e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 15 . Juni 2025 PENGARUH BEBERAPA VARIETAS DAN WAKTU PENGGENANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Meril. EFFECT OF SEVERAL VARIETIES AND WATERLOGGING TIME ON GROWTH AND YIELD OF SOYBEAN (Glycine max L. Meril. Dwi Riska Umami Nurbadillah1*. Wagiono1. Rika Yayu Agustini1 Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang Jl. HS Ronggowaluyo. Teluk Jambe Timur. Kab. Karawang 41361 ABSTRAK Kedelai (Glycine max L. Meril. merupakan salah satu tanaman polong-polongan yang dapat diolah menjadi berbagai kebutuhan. Peningkatan kebutuhan kedelai tidak diimbangi dengan peningkatan produksi kedelai nasional. Salah satu penyebab rendahnya produksi kedelai yaitu adanya cekaman genangan. Toleransi atau kemampuan tanaman untuk mempertahankan hasil optimum pada kondisi tergenang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu di antaranya jenis tanah, varietas, fase pertumbuhan dan lamanya Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu penggenangan yang memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai terbaik pada setiap varietas, dan juga untuk mengetahui interaksi beberapa varietas dan waktu penggenangan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Meril. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan faktor pertama yaitu v1 . arietas Groboga. , v2 . arietas Anjasmor. dan v3 . arietas NS), sedangkan faktor kedua yaitu w0 . anpa penggenanga. , w1 . aktu penggenangan 15 Ae 35 hs. , dan w2 . aktu penggenangan 30 Ae 45 hs. diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 27 plot percobaan. Hasil penelitian ini yaitu menunjukan bahwa terdapat interaksi pada tinggi tanaman umur 50 hst. Hasil jumlah polong, bobot biji per tanaman dan bobot 100 biji menunjukan bahwa faktor mandiri varietas berbeda nyata. Perlakuan tanpa penggenangan . memberikan hasil tinggi tanaman kedelai (Glycine max L. Meril. umur 50 hst tertinggi pada varietas Grobogan . yaitu 135,97 cm. Kata kunci: Kedelai. Varietas. Waktu Penggenangan ABSTRACT Soybean (Glycine max L. Meril. is one of the legumes that can be processed into various needs. The increase in soybean demand is not matched by an increase in soybean production. One of the causes of low soybean production is waterlogging stress. Tolerance or the ability of plants to maintain optimum yields in flooded conditions can be influenced by several factors, including soil type, variety, growth phase and duration of This study aims to obtain the waterlogging time that provides the best growth and yield of soybean plants in each variety, and also to determine the interaction of varieties and waterlogging time on the growth and yield of soybean plants (Glycine max L. Meril. The method used was a factorial pattern Randomized Block Design (RBD) with the first factor being v1 (Grobogan variet. , v2 (Anjasmoro variet. and v3 (NS variet. , while the second factor was w0 . o waterloggin. , w1 . aterlogging time 15 - 35 hs. , and w2 . aterlogging time 30 - 45 hs. repeated 3 times, so there were 27 experimental plots. The results of this study showed that there was an interaction on plant height at 50 hst. Yield parameters of the number of pods, weight of seeds per plant and weight of 100 seeds showed that the independent factor of varieties was significantly The treatment without waterlogging . gives the highest height of soybean plants (Glycine max L. Meril. at the age of 50 hst in the Grobogan variety . which is 135. 97 cm. Keywords: Soybean. Variety. Waterlogging Time -----------------------------------------------------------------*) Penulis Korespondensi. E-mail: 1910631090051@student. e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 15 . Juni 2025 Pendahuluan Kedelai (Glycine max L. Meril. merupakan salah satu tanaman polong-polongan yang dapat diolah menjadi berbagai kebutuhan seperti bahan pembuatan susu kedelai, tahu, kecap, tepung kedelai, oncom, tauco dan juga dapat dijadikan sebagai bahan pakan ternak (Subaedah, 2. Kebutuhan kedelai nasional setiap tahunnya meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi penduduk Indonesia. Kebutuhan kedelai yang terus meningkat tidak diikuti dengan peningkatan produksi kedelai dalam negeri, sehingga mengakibatkan ketergantungan pada kedelai Pada tahun 2020, produksi kedelai yang dihasilkan dari dalam negeri mencapai 632,3 ribu ton, sedangkan pada tahun 2021 produksi kedelai mengalami penurunan 3,01% dengan produksi 613,3 ribu ton. Produksi kedelai dalam negeri selama periode 2020-2021 belum memenuhi menimbulkan impor kedelai sebesar 2,47 juta ton pada tahun 2020 dan 2,48 juta ton pada tahun 2021 (Badan Pusat Statistik, 2. Penyebab rendahnya produksi kedelai diantaranya yaitu luas areal panen cenderung menurun dan adanya cekaman lingkungan misalnya serangan hama dan penyakit tanaman, terjadi genangan atau banjir, kekeringan serta pemilihan varietas yang tidak tepat. Kedelai umumnya dibudidayakan pada lahan sawah setelah padi dengan pola tanam padi-padi-kedelai atau padi-kedelai-kedelai. Kondisi lahan pertanian yang tergenang akibat dari sisa penanaman padi atau air hujan, dapat menjadi salah satu penyebab rendahnya produktivitas kedelai (Aminah, 2. Cekaman genangan dapat menjadi masalah utama untuk pertanian, terutama varietas kedelai yang peka terhadap genangan (Rusmana et al. Pertumbuhan dan hasil kedelai dapat dipengaruhi oleh waktu terjadinya genangan. Tanaman kedelai paling peka terhadap penggenangan selama fase pembungaan hingga pengisian polong. Selama fase ini, bunga, polong dan biji dibentuk, dan genangan dapat menyebabkan penurunan hasil yang signifikan serta meningkatkan gugur bunga dan polong muda (Arifin dan Asminah, 2. Genangan dapat menyebabkan stress pada tanaman karena pasokan oksigen yang rendah pada bagian perakaran dan penuaan dini, sehingga menyebabkan daun klorosis, nekrosis dan gugur daun serta penurunan pertumbuhan tanaman kemudian mengakibatkan kurangnya hasil panen. Besarnya penurunan hasil ini juga tergantung pada tekstur tanah, varietas kedelai yang ditanam, fase pertumbuhan tanaman, lamanya tergenang dan waktu yang tepat untuk terjadinya penggenangan (Mahendra et al. , 2. Varietas kedelai yang toleran terhadap cekaman genangan memberikan peran penting dalam rangka peningkatan produksi tanaman kedelai. Varietas yang toleran terhadap genangan yaitu varietas yang mempunyai daya hasil yang tinggi pada kondisi tergenang (Sembiring et al. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai terbaik pada setiap varietas, dan juga untuk mengetahui interaksi macam varietas dan waktu penggenangan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Meril. Metode Penelitian Penelitian dilaksanakan di Green House yang terletak di Telaga Desa Kawasan Industri KIIC. Puseurjaya. Telukjambe Timur. Kabupaten Karawang. Jawa Barat. Waktu penelitian dimulai pada bulan Juni Ae Agustus 2023. Bahan yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kedelai varietas Grobogan. Anjasmoro dan NS, tanah, pupuk kandang, pupuk NPK Mutiara, dan Adapun alat yang akan digunakan adalah polybag berukuran 40 x 40 cm, cangkul, sekop, pengayak tanah, terpal, ember, batang pengaduk, timbangan, meteran, kayu ajir, oven, kamera dan alat tulis. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama yaitu varietas kedelai (V) dengan 3 taraf yaitu v1 (Varietas Groboga. , v2 (Varietas Anjasmor. dan v3 (Varietas NS). Faktor kedua yaitu waktu penggenangan (W) dengan 3 taraf yaitu w0 . anpa penggenanga. , w1 . enggenangan 15 Ae 30 hs. , dan w2 . enggenangan 30 Ae 45 hs. Pelaksanaan percobaan terdapat dalam beberapa tahap yaitu pengukuran kapasitas lapang, persiapan media tanam, persiapan benih, penggenangan, pemeliharaan dan pemanenan. Pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot 100 biji dan bobot biji per tanaman. e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 15 . Juni 2025 Hasil dan Pembahasan penggenangan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merril. pada umur 50 hst dapat dilihat pada Tabel 1. Tinggi Tanaman Rata-rata tinggi tanaman kedelai pada percobaan pengaruh beberapa varietas dan waktu Tabel 1. Tinggi Tanaman Kedelai pada Percobaan Pengaruh Beberapa Varietas dan Waktu Penggenangan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril. pada Umur 50 hst Waktu Penggenangan (W) Varietas (V) 135,97 a 119,06 a 101,39 c 123,60 b 118,98 a 130,80 a 126,78 b 116,71 a 122,88 b Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada DMRT 5%. Berdasarkan Tabel 1 menunjukan bahwa terdapat interaksi antara varietas dan waktu penggenangan terhadap tinggi tanaman kedelai (Glycine max L. Merril. umur 50 hst. Varietas Grobogan . dengan pemberian perlakuan tanpa penggenangan . menghasilkan tinggi tanaman tertinggi yaitu 135,97 cm, tidak berbeda nyata dengan perlakuan v2 (Varietas Anjasmor. dengan pemberian perlakuan w2 . enggenangan 30 Ae 40 hs. yaitu 130,80 cm, tetapi berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Varietas Grobogan . menghasilkan tinggi tanaman kedelai tertinggi pada kondisi tanpa penggenangan . Hal ini sejalan dengan penelitian Stefia, . menyatakan bahwa perlakuan penggenangan memberikan dampak pada penurunan tinggi tanaman pada kedelai Varietas Grobogan. Tinggi tanaman sebagai hasil dari pemanjangan batang merupakan suatu respon toleransi tanaman terhadap genangan. Kemampuan pemanjangan batang tergantung dari sifat genetik masing-masing varietas yang dipengaruhi oleh lingkungan atau perkembangan tanaman sebelum Varietas Anjasmoro yang digenang pada 3045 hst . menghasilkan tinggi tanaman tertinggi dibanding dengan perlakuan tanpa penggenangan dan penggenangan 15-30 hst. Hal ini diduga varietas kedelai Anjasmro menjadi salah satu varietas yang toleran terhadap penggenangan. Menurut penelitian Aminah et al. , . varietas kedelai Anjasmoro yang ditanam pada kondisi tergenang terus menerus dengan cara pemberian air pada ember setinggi 5 cm memberikan hasil tinggi tanaman lebih tinggi dibanding dengan pemberian sesuai kapasitas lapang. Tinggi tanaman merupakan salah satu indikator karakter genotipe kedelai toleran Varietas kedelai yang toleran terhadap genangan memiliki tinggi tanaman lebih tinggi 29% daripada yang peka (Vantoai et al. , 2007 dalam Hapsari dan Adie, 2. Menurut penelitian Rohmah dan Saputro . penggenangan memungkinkan menyebabkan nutrien lebih tersedia bagi tanaman yang kemudian digunakan tanaman untuk pertumbuhannya yang ditunjukan dengan meningkatnya tinggi tanaman. Adanya penggenangan akan memicu elongasi batang sebagai salah satu strategi penghindaran . scape strateg. terhadap penggenangan untuk membantu kebutuhan oksigen dan kanbondioksida dalam membantu respirasi aerob dan fotosintesis. Jumlah Daun Rata-rata jumlah daun tanaman kedelai pada percobaan pengaruh beberapa varietas dan waktu penggenangan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merril. pada umur 50 hst dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Jumlah Daun Tanaman Kedelai pada Percobaan Pengaruh Beberapa Varietas dan Waktu Penggenangan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril. pada Umur 50 hst e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 15 . Juni 2025 Kode Perlakuan Jumlah Daun . 50 hst Varietas Grobogan 10,41 b Anjasmoro 16,70 a 10,00 b Waktu Penggenangan Tanpa Penggenangan 12,26 ab Penggenangan 15-30 hst 11,63 b Penggenangan 30-45 hst 13,22 a Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada DMRT 5%. Berdasarkan Tabel 2 menunjukan bahwa penggenangan 15 Ae 30 hst . Hal ini diduga tidak terdapat pengaruh interaksi antara varietas kerena umur tanaman 30 Ae 45 hst telah memasuki dan waktu penggenangan terhadap jumlah daun pada fase generatif, sehingga penggenangan tidak tanaman kedelai (Glycine max L. Merril. pada terlalu berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan umur 50 hst. Pada faktor varietas menunjukan organ vegetatif seperti daun. Penggenangan yang bahwa Varietas Anjasmoro . memberikan hasil terjadi pada fase vegatatif memberikan pengaruh jumlah daun keseluruhan terbaik, berbeda nyata yang lebih nyata pada penurunan jumlah daun, luas dengan perlakuan lainnya. Hal ini diduga karena daun, tinggi tanaman dan bobot kering tanaman Varietas Anjasmoro merupakan salah satu varietas (Wang et al. , 2. Ketersediaan air yang berlebih unggul yang toleran terhadap genangan. Hal ini pada fase vegetatif menyebabkan laju fotosintesis sejalan dengan penelitian Cahya dan Dani . tanaman menjadi menurun, sehingga alokasi hasil yang menyatakan bahwa Varietas Anjasmoro yang fotosintat ke organ tanaman menjadi rendah. digenang pada fase R3 . embentukan polon. Alokasi fotosintat yang rendah pada akar, batang menunjukkan hasil jumlah daun tertinggi dan daun maka akan menekan pertumbuhan pada dibanding varietas lainnya. Respon kultivar kedelai bagian pertumbuhan vegetatif (Nurbaiti et al. , 2012 yang mampu beradaptasi pada kondisi jenuh air dalam Stefia, 2. dapat dilihat dari pertumbuhan vegetatif salah satunya jumlah daun dan tinggi tanaman yang baik. Bobot Kering 100 Biji Pada Rata-rata bobot kering 100 biji tanaman menunjukan bahwa waktu penggenangan 30 Ae 45 kedelai pada percobaan pengaruh beberapa varietas hst . memberikan hasil terbaik, tidak berbeda dan waktu penggenangan terhadap pertumbuhan nyata dengan perlakuan tanpa penggenangan . , dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merril. tetapi berbeda nyata dengan perlakuan waktu dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Bobot Kering 100 Biji Tanaman Kedelai pada Percobaan Pengaruh Beberapa Varietas dan Waktu Penggenangan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril. Kode Perlakuan Bobot 100 Biji . Varietas Jurnal Agrotech 15 . Juni 2025 e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Grobogan 16,86 a Anjasmoro 14,46 b 16,10 a Waktu Penggenangan Tanpa Penggenangan 16,13 a Penggenangan 15-30 hst 15,66 a Penggenangan 30-45 hst 15,61 a Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada DMRT 5%. Berdasarkan Tabel 3 menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara varietas dan waktu penggenangan terhadap bobot kering 100 biji tanaman kedelai (Glycine max L. Merril. Faktor varietas menunjukan bahwa varietas Grobogan . memberikan hasil bobot 100 biji terbaik yaitu 16,86 g, berbeda nyata dengan varietas Anjasmoro . yaitu 14,46 g, tetapi tidak berbeda nyata dengan varietas NS . yaitu 16,10 g. Sementara, perlakuan tanpa penggenangan . memberikan hasil bobot 100 biji terbaik yaitu 16,13 g, tidak berbeda nyata dengan perlakuan waktu penggenangan 15 Ae 30 hst . yaitu sebesar 15,66 g dan waktu penggenangan 30 Ae 45 hst . yaitu sebesar 15,61 g. Varietas kedelai Grobogan menghasilkan bobot 100 biji terbaik, berbeda nyata dengan varietas Anjasmoro tetapi tidak berbeda nyata dengan varietas NS. Berdasarkan deskripsi dari Balitkabi . varietas Grobogan memiliki hasil bobot 100 biji sebesar 18 g, varietas Anjasmoro yaitu 14,8 Ae 15,3 g, dan varietas NS yaitu 18,3 g. Hasil dari percobaan didapat bahwa bobot 100 biji tiap varietas masih rendah di bawah dekripsi Hal ini diduga karena adanya penggenangan menghambat laju fotosintesis sehingga alokasi fotosintat ke biji tanaman menjadi Proses fotosintesis pada tanaman terjadi pada daun dengan bantuan sinar matahari. Bahan dasar yang diperlukan yaitu karbon dioksida (CO. dan air (H2O) akan membentuk C6H12O6. Hasil dari proses fotosintesis berupa senyawa kompleks karbohidrat, lemak, protein dan oksigen. Timbunan hasil fotosintesis berupa karbohidrat, protein dan lemak umumnya disimpan pada batang, buah dan biji maupun polong. Pada tanaman kedelai, timbunan hasil fotosintesis disimpan didalam polong berupa biji. Jika tanaman mengalami cekaman air, maka laju fotosintesis menjadi menurun karena tidak mampu membentuk NADPH2 dan ATP yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dalam mereduksi CO (Sarawa et , 2. Perlakuan menghasilkan jumlah bobot 100 biji lebih baik dari pada penggenangan 15 Ae 30 hst dan 30 Ae 45 hst. Hal ini diduga pemberian air sesuai kapasitas lapang dari mulai tanam sampai panen merupakan kondisi yang baik untuk tanaman kedelai menghasilkan bobot 100 biji terbaik. Menurut Waluyo dan Suharto . dalam Rosita . ukuran biji maksimum tiap tanaman ditentukan secara genetik, tetapi ukuran nyata biji yang terbentuk ditentukan oleh lingkungan semasa pengisian biji. Bobot Biji Per Tanaman Rata-rata bobot biji per tanaman kedelai pada percobaan pengaruh beberapa varietas dan waktu penggenangan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merril. dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Bobot Biji Per Tanaman Kedelai pada Percobaan Pengaruh Beberapa Varietas dan Waktu Penggenangan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril. Kode Perlakuan Bobot Biji Per Tanaman . Varietas Grobogan 4,14 b e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 15 . Juni 2025 Waktu Penggenangan Anjasmoro 7,15 a 4,05 b Tanpa Penggenangan Penggenangan 15-30 hst Penggenangan 30-45 hst 5,52 a 4,41 a 5,41 a Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada DMRT 5%. Berdasarkan Tabel 4 menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara varietas dan waktu penggenangan terhadap bobot biji per tanaman kedelai (Glycine max L. Merril. Faktor varietas menunjukan bahwa Varietas Anjasmoro . memberikan hasil bobot biji pertanaman terbaik yaitu 7,15 g, berbeda nyata dengan Varietas Grobogan . yaitu 4,14 g dan Varietas NS . yaitu 4,05 g. Sementara, perlakuan tanpa penggenangan . memberikan hasil bobot biji per tanaman terbaik yaitu 5,52 g, tidak berbeda nyata dengan perlakuan waktu penggenangan 30 Ae 45 hst . yaitu 5,41 g dan waktu penggenangan 15 Ae 30 hst . yaitu 4,41 g. Varietas Anjasmoro menghasilkan bobot biji per tanaman terbaik dibanding dengan Varietas Grobogan dan NS. Hal ini diduga Varietas Anjasmoro merupakan varietas yang mampu beradaptasi terhadap cekaman genangan 15 Ae 45 Hal ini sejalan dengan penelitian Aminah et al. menyatakan bahwa varietas Anjasmoro yang digenang terus-menerus dapat meningkatkan hasil bobot biji sebesar 19,23% dibanding kapasitas lapang. Perbedaan keragaman genetik tiap varietas kedelai Grobogan. Anjasmoro dan NS juga mempengarui terhadap hasil bobot biji Varietas umur dalam akan memiliki menghasilkan jumlah buku dan polong semakin banyak, begitu juga dengan hasil biji per tanaman (Hapsari dan Adie, 2. Penggenangan pada umur 15 Ae 30 hst . menurunkan hasil bobot biji 20,11% dibanding dengan perlakuan tanpa penggenangan . , sedangkan penggenangan pada umur 30 Ae 45 hst . menurunkan hasil bobot biji kedelai 1,99% Hal mengisyaratkan bahwa pemberian air dengan cara penggenangan sampai air jenuh atau di atas kapasitas lapang selama 15 hari masih cukup aman untuk pertumbuhan tanaman kedelai. Namun, pemberian air sesuai kapasitas lapang merupakan kondisi yang baik untuk pertumbuhan kedelai yang Kebutuhan air tanaman berbeda tiap fase Fase pembuahan memiliki kebutuhan air yang lebih besar dibanding dengan fase pertumbuhan awal dan vagetatif aktif, kemudian menurun kembali ketika memasuki fase pematangan (Sances dan Sumarni, 2. Hal ini disebabkan karena pada periode awal tanaman, evapotranspirasi lebih rendah karena tanaman masih kecil sehingga luas permukaan tanaman untuk melakukan penguapan lebih kecil (Sajiwo et al. , 2. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian beberapa varietas dengan waktu penggenangan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Meril. dapat diambil kesimpulan yaitu terdapat interaksi antara beberapa varietas dengan waktu penggenangan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman kedelai (Glycine max L. Meril. umur 50 Perlakuan tanpa penggenangan . memberikan hasil tinggi tanaman kedelai (Glycine max L. Meril. umur 50 hst tertinggi pada varietas Grobogan . yaitu 135,97 cm. Varietas Anjasmoro menghasilkan bobot biji per tanaman tertinggi yaitu 7,15 g, berbeda nyata dengan varietas lainnya. Sementara pada bobot 100 biji, varietas Grobogan dan NS menghasilkan hasil tertinggi yaitu 16,86 g dan 16,10 g, berbeda nyata dengan varietas Anjasmoro. Daftar Pustaka