Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen KONSELING KRISTEN TERHADAP ISTRI YANG MENGALAMI DISFUNGSI PERAN DALAM KELUARGA (STUDI KASUS DI PPA LG IO-0. Oleh: Agatha Ivana Kabel. Yohanna Cristiani Oktavia Malau. Sherly Ester E. Kawengian agatha19@student. id, yohana_malau@ukrimuniversity. fakukrim@gmail. Abstract This article describes the application of Adam Lon's principles in helping wives who experience role dysfunction in the family (Case Study: PPA LG IO-0777 in Sosrowijayan Yogyakart. The research background at the Light Generation Child Development Center IO-0777 Yogyakarta is that several wives experience role dysfunction in the family at PPA LG IO-0777. Experiencing role dysfunction in the family is not easy. The purpose of this research is to change perspectives and ways of responding to family problems faced according to Adam Lon's principles, to be a capable wife. The research method used in this study is a qualitative case study method. Data collection techniques used are observation, interviews and counseling. Several results were found, including six wives who experienced role dysfunction in the family and found two wives who needed help. After applying Adam Lon's principles, through the counseling process, the two wives who were participants in this study experienced a change in their perspective and attitude towards the problems experienced in their families. Keywords: counseling, family, role dysfunction, principles, wife. Abstrak Artikel ini mendeskripsikan penerapan prinsip Adam Lon dalam membantu Istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga (Studi Kasus: PPA LG IO-0777 di Sosrowijayan Yogyakart. Yang menjadi latar belakang penelitian di Pusat Pengembangan Anak Light Generation IO-0777 Yogyakarta adalah beberapa istri mengalami disfungsi peran dalam keluarga di PPA LG IO-0777. Mengalami masalah disfungsi peran dalam keluarga memang tidak mudah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengubah cara pandang dan cara menyikapi permasalahan keluarga yang dihadapi menurut prinsip Adam Lon, menjadi istri yang cakap. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara dan konseling. Ditemukan beberapa hasil diantaranya, ada enam istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga dan ditemukan dua istri yang membutuhkan pertolongan. Setelah penerapan prinsip Adam Lon, melalui proses konseling, dua istri yang menjadi partisipan dalam penelitian ini mengalami perubahan cara pandang dan menyikapi masalah-masalah yang dialami dalam keluarganya. Kata Kunci: disfungsi peran, istri , keluarga, konseling, prinsip. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 142 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Fokus penelitian ini adalah istri yang PENDAHULUAN Setiap Baik individu yang belum berpasangan maupun yang sudah memiliki pasangan hidup. Banyak tantangan diawal pernikahan disebabkan oleh harapan yang berbeda, pandangan dan pendapat yang berbeda satu dengan yang lain. Pada umumnya. Allah menghendaki manusia untuk menikah. Banyak faktor yang memicu munculnya masalah dalam keluarga, diantaranya peran dan tanggungjawab, uang dan pekerjaan, orangtua . ertua dan menant. , anak-anak dan komunikasi antar anggota keluarga. Allah sendiri telah menentukan peran yang tepat untuk suami dan istri dalam pernikahan. Peran yang ditentukan Allah di ukur dari kemampuan Allah menciptakan hawa sebagai pendamping dan penolong adam dalam mengelola seluruh mahluk hidup di taman Sama seperti hawa. Allah menentukan istri sebagaipendamping dan penolong suami dalam mengelola rumahtangga mereka. Ketika suami dan istri mengabaikan peran mereka dan menetapkan sesuatu menurut rencana mereka sendiri, maka mereka mengundang keretakan dalam hubungan pernikahan mereka. Ada peran dan tanggungjawab yang tepat sebagai suami, memenuhi kebutuhan keluarga, menjadi pemimpin keluarga, serta menjadi teladan yang baik. Kemudian ada peran dan tanggungjawab yang tepat sebagai istri, telah kehilangan peran tepat yang sudah ditentukan Allah, yaitu peran sebagai ibu Eddy dan Susie Wiriadinata. AuSuami Istri IdamanAy. Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 2000. Larry Christenson. AuKeluarga KristenAy. Semarang:Yayasan Persekutuan Betania, 1994, 123. yang bertugas memelihara, merawat anak dan mendidik anak, peran sebagai ibu rumahtangga yang bertugas untuk keluarga, dan peran sebagai istri yang bertugas untuk memenuhi kebutuhan seksual suami. Dalam halini. Konseling Kristen merupakan langkah tepat untuk menolong istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga. Namun, jarangnya penggunaan Konseling Kristen dalam penyelesaian masalah keluarga menjadi latar belakang pertama dalam penelitian ini. Banyak keluarga masa kini, yang menyelesaikan masalahrumah tangganya dengan solusi dancara-cara Seperti,mengandalkan diri mereka sendiri, danmemutuskan untuk saling bertukar peran. Hal ini menimbulkan masalahmasalah baru yang berujung Padahal. Alkitab sudah banyak berbicara mengenai Konseling Kristen yang berjalan dengan baik dan berakhir dengan hasil yang baik. Konseling Kristen dan konselor sebagai mediasi merupakan langkah yang tepat untuk membantu suami istri dalam mengatasi masalah dan dampak yang ditimbulkan dari masalah yang dialami keluarga. Dengan demikian, dalam menyelesaikan kasus pada penelitian ini, akan diterapkan Konseling Kristen sebagai mediasi dan pendekatan pemecahan masalah serta penanganan Agus Suryo Jarot Yudhono. AuPelayanan Konseling Kristen Kepada Pasangan Suami Isteri Dalam Menyelesaikan Konflik KeluargaAy. Jurnal: Missio Ecclesiae 8. Oktober 2019, 117-118. Collins. AuKonseling Kristen yang EfektifAy. Malang: Literatur Saat, 2010, 12. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 143 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen terhadap dampak yang terjadi, dengan tujuan untuk mengaplikasikan kebenaran Firman Tuhan atas setiap permasalahan yang Kemudian, yang menjadi latar belakang kedua dalam penelitian ini ialah ditemukan beberapa kasus istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga. Beberapa hal yang bisa menjadi faktor penyebab disfungsi peran dalam keluarga ketidakdewasaan suami atau istri, baik secara psikologis maupun emosional. Kedua, kontrol yaitu kecenderungan mengendalikan yang tidak sehat dan manipulasi. Sakit penyakit, bisa secara fisik ataupun mental. Ketiga, konflik baik yang bersifat terbuka ataupun yang tertutup. Keempat, kecanduan, yaitu keterikatan akan hal tertentu seperti narkoba, judi, pelecehan, baik secara verbal, emosional, fisik maupun seksual. Oleh karena itu, banyak keluarga yang mengalami pergeseran peran yang malah menimbulkan masalah baru. Dalam hubungan pernikahan. Allah telah menetapkan peran sesuai dengan kemampuan suami dan istri. Jika peran tersebut tidak dijalankan sesuai dengan ketetapan Allah, maka terjadi disfungsi peran dalam keluarga. Kemudian latar belakang yang ketiga dalam penelitian ini ialah ditemukannya beberapa istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga di PPA LG IO-0777. Dari hasil wawancara terdapat enam istri yang kehilangan peran sebagai ibu dalam memelihara dan merawat anaknya serta mendidik anak, juga kehilangan peran sebagai ibu rumahtanggayang bertugas untuk mengatur urusan rumahtangga, membantu mengelola keuangan keluarga, dan peran sebagai istri yang bertugas untuk memenuhi kebutuhan seksual suami. Dari keenam tersebut penulis menemukan dua istri yang mengalami dampak dari disfungsi tersebut dan membutuhkan pembinaan Konseling Kristen. Narasumber juga menjelaskan beberapa alasan istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga karena terpaksa bekerja mencari nafkah, pertama, suami yangtidak mau berusaha mencaripenumpang ojek online dengan alasan jarang mendapat Kedua, suami tidak bekerja lagi karena gaji yang di hasilkan lebih kecil dibandingkan dengan gaji istri ketikaia bekerja. Ketiga, suami malas mencari pekerjaan. Keempat, suami tidak mau bekerja karena kondisinya yang mudah merasa lelah. Alasanalasan tersebut yang pada akhirnya menimbulkan konflik dan menjadi penyebab utama disfungsi peran dalam Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka masalahmasalah yang teridentifikasi adalah kesadaran akan pentingnya Konseling Kristen dalam penyelesaian masalah Kedua, masalah yang ditemukan, yaitu disfungsi peran dalam keluarga. Ketiga, masalah teori penerapan Konseling Kristen terhadap istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga. Keempat, masalah di PPA LG IO-0777, terdapat enam istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga, dan ditemukan dua istri yang membutuhkan pembinaan Konseling Kristen. Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalah untuk penelitian ini adalah: Pertama, halyang berkaitan dengan Konseling Kristen?. Kedua, hal yang berhubungan dengan istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga?. Ketiga, bagaimana teori penerapan Konseling Kristen yang di gunakan untuk menolong istri yang Larry Christenson. AuKeluarga KristenAy. Semarang:Yayasan Persekutuan Betania, 1994, 37. Saria Pitayati. Implementer IPIA LG IO- 0777. Auwawancara langsung penulis dengan Implementer IPIA LG IO-0777Ay. Yogyakarta: Kantor PPA LG IO-0777, 8 Agustus 2022. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 144 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen mengalami disfungsi peran dalam keluarga?. Keempat, bagaimana hasil penerapan Konseling Kristen terhadap istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga di PPA LG IO-0777? Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah: Pertama, menjelaskan tentang Konseling Kristen. Kedua, menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan masalah istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga. Ketiga, menjelaskan teori penerapan yang di gunakan untuk menolong istri yangmengalami disfungsi peran dalam keluarga. Keempat, menjelaskan hasil penerapan Konseling Kristen terhadap istri yangmengalami disfungsi peran dalam keluarga di PPA LG IO0777. Metode Penelitian yang Dipergunakan Penelitian ini menggunakan studi kasus. Creswell berpendapat ada beberapa karakteristik dari studi kasus yaitu: pertama, mengidentifikasi AukasusAy untuk suatu studi. Kedua, kasus tersebut adalah sebuah Ausistem yang terikatAy oleh waktu dan Ketiga, studi kasus menggunakan berbagai sumber informasi dalam pengumpulan datanya untuk memberikan gambaran secara terinci dan mendalam mengenai respon dari suatu Keempat, menggunakan pendekatan studi kasus, peneliti akan Aumenghabiskan waktuAy dalam menggambarkan konteks atau mengatur untuk suatu kasus. 19 Dapat disimpulkan bahwa metode kualitatif studi kasus merupakan metode yang cocok dan tepat untuk digunakan pada penelitian ini guna mencapai tujuan yang sudah Hasil Penelitian dan Pembahasan Dalam kajian teori ini akan ada uraian mengenai: pertama, konseling kristen. Kedua, peran dan fungsi Suami Istri dalam Keluarga. Ketiga, disfungsi peran suami dan istri dalam Keempat, konseling kristen terhadap istri yang mengalami disfungsi peran dalam Konseling Kristen Konseling Kristen merupakan suatu pelayanan yang dilakukan oleh seorang konselor yang berlandaskan Firman Tuhan dan memiliki proses untuk mencapai tujuan akhir, yaitu menolong konseli dalam mengubah sikap dan perilakunya untuk mencapai penyelesaian masalah secara tuntas. 7 Konseling Kristen didasari oleh Alkitab. Allah telah memberikan prinsip- prinsip bagaimana seharusnya kita hidup melalui perkataan langsung maupun dengan contoh kehidupan manusia di dalam Sejak awal konseling sudah ada karena konseling dimulaioleh Allah sendiri. Dapat di katakan bahwa konseling disebut Konseling Kristen bukan karena konseling tersebut dilakukan oleh konselor Kristen. Konseling Kristen berdasarkan pada Alkitab sebagai kebenaran Firman Tuhan dan percaya bahwa pengetahuan yang benar tentang manusia, masalah-masalah manusia dan tujuan hidup manusia itu berasal dari Tuhan karena Dia yang menciptakan manusia. Oleh karena itu, pengetahuan yang bersumber dari akal budi manusia lebih baik berada di bawah Alkitab. Seorang konselor harus memiliki prinsip pertama, yaitu. berbelas kasihan dan bijaksana dalam memberikan nasihat dengan memerhatikan perasaan konseli. Kedua, memiliki pengetahuan dalam memahami cara berpikir konseli. Ketiga, konselor harus memiliki kebijaksanaan dalam memerhatikan tingkah laku konseli, agar konselor dapat menemukan akar masalah konseli. Peran dan Fungsi Suami Istri dalamKeluarga Suatu keluarga akan baik dan selalu terjaga keharmonisannya apabila fungsi danperanan keluarga dijalankan dengan sebagaimana mestinya keluarga yang normal. Fungsi keluarga menggambarkan anggota keluarga untuk mengembangkan keluarga yang berkualitas yang diarahkan pada terwujudnya kualitas keluarga berdirikan kemandirian ____________________________ Anthony Yeo. AuKonseling: suatu pendekatanpemecahan masalahAy. Jakarta: Libri, 2017, 135-136. Garry Collins. AuThe Biblical Basis of Christian Counseling for People HelpersAy. Colorado,USA: Navpress Publishing Group, 1993, 20. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 145 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen keluarga dan ketahanan dalam keluarga, karena mengingat keluarga dianggap sangat penting dan menjadi pusatperhatian kehidupan individu, maka dalam kenyataannya fungsi keluarga pada semua masyarakat adalah sama. Dalam sebuah keluargasuami memiliki kedudukan dan peran Larry Christenson menuliskan banyak pemikiran-pemikiran dan keyakinan-keyakinan mengenai keluarga Kristen. Salah satunya ialah pemaparan mengenai peran suami yang tepat secara umum dan secara kristiani. Berikut peran suami yang tepat menurut Christenson: pertama. Suami sebagai pemimpin dan kepala keluarga. Dalam hal ini suami bukan hanya memimpin istrinya, namun suami juga memimpin anakanaknya serta memberikan teladan yang baik bagi anak-anaknya. Kedua, suami sebagai pemberi nafkah dalam keluarga. Dalam hal ini suami di beri tugas oleh Allah untuk bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan keluarganya, yaitu dengan bekerja keras mencari nafkah dalam Ketiga, suami sebagai pelindung dan pemelihara keluarganya. Dalam hal ini, suami bertanggungjawab untuk melindungi istri dan anak-anaknya. Keempat, suami sebagai pemenuh kebutuhan biologis istri. Dalam hubungan pernikahan, pasangan di sarankan untuk dapat memberikan dan memenuhi kebutuhan seksual Kelima, suami sebagai pemimpin keluarga dalam mencapai pertumbuhan rohani Dapat disimpulkan bahwa suami memiliki posisi penting dalam pertumbuhan rohani istridan anak- anaknya. Suami di beri tanggungjawaboleh Allah untuk menjadi pemimpin yang senantiasa menuntun anggota keluarganya untuk memiliki hubungan yang baik dengan Allah. Karena Allah merupakan pengharapan bagi keluarga. Jadi, suami sebagai pemimpin rohani Larry Christenson. AuKeluarga KristenAy. Semarang: Yayasan Persekutuan Betania, 1994, 121145. dalam keluarga dapat bekerja sama dengan istri untuk membimbing anak-anak mengenal Allah dan menuntun anggota keluarga menuju pertumbuhan rohani yang lebih baik. Sama seperti Suami, dalam sebuah keluarga istri juga memiliki kedudukan dan peran yang penting. Berikut peran istri yang tepat menurut Christenson: pertama, istri sebagai penolong dan pendamping suami dalam mengelola keluarga. Dalam hal ini, istri yang setia mendampingi suami dan menjadi penolong suami merupakan istri yang bijaksana. Bukan hanya itu, setiap istri juga memiliki tugas untuk membantu suami dalam mengelola keuangan dalam keluarga, seperti: mengatur uang belanja kebutuhanrumahtangga. Kedua, istri sebagai pendidikutama dalam keluarga. Dalam hal ini, istri diberikan tugas oleh Allah untuk menjadi seorang yang berperan pentuing dalam didikan dan ajaran dalam keluarga. Sebelum anak menuntut ilmu di sekolah, istri lebih dulu di perintahkan untuk memberikan pelajaran dasar kepada anaknya sejak kecil. Ketiga, istri sebagai ibu yang mengasuh dan memelihara anak-anaknya. Dalam hal ini. Allah memberikan tugas dan tanggungjawab kepada istri untuk mengasuh, merawat, dan memelihara anakanaknya. Keempat. Istri sebagai penasehat yang bijaksana dan pendorong/pendukung Dalam hal ini, istri juga di beri tanggungjawab untuk memberikan nasehat yang bijaksana kepada suami dan senantiasa memberikan dukungan/dorongan kepada suaminya. Kelima. Istri sebagai pengatururusan/pekerjaan dalam Dalam hal ini, istri di beri tanggungjawab untuk melakukan pekerjaan dalam rumah tangga, seperti: memasak, membersihkan rumah. Larry Christenson. AuKeluarga KristenAy. Semarang: Yayasan Persekutuan Betania, 1994, 121-145. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 146 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Disfungsi Peran Suami Istri dalam Keluarga Disfungsi keluarga adalah suatu keadaan yang terjadi pada keluarga yang kurang memenuhi tugas dan peran masing-masing serta tidak menjalankan fungsi-fungsi keluarga atau peran orang tua dengan baik sebagaimana mestinya maka akan sangat mudah terpecah dan sudah pasti sangat mempengaruhi keutuhan keluarga yang sudah dibangun bertahun- tahun karena ego salah satu anggota keluarga. Karakteristik Keluarga Disfungsional menurut Firstry Parenting adalah: pertama, kurangnya komunikasi. Kedua, kurangnya empati, tidak ada dukungan emosional. Disfungsi peran suami dalam keluarga, dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya: pertama, disfungsi seksual, yang terjadi karena kurangnya hasrat untuk melakukan hubungan seksual, ketidakmampuan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi, orgasme yang terjadi terlalu lambat atau terlalu cepat, ketidakmampuan untuk orgasme, faktor usia, faktor sibuk bekerja. Kedua, disfungsi ekonomi. Disfungsi ini dapat terjadi pada suami dan istri. Pada suami terjadi ketika suami tidak memberikan nafkah kepadakeluarga, tidak memberikan perawatan kepada keluarga, tidak memenuhi kebutuhan keluarga dan menelantarkan istri dan anak. Ketiga, disfungsi peran suami dalam pertumbuhan rohani keluarga, dapat terjadi karena seorang suami tidak memimpin dan memberikan contoh yang baik kepada anggota keluarga. Disfungsi peran istri dalam keluarga, diantaranya: pertama, disfungsi seksual yang terjadi karena ketidakmampuan dalam melakukan hubungan seks, bermasalah untuk mempertahankan gairah seksual dan bermasalah dalam melakukan orgasme. Disfungsi ini dapat terjadi juga karena ketidaknormalan produksi hormon, kelainan genetik, adanya infeksi, penyakit tumor, penyakit atau gangguan lainnya Pada istri terjadi ketika istri tidak dapat Dr. Ridwan. Ahyadin. AuRagam Disfungsi Dalam Keluarga Di Kota BimaAy. Jurnal: Research Gateolume 4. September 2020, 219. Dapat diakses melalui link. KELUARGA_DI_KOTA_BIMA. diakses pada tanggal 26 Mei 2023. mengelola keuangan keluarga dengan bijak dan mengakibatkan pengeluaran lebih tinggi dibandingkan dengan pemasukan Ketiga, pengasuhan yaitu istri sebagai ibu tidak mengurus dan merawat anak. Biasa terjadi pada seorang ibu yang terpaksa mencari nafkah menggantikan suami. Dapat disimpulkan bahwa. Alkitab tidak melarang perempuan untuk bekerja di luar rumah. Namun. Alkitabmengajarkan apa yang seharusnya menjadi prioritas seorang perempuan yang sudah menjadi Jika bekerja di luar rumah bisa menyebabkan seorang istri mengabaikan anak-anak dan suaminya,maka itu menjadi hal yang salah dan menimbulkan disfungsi peran dalam keluarga. Beberapa hal yang bisa menjadi faktor penyebab disfungsi dalam sebuah keluarga adalah ketidakdewasaan suami dan istri, baik secara psikologis maupun emosionil, kontrol, yaitu kecenderungan mengendalikan yang tidak sehat dan manipulasi, sakit penyakit, bisa secara fisik ataupun mental, konflik, baik yang bersifat terbuka ataupun yang tertutup, kecanduan, yaitu keterikatan akan hal tertentu seperti narkoba, judi, pelecehan, baik secara verbal, emosional, fisik maupun seksual. Dapat disimpulkan bahwa yang menjadi penyebab awal disfungsi peran dalam keluarga adalah ketidakdewasaan suami dan istri. Suami yang tidak mau bekerja dan istri sebagai korban dari disfungsi yang dilakukan Humaedi. AuPeran Ibu Yang Bekerja Dalam Pemenuhan Kebutuhan Dasar AnakAy. Jurnal:UNPAD 3. , 2016, 27. Dr. Ridwan. Ahyadin. AuRagam Disfungsi Dalam Keluarga Di Kota BimaAy. Jurnal: Research Gateolume 4. September 2020, 219. Dapat diakses melalui link. KELUARGA_DI_KOTA_BIMA. , diakses pada tanggal 26 Mei 2023. https://hikmatpembaharuan. com/2008/12/11/kesejahteraan-022penyebab-keluarga-menjadi- disfungsi/. Diakses pada tanggal 24 November 2022 Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 147 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen suami dalam mencari nafkah keluarganya. Kemudian dengan kondisi ini menjadikan istri pelaku disfungsi peran dalam keluarga, yaitu kehilangan waktu untuk memelihara dan merawat anak karena sibuk bekerja di luar rumah. Dampak yang di timbulkan dari adanya disfungsi peran dalam keluarga membuat kondisi keluarga menjadi tidak stabil. Mental istri menjadi salah satu korban dari adanya kesalahan dalam menjalankan tugas dan peran anggota dalam Dapat disimpulkan bahwa walaupun ada dampak positif dari keputusan yang diambil istri untuk mencari nafkah, ada lebih banyak dampak negatif yang sangat berpengaruh bagi keluarga terutama bagi istri dan anak. Sudah pasti terjadi pergeseran maupun penambahan intensitas peran khusus yang dialami oleh istri sebagai ibu. Ditambah semakin banyak problematika yang dihadirkan akibat istri bekerja yang membuat peran istri menjadi lebih kompleks. Peran istri dalam keluarga punya andil besar dalam penentuan karakter anak karena pada hakikatnya fungsi istri adalah merawat anak. Dari hal inijuga, istri bisa mengalami stress yang berkepanjangan dan berdampak bagi lingkungan keluarga maupun lingkungan pekerjaannya. Konseling Kristen Terhadap Istri yang Mengalami Disfungsi Peran dalam Keluarga Konseling merupakan salah satu alternatif yang digunakan orang sebagai sarana memecahkan persoalan. Berbagai macam konseling yang ditawarkan kepada konseli dengan maksud agar konseli menemukan jawaban atas masalah yang dihadapinya. Namun ada perbedaan antara konseling sekuler dan konseling Kristen, di mana konseling sekuler berorientasi pada manusia dengan sumber pengetahuan yang berasal dari akal budi dan pengalamannya, sementara konseling Kristen berorientasi pada Tuhan, dengan pengetahuan konseling yang bersumber dari penyataanAllah. __________________ ___________________ Hartono dan Boy Soedarmadji. AuPsikologi KonselingAy. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012. Berikut ini adalah prinsip-prinsip menurut Adam Lon yang digunakan sebagai upaya dalam menolong istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga: Pertama, peran yang tepat membuat suami istri semakin dekat, bukan malah Konselor akan mengingatkan bahwa yang dibagi adalah tanggungjawab dan peran bukan hubungan. Pada dasarnya kodrat wanita adalah menjadi istri dan ibu, bertugas untuk mendampingi dan melayani segala kebutuhan suami dan anak-anaknya. Istri adalah penolong yang sepadan bagi Kitab Kejadian 2: 20 menjelaskan titik dimana adam menyadari bahwa dirinya belum menjumpai penolong yang sepadan dan membutuhkan penolong yang sepadan dengan dia untuk mengelola dan merawat seluruh ciptaan di taman eden pada waktu Dalam penelitian ini, pertama akan di terapkan pada pertemuan kedua dengan melakukan beberapa langkah-langkah penulis untuk mencapai tujuan prinsip ini. Langkah pertama, konselor meminta konseli untuk menuliskan 5 peran suamidan 5 peran istri dalam keluarga menurut Langkah kedua, konselor menolong konseli untuk mengidentifikasi peran suami dan istri yang tepat untuk mendekatkan hubungan suami istri bukan malah menjauhkan berdasarkan peranperan yang sudah konseli tulis diawal. Langkah ketiga, konselor menyampaikan dan menjelaskan peran suami dan istri yang tepat dalam keluarga menurut Larry Christenson dalam bukunya yang berjudul keluarga Kristen. Kedua, istri dapat mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan dalam membagi peran yang tepat. Konselor juga m enyarankan istri. Adam Lon. Menjadi Istri yang Cakap. Yogyakarta: CV. Andi, 2008, 127128 Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 148 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen kelemahan membagi peran yang tepat. Dengan melihat kemampuan dan kelebihan pasangan. konselor akan menyarankan istri untuk mencoba membagi peran berdasarkan kekuatan masingmasing. Dalam penelitian ini, prinsip kedua akan di terapkan pada pertemuan kedua dengan melakukan beberapa langkah-langkah yang memudahkan penulis untuk mencapai tujuan prinsip ini. Langkah pertama, membantu konseli untuk memberi checklist pada peran yang sudah dilakukan konseli dan suami sesuai dengan peran yang tepat. Langkah kedua, konselor bertanya apakah ada hambatan yang di alami konseli dan suami dalam melakukan peran yang sudah dilakukan tetapi belum tepat. Langkah ketiga, konselor bertanya apakah ada hal yang mendukung konseli dan suami dalam melakukan peran yang tepat. Langkah keempat, konselor bertanya apakah ada hambatan yang di alami konseli dan suami mengenai peran yang tepat tetapi belum dilakukannya. Langkah kelima, konselor bertanya apakah ada peluangkonseli dan suami untuk melakukan peran yang tepat ini. Dengan 5 langkah ini, diharapkan konseli dapat mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan dalam membagi peran yang tepat. Ketiga, peran yang tepat tidak kaku, tetapi Fleksibilitas dimulai saat diskusi. Konselor menyarankan agar istri mencoba untuk bernegosiasi, dengan menanggalkan Ausikap keras kepalaAy. Hal ini bertujuan untuk menjadi sarana latihan dalam membentuk kebersamaan. Karena sikap keras kepala adalah sikap yang menentang Roh Kudus. Dalam penelitian ini, prinsip ketiga akan di terapkan pada pertemuan ketiga dengan melakukan beberapa langkah-langkah yang memudahkan penulis untuk mencapai tujuan prinsip ini. Langkah pertama, konselor mengajak konseli untuk membahas hasil dari pertemuan Langkah memberikan saran kepada konseli berkaitan dengan pertemuan sebelumnya. Langkah ketiga, jika konseli mau atau sudah melakukan sarandari konselor, maka, konselor akan memberikan apresiasi dan meneguhkan konseli bahwa peran yang tepat itu tidak kaku, tetapi fleksibel. Langkah keempat, jika konseli mengeraskan hati, maka, konselor terlebih dahulu memahami kondisi dan alasan konseli kemudian mengarahkan konseli. Dengan 4 langkah ini, diharapkan konseli dapat memahami bahwa peran yang tepat itu fleksibel dan tidak kaku. Keempat, peran yang tepat membutuhkan pengorbanan. Ada beberapa tugas rumah tangga yang tidak seorang pun ingin mengerjakan, tetapi tetap harus Konselor mengajak isteri untuk mencoba saling melihat kekuatan masingmasing untuk menentukan siapa di antara mereka berdua yang lebih AuahliAy di suatu bidang, tetapi jangan mengharapkan bahwa penentuan tersebut pasti tepat. Dalam penelitian ini, keempat akan di terapkan pada pertemuan ketiga dengan melakukan beberapa langkah-langkah penulis untuk mencapai tujuan prinsip ini. Langkah pertama, konselor menjelaskan kepada konseli bahwa peran yang tepat itu fleksibel dan butuh pengorbanan. Langkah kedua, konselor memberikan pemahaman mengenai pengorbanan dalam bentuk mau memaafkan dan menerima suami konseli. Langkah ketiga, jika konseli sudah bisa mengampuni dan menerima suaminya, maka, konselor meyakinkan konseli bahwa setiap pengorbanan tidak ada yang sia-sia. Dengan 3 langkah ini, diharapkan konseli dapat memahami bentuk pengorbanan yaitu pengampunan dan penerimaan serta dapat Dalam menjalankan keempat . prinsip diatas tentulah tidak mudah. Karena itu, agar suami menjalankan prinsip diatas maka Konselor akan memberikan saran kepada isteri untuktetap mengandalkan Tuhan dalam melakukan peran-peran dalam keluarga. Adam Lon. Menjadi Istri yang Cakap. Yogyakarta: CV. Andi, 2008, 130. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 149 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Hasil Penelitian Lapangan Pada bagian ini peneliti akan menjelaskan mengenai hasil studi kasus konseli A dan konseli B, perkembangan konseli A dan konseli B dilihat berdasarkan hasil pre-test dan post-test dan kesimpulan dalam penanganan kasus konseli A dan konseli B. Hasil Konseli A Setelah mempelajari kasus konseli A, baik melalui wawancara pada tanggal 8 Agustus dan 18 Oktober 2022 di kantor IPPA LG IO-0777 kepada Implementer, maka selanjutnya konselor mengklasifikasikan penanganan menjadi tiga . macam yaitu sesuai dengan aspek-aspek masalah dalam diri konseli. Hal ini dilakukan supaya dapat ditangani secara menyeluruh setiap kasus sesuai dengan aspek-aspek masalah dalam diri konseli, yaitu aspek psikologis, aspek spiritual, dan aspek Pertemuan pertama ialah mendapatkan informasi tentang aspek psikologis, konseli merasa kesal dan kecewa dengan suaminya, konseli merasa bersalah karena meninggalkan anak dirumah, konseli mengalami gangguan dengan emosi, dan motivasi, konseli mudah merasa stress karena sibuk bekerja dan tidak memiliki waktu untuk merawat anak. Konseli juga bersedia menceritakan latar belakangkonseli semasa tinggal bersama orangtuanya, dimana konseli selalu mendapatkan uang yang cukup dari kedua orangtuanya. Konselor mengajak konseli untuk berdoa meminta pertolongan Tuhan selama sesi konseling berlangsung. Konselor memastikan bahwa konseli merasa aman dan nyaman untuk mengikuti sesi konseling. Dalam pertemuan ini. John Creswell. Qualitative. Inquir, & Research Design, 153 konselor membangun kepercayaan konseli dengan menjelaskan proses konseling yang akan dilakukan. Konselor juga menolong pertemuan konseling kedepannya. Kesimpulan dari pertemuan pertama adalah, untuk menangani seorang yang pengenalan khusus dimana konselor memahami kondisi rumah tangganya, menciptakan perasaan aman dan nyaman supaya konseli mau lebih terbuka terhadap Pertemuan kedua yaitu, aspek Dari pertemuan kedua ini, ditemukan beberapa hasil, diantaranya: pertama, konseli bersedia menuliskan pandangannya mengenai peran suamidalam keluarga, diantaranya yaitu: mencarinafkah, menjadi contoh dan teladan bagi anak-anak, membantu pekerjaan rumah tangga, mendidik dan menasihati anak ketika anak berbuat salah, memberikan perhatian dan peka dengan kondisi anak, melindungi dan membela anak dari segala masalah di luar. Dan peran istri dalam keluarga, diantaranya yaitu: menjadi ibu dan istri yang baik, mengatur keuangan keluarga dengan bijak, memberikan conton kepada anak secara langsung dalam bentuk perilaku, mendidik anak, mengarahkan anak dalam segala hal untuk tujuan yang baik, menasihati anak, mambantu mencukupi kebutuhan keluarga. Kedua, konseli bersedia mengidentifikasi peran menurut pandangannya. Dari 6 peran suami yang ditulis konseli, ada 4 peran yang mendekatkan, diantaranya: menjadi contoh dan teladan bagi anak-anak, membantu pekerjaan rumah tangga, memberikan perhatian dan peka dengan kondisi anak, melindungi dan membela anak dari segala masalah di luar. Dan ada 2 peran yang menjauhkan, diantaranya: mencari nafkah dan mendidik serta menasihati anak ketika anak berbuat salah. Kemudian dari 7 peran istri yang ditulis konseli, ada 4 peran yang keuangan keluarga Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 150 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen dengan bijak, memberikan conton kepada anak secara langsung dalam bentuk perilaku, mengarahkan anak dalam segala hal untuk tujuan yang baik, dan mambantu mencukupi kebutuhan Dan ada 3 peran yang menjauhkan, diantaranya: menjadi ibu dan istri yang baik, mendidik anak dan menasihati anak. Ketiga, konseli dapat memahami 10 peran yang tepat dalam keluarga menurut Larry Christenson, yaitu diantaranya: pertama, suami sebagai pemimpin dan kepala keluarga. Kedua, suami sebagai pemberi nafkah dalam keluarga. Ketiga, suami sebagai pelindung dan pemelihara Keempat, suami sebagai pemenuh kebutuhan biologis istri. Kelima, suami sebagai pemimpin keluarga dalam mencapaipertumbuhan rohani keluarganya. Keenam, istri sebagai penolong dan pendamping suami dalam mengelola keluarga. Ketujuh, istri sebagai pendidik utama dalam keluarga. Kedelapan, istri sebagai ibu yang mengasuh dan memelihara anakanaknya. Kesembilan, istri sebagai penasehat pendorong/pendukung suami. Kesepuluh, istri sebagai pengatur urusan/pekerjaan dalam Keempat, mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan konseli dan suami dari setiap peran tepat yang sudah dan belum dilakukan. Kesimpulan dari pertemuan kedua iniialah sesi konseling berfokus kepada pemahamanakan peran tepat yang mendekatkan bukan menjauhkan dan pertimbangan antara kekuatan dan kelemahan suami istri dalam membagi peranyang tepat, guna mendukung penguatan dalam aspek spiritual konseli dengan suami, dengan menolong aspek ini maka diharapkan konseli dapat mengalami kemajuan yang baik pada aspeklainnya. Pertemuan ketiga yaitu aspek sosial, masalah konseli yang terkait dengan aspek sosial adalah sesi konseling berfokus kepada pengampunan dan penerimaan konseli bahwa suami konseli juga mahkluk hidup yang tak terlepas dari kesalahan, konseli tidak perlu kesal atau kecewa kepada suaminya karena suaminya pasti mengasihi konseli dan butuh di beri semangat dalam melakukan pekerjaannya. Dengan menggunakan prinsip ketiga dan keempat, yaitu peran yang tepat tidak kaku, tetapi fleksibel dan peran yang tepat membutuhkan pengorbanan. Konselor membantu konseli untuk mengorbankan egonya untuk bisa mengampuni dan menerima kesalahan suaminya. Dan konselor menolong konseli mengubah cara pandang konseli terhadap masalah yang Hasil dari pertemuan ketiga ini, diantaranya: konseli mau mengampuni kesalahan suaminya, konseli menerima suaminya. , konseli sadar bahwa pengampunan dan penerimaan adalah awal dari kebahagiaan dalm rumah tangganya. Kesimpulan dari pertemuan ketiga adalah mendengarkan isi hati konseli maka perasaannya, sehingga proses konseling menjadi lebih terbuka sehingga konseli dapat lebih cepat mengampuni dan menerima apa yang terjadi dalam hidupnya dan dapat mengubah sudut pandangnya terhadap masalah yang dihadapinya. Pertemuan mengevaluasi seluruh penerapan prinsipprinsip dalam konseling lalu melihat perkembangan konseli saat ini, serta melihat hasil-hasil dari penerapan prinsip dalam proses konseling sebelumnya. Pertemuan kelima, konselormenutup menyampaikan kesimpulan akhir dari seluruh proses konseling yang sudah Hasil yang terlihat dari penerapan prinsip-prinsip Adam Lon seperti berikut: pertama, konseli A mengalami perubahan yaitu konselimampu masalahnya, konseli mau mengampuni suaminya, konseli mau belajar memahami suaminya, konseli mau semakin bertumbuh di dalam Tuhan. Kedua, konseli yakin perubahan-perubahan tersebut, maka konseli dapat melakukan peran dalam keluarga secara fleksibel dan tidak melupakan perannya sebagai ibuserta dengan sukacita tetap melakukanperan yang tepat sebagai ibu yang senantiasa merawat dan memelihara anak- anaknya. Hasil penelitian ini juga dapat Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 151 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen dilihat dari hasil pre-test dan post-test, yaitu diantaranya: adanya perubahan yang baik daridiri konseli A. Dari tiga puluh pertanyaan yang diberikan, lima belas diantaranya telah dijawab membaik dari pre-test. Berikut uraian mengenai perubahan dalam diri konseli A setelah konseling Kristen dilakukan: Pertama, dari segi peran konseli A sebagai Awalnya konseli A mengaku kekurangan waktu dalam hal mengasuh, merawat dan menemani anak bermain, konseli A juga selalu merasa sedih ketika berangkat kerja dan meninggalkan anak dirumah. Setelah pertemuan konseling dilakukan, konseli A mengalami perubahan yang baik, yaitu sudah memiliki waktu dalam mengasuh, merawat dan menemani anak bermain di hari libur dan sehabis pulang dari tempat kerjanya, sehingga sekarang konseli A jarang merasakan sedih ketika berangkat kerja. Kedua, dari segi peran konseli A sebagai Awalnya konseli A mengaku bahwa kadang kala konseli A mengalami perbedaan pendapat dengan suami, konseli A juga terkadangmenyesal dengan keputusan yang sudah dibuatnya, bukan hanya itu, konseli A juga selalu merasa kecewa dengan keadaan suami yang tidakbekerja, kadang kala, konseli A merasa terbebani dengan pekerjaannya, konseli A juga mengaku bahwa konseli belum menjadi penasihat yang bijak dalam keluarga, dan konseli A mengakubahwa konseli jarang mengikuti saran dan pendapat dari Setelah pertemuan konseling dilakukan, konseli A mengalami perubahan yang baik, yaitu konseli A mengaku bahwa dirinya yang sekarang sudah jarang memiliki perbedaan pendapat dengan suami, jarang merasa menyesal dengan keputusan yang dibuat, konseli A merasa bahwa dirinya sudah jarang merasa kecewa dengan keadaan suaminya yang tidak bekerja, konseli A sudah bisa menerima pekerjaannya, konseli A sudah bisamenjadi penasihat yang bijak dan sudah mau mengikuti saran atau pendapat dari Perubahan ini dapat dilihat dari hasil post-testyang diberikan kepada konseli A setelah konseling dilakukan. Hasil Konseli B Setelah mempelajari kasus konseli B, baik melalui wawancara pada tanggal 8 Agustus dan 18 Oktober 2022 di kantor IPPA LG IO0777 Implementer, selanjutnya konselor mengklasifikasikan penanganan menjadi tiga . macam yaitu sesuai dengan aspek-aspek masalah dalam diri konseli. Hal ini dilakukan supaya dapat ditangani secara menyeluruh setiap kasus sesuai dengan aspek-aspek masalah dalam diri konseli, yaitu aspek psikologis, aspek spiritual, dan aspek sosial. Pertemuan mendapatkan informasi tentang aspek psikologis, konseli merasa kecewa dengan suaminya, konseli merasa bersalah karena meninggalkan anak dirumah, konseli mengalami gangguan dengan emosi, dan motivasi, konseli mudah merasa stress karena sibuk bekerja dan tidak memiliki waktu untuk merawat anak. Konselor mengajak konseli untuk berdoa meminta pertolongan Tuhan selama sesi konseling berlangsung. Konselor memastikan bahwa konseli merasa aman dan nyaman untuk mengikuti sesi Dalam pertemuan ini, konselor membangun kepercayaan konseli dengan menjelaskan proses konseling yang akan Konselor juga menolongkonseli untuk menentukan waktu pertemuan konseling kedepannya. Kesimpulan dari pertemuan pertama adalah, untuk menangani seorang yang pengenalan khusus dimana konselor memahami kondisi rumah tangganya, menciptakan perasaan aman dan nyaman supaya konseli mau lebih terbuka terhadap Pertemuan kedua yaitu, aspek spiritual, sama seperti sesi konseling yang pertama sesi konseling kedua ini pun pertolongan Tuhan. Untuk menangani masalah-masalah spiritual konseli seperti: latar belakang konseli dulu beragama kristen, namun masuk islam mengikuti kepercayaan suaminya, konseli yang jarang merasa bersyukur dengan kondisi rumahtangganya, konseli jarang memiliki Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 152 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen persekutuan dengan Tuhan baik secara pribadi maupun persekutuan dengan keluarga. Dengan menggunakan prinsip pertama dan kedua, yaitu peran yang tepat membuat suamidan istri semakin dekat, bukan menjauhkan dan istri kelemahan dalam membagi peran. Konselor memberikan pengertian kepada konseli bahwa dengan konseli memahami peran yang tepat dalam keluarga dan dengan memahami serta menerima kelemahan suami dalam menjalani peran yang tepat, maka konseli dapat menciptakan hubungan konseli dengan suami yang semakin dekat dalam segala hal terutama dalam hal rohani. Konselor mengajak konseli berdoa untuk mengakui penyertaan Allah di dalam hidup konseli selama ini. Dari pertemuan kedua ini, ditemukan beberapa hasil, diantaranya: pertama, konseli bersedia menuliskan pandangannya mengenai peran suami dalam keluarga, diantaranya yaitu: harus batanggung jawab dangan keluarga,menjadi imam yang baik dan perilaku yang baik, mencari nafkah bagi keluarga, membantu mendidik anak, menjadi panutan bagi keluarganya. Dan peran istri dalam keluarga, diantaranya yaitu: menjadi ibu rumah tangga, mendidik anak, memberikan contoh perilaku yang baik bagi anak-anak, membantu mencarinafkah, menghormati suami. Kedua, konseli bersedia mengidentifikasi peran menurut pandangannya. Dari 5 peransuami yang ditulis konseli, ada 4 peran yang mendekatkan, diantaranya: harus batanggung jawab dangan keluarga, menjadi imam yang baik dan perilaku yang baik, membantu mendidik anak, menjadi panutan bagi keluarganya. Dan ada 1 peran yang menjauhkan, diantaranya: mencari nafkah bagi keluarga. Kemudian dari 5 peran istri yang ditulis konseli, ada 3 peran yang mendekatkan, diantarnya. memberikan contoh perilaku yang baik bagi anak-anak, membantu mencari nafkah, menghormati suami. Dan ada 2 peran yang menjauhkan, diantaranya: menjadi ibu rumah tangga, dan mendidik anak. Ketiga, konseli dapat memahami 10 peran yang tepat dalam keluarga menurut Larry Christenson, yaitu diantaranya: pertama, suami sebagai pemimpin dan kepala keluarga. Kedua, suami sebagai pemberi nafkah dalam keluarga. Ketiga, suami sebagai pelindung dan pemelihara keluarganya. Keempat, suami sebagai pemenuh kebutuhan biologis istri. Kelima, suami sebagai pemimpin keluarga dalam mencapai pertumbuhan rohani keluarganya. Keenam, istri sebagai penolong dan pendamping suami dalam mengelola keluarga. Ketujuh, istri sebagai pendidik utama dalam keluarga. Kedelapan, istri sebagai ibu yang mengasuh dan memelihara anak-anaknya. Kesembilan, istri sebagai penasehat yang bijaksana dan pendorong/pendukung suami. Kesepuluh, istri sebagai pengatur urusan/pekerjaan dalam rumahtangga. Keempat, kelemahan konseli dan suami dari setiap peran tepat yang sudah dan belum Kesimpulan dari pertemuan kedua ini ialah sesi konseling berfokus kepada pemahaman akan peran tepat yang mendekatkan bukan menjauhkan dan pertimbangan antara kekuatan dan kelemahan suami istri dalam membagi peran yang tepat, guna mendukung penguatan dalam aspek spiritual konseli dengan suami, dengan menolong aspek ini maka diharapkan konseli dapat mengalami kemajuan yang baik pada aspek lainnya. Pertemuan ketiga yaitu aspek sosial, masalah konseli yang terkait dengan aspek sosial adalah sesi konseling berfokus kepada pengampunan dan penerimaan konseli bahwa suami konseli juga mahkluk hidup yang tak terlepas dari kesalahan, konseli tidak perlu kesal atau kecewa kepada suaminya karena suaminya pasti mengasihi konseli dan butuh di beri semangat dalam melakukan pekerjaannya. Dengan menggunakan prinsip ketiga dan keempat, yaitu peran yang tepat tidak kaku, tetapi fleksibel dan peran yang tepat membutuhkan pengorbanan. Konselor membantu konseli untuk mengorbankan egonya untuk bisa mengampuni dan menerima kesalahan suaminya. Dan konselor menolong konseli mengubah cara pandang konseli terhadap masalah yang Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 153 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Hasil dari pertemuan ketiga ini, diantaranya: konseli mau mengampuni kesalahan suaminya, konseli mau menerima suaminya, konseli sadar bahwa pengampunan dan penerimaan adalah awal dari kebahagiaan dalm rumah tangganya. Kesimpulan dari pertemuan ketiga adalah mendengarkan isi hati konseli maka konseli akan terbuka mengenai perasaannya, sehingga proses konseling menjadi lebih terbuka sehingga konseli dapat lebih cepat mengampuni dan menerima apa yang terjadi dalam hidupnya dan dapat mengubah sudut pandangnya terhadap masalah yang Pertemuan mengevaluasi seluruh penerapan prinsip-prinsip dalam konseling lalu melihat perkembangan konseli saat ini, serta melihat hasil-hasil dari penerapan prinsip dalam proses konseling Pertemuan kelima, konselor menutup seluruh pertemuan konseling dan menyampaikan kesimpulan akhir dari seluruh proses konseling yang sudah dilakukan. Hasil yang terlihat dari penerapan prinsipprinsip Adam Lon seperti berikut: pertama, konseli A mengalami perubahan yaitu konseli mampu mengubah pandangannya terhadap masalahnya, konseli mau mengampuni suaminya, konseli mau belajar memahamisuaminya, konseli mau semakin bertumbuh didalam Tuhan. Kedua, konseli yakin bahwa dengan perubahan-perubahan tersebut, maka konseli dapat melakukan peran dalam keluarga secara fleksibel dan tidak melupakan perannya sebagai ibu serta dengan sukacita tetap melakukan peran yang tepat sebagai ibu yang senantiasa merawat dan memelihara anak-anaknya. Dari hasil pre-test dan post-test dapat dilihat adanya perubahan yang baik dari diri konseli B. Dari tiga puluh pertanyaan yang diberikan, enam diantaranya telah dijawab membaik dari pre-test. Berikut uraian mengenai perubahan dalam diri konseli B setelah konseling Kristen dilakukan: Pertama, dari segi peran konseli B sebagai Awalnya konseli B mengaku jarang mengasuh dan merawat anak. Setelah pertemuan konseling, konseli B mengalami perubahan yang baik, yaitu sudah mulai menyisihkan waktu untuk mengasuh dan merawat anak sehabis pulang kerja atau dihari libur. Kedua, dari segi peran konseli B sebagai istri. Awalnya konseli B mengaku jarang mengajak suami diskusi untuk menyelesaikan masalah dalam keluarga, terkadang konseli B menyesal dengan keputusan yang sudah dibuatnya, konseli B juga selalu merasa kecewa dengan keadaan suami yang tidak bekerja, dan konseli B mengaku bahwa konseli belum menjadi penasihat yang bijak dalam keluarga. Setelah pertemuan konseling dilakukan, konseli B mengalami perubahan yang baik, yaitu konseli B mengaku bahwa dirinya sudah mau mengajak suami diskusi untuk menyelesaikan masalah dalam keluarga, konseli B juga sudah bisa menerima keputusan yang dibuatnya, konseli B merasa bahwa rasa kecewa dengan keadaan suaminya yang tidak bekerja sudah perlahan menghilang dan konseli B sudah bisa menjadi penasihat yang bijak. Perubahan ini dapat dilihat dari hasil posttest yang diberikan kepada konseli Bsetelah proses konseling dilakukan. Penutup Setelah melakukan pembahasan baik secara literatur sebagaimana yang terdapat dalam pembahasan sebelumnya, maupun secara penelitian yang dilakukan, maka berikut ini akan dijelaskan mengenai hasilhasil temuan dalam penelitian yang dimaksudkan untuk menjawab rumusan Peneliti juga memberikan beberapa saran yang ditujukan kepada pembaca dan kepada pengurus di PPA LG IO-0777. Pertama, berkaitan dengan konseling Kristen terhadap istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga. Penelitian berdasarkan literatur mengenai konseling Kristen terhadap istri yang mengalami menunjukkan bahwa prinsip- Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 154 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen prinsip yang diambil berdasarkan buku Menjadi Istri Yang Cakap yang ditulis oleh Adam Lon ialah peran yang tepat membuat suami dan istri semakin dekat bukan menjauhkan, istri mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan membagi peran yang tepat, peran yang tepat tidak kaku tetapi fleksibel, dan yang terakhir peran yang tepat membutuhkan pengorbanan. Keempat prinsip tersebut saling berkaitan dan saling Prinsip menurut Adam Lonini bisa digunakan juga oleh konseli yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga melalui penerapan prinsip-prinsip tersebut. Keempat prinsip tersebut saling berkaitan dan saling melengkapi untuk menolong istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga. Setiap peran dalam keluarga yang tidak dijalankan dengan tepat akan menimbulkan respon negatif dari salah satu pihak yang dirugikan salah satu respons negatif yang dialami konseli adalah stress. Seseorang yang mengalami stress sebenarnya memiliki pilihanpilihan atas reaksi/respons terhadap situasi yang Karena itu, keempat prinsip ini dapat menolong konseli untuk bisa menghadapi dan merubah respons terhadap situasi yang terjadi. Kedua, berkaitan dengan istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga dinyatakan melalui hasil konseling. Penyebabpenyebabnya ialah suami yang tidak menjalankan perannya dengan tepat, istri yangmenjalankan peran ganda dalam rumah tangga, dan minimnya informasi tentang peran yang tepat dalam Ketiga, prinsip-prinsip dalam buku Adam Lon seperti: peran yang tepat membuat suamidan istri semakin dekat bukan menjauhkan, istri mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan membagi peran yang tepat, peran yang tepat tidak kaku tetapi fleksibel, dan yang terakhir, peran berpengaruh positif untuk menolong istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga melalui proses konseling bersama peneliti. Melalui konseling pribadi, peneliti menolong konseli yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga sehingga konseli menyadari bahwa bukan masalahnya yang menjadi masalah tetapi bagaimana seseorang merespon setiap masalah yang terjadi dalam hidup ini. Adapun penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu Konseling Kristen terhadap istri sebagai variabel X dan disfungsi peran dalam keluarga sebagai variabel Y. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bukti bahwa terdapat pengaruhpositif antara Konseling Kristen terhadap istri (X) yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga (Y). Dari hasil konseling yang sudah dilakukan oleh peneliti, prinsip-prinsip Adam Lon berpengaruh positif untuk menolong istri yang mengalami disfungsi peran dalamkeluarga. Jadi hipotesis dalam skripsi ini, . iduga prinsip-prinsip Adam Lon berdampak positif untuk menolong istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarg. , terbukti oleh penelitian. Dalam hal ini, berdasarkan pada hasil konseling yang dilakukan bersama-sama dengan kedua konseli. Pada konseli A perubahanperubahan tersebut yaitu konseli mampu masalahnya, konseli mau mengampuni suaminya, konseli mau belajar memahami suaminya, konseli mau semakin bertumbuh di dalam Tuhan. Pada konseli B perubahanperubahan tersebut adalah konseli mulai menerima dirinya sendiri, konseli mau belajar memahami bahwa suaminya adalah manusia biasa yang bisa saja melakukan kesalahan, konseli menyadari bahwa Tuhan punya rencana yang indah dalam setiap hal di hidupnya, konseli sudah mengubah respons negatifnya menjadi respons positif, dan konseli mau bertumbuh di dalam Tuhan. Berdasarkan kesimpulan yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, maka peneliti akan memberikan beberapa saran yang membangun baik bagi konselor Kristen maupun pengurus di PPA LG IO0777, bagi para istri yang ada di PPA LG IO-0777, bagi konseli khususnya istri yang mengalami disfungsi peran dalamkeluarga, serta para peneliti yang akan melanjutkan penelitian lanjutan. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 155 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Pertama, bagi para pengurus di PPA LG IO-0777 yang melayani anak-anak sekaligus ibuibu yang ada di PPA yaitu hendaknya landasan Alkitab selalu dipegang dan pergunakan sebagai acuan dalam memberikan pertolongan kepada Perlu diketahui bahwa permasalahan yang terjadi di dalam kehidupan konseli tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, ekonomi, dan Pengurus perlu menyadari bahwa aspek rohani adalah hal yang penting. Pengurus perlu melakukan kegiatan-kegiatan rohani secara berkelanjutan supaya remaja bertumbuh di dalam lingkungan yang positif. Kedua, bagi para istri yang ada di PPA LG IO-0777 yaitu teruslah semangat dalammenjalani peran yang tepat dalam keluarga. Teruslah bertumbuh di dalam pengenalan yang baik akan Yesus karena dari hal tersebut akan didapati kesadaran akan respons yang tepat dan poisitif dari kesulitan-kesulitan dalam masalahmengenai disfungsi peran yang akan dihadapi di masa sekarang dan masa yang akan datang, semua demi kemuliaan nama Tuhan. Ketiga, para pembaca, terutama yang menghadapi disfungsi dalam keluarga teruslah semangat, carilah orang-orang di sekitar yang bisa membantu anda dan gunakanlah prinsip- prinsip Adam Lon sebagai panduan dalam menghadapi disfungsi peran dalam keluarga. Keempat, para pembaca, terutama yang terbeban untuk pelayanan kepada istri yang mengalami disfungsi peran, peran serta saudara sungguh diperlukan untuk membentuk para istri supaya memiliki memahami peran yang tepat dalam keluarga, pembaca dapat memberikan apresiasi untuk setiap pencapaian para istri, dan apabila istri melakukan suatu mengenai peran yang tepat diharapkan pembaca mampu memberikan nasihat yang baik serta terus menerus memberikan dukungan yang benar bagi para istri. Kelima, bagi para peneliti yang akan melanjutkan penelitian lanjutan. Pemakaian prinsip yang benar sangat diperlukan untuk menolong konseli. Sebaik apapun tujuan dari penelitian yang akan dilakukan jika tidak disertai proses pemakaian prinsip yang benar tidak akan berpengaruh positif bagi konseli. Kemudian mampu mendalami secara betul prinsip-prinsip tersebut supaya pertolongan terhadap konselidapat dilakukan secara maksimal. Daftar pustaka Agus Suryo Jarot Yudhono. AuPelayanan Konseling Kristen Kepada Pasangan Suami Isteri Dalam Menyelesaikan Konflik KeluargaAy. Jurnal: Missio Ecclesiae 8. Oktober 2019, 117-118. Anthony Yeo. AuKonseling: suatu pendekatan pemecahan masalahAy. Jakarta: Libri, 2017, 135136. Adam Lon. Menjadi Istri yang Cakap. Yogyakarta: CV. Andi, 2008. Collins. AuKonseling Kristen yang EfektifAy. Malang: Literatur Saat, 2010, 12. Dr. Garry Collins. AuKonseling Kristen yang EfektifAy. Malang: Literatur SAAT, 2017, 74-87. Dr. Ridwan. Ahyadin. AuRagam Disfungsi Dalam Keluarga Di Kota BimaAy. Jurnal: Research Gateolume 4. September 2020, 219. Dapat KELUARGA_DI_KOTA_BIMA. diakses pada tanggal 26 Mei 2023. Eddy dan Susie Wiriadinata. AuSuami Istri IdamanAy. Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 2000, 51. Fitriyani Fitriyani. Nunung Nurwati. Sahadi Humaedi. AuPeran Ibu Yang Bekerja Dalam Pemenuhan Kebutuhan Dasar AnakAy. Jurnal:UNPAD 3. , 2016, 27. Garry Collins. AuThe Biblical Basis of Christian Counseling for People HelpersAy. Colorado,USA: Navpress Publishing Group, 1993, 20. Hartono dan Boy Soedarmadji. AuPsikologi KonselingAy. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012, https://hikmatpembaharuan. com/2008/12/11/kesejahteraan022-penyebab- disfungsi/. Diakses pada tanggal 24November 2022 Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 156 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen John Creswell. Qualitative. Inquir, & Research Design, 111 dan 153. Larry Christenson. AuKeluarga KristenAy. Semarang:Yayasan Persekutuan Betania, 1994, 123-145. Saria Pitayati. Implementer IPIA LG IO-0777. Auwawancara langsung penulis dengan Implementer IPIA LG IO-0777Ay. Yogyakarta: Kantor PPA LG IO-0777, 8 Agustus 2022. Prof. Dr. Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualititatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2018, 125. Prof. Dr. Sugiyono. Metode penelitian pendidikan: pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabet, 2018, 226. Winarno Surakhmad. AuPenelitian Ilmiah: Dasar Penelitian IlmiahAy. Bandung: Tarsito, 1982, 131. ********************* Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 157