JURNAL BHAKTI CIVITAS AKADEMIKA Volume Vi. Nomor 1. Tahun 2025 ISSN 2615-210X (Prin. dan ISSN . (Onlin. Available Online at http://e-journal. id/index. php/jbca TRANSFER IPTEK PENTINGNYA PENERAPAN HAND HYGIENE SAAT BERADA DI LINGKUNGAN RUMAH SAKIT Ida Agustiningsih. Program Studi Ners. FIK Universitas Muhammadiyah Surabaya. Email : idarssk260@gmail. Zenni Afifah. IPCN Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo. Email : cikzenni@gmail. Korespondensi : idarssk260@gmail. ABSTRAK Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang kerap terjadi dirumah sakit yang diakibatkan karena terjadinya transmisi bakteri. Pengunjung rumah sakit yang tidak mengindahkan mengenai pentingnya penerapan hand hygiene baik menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, memiliki potensi lebih tinggi untuk menjadi sarana transmisi beberapa bakteri penyebab infeksi nosokomial di rumah sakit. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya hal ini adalah dengan menganjurkan setiap pengunjung rumah sakit untuk melakukan hand hygiene sebelum memasuki ruang perawatan pasien. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan transfer IPTEK kepada pengunjung rumah sakit mengenai manfaat dan cara melakukan hand hygiene menggunakan hand sanitizer yang benar. Asas yang mendasari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah asas Masyarakat sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pengunjung pasien di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo. Pendekatan pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan Oktober 2024. Materi disampaikan menggunakan metode ceramah, praktik dan tanya jawab. Dari hasil analisis pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo, terjadi peningkatan jumlah peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki pengetahuan baik yang semula sebanyak 12 peserta meningkat menjadi 21 peserta, peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki pengetahuan cukup yang semula sebanyak 72 peserta meningkat menjadi 79 peserta, dan untuk peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki pengetahuan kurang yang semula sebanyak 20 peserta turun menjadi 4 peserta. Hasil ini secara tidak langsung menunjukkan adanya perubahan pengetahuan yang dimiliki oleh peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo tentang hand hygiene. Kata Kunci : hand hygiene, hand sanitizer, rumah sakit Halaman | 1 PENDAHULUAN Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, memiliki peran penting dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang dilakukan melalui upaya kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna terhadap pelayanan kesehatan Hal ini juga menjadi tuntutan bagi pengelola rumah sakit untuk mampu memberikan pelayanan keperawatan yang bermutu sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah (Septiani et al. , 2. Guna memastikan rumah sakit mampu memberikan pelayanan yang optimal, rumah sakit mulai mengadopsi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang merupakan bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian, dan pemeliharaan kebijakan K3 dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, nyaman dan produktif baik bagi perawat maupun pasien (Marbun, 2. Meskipun pengelola rumah sakit telah berupaya semaksimal mungkin, namun kejadian infeksi masih sering ditemukan di rumah sakit (Zafrullah et al. , 2. Tidak ada informasi spesifik mengenai angka kejadian infeksi nosokomial di Indonesia. Namun dari beberapa kajian ilmiah yang telah dilakukan sebelumnya menemukan informasi bahwasanya infeksi nosokomial adalah infeksi silang yang terjadi pada pasien saat menjalani perawatan di rumah sakit. Beberapa jenis infeksi nosokomial yang umum adalah Infeksi Aliran Darah Primer (IADP). Infeksi Saluran Kemih (ISK). Infeksi Daerah Operasi (IDO), dan pneumonia terkait ventilator (VAP). Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan infeksi nosokomial diantaranya adalah daya tahan tubuh yang lemah, malnutrisi, penggunaan obat imunosupresan atau kemoterapi, lama waktu perawatan di rumah sakit, lingkungan rumah sakit yang padat, serta banyaknya kegiatan memindahkan pasien (Suling et al. , 2. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan infeksi nosokomial di rumah sakit diantaranya adalah dengan secara teratur mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit, menggunakan alat sesuai dengan prosedur, serta menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai SOP (Nurudeen & Toyin, 2. Pencegahan dan pengendalian infeksi adalah aplikasi mikrobiologi dalam praktik klinis dan keberhasilannya bergantung pada pengetahuan teoritis mikrobiologi yang mendasari praktik klinis secara aman dan peresepan obat antimikroba (Wahyuningsih, 2. Penularan infeksi yang sering terjadi di lingkungan pelayanan medis, sangat beresiko terpapar ke tenaga kesehatan, pasien, pengunjung dan karyawan. Pelayanan kesehatan yang diberikan ke pasien harus didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas untuk mencapai pelayanan yang prima dan optimal. Proses dalam mewujudkan pelayanan yang prima dan optimal dapat diwujudkan dengan kemampuan kognitif dan motorik yang cukup yang harus dimiliki oleh setiap petugas kesehatan (Setianingsih et al. Selain itu, praktik personal hygiene yang baik pada pasien juga harus menjadi perhatian dari perawat dan keluarga pasien. Secara rutin membersihkan area bekas operasi, mencegah daerah operasi agar selalu kering, memastikan Halaman | 2 setiap pakaian yang digunakan oleh pasien selalu dalam keadaan bersih, dan memperhatikan asupan nutrisi pasien akan membantu menurunkan resiko terjadinya infeksi nosokomial di lingkungan rumah sakit (Susyanto et al. , 2. Salah satu upaya yang dapat diimplementasikan di lingkungan rumah sakit dalam mencegah terjadinya infeksi nosokomial yang dapat dialami oleh pasien adalah dengan menerapkan hand hygiene terutama pada pengunjung pasien. Hal ini dikarenakan pengunjung pasien baik keluarga, kerabat maupun relasi kerja, merupakan orang luar rumah sakit yang datang dan berkunjung serta berpotensi membawa bakteri atau virus dari luar rumah sakit. Ketika individu ini datang ke rumah skait dan berinteraksi dengan pasien, maka resiko terjadinya infeksi nosokomial akan semakin tinggi (Susyanto et al. , 2. Upaya pencegahan transmisi virus atau bakteri dapat dilakukan dengan metode mencuci tangan baik dengan sabun dan air mengalir atau dapat pula menggunakan cairan antiseptik yang telah disediakan oleh pengelola rumah sakit. Mengingat pentingnya penerapan hand hygiene dirumah sakit guna mencegah terjadinya infeksi nosokomial, penggunaan dan peletakan cairan antiseptik di lingkungan rumah sakit menjadi salah satu indikator patient safety yang ada di rumah sakit (Rosadiana, 2. Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo, sebagai salah satu fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Sidoarjo, telah menerapkan hand hygiene kepada setiap pengunjung rumah sakit. Pihak manajemen Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo telah menerapkan hand hygiene kepada setiap pengunjung rumah sakit dimana pengunjung yang akan bertemu atau menjenguk pasien yang dilakukan perawatan, dianjurkan untuk melakukan hand hygiene sebelum bertemu dengan Selain melindungi pasien dan tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit, kebijakan ini juga dimaksudkan untuk melindungi pengunjung rumah sakit agar tidak terpapar beberapa jenis virus dan bakteri yang berpotensi memicu terjadinya infeksi nosokomial. Guna memastikan setiap petugas kesehatan dan pengunjung pasien mudah dalam melakukan hand hygiene di lingkungan Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo, pihak manajemen Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo telah menyiapkan botol hand sanitizer yang dapat dipergunakan oleh pengunjung di tiap ruangan perawatan di rumah sakit dan beberapa titik yang ada di lingkungan rumah sakit. Meskipun telah disediakan fasilitas hand sanitizer, namun kesadaran pengunjung rumah sakit dalam memanfaatan cairan hand sanitizer masih cukup rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pengunjung rumah sakit dalam penerapan hand hygiene adalah dengan memastikan setiap pengunjung rumah sakit mengetahui mengenai pentingnya pelaksanaan hand hygiene untuk melindungi diri mereka serta orang-orang yang ada di lingkungan rumah sakit dari resiko terjadinya infeksi nosokomial PELAKSANAAN DAN METODE Asas yang mendasari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah asas edukatif. Masyarakat sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pengunjung pasien di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Halaman | 3 Sepanjang Sidoarjo. Bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah transfer ilmu pengetahuan tentang pentingnya pelaksanaan hand hygiene saat berada di lingkungan rumah sakit. Pendekatan pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan Oktober 2024. Materi disampaikan menggunakan metode ceramah, praktik dan tanya jawab. Kemudian dari hasil program edukasi kesehatan perlu dilakukan evaluasi dengan tujuan agar antara program yang terlaksana tersebut sesuai dengan tujuan awal yang akan dicapai dari sebuah Metode yang digunakan dalam evaluasi program ini adalah evaluasi formatif dan sumatif. Secara formatif dilakukan evaluasi selama program Sedangkan secara sumatif dilakukan evaluasi setelah program HASIL KEGIATAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo. Jumlah peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini sebanyak 104 orang pengunjung Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo selama bulan Oktober Usia Tabel 1. Karakteristik peserta kegiatan pengabdian masyarakat berdasarkan usia di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo Usia Jumlah Prosentase (%) 20-30 tahun 31-40 tahun 41-50 tahun Jumlah Sumber : Data primer, 2024 Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan hampir separuh peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo berusia 31-40 tahun yaitu sebanyak 42 peserta . ,4%) Jenis kelamin Tabel 2. Karakteristik peserta kegiatan pengabdian masyarakat berdasarkan jenis kelamin di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo Jenis Kelamin Jumlah Prosentase (%) Laki-laki Perempuan Jumlah Sumber : Data primer, 2024 Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan sebagian besar peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo adalah perempuan yaitu sebanyak 63 peserta . ,6%) Halaman | 4 c. Hubungan dengan pasien Tabel 3. Karakteristik peserta kegiatan pengabdian masyarakat berdasarkan hubungan dengan pasien di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo Hubungan Dengan Pasien Jumlah Prosentase (%) Istri / Suami Anak Saudara Relasi / Teman Jumlah Sumber : Data primer, 2024 Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan sebagian besar peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo adalah istri / suami pasien yang dilakukan perawatan di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo yaitu sebanyak 77 peserta . ,0%) Latar belakang pendidikan Tabel 4. Karakteristik peserta kegiatan pengabdian masyarakat berdasarkan latar belakang pendidikan di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo Latar Belakang Pendidikan Jumlah Prosentase (%) Lulus SD Lulus SMP Lulus SMA Diploma / Sarjana Jumlah Sumber : Data primer, 2024 Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan sebagian besar peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo memiliki latar belakang pendidikan lulus SMA yaitu sebanyak 81 peserta . ,9%) Pengetahuan tentang hand hygiene sebelum transfer IPTEK Tabel 5. Karakteristik peserta kegiatan pengabdian masyarakat berdasarkan pengetahuan tentang hand hygiene sebelum transfer IPTEK . di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo Pengetahuan Sebelum Kegiatan Jumlah Prosentase (%) Pengetahuan Baik Pengetahuan Cukup Pengetahuan Kurang Jumlah Halaman | 5 Sumber : Data primer, 2024 Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan sebagian besar peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo memiliki pengetahuan cukup tentang hand hygiene yaitu sebanyak 72 peserta . ,2%) Pengetahuan tentang hand hygiene setelah transfer IPTEK Tabel 6. Karakteristik peserta kegiatan pengabdian masyarakat berdasarkan pengetahuan tentang hand hygiene setelah transfer IPTEK . di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo Pengetahuan Setelah Kegiatan Jumlah Prosentase (%) Pengetahuan Baik Pengetahuan Cukup Pengetahuan Kurang Jumlah Sumber : Data primer, 2024 Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan sebagian besar peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo memiliki pengetahuan cukup tentang hand hygiene yaitu sebanyak 79 peserta . ,0%) Perubahan pengetahuan peserta kegiatan tentang hand hygiene Tabel 7. Karakteristik peserta kegiatan pengabdian masyarakat berdasarkan perubahan pengetahuan tentang hand hygiene sebelum dan setelah transfer IPTEK tentang hand hygiene di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo Prosentase Prosentase No Pengetahuan responden Jumlah Jumlah (%) (%) 1 Pengetahuan Baik 2 Pengetahuan Cukup 3 Pengetahuan Kurang Jumlah Sumber : Data primer, 2024 Dari hasil analisis pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo, terjadi peningkatan jumlah peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki pengetahuan baik yang semula sebanyak 12 peserta meningkat menjadi 21 peserta, peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki pengetahuan cukup yang semula sebanyak 72 peserta meningkat menjadi 79 peserta, dan untuk peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki pengetahuan kurang yang semula sebanyak 20 peserta turun menjadi 4 peserta. Hasil ini secara tidak langsung menunjukkan adanya perubahan pengetahuan yang dimiliki oleh peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo tentang hand hygiene Halaman | 6 PEMBAHASAN Pengetahuan tentang hand hygiene sebelum transfer IPTEK Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan sebagian besar peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo memiliki pengetahuan cukup tentang hand hygiene yaitu sebanyak 72 peserta . ,2%) Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia merupakan hasil upaya yang dilakukan oleh manusia dalam mencari suatu kebenaran atau masalah yang Kegiatan atau upaya yang dilakukan oleh manusia mencari suatu kebenaran atau masalah yang dihadapi pada dasarnya merupakan kodrat dari manusia itu sendiri atau lebih dikenal sebagai keinginan. Keinginan yang dimiliki oleh manusia akan memberikan dorongan bagi manusia itu sendiri untuk mendapatkan segala sesuatu yang diinginkan. Yang menjadi pembeda antara satu manusia dengan manusia lainnya adalah upaya yang dilakukan manusia untuk mendapatkan keinginannya tersebut. Dalam arti yang lebih sempit, pengetahuan adalah sesuatu yang bisa dimiliki oleh manusia (Darsini et , 2. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimungkinkan menjadi faktor yang mengakibatkan rendahnya kesadaran pengunjung rumah sakit untuk melakukan hand hygiene ketika berada di lingkungan rumah sakit. Kurangnya kesadaran untuk melakukan hand hygiene dan ditambah dengan tidak tersedianya sarana melakukan hand hygiene menjadikan masyarakat yang berkunjung ke rumah sakit cenderung melupakan mengenai pentingnya menerapkan hand hygiene sebagai upaya preventif mencegah terjadinya transmisi virus atau bakteri yang dapat memicu terjadinya infeksi nosokomial di rumah sakit Pengetahuan tentang hand hygiene setelah transfer IPTEK Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan sebagian besar peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo memiliki pengetahuan cukup tentang hand hygiene yaitu sebanyak 79 peserta . ,0%) Pengetahuan sangat erat hubungannya dengan pendidikan, dimana diharapkan bahwa dengan pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya. Akan tetapi perlu ditekankan, bukan berarti seseorang yang berpendidikan rendah mutlak berpengetahuan rendah pula. Pengetahuan seseorang tentang suatu objek mengandung dua aspek yaitu aspek positif dan aspek negatif. Kedua aspek ini akan menentukan sikap seseorang, semakin banyak aspek positif dan objek yang diketahui, maka akan menimbulkan sikap positif terhadap objek tertentu. Menurut teori WHO (World Health Organizatio. , salah satu bentuk objek kesehatan dapat dijabarkan oleh pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman sendiri (Fatim & Suwanti, 2017. Indrawati & Hamidi, 2. Pengetahuan merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menuturkan hasil pengalaman seseorang tentang sesuatu. Dalam tindakan mengetahui selalu kita temukan dua unsur utama yaitu subjek Halaman | 7 yang mengetahui (S) dan sesuatu yang diketahui atau objek pengetahuan (O). Keduanya secara fenomenologis tidak mungkin dipisahkan satu dari yang lain. Karena itu pengetahuan dapat kita katakan sebagai hasil tahu manusia tentang sesuatu atau perbuatan manusia untuk memahami objek yang sedang dihadapi (Kebung, 2011. Yulianto et al. , 2. Upaya meningkatkan pengetahuan yang dimiliki oleh individu, dapat dilakukan dengan beragam hal terutama melalui pendidikan. Pendidikan itu sendiri terbagi menjadi dua yaitu pendidikan formal dan pendidikan non Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan sebagian besar peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo memiliki latar belakang pendidikan lulus SMA yaitu sebanyak 81 peserta . ,9%). Latar belakang pendidikan yang dimiliki peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini semakin memudahkan peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk menerima informasi baru yang disampaikan kepada Selain melalui pendidikan formal, pengetahuan yang dimiliki oleh individu dapat ditingkatkan melalui kegiatan transfer IPTEK . lmu pengetahuan dan teknolog. dan salah satunya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat Perubahan pengetahuan peserta kegiatan tentang hand hygiene Dari hasil analisis pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo, terjadi peningkatan jumlah peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki pengetahuan baik yang semula sebanyak 12 peserta meningkat menjadi 21 peserta, peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki pengetahuan cukup yang semula sebanyak 72 peserta meningkat menjadi 79 peserta, dan untuk peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki pengetahuan kurang yang semula sebanyak 20 peserta turun menjadi 4 peserta. Hasil ini secara tidak langsung menunjukkan adanya perubahan pengetahuan yang dimiliki oleh peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo tentang hand hygiene. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh civitas akademika untuk melakukan hilirisasi informasi dan pengetahuan baik yang bersumber dari penelitian maupun pengembangan Hal ini dapat dilakukan menggunakan beragam metode baik melalui tatap muka, sosialisasi, kegiatan pelatihan atau sebagainya. Terkait dengan media yang digunakan, transfer IPTEK dapat dilakukan menggunakan media leaflet, media visual atau kombinasi keduanya. Semakin banyak media yang digunakan, maka kemungkinan informasi yang diterima oleh target akan semakin mudah untuk dipahami mengingat dalam upaya mendapat informasi terutama informasi seputar kesehatan, seseorang akan menggunakan indera mereka untuk mengakses beragam informasi. Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah teknik untuk melakukan hand hygiene menggunakan cairan anti septik dengan tahapan sebagai berikut : Halaman | 8 . Tuangkan sebanyak 2-3 cc cairan antiseptik berbasis alkohol pada telapak Selanjutnya ratakan cairan antiseptik tersebut pada seluruh permukaan tangan Gambar 1 Gosok secara merata permukaan telapak tangan hingga cairan antiseptik membasahi seluruh permukaan telapak tangan. Lakukan gerakan memutar berlawanan atau searah jarum jam untuk memudahkan dalam Gambar 2 Lanjutkan gerakan menggosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan telapak tangan sebelah kanan hingga merata dan lakukan juga pada punggung tangan kanan Gambar 3 Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari tangan hingga tidak ada bagian yang terlewat Gambar 4 Posisikan jari-jari tangan saling mengunci, dan selanjutnya goyangkan tangan dengan arah yang sama Gambar 5 Halaman | 9 . Gengam ibu jari tangan kiri menggunakan telapak tangan kanan. Selanjutnya buat gerakan memutar searah atau berlawanan jarum jam. Kemudian lalukan juga untuk ibu jari tangan kanan Gambar 6 Gosok-gosok dengan gerakan memutar dengan memposisikan ujung jari tangan kanan berada di telapak tangan kiri, serta ulangi gerakan dengan menggunakan tangan sebaliknya Gambar 7 Ketika tangan terasa atau teraba kering, maka proses hand hygiene menggunakan cairan antiseptik telah selesai dilakukan Gambar 8 Jelly pembersih tangan atau hand sanitizer ini juga dikenal dengan detergen sintetik cair pembersih tangan yang merupakan sediaan pembersih yang dibuat dari bahan aktif detergen sintetik dengan atau tanpa penambahan zat lain yang tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Banyak dari gel ini berasal dari bahan beralkohol atau etanol yang dicampurkan bersama dengan bahan pengental, misal karbomer, gliserin, dan menjadikannya serupa jelly, gel, atau busa untuk memudahkan penggunaan dan menghindari perasaan kering karena penggunaan alkohol. Berdasarkan hasil penelitian Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada tahun 2013 terbukti bahwa hand sanitizer dapat membunuh bakteri. Hand sanitizer terbukti lebih ampuh untuk membunuh bakteri dibandingkan dengan mencuci tangan dengan air mengalir saja. Hal ini dikarenakan tidak adanya zat antiseptik yang digunakan. Zat antiseptik adalah zat yang dapat menghambat pertumbuhan dan metabolisme bakteri, sehingga menyebabkan kematian sel bakteri. Hand sanitizer ampuh untuk membunuh bakteri apabila kandungan alkohol di dalamnya lebih dari 60%, apabila kandungan alkohol dibawah 60% maka hand sanitizer tersebut tidak dapat secara efektif membunuh kuman yang ada di tangan (CDC, 2013. Sinanto & Djannah, 2. Secara umum hand sanitizer mengandung: alkohol 60-95%, benzalkonium chloride, benzethonium chloride, chlorhexidine, gluconatee, chloroxylenolf, clofucarbang, hexachloropheneh, hexylresocarcinol, iodine. Halaman | 10 (Benjamin, 2. Menurut CDC, hand sanitizer terbagi menjadi dua yaitu mengandung alkohol dan tidak mengandung alkohol. Hand sanitizer dengan kandungan alkohol antara 60-95% memiliki efek anti mikroba yang baik dibandingkan dengan tanpa kandungan alkohol (Purwantiningsih, 2015. Adriani et al. , 2. Adapun kelebihan hand sanitizer dapat membunuh kuman dalam waktu relatif cepat, karena mengandung senyawa alkohol . tanol, propanol, isopropano. dengan konsentrasi A 60% sampai 80% dan golongan fenol . lorheksidin, triklosa. Senyawa yang terkandung dalam hand sanitizer memiliki mekanisme kerja dengan cara mendenaturasi dan mengkoagulasi protein sel kuman. Kandungan aktif yang sering ditemukan pada hand santizer dipasaran adalah 62% etil alcohol. Kandungan tersebut bermanfaat dalam membunuh bakteri. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Liu et al, menyatakan bahwa efektivitas dari suatu hand sanitizer ditentukan oleh berbagai faktor seperti, jenis antiseptik yang kita gunakan dan banyaknya, metode penelitian dan target organisme (Liu et al. , 2010. Lusiana et al. , 2. Peningkatan pengetahuan pengunjung rumah sakit mengenai manfaat melakukan hand hygiene saat dilingkungan rumah skait perlu menjadi perhatian semua pihak terutama pengelola rumah sakit. Pengelola Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo hingga saat ini secara aktif dan rutin selalu mengedukasi setiap pengunjung pasien Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo untuk selalu menjaga kebersihan selama di berada di lingkungan Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo termasuk dalam hal ini adalah melakukan hand hygiene menggunakan cairan antiseptic. Beragam alat edukasi termasuk poster telah dipasang di beberapa lokasi Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo yang mudah diakses oleh setiap pengunjung guna memberikan informasi kepada pengunjung rumah sakit mengenai manfaat dan pentingnya menerapkan hand hygiene selama di lingkungan rumah sakit KESIMPULAN Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo ini didapatkan kesimpulan sebagai berikut : Pengetahuan tentang hand hygiene sebelum transfer IPTEK dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan sebagian besar peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo memiliki pengetahuan cukup tentang hand hygiene yaitu sebanyak 72 peserta . ,2%) Pengetahuan tentang hand hygiene setelah transfer IPTEK dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan sebagian besar peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo memiliki pengetahuan cukup tentang hand hygiene yaitu sebanyak 79 peserta . ,0%) Dari hasil analisis pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo, terjadi peningkatan jumlah peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat Halaman | 11 yang memiliki pengetahuan baik yang semula sebanyak 12 peserta meningkat menjadi 21 peserta, peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki pengetahuan cukup yang semula sebanyak 72 peserta meningkat menjadi 79 peserta, dan untuk peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki pengetahuan kurang yang semula sebanyak 20 peserta turun menjadi 4 peserta. Hasil ini secara tidak langsung menunjukkan adanya perubahan pengetahuan yang dimiliki oleh peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo tentang hand hygiene. SARAN