At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 1 No. September 2024 Hal : 78 - 93 Pengaruh Teknik Relaksasi (Progressive Muscle Relaxatio. dalam Mengurangi Kecemasan Siswa Menghadapi Ujian Matematika di SMPN 14 Jember Anis Sakinatul Awaliyah 1. Wahid Suharmawan 2. Ika Romika Mawaddati 3 Universitas PGRI Argapuro Jember e-mail: Anissakinatulawaliyah @gmail. Universitas PGRI Argapuro Jember Universitas PGRI Argapuro Jember ABSTRACT Anis Sakinatul Awaliyah 2023. The Effect of Relaxation Techniques (Progressive Muscle Relaxatio. in Reducing Students' Anxiety Facing Mathematics Exams at SMPN 14 Jember. Thesis. Counseling Guidance Study Program. Faculty of Education. PGRI Argopuro University. Jember. Supervisor: (I) Drs. Wahid Suharmawan. Pd. supervisor (II) Ika Romika Mawaddati. S,pd. This research examines how progressive muscle relaxation technology can help students at SMPN 14 Jember reduce anxiety when taking mathematics exams. This kind of research is quantitative. With a sample of seven people, the population consists of class 8A Jember data collection techniques involving questionnaires and interviews. The questionnaire was validated and checked for reliability before distribution. The Wilcoxon Match Pairs Test is the data analysis method applied. The findings of the investigation are: progressive muscle relaxation, a relaxation technique, has been proven to help students at SMPN 14 Jember reduce anxiety before mathematics exams. This is recommended after progressive muscle relaxation technique therapy. When students' anxiety levels were measured before and after the test, the average calculated score fell. The average score on the pretest was 237. 7, the average score on the posttest was 132. and the difference between the two scores was 105. The Wilcoxon paired test was used to analyze the data and obtain asymptotic values. The hypothesis . states that there is a significant difference in students' anxiety levels before the mathematics exam because the Sig . wo-side. value of 0. 008 is less than 0. The progressive muscle relaxation technique method is useful in reducing students' anxiety before the mathematics exam at SMPN 14 Jember based on the calculation results. Keywords: mathematical abilities ABSTRAK Anis sakinatul awaliyah 2023. Pengaruh Teknik Relaksasi (Progressive Muscle Relaxatio. Dalam Mengurangi Kecemasan Siswa Menghadapi Ujian mtematika Di SMPN 14 Jember. Skripsi. Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Argopuro Jember. Pembimbing: (I) Drs. Wahid Suharmawan. Pd. pembimbing (II) Ika Romika Mawaddati. S,pd. Penelitian ini mengkaji bagaimana teknologi relaksasi progressive muscle relaxation dapat membantu siswa di SMPN 14 Jember mengurangi rasa cemas saat mengikuti ujian Penelitian semacam ini bersifat kuantitatif. Delngan sampell belrjumlah tujuh orang, maka populasinya telrdiri dari siswa kellas 8A Jember. teknik pengumpulan data yang melibatkan kuesioner dan wawancara. Kuesioner divalidasi dan diperiksa reliabilitasnya sebelum didistribusikan. Wilcoxon Match Pairs Test merupakan metode analisis data yang diterapkan. Temuan penyelidikan adalah: progressive muscle Hal 78 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah relaxation, suatu teknik relaksasi, terbukti membantu siswa di SMPN 14 Jember mengurangi rasa cemas sebelum ujian matematika. Hal ini dianjurkan setelah terapi teknik progressive muscle relaxation. Ketika tingkat kecemasan siswa diukur pada saat sebelum dan sesudah tes, rata-rata skor perhitungannya turun. Nilai rata-rata pada pretest adalah 237,7, nilai rata-rata pada posttest adalah 132,3, dan selisih antara kedua nilai tersebut adalah 105,4. Uji berpasangan Wilcoxon digunakan untuk menganalisis data dan mendapatkan nilai asimtotik. Hipotesis . menyatakan terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kecemasan siswa menjelang ujian matematika karena nilai Sig . ua sis. sebesar 0,008 kurang dari 0,05. Metode teknik progressive muscle relaxation bermanfaat dalam menurunkan kecemasan siswa menjelang ujian matematika di SMPN 14 Jember berdasarkan hasil perhitungan. Kata Kunci: kecemasan matematika PENDAHULUAN Kecemasan atau dalam bahasa inggrisnya AuanxietyAy berasal dari bahasa latin AuangustusAy yang berarti kaku, dan Auango, anciAy yang berarti mencekik. kata cemas yang menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti tidak tentramnya hati . isa disebabkan karena khawatir akan sesuatu, ataupun rasa taku. Rasa cemas tidak dapat dipungkiri setiap manusia akan mengalami, karna itu kekhawatiran dan rasa takut yang intens, berlebihan, dan terus-menerus sehubungan dengan situasi sehari-hari hal ini dapat terjadi saat seseorang merasakan kehawatiran secara tidak langsung maupun secara langsung, hal ini akan menimbulkan efek terhadap diri seseorang seperti jantung berdenyut kencang, napas tersengal-sengal, berkeringat, dan merasa lelah. Menurut American Psychological Association (APA) dalam (Muyasaroh et al. kecemasan merupakan keadaan emosi yang muncul saat individu sedang stress, dan ditandai oleh perasaan tegang, pikiran yang membuat individu merasa khawatir dan disertai respon fisik . antung berdetak kencang, naiknya tekanan darah, dan lain sebagainy. Situasi kecemasan yang sering muncul dan dirasakan dalam diri seseorang, antara lain adalah gangguan panik dimana gangguan ini sering dirasakan oleh setiap individu, gejala ini yang sering muncul secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, saat merasakan gejala panik seseorang cenderung bergemetar, berkeringat, jantung berdebar, sesak, nyeri dada, ketakutan hingga merasa lemah. Perasaan panik bisa saja dirasakan bermenit-menit bahkan bisa berjamjam, rasa panik ini juga bisa terjadi dimanapun dan kapanpun itu. Ada beberapa tingkatan kecemasan yang dapat di rasakan sesuai kondisi dan situasi yang di alami seseorang antara lain : perasaan cemas tingkat ringan, sedang, berat, hingga panik. Kecemasan ini sering muncul saat menghadapi hal-hal sulit, tidak dapat dipungkiri setiap individu akan mengalami, termasuk siswa yang mengalami situasi berupa ujian maupun pelajaran yang dianggap sulit, kecemasan ini akan menguasai diri siswa, entah mengalami Hal 79 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah kecemasan ringan maupun cemas yang berlebihan tergantung pada situasi yang dihadapinya, karena cemas ini akan terjadi secara sengaja maupun tidak disengaja. Tak jarang kita temui banyak siswa yang mengalami kecemasan terlebih pada pelajaran maupun ujian yang dianggap sulit, seperti ujian matematika, karenanya para siswa sering merasa cemas dan panik. Padahal pada dasarnya matematika merupakan mata pelajaran yang dipelajari mulai dari sekolah dasar menengah hingga perguruan tinggi. Pendidikan matematika di sekolah dasar bertujuan membekali mereka dengan kemampuan berifikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Di dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) pada bidang studi matematika, tidak dapat dipungkiri bila peserta didik dapat mengalami kecemasan terhadap pelajaran matematika apalagi dengan ujiannya, mereka menganggap bahwasannya matematika merupakan bidang studi sulit untuk dipahami . onsep rumus, dan latihan soa. , membuat peserta didik merasa takut, gelisah dan selalu membuat cemas, karena hasil nilai dari ujian akan berpengaruh terhadap kenaikan kelas atau kelulusan. Situasi ini dapat membuat siswa merasakan ketakutan dan cemas, siswa akan merasakan situasi tekanan yang membuat dirinya menjadi pucat, keluar keringat dingin, sesak nafas dan merasa panik, ketakutan, putus asa dan depresi ketika mereka menghadapi ujian Jika dibiarkan, hal ini akan menjadi pengalaman buruk bagi peserta didik pada akhirnya akan membuat mereka kehilangan minat terhadap matematika dan hilangnya kepercayaan diri dalam mempelajari matematika. Kecemasan yang berlebihan juga membawa dampak negatif bagi mereka karena dapat menurunkan efektivitas upaya yang dilakukan. Ketika kecemasan meningkat, siswa akan berusaha lebih keras, namun pemahamannya justru semakin buruk dan fatal, kecemasannya pun meningkat. Hal ini bisa terjadi dalam jangka pendek atau jangka panjang. Permasalahan lain dalam pembelajaran matematika sebagai berikut: dalam pembelajaran matematika sering terlihat siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, keberanian siswa untuk bertanya kepada guru sangat rendah, apabila ditanya oleh guru tidak ada yang mau menjawab, jika tidak ditunjuk. Rasa cemas yang membuat konsentransi siswa mengurang, saat menghadapi ujian matematika tidak bisa dipungkiri karena rasa takut tidak naik kelas ini tidak bisa terkendali, dan inilah yang mengakibatkan dan merangsang rasa cemas dalam diri siswa itu muncul. Karena kurangnya rasa percaya diri, kecemasan yang berelebihan, maka akan berpengaruh kepada hasil belajaran siswa. Hal 80 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Dan seseorang yang diliputi perasaan cemas maka mereka cenderung untuk menyalahkan diri sendiri disertai pula dengan ketidak mampuan untuk menemukan pemecahan masalah yang dihadapi. Mereka juga akan merasakan kesulitan dalam belajar, sehingga akan berpengaruh besar terhadap hasil mata pelajaran yang bersangkutan. Dari hasil wawancara dan survei di lapangan, terlihat beberapa siswa juga merasakan ketakutan di SMPN 14 Jember. Di sana misalnya, masih banyak siswa yang mempunyai ranah kognitif sangat sempit dan takut menghadapi ujian matematika. Hindari saja memikirkan hall hal kecil dan mengabaikan hal-hal lain. Siswa sering kali mengalami kesulitan berkonsentrasi dan membutuhkan instruksi atau permintaan untuk mengurangi kecemasannya. Wawancara yang saya lakukan dari beberapa siswa kelas ViA di SMPN 14 yang mengalami permasalahan cemas, ada berbagai respon fisik yang dirasakan oleh siswa saat marasa cemas dalam menghadapi ujian matematika, sering sesak dan pusing, pe nglihatan kabur, berkeringat dan sakit kepala. siswa juga sering megalami situasi yang tidak baik seperti rasa khawatir atau takut yang berlebihan, bahkan panik dan merasa tegang, perasaan tidak nyaman, merasa selalu dalam bahaya, merasa gelisah atau tidak dapat duduk tenang, bicara berlebihan dan cepat. Fenomena ini memerlukan penggunaan pendekatan yang tepat untuk membantu siswa mengatasi atau mengurangi rasa takut mereka. Peneliti menemukan metode untuk mengurangi kegugupan siswa setelah membaca artikel di berbagai majalah mengenai isu-isu yang dihadapi industri ini. Ini adalah penerapan metode relaksasi. Relaksasi menurut miltenberger . dibagi menjadi empat macam yaitu relaksasi otot progressif . rogressive muscel relaxatio. , relaksasi pernafasan . iaphragmatic breatin. relaksasi denga cara meditasi . ttention focusing excercise. dan yang terakhir adalah teknik relaksasi perilaku . ehavioural relaxation treanin. Peneliti menemukan teknik relaksasi terbaik yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan matematika yang dialami siswa di SMPN 14 Jember, teknik relaksasi progressive muscle relaxation ini merupakan suatu cara dari teknik relaksasi yang mengkombinasikan latihan nafas dalam dan serangkaian kontraksi. Teknik relaksasi progressive muscle relaxation dapat membantu mengurangi kecemasan dan ketegangan yang dirasakan oleh individu secara fisik. Teknik ini memfokuskan perhatian pada aktivitas otot dengan mengidentifikasi otot yang tegang dan mengurangi ketegangan fisik dan psikologis dengan menghambat sistem saraf simpatis. Sistem saraf simpatik, sebaliknya, menekan rasa ketegangan pada individu, sehingga terjadi counter conditioning . Hal 81 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah METODE Metode penelitian merupakan cara-cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan suatu data penelitian yang valid berdasarkan dengan tujuan dan kegunaan tertentu dalam penelitian (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini, penulis mengunakan pendekatan kuantitatif dengan Jenis ekperimen yang digunakan adalah pre-eksprimental designs. Penelitian ini mengunakan One Group Pre-Test Post-Test,desain penelitian ini dilakukan pre-test sebelum dilakukan perlakuan agar hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat karena hasil Post-Test dapat dibandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan . Hasil dari kedua tes tersebut dibandingkan untuk menguji apakah treatmen yang diberikan mampu mengurangi kecemasan siswa menghadap ujian matematika. Ilustrasi pengambaran One Group Pre-Test Post-Test Designs adalah sebagai berikut : Gambar 1. Pola One Group Pre-Test Post-Test Designs Keterangan : = Pemberian Pre-Test yakni pengukuran tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika. = Pemberian treatment mengunakan teknik progressive muscle relaxation. = Pemberian post-test untuk mengukur kembali tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika. HASIL DAN PEMBAHASAN Tujuan dari temuan pre-test adalah untuk mengidentifikasi siswa yang merasa cemas dalam mengikuti ujian matematika. Untuk mengidentifikasi subjek penelitian, peneliti terlebih dahulu memberikan kuesioner kepada masing-masing 24 siswa kelas Vi A SMPN 14 Jember sebelum memulai prosedur teknik progressive muscle relaxation. Tabel berikut menunjukkan siswa yang akan menerima terapi relaksasi progressive muscle relaxation berdasarkan hasil pre-testnya: Tabel 1. Hasil Pre-test Tingkat Kecemasan siswa menghadapi ujian matematika Hal 82 No. Nama Skor Nilai Kategori RPL Belrat Belrat At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah RFN DKZ ARPMR MAT NELS MBD Belrat Ringan Ringan Tidak ada kelcelmasan Ringan Ringan Ringan Ringan Seldang Seldang Seldang Ringan Belrat Ringan Belrat Belrat Ringan Ringan Belrat Belrat Ringan Belrat Tabel 2. Persentase Hasil Pre-Test RELNTANG NILAI KRITELRIA JUMLAH SISWA Tidak ada kelcelmasan Ringan Seldang Belrat belrat selkali Total Selmbilan siswa yang tel ah melngikuti tels awal yang paling melnantang melnunjukkan kelcelmasan yang signifikan pada ujian matelmatika, melnurut analisis pelnel iti telrhadap telmuan telrselbut, pelnel iti akan melmbelrikan layanan kelpada selmbilan mahasiswa telrselbut belrupa telknik progrelssivel musclel rellaxation. Hal ini dapat dilihat pada tabel belrikut. Tabel 3. Data Siswa yang Memiliki Tingkat Kecemasan dalam Menghadapi Ujian Matematika Hal 83 Nama RPL Skor nilai Kategori BELRAT BELRAT BELRAT At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah NELS BELRAT BELRAT BELRAT BELRAT BELRAT BELRAT Hasil Analisis Data Pre-test dan Post-test Pemberian pos-test kepada siswa kelas Vi A SMPN 14 Jember yang menjadi sampel pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perubahan tingkat kecemasan pada siswa kelas Vi A setelah diberikannya treatment berupa teknik progressive muscle relaxation. Hasil pos-test di tunjukkan pada tabel di bawah ini: Tabel 4. Hasil Post-test Kecemasan Dalam Menghadapi Ujian Matematika di Kelas Vi A SMPN 14 Jember Nama RPL NELS Skor nilai Kategori SELDANG SELDANG SELDANG SELDANG SELDANG SELDANG SELDANG SELDANG SELDANG Tabel 5. Perbandingan Hasil Pre-test dan Post-test Nama Pre-test Nilai Post-test Ket. BELRAT RPL BELRAT BELRAT NELS BELRAT BELRAT BELRAT Hal 84 Nilai Ket. SELDANG SELDANG SELDANG SELDANG SELDANG SELDANG At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah BELRAT BELRAT SELDANG SELDANG BELRAT SELDANG Rata-Rata Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa dari 9 siswa tersebut mengalami penurunan dari yang awalnya berat menjadi sedang, setelah diberikan treatmen teknik progressive muscle relaxation maka rata-rata tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi ujian matematika dari hasil pre-test dan post-test yaitu menjadi 186,4 menjadi 132,3. Tabel 6. Uji Validitas No. Hal 85 r Tabel 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 r Hitung 0,292 0,263 0,376 0,405 0,473 0,366 0,372 0,298 0,523 0,330 0,426 0,346 0,589 0,508 0,534 0,557 0,340 0,454 0,530 0,365 0,389 0,398 0,345 0,425 0,484 0,493 0,475 0,491 0,503 0,395 Keterangan BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,1946 0,337 0,362 0,340 0,474 0,482 0,458 0,211 0,343 0,351 0,370 0,344 0,352 0,355 0,392 0,413 0,374 0,354 0,297 0,282 0,351 0,381 0,482 0,498 0,494 0,403 0,359 0,315 0,169 BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR BELNAR TIDAK VALID Butir pernyataan yang valid: 59 butir Butir pernyataan yang tidak valid: 1 butir Tabel 7. Uji Reliabilitas Hal 86 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Uji Hipotesis Wilcoxon Analisis yang digunakan dalam pelnel itian ini melnggunakan uji wilcoxon Match Pairs Telst. Telknik ini digunakan untuk melnguji hipotelsis komparatif dua sampel yang belrkorel asi delngan data belrbelntuk ordinal. Uji Wilcoxon digunakan untuk melnguji signifikasi pelrbeldaan tingkat kelcelmasan siswa dalam melnghadapi ujian matelmatika yang signifikan selbel um dan selsudah adanya pelmbelrian telknik rel aksasi progrelssivel musclel rellaxation. Dalam pelnel itian ini, pelnel iti melnguji 9 sampel yang kelmudian dibelrikan trelatmelnt delngan telknik progrelssivel musclel rellaxation, untuk melngeltahui pelngaruh dari telknik progrelssivel musclel rellaxation telrhadap kelcelmasan siswa melnghadapi ujian matelmatika di SMPN 14 Jelmbelr. Selbel um dibelrikan trelatmelnt melnggunakan telknik rel aksasi, siswa dibelrikan prel-telst telrlelbih dahulu agar dikeltahui tingkat kelcelmasan siswa, kelmudian dibelrikan trelatmelnt delngan telknik rel aksasi progrelssivel musclel rellaxation kelpada siswa yang melmiliki tingkat kelcelmasan delngan tingkat belrat, lalu seltel ah belbelrapa kali trelatmelnt pelnel iti melmbelrikan post-telst untuk melngeltahui adakah pelngaruh telknik rel aksasi progrelssivel musclel rellaxation. Tabel 8. Selisih Hasil Pre-test Dan Post-test Nama RPL Pre-test Ket. BELRAT BELRAT BELRAT NELS BELRAT BELRAT BELRAT BELRAT BELRAT BELRAT Post-test Ket. Selisih SELDANG SELDANG SELDANG SELDANG SELDANG SELDANG SELDANG SELDANG SELDANG Rata-Rata Hal 87 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Rata-rata atau mean data hasil sebelum dan sesudah tes mengalami penurunan, sesuai dengan perhitungan yang telah dilakukan. Rata-rata 186,4 dicapai pada pre-test. Sedangkan rata-rata nilai post-test adalah 132,3. Hal ini menunjukkan bahwa setelah pengobatan menggunakan teknik progressive muscle relaxation, tingkat kecemasan siswa mengalami penurunan. Sedangkan selisih keduanya adalah 54,1. Berikut temuan uji Wilcoxon yang dilaksanakan menggunakan SPSS versi 25. Tabel 9. Hasil Uji Wilcoxon Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa negative ranks atau selisih . antara tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi ujian matematika terdapat 9 data negatif (N) yang artinya 9 siswa mengalami penurunan tingkat stress ringan dari nilai pretest dan postl test, mean rank atau rata-rata peningkatan tersebut adalah sebesar 5. 00 sedangkan jumlah positif atau sum of rank adalah sebesar 45. 00 Ini menunjukan bahwa adanya penurunan dari nilai pretest dan posttest. Positive ranks atau selisih . antara tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi ujian matematika untuk pretest dan post-test adalah 0 baik itu pada nilai N,mean rank, maupun sum rank. Ties adalah kesamaan nilai pretest dan posttest, disini nilai ties adalah 0, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada nilai yang sama antara pre-test dan post-test. Tabel 10. Test Statistic Hasil Z Score dalam pengujian Wilcoxon ini sekaligus juga menjadi dasar keputusan dalam menentukan hasil hipotesis yang telah diajukan sebelumnya, yakni dengan batasan: Hal 88 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Apabila nilai probalitas Asymp. Sig. -taile. < 0,05 maka terdapat perbedaan nilai rata-rata Apabila nilai probalitas Asymp. Sig. -taile. > 0,05 maka terdapat persamaan nilai rata-rata Berdasarkan tabel hasil Z score di atas, diperoleh nilai Z sebesar -2,668 dengan simpotik signifikansi untuk uji dua arah atau Asymp. Sig. -taile. sebesar ,008. Oleh karena itu, maka dapat disimpulkan bahwa: Ha: Pengaruh Teknik progressive muscle relaxation dalam mengurangi kecemasan Ho: Pengaruh Teknik progressive muscle relaxation dalam mengurangi kecemasan Pembahasan Berdasarkan penyajian data dan hasil analisis antara pre-test dan post-test terkait tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi ujian matematika di SMPN 14 Jember, dengan mengambil sampel 9 siswa pada kelas Vi A maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (H. Hal tersebut dapat dilihat pada grafik dibawah ini. Gambar 3. Grafik Skala Penurunan Tingkat Kecemasan Siswa kelas Vi A di SMPN 14 Jember Melalui grafik perbandingan antara skala nilai angket pre-test dan post-test dapat terlihat siswa yang termasuk ke dalam kategori berat ada 9 siswa. setelah melakukan treatment teknik progressive muscle relaxation dapat dilihat siswa yang termasuk dalam kategori berat mengalami penurunan kearah yang baik sehinnga masuk dalam kategori sedang. maka ratal rata tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi ujian matematika dari hasil pre-test dan postl test yaitu menjadi 186,4 menjadi 132,3. Hal 89 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Alat tes pengukuran tingkat kecemasan selama rangkaian penelitian, yakni kuesioner dengan menggunakan skala likert yang memunculkan efek yang signifikan. Rerata prel test, post-test adalah: 186,4 dan 132,3 . asil kedua tes adalah berkategori berat dan sedan. dengan hasil uji dua arah atau Asymp. Sig. - taile. sebesar ,008 . asil kedua perbandingan tes menunjukkan perubahan kearah yang bai. Maka, peneliti menyimpulkan bahwa tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi ujian matematika mulai dari tes awal hingga pemberian treatment 4 kali mengalami perubahan kearah yang baik, terlihat dari hasil data grafik diatas. Semua siswa mengikuti rangkaian treatment secara lengkap. Terdapat 9 siswa mengikuti pelaksanaan treatmen secara penuh pada pertemuan pertama hingga selesai. Peneliti membandingkan hasil pre-test dan post-tets dari 9 siswa di SMPN 14 Jember dari hasil pelaksanaan hingga selesai siswa mengalami penurunan kearah yang baik, adapun hasil yang dapat dilihat dari hasil pre-test dan pos-test dibawah ini. Yang dimana peneliti hanya menjabarkan 3 data dari 9 sampel siswa. Subjek pertama diperoleh hasil dari siswa yang berinisial N, ketika peneliti memberikan pretest, skor yang subjek dapatkan masuk dalam kategori berat dengan skor 189 nilai , skor tersebut menunjukkan bahwasanya N memiliki masalah pada tingkat kecemasan dalam menghadapi ujian matematika, yakni merasa seperti gelisah, gugup, tangan gemetar, berkeringat, jantung berdebar disaat menghadapi ujian matematika. Setelah melakukan treatment dapat dilihat sedikit demi sedikit subjek mampu mengatasi ketegangan fisiknya yang muncul akibat kegelisanahan dan emosionalnya, hal ini dibuktikan dengan hasil postest N yang masuk dalam kategori sedang dengan skor nilai 127, skor tersebut menunjukkan bahwasanya ada pengurangan skor pada subjek. dan dari hasil treatment tersebut N sudah bisa mengatasi keteganggan fisik, tidak seperti biasanya. Subjek yang kedua yaitu RPL ketika peneliti memberikan pretest, skor yang subjek dapatkan masuk dalam kategori berat dengan skor nilai 191, skor tersebut menunjukkan bahwasanya RPL memiliki masalah pada tingkat kecemasan, yang berat, yaitu mudah tersinggung. RPL cemas sehingga membuat subjek merasakan ketegangan fisik seperti, tangan gemetar, jantung berdebar, saat mengahdapi ujian matematika. Namun setelah melakukan treatment dapat dilihat sedikit demi sedikit RPL mampu mengontrol dirinya agar tidak seperti biasanya. Hal ini dibuktikan dari hasil post-test subjek yang masuk dalam kategosri sedang dengan skor nilai 122. Skor tersebut menunjukkan bahwasanya ada pengurangan skor pada subjek RPL Hal 90 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Subjek yang ketiga adalah AF ketika peneliti memberikan pre-test, skor yang subjek dapatkan masuk dalam kategori berat dengan skor nilai 183, skor tersebut menunjukkan bahwasanya AF memiliki tingkat kecemasan yang berat, susah untuk berkonsentrasi karna merasa cemas dan tegang saat menghadapi ujian matematika. Namun setelah melakukan treatment dapat dilihat sedikit demi sedikit subjek mampu. fokus mengerjakan tugasnya, hal ini juga dapat dilihat dari hasil skor subjek yang awalnya masuk kategori berat setelah diberikan posttest skor subjek masuk dalam kategori sedang dengan nilai sebesar 126. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas ViA SMPN 14 Jember. Terungkap bahwa pendekatan teknik progressive muscle relaxation berpengaruh dalam menurunkan kecemasan dalam menghadapi ujian matematika pada siswa kelas ViA SMPN 14 Jember. Hal ini ditunjukkan dengan menghitung rata-rata tingkat kecemasan siswa . sebelum mendapat terapi dengan pendekatan teknik progressive muscle relaxation, dan ratal rata tingkat kecemasan siswa . setelah empat sesi pengobatan dengan teknik progressive muscle relaxation. Asymp. tanda tangan. -taile. sebesar 0,008 lebih kecil dari 0,05 ditampilkan pada tabel hasil pengujian Wilxcon menggunakan SPSS versi 25. Nilai tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap pretest dan posttest yang diperoleh peneliti, hal ini menunjukkan bahwa hipotesis diterima dalam penelitian ini. Dapat dipastikan bahwa tingkat kecemasan siswa kelas ViA SMPN 14 Jember terkait ujian matematika dipengaruhi oleh teknik progressive muscle relaxation. Saran Berdasarkan dari hasil penelitian, peneliti memberikan saran kepada peneliti selanjutnya, agar penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar penelitian lanjutan dengan memperluas variabel dan subyek penelitian. Kepada Guru BK diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan lagi layanan BK, masukan positif bagi lembaga khususnya dalam mengurangi kecemasan siswa saat menghadapi pelajaran maupun ujian matematika di SMPN 14 Jember. Bagi Siswa diharapkan siswa dapat secara mandiri mengurangi kecemasan saat menghadapi ujian matematika melalui pelaksanaan teknik progressive muscle relaxation yang bisa dilakukan secara mandiri. Hal 91 At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah DAFTAR PUSTAKA