IKHLAS Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2985-5187 Peningkatan Keterampilan 3D Model Rumah Sederhana Tahan Gempa Berbasis Revit Pada Siswa SMK DPIB 1,2,3,4,5 Diah Sarasanty1*. Erna Tri Asmorowati2. Vebri Amirulloh3. Nor Muhammad4. Faizatus Sholikhah5 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Islam Majapahit. Indonesia diahsarasanty@unim. id1, erna1221@gmail. com2, vamirulloh@gmail. com 3, normuhammad161203@gmail. Abstract Kata Kunci: BIM Revit 3D Model SMK Construction plays a crucial role in a country's economic progress. Industry 0 requires digital transformation, particularly in the construction sector. The Minister of Manpower's Decree mandates that vocational high school (SMK) student competencies ensure graduate profiles meet the standards and needs of the workforce, particularly in BIM technology skills. The 2024 educational report card indicates the need for the involvement of industry partners in designing and managing vocational high school learning. Initial situation analysis revealed a lack of understanding of engineering drawing standards, orthogonal . D) and pictorial . D) projections. The PKM method was implemented in stages through Revit-based BIM training for 11th-grade students majoring in DPIB at SMKN 1 Kemlagi. Mojokerto Regency. The results of the activity showed that Ou 75% of the 109 students were able to create basic engineering drawings manually or using software applications that serve as the basis for modeling and building information design with proficiency and expertise, and were able to understand BIM technology. Abstrak Konstruksi mempunyai peran penting dalam kemajuan perekonomian suatu Industri 4. 0 memerlukan adanya transformasi digital utamanya dalam sektor konstruksi. Amanat Kepmenaker terkait kompetensi siswa SMK diharapkan profil lulusan dapat memenuhi kompetensi SDM dengan standar dan kebutuhan dunia kerja khususnya dalam keterampilan teknologi BIM. Hasil capaian rapor pendidikan tahun 2024 mengindikasikan perlunya keterlibatan mitra dunia kerja dalam merancang dan mengelola pembelajaran SMK. Analisa situasi awal mitra terdapat kurangnya kemampuan dalam memahami standar gambar teknik, menggambar proyeksi orthogonal . D) dan proyeksi piktorial . D). Metode PKM dilakukan secara bertahap melalui pelaksanaan pelatihan BIM berbasis Revit pada siswa SMKN 1 Kemlagi Kabupaten Mojokerto jurusan DPIB kelas XI. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan yaitu Ou 75% dari 109 siswa memiliki mampu membuat gambar teknik dasar secara manual maupun menggunakan aplikasi perangkat lunak yang dijadikan dasar dalam desain pemodelan dan informasi bangunan dengan cakap dan mahir serta mampu memahami teknologi BIM. Corresponding Author: Diah Sarasanty Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Majapahit Email: diahsarasanty@unim. Journal homepage: https://ejournal. id/index. php/ikhlas/index IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 PENDAHULUAN Sektor konstruksi sangat penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, dan membantu pertumbuhan ekonomi (Chelaru et al. , 2. Industri konstruksi 4. 0 sedang mengalami transformasi signifikan, yang mencakup peningkatan efisiensi, keberlanjutan dan daya saing di seluruh industri (Siriwardhana et al. , 2. Pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), big data, internet of things (IoT), robotika, otomatisasi, dan pemodelan informasi bangunan (BIM) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya dan cacat, serta meningkatkan kualitas, keselamatan, dan kepuasan klien (Brozovsky et al. , 2. Bidang konstruksi menjadi semakin kompleks, yang melibatkan pembuatan dan pengelolaan berbagai model untuk masa desain, tahap konstruksi, dan operasi (Assodalah. Dengan munculnya Building Information Modeling (BIM), industri konstruksi telah mengalami revolusi dari pendekatan 2D dan berbasis kertas menuju proses digital (Zhang et al. , 2. Meskipun upaya ini telah dilakukan, tantangan tetap ada, terutama pentingnya pengembangan keterampilan dan kesiapan sumber daya untuk transformasi digital (Soltani et al. , 2. (Sarasanty et al. , 2. Merujuk pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2021 tentang Penetapan Kategori SKKNI Bidang Konstruksi untuk Golongan Utama Konstruksi Bangunan Gedung pada Jabatan Juru Gambar Bangunan Gedung. Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2023 tentang Penetapan Kategori SKKNI Bidang Kegiatan Profesi. Ilmiah, dan Teknis untuk Golongan Utama Kegiatan Arsitektur dan Rekayasa. Analisis, dan Pengujian Teknis. Sesuai Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep/327/MEN/IX/2009 tentang Penetapan SKKNI Bidang Konstruksi Bangunan Gedung dan Sipil, diharapkan siswa SMK mampu menguasai teknologi BIM dan mampu membuat gambar teknik dasar secara manual maupun dengan program perangkat lunak yang menjadi dasar pemodelan dan perancangan informasi bangunan. (Sarasanty et al. (Sarasanty et al. , 2. Diharapkan mahasiswa jurusan DPIB (Perancangan Model dan Informasi Banguna. mampu menerapkan teknik gambar 3D dan 2D untuk struktur, arsitektur, interior, dan eksterior bangunan serta membuat visualisasi animasi desain informatif . erencanaan, teknik pemodelan, dan gambar rumah sederhana dan bertingka. menggunakan teknologi BIM, sesuai dengan BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang capaian pembelajaran (Kemendikdasmen, 2. Program Keahlian Pemodelan Bangunan dan Desain Informasi membekali mahasiswa dengan pengetahuan, kemampuan, sikap, dan minat yang diperlukan untuk kegiatan kerja yang kohesif. Hal ini mencakup penguasaan perencanaan, pelaksanaan, dan supervisi pekerjaan desain bangunan dan informasi. (Mufti Ali Nasution & Nasution, 2. (Ramadhan et al. , 2. Berdasarkan hasil capaian rapor pendidikan tahun 2024 pada jenjang SMK di Kabupaten Mojokerto memberikan penjelasan bahwa kemitraan dan keselarasan SMK dengan dunia kerja masuk dalam kategori sedang yaitu SMK diharapkan mampu menyelaraskan kualitas pembelajaran, tata kelola, dan kompetensi SDM dengan standar dan kebutuhan dunia kerja (Kemendikdasmen, 2. (Subrianto et al. , 2. (All, 2. Rekomendasi dari rapor bahwa peningkatan dapat dilakukan melalui keterlibatan mitra dunia kerja dalam merancang dan mengelola pembelajaran SMK (Sasongko et al. , 2. (Dlauissama et al. , 2. Mitra dalam PKM ini yaitu murid SMKN 1 Kemlagi Kabupaten Mojokerto kelas XI. Pada analisis situasi awal . bersama Kepala Sekolah. Ketua Jurusan DPIB, dan Waka Kurikulum menyampaikan bahwa adanya ketidakmampuan siswa untuk memahami standar gambar teknik, arti, tujuan, dan contoh teknologi BIM, serta cara menggambar proyeksi ortogonal . D) dan proyeksi piktorial . D) menggunakan aplikasi perangkat lunak Revit, yang berfungsi sebagai dasar untuk pemodelan dan desain informasi bangunan. Gambar 1. Analisa Situasi Mitra dan Penyamaan Persepsi Tujuan PKM Menyelaraskan dan mendukung tercapainya kompetensi memahami konstruksi virtual 3D maka untuk tujuan PKM di bidang peningkatan kompetensi lulusan dengan mengajarkan siswa dasar-dasar keterampilan keras dan lunak dalam memahami masalah global dan kemajuan teknologi dalam desain pemodelan dan informasi bangunan, terutama saat membuat model bangunan 3D menggunakan aplikasi Revit. IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 METODE PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Metode PKM yang diterapkan oleh tim PKM dari Universitas Islam Majapahit melalu beberapa tahapan yaitu : . Tahap Persiapan yaitu koordinasi dengan mitra, mencetak modul pelatihan, dan menyiapkan asesmen awal dan akhir pada saat sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan dan pembelajaran, . Tahapan Implementasi terdiri atas pelatihan BIM Revit dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menggambar proyeksi ortogonal . D) dan proyeksi piktorial . D) baik secara manual maupun menggunakan aplikasi perangkat lunak yang digunakan sebagai dasar pemodelan dan perancangan informasi bangunan, serta pengertian, fungsi, dan contoh teknologi BIM. Tahapan evaluasi dan keberlanjutan PKM. Alat evaluasi untuk setiap tahapan program yang telah dijalankan, dan tingkat efektivitas serta keberlanjutan program dapat ditentukan berdasarkan temuan evaluasi. Baik tim PKM maupun mitra, maupun tim pengusul dan mitra PKM, telah menyatakan keinginan yang kuat untuk berkolaborasi secara efektif guna bersamasama melaksanakan program yang telah disepakati bersama. PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan PKM oleh tim pengabdian Universitas Islam Majapahit ini berlangsung selama rentang waktu 2 hari yaitu pada tanggal 20 dan 21 Mei 2025 bertempat di Laboratorium Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMK Negeri 1 Kemlagi Kabupaten Mojokerto. Mitra dalam kegiatan PKM ini yaitu siswa DPIB kelas XI sebanyak 3 rombel dengan jumlah peserta didik per kelas 34-36 Materi pelatihan yang diberikan mencakup : pengenalan Building Information Modelling, pengenalan Revit, 3D Model Arsitektur, 3D Model Struktur. Gabungan 3D Model, dan Export 3D Model (Gambar . IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 Gambar 2. Modul Pelatihan BIM Revit Pada tahapan pelaksanaan pelatihan dilakukan asesmen awal untuk mengetahui kompetensi peserta didik sebelum mengikuti pembelajaran. Asesmen ini dipergunakan untuk menjadi dasar pemetaan kemampuan siswa yang memerlukan bimbingan dan yang sudah cakap/mahir. Pada sesi hari pertama dengan diikuti oleh murid DPIB 1 . DPIB 2 . , dan DPIB 3 . materi yang diberikan meliputi dasar-dasar pengenalan BIM Revit dan sesi hari kedua merupakan lanjutan ke kompetensi 3D Gambar 3. Pelaksanaan Kegiatan PKM Pada akhir kegiatan tim PKM bersama jajaran sekolah melaksanakan evaluasi dan asesmen akhir (Gambar . pada peserta didik baik DPIB 1. DPIB 2, dan DPIB 3 pada kelas IX. IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 Gambar 4. Asesmen awal dan akhir PKM Lebih dari 10% mahasiswa mampu mengidentifikasi metode dasar pemodelan dan perancangan informasi bangunan melalui pengenalan dan praktik dasar terkait pemodelan dan perancangan informasi bangunan, standar, dan regulasi yang berlaku pada bangunan, berdasarkan hasil penilaian formatif dan Sebanyak 15% mahasiswa memerlukan bantuan dalam membuat gambar teknik dasar secara manual atau menggunakan aplikasi Revit, sementara mayoritas mahasiswa Ou75% mampu memahami teknologi BIM dan membuat gambar teknik dasar secara kompeten dan mahir. (Gambar . Gambar 5. Hasil asesmen formatif dan sumatif KESIMPULAN DAN SARAN/REKOMENDASI 1 Kesimpulan Berdasarkan hasil kegiatan PKM peningkatan kompetensi siswa dalam kemampuan 3D model berbasis BIM Revit yang dilaksanakan oleh tim pengabdian di lokasi mitra SMKN 1 Kemlagi Kabupaten Mojokerto memberikan hasil bahwa secara keseluruhan kegiatan ini mampu meningkatkan kompetensi dan Hasil pre-test dan post-test yang dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan dan pendampingan, terdapat peningkatan kemampuan dan keahlian minimal 75% dalam membuat gambar teknik dasar secara manual maupun menggunakan program perangkat lunak yang menjadi dasar pemodelan desain dan pembuatan informasi. 2 Saran/Rekomendasi Keberlanjutan program PKM dalam memastikan kompetensi siswa SMK setelah adanya kegiatan pelatihan ini diharapkan adanya program pembentukan teaching factory di sekolah dalam memfasilitasi lingkungan belajar siswa agar dapat mengimplementasikan kemampuannya secara realtime pada sektor industri yang relevan dan mencetak profil lulusan siap kerja. IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 REFERENSI