on PGSD FKIP students Tanjungpura University and . the percentage who achieved the KKTP in the the application of the clinical interview method assisted by Powtoon animation in students fractional number material on PGSD FKIP students of Tanjungpura University is higher than the percentage of not achieveing the KKTP. The author found when applying the clinical interview method that each students had different abilities and interest in subjects, some of the material has been delivered and some admitted that it had not been delivered, this influencing the difference This is an open access article under the CCAeBY license. https://doi. org/10. 29100/jp2m. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Siti Roisah. Ahmad Yani T. Nurfadilah Siregar between the Criteria foe Completion of Learning Objective (KKTP) and application of the interview clinical method assisted by Powtoon animation and the percentage profile of those who achieved the KKTP was higher than those who did not achieved the KKTP was higher than those who achieved the KKTP was higher than those who did not achieved the KKTP. Keywords: clinical method. powtoon animation. fractional number Kutipan: Roisah. Siti. Yani T. Ahmad, & Siregar. Nurfadilah. Penerapan Metode Wawancara Klinis Berbnatuan Animasi Powtoon Dalam Materi Bilangan Pecahan Pada Mahasiswa FKIP PGSD Untan. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. Vol. 11 No. 1, . https://doi. org/10. 29100/jp2m. Pendahuluan Matematika merupakan pelajaran induk yang sangat penting. Matematika menjadi topik yang Nurhainnurisah . 7 : . menyatakan bahwa ilmu yang wajib dipelajari adalah mata pelajaran tersebut. Menurut KBBI, matematika merupakan suatu ilmu yang membahas mengenai bilangan, hubungan antarbilangan atau panduan untuk mengerjakan bilangan tersebut (Rohmah : Pada data observasi sebelumnya, mahasiswa kesulitan mengenai bilangan yang menunjukkan di bawah 50% untuk mencapai KKTP dalam memahami bilangan. Mahasiswa sebagai calon guru atau pendidik, kita perlu mengetahui siswa mengalami kesulitan pada materi apa saja. Asrul et. alam Siti et. , 2. guru atau pendidik adalah tenaga profesional yang memiliiki tanggungjawab dalam merencanakan dan melaksanakan bantuan serta pembinaan ataupun penelitian serta dedikasi terhadap warag sekitar dan yang terutama yaitu sebagai penyelenggar pendidikan. Salah satunya menurut Murtiyasa dan Wulandari . mengungkapkan materi pecahan itu sulit dianggap sulit oleh siswa. Uul Walyanda dan Halini, dkk . mengatakan bahwa masih banyak peserta didik kesulitan untuk menjumlahkan nilai, pengurangan ataupun menyamakan penyebut menggunakan KPK pada pecahan. Untuk itu, perlu adanya inovasi pembelajaran matematika agar dapat membantu mahasiswa dalam memahami materi bilangan pecahan. Inovasi yang dimaksud adalah animasi Powtoon. Fitriyani . 9 : . menyatakan bahwa animasi Powtoon adalah layanan web berupa animasi dengan karakter yang menarik. Animasi tersebut berupa kartun animasi, tulisan tangan, dan efek khusus saat pindah dari slide satu ke slide berikutnya (Latifah dan Lazulfa : 2. Pada penelitian sebelumnya, wawancara klinis merupakan solusi untuk menghadapi kesulitan peserta didik dalam operasi pecahan aljabar (Nurhidayati dan Sugiatno, dkk : 2. Menurut penelitian Akmalia. Fajriana, dkk . menyebutkan animasi Powtoon itu efektif dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika. Masalah yang dirumuskan pada penerapan metode wawancara klinis berbantuan animasi Powtoon ini : apakah terdapat perbedaan antara Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) dan penerapan wawancara klinis berbantuan animasi Powtoon dalam materi bilangan pecahan mahasiswa semester 3 FKIP PGSD Universitas Tanjungpura? . bagaimana profil penerapan metode wawancara klinis berbantuan animasi Powtoon dalam materi bilangan pecahan mahasiswa semester 3 FKIP PGSD Universitas Tanjungpura? Adapun maksud dari penelitian ini adalah . untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) dan penerapan metode wawancara klinis berbantuan animasi Powtoon dalam materi bilangan pecahan mahasiswa semester 3 FKIP PGSD Universitas Tanjungpura dan . untuk melihat profil penerapan metode wawancara klinis berbantuan animasi Powtoon dalam materi bilangan pecahan mahasiswa semester 3 FKIP PGSD Universitas Tanjungpura. Menurut Kemendikbudristek. KKTP merupakan kriteria atau indicator yang menunjukkan sejauh mana siswa telah mencapai kompetensi pada tujuan pembelajaran. Wawancara klinis merupakan tanya-jawab dari peneliti kepada nara sumeber (KBBI), yang Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Siti Roisah. Ahmad Yani T. Nurfadilah Siregar dimaksud narasumber dalam hal ini adalah mahasiswa. Adapun kelebihannya antaralain sangat efektif dalam mengumpulkan informasi (Heirdsfield : 2. Kemudian Schorr . dan Buschman . menyatakan bahwa agar pengajaran individu dapat dilengkapi dan kesulitan siswa dapat diatasi maka gunakan cara wawancara klinis. Hal ini telah dibuktikan sangat bermanfaat terutama siswa sebagai makhluk individu dalam memenuhi kebutuhannya (Bucshman : 2. Dari paparan tersebut, dapat disimpulkan yang dimaksud metode wawancara klinis adalah tanya-jawab peneliti kepada mahasiswa mengenai kesulitan pada materi bilangan pecahan. Adapun animasi Powtoon pada penelitian ini yang telah disebutkan di atas adalah layanan web berupa animasi dengan karakter yang menarik disesuaikan dengan audiens yaitu mahasiswa. Bilangan pecahan adalah bilangan cacah sebagai pasangan beurutan yca yang dinyatakan yca dengan b O 0 yang dinotasikan himpunan pecahan yakni F = . | a dan b bilangan cacah, b O 0 } Musser . alam Yani. A , 2023 : . Bilangan pecahan yang disampaikan meliputi sifatsifata operasi pecahan yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian pecahan dan cara Metode Metode pelaksanan penelitian ini adalah kuantitatif. Hali ini berarti metode tersebut berdasarkan pemakaian data, baik pengumpulan dan pengolahan data hingga tampilan (Agustianti dan Pandriadi, dkk . 2 : . Jenis penelitian ini adalah kuasi Hastjarjo . menyatakan bahwa kuasi eksperimen untuk mengemukakan sebab-akibat dengan pemilihan kedua kelompok tanpa teknik random dengan menggunakan kelompok konrol dan eksperimen satu kelas. Penelitian ini berupa kuantitatif untuk mengetahui penerapan metode wawancara klinis berbantuan animasi Powtoon dalam materi bilangan pecahan mahasiswa semester 3 FKIP PGSD Universitas Tanjungpura. Populasi/Sampel Populasinya adalah mahasiswa semester 3 Strarta-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Hal ini peneliti menggunakan populasi sasaran. Palte . alam Djaali 2020 : . menyebutkan bahwa apabila peneliti mengambil rumah tangga sebagai sampel penelitian, sedangkan yang diselidiki adalah kepala rumah tangga dalam wilayah penelitian disebut populasi sampling, sedangkan populasi seluruh keluarga disebut populasi sasaran. Populasi sasaran yang dimaksud adalah mahasiswa semester 3 Strata-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Sampelnya yaitu mahasiswa semester 3 Strata-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Kelas 3B1. Sugiyono . sampel adalah sebagian dari populasi itu. Teknik Sampling Teknik sampling yang digunakan yakni random sampling. Prosedur Jenis rancangan penelitian ini yakni post-test design only. Adapun prosedur pada penelitian ini adalah . melaksanakan pra-riset, . mempersiapkan RPS, teks wawancara dan post-test, . membuat video animasi Powtoon, . melaksanakan riset, . menerapkan pembelajaran dengan metode wawancara klinis berbantuan animasi Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Siti Roisah. Ahmad Yani T. Nurfadilah Siregar Powtoon, . melaksanakan post-test, . melaksanakan post-test, . melaksanakan wawancara, . mendapatkan data dan menganalisisnya. Data dan Instrumen Data yang diperoleh adalah skor post-test penerapan metode wawancara klinis berbantuan animasi Powtoon dalam materi bilangan pecahan mahasiswa semseter 3 FKIP PGSD Universitas Tanjungpura. Instrumen yang dimaksud yaitu wawancara dan post-test. Purwanto . 4 : . menyatakan post-test adalah tes diberikan pada akhir pembelajaran. Teknik Analisis Data Menggunakan Uji-t untuk menjawab rumusan masalah . dan menggunakan diagram batang untuk menjawab rumusan masalah . Jenis rancangan yang dilaksanakan sebagai berikut. Gambar 1. One Group Post-Test Only Design One group post-test only design adalah desain satu kelompok dengan hanya pengukuran Rancangan ini sebelumnya dinamakan one short case namun diganti karena case study bukan eksperimen (Campbell dan Stanly :1. Berikut Gambar 2 secara rinci menjelaskan hal tersebut. Gambar 2. Rancangan Satu Kelompok Dengan Hanya Pengukuran Pascaperlakuan Pada Penerapan Metode Wawancara Klinis Berbantuan Animasi Powtoon Materi Pecahan Kelompok Eksperimen Sebelum Perlakauan Perlakuan Pasca Perlakuan P1 O 70 Macam data yang dikumpulkan berupa skor. Data tersebut adalah hasil post-test setelah penerapan metode wawancara klinis berbantuan animasi Powtoon pada materi bilangan Sementara itu, wawancara klinis sebagai panduan untuk penerapan dalam proses Jenis instrumennya adalah soal post-test. Adapun bentuk instrumennya berupa soal uraian materi pecahan terutama sifat-sifat operasi pecahan dan menentukan hasil operasi pecahan berupa penjumlahan pecahan, pengurangan pecahan, perkalian pecahan dan pembagian pecahan. Teknis penggunaannya dengan cara melaksanakan post-test setelah penerapan metode wawancara klinis berbantuan animasi Powtoon. Hasil dan Pembahasan Setelah dilaksanakan analisis, maka didapat skor sebagai berikut. Hasil skor disajikan dalam bentuk Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Siti Roisah. Ahmad Yani T. Nurfadilah Siregar Tabel 1. Skor Penerapan Metode Wawancara Klinis Berbantuan Animasi Powtoon No. Nama VAA DSU AMP ADP CPA RBS MMFS JAF NAD MFTF MVK MRD Skor Berikut ini ntuk menjawab rumusan masalah . Tabel 2. Paired Sample Test Pair 1 Tidak Tuntas Tabel 3. Paired Samples Correlation Pair 1 Tuntas dan Tidak Tuntas Correlation Sig. Tabel 4. Sample Test Paired Samples Correlations Mean Standar Deviation Standar Error Mean Tuntas Paired Differences Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . Paired JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Siti Roisah. Ahmad Yani T. Nurfadilah Siregar Pair 1 Tuntas-Tidak Tuntas Mean Standar Deviation Standarr Error Mean 95% Interval Keyakinan Perbedaan Lebih Rendah Atas Sig . -taile. Sebab sig = 0. 000 < 0. 05 pada tabel 3, sehingga terdapat perbedaan antara yang mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) dan yang tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada penerapan metode wawancara klinis berbantuan animasi Powtoon dalam materi pecahan mahasiswa semester 3 FKIP PGSD Universitas Tanjungpura. Untuk menjawab rumusan masalah . , maka perhatikan gambar berikut ini. Profil Skor Berdasarkan KKTP FREKUENSI MENCAPAI KKTP TIDAK MENCAPAI KKTP Gambar 1. Profil Skor Berdasarkan KKTP Seperti disajikan pada Gambar 1, terdapat 14 orang yang mencapai KKTP dan 11 orang tidak mencapai KKTP. Ini artinya penerapan metode wawancara klinis berbantuan animasi Powtoon dalam materi bilangan pecahan mahasiswa semester 3 FKIP PGSD Universitas Tanjungpura mencapai KKTP sebanyak 56% dan 44% tidak mencapai KKTP. Dengan demikian, persentase yang mencapai KKTP penerapan metode wawancara klinis berbantuan animasi Powtoon dalam materi bilangan pecahan mahasiswa semester 3 FKIP PGSD Universitas Tanjungpura lebih tinggi daripada persentase tidak mencapai KKTP. Kesimpulan Penulis mendapatkan temuan saat menerapkan metode wawancara klinis bahwa setiap mahasiswa memiliki kemampuan dan minat mata kuliah yang berbeda-beda, materinya ada yang sudah disampaikan dan ada pula yang mengaku belum disampaikan sehingga mempengaruhi adanya perbedaan antara Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) dan penerapan metode wawancara klinis berbantuan animasi Powtoon tersebut serta profil persentase yang mencapai KKTP lebih tinggi Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Siti Roisah. Ahmad Yani T. Nurfadilah Siregar dengan yang tidak mencapai KKTP. Daftar Pustaka