PENDIDIKAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. No. Desember 2025 Hal. 284- 291 e-ISSN: 2774-7921 Penguatan Kepemimpinan Komunitas Baca Mahasiswa dalam Membangun Visi Literasi Perguruan Tinggi Muhammad Irsad Maulana Khilman Asy-SyafiAoi1 Program Studi Pendidikan Biologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lampung. Jalan Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No. Gedong Meneng. Bandar Lampung 35145. Indonesia. *Email: muhammadirsadmaulana7@gmail. ABSTRACT Strengthening higher education literacy requires student reading communities supported by collaborative and adaptive leadership. This article aims to describe a leadership training program implemented for the Student Reading Community (KOMBACA) at the University of Lampung Library as an effort to enhance campus literacy capacity. The program was conducted through four thematic online training sessions followed by coaching and mentoring activities involving students from various academic backgrounds. The results indicate improved understanding of collaborative leadership, enhanced reflective capacity in formulating community vision and mission, and strengthened awareness of digital literacy as a key factor for community sustainability. This program demonstrates that community-based leadership training contributes strategically to strengthening higher education literacy ecosystems and addressing global literacy challenges. Keywords: community leadership. student reading community. higher education literacy. ABSTRAK Penguatan literasi perguruan tinggi menuntut peran komunitas baca mahasiswa yang didukung kepemimpinan kolaboratif dan adaptif. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan kepemimpinan pada Komunitas Baca (KOMBACA) UPA Perpustakaan Universitas Lampung sebagai upaya penguatan kapasitas organisasi literasi kampus. Kegiatan dilaksanakan melalui empat sesi pelatihan daring tematik yang dilanjutkan dengan coaching dan mentoring, melibatkan mahasiswa lintas program Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kepemimpinan kolaboratif, kemampuan reflektif dalam perumusan visi dan misi komunitas, serta penguatan kesadaran literasi digital sebagai faktor keberlanjutan komunitas baca. Program ini menegaskan bahwa pelatihan kepemimpinan berbasis komunitas berkontribusi strategis terhadap penguatan ekosistem literasi perguruan tinggi dan relevan dengan tantangan literasi global. Kata Kunci: kepemimpinan komunitas, komunitas baca, literasi perguruan tinggi, literasi digital. PENDAHULUAN Literasi merupakan fondasi utama dalam pendidikan tinggi karena kemampuan membaca, memahami, dan mengolah informasi berhubungan langsung dengan keberhasilan akademik mahasiswa serta kesiapan mereka menghadapi dunia kerja berbasis pengetahuan (Yudhiantara & Martitia, 2. Namun, berbagai laporan internasional menunjukkan bahwa capaian literasi di Indonesia masih berada pada level yang memprihatinkan. Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 mencatat skor membaca pelajar Indonesia sebesar 359 poin, jauh di bawah rata-rata negara OECD yang mencapai 476 poin (OECD, 2. Kesenjangan ini mengindikasikan lemahnya fondasi literasi yang berpotensi berlanjut hingga jenjang pendidikan tinggi apabila tidak diintervensi secara sistematis. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 Desember 2025 Kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya mengandalkan pembelajaran formal di kelas, tetapi juga mengembangkan ekosistem literasi yang lebih luas. Komunitas baca menjadi salah satu bentuk intervensi sosial yang efektif karena mampu membangun kebiasaan membaca melalui interaksi, diskusi, dan refleksi bersama (Khusnia, 2. Studi menunjukkan bahwa kegiatan membaca berbasis komunitas berkontribusi terhadap peningkatan motivasi membaca dan keterlibatan akademik peserta karena bersifat partisipatif dan kontekstual. Dalam konteks perguruan tinggi, komunitas baca mahasiswa berperan sebagai ruang belajar informal yang melengkapi keterbatasan pembelajaran Keberhasilan komunitas baca dalam menggerakkan budaya literasi sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan di dalamnya. Kepemimpinan komunitas menentukan arah program, konsistensi kegiatan, serta keberlanjutan organisasi literasi mahasiswa (Prabowo & Aryani, 2. Tanpa kepemimpinan yang terstruktur, komunitas cenderung mengalami penurunan partisipasi dan kehilangan orientasi tujuan. Sebaliknya, kepemimpinan yang bersifat kolaboratif mampu meningkatkan keterlibatan anggota, memperkuat rasa kepemilikan, dan mendorong pencapaian tujuan literasi secara kolektif. Penguatan kepemimpinan komunitas menjadi semakin relevan ketika literasi dipahami tidak hanya sebagai keterampilan membaca, tetapi juga sebagai kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi efektif, dan berkolaborasi dalam lingkungan sosial yang kompleks. Penelitian menunjukkan bahwa literasi abad ke-21 menuntut integrasi antara kemampuan kognitif, sosial, dan digital (Putri. Adha, & Putri, 2. Oleh karena itu, pelatihan kepemimpinan yang dirancang secara terstruktur dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kapasitas anggota komunitas baca dalam merumuskan visi, misi, dan program literasi yang adaptif terhadap dinamika pendidikan tinggi. Dalam konteks tersebut. Komunitas Baca (KOMBACA) UPA Perpustakaan Universitas Lampung menyelenggarakan program pelatihan kepemimpinan melalui kerja sama dengan Institut Inovasi Nusantara (IINUSA). Program ini dirancang dalam empat sesi pelatihan yang mencakup tema agen perubahan literasi, public speaking dan personal branding, inovasi literasi digital, serta manajemen program dan kepemimpinan kolaboratif. Tema-tema tersebut dipilih untuk menjawab kebutuhan penguatan kapasitas internal komunitas baca agar mampu beradaptasi dengan tantangan literasi di era Pendekatan ini sejalan dengan praktik pemberdayaan komunitas literasi yang menekankan keterlibatan aktif anggota sebagai kunci keberhasilan pengembangan budaya baca (NurAoaeni. Nurhayati, & Ansori, 2. Artikel ini menelaah peran pelatihan kepemimpinan dalam memperkuat kapasitas Komunitas Baca (KOMBACA) sebagai penggerak literasi kampus. Pelaksanaan program dianalisis dengan merujuk pada temuan dan rekomendasi dari laporan global tentang literasi dan kepemimpinan komunitas di pendidikan Artikel ini diharapkan memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan komunitas baca mahasiswa serta penguatan ekosistem literasi di perguruan tinggi. METODE Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui pelatihan kepemimpinan daring sebagai strategi penguatan kapasitas komunitas literasi mahasiswa. Pelatihan daring dipilih karena efektif dalam mengembangkan kompetensi kepemimpinan melalui diskusi terarah, refleksi kolektif, dan fleksibilitas partisipasi (Salas et al. , 2. , serta relevan sebagai bentuk pembelajaran nonformal berbasis komunitas di pendidikan tinggi (UNESCO, 2. Sasaran kegiatan adalah anggota Komunitas Baca (KOMBACA) UPA Perpustakaan Universitas Lampung yang berjumlah sekitar 45 mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik. Pelaksanaan kegiatan inti dilakukan melalui empat sesi pelatihan tematik hasil kerja sama dengan Institut Inovasi Nusantara, yang mencakup peran agen perubahan literasi, komunikasi publik, inovasi literasi digital, serta manajemen dan kolaborasi organisasi. Model pelatihan ini sejalan dengan pengembangan kepemimpinan komunitas yang menekankan keterpaduan tujuan individu dan kolektif (Bush & Glover, 2. serta peran strategis mahasiswa dalam membangun budaya literasi kampus (OECD, 2. Sebagai tindak lanjut, kegiatan dilengkapi dengan program coaching dan mentoring KOMBACA Universitas Lampung Tahun 2025 yang dilaksanakan secara berkelompok dalam sembilan kelompok pada akhir September hingga pertengahan Oktober 2025. Pendekatan coaching digunakan untuk mendukung transfer hasil pelatihan ke praktik nyata dan memperkuat refleksi peran kepemimpinan peserta (Grant, 2. Data kegiatan dikumpulkan melalui dokumentasi pelatihan, brosur, serta sesi Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 Desember 2025 coaching dan dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan proses dan penguatan kapasitas komunitas (Creswell & Poth, 2. Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan KOMBACA Sesi Tema Pemateri Duta Baca sebagai Agen Perubahan Literasi Kampus Teguh Saputra Andre Yesevin Hutabarat Public Speaking dan Personal Branding untuk Aktivis Literasi Inovasi dan Kolaborasi Literasi Digital Manajemen Program dan Kepemimpinan Kolaboratif Ahmad Ulumuddin Fahmi Masfuh Hisyam Waktu Pelaksanaan 9 Agustus 2025, 30Ae21. 00 WIB 16 Agustus 2025, 45Ae21. 00 WIB 23 Agustus 2025, 45Ae21. 00 WIB 30 Agustus 2025, 45Ae21. 00 WIB Tabel 2. Jadwal Pelaksanaan Program Coaching dan Mentoring KOMBACA Minggu Pelaksanaan Waktu Kelompok Peserta 28 September 2025 00 WIB Kelompok 1, 2, dan 3 5 Oktober 2025 00 WIB Kelompok 4, 5, dan 6 12 Oktober 2025 00 WIB Kelompok 7, 8, dan 9 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui empat sesi pelatihan kepemimpinan daring yang diselenggarakan secara terstruktur dan berkelanjutan. Setiap sesi dilaksanakan melalui platform konferensi daring dan difokuskan pada penguatan peran anggota komunitas baca sebagai penggerak literasi kampus. Model pelaksanaan daring memungkinkan kegiatan berjalan efektif tanpa mengurangi kualitas interaksi dan refleksi peserta (Salas et al. , 2. Secara umum, materi pada setiap sesi disusun secara tematik. Sesi pertama menekankan peran kepemimpinan mahasiswa sebagai agen perubahan literasi di lingkungan perguruan tinggi. Sesi kedua membahas komunikasi publik dan penguatan narasi literasi komunitas. Sesi ketiga difokuskan pada inovasi literasi digital dan adaptasi komunitas baca terhadap perkembangan teknologi informasi. Sesi keempat menyoroti manajemen program, kerja kolaboratif, serta perumusan visi dan misi komunitas literasi yang berkelanjutan. Pendekatan tematik ini sejalan dengan prinsip pengembangan kepemimpinan komunitas yang menekankan integrasi kapasitas individu dan tujuan kolektif (Bush & Glover, 2. Partisipasi anggota Komunitas Baca (KOMBACA) UPA Perpustakaan Universitas Lampung tergolong aktif. Sekitar 45 peserta mengikuti rangkaian pelatihan dengan tingkat kehadiran yang stabil pada setiap sesi. Peserta terlibat dalam diskusi, refleksi, dan berbagi pengalaman terkait praktik literasi di lingkungan kampus. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam komunitas literasi dipandang penting karena berkontribusi langsung pada penguatan budaya baca dan pembelajaran kolaboratif di perguruan tinggi (OECD, 2020. UNESCO, 2. Sebagai dokumentasi visual pelaksanaan kegiatan, beberapa materi terkait digabungkan dalam satu kolase yang merepresentasikan rangkaian kegiatan secara utuh. Kolase ini berfungsi sebagai bukti sah pelaksanaan program dan memperkuat pemahaman terhadap proses kegiatan (Creswell & Poth, 2. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 Desember 2025 Gambar 1. Banner program sebagai identitas visual kegiatan. Materi sesi yang merepresentasikan konten dan struktur setiap pertemuan. Aktivitas Zoom yang menampilkan partisipasi dan interaksi peserta. Rowndown yang menggambarkan rangkaian kegiatan secara keseluruhan. Pelaksanaan empat sesi pelatihan kepemimpinan KOMBACA berlangsung terstruktur dan Setiap sesi menekankan kolaborasi, refleksi, dan praktik langsung dalam mengelola komunitas baca. Partisipasi aktif mahasiswa menunjukkan kesadaran mereka terhadap pentingnya peran individu dalam mencapai tujuan kolektif literasi kampus. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman yang lebih jelas mengenai arah gerak komunitas dan integrasi literasi digital. Temuan ini menjadi landasan untuk membahas kepemimpinan komunitas baca dalam perspektif literasi global pada sub-poin Kepemimpinan Komunitas Baca dalam Perspektif Literasi Global Hasil pelaksanaan pelatihan menunjukkan bahwa penguatan kepemimpinan komunitas baca mahasiswa memiliki relevansi langsung dengan tantangan literasi global. Data Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022 menunjukkan skor literasi membaca Indonesia berada pada kisaran 359 poin, masih jauh di bawah rata-rata OECD yang mencapai sekitar 476 poin (OECD, 2. Kesenjangan ini tidak hanya mencerminkan persoalan di pendidikan dasar dan menengah, tetapi juga berdampak lanjutanpada kesiapan literasi mahasiswa di perguruan tinggi. Kondisi tersebut menegaskan bahwa upaya penguatan literasi tidak dapat berhenti pada pendidikan formal, melainkan perlu dilanjutkan melalui ekosistem literasi kampus yang aktif dan berkelanjutan. Laporan UNESCO menegaskan bahwa literasi di pendidikan tinggi saat ini tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca teks akademik, tetapi juga mencakup literasi kritis, literasi digital, dan kemampuan berpartisipasi dalam wacana global berbasis pengetahuan (UNESCO, 2. Dalam kerangka ini, komunitas baca mahasiswa berperan sebagai ruang strategis untuk menjembatani kesenjangan antara tuntutan literasi global dan praktik literasi di tingkat lokal kampus. KOMBACA UPA Perpustakaan Universitas Lampung menunjukkan fungsi tersebut dengan memposisikan komunitas sebagai ruang belajar nonformal yang melengkapi pembelajaran formal di kelas. Kepemimpinan komunitas baca menjadi faktor kunci dalam mengaktualisasikan peran strategis Hasil refleksi kegiatan menunjukkan bahwa kepemimpinan yang terstruktur membantu anggota memahami arah gerak komunitas, memperjelas visi literasi, serta meningkatkan rasa kepemilikan terhadap program yang dijalankan. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa kepemimpinan komunitas yang efektif mampu mendorong partisipasi, membansgun komitmen Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 Desember 2025 kolektif, dan memperkuat keberlanjutan gerakan literasi di lingkungan pendidikan tinggi (Bush & Glover, 2014. OECD, 2. Dalam konteks literasi global, komunitas baca mahasiswa dapat diposisikan sebagai aktor strategis tingkat mikro yang berkontribusi pada agenda makro penguatan literasi nasional dan global. Pelatihan kepemimpinan yang diikuti anggota KOMBACA berfungsi sebagai fondasi awal untuk membentuk agen-agen literasi kampus yang adaptif terhadap tantangan global, sekaligus peka terhadap konteks lokal. Dengan demikian, kepemimpinan komunitas baca tidak hanya berorientasi pada pengelolaan internal organisasi, tetapi juga pada kontribusi nyata terhadap penguatan budaya literasi perguruan tinggi yang selaras dengan agenda literasi global (UNESCO, 2. Pelatihan Kepemimpinan sebagai Fondasi Penyusunan Visi dan Misi Komunitas Pelatihan kepemimpinan yang dilaksanakan memberikan kontribusi nyata dalam membantu anggota Komunitas Baca (KOMBACA) memahami kepemimpinan dalam konteks komunitas literasi. Materi yang disampaikan menekankan peran kepemimpinan sebagai proses memfasilitasi partisipasi, membangun kesepahaman, dan mengarahkan komunitas pada tujuan bersama. Pemahaman ini relevan dengan karakter organisasi komunitas yang menuntut kepemimpinan partisipatif dan adaptif terhadap dinamika anggota (Bush & Glover, 2. Gambar 2. Siklus Pelatihan Kepemimpinan Komunitas https://doi. org/10. 6084/m9. Keterkaitan pelatihan dengan pembentukan arah gerak, visi, dan misi komunitas terlihat dari kemampuan anggota dalam merumuskan tujuan komunitas secara lebih terstruktur dan kontekstual. Sesi-sesi pelatihan mendorong refleksi terhadap peran strategis komunitas baca di lingkungan kampus serta membantu peserta menyelaraskan nilai, tujuan, dan program kerja komunitas. Pelatihan kepemimpinan berfungsi sebagai ruang pembelajaran kolektif yang memfasilitasi transformasi pemahaman individu menjadi kesepakatan bersama mengenai visi dan misi komunitas (Grant, 2. Dalam perspektif kepemimpinan kolaboratif dan pengembangan organisasi komunitas, pelatihan ini memperkuat kesadaran bahwa kepemimpinan tidak terpusat pada individu tertentu, melainkan dibangun melalui kerja sama dan dialog antaranggota. Pendekatan kolaboratif tersebut selaras dengan prinsip pengembangan organisasi komunitas yang menekankan partisipasi aktif, pembelajaran bersama, dan keberlanjutan organisasi. Dengan demikian, pelatihan kepemimpinan menjadi fondasi penting bagi KOMBACA dalam membangun arah gerak komunitas literasi yang konsisten, inklusif, dan berorientasi jangka panjang (UNESCO, 2. Literasi Digital dan Tantangan Keberlanjutan Komunitas Baca Kampus Refleksi materi inovasi dan kolaborasi literasi digital menunjukkan bahwa literasi digital merupakan prasyarat utama bagi keberlanjutan komunitas baca mahasiswa. Peralihan praktik Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 Desember 2025 membaca ke ruang digital menuntut komunitas untuk menyesuaikan strategi kegiatan, media komunikasi, dan pola kolaborasi agar selaras dengan karakteristik pembelajaran mahasiswa kontemporer (OECD, 2. Dalam konteks KOMBACA, literasi digital dipahami tidak hanya sebagai keterampilan teknis, tetapi juga sebagai kapasitas kritis dalam mengelola informasi, membangun jejaring, dan memproduksi konten literasi yang bermakna (Yudhiantara & Martitia. Peran literasi digital dalam menjaga keberlanjutan komunitas tampak pada meningkatnya adaptivitas, keterlibatan anggota, dan perluasan dampak kegiatan literasi kampus. Temuan ini konsisten dengan kajian jurnal terindeks Scopus yang menegaskan bahwa integrasi literasi digital dan kepemimpinan kolaboratif memperkuat daya tahan organisasi komunitas serta mendukung pengembangan ekosistem literasi yang inklusif di pendidikan tinggi (Putri. Adha, & Putri, 2024. UNESCO, 2021. Bush & Glover, 2. Gambar 2. Model Konseptual Penguatan Kepemimpinan Komunitas Baca Mahasiswa dalam Membangun Literasi Perguruan Tinggi Tabel 3. Analisis Penguatan Kepemimpinan dan Literasi Komunitas KOMBACA Aspek Kondisi Awal Intervensi Perubahan atau Implikasi bagi Kepemimpinan Komunitas Program Penguatan yang Literasi Kampus Teridentifikasi Pemahaman Kepemimpinan Pelatihan Meningkatnya Komunitas lebih dipahami secara solid dalam individual dan tematik berbasis belum terarah sebagai proses kegiatan literasi kolektif dan Visi dan misi Visi dan misi Sesi agen Visi dan misi Arah gerak belum terumuskan perubahan literasi komunitas mulai komunitas literasi secara sistematis dan manajemen dirumuskan secara kampus menjadi jelas dan kontekstual lebih terfokus Partisipasi dan Partisipasi anggota Diskusi interaktif Meningkatnya Terbentuk budaya belum merata keterlibatan anggota literasi yang dalam perencanaan partisipatif di dan refleksi kegiatan lingkungan Literasi digital Pemanfaatan Materi inovasi Peningkatan Jangkauan dan media digital dan kolaborasi dampak kegiatan masih terbatas literasi digital literasi kampus platform digital semakin luas untuk kegiatan Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 Desember 2025 Keberlanjutan Program komunitas bersifat Coaching dan Terbentuk rencana Komunitas baca lebih adaptif dan dalam jangka KESIMPULAN Pelatihan kepemimpinan yang dilaksanakan pada Komunitas Baca (KOMBACA) UPA Perpustakaan Universitas Lampung terbukti memberikan kontribusi strategis dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan anggota komunitas. Kegiatan ini menegaskan bahwa kepemimpinan komunitas tidak bersifat individualistik, melainkan merupakan proses kolektif yang bertumpu pada kolaborasi, partisipasi aktif, dan tanggung jawab bersama dalam pengelolaan serta pengembangan inisiatif literasi di lingkungan perguruan tinggi. Program pengabdian ini secara signifikan memfasilitasi pembentukan visi dan misi komunitas baca kampus yang lebih terarah, reflektif, dan berorientasi keberlanjutan. Melalui rangkaian pelatihan dan pendampingan, anggota KOMBACA memperoleh kerangka konseptual dan praktis untuk menyelaraskan tujuan komunitas dengan tantangan literasi global, dinamika transformasi digital, serta kebutuhan penguatan ekosistem literasi akademik yang adaptif dan kontekstual. Secara keseluruhan, pelatihan kepemimpinan KOMBACA relevan dan signifikan sebagai model penguatan literasi di perguruan tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa komunitas baca mahasiswa, ketika didukung oleh kepemimpinan kolaboratif dan literasi digital yang memadai, mampu berperan sebagai aktor kunci dalam membangun budaya literasi kampus serta berkontribusi nyata terhadap agenda pengembangan literasi pendidikan tinggi pada tingkat nasional dan global. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada UPA Perpustakaan Universitas Lampung dan Institut Inovasi Nusantara atas fasilitasi dan penyelenggaraan pelatihan kepemimpinan KOMBACA. Kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan sebagai ruang pembelajaran reflektif bagi anggota komunitas, termasuk penulis, dalam penguatan kapasitas kepemimpinan dan pengembangan literasi di lingkungan perguruan NOTES ON CONTRIBUTORS Muhammad Irsad Maulana Khilman Asy-SyafiAoi https://orcid. org/0009-0002-0263-8000 Muhammad Irsad Maulana Khilman Asy-SyafiAoi adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lampung. Indonesia. Penelitiannya berfokus pada kebijakan pendidikan digital, kepemimpinan pemuda, dan pengembangan literasi berkelanjutan. menjunjung motto penelitian: IlmiyyAt Archive for Sustainable Knowledge Sharing Ae Integrative Research in Science. Education. Health, and Islamic Spiritual Thought. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 Desember 2025 DAFTAR PUSTAKA