Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Online: https://jurnal. id/index. php/ibnunafis Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis ISSN 2252-6870 (Prin. | ISSN 2613-9359 (Onlin. Artikel Pengabdian Masyarakat STRATEGI EDUKASI KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN PRILAKU HIDUP BERSIH SEHAT DAN PENGENDALIAN KOLESTEROL DI DESA BESAR II TERJUN HEALTH EDUCATION STRATEGIES FOR IMPROVING CLEAN AND HEALTHY LIVING BEHAVIOR AND CHOLESTEROL CONTROL IN BESAR II TERJUN VILLAGE Ira Cinta Lestaria. Tezar Samekto Darungana. Sinta Veronicaa. Saadatur Rizqillah Pasaribua. Muhammad Agung Nugrohoa Fakultas Kedokteran. Universitas Islam Sumatera Utara. Jl. STM No. Medan, 20219. Indonesia Histori Artikel Diterima: 9 Januari 2025 Revisi: 15 Juni 2025 Terbit: 25 Juni 2025 Kata Kunci Edukasi Kesehatan. PHBS. Kolesterol. Kader Posyandu. KKN. Partisipatif ABSTRAK Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara dilaksanakan di Desa Besar II Terjun. Kecamatan Pantai Cermin. Kabupaten Serdang Bedagai, dengan tujuan mengidentifikasi permasalahan kesehatan masyarakat dan memberikan solusi melalui strategi edukasi yang kontekstual dan Berdasarkan observasi awal, ditemukan masalah utama berupa tingginya prevalensi hipertensi . %), hiperkolesterolemia . %), serta rendahnya pemahaman masyarakat terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Intervensi yang dilakukan mencakup pemeriksaan kesehatan, penyuluhan mengenai bahaya kolesterol, dan edukasi PHBS bagi siswa sekolah dasar. Strategi edukasi dirancang dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan kader Posyandu sebagai fasilitator lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait pentingnya pola makan sehat serta perilaku hidup bersih dalam pencegahan penyakit tidak menular. Program ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, kader, masyarakat, dan pemerintah desa dalam menciptakan perubahan perilaku kesehatan yang berkelanjutan. Keywords ABSTRACT Health Education. PHBS. Cholesterol. Posyandu Cadre. KKN. Participatory The Community-Based Service Program by the Faculty of Medicine. Universitas Islam Sumatera Utara, was conducted in Besar II Terjun Village. Pantai Cermin Subdistrict. Serdang Bedagai Regency. The program aimed to identify public health problems and provide solutions through contextual and participatory health education strategies. Initial observations revealed key issues including a high prevalence of hypertension . %), hypercholesterolemia . %), and low public awareness of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). Interventions carried out included health screenings, education on the dangers of cholesterol, and PHBS education for elementary school The educational strategies were designed using a participatory approach by involving Posyandu cadres as local facilitators. The results showed increased knowledge and awareness among the community regarding the importance of a healthy diet and hygienic practices in preventing non-communicable diseases. This program also highlighted the importance of collaboration among students, health cadres, the community, and village authorities in creating sustainable behavioral changes in public health. *Korespondensi Email: @fk. DOI: http://doi. org/10. 30743/jkin. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License . ttp://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. Ira Cinta Lestari Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Online: https://jurnal. id/index. php/ibnunafis Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis ISSN 2252-6870 (Prin. | ISSN 2613-9359 (Onlin. serta makanan tinggi garam. Kebiasaan ini PENDAHULUAN Desa Besar II Terjun adalah salah satu diperkuat oleh faktor budaya masyarakat Melayu dari 12 desa di Kecamatan Pantai Cermin, pesisir dan minimnya edukasi tentang gizi Kabupaten Serdang Bedagai. Secara historis. Selain itu, aktivitas fisik masyarakat desa ini dibuka pada tahun 1941 pada masa tergolong rendah, terutama pada ibu rumah penjajahan Belanda. Awalnya. Desa Besar II tangga dan lansia. Kondisi ini diperparah oleh Terjun rendahnya tingkat pendidikan dan keterbatasan wilayahnya sangat luas, yaitu Kampung Besar I akses terhadap layanan kesehatan primer. dan Kampung Besar II. Kampung Besar I Berdasarkan latar belakang tersebut, tim memiliki sebuah air terjun yang terletak di Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas perbatasan Dusun VII dengan Desa Lubuk Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Cemara. Kecamatan Perbaungan. Pada sekitar (FK UISU) memutuskan untuk melakukan tahun 1948, ketika Pemerintahan Desa dibentuk, pemeriksaan kesehatan secara Kampung Besar I dan Kampung Besar II sebagai langkah awal identifikasi masalah. digabung menjadi satu desa. Karena kantor Pemeriksaan ini mencakup pengukuran tekanan Pemerintahan Desa terletak di Kampung Besar darah, kadar kolesterol, gula darah, dan asam II, para sesepuh kampung sepakat menamakan Tujuannya adalah untuk mendapatkan data desa ini sebagai Desa Besar II Terjun. Jarak objektif tentang status kesehatan masyarakat dan tempuh dari desa ke ibu kota kecamatan sekitar 8 km, ke ibu kota kabupaten sekitar 34 km, dan intervensi selanjutnya. perencanaan edukasi ke ibu kota provinsi sekitar 65 km. Mata Strategi edukasi kesehatan yang dirancang pencaharian utama masyarakat di desa ini adalah dalam program ini menyesuaikan dengan sebagai petani, buruh tani, dan buruh/swasta, dengan mayoritas masyarakat beragama Islam. karakteristik masyarakat Desa Besar II Terjun. Permasalahan kesehatan di Desa Besar II Edukasi difokuskan pada dua pendekatan utama. Terjun pesisir yang memiliki gaya hidup dan pola komunitas, yang melibatkan kader Posyandu konsumsi yang spesifik. Berdasarkan observasi sebagai fasilitator dan penyambung informasi awal dan hasil wawancara informal dengan kepada masyarakat umum. edukasi Posyandu, interaktif untuk siswa sekolah dasar, yang dikemas melalui penyuluhan langsung dan kebiasaan konsumsi makanan tinggi lemak dan praktik hidup bersih sehat seperti cuci tangan kolesterol seperti masakan bersantan, seafood, dengan sabun. Strategi ini dipilih karena Ira Cinta Lestari Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 masyarakat desa cenderung lebih reseptif program pemeriksaan kesehatan dan strategi terhadap pendekatan visual, praktik langsung, edukasi yang tepat sasaran. Program-program dan peran tokoh lokal dalam menyampaikan yang dilakukan mahasiswa selama KKN dapat Tujuan program ini adalah untuk dilihat pada Tabel 1. menciptakan perubahan perilaku kesehatan yang berkelanjutan melalui edukasi yang relevan. Tabel 1. Program Kerja KKN Tematik di Desa Besar II Terjun aplikatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat Seluruh Nama Program Posyandu Lansia dilaksanakan oleh mahasiswa peserta KKN Tematik UISU implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat . ommunity-based learnin. Mahasiswa berperan aktif tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai fasilitator edukasi dan agen perubahan perilaku kesehatan METODE PELAKSANAAN Kegiatan KKN Tematik Desa Besar Tenda Sehat 17 Agustus Pemeriksaa n kesehatan Balai Desa Door (Pengisian FK UISU Terjun. Kecamatan Pantai Cermin. Kabupaten Serdang Bedagai, dilaksanakan selama empat belas hari, mulai dari 14 Agustus hingga 26 Agustus 2023. Sebelum pelaksanaan program KKN Tematik, tim mahasiswa melakukan observasi awal selama dua hari untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan utama di Desa Besar II Terjun. Observasi ini mencakup kunjungan ke Posyandu, wawancara informal dengan kader pengamatan terhadap lingkungan dan kebiasaan Dari observasi tersebut, diperoleh hipertensi dan kolesterol, kebiasaan makan yang kurang sehat, serta rendahnya praktik PHBS. Temuan ini menjadi dasar dalam merancang Ira Cinta Lestari Tujuan Program Meningkatka n jangkauan lansia di yang sesuai Mengetahui Lansia di Desa Besar II Terjun darah, kadar gula darah, kolesterol dan kadar asam Melakukan darah, kadar kolesterol dan kadar gula Dusun 2 Desa Besar II Terjun Melakukan fisik . erat badan, tinggi badan, lingkar perut dan . ekanan darah, kadar kadar gula darah, kadar asam urat, oksige. serta sesuai hasil Mengetahui keluhan dan kesehatan dan Dokumentasi Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Observasi PHBS dan status gizi Sekolah Dasar Negeri KP. Besar II Terjun Penyuluhan PHBS pada Siswa Sekolah Dasar Negeri KP. Besar II Terjun Penyuluhan bahaya dan dan kader Posyandu Desa Besar II terjun keluarga sehat Mengetahui status gizi dan berat badan dan menilai siswa Sekolah Dasar Negeri KP. Besar II Terjun Menciptakan yang bersih dan sehat, proses belajar mengajar dan para siswa, guru hingga Meningkatka n pemahaman penyebab dan kadar kolesterol tinggi . Mayoritas peserta berasal dari kalangan usia Selain itu, wawancara langsung dan pengisian kuisioner indikator keluarga sehat door-to-door menunjukkan bahwa sebanyak 52,9% responden memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga. Observasi lanjutan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan pada kegiatan Posyandu Holistik Desa Besar II Terjun, yang melibatkan 45 penduduk. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, kadar kolesterol, dan kadar asam urat, sebagai upaya identifikasi dini terhadap faktor risiko penyakit tidak menular. ANALISIS SITUASI Observasi mengikuti kegiatan Posyandu Lansia yang dihadiri oleh 20 peserta. Dari jumlah tersebut, ditemukan bahwa 10 orang . %) lansia menderita hipertensi, 1 orang mengalami hiperkolesterolemia, 1 orang menderita diabetes melitus, dan 3 orang menunjukkan gejala Gambar 1. Hasil pemeriksaan tekanan darah. Terdapat 27 orang . %) peserta mengalami Namun demikian, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan dalam kegiatan ini belum mencakup seluruh parameter secara Observasi selanjutnya dilakukan pada kegiatan AuTenda SehatAy yang diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus 2023 di lokasi perayaan Hari Kemerdekaan. Dari 22 peserta yang mengikuti pemeriksaan, ditemukan bahwa 13 Gambar 2. Hasil pemeriksaan kadar gula darah. Terdapat 8 orang . %) peserta mengalami diabetes orang mengalami hipertensi, 7 orang memiliki Ira Cinta Lestari Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 perempuan usia produktif. Berdasarkan survei yang dilakukan selama kegiatan KKN, pola makan masyarakat menjadi faktor risiko utama, dengan tingginya konsumsi makanan bersantan dan seafood yang kaya kolesterol. Kondisi ini diperburuk oleh letak geografis desa yang berada di wilayah pesisir, di mana bahan makanan laut Gambar 3. Hasil pemeriksaan kadar kolesterol. Terdapat 17 orang . %) peserta mengalami sangat mudah diakses dan dikonsumsi secara Selain itu, kebiasaan memasak masyarakat yang mayoritas bersuku Melayu cenderung menggunakan santan dan garam dalam jumlah besar, yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko hipertensi dan dislipidemia. Permasalahan lain yang teridentifikasi melalui wawancara dan pengisian kuisioner keluarga sehat secara door-to-door antara lain: kondisi sosial ekonomi masyarakat yang Gambar 4. Hasil pemeriksaan kadar asam urat. Terdapat 13 orang . %) peserta mengalami umumnya menengah ke bawah, . rendahnya tingkat pendidikan, . banyaknya warga yang belum memiliki kartu Jaminan Kesehatan Berdasarkan hasil pemeriksaan tekanan darah yang ditampilkan pada Gambar 1, sebanyak 27 orang . %) peserta mengalami Pemeriksaan kadar gula darah (Gambar . menunjukkan bahwa 8 orang . %) mengalami hiperglikemia atau diabetes melitus. Nasional (JKN), . keterbatasan akses terhadap fasilitas sanitasi layak di rumah seperti toilet higienis dan air bersih, serta . rendahnya kesadaran sebagian ibu terhadap pentingnya imunisasi anak akibat beredarnya isu negatif terkait efek samping vaksin. Selain itu, observasi lingkungan dan Pada Gambar 3, tercatat 17 orang . %) mengalami hiperkolesterolemia, sedangkan hasil pemeriksaan kadar asam urat (Gambar . menunjukkan bahwa 13 orang . %) mengalami Mayoritas peserta pemeriksaan Sekolah Dasar Negeri 106192 Kampung Besar II Terjun. Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, serta kebersihan kuku pada siswa kelas II dan IV. Hasil pengukuran Indeks kesehatan ini adalah ibu-ibu usia produktif. Data pemeriksaan status gizi juga dilakukan di hipertensi dan hiperkolesterolemia merupakan dua masalah kesehatan utama di Desa Besar II Terjun, terutama pada kelompok lansia dan Massa Tubuh (IMT), sebagaimana ditunjukkan Gambar sebagian besar siswa memiliki status gizi kurang (IMT < 18,. , dengan kategori normal berada Ira Cinta Lestari 18,5Ae25. Temuan Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 mengindikasikan adanya masalah gizi kronis Sosialisasi mengenai bahaya kolesterol yang perlu ditindaklanjuti melalui pendekatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan edukatif dan intervensi gizi yang berkelanjutan. masyarakat terkait risiko kadar kolesterol tinggi dan cara menjaga kadar kolesterol tetap normal melalui pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk seminar interaktif yang menargetkan Kader PKK, yang juga berperan sebagai Kader Posyandu di tingkat Diharapkan kader-kader ini dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarluaskan Gambar 5. Hasil pemeriksaan status gizi berdasarkan IMT pada siswa SD. Terdapat 20 orang siswa dari kelas II SD yang memiliki status gizi kurang. Masalah ditemukan pada anak-anak di Desa Besar II Terjun adalah rendahnya kebersihan diri. Salah satu produk luaran dari kegiatan ini adalah poster edukatif mengenai bahaya kolesterol, yang didesain untuk dapat dipasang di fasilitas umum dan Posyandu, sebagaimana ditampilkan pada Gambar 6. Berdasarkan hasil survei, hal ini terutama mengenai PHBS. Ditemukan bahwa banyak anak-anak bermain tanpa menggunakan alas kaki, serta memiliki kuku yang panjang dan kotor saat dilakukan pemeriksaan. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan edukasi kesehatan sejak usia dini, khususnya dalam hal kebersihan pribadi dan lingkungan. Berdasarkan hasil observasi dan analisis situasi, prioritas utama permasalahan kesehatan KKN Tematik ini mencakup dua aspek, yaitu rendahnya penerapan PHBS dan tingginya angka Untuk mengatasi hal tersebut, dirancang program edukasi kesehatan yang difokuskan pada dua kegiatan utama: . Gambar 6. Dokumentasi kegiatan sosialisasi tentang bahaya kolesterol dan poster tentang bahaya kolesterol. peningkatan pemahaman tentang PHBS. Ira Cinta Lestari Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Sosialisasi pengetahuan anak-anak tentang PHBS dilakukan Temuan utama mencakup melalui metode penyuluhan interaktif yang tingginya prevalensi hipertensi . %) dan disertai dengan praktik langsung Cuci Tangan hiperkolesterolemia . %), terutama pada lansia Pakai Sabun (CTPS). Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan dan pemicunya meliputi pola makan tidak sehat, sesuai dengan usia siswa sekolah dasar, sehingga gaya hidup sedentari, serta kondisi sosial memudahkan pemahaman dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Berdasarkan literatur, partisipasi aktif. Selain itu, poster edukatif konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan mengenai PHBS dipasang di setiap kelas sebagai rendah serat seperti makanan bersantan dan pengingat visual yang berkelanjutan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk pentingnya kebersihan diri sebagai upaya Faktor peningkatan kadar kolesterol. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik memperburuk risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular. perlindungan dari penyakit menular, mendukung Dari sisi perilaku, rendahnya pemahaman status gizi yang optimal, serta mencegah masyarakat terhadap PHBS turut memperburuk penyakit tidak menular atau degeneratif yang kondisi kesehatan, terutama pada anak-anak. berkaitan dengan pola makan dan kebersihan Menurut teori Health Belief Model (HBM), lingkungan yang kurang baik. perilaku kesehatan sangat dipengaruhi oleh persepsi individu terhadap risiko, manfaat, dan hambatan tindakan. 5 Edukasi PHBS yang dikemas dalam bentuk penyuluhan dan praktik persepsi tersebut, sehingga mendorong motivasi individu dalam menerapkan kebiasaan sehat. Efektivitas strategi edukasi dalam meningkatkan PHBS tercermin dari antusiasme peserta, terutama anak-anak dan ibu rumah tangga, dalam mengikuti praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS) serta meningkatnya pemahaman yang ditunjukkan melalui tanya jawab dan diskusi. Wawancara Gambar 7. Dokumentasi kegiatan sosialisasi tentang PHBS dan poster tentang PHBS DISKUSI sebagian warga mulai menerapkan kebiasaan baru, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan rumah. Hasil kegiatan KKN di Desa Besar II Terjun mengungkapkan berbagai permasalahan Dukungan elemen penting dalam keberhasilan program. Ira Cinta Lestari Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Berdasarkan Theory, keterbatasan akses terhadap pangan bergizi. perubahan perilaku lebih efektif jika melibatkan Ecological Systems Theory menjelaskan bahwa interaksi antara individu, lingkungan sosial, dan Social Cognitive Keterlibatan interaksi antara lingkungan mikro . Posyandu sebagai agen perubahan sangat relevan dalam konteks ini. Mereka tidak hanya pendekatan holistik melalui edukasi keluarga dan peningkatan ketersediaan makanan bergizi berperan sebagai panutan di tengah masyarakat. Dalam program ini. Dengan sangat diperlukan. dilatih untuk Terkait edukasi pengendalian kolesterol, menyampaikan materi edukasi secara sederhana materi yang disampaikan telah dirancang dan berulang, yang terbukti meningkatkan keterlibatan masyarakat secara aktif. Selain aspek perilaku, determinan sosial Edukasi seperti akses terhadap sanitasi dan pendidikan berlebihan, pentingnya aktivitas fisik ringan turut memengaruhi status kesehatan. WHO seperti berjalan kaki, serta edukasi tentang membaca hasil pemeriksaan kesehatan secara mendukung, termasuk tersedianya air bersih dan Poster edukatif yang dibagikan juga sanitasi layak, merupakan faktor kunci dalam menggunakan bahasa sederhana dan ilustrasi pencegahan penyakit menular. 7 Di Desa Besar visual untuk memastikan pesan dapat diterima II Terjun, keterbatasan fasilitas sanitasi dan oleh seluruh lapisan masyarakat. rendahnya tingkat pendidikan menjadi tantangan Untuk menjamin keberlanjutan program yang perlu ditangani melalui intervensi lintas setelah kegiatan KKN berakhir, dilakukan pelatihan kepada kader Posyandu agar mampu Status melanjutkan edukasi secara mandiri. Materi cenderung menengah ke bawah juga membatasi edukasi diserahkan dalam bentuk cetak dan akses terhadap layanan kesehatan. Minimnya digital kepada pihak desa dan sekolah untuk kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) digunakan dalam kegiatan Posyandu dan memperburuk kondisi ini. Studi sebelumnya pembelajaran siswa. Selain itu, mahasiswa juga menjalin komunikasi dengan perangkat desa dan sekolah untuk memasukkan topik PHBS dan pengendalian kolesterol dalam agenda rutin Oleh karena itu, dibutuhkan desa, sebagai bagian dari sistem monitoring dan evaluasi kesehatan masyarakat jangka panjang. kepesertaan JKN di daerah ini. Dari dipengaruhi oleh kolaborasi antara mahasiswa, mengalami status gizi kurang. Hal ini berkaitan masyarakat, dan perangkat desa. Pendekatan dengan pola Keberhasilan dalam keluarga Ira Cinta Lestari Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Community-Based Participatory Research Program (CBPR), yang menekankan keterlibatan aktif pengalaman pembelajaran berbasis praktik yang masyarakat dalam proses identifikasi masalah bermakna bagi mahasiswa, khususnya dalam dan implementasi solusi. 10 Pendekatan ini mengaplikasikan ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat secara langsung dalam konteks keberlanjutan program. Kolaborasi antara mahasiswa, kader. Secara masyarakat, dan perangkat desa menjadi kunci interdisipliner dalam menangani isu kesehatan fondasi yang kuat untuk keberlanjutan program- Kolaborasi lintas sektor yang program edukasi serupa di masa depan. melibatkan tenaga medis, tenaga kesehatan SARAN masyarakat, pendidik, pemerintah desa, kader. Edukasi kesehatan, pemberdayaan kader, peningkatan infrastruktur sanitasi, dan intervensi kebijakan berbasis data merupakan komponen yang saling melengkapi dalam mendorong perubahan perilaku kesehatan yang bermakna dan berkelanjutan. berkelanjutan, diperlukan dukungan yang lebih besar dari pemerintah desa dan masyarakat Pemerintah desa diharapkan dapat meningkatkan akses terhadap fasilitas kesehatan dan sanitasi melalui strategi edukatif yang Salah pendekatannya adalah dengan mengaktifkan kader Posyandu sebagai agen edukasi dan KESIMPULAN Berdasarkan Agar pelaksanaan program. Desa Besar II Terjun menyebarkan informasi tentang pentingnya menghadapi sejumlah permasalahan kesehatan masyarakat yang cukup serius, antara lain pendaftaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kegiatan seperti penyuluhan dari rumah ke rumah, pelatihan kader, serta penyediaan media PHBS, serta kurangnya pemahaman masyarakat informasi visual . eperti poster dan banner terhadap pentingnya pola hidup sehat. Strategi edukasi yang diterapkan melalui pendekatan partisipatif melibatkan kader Posyandu dan penyuluhan langsung kepada masyarakat dan di tempat Selain itu, pemberdayaan kader Posyandu siswa sekolah dasar terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran berkelanjutan tentang topik-topik kesehatan masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang, prioritas seperti gizi, pengendalian kolesterol, kebersihan diri, dan deteksi dini risiko penyakit dan PHBS, agar mereka dapat terus memberikan tidak menular. edukasi secara mandiri dan berkelanjutan. Ira Cinta Lestari Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi Perception and Behavior of Mothers of dan pemerintah daerah juga perlu diperkuat agar Children Under Five Years Old with transfer pengetahuan yang dilakukan mahasiswa Diarrhea. Media Kesehat Masy Indones. selama program KKN dapat terintegrasi ke 18. :107-116. Dengan Thaifur AYBR. Studi demikian, program-program serupa di masa Perilaku: mendatang tidak hanya berdampak jangka Kolaboratif Sains. :348-358. Literature Perubahan Review. Arsyad G. Fuadi MF. Herdhianta D, et al. perubahan perilaku kesehatan masyarakat yang Dasar Kesehatan Lingkungan. Pradina positif dan berkelanjutan. Pustaka. UCAPAN TERIMA KASIH