Vol. 7 No. 1 Januari 2024 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL PERBANDINGAN PENGGUNAAN AGREGAT TIPE SPLIT DAN KORAL TERHADAP KUAT TEKAN BETON FURNISHED FARLIN ROSYAD1. ARYO SETYAKI SYAHPUTRA2. WANDA YUDHA PRAWIRA3 Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Bina Darma 123 rosyad@binadarma. id1, 191710059@student. wandaprawira@binadarma. DOI: http://dx. org/10. 31869/rtj. Abstract: This research aims to investigate the impact of variations in coarse aggregate mixtures on concrete compressive strength and to compare the effects of using split and coral aggregates on the resulting concrete compressive strength. The experiments were conducted at the laboratory of Bina Darma University. Palembang. South Sumatra, using 54 test specimens in the form of 10 x 20 cm cylinders, divided into 27 test specimens for each split and coral aggregate mixture. The research results indicate that a 10% split aggregate mixture has a significant effect on concrete compressive strength, while a 30% coral aggregate mixture also has a substantial impact on concrete compressive strength, with an inverse relationship to the split aggregate mixture. Furthermore, this study achieved optimal concrete compressive strength test results at 28 days of age, with a 10% split aggregate mixture reaching a compressive strength of 61. 34 MPa and a 30% coral aggregate mixture reaching a compressive strength of 47. 88 MPa. Keywords: Concrete. Variation of Mixture. Compressive Strenght Abstrak: Penelitian ini memiliki tujuan untuk menginvestigasi dampak variasi campuran agregat kasar terhadap kuat tekan beton serta membandingkan pengaruh penggunaan agregat jenis split dan koral terhadap kuat tekan beton yang dihasilkan. Eksperimen ini dilakukan di laboratorium Universitas Bina Darma. Palembang. Sumatera Selatan, dengan menggunakan 54 benda uji berupa silinder berukuran 10 x 20 cm, yang terbagi menjadi 27 benda uji untuk masing-masing campuran batu split dan koral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi campuran split sebanyak 10% memberikan pengaruh signifikan terhadap kuat tekan beton, sementara variasi campuran koral sebanyak 30% juga menghasilkan dampak yang penting terhadap kuat tekan beton, dengan kecenderungan berbanding terbalik terhadap variasi campuran split. Selain itu, penelitian ini mencapai hasil perbandingan uji kuat tekan yang optimal pada umur 28 hari, dengan campuran split 10% mencapai kuat tekan sebesar 61,34 MPa dan campuran koral 30% mencapai kuat tekan sebesar 47,88 MPa. Kata Kunci: Beton. Variasi Campuran. Kuat Tekan Pendahuluan Perkembangan industri konstruksi di Indonesia khususnya dalam sektor konstruksi beton, terjadi peningkatan signifikan yang mendorong perbaikan dan kemajuan dalam perencanaan beton di negara Perkembangan ini mencakup beragam metode konstruksi dan penggunaan bahan yang semakin Kualitas agregat, baik agregat kasar maupun agregat halus, menjadi aspek penting dalam pencapaian kualitas beton yang unggul. (Diba & Rosyad, 2. Beton merupakan suatu material konstruksi yang memiliki karakteristik relatif murah serta mendominasi penggunaannya di seluruh dunia dibandingkan dengan material konstruksi lainnya. Seiring dengan perkembangan pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, komponen-komponen yang digunakan dalam pembuatan beton menghadapi perubahan signifikan, salah satunya adalah peningkatan bahan tambahan atau adopsi alternatif dalam proses pembuatan beton tersebut. (Susanti & Firdaus, 2. Agregat Kasar adalah kerikil sebagai desintegrasi alami dari batuan atau berupa batuan pecah yang diperoleh dari industry pemecah batu dan mempunyai ukuran antara 5 Ae 40 mm (SNI, 2. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 7 No. 1 Januari 2024 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL ukuran butirannya lebih besar dari 4,75 mm (SK-SNI-S-04, 1. Menurut ukurannya. Agregat kasar terbagi atas . ukuran butir 5 Ae 10 mm disebut kerikil halus, . ukuran butir 10 Ae 20 mm disebut kerikil sedang, . ukuran butir 20 Ae 40 mm disebut kerikil kasar, . ukuran butir 40 Ae 70 mm disebut kerikil kasar sekali, dan . ukuran > 70 mm digunakan untuk kontruksi beton siklop (Pertiwi, 2. Beton yang digunakan untuk penelitian ini yaitu menggunakan metode furnished . Beton Furnished adalah suatu teknik untuk meningkatkan mutu dan daya tahan beton dengan menambahkan bahan-bahan tertentu ke dalam campuran beton. Dalam penelitian ini, agregat yang digunakan adalah agregat tipe split dan koral. Berdasarkan penelitian terdahulu dari (Saputra & Rosyad, 2. menyatakan bahwa penambahan agregat kasar pada campuran beton anti susut akan berpengaruh terjadinya penurunan kuat tekan beton yang dihasilkan jika dibandingkan dengan hanya menggunakan material beton non-shrinkage Selain itu, penambahan material agregat kasar juga dapat menekan penggunaan material beton non-shrinkage pada pekerjaan grouting yang tidak membutuhkan mutu yang tinggi. Metedologi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Sipil yang terletak di Kampus C Universitas Bina Darma, yang secara spesifik berlokasi di Jalan Jendral Ahmad Yani Nomor 15. Kecamatan Sebrang Ulu 1. Kota Palembang. Provinsi Sumatera Selatan, dengan kode pos 30116. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian eksperimental yang dilakukan melalui rangkaian percobaan dengan tujuan untuk menghasilkan data yang relevan. Pengumpulan data dalam penelitian ini mengadopsi metode kuantitatif, dimana data-data yang diperoleh berasal dari hasil percobaan eksperimental, berupa data berangka yang dapat dihitung dan memiliki karakteristik numerik. Dalam kerangka penelitian ini, sejumlah peralatan laboratorium penting digunakan, termasuk timbangan, saringan, alat getar, gelas ukur, oven, mesin pengaduk semen, cetakan silinder, peralatan uji slump, dan mesin uji kuat tekan. Sebagai tambahan, komponen-komponen bahan yang digunakan dalam penelitian ini mencakup semen Conbextra GP, agregat kasar, dan air. Metode penelitian ini melingkupi: Menyediakan bahan komposisi beton Memeriksa bahan Merencanakan campuran beton / DMF (Design Mix Formul. Pengecekan nilai slump beton Pembuatan benda uji Menguji kuat tekan beton umur 3 hari, 14 hari, dan 28 hari. Metode Analisis meliputi. Analisa karakteristik material Analisa tentang hasil dari pengujian material, yaitu. hasil pemeriksaan Analisa Saringan agregat kasar. Analisa Pengujian Slump Pembuatan Benda Uji Perawatan Benda Uji Pengujian kuat tekan Beton. Pembahasan dan Analisa Hasil Pengujian Agregat Kasar Pengujian bahan campuran beton dan pembuatan benda uji dalam penelitian ini dilakukan sesuai dengan standar yang tercantum dalam ASTM. Seluruh proses pengujian bahan dan pembuatan benda uji dilaksanakan dengan cermat di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Bina Darma. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 7 No. 1 Januari 2024 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Gambar 1 Grafik Analisa Saringan Batu Split (Sumber: Hasil Pengujian Lab, 2. Sebagaimana terlihat pada Grafik 1 di atas, untuk ukuran saringan 25,00 - 19,00 mm, seluruh agregat berhasil melewati saringan tersebut . % lolo. Pada saringan dengan ukuran 12,50 mm, hanya sekitar 27,91% agregat yang berhasil melewati saringan ini, menunjukkan bahwa sebagian besar agregat tertahan. Demikian pula, pada saringan dengan ukuran 9,50 mm, hanya sekitar 11,34% agregat yang lolos, sementara pada saringan 4,75 mm, hanya ada sekitar 0,04% agregat yang berhasil melewati saringan tersebut. Gambar 2 Grafik Analisa Saringan Batu Koral (Sumber: Hasil Pengujian Lab, 2. Seperti yang tergambar pada Grafik 2 di atas, pada ukuran saringan 37,50 mm, seluruh agregat berhasil melewati saringan tersebut . % lolo. Pada saringan dengan ukuran 25,00 mm, sekitar 93,94% agregat mampu melewati saringan tersebut. Namun, pada rentang ukuran saringan antara 19 mm hingga 12,50 mm, terdapat jumlah agregat yang cukup signifikan yang tertahan, dengan persentase lolos sebesar 41,28% untuk saringan 19 mm dan 6,07% untuk saringan 12,50 mm. Sementara itu, pada saringan dengan ukuran 9,50 mm, hanya sekitar 0,35% agregat yang berhasil melewati saringan tersebut. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 7 No. 1 Januari 2024 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Hasil Pengujian Kadar Lumpur Agregat Kasar Tabel 1 Hasil Pengujian Kadar Lumpur (Cara Kerin. Agregat Kasar Split Koral Satuan Berat Awal Berat Akhir Persentase Kadar 0,69 0,32 Lumpur Kering (Sumber: Hasil Pengujian Lab, 2. Pengujian kadar lumpur dilakukan dengan metode uji sesuai dengan standar (ASTM C 11, 2. , (SNI 03-4142, 1. Standar ini mengatur bahwa persyaratan maksimal untuk kandungan lumpur pada agregat kasar adalah sebesar 1% dengan metode pengujian secara kering. Uji Slump Beton Pengujian slump test pada beton dilaksanakan pada tahap beton segar dengan tujuan untuk menentukan nilai slump guna mengevaluasi workability dari beton dalam kondisi segar. Hasil pengujian slump dapat ditemukan dalam tabel yang terlampir sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Uji Slump Pengujian Slump Nilai Slump . Beton Split Beton Koral (Sumber: Hasil Pengujian Lab, 2. Hasil Pengujian Setting Time Pengujian setting time dilakukan setelah benda uji dimasukkan ke dalam wadah dan dibiarkan diam selama beberapa waktu hingga pasta semen mengeras. Hasil pengujian setting time dapat ditemukan dalam tabel yang terlampir sebagai berikut. Gambar 3 Grafik Waktu Ikat Awal (Sumber: Hasil Pengujian Lab, 2. Menjatuhkan jarum pada alat vicat setiap 15 menit mencapai 25mm selama 30 detik, hasil yang didapat ialah 120 menit ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 7 No. 1 Januari 2024 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Hasil Pengujian Kuat Tekan Beton Gambar 4 Grafik Variasi Uji Kuat Tekan Beton Umur 3 Hari (Sumber: Hasil Pengujian Lab, 2. Berdasarkan analisis grafik 4, dapat disimpulkan bahwa kuat tekan optimum beton dicapai pada umur 3 hari dengan campuran split sebanyak 10%, yang mencapai nilai sebesar 30,8 MPa. Sementara itu, campuran koral sebanyak 30% juga mencapai kuat tekan yang tinggi, yakni sekitar 30,26 MPa. Gambar 5 Grafik Variasi Uji Kuat Tekan Beton Umur 14 Hari (Sumber: Hasil Pengujian Lab, 2. Berdasarkan analisis grafik 5 pada gambar di atas, dapat disimpulkan bahwa kuat tekan beton mencapai nilai optimum pada umur 14 hari dengan campuran split sebanyak 10%, mencapai sekitar 41,8 MPa. Sebagai perbandingan, campuran koral sebanyak 30% juga menunjukkan kuat tekan yang tinggi, yakni sekitar 36,08 MPa pada umur yang sama. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 7 No. 1 Januari 2024 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Gambar 6 Grafik Variasi Uji Kuat Tekan Beton Umur 28 Hari (Sumber: Hasil Pengujian Lab, 2. Berdasarkan analisis grafik yang terlihat pada gambar di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kuat tekan beton mencapai nilai optimum pada umur 28 hari dengan campuran split sebanyak 10%, mencapai sekitar 61,31 MPa. Sementara itu, campuran koral sebanyak 30% juga menunjukkan kuat tekan yang signifikan, yakni sekitar 47,88 MPa pada umur yang sama. Gambar 7 Grafik Batang Variasi Uji Kuat Tekan Beton (Sumber: Hasil Pengujian Lab, 2. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 7 No. 1 Januari 2024 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Gambar 8 Grafik Garis Variasi Uji Kuat Tekan Beton (Sumber: Hasil Pengujian Lab, 2. Dari hasil grafik batang dan garis gabungan yang disajikan di atas, dapat dinyatakan bahwa kuat tekan beton mencapai nilai optimum pada umur 28 hari. Pada campuran dengan persentase split 10%, diperoleh kuat tekan sebesar 61,34 MPa, sementara campuran dengan persentase koral 30% menghasilkan kuat tekan sebesar 47,88 MPa. Penutup Simpulan Dari hasil penelitian, terlihat bahwa substitusi agregat split sebanyak 10% menghasilkan kuat tekan beton optimal sebesar 61,34 MPa pada umur 28 hari, sedangkan substitusi agregat koral sebanyak 30% mencapai kuat tekan sebesar 47,88 MPa pada umur yang sama. Perbedaan dalam pengaruh substitusi agregat ini mengindikasikan pentingnya komposisi campuran dalam mencapai kuat tekan yang diinginkan dalam konstruksi beton. Saran Untuk menindak lanjuti penelitian ini, diperlukan beberapa koreksi yang harus diperhatikan agar dapat dijadikan sebagai pedoman dan acuan untuk penelitian selanjutnya agar lebih baik. Adapun saran-saran untuk penelitian selanjutnya antara lain sebagai berikut. Perlu dilakukan penelitian dengan menambahkan agregat halus dan membandingkan pengaruh agregat halus lebih dari satu variasi, dengan agregat kasar seperti split dan koral. Pastikan pengujian material memenuhi standar ketetapan Ucapan Terima Kasih Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua penyandang dana yang telah mendukung penelitian ini. Tanpa dukungan finansial yang berharga ini, penelitian kami tidak akan mungkin terwujud. Kontribusi Anda tidak hanya memungkinkan kami untuk mengejar pengetahuan baru, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif bagi masyarakat dan ilmu pengetahuan. Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan Anda ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 7 No. 1 Januari 2024 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Dafar Pustaka