Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna SOSIALISASI PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER BAGI GURU DALAM MENGAJAR SISWA DI SD NEGERI 2 NAMBAHREJO LAMPUNG TENGAH Aurora Nandia Febrianti1. Yulia Siska2. Tri Riya Anggraini3. Made Nanda4. Oktarahma5 STKIP PGRI Bandar Lampung auroraangel14@gmail. com, 2yuliasiska1985@gmail. com, 3tri260211@gmail. madenanda@gmail. com, 5oktarahma@gmail. Abstrak: Salah satu upaya sejak dini yang dapat dilakukan guru dalam membantu siswa sekolah dasar yang terdampak negatif dari penggunaan gadget adalah dengan penanaman pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang diajarkan guna membentuk kepribadian seseorang dengan memberikan pendidikan budi pekerti, dimana hasil dari pendidikan budi pekerti ini dapat dilihat dari tindakan nyata sesorang berupa tingkah laku mereka, yaitu tingkah laku baik, bertanggung jawab, menghormati orang lain, jujur dan lain-lain. PKM kali ini mengangkat tema Sosialisasi penerapan pendidikan karakter bagi guru dalam mengajar siswa di SD Negeri 2 Nambahrejo Lampung Tengah sebagai salah satu upaya untuk membantu guru dalam menanamkan pendidikan karakter para siswa di sekolah dasar. Tujuan yang ingin dicapai dari sosialisasi ini adalah dengan sosialisasi ini kemudian dapat diterapkan oleh guru untuk menanamkan pendidikan karakter pada siswa agar dapat membentuk karakter siswa yang baik dimana siswa mampu membuat keputusan yang baik dan buruk untuk dirinya dalam kehidupan seharihari. Kata Kunci: Pendidikan Karakter. Sekolah Dasar Abstract: One of the early efforts that teachers can make to help elementary school students who are negatively affected by the use of gadgets is to instill character Character education is education that is taught to shape a person's personality by providing character education, where the results of this character education can be seen from a person's real actions in the form of their behavior, namely good behavior, responsibility, respect for others, honesty and so on. This time the PKM raised the theme: Socialization of the application of character education for teachers in teaching students at SD Negeri 2 Nambahrejo. Central Lampung as an effort to help teachers instill character education in students in elementary schools. The goal to be achieved from this socialization is that this socialization can then be applied by teachers to instill character education in students so that they can form good student characters where students are able to make decisions about what is good and bad for themselves in everyday life. Keywords: Character Education. Elementary School PENDAHULUAN Modernisasi yang terjadi pada saat Perkembangan teknologi dan informasi berkembang begitu cepat dan semakin Pada saat ini salah satu teknologi Sosialisasi Penerapan Pendidikan Karakter Bagi Guru dalam Mengajar Siswa di SD Negeri 2 Nambahrejo Lampung Tengah yang berkembang begitu pesat adalah Banyak sekali hal-hal yang ditawarkan dari teknologi gadget ini. Dalam bahasa inggris gadget diartikan sebagai gawai. Gawai sendiri merupakan smartphone atau handphone (HP). Menurut Derry . gadget adalah suatu perangkat elektronik yang memiliki kegunaan, tujuan, dan fungsi praktis dalam membantu kegiatan atau pekerjaan Sedangkan menurut Widiawati . gadget merupakan serangkaian perangkat elektronik yang memiliki tujuan untuk mempermudah kegiatan atau pekerjaan manusia dengan kata lain seperangkat elektronik itu. Keberadaan gadget pada saat ini sangat mempengaruhi perkembangan Perkembangan teknologi yang begitu pesat juga membuat gadget saat ini berkembang dengan sangat canggih. Awalnya dulu gadget hanya digunakan untuk alat berkomunikasi jarak jauh, tapi saat ini gadget memiliki banyak sekali fungsi yang dapat membantu kehidupan manusia sehari-hari. Saat ini penggunaan gadget tidak hanya dari kalangan dewasa tetapi anak-anak juga sudah dikenalkan dengan gadget. Bagi anak-anak sekolah dengan adanya gadget ini juga sangat membantu sekali dalam beraktivitas. Namun keberadaan gadget memiliki dampak positif dan negatif bagi penggunanya terutama pada anak sekolah dasar (SD). Penggunaan gadget pada anak sekolah dasar berdampak positif apabila digunakan atau dimanfaatkan sesuai kebutuhan siswa itu sendiri yaitu untuk belajar, mengerjakan tugas sekolah, dan Adanya gadget dapat membatu siswa dalam belajar guna mencari berbagai macam informasi. Namun, dimanfaatkan dengan benar. Salah satunya pada masa sekarang dampak negatif dari adanya gadget bagi anak sekolah dasar adalah kecanduan bermain game online. Game online inilah penyebab anak malas untuk belajar dan lambat dalam memahami pelajaran. Selain game online terdapat juga beberapa media sosial lainnya contohnya adalah youtube dan tiktok yang sering dilihat oleh anak-anak. Kurangnya edukasi terhadap orang tua akan dampak media sosial tersebut terhadap anak-anak anak-anaknya Padahal seringnya anak dalam melihat media sosial akan berdampak buruk bagi anak jika tontonan yang dilihat tidak diawasi oleh orang tua. Akibatnya dari semua itu adalah siswa cenderung malas dan tidak mau belajar sehingga hasil belajar dari anak menjadi Selain itu dampak negatif lainnya adalah gangguan tidur, mata sakit karena terpapar cahaya terus menerus, jadi pribadi yang menyendiri bahkan perilaku Dan yang paling bahaya adalah menirukan tindakan-tindakan yang kurang baik dari apa yang telah mereka lihat di media sosial itu sendiri. Salah satu upaya sejak dini yang dapat dilakukan guru dalam membantu siswa sekolah dasar yang terdampak negatif dari penggunaan gadget adalah dengan penanaman pendidikan karakter. Karakter itu sendiri adalah suatu ciri khas tersendiri yang dimiliki oleh setiap individu dimana dapat kita lihat dari sikap, tingkah laku, dan prilaku dari setiap individu yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Thomas Lickona dalam Munir . Pendidikan karakter merupakan penddikan yang diajarkan guna membentuk kepribadian seseorang dengan memberikan pendidikan budi pekerti, dimana hasil dari pendidikan budi pekerti ini dapat dilihat dari tindakan nyata sesorang berupa tingkah laku mereka, yaitu tingkah laku baik, bertanggung jawab, menghormati orang lain, jujur dan lain-lain. Dengan adanya penanaman pendidikan sejak dini yaitu pada usia sekolah dasar dapat membentuk Aurora Nandia Febrianti. Yulia Siska. Tri Riya Anggraini. Made Nanda. Oktarahma Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. kepribadian siswa menjadi pribadi yang berakhlak baik, selalu berbuat baik, dan mampu membuat keputusan mana yang baik dan buruk untuk dirinya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Dini . istilah karakter dalam bahasa yunani dan latin adalah charassein dimana artinya adalah Aumengukir corak yang tetap dan tidak terhapuskanAy watak atau karakter adalah suatu perpaduan dari segala tabiat manusia yang sifatnya tetap yang kemudian menjadi suatu tanda khas untuk masing-masing Konsep dasar pendidikan karakter tertuang dalam Permendikbud No 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti yang tujuannya adalah: Menjadikan lingkungan sekolah menyenangkan bagi siswa, guru dan tenaga kependidikan Menumbuh kembangkan kebiasaan pendidikan karakter sejak dini di lingkungan keluarga, sekolah dan Menjadikan pendidikan sebagai pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat dan keluarga Menumbuh lingkungan dan budaya belajar yang serasi antara keluarga, sekolah dan Suatu karakter akan terbentuk apabila dilakukan secara rutin dan berulang-ulang yang kemudian akan menjadi suatu kebiasaan, yang pada akhirnya kebiasaan yang berulang terus menerus itu akan menjadi karakter. Pemerintah memperkenalkan suatu program yang namanya adalah Penguatan Pendidikan Karakter. PKK ini adalah membudayakan pendidikan karakter di PKK ini diterbitkan berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PKK) yang memiliki tujuan : Membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas Indonesia tahun 2045 dengan jiwa pancasila dan pendidikan karakter dinamika perubahan di masa depan. Mengembangkan meletakkan pendidikan karakter penyelenggarakan pendidikan bagi peserta didik dengan dukungan pelibatan publik yang dilakukan melalui jalur formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia. Merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kopetensi pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, mengimplementasikan PPK. Penguatan Pendidikan Karakter (PKK) ini juga dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religiu, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggungjawab. Pendidikan karakter sangat penting ditanamkan sejak dini untuk anak-anak sekolah dasar (SD) dimana pendidikan karakter ini adalah suatu proses mengembangkan nilai, sikap, dan perilaku yang berakhlak mulia dan budi pekerti Potensi karakter yang baik telah dimiliki tiap manusia sebelum dilahirkan, tetapi potensi tersebut harus terusmenerus dibina melalui sosialisasi dan pendidikan anak sejak usia dini. Karakter merupakan kualitas moral dan mental dipengaruhi oleh faktor bawaan . itrah207 Sosialisasi Penerapan Pendidikan Karakter Bagi Guru dalam Mengajar Siswa di SD Negeri 2 Nambahrejo Lampung Tengah natura. dan lingkungan . osialisasi atau pendidikan-natura. Guru dapat menjadi inspirasi dan suri tauladan yang dapat mengubah karakter anak didiknya menjadi manusia yang mengenal potensi dan karakternya sebagai makhluk Tuhan dan sosial. Ada 5 karakter utama yang penting ditanamkan untuk anak sejak usia dini. Karakter religius Peran guru menjadi sangat penting sebagai teladan memberi contoh yang yang baik bagi siswa. Peran guru bukan hanya sekedar menjadi pengingat akan tetapi juga sebagai contoh bersama melaksanakan kegiatan bersifat religius dengan para siswa. Upaya penanaman nilai religius ini harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan. Masa kanak-kanak adalah masa terbaik menanamkan nilainilai religius. Cinta kebersihan dan lingkungan. Apabila anak dalam kondisi sehat dan jiwa yang kuat maka anak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik. Penanaman rasa cinta kebersihan ditunjukkan pada 2 hal, yaitu menjaga kebersihan diri sendiri dan kebersihan lingkungan. Sikap jujur. Sikap jujur memberikan dampak positif terhadap berbagai sisi kehidupan, baik di masa sekarang atau di masa yang akan datang. Anak sebagai pribadi jujur dan peka terhadap berbagai rangsangan berasal dari lingkungan luar dapat memiliki hubungan yang harmonis dan komunikasi yang baik terhadap orang Dari hubungan seperti ini akan tercipta rasa saling percaya. Pada masa sekolah inilah merupakan masa ideal bagi guru untuk menanamkan nilai kejujuran bagi siswa. Sikap peduli Peduli merupakan sikap dan tindakan selalu ingin memberi bantuan Kepedulian anak dapat ditanamkan di sekolah melalui melalui berbagai cara. Misalnya, ketika ada teman sekolah yang sakit maka ada rasa kepedulian untuk menjenguk, ketika ada temannya yang lupa membawa alat tulis maka kita berusaha meminjamkan alat tulis yang kita miliki, dan ketika ada teman yang terjatuh maka kita Rasa cinta tanah air Cinta tanah air adalah cara berpikir, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi Karakter nasionalis dapat ditanamkan melalui beberapa hal di sekolah, antara lain: Pelaksanaan kegiatan upacara Menghormati tokoh bangsa Belajar dengan giat. Menghormati bapak ibu guru. Menjaga lingkungan sekolah. Menyanyikan lagu-lagu Melalui penanaman karakter di lingkungan sekolah ini, harapannya anak dapat memiliki kecerdasan intelektual dan cara bersikap . yang baik. Menjadi pribadi yang memiliki ilmu dan pengetahuan yang tinggi saja tidak cukup, anak juga harus dibekali dengan karakter yang baik. METODE PELAKSANAAN Persiapan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Tahap identifikasi kebutuhan, perijinan, dan pengadaan media pembelajaran: Identifikasi kebutuhan. Dalam identifikasi untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi sekolah pendidikan karakter di sekolah. Aurora Nandia Febrianti. Yulia Siska. Tri Riya Anggraini. Made Nanda. Oktarahma Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. Melakukan studi pustaka tentang materi pendidikan karakter bagi anak sekolah dasar (SD). Perijinan Dalam permohonan ijin ke pihak sekolah SD Negeri 2 Nambahrejo. Menentukan waktu pelaksanaan dan bersama tim pelaksana. Mengirim surat kesediaan SD Negeri 2 Nambahrejo terkait dengan kesediaannya untuk mengikuti kegiatan sosialisasi . Menerima tanggapan yang cukup antusias dari Kepala sekolah SD Negeri 2 Nambahrejo terkait kesediaannya dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian. Menyiapkan perlengkapan yang Melakukan pengecekan, tanggal terkait kesiapan peralatan yang akan pengabdian agar dapat digunakan dengan baik pada saat pelaksanaan. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Pada tanggal 28 Oktober 2023, kegiatan pelatihan dimulai dari pukul 08. 00 dengan susunan acara: Peserta menempati ruangan Pembukaan kegiatan sosialisasi oleh Kepala sekolah SD Negeri 2 Nambahrejo dan ketua Pengabdian Kepada Masyarakat Aurora Nadia Febrianti. Pd. Penyampaian materi oleh Aurora Nandia Febrianti. Pd. Dr. Yulia Siska. Pd. , dan Tri Riya Anggraini. Pd. Metode yang penanaman pendidikan karakter. Kegiatan bersifat sosialisasi bagi para guru. Sosialisasi penanaman pendidikan karakter ini di ikuti oleh 8 orang Akhir kegiatan ditutup oleh Kepala Sekolah HASIL DAN PEMBAHASAN Modernisasi yang terjadi saat ini berkembang begitu pesat. Salah satu teknologi yang berkembang pesat adalah Keberadaan gadget sangat mempengaruhi perkembangan kehidupan. Penggunaan gadget tidak hanya dari kalangan dewasa tetapi anak-anak sudah dikenalkan dengan gadget. Namun keberadaan gadget memiliki dampak positif dan negatif bagi penggunanya terutama pada anak sekolah dasar. Salah satu upaya sejak dini yang dapat dilakukan guru dalam membantu siswa sekolah dasar yang terdampak negatif dari penggunaan gadget adalah dengan Pendidikan dengan memberikan pendidikan budi pekerti, dimana hasil dari pendidikan budi pekerti ini dapat dilihat dari tindakan nyata sesorang berupa tingkah laku mereka, yaitu tingkah laku baik, bertanggung jawab, menghormati orang lain, jujur dan lain-lain. Pemerintah memperkenalkan suatu program yang namanya adalah Penguatan Pendidikan Karakter. Penguatan Pendidikan Karakter (PKK) ini juga dilaksanakan dengan menerapkan nilainilai Pancasila dalam pendidikan karakter Sosialisasi Penerapan Pendidikan Karakter Bagi Guru dalam Mengajar Siswa di SD Negeri 2 Nambahrejo Lampung Tengah terutama meliputi nilai-nilai religiu, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta Kegiatan dilakukan pada kesempatan ini adalah Sosialisasi penerapan pendidikan karakter bagi guru dalam mengajar siswa. Dalam kegiatan ini para guru akan diberikan sosialisasi bagaimana cara menanamkan pendidikan karakter kepada para siswa. Tim pengabdian masyarakat akan membimbing para guru yang mengikuti sosialisasi untuk menerapkan pendidikan karakter kepada siswa setiap hari agar kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari akan menjadi karakter dari setiap siswa. Dalam kegiatan sosialisasi ini tim pengabdian akan memberikan sosialisasi bagaimana cara menumbuhkan karakter yang baik kepada para siswa dalam belajar di sekolah. Guru dapat menjadi inspirasi dan suri tauladan yang dapat mengubah karakter anak didiknya menjadi lebih baik. Guru adalah panutan untuk para siswa jadi apa yang diajarkan oleh guru pasti akan diikuti atau dilaksanakan oleh siswanya. Dalam hal pendidikan karakter di sekolah adalah menanamkan karakter religius, cinta kebersihan dan lingkingan, sikap jujur, sikap peduli, dan rasa cinta tanah air. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, tim pengabdi memperoleh hasil sebagai berikut: Meningkatnya pemahaman guru di sekolah SD Negeri 2 Nambahrejo tentang karakter sejak dini bagi siswa-siswi di sekolah dasar. Dalam hal ini, guru dapat menerapkan pendidikan karakter bagi siswa dalam mengajar. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memotivasi guru agar selalu menanamkan pendidikan karakter setiap hari di sekolah. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah antusiasnya para guru SD Negeri 2 Nambahrejo saat merespon kegiaan pengabdian yang dilakukan. Hal tersebut dapat terlihat dari terlibatnya pengurus dan guru dalam kegiatan ini. Harapannya para guru dapat menerapkan pendidikan karakter bagi para siswa agar kepribadian siswa menjadi pribadi yang berakhlak baik, selalu berbuat baik, dan mampu membuat keputusan mana yang baik dan buruk untuk dirinya dalam kehidupan sehari-hari, dan terhindar dari kegiatan-kegiatan yang negatif. Evaluasi keberhasilan kegiatan ini dilakukan setelah kegiatan selesai. Indikator keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat dari respon positif peserta berdasarkan sikap peserta saat mengikuti kegiatan sosialisasi penerapan pendidikan karakter untuk siswa dan para guru dapat menerapkan langsung kepada siswa saat Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari hasil kuesioner yang telah diberikan kepada guru sebelum dan sesudah Evaluasi meliputi evaluasi proses dan Evaluasi dilakukan pada setiap tahap pelaksanaan kegiatan. Evaluasi ini meliputi evaluasi pada semua tahap yaitu mulai dari tahap persiapan sampai dengan tahap pelaksanaan kegiatan. Tahap evaluasi ini dilanjutkan dengan kegiatan penyusunan laporan. Aurora Nandia Febrianti. Yulia Siska. Tri Riya Anggraini. Made Nanda. Oktarahma Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. SIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini disambut dengan baik oleh para peserta. sebagai hasil dari kegiatan ini, para Sosialisasi pendidikan karakter bagi guru dalam mengajar siswa di SD Negeri 2 Nambahrejo Lampung Tengah agar: Pengetahuan dan pemahaman guruguru tentang pentingnya penanaman pendidikan karakter sejak dini bagi siswa sekolah dasar. Pengalaman bagi guru-guru SD Negeri 2 Nambahrejo tentang sosialisasi penanaman pendidikan Dengan penerapan materi yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan karakter-karakter yang baik dan positif bagi seluruh siswa-siswi di Negeri Nambahrejo. Mengingat masyarakat ini, maka selanjutnya perlu adanya kegiatan serupa yang pembelajaran yang efektif dan efesien untuk guru-guru. di Era Digital. ARRIAYAH: Jurnal Pendidikan Dasar, 2, . , 38-48. https://labschoolunpkediri. id/read/7/p entingnya-pendidikankarakter-bagianak-sd (Diakses 5/11/2. Peraturan Presiden No 87 Pasal 2 Tahun Penguatan Pendidikan Karakter, . ttp://w. id/wpcontent/upload/2017/09/Perpres No 87 tahun 2017, (Diakses 5/11/2. DAFTAR PUSTAKA