Volume 3 Issue 1 Bulan Juni 2024 Quality: Journal of Islamic Studies Online at https://jurnal. id/index. php/qjis/index E-ISSN: 2963-5330 URGENSI KOMUNIKASI ISLAM DALAM BERDAKWAH DI KALANGAN MASYARAKAT Mustafa Sekolah Tinggi Agama Islam Aceh Tamiang mustafaabdussalam35@gmail. ABSTRAK Komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam proses penyebaran dakwah Islam, khususnya di kalangan masyarakat. Urgensi komunikasi dalam dakwah tidak hanya sebatas penyampaian informasi, tetapi juga bagaimana pesan-pesan dakwah tersebut dapat diterima, dipahami, dan dihayati oleh audiens. Dalam perspektif Islam, komunikasi harus dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai etika seperti kebijaksanaan . , kesantunan, dan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya komunikasi yang efektif dalam dakwah di masyarakat serta tantangan yang dihadapi dalam era modern, terutama dalam penggunaan media sosial sebagai sarana dakwah. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti perlunya memahami pluralitas masyarakat dan relevansi bahasa dalam menyampaikan pesan dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang baik mampu memperkuat pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam, menghindari kesalahpahaman, serta membangun kesadaran spiritual dan moral. Oleh karena itu, komunikasi yang bijak dan etis sangat diperlukan dalam berdakwah agar pesan Islam dapat diterima dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kata Kunci: Komunikasi Islam. Dakwah. Hikmah. Media Sosial. Masyarakat Plural. ABSTRACT Communication plays a very important role in the process of spreading Islamic da'wah, especially among the community. The urgency of communication in da'wah is not only limited to conveying information, but also how the da'wah messages can be received, understood, and internalized by the audience. From an Islamic perspective, communication must be carried out by prioritizing ethical values such as wisdom . , politeness, and honesty. This study aims to analyze the importance of effective communication in da'wah in society and the challenges faced in the modern era, especially in the use of social media as a means of da'wah. In addition, this study also highlights the need to understand the plurality of society and the relevance of language in conveying da'wah messages. The results of the study show that good communication can strengthen people's understanding of Islamic teachings, avoid misunderstandings, and build spiritual and moral awareness. Therefore, wise and ethical communication is very necessary in da'wah so that the message of Islam can be well received and have a positive impact on society. Keywords: Islamic Communication. Da'wah. Hikmah. Social Media. Plural Society PENDAHULUAN Komunikasi adalah aspek fundamental dalam kehidupan manusia, terutama dalam konteks penyebaran ajaran agama. Dalam Islam, dakwah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim untuk mengajak umat manusia kepada jalan kebaikan dan ketundukan kepada Allah SWT. Agar dakwah efektif dan berdampak positif, dibutuhkan komunikasi yang baik dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Komunikasi yang kurang tepat dalam dakwah dapat menimbulkan salah paham, resistensi, dan bahkan konflik. Oleh karena itu, penting untuk memahami urgensi komunikasi Islam dalam berdakwah di kalangan masyarakat (Arifin, 2. Komunikasi dalam Islam bukan hanya soal menyampaikan pesan, tetapi juga berperan penting dalam membangun pemahaman yang mendalam tentang ajaran agama. Dakwah adalah misi utama umat Islam untuk menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat, dan komunikasi yang tepat menjadi landasan utama dalam keberhasilan dakwah (Qardhawi, 2. Komunikasi dalam dakwah Islam sangat penting karena bertujuan untuk mengubah sikap dan perilaku manusia sesuai dengan ajaran Islam. Sebagai agama yang mengajarkan kedamaian. Islam menekankan komunikasi yang berbasis pada hikmah . , mawAoidhah hasanah . asihat yang bai. , dan jidal billati hiya ahsan . erdialog dengan cara yang terbai. (Az-Zahra. Seorang dai tidak hanya dituntut untuk memiliki pengetahuan agama yang mendalam, tetapi juga kemampuan komunikasi yang baik. Peran dai sebagai komunikator efektif sangat penting dalam memastikan pesan dakwah dapat dipahami dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Selain itu, seorang dai harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menggunakan berbagai media untuk menyebarkan ajaran Islam secara efektif (Hasan, 2. Kesantunan dalam komunikasi dapat menarik perhatian dan membuat audiens lebih mudah menerima pesan dakwah. Seorang dai harus mampu menyampaikan pesan yang jelas, tidak ambigu, dan mudah dipahami. Pesan yang disampaikan secara rumit dan sulit dipahami dapat menimbulkan Oleh karena itu, dakwah harus dilakukan dengan bahasa yang sederhana namun kuat. Dalam dakwah, dai harus menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kejujuran dan tidak boleh menyimpang dari kebenaran. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 42 disebutkan: a a a a a a ca a e a a a a a e AaO aaE aE a aOA AI I E aIOIA AE acC aE aa a aE OEIO EC OA "Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui" (QS. AlBaqarah: . (Departemen Agama RI, 2. Adapum rumusan pembahasan ini. Apa pentingnya komunikasi dalam berdakwah menurut Islam?. Bagaimana etika komunikasi yang dianjurkan dalam Islam untuk berdakwah?. Apa tantangan yang dihadapi dalam komunikasi dakwah di era modern?. Tujuan Penulisan Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan urgensi komunikasi dalam dakwah Islam, menggali prinsipprinsip komunikasi yang dianjurkan dalam Islam, dan memahami tantangan yang dihadapi dalam menyampaikan dakwah di tengah masyarakat modern. METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka atau library Metode ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis informasi yang terdapat dalam berbagai literatur yang relevan mengenai urgensi komunikasi dalam dakwah Islam. Penelitian pustaka sangat cocok untuk mengkaji konsep, teori, dan pandangan ulama maupun peneliti terdahulu mengenai peran penting komunikasi dalam penyebaran ajaran Islam di tengah masyarakat (Zed, 2004: . Sumber Data Penelitian pustaka hanya menggunakan data sekunder. Data sekunder ini diperoleh dari berbagai sumber pustaka, seperti buku-buku ilmiah yang membahas komunikasi Islam dan dakwah. Artikel jurnal ilmiah yang fokus pada studi komunikasi dalam Islam atau dakwah. Tafsir Al-Qur'an yang menjelaskan ayat-ayat terkait komunikasi dalam dakwah. Karya-karya ilmiah lain seperti skripsi, tesis, dan disertasi yang berkaitan dengan topik ini. Sumber-sumber ini dikaji untuk memahami urgensi komunikasi dalam dakwah dan untuk menemukan konsep-konsep yang sesuai dengan penelitian (Sugiyono, 2017: . Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian pustaka dilakukan dengan cara berikut. Penelusuran literatur, mengidentifikasi dan mengumpulkan bahan pustaka yang relevan dengan tema penelitian. Proses ini dilakukan melalui pencarian di perpustakaan, jurnal daring, atau basis data akademik. Kategorisasi bahan, setelah literatur yang relevan ditemukan, peneliti mengkategorikan bahan pustaka berdasarkan tema utama, seperti teori komunikasi Islam, etika dakwah, dan prinsip-prinsip komunikasi dalam Al-Qur'an dan Hadis (Nazir, 2005: . Teknik Analisis Data Analisis data dalam penelitian pustaka dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi . ontent analysi. , yaitu mengkaji, memahami, dan menarik kesimpulan dari materi yang ada dalam literatur. Langkah-langkah dalam analisis data meliputi identifikasi konsep utama. Menentukan konsep-konsep utama yang berhubungan dengan urgensi komunikasi dalam dakwah Islam, seperti hikmah dalam berdakwah, prinsip-prinsip komunikasi dalam Al-QurAoan dan Hadis, dan relevansi komunikasi dalam dakwah modern. Pengelompokan data, mengelompokkan informasi yang relevan dari berbagai sumber literatur ke dalam kategori yang sesuai, misalnya ayat-ayat Al-Qur'an yang terkait dengan komunikasi, pandangan para ulama tentang dakwah, dan strategi komunikasi dalam dakwah kontemporer. Sintesiskan data, menyusun data yang telah dikelompokkan untuk menghasilkan pemahaman baru tentang pentingnya komunikasi dalam dakwah. Informasi dari berbagai sumber diintegrasikan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai topik yang dibahas. Kesimpulan. Menarik kesimpulan berdasarkan analisis literatur tentang bagaimana komunikasi yang baik dapat mempengaruhi efektivitas dakwah di masyarakat (Moleong, 2005: . Validitas Data Validitas dalam penelitian pustaka dipastikan melalui penggunaan sumber literatur yang kredibel: Peneliti hanya menggunakan literatur dari penulis, akademisi, dan ulama yang otoritatif dan diakui dalam bidangnya. Relevansi konten, semua data yang dikumpulkan diuji relevansinya dengan topik penelitian untuk memastikan bahwa informasi yang dianalisis berkaitan langsung dengan urgensi komunikasi dalam dakwah (Zed, 2004: . HASIL DAN PEMBAHASAN Komunikasi islam dan dakwah komunikasi dalam perspektif Islam tidak hanya sekedar proses pertukaran informasi, tetapi juga mencakup nilai-nilai moral dan etika yang harus dipegang teguh. Menurut Al-Qur'an, komunikasi dalam Islam harus dilakukan dengan cara yang bijaksana dan penuh kesantunan (Shihab, 2. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT: ca a a a a a a a a ca a ca a a a a a a a a A u a aaEA a aAE aE aIa aOE aI O a AE a aIana aO aE aNI aEa aN Ioa uaI E NO EI aII EA a AA a AOE aE A a AaI aOEaNa aO aN aO Ea aI E aI N aA AaOIA "Serulah . kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik" (QS. An-Nahl: . Komunikasi dalam dakwah berperan sebagai medium untuk menyebarkan pesan ajaran Islam, baik dalam bentuk ajakan kepada kebaikan . mar ma'ru. maupun peringatan terhadap kemungkaran . ahi munka. Dakwah tanpa komunikasi yang tepat akan sulit diterima dan dipahami oleh masyarakat. Pentingnya Komunikasi dalam Berdakwah Komunikasi dalam dakwah bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga bagaimana pesan tersebut dipahami dan dihayati oleh penerima (Syukri, 2. Beberapa alasan mengapa komunikasi sangat penting dalam berdakwah antara lain : Menyampaikan Pesan dengan Efektif Dakwah yang dilakukan tanpa komunikasi yang jelas dan efektif dapat menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat. Untuk itu, dai harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan menyesuaikan dengan Rasulullah SAW sendiri selalu menggunakan komunikasi yang tepat dan bijak sesuai dengan kondisi pendengar (Suyuthi, 2. Menghindari Kesalahpahaman Salah satu tujuan komunikasi dalam dakwah adalah menghindari kesalahpahaman yang bisa memicu perpecahan. Pesan yang disampaikan harus jelas, tidak ambigu, dan tidak menyinggung. Ini penting agar masyarakat dapat memahami dakwah dengan cara yang benar dan tidak ada penafsiran yang keliru terhadap ajaran Islam (Shihab, 2. Membangun Pemahaman dan Kesadaran Melalui komunikasi yang efektif, dakwah dapat membangun pemahaman mendalam tentang ajaran Islam. Komunikasi yang baik juga mampu membangkitkan kesadaran spiritual dan moral dalam masyarakat. Rasulullah SAW bersabda, "Sampaikan dariku walaupun satu ayat" . Ini menunjukkan pentingnya peran komunikasi dalam menyebarkan ilmu dan nilainilai Islam. Etika Komunikasi dalam Berdakwah Dalam berdakwah, etika komunikasi yang diterapkan harus sesuai dengan ajaran Islam. Berikut adalah beberapa prinsip utama komunikasi dalam dakwah: Kebijaksanaan (Hikma. Dakwah harus disampaikan dengan cara yang bijaksana dan tidak memaksakan kehendak. Hikmah dalam komunikasi dakwah mengandung makna bahwa seorang dai harus mempertimbangkan situasi, kondisi, dan kemampuan audiensnya (Al-Qaradhawi, 1. Jujur dan Tidak Berlebihan Dalam berdakwah, kejujuran adalah hal yang paling utama. Dai tidak boleh menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, atau menambah-nambah sesuatu yang tidak ada dasarnya. Kejujuran dalam komunikasi menjadi kunci utama dalam menjaga integritas dakwah (Suyuthi. Tantangan Komunikasi dalam Berdakwah di Era Modern Di era modern, dakwah menghadapi tantangan baru, terutama dalam hal media komunikasi. Kemajuan teknologi telah mengubah cara orang berinteraksi dan menerima Beberapa tantangan komunikasi dakwah di era modern meliputi: Penggunaan Media Sosial Media sosial memberikan peluang besar bagi dakwah, tetapi juga menimbulkan tantangan dalam hal menjaga keaslian dan keakuratan pesan. Penyebaran hoaks atau informasi yang salah terkait Islam di media sosial bisa mengaburkan dakwah yang benar. Pluralisme dan Toleransi Masyarakat modern cenderung lebih plural, baik dalam keyakinan maupun budaya. Komunikasi dakwah harus memperhatikan aspek ini agar dakwah tidak menimbulkan konflik atau penolakan, melainkan diterima dengan terbuka dan damai. Di era modern ini, dakwah menghadapi tantangan yang lebih kompleks terutama karena perkembangan teknologi dan globalisasi. Komunikasi dakwah tidak lagi hanya terjadi dalam bentuk tatap muka, tetapi juga melalui media sosial, televisi, radio, dan platform digital lainnya. Tantangan ini meliputi: Media Sosial dan Arus Informasi Kemajuan teknologi memungkinkan dakwah dilakukan secara luas melalui media sosial. Namun, hal ini juga membawa tantangan dalam menjaga akurasi dan integritas pesan dakwah. Banyak dai yang kurang berhati-hati dalam menyampaikan pesan dakwah di media sosial sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Oleh karena itu, dai harus bijak dalam menggunakan media sosial untuk dakwah, memastikan bahwa konten yang disampaikan tetap sesuai dengan ajaran Islam (Al-Qaradhawi, 1. Pluralitas Masyarakat Dalam masyarakat yang semakin plural, komunikasi dakwah harus lebih inklusif dan menghargai perbedaan. Hal ini menuntut dai untuk lebih peka terhadap latar belakang budaya, sosial, dan agama audiensnya. Dakwah yang tidak memperhatikan pluralitas ini berisiko menimbulkan konflik atau penolakan dari masyarakat (Shihab, 2. Bahasa dan Konten yang Relevan Pesan dakwah harus disampaikan dalam bahasa yang sesuai dengan audiens serta relevan dengan konteks kehidupan mereka. Dakwah yang berhasil adalah dakwah yang mampu memberikan solusi konkret terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Misalnya, dakwah yang menekankan pentingnya akhlak dalam bermedia sosial atau menanggapi isu-isu modern seperti etika bisnis dalam Islam (Syukri, 2. SIMPULAN Komunikasi Islam memiliki urgensi yang sangat penting dalam dakwah. Tanpa komunikasi yang baik, pesan dakwah tidak akan tersampaikan dengan tepat dan bahkan dapat menimbulkan kesalahpahaman. Etika dalam komunikasi dakwah seperti hikmah, santun, dan jujur merupakan kunci untuk mencapai efektivitas dakwah. Tantangan komunikasi dakwah di era modern, seperti media sosial dan pluralisme masyarakat, harus dihadapi dengan bijak, agar dakwah Islam tetap relevan dan diterima di tengah-tengah masyarakat yang beragam. DAFTAR PUSTAKA