SUKU DAYAK BUMI SEGANDU DI LOSARANG KABUPATEN INDRAMAYU Agung Trihadono Putra Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Jalan Buah Batu No. 212 Bandung agungtrihandonoputra@gmail. ABSTRAK Suku Dayak Bumi Segandu adalah sebuah komunitas yang menganut aliran kepercayaan kejawen yang bebas tidak memiliki identitas, karena mempunyai keyakinan tersendiri, komunitas ini berada di Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu terbentuk sejak tahun 1970. Takmad adalah pendiri komunitas ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana Suku Dayak Bumi Segandu di Losarang Kabupaten Indramayu mengenai kehidupan dan kepercayaan ritual yang dianutnya Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif pendekatan studi Kasus, untuk pengumpulan data penelitian diperoleh melalui studi pustaka, studi dokumentasi, observasi ke lapangan, dan wawancara terhadap pihak-pihak terkait. Filosofi kehidupanya bahwa inti ajaran dalam hidup adalah alam. Ritual yang dilakukan seperti kumkum dan mepe hal ini bertujuan untuk mendekatkan diri pada alam. Pulau Jawa dikuasai oleh Dewi-dewi, oleh sebab itu aliran kejawen disimbolkan dengan wanita seperti Nyi Roro Kidul (Penguasa Laut Kidu. Nyi Blorong (Penguasa Gunung Brom. Dewi Sri (Dewi Pad. dan lain-lain. Sehingga Takmad sangat menghormati wanita. Ritual kepercayaan yang dianut Takmad ini adalah aliran Kepercayaan Kejawen, seperti melakukan kumkum dan mepe dengan tujuan mendekatkan diri pada alam dan tidak makan daging . Kata Kunci: Suku. Dayak. Komunitas. Takmad. Losarang. Indramayu ABSTRACT Segandu Earth Dayak tribe is a community that adheres to the kejawen cult that is free of identity, because it has its own beliefs, this community is located in Losarang Subdistrict. Indramayu Regency formed since 1970. Takmad is the founder of this community. This study was conducted to determine the extent of the Segandu Earth Dayak Tribe in Losarang. Indramayu Regency regarding the life and beliefs of the rituals they adhered to. The research method used was a qualitative Case study approach, for research data collection obtained through literature studies, documentation studies, field observations, and interviews related parties. The philosophy of life is that the core teachings in life are nature. Rituals carried out such as kumkum and mepe are aimed at getting closer to nature. Java Island is dominated by the Goddesses, therefore the kejawen school is symbolized by women such as Nyi Roro Kidul (Ruler of the South Se. Nyi Blorong (Ruler of Mount Brom. Dewi Sri (Dewi Pad. and others. So that Takmad is very respectful of women. The statement of trust that Takmad embraced was the Kejawen Trust school, such as doing kumkum and mepe with the aim of getting closer to nature and not eating meat . Keywords: Tribe. Dayak. Community. Takmad. Losarang. Indramayu PENDAHULUAN Perkampungan Dayak tersebar merata di Kalimantan, tapi siapa sangka di Indramayu juga ada perkampungan Dayak Segandu. Perkampungan Dayak Segandu bukanlah suku asli Kalimantan, melainkan sebuah perkampungan yang berada di kawasan Losarang Indramayu. Mereka adalah sekumpulan orang yang memiliki ajaran dan gaya hidup yang berbeda dengan suku di Indonesia pada umumnya. Bahkan tidak diatur dalam kehidupan oleh pemerintah. Dayak Segandu sendiri berarti mengayak pribadi, mereka tidak berhubungan dengan suku Dayak dari Kalimantan. Ajaran dan komunitas ini sendiri mulai terbentuk pada tahun Takmad sang pendiri menemukan titik jenuh akan aturan pemerintah, melihat keadaan sekitar yang tidak berubah Takmad mulai instropeksi diri dan menyadari bahwa cara tersebut adalah paling baik bagi manusia. Selain itu, filosofi kehidupan mereka adalah alam, bagaimana cara terbaik untuk mendekatkan diri dengan alam. Hal ini kalau dikaitkan dalam bukunya Eko Wijaya yang berjudul AuMemeticAy mengutip pendapat Dawkins mengembangkan gagasan bahwa kekuatan-kekuatan dalam seleksi alam yakni kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan beroperasi bukan pada tataran spesies ataupun individu, melainkan pada tataran gen . 3: . , dari hal demikian suku dayak percaya bahwa inti ajaran dalam hidup hasil seleksi terhadap alam. Maka nilai-nilai alamiah harus dihargai dan dijunjung tinggi seperti menghargai perempuan dan anak, bahkan para kaum pria rela untuk mencari nafkah sekaligus mengurusi pekerjaan rumah tangga seperti memasak. Tulisan ini terfokus pada pertanyaan, yaitu : . Bagaimana Kehidupan Suku Dayak Bumi Segandu di Losarang Kabupaten Indramayu? dan, . Bagaimana kepercayaan ritual yang dianut komunitas Suku Dayak Bumi Segandu di Losarang Kabupaten Indramayu? Untuk menjawab pertanyaan itu peneliti perlu melakukan penelitian lebih lanjut tentang lingkungan pada komunitas Suku Dayak Bumi Segandu yang ada di Losarang Kabupaten Indramayu. Untuk menggunakan teori diakronik gagasan Hegel. Diakronik adalah pendekatan yang berkaitan dengan historis karena untuk melihat perubahan dari masa lampau hingga masa sekarang. Peneliti memilih informan yang mampu menjelaskan bentuk tradisi yang berkembang dimasyarakat daerah setempat. Berkaitan rincian rencana informan yang akan ditemui yaitu tokoh masyarakat atau pelakunya itu sendiri, yang dapat menjelaskan secara baik tentang Suku Dayak Bumi Segandu Losarang masa pertama didirikan sampai dengan sekarang. Metode pendekatan studi Kasus. John W. Creswell dalam bukunya memaparkan bahwa penelitian kualitatif merupakan startegi penelitian di mana didalamnya menyelidiki secara cermat suatu program, peristiwa, aktivitas, proses, atau sekelompok individu. Kasus-kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas, dan peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan (John W. Creswell, 2015: . Untuk pengumpulan data penelitian diperoleh melalui studi pustaka, studi dokumentasi, observasi ke lapangan dan wawancara terhadap pihak-pihak terkait. Untuk selanjutnya melakukan analisis terhadap data-data yang sudah diperolah, sekaligus untuk menguji keabsahan data itu sendiri dilakukan teknik triangulasi Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana Suku Dayak Bumi Segandu di Losarang Kabupaten Indramayu mengenai kehidupan dan kepercayaan ritual yang dianutnya. Dengan demikian tulisan ini dapat menambah wawasan bagi penulis dan pembaca pada umumnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Asal Usul Nama Suku Dayak Bumi Segandu Komunitas ini menamakan dirinya dengan sebutan AuSuku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu IndramayuAy. Pada awalnya komunitas ini bernama Silat Serbaguna nama ini di gunakan sekitar tahun 1983, kemudian sekitar tahun 1990 Silat Serbaguna di ganti menjadi Jaka Samudra, entah di tahun berapa komunitas ini berganti nama menjadi Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu. Informasi ini saya dapatkan dari warga sekitar yang tau banyak tentang komunitas ini, fakta bahwa komunitas ini sudah beberapa kali ganti nama sering di tutupi oleh ketua komunitas ini. Ketua komunitas ini Ki Takmad awalnya dia adalah seorang dukun jadi tidak heran ajaran-ajaran dalam komunitas ini seperti singkretisme Hindu. Budha. Islam dan kepercayaankepercayaan kuno. Kata suku artinya kaki, yang mengandung makna bahwa setiap manusia berjalan dan berdiri di atas kaki masing-masing keyakinannya masing-masing. Kata Dayak berasal dari kata ayak atau ngayak yang artinya memilih atau menyaring. Makna kata Dayak di sini adalah menyaring memilah dan memilih mana yang benar dan mana yang salah. Kata Hindu artinya kandungan atau Rahim, filosofinya adalah bahwa setiap manusia dilahirkan dari kandungan sang Ibu . Sedangkan kata Budha, asal dari kata wuda, yang artinya telanjang, makna filosofinya adalah bahwa setiap manusia dilahirkan dalam keadaan telanjang. Selanjutnya adalah kata AuBumi Segandu IndramayuAy. Bumi mengandung makna wujud, sedangkan Segandu bermakna sekujur Gabungan kedua kata ini, yakni Bumi Segandu mengandung makna filosofi sebagai kekuatan hidup. Adapun Indramayu, mengandung pengertian In maknanya adalah inti. Darma artinya orang tua, dan kata ayu maknanya perempuan. Makna filosofinya adalah bahwa ibu . merupakan sumber hidup, karena dari rahimnyalah kita semua dilahirkan. Jadi penyebutan kata suku pada komunitas ini bukan dalam konteks terminology suku bangsa (Etni. dalam pengertian antropologis, melainkan penyebutan istilah yang diambil dari makna kata-kata dalam bahasa daerah (Jaw. Demikian juga dengan kata Dayak, bukan dalam pengertian suku bangsa . Dayak yang berada di daerah Kalimantan, kendati pun dari sisi performan ada kesamaan yakni mereka . aum laki-lak. sama-sama tidak mengenakan baju. Serta mengenakan asesoris berupa kalung dan gelang . angan dan kak. Lokasi dan Ciri Orang Indramayu atau Wong Dermayu tidak asing mendengar sebutan Suku Dayak Indramayu. Keunikan mereka adalah dari penampilannya yang tidak berbaju dan hanya bercelana pendek serta mengenakan bertopi ala petani. Komunitas eksklusif ini juga kerap disebut Dayak Losarang markasnya terletak di RT 13. RW 03. Desa Krimun Kec. Losarang, atau 300 m dari jalur utama Pantura Indramayu. Warga komunitas Suku Dayak Indramayu memang eksklusif namun dalam keseharian mereka terkenal ramah dan suka menolong, siapa pun yang datang ke pendopo istilah warga Suku Dayak Indramayu menyebut markasnya, pasti disambut dengan tangan terbuka dan keramahan khas ala AuBumi SeganduAy polos, lugas, jujur, murni dan apa adanya. Penampilannya aneh sehari-hari baik hujan atau panas mereka tak pernah memakai baju yang menempel di tubuhnya hanya celana pendek sedengkul, warna hitam atau hitam padu putih karena dalam hidup mereka beranggpan bahwa ada baik yang dilambangkan dengan warna putih dan ada hitam yang dilambangkan dengan perbuatan yang buruk, artinya ada baik dan buruk pada setiap sisi kehidupan manusia sebagai kodrat alam yang tidak bisa mereka hindari. Rambutnya dibiarkan panjang dan jarang pula mandi. Namun herannya mereka cukup kebal terhadap berbagai penyakit, saat musim kemarau datang mereka melakukan semadi atau tapa di bawah terik matahari. Bahwa dalam hal ini dikatakan sebagai spritual kepercayaan, mereka percaya apa yang dilakukanya merupakan hal yang paling baik sesuai dengan ajaran yang diberikan oleh Takmad. Menurut Sumardjo berhubungan dengan keseluruhan yang lebih luas, lebih dalam, dan lebih kaya yang meletakan situasi terbatas kita saat ini saat ini dalam perspektif baru. Dengan demikian, spritual berhubungan dengan sesuatu yang transenden, sesuatu yang transenden adalah yang melampui, menembus, mengatasi, semua apa yang telah kita alami dan ketahui dalam hidup ini. Jadi spritual adalah Auyang diluar sanaAy. Auyang berbedaAy, bukan ini dan ituAy. Spritual tidak terbatas dengan demikian Aytidak adaAy dalam pengalaman dan pengetahuan kita, tapi justru :ada: yang sejati dalam logika, serta . 06: . Gambar 1. Suku Dayak Bumi Segandu Losarang (Dokumentasi: Agung Trihadono Putra, 2. Kependudukan Mereka adalah suku tanpa memiliki kartu identitas bukan berarti mereka menentang negara Indonesia, meskipun berbeda paham dan agama mereka tetap bagian dari Indonesia. Bagi mereka kartu idetitas hanyalah sebuah kartu yang merepotkan. Identitas utama mereka adalah diri mereka yang kasat mata dan dibawa kemanapun mereka pergi. Meski sempat mengalami kesulitan karena tidak punya KTP saat berpergian ataupun mengurus surat-surat penting lain. Suku Dayak Indramayu tampaknya mulai mencuat ke beberapa media setelah keputusan mereka untuk menjadi golput atau golongan putih yang tidak mau ikut memilih pada pemilihan umum tahun 2004. Setelah peristiwa tersebut mereka semakin dikenal oleh masyarakat di berbagai wilayah Nusantara karena banyak sekali media massa baik cetak maupun elektronik yang ikut mengabadikan dan mengulas kehidupan mereka sehari-hari. Pada kenyataannya istri dan anak yang tergabung dalam komunitas ini memiliki kartu tanda penduduk (KTP) anakanaknya pun mengikuti pendidikan seperti anak-anak lain. Karena dalam komunitas ini di tekankan untuk mengabdi pada istri dan anak, maka istri dan anak memiliki kebebasan penuh mau itu mengikuti ajaran dalam komunitas atau tidak. Istri dan anak-anak dalam komunitas ini juga terkadang ikut berpartisipasi dalam pemilu atau yang lainnya layaknya warga biasa pada umumnya. Ada juga kaum laki-laki yang ikut berpartisipasi dalam pemilu mereka yang di sebut preman. Preman di sini dalam arti mereka yang masih menggunakan baju sama seperti warga lain tidak menggunakan pakaian yang mencirikan anggota komunitas suku dayak. Komunitas suku dayak tidak memakai baju mereka hanya memakai celana pendek berwarna hitam dan putih. Sistem Kekerabatan dan Bangunan Meski sejatinya suku Dayak Indramayu juga hidup dan berkembang berdekatan dengan masyarakat sekitar, namun untuk beberapa hal sepertinya mereka lebih memilih untuk tertutup atau mengasingkan diri dari pengaruh luar dan sekitarnya. Bisa kita saksikan, jika kita mencermati bentuk bangunan yang digunakan sebagai tempat ibadah mereka yang dikelilingi oleh benteng serta ornamen lukisan termasuk bahkan untuk tempat tinggal mereka Gambar 2. Bagian Depan Pintu Masuk Pesanggrahan Suku Dayak Bumi Segandu Losarang (Dokumentasi : Agung Trihandono Putra. Gambar 3. Denah Lokasi Pesanggrahan Suku Dayak Bumi Segandu Losarang (Dokumentasi : Agung Trihandono Putra. Rumah kepala suku Dayak Indramayu dan juga pendopo, lalu pesanggrahan, pesarean dan tempat tinggal pemimpin suku berada dalam benteng tersebut. Dinding dari tembok dan berlantai keramik serta beratap genteng menandakan bangunan yang sudah dibangun dengan semi permanen pada beberapa rumah yang menjadi milik kepala suku dan tempat adat mereka. Pada bangunan yang disebut sebagai Pesanggaran dibuat Nonpermanen dan masih beratap sirap dan menggunakan dinding yang terbuat dari papan dan bilik. Mata Pencaharian. Suku Dayak Indramayu menjadikan agraria atau pertanian sebagai mata pencaharian utama bagi mereka, berkebun atau menjadi buruh pada lahan sawah menjadikan mereka lebih dekat dan menyatu dengan alam. Tanggapan Masyarakat. Dalam perkembangan pengakuan komunitas ini awalnya mereka mendapat penolakan oleh warga, mereka sering berdebat atau berurusan dengan kaum priyayi lantaran kareta tidak punya KTP. SIM, tidak menaati peraturan lalulintas ketika berkendara, tidak mengikuti PEMILU, sampai dikira orang-orang yang sesat karena menganut kepercayaan yang berbeda dengan masyarakat Tapi lambat taun komunitas ini mulai di terima oleh masyarakat, mereka hidup berdampingan dan mereka tidak menggangu masyarakat lain pemerintah juga membiarkan mereka bahkan dari yang saya lihat ada foto-foto ketika Bupati mengunjungi komunitas ini. Memang kepercayaan di Indonesia sangatlah banyak dan kepercayaan bukan sebagai sebuah agama. Menurut Zazuli sampai sekarang tak ada ataupun agama-agama dan kepercayaan di Nusantara yang diakui sebagai agama yang memiliki hak yang setara dengan agama lainnya untuk dicantumkan di KTP. Akta Kelahiran. Pencatatan Perkawinan di Kantor Catatan Sipil dan sebagainya . 8: . Selanjutnya Zazuli menegaskan berbagai agama adat atau agama tradisional yang tidak diakui oleh negara ini kemudian lebih sering disebut dengan nama Aliran Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan pembinaan yang dilakukan oleh Kementrian Kebudayaan dan bukan berada dibawah pengawasan Departemen Agama. Data kementerian Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2003 mengungkapkan bahwa setidaknya 245 aliran kepercayaan yang terdaftar dengan jumlah penghayat mencapai 400 ribu jiwa lebih. Namun jumlah aliran dan pengikut penghayat yang tidak terdaftar sebenarnya jauh lebih besar dibanding jumlah tersebut. 8: 364-. Seperti fenomena pada Dayak Losarang ini termasuk kepercayaan yang tidak terdaftar sehingga tidak perlu disalahkan dan diperdebatkan dalam kehidupan di masyarakat selama masih ada tolerasi saling menghormati sesama manusia baik cara berkomunikasi ataupun cara beribadah, karena sudah ada binaan khusus dari kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Ritual dan Kebiasaan Komunitas Suku Dayak Mereka biasanya melakukan ritual rendeman atau biasa disebut kumkum yang berfungsi untuk melatih kesabaran. Kumkum ini dilakukan selama 4 bulan dalam setahun. Prosesi Kumkum dimulai dengan melakukan kidung di malam hari sekitar pukul 00 WIB. Hal ini diperjelas oleh Kasim pada Suku Dayak tersebut juga diajarkan kidung pujian yang secara sepintas langgamnya mirip nada-nada dalam lagu-lagu klasik musik tarling . itar sulin. dengan menggunakan bahasa Jawa Indramayu . 2: 123-. Usai kidung mereka beranjak ke sungai kecil di dekat perkampungan mereka, kemudian merendamkan diri hingga esok pagi Mereka tetap dengan tidak menggunakan baju atasan, selama 8 jam mereka harus menahan dingin dan juga gigitan ikan-ikan kecil yang usil di dalam sungai kecil tersebut. Gambar 4. Kumkum (Dokumentasi : Agung Trihandono Putra. Butuh latihan perlahan-lahan untuk membiasakan diri dengan suhu air dan udara malam. Usai berendam semalam ritual belum berhenti sampai di situ, mereka melanjutkan dengan mepe alias berjemur mereka berjemur hingga celana mereka kering. Memang fungsi mepe untuk mengeringkan badan sekaligus mendekatkan diri dengan alam dan tanah. Hasil dari ritual ini mereka merasa menjadi orang yang baru. Gambar 5. Mepe (Dokumentasi : Agung Trihandono Putra. Komunitas ini mencari nafkah cukup selama 8 bulan untuk hidup bersama anak dan istri. Kalau ada rezeki lebih, biasanya diberikan kepada yang membutuhkan. 4 bulan sisanya digunakan untuk melakukan ritual. Filsafat Kehidupan yang mereka terapkan seperti ngaji rasa terhadap alam semesta . enyatukan ala. , tidak makan daging . (Kasim 201: . Otomatis mereka pun menjauhi membunuh binatang bahkan terhadap seekor cacing pun. Sistem Kepercayaan Kalau ditelusuri menurut Kasim Kepercayaan adanya Yang Maha Kuasa memang sejak masa prasejarah sudah dikenal di Indonesia, . epercayaan adanya roh-roh yang mendiami pohon, batu, gunung, sungai, ds. dan dinamisme . epercayaan bahwa segala mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidu. 2: . Secara arkeologis untuk menemukan hal itu sebagaimana dikatakan Sedyawati . , perlu didekati melalui interprestasi atas keterkaitan antar benda di dalam suatu situs penggalian, maupun melalui analogi dengan praktek-praktek keagamaan pada tradisi-tradisi tertentu. Inti kepercayaan suatu religi juga dapat menyangkut konsep mengenai kosmos, baik mengenai struktur maupun proses kejadianya. Aspek lain yang sering dapat dikenali adalah pandangan mengenai hidup sesudah mati, atau adanya alam lain di luar atau di samping kehidupan manusia di dunia ini. Kemudian Kasim menjelaskan fenomena adanya Dayak Losarang yang melahirkan Bumi Segandu bisa diinterprestasikan sebagai tradisi yang berkaitan dengan kepercayaan, meskipun tradisi itu mulai terlihat dengan kepercayaan meskipun tradisi itu mulai terlihat berlangsung tiga dasawarsa terakhir, yang merupakan pengalian, perenungan seorang perintisnya yaitu (Takmad, 2012: . Tradisi pemahaman ini merupakan manusia yang termasuk ke dalam zaman pra modern yang berada dalam kebudayaan mitis-spritual-keagamaan kebudayaan ini berpikir Kebudayaan kosmosentris menempatkan manusia sebagai bagian dan sama Alam Semesta. Mikrokosmos Meleburnya makrokosmos membawa manusia mencapai Sang Pencipta Manunggaling Kawulo-Gusti (Sumardjo, 2006: . Pemimpin mereka adalah Ki Takmad . , didalam komunitas Suku Dayak Indramayu nama lengkap lelaki berusia 70 tahunan ini adalah Paheran Takmad Diningrat Gusti Alam. Sepintas lalu penampilan Ki Takmad dan para pengikutnya bisa aneh dan berkesan menakutkan, namun ketika sudah terlibat kontak dengan mereka maka kesan akrab akan didapat. Gambar 6. Takmad (Dokumentasi : Agung Trihandono Putra, 2. Spiritualitas Ki Takmad seperti sinkritisme Hindu. Budha. Jawa Kuno. Islam dan hasil kontempelasi pemikiran orisinilnya mirip kaum Pagan . enyembah benda-bend. Anggota komunitas ini juga berkepercayaan sama dengan ketuanya namun, meskipun mereka tidak mengakui bahwa agama mereka bukan Islam akan tetapi beberapa upacara yang biasa orang Islam lakukan ada dalam komunitas ini seperti ketika bulan maulid mereka mengadakan Maulid Nabi, bahkan istri Ki Takmad ketika meninggal dimakamkan secara Islam dan mengadakan tahlil. Kegiatan-kegiatan tersebut termasuk kedalam kegiatan religi, dalam bukunya Sundjaya sistem religi dalam antropologi dikenal adanya beberapa teori tentang religi, baik yang menyangkut asalusul terbentuknya religi, simbol-simbol keagamaan, upacara atau ritual keagamaan, hingga hubungan sosial antar umat agama. Salah satu teori asal usul religi pernah dikemukan oleh R. R Marett . Menurutnya, religi muncul disebabkan oleh adanya getaran jiwa atau emosi pada diri manusia manakala menjumpai atau mengalami kejadian-kejadian luar biasa, seperti mimpi, kematian, atau bencana alam. Emosi atau getaran jiwa tersebut dapat berupa perasaan takut maupun kagum. Perasaan seperti ini oleh Mareet sebagai Auemosi keagamaanAy karena mampu membawa pikiran manusia kepada keyakinan adanya kekuatan gaib, tak terlihat, dan tak dapat ditaklukan di balik kejadian-kejadian yang dialami. Tokoh antropolgi lainnya yang mengutarakan teori asal-usul religi adalah Andrew Lang . Ia berpendapat bahwa ketika manusia melihat hal-hal yang tidak bisa dicerna oleh akal mereka, maka dalam dirinya muncul suatu kekuatan jiwa yang makin kuat. Jadi menurut Lang, religi muncul akibat kesadaran manusia akan adanya kekuatan jiwa pada dirinya kekuatan jiwa tersebut semakin kuat ketika aktivitas pikiran rasionalnya semakin lemah. Lang menilai, keyakinan akan kekuatan gaib akan lebih mudah muncul pada masyarakat yang dalam kehidupan sehari-harinya kurang menggunakan pikiran rasional . 8: . Menurut Kodiran dalam (Supali Kasim, 1976:339-. tidak semua orang Islam beribadat menurut syariat agama Islam, sehingga berdasarkan atas kriteria pemeluk agamanya ada yang disebut Islam Santri dan Islam Kejawen atau Abangan. Mengenai orang santri mereka adalah penganut agama Islam yang secara patuh dan teratur menjalankan ajaran-ajaran dari agamanya. Adapun golongan orang Islam Kejawen, walaupun tidak menjalankan sholat, atau puasa, serta tidak bercita-cita naik haji, tetapi percaya pada keimanan agama Islam. Kecuali itu, orang Islam Kejawen ini tidak terhindar dari Kewajiban berzakat. Dalam komunitas ini yang menganut singkretisme hanyalah kaum laki-laki begitupun cara berpakaian mereka yang beda dari yang lain hanya kaum laki-laki kaum wanita dan anak-anak di bebaskan dalam berpakaian maupun religi mereka. Yang terpenting dalam komunitas ini adalah mengabdi pada istri dan anak, apapun permintaan mereka harus di kabulkan. Komunitas ini menempatkan kaum perempuan pada posisi yang sangat terhormat sekaligus sebagai sumber inspirasi. AuNyi Dewi Ratu" demikian sebutan personifikasi kekuatan untuk yang maha pemberi hidup atau sumber kehidupan, bahkan pintu bangunan pendopo komunitas ini bereliefkan Nyi Dewi Ratu Kembar. Dalam sistem sosial dan budaya yang dibangun di lingkungan Dayak "Bumi Segandu" posisi dan derajat wanita memang sangat ditinggikan. Karena itu sekalipun Takmad disegani dia akan takluk bila berhadapan dengan istrinya, berkhianat atau berbohong pada istri . adalah sebuah dosa besar yang tak terampuni. Karena itu pula, bila ada konsep "tuhan" dalam komunitas "Bumi Segandu", manifestasinya ada pada sosok wanita yang disebutnya sebagai "Nyi Dewi Ratu". Nyi Dewi Ratu itu menguasai sukma bumi atau hukumhukum kebenaran yang dibahasakan dengan istilah "sejarah alam". Dia harus dipuja dan ditinggikan lewat "ngajirasa" dan "ngadirasa" . aku atau amal-amala. Dalam keseharian pemujaan terhadap Nyi Dewi Ratu dipraktekan dalam bentuk kesetiaan terhadap istri. Ajarannya Takmad tampaknya banyak dipengaruhi konsep kejawen (Hindu-Jaw. sebagaimana kita tahu pada pemahaman masyarakat kejawen Pulau Jawa itu dikuasai oleh Dewi-dewi, itu pula kenapa semua penguasa alam di Jawa selalu disimbolkan dengan wanita seperti Nyi Roro Kidul (Penguasa Laut Kidu. Nyi Blorong (Penguasa Gunung Brom. Dewi Sri (Dewi Pad. dan lainlain. Karena konsep itulah pada Pemilu 1999 Takmad memobilisasi pengikutnya untuk mendukung PDIP. Selain itu pada Pemilu 1999 ketika dirinya bermeditasi memperoleh bisikan ghaib dari Nyi Dewi Ratu kalau "Bumi Segandu" harus memilih partai yang dipimpin perempuan. Namun pada Pemilu 2004 komunitas Suku Dayak Indramayu menyatakan untuk tidak ikut dalam pemilu. Hal ini diperkuat dengan pendapat M. Zazuli secara garis besar kepercayaan termasuk aliran kebatinan Jawa yang terbagi menjadi dua aliran besar, yaitu Aliran Kautaman (Ajaran Keutamaa. yang mengutamakan budi luhur untuk mencapai kesadaran tunggal dengan Tuhan (Hidup Sejat. sehingga mampu menjadi rahmat bagi semesta alam serta Aliran Kawibawaan (Ajaran Kewibawaa. yang lebih mengutamakan pada pengolahan dayadaya kejiwaan untuk memperoleh kesaktian, kekayaan maupun berbagai keuntungan duniawi lainya. Aliran Kewibawaan ini sering dikaitkan dengan tenaga dalam, aktivitas perdukunan serta dengan penguasaan gaib pantai selatan (Kanjeng Nyai Ratu Kidu. Aliran Kautaman disebut ajaran inti yang mengarah ke atas . ertikal atau kepada Sang Illah. sedang aliran Kawibawan disebut juga sebagai ajaran sekunder yang mengarah ke samping . orisontal atau kepada sesama mahlu. Kebatinan Jawa seolah mendapatkan citra negatif di mata para pemeluk agama lain dikarenakan aktivitas penganutnya yang lebih menekankan Auajaran ke samping sehingga dianggap sebagai pelaku musyrik yang menyembah jin atau kekuatan alam yang lain. Para pelaku aliran Kautaman yang memilih kemampuan spritual (Daya Linuwi. juga seringkali dianggap ataupun difitnah sebagai dukun meskipun kekuatan tersebut muncul bukan atas kehendak diri sendiri melainkan sekadar sebagai akibat dari proses pembinaan rohani yang dijalaninya. -374, 2. Hal ini sangat tepat mengingat bahwa Takmad adalah seorang dukun, karena dukun berkaitan dengan kekuatan gaib sehingga sumber kekuatan gaib tersebut berasal dari penguasa Ratu Kidul, wajar apabila komunitas ini sangat menghormati perempuan dalam hal ini. KESIMPULAN Perkampungan Dayak Bumi Segandu merupakan sebuah perkampungan yang berada di kawasan Losarang Indramayu. Mereka bukanlah suku asli dari Kalimantan. Mereka adalah sekumpulan orang yang memiliki ajaran dan gaya hidup yang berbeda dengan suku di Indonesia pada umumnya. Bahkan tidak diatur dalam kehidupan oleh pemerintah. Suku Dayak Indramayu ini bukanlah merupakan sebuah etnik, melainkan sebuah komunitas yang memiliki kepercayaan, adat istiadat dan gaya hidup yang unik. Jadi tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan Suku Dayak yang ada di Kalimantan. Suku Dayak Hindu-Budha Bumi Segandhu, kata Suku artinya kaki yang mengandung makna bahwa setiap manusia berjalan dan berdiri di atas kaki. Kata Dayak berasal dari kata ayak atau ngayak yang artinya memilih atau nyaring. Kata Hindu artinya kandungan atau rahim. Sedangkan kata Budha asal dari kata wuda, yang artinya Selanjutnya adalalah kata Bumi Segandu Indramayu, bumi mengandung makna wujud sedangkan AuseganduAy bermakna sekujur badan. Jadi Bumi Segandu mengandung makna sebagai kekuatan hidup, adapun kata Indramayu berasal dari kata In yaitu Darma artinya orang tua dan kata Ayu yaitu perempuan. Makna . merupakan sumber hidup, karena dari rahimnyalah Itu perempuan yang tercermin dalam ajaran dan kehidupan mereka sehari-hari. Ajaran dan komunitas ini sendiri mulai terbentuk pada tahun Takmad sang pendiri menemukan titik jenuh akan aturan pemerintah melihat keadaan sekitar yang tidak berubah. Takmad mulai instropeksi diri dan menyadari bahwa cara tersebut adalah paling baik bagi manusia. Komunitas ini mengandung kepercayaan termasuk ke dalam aliran kebatinan Jawa . yang terbagi menjadi dua aliran Aliran Kautaman (Ajaran Keutamaa. mengutamakan budi luhur untuk mencapai kesadaran tunggal dengan Tuhan (Hidup Sejat. sehingga mampu menjadi rahmat bagi semesta alam serta Aliran Kawibawaan (Ajaran Kewibawaa. yang lebih mengutamakan pada pengolahan daya-daya kejiwaan untuk memperoleh kesaktian, kekayaan maupun berbagai keuntungan duniawi lainya. Aliran Kewibawaan ini sering dikaitkan dengan tenaga dalam, aktivitas perdukunan serta dengan penguasaan gaib pantai selatan (Kanjeng Nyai Ratu Kidu. Sehingga komunitas suku dayak hindu budha bumi segandu lebih mengarah ke kebebasan hidup, hanya saja yang harus mereka laksanakan menghormati anak dan istri menuruti permintaan apa yang mereka inginkan sesuai dengan paham diatas. Mereka tidak mengakui apabila ada yang menyebut mereka beragama Islam. Hindu. Budha, atau Kristen. Mereka mempunyai kepercayaan mereka sendiri, akan tetapi di setiap ritual mereka menunjukan kalau mereka beragama Islam. Mereka melakukan kegiatan religi seperti tahlil untuk memperingati kematian istri takmad, mereka memperingati maulid nabi ketika bulan maulid, tatacara pernikahan, pemakaman, ataupun khitanan sama seperti umat DAFTAR PUSTAKA