ANALISIS MANAJEMEN PERSEDIAAN PADA PT. KALIMANTAN MANDIRI SAMARINDA Oleh : Boys Bidil Noor Fakultas Ekonomi. Univeritas 17 agustus Samarinda Email : boy. aidil@gmail. ABSTRAKSI Penelitian ini untuk bertujuan mengetahui jumlah persediaan pupuk pada PT. Kalimantan Mandiri di Samarinda. Dari penelitian yang telah dilakukan dengan membandingkan kebijakan pengelolaan persediaan pupuk yang sekarang berlaku di perusahaan dengan metode EOQ, maka dapat diperoleh hasil bahwa dengan menggunakan metode EOQ lebih optimal. Hal ini dapat dilihat dengan jumlah kebutuhan rata-rata sebesar 1. 540 Sak setiap kali pesan dengan jumlah pemesanan 12 kali dalam setahun dan biaya persediaannya sebesar Rp 5. 740, sedangkan bila menggunakan metode EOQ jumlah pemesanannya sebesar 3. 761 Sak dengan jumlah pemesanan 5 kali dalam setahun. Jumlah biaya yang dikeluarkan adalah Rp 3. 464,04. Untuk mengantisipasi hal - hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan persediaan pupuk, metode EOQ memberikan saran kepada perusahaan untuk menyediakan persediaan pengaman sebesar 11 Sak dan melakukan pemesanan pupuk kembali sebesar 11. 292 Sak. Dengan metode EOQ ini dapat menghindari terjadinya keterlambatan penyediaan pupuk, karena penyediaan pupuk dapat dipastikan konstan dan sesuai lead time. Maka untuk mencapai tujuan penelitian, perusahaan sebaiknya menggunakan metode EOQ ROP dan Safety Stock untuk menghindari adanya kekurangan stok maupun kelebihan atau penumpukkan stok barang dagang. Kata Kunci : Persediaan. EOQ. Reorder Point dan Safety Stock PENDAHULUAN 1 Latar Belakang PT. Kalimanatan Mandiri di Samarinda menjalankan di bidang distributor pupuk produksi Pupuk Kaltim memasarkan jenis produk pupuk majemuk NPK Pelangi. Dalam kasus ini. PT. Kalimantan Mandiri di Samarinda, mengalami Total Cost yang bisa dikatakan cukup besar. Yang dikarenakan perusahaan tidak menyimpan stock digudang, sehingga biaya Ae biaya pemesanan meningkat. Sebelumnya juga pernah terjadi stock out , yaitu pada PT. Kalimantan Mandiri akan melakukan distribusi yang membutuhkan pemesanan 150 sak pupuk NPK Pelangi tetapi barang dagangan yang tersedia hanya 1. 050 sak. Di sisi lain PT. Kalimantan Mandiri juga pernah terjadi kelebihan barang dagangan, sehingga terjadi pemborosan modal kerja yang tertanam dalam persediaan pupuk tersebit. Ini terjadi pada saat perusahaan melakukan 250 sak tetapi yang digunakan 150 sak. Jadi barang dagangan yang tersisa sebanyak 100 sak yang akan disimpan Selama penyimpanan ini akan membutuhkan biaya Ae biaya yang harus dikeluarkan untuk menjaga kualitas pupuk tersebut. Persediaan merupakan asset yang paling mahal dan penting pada sebuah perusahaan jasa maupun perusahaan dagang. Apabila kurangnya persediaan dapat berakibat terhentinya proses produksi, dan ini menunjukkan persediaan masalah yang cukup krusial dalam operasional Terlalu besarnya persediaan atau banyaknya persediaan . ver stoc. dapat berakibat terlalu tingginya beban biaya guna menyimpan dan memelihara bahan selama penyimpanan di gudang padahal barang tersebut masih mempunyai Auopportunity costAy ( dana yang bisa ditanamkan / diinvestasikan pada hal yang lebih menguntungka. Maka dari itu Penulis tertarik untuk mengadakan serangkaian kegiatan penelitian yaitu Analisis Manajemen Persediaan pada PT. Kalimantan Mandiri Samarinda. 2 Rumusan Masalah AuApakah Pengelolaan Persediaan pupuk pada PT. Kalimantan Mandiri telah optimal? DASAR TEORI 1 Manajemen Persediaan Menurut Tampubolon menyatakan manajemen persediaan sangat berkaitan dengan system persediaan di dalam suatu perusahaan yang bertujuan untuk menciptakan efisiensi dalam proses konversi. Persediaan adalah bagian utama dalam neraca dan seringkali merupakan perkiraan yang nilainya cukup besar yang melibatkan modal kerja yang besar menentukan jumlah pesanan ekonomis yang bertalian dengan penentuan berapa banyak dipesan dan titik pemesanan kembali yang bertalian dengan kapan mengadakan pesanan. Untuk pengambilan keputusan penentuan besarnya jumlah persediaan ada beberapa biayabiaya yang harus dipertimbangkan oleh Menurut Hani handoko . menjelaskan bahwa biaya yang timbul dari persediaan itu adalah : Biaya penyimpanan . olding cost atau carryin. adalah biaya-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila kuantitas bahan yang dipesan semakin banyak, atau ratarata persediaan semakin tinggi. Biaya-biaya yang termasuk dalam penyimpanan adalah: Biaya penyimpanan . enerangan, pemanas dan pendingi. Biaya keusangan . Biaya pajak persediaan . Biaya asuransi persediaan . Biaya pajak kerusakan, dan Biaya . rdering mencakup biaya pasokan, pemrosesan pesanan dan biaya ekspedisi, upah, biaya telepon, pengeluaran surat menyurat, biaya pengepakan dan penimbangan, biaya pemeriksaan . penerimaan, biaya pengiriman ke gudang, biaya hutang lancer. Biaya kehabisan atau kekurangan bahan adalah biaya yang timbul apabila persediaan tidak mencukupi adanya permintaan bahan. Biaya-biaya yang termasuk pada biaya ini antara lain : Kehilangan penjualan . Kehilangan pelanggan . Biaya pemesanan khusus . Biaya ekspedisi . Selisih harga . Terganggunya operasi . Tambahan pengeluaran kegiatan manajerial dan sebagainya 2 Economic Order Quantity(EOQ) EOQ (Economic Order Quantit. adalah kuantitas bahan yang dibeli pada setiap kali pembelian dengan biaya yang paling minimal. Menurut Sofyan Assauri . EOQ (Economy Order Quantit. adalah jumlah atau besarnya pesanan yang diadakan hendaknya menghasilkan biaya-biaya yang timbul dalam Dengan menggunakan metode EOQ, barang yang dibutuhkan dapat diterima pada saat yang tepat, dengan jumlah yang sesuai dan tanpa menimbulkan persediaan yang berlebihan. Menurut Heizer dan Render . menyatakan EOQ merupakan salah satu teknik pengendalian persediaan tertua dan paling 3 Reorder Point (ROP) ROP atau biasa disebut dengan batas / titik permintaan yang diinginkan atau dibutuhkan selama masa tenggang, misalnya suatu tambahan/ ekstra stock. Menurut Freddy Rangkuti. reorder point mempunyai beberapa model, diantaranya Jumlah permintaan maupun masa tenggang adalah konstan Jumlah permintaan adalah variabel, sedangkan masa tenggang adalah Jumlah permintaan adalah konstan, sedangkan masa tenggang adalah d. Jumlah permintaan maupun tenggang adalah variabel. 4 Persediaan Pengaman (Safety stoc. Agus Ristono . menyatakan Aupersediaan pengaman atau safety stock adalah mengantisipasi unsur ketidakpastian permintaan Apabila pengamanan tidak mampu mengantisipasi ketidakpastian tersebut, akan terjadi kekurangan persediaan . 5 Hipotesis Berdasarkan dari latar belakang dan kajian teoritis, maka hipotesis yang diajukan adalah diduga Pengelolaan persediaan pupuk pada PT. Kalimantan Mandiri belum optimal. METODE PENELITIAN 1 Variabel Penelitian Dalam penelitian ini indikator Ae indikator variabel tersebut antara lain sebagai berikut : Persediaan Aset yang di miliki perusahaan untuk dijual kembali pada suatu waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Safety stock Persediaan mengantisipasi ketidakpastian permintaan dan penyediaan. Reorder Point Titik pemesanan ulang terhadap part yang menjadi permintaan pelanggan atau item yang ada pada suatu perusahaan. Titik pemesanan ulang ( reorder point ) harus diperhitungkan secara benar, karena berkorelasi langsung terhadap permintaan pelanggan dan persediaan di gudang. Economic Order Quantity Jumlah pemesanan ekonomis yang merujuk kea rah efisiensi pemesanan sehingga terjadi kekurangan ataupun kelebihan 2 Jangkauan Penelitian Penelitian ini dilakukan pada PT. Kalimantan Mandiri di Samarinda pada bulan Maret sampai bulan Mei tahun 2015 untuk memfokuskan pada manajemen persediaan pupuk yang selama ini dilakukan perusahaan. 3 Rincian Data Yang Diperlukan Sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian ini, maka data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah: Penjualan pupuk selama tahun 2014 yang dilakukan oleh PT. Kalimantan Mandiri di Samarinda. Biaya Pemesanan. Biaya Penyimpanan digudang dan harga beli pupuk pada tahun Waktu tunggu sejak pesanan pupuk 4 Alat Analisis Untuk menganalisis optimalisasi persediaan pupuk digunakan alat analisis berikut ini : Model Economic Order Quantity (EOQ) (T. Hani Handoko, 2002: . dengan prosedur sebagai berikut : Untuk menghitung biaya pemesanan per =Sx ya ycE Dimana : D = Jumlah Kebutuhan S = Biaya Pemesanan Q = Jumlah Pemesanan . Untuk menghitung biaya penyimpanan per ycE Dimana : H = Biaya Penyimpanan Q = Jumlah Pemesanan . Untuk menghitung biaya total per tahun : = Sx ya ycE ycE Dimana : S = Biaya Pemesanan H = Biaya Penyimpanan Q = Jumlah Pemesanan . Untuk menghitung persediaan optimal: 2yaycI EOQ = Oo ya Dimana : S = Biaya Pemesanan D = Jumlah Kebutuhan H = Biaya Penyimpanan Untuk penentuan titik pemesanan kembali Eddy Herjanto . berikut ini: ROP = U x L Safety Stock Dimana : ROP = Titik = Average unit/ rata-rata satuan waktu tunggu = Waktu tunggu persediaan dalam gudang kecil maka resiko biaya penyimpanan juga akan kecil. Tabel 2. Rincian Biaya Penyimpanan PT. Kalimantan Mandiri No. Menurut Sofjan Assauri . 4 :. untuk menentukan Safety Stock, dapat dihitung sebagai berikut : I )ya Oc. aOeyc =Oo ycuOe1 Dimana : SD = Standar Deviasi = Pemakaian pupuk . cUI) = Rata Ae rata pemakaian Pupuk = Jumlah data Sehingga jumlah persediaan pengaman (Safety Stoc. adalah sebagai berikut : Safety Stock = Z x SD HASIL PENELITIAN 1 Biaya Pemesanan Tabel 1. Rincian Biaya Pemesanan PT. Kalimantan Mandiri Jenis Biaya Biaya telepon Biaya bongkar muat pupuk di gudang Biaya ekstra untuk pengemudi mobil dan buruh yang Jumlah Jumlah( Rp ) 000,1. Biaya listrik Biaya cadangan Biaya penjaga Jumlah Besar kecilnya biaya penyimpanan ditentukan oleh besar kecilnya volume persediaan pupuk yang disimpan dalam gudang. Apabila volume persediaan dalam gudang besar dan resiko biaya penyimpanan akan besar pula, demikian pula sebaliknya apabila volume 000,19. Tabel 3. Waktu Tunggu Proses Pemesanan Proses Pemesanan Pemrosesana oleh PT. Pupuk Kaltim Pengiriman dan bongkar muatan dari Bontang ke PT. Kalimantan mandiri di Samarinda angkutan darat / Truk Jumlah waktu yang Waktu Tunggu (Har. Analisa dan Pembahasan 1 Analisa Untuk menganalisa optimalisasi pupuk, digunakan alat analisis dengan prosedur sebagai Menghitung Total . Biaya pemesanan setiap kali pesan ( S ) 2 Biaya Penyimpanan Jumlah Biaya Penyimpanan ( RP ) 000,5. 2 Waktu tunggu ( Lead Time ) Waktu tunggu yang dibutuhkan dalam proses dari pemesanan sampai pupuk NPK Pelangi sampai tiba di Gudang PT. Kalimantan Mandiri adalah 3 hari. Biaya pemesanan yang dikeluarkan oleh PT. Kalimantan Mandiri untuk setiap kali Biaya Yang Dikeluarkan Total Biaya Pesan Frekuensi Pemesanan Rp 4. = Rp 406. 12 bulan . Biaya penyimpanan pupuk (H) Total Biaya Simpan Total Kebutuhan Pupuk Rp 19. 480 Sak = Rp 1. Menghitung Safety Stock Dalam menghitung persediaan pengaman (Safety stoc. digunakan metode statistik dengan . Kebutuhan rata-rata pupuk (Q) Total Kebutuhan Pupuk Frekuensi Pemesanan = 1. 540 Sak 12 bulan membandingkan rata-rata bahan baku dengan pemakaian bahan baku yang sesungguhnya kemudian dicari penyimpangannya, perhitungan standar deviasi dapat dilihat pada table berikut . Total Kebutuhan pupuk (D) Tabel 4. Perhitungan Standar Deviasi = 18. 480 Sak Maka total biaya persediaan (TIC) adalah sebagai berikut : ya ycE =Sx xH ycE = Rp 406. x Rp 1. = Rp 4. 000 Rp 817. Bulan Perhitungan dengan menggunakan metode EOQ 2yaycI ya EOQ =Oo =Oo . 480ycuycIycy406. =Oo ycIycy 1. Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nov Des Jumlah ycEO I )ya Oc. aOeyc =Oo = Rp 406. 761 Sak ycuOe1 12Oe1 =Oo = Oo41,91 = 6,47 Sak 480 Sak =Oo Maka total biaya persediaan (TIC) adalah sebagai berikut : ya I )ya Oeyc = 3. 761 Sak . a I) yc =Oo14. (X - Jan ycIycy 1. yc = Rp 5. Kebutu Tah Safety stock = Z x SD = 1,64 x 6,47 = 10,61 Sak dibulatkan jadi 11 Sak x Rp 1. Menghitung Reorder Point (ROP) = Rp 1. 373,04 Rp 1. = Rp 3. 464,04 Reorder Point = U x L Safety stock = ( 3. 761 x . 11 = 11. 294 Sak 2 Pembahasan Berdasarkan perhitungan yang dibuat pada analisa diatas, maka dapatlah diketahui tentang perbandingan antara total biaya yang dikeluarkan bila menggunakan kebijakan perusahaan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) yang dapat dilakukan dalam setiap kegiatan rencana persediaan pupuk NPK Pelangi bahwa biaya yang dikeluarkan perusahan sebesar Rp Sedangkan total biaya persediaan yang dikeluarkan perusahaan bila menggunakan metode EOQ adalah sebesar Rp 3. 464,04. Dan ini dapat diketahui penghematannya sebesarnya Rp 1. 275,96 bila menggunakan metode EOQ. Sementara kendala dalam penelitian adalah EOQ diungkapkanpenulis dalam penelitian ini tidak dapat dilaksanakan pada PT. Kalimantan Mandiri karena faktor kesepakatan dari pihak supplier yang mengirimkan pupuk dalam sebulan sekali. Meskipun fasilitas penyimpanan yang dimiliki oleh PT. Kalimantan Mandiri sangatlah memenuhi, sehingga batas minimal persediaan yang harus digudang menurut perhitungan EOQ dapat dilaksanakan pada kondisi di lapangan. Dengan pembahasan paa bab sebelumnya, maka keseluruhan dapat diketahui bahwa pesanan pupuk NPK Pelangi 50 kg yang dilakukan PT. Kalimantan Mandiri di Samarinda belum mencapai titik optimal . , sehingga merugikan PT. Kalimantan Mandiri karena total biaya persediaan yang keluarkan perusahaan lebih besar dibandingkan jika perusahaan menggunakan metode EOQ. Sehingga hipotesis penulis dalam hal ini dapat diterima, mengingat hipotesis yang penulis kemukakan pada bab 2 adalah Au Diduga pengelolaan persediaan pupuk pada PT. Kalimantan Mandiri belum optimal. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, maka hipotesis yang dikemukakan terbukti dan dapat diterima dengan kesimpulan sebagai berikut : Berdasarkan hipotesis yang menunjukkan bahwa jumlah pesanan pupuk yang bias dilakukan PT. Kalimantan Mandiri belum menunjukkan pesanan optimal. Frekuensi PT. Kalimantan Mandiri bila menggunakan metode EOQ adalah 5 kali pemesanan pupuk dalam satu periode . , sedangkan kebijakan perusahaan 12 kali dalam satu tahun. Total biaya persediaan perusahaan bila dihitung menurut metode EOQ adalah sebesar Rp 3. 04 sedangkan Total biaya persediaan bila dihitung dengan kebijakan perusahaan adalah sebesar Rp Dengan menggunakan metode EOQ, penghematan biaya yang dapat diperoleh adalah sebesar Rp 1. 275,96. PT. Kalimanatan Mandiri tidak menetapkan adanya persediaan pengaman dalam kebijakannya, sedangkan dalam metode EOQ, perusahaan harus mengadakan persediaan pengaman untuk memperlancar proses jual beli dengan jumlah 11 sak. Adanya titik pemesanan kembali dalam metode EOQ untuk mengantisipasi keterlambatan pengiriman pupuk. Menurut metode EOQ, perusahaan harus melakukan pemesanan pupuk kembali saat persediaan pupuk berada pada tingkat jumlah sebesar 292 sak DAFTAR PUSTAKA