Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. Efektivitas Metode dan Konsentrasi Nitrosomonas Terhadap Produktivitas Kedelai Edamame pada Media Kohe Sapi Wahyu Rahmadani1. Fathurrahman2*. NiAomawati Sakinah3 Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi. Jl. Laksda Adi Sucipto. Taman Baru 68416. Kab. Banyuwangi. Indonesia * koresponden penulis: fathurrahman@untag-banyuwangi. Abstrak Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Sidomulyo. Desa Jambewangi. Kecamatan Sempu, dengan suhu di atas 27-34oC, pada bulan Desember 2024 Ae Maret 2025. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pertumbuhan dan produktivitas kedelai edamame dengan menggunakan media tanam kohe sapi dan metode pengaplikasian serta konsentrasi bakteri Nitrosomonas. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan beberapa perlakuan dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Pengamatan perlakuan terbagi menjadi 6 parameter pengamatan yakni tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah/polong, panjang buah, dan tingkat kesuburan tanah. Perlakuan konsentrasi dosis bakteri Nitrosomonas menunjukkan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun, khususnya pada fase pertumbuhan aktif . Ae56 HST). Perlakuan T3P4, yakni perlakuan yang menggunakan metode kombinasi spray dan siram sekaligus menggunakan konsentrasi 2 ml/liter menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun yang lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya menunjukkan bahwa bakteri Nitrosomonas efektif dalam meningkatkan ketersediaan nitrogen yang mendukung fase vegetatif tanaman kedelai. Interaksi perlakuan memberikan pengaruh nyata pada parameter tertentu, seperti jumlah daun pada 28 dan 42 HST serta panjang buah. Perlakuan kombinasi terbaik. T3P4, menghasilkan pertumbuhan vegetatif dan hasil generatif tertinggi, yaitu jumlah polong, berat polong, dan panjang buah. Kata kunci: bakteri Nitrosomonas, edamame, kotoran hewan sapi, metode pengaplikasian. Abstract This research was conducted in Sidomulyo Hamlet. Jambewangi Village. District with temperatures above 27-34oC, in December 2024 - March 2025. This study aims to determine the growth rate and productivity of edamame soybeans using cow manure as a growing medium and the application method and concentration of Nitrosomonas bacteria. This research method uses a Factorial Randomized Block Design (RAKF) with several treatments and further tests of the Least Significant Difference (LSD). Observations of the treatment are divided into 6 observation parameters, namely plant height, number of leaves, number of fruits/pods, fruit length, and soil fertility level. The treatment of Nitrosomonas bacterial dose concentration showed a significant effect on plant height and number of leaves, especially in the active growth phase . -56 HST). The T3P4 treatment, which is a treatment that uses a combination of spray and watering methods while using a concentration of 2 ml/liter produced higher plant height and number of leaves than Journal of Agricultural SustainabilityA is licensed under CC BY-SA 4. Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. other treatments, indicating that Nitrosomonas bacteria are effective in increasing nitrogen availability that supports the vegetative phase of soybean plants. Treatment interactions significantly affected certain parameters, such as leaf number at 28 and 42 days after planting and fruit length. The best combination treatment. T3P4, produced the highest vegetative growth and generative yields, namely pod number, pod weight, and fruit length. Keywords: application method, cow dung, edamame, nitrosomonas bacteria, productivity PENDAHULUAN Produksi domestik komoditas kedelai edamame di Jawa Timur di tahun 2022 baru mencapai 241. 434 ton, dan konsumsi kedelai nasional 000 ton pada tahun tersebut (BPS, 2. Hal ini menempatkan kedelai sebagai komoditas penting untuk terus dikembangkan di Indonesia. Namun,untuk produksinya di Indonesia diperlukan upaya peningkatan kualitas tanah serta penerapan teknik budidaya yang lebih Pupuk kompos juga dapat digunakan sebagai media tanam karena kaya akan unsur hara, stabilitas agregat, berat isi, pori tanah, dan memberikan pertumbuhan tanaman (Widodo dan Pramono, 2. Untuk meningkatkan kandungan unsur hara makro pada pupuk kompos maka aktivitas mikroba sangat dibutuhkan. Salah satu mikroba yang dapat digunakan adalah bakteri Nitrobacter Nitrosomonas. Nitrobacter adalah bakteri yang berfungsi untuk mengoksidasi nitrit (NO2-) menjadi nitrat (NO3-), yang merupakan bentuk nitrogen yang lebih mudah diserap oleh tanaman. Tanaman kedelai yang mendapatkan suplai nitrogen yang baik melalui aktivitas bakteri ini cenderung memiliki pertumbuhan yang lebih baik dan hasil panen yang lebih tinggi (Cahyadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh aplikasi bakteri tersebut dalam media tanam kohe sapi terhadap pertumbuhan tanaman kedelai edamame. Penelitian sejenis dilakukan oleh Ifadah yang menunjukkan bahwa pemberian bakteri Nitrobacter pada tanaman kedelai terbukti efektif dalam meningkatkan ketersediaan nitrogen dan mendukung pertumbuhan tanaman secara keseluruhan (Ifadah et al. , 2. Selanjutnya, penelitian Purba yang menunjukkan bahwa pemberian pupuk meningkatkan hasil tanaman kedelai edamame dalam bentuk jumlah polong berisi per-tanaman dan bobot polong segar per-tanaman (Purba et al. , 2. METODE Penelitian dilaksanakan di Dusun Sidomulyo. Desa Jambewangi. Kecamatan Sempu pada Desember 2024 Ae Februari 2025 dengan suhu diatas 27-34oC dan jenis tanah latosol ketinggian 583 mdpl. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAFK) yang terdiri dari dua faktor perlakuan dan empat ulangan. Faktor pertama yaitu metode pengaplikasian bakteri nitromonas dan faktor kedua yaitu faktor I metode pengaplikasian bakteri nitromonas (T), sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan yang dapat Setiap perlakuan kombinasi diulang sebanyak 4 kali, dengan jumlah tanaman per-plot 6 bibit tanaman kedelai, jadi total bibit tanaman yaitu 288 tanaman. Media tanam yang Journal of Agricultural SustainabilityA is licensed under CC BY-SA 4. Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. dipakai menggunakan media tanam kotoran hewan sapi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji F (ANOVA), jika menunjukkan pengaruh yang signifikan maka dilanjutkan dengan melakukan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Parameter yang diamati diantaranya tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah/polong, buah/polong, panjang buah/polong, dan tingkat kesuburan tanah. HASIL DAN PEMBAHASAN Tinggi Tanaman Berdasarkan data, metode penyiraman (T. menghasilkan tinggi tanaman edamame paling tinggi di setiap umur, yaitu 13,97 cm . HST), 21,69 cm . HST), 41,79 cm . HST), dan 56,20 cm . HST). Sebaliknya, metode penyemprotan (T. selalu menunjukkan nilai terendah di setiap pengamatan, yakni 13,16 cm, 20,88 cm, 40,08 cm, dan 52,68 cm. Rerata tinggi tanaman edamame disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Rerata Data Pengamatan Perlakuan Metode Aplikasi Bakteri Nitrosomonas terhadap Parameter Tinggi Tanaman . Perlakuan 14 HST 13,16 13,97 13,24 Hasil Nitrosomonas lebih efektif sehingga meningkatkan ketersediaan nitrogen di media tanam. Nitrogen merupakan unsur hara utama yang mendukung pembentukan klorofil dan pertumbuhan Metode siram meningkatkan oksigenasi dan memperbaiki kondisi fisik tanah yang padat, sehingga penyerapan unsur hara lebih optimal (Suryanto dan Rahman, 2. Hal ini memperkuat hasil penelitian bahwa perlakuan T2 menghasilkan tinggi 28 HST 20,88 21,69 21,66 42 HST 40,08 41,79 41,73 56 HST 52,68 56,20 52,22 tanaman lebih baik dibanding metode spray maupun kombinasi. Jumlah Daun Berdasarkan pengamatan menunjukkan metode siram (T. menghasilkan jumlah daun paling tinggi di setiap umur, yaitu 4,47 helai . HST), 7,58 helai . HST), 15,12 helai . HST), dan 21,00 helai . HST). Perlakuan T1 . menghasilkan jumlah daun terendah pada setiap pengamatan. Data rerata jumlah daun ditampilkan pada Tabel 2. Tabel 2. Rerata Data Pengamatan Perlakuan Metode Aplikasi Bakteri Nitrosomonas terhadap Parameter Jumlah Daun . Perlakuan 14 HST 4,22 4,47 4,38 28 HST 6,72 7,58 7,11 42 HST 13,41 15,12 14,41 56 HST 18,58 21,00 19,27 Journal of Agricultural SustainabilityA is licensed under CC BY-SA 4. Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. Peningkatan jumlah daun erat kaitannya dengan ketersediaan nitrogen yang berperan dalam pembentukan klorofil, sehingga mendukung aktivitas Menurut Kurniawan. Nitrosomonas mampu meningkatkan serapan nitrogen hingga 22%, yang berimplikasi pada pertambahan jumlah daun tanaman kedelai . Dengan demikian, metode siram lebih efektif dibandingkan metode lain dalam meningkatkan jumlah daun pada fase Jumlah Polong Hasil pengamatan menunjukkan metode siram (T. menghasilkan jumlah polong edamame tertinggi yaitu 48,18 polong per tanaman, sedangkan metode spray (T. menghasilkan jumlah polong terendah yakni 39,97 polong per tanaman. Data rerata jumlah polong ditampilkan pada Tabel 3. Tabel 3. Rerata Data Pengamatan Perlakuan Metode Aplikasi Bakteri Nitrosomonas terhadap Parameter Jumlah Polong Perlakuan Jumlah polong yang lebih banyak pada metode siram menunjukkan bahwa distribusi bakteri Nitrosomonas lebih optimal dalam meningkatkan mendukung pembentukan bunga dan Hal ini sejalan dengan penelitian Purba bahwa pemberian pupuk kandang sapi yang diperkaya mikroba mampu meningkatkan jumlah polong berisi per tanaman (Purba et al. Selain itu. Mahdiana et al. juga menyatakan bahwa aplikasi bakteri nitrifikasi pada tanah sawah meningkatkan aktivitas enzim nitrat reduktase pada tanaman kedelai yang Jumlah Polong . 39,97 48,18 44,31 berdampak pada peningkatan jumlah daun dan biomassa tanaman secara Dengan perlakuan metode siram berperan nyata dalam meningkatkan produktivitas Berat Buah Pengamatan menunjukkan bahwa metode siram (T. menghasilkan berat buah tertinggi sebesar 68,18 gram per tanaman, sedangkan metode spray (T. menghasilkan berat buah terendah sebesar 58,02 gram per tanaman. Data rerata berat buah disajikan pada Tabel Tabel 4. Rerata Data Pengamatan Perlakuan Metode Aplikasi Bakteri Nitrosomonas terhadap Parameter Berat Buah . Perlakuan Berat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara, terutama nitrogen dan kalium yang mendukung pengisian polong. Menurut Ifadah, penggunaan bakteri Berat Buah . 58,02 68,18 62,81 ketersediaan nitrogen sehingga bobot polong segar lebih tinggi dibanding perlakuan tanpa bakteri (Ifadah et al. Hal ini mendukung hasil Journal of Agricultural SustainabilityA is licensed under CC BY-SA 4. Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. penelitian bahwa metode siram menghasilkan bobot buah tertinggi karena distribusi bakteri lebih efektif ke akar tanaman. Panjang buah Hasil pengamatan menunjukkan (T. menghasilkan panjang buah edamame tertinggi yaitu 5,93 cm, sedangkan metode spray (T. menghasilkan panjang buah terendah yaitu 5,42 cm. Data rerata panjang buah disajikan pada Tabel 5. Tabel 5. Rerata Data Pengamatan Perlakuan Metode Aplikasi Bakteri Nitrosomonas terhadap Parameter Panjang Buah . Perlakuan Panjang Buah . 5,42 5,93 5,78 Panjang buah yang lebih besar menunjukkan bahwa ketersediaan nitrogen mampu mendukung fase generatif tanaman, terutama pada pengisian polong. Menurut penelitian Ifadah, nitrogen berperan penting dalam pembentukan protein dan perkembangan jaringan biji, sehingga memengaruhi panjang buah kedelai (Ifadah et al. , 2. Dengan demikian, perlakuan metode siram terbukti lebih baik dalam meningkatkan kualitas hasil edamame dibanding metode lain. Kondisi media tanam (N. P, dan Hasil pengamatan menunjukkan bahwa metode pengaplikasian dan konsentrasi bakteri Nitrosomonas berpengaruh terhadap kandungan unsur hara pada media tanam kohe sapi. Pada perlakuan T2 . , kandungan nitrogen (N) tertinggi diperoleh sebesar 0,25%, sedangkan metode T1 . menghasilkan nilai terendah 0,19%. Perlakuan T3 . berada di antara keduanya. Data rerata nitrogen disajikan pada Tabel 6. Tabel 6. Rerata Data Pengamatan Perlakuan Metode Aplikasi Bakteri Nitrosomonas terhadap Parameter Kondisi Media Tanam Nitrogen (N) Perlakuan Nitrogen (%) 0,19 0,25 0,23 Kandungan fosfor (P) dan kalium (K) juga menunjukkan tren yang serupa, di mana metode siram menghasilkan nilai lebih tinggi dibanding perlakuan lain. Hal ini Nitrosomonas yang mengubah amonia menjadi nitrat sehingga meningkatkan ketersediaan nitrogen, yang kemudian mendukung penyerapan unsur hara lain. Pupuk kandang sapi yang diperkaya Panjang Buah . 5,42 5,93 5,78 memperbaiki sifat kimia tanah serta meningkatkan kadar N. P, dan K, yang pertumbuhan tanaman (Widodo dan Pramono, 2. Nutrisi ini mendukung pertumbuhan tanaman, meningkatkan kesehatan tanaman (Ratriyanto et al. Dengan pengaplikasian metode siram paling Journal of Agricultural SustainabilityA is licensed under CC BY-SA 4. Journal of Agricultural Sustainability (JOAS) E-ISSN: 3090-918X Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 DOI: 10. 62734/joas. kesuburan media tanam. Interaksi Metode Konsentrasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara metode pengaplikasian dan konsentrasi bakteri Nitrosomonas pertumbuhan dan hasil. Perlakuan kombinasi terbaik ditunjukkan oleh T3P4 . ombinasi siram spray dengan ml/lite. , menghasilkan tinggi tanaman 64,36 cm, jumlah daun 21,55 helai, jumlah polong 52,40 buah, berat buah 71,25 gram, dan panjang buah 6,20 cm. Data ini ditampilkan pada Tabel berikut. Tabel 7. Rerata Data Pengamatan Perlakuan Konsentrasi Bakteri Nitrosomonas terhadap Tinggi Tanaman . Perlakuan 28 HST 26,73 25,98 19,80 Kombinasi ini menunjukkan bahwa distribusi bakteri Nitrosomonas lebih merata dan konsentrasi 2 ml/liter merupakan dosis yang efektif dalam mendukung pertumbuhan vegetatif maupun generatif. Hal ini sesuai dengan Ifadah meningkatkan hasil kedelai secara signifikan (Ifadah et al. , 2. Dengan T3P4 direkomendasikan sebagai kombinasi terbaik dalam budidaya kedelai edamame dengan media tanam kohe KESIMPULAN Pemberian bakteri Nitrosomonas pertumbuhan edamame, terutama tinggi tanaman dan jumlah daun pada fase vegetatif . Ae56 HST). Perlakuan T3P4 memberikan hasil Interaksi metode pengaplikasian berpengaruh nyata pada jumlah daun, panjang buah, serta hasil Perlakuan terbaik adalah T3P4. 42 HST 46,85 44,77 38,02 56 HST 64,36 61,25 51,12 Pengaplikasian Nitrosomonas memengaruhi kondisi unsur hara media tanam, dengan peningkatan ketersediaan N dan K serta fluktuasi P selama budidaya. DAFTAR PUSTAKA