Journal of Pharmaceutical and Sciences Electronic ISSN: 2656-3088 DOI: https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Homepage: https://journal-jps. ORIGINAL ARTICLE JPS. 2025, 8. , 32-41 The preparation of nanoextract from kasturi orange peel (Citrus microcarp. and its formulation as toothpaste Pembuatan nanoekstrak dari kulit buah jeruk kasturi (Citrus microcarp. dan formulasinya sebagai pasta gigi Fika Miah Sasmitha Hasibuan a. Gabena Indrayani Dalimunthe a*. Minda Sari Lubis a. Zulmai Rani a a Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Kota Medan. Sumatera Utara. Indonesia. *Corresponding Authors: gabenaindrayani03@gmail. Abstract Dental caries is a common oral health problem among the Indonesian population, and its primary cause is the bacterium Streptococcus mutans. The peel of the Kasturi orange (Citrus microcarp. fruit has been known to contain antibacterial properties, which may help prevent the occurrence of dental caries. This study aims to evaluate the toothpaste formulation with the active ingredient of nano-extract from kasturi orange peel (Citrus The extract of Kasturi orange peel was obtained through a maceration method, followed by phytochemical screening that identified the presence of flavonoids, steroids, alkaloids, saponins, glycosides, and essential oils. The extract was then processed into a nano-extract, and its particle size was measured using a Particle Size Analyzer (PSA) with a dynamic light scattering technique. The nano-extract was formulated into toothpaste at concentrations of 7. 5%, 10%, and 12. 5%, and its antibacterial activity was tested. Physical evaluations showed that the toothpaste maintained its shape, color, odor, and taste during storage, was homogeneous, had a pH within the acceptable range . 5Ae10. , viscosity within the required range . ,000Ae 50,000 cp. , and passed organoleptic testing . olor, aroma, taste, and textur. on respondents. Keywords: toothpaste, nano-extract of Kasturi orange peel. Streptococcus mutans, antibacterial activity Abstrak Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi yang umum dikalangan masyarakat Indonesia, penyebab terjadinya karies gigi adalah bakteri Streptococcus mutans. Kulit buah jeruk kasturi telah diketahui memiliki kandungan antibakteri, yang dapat mencegah terjadinya karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sediaan pasta gigi dengan bahan aktif nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi (Citrus microcarp. Ekstrak kulit buah jeruk kasturi diperoleh melalui metode maserasi, diikuti dengan skrining fitokimia yang mengidentifikasi adanya flavonoid, steroid, alkaloid, saponin, glikosida dan minyak atsiri. Ekstrak ini dijadikan sebagai nanoekstrak dan diukur ukuran partikelnya menggunakan alat Particle Size Analyzer (PSA) menggunakan teknik dynamic light scattering . amburan cahaya dinami. Nanoekstrak ini kemudian diformulasikan menjadi pasta gigi dengan konsentrasi 7,5%, 10% dan 12,5% dan uji aktivitas antibakterinya. Evaluasi fisik menunjukkan bahwa pasta gigi memiliki bentuk, warna, bau dan rasa tidak mengalami perubahan selama penyimpanan, homogen, pH yang sesuai . ,5-10,. , viskositas memenuhi syarat . 000 (Cp. ) dan telah diuji secara organoleptis . arna, aroma, rasa dan bentu. pada responden. Kata Kunci: pasta gigi, nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi. Streptococcus mutans, aktivitas antibakteri. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2025. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Copyright A 2020 The author. You are free to : Share . opy and redistribute the material in any medium or forma. and Adapt . emix, transform, and build upon the materia. under the following terms: Attribution Ai You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use. NonCommercial Ai You may not use the material for commercial ShareAlike Ai If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original. Content from this work may be used under the terms of the a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-NCSA 4. License Article History: Received:03/11/2024. Revised: 20/12/2024 Accepted: 11/01/2025 Available Online: 12/01/2025 QR access this Article https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Pendahuluan Di Indonesia masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi perhatian yang sangat penting dan perlu mendapatkan perhatian khusus. Kerusakan gigi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari rasa sakit yang mengganggu hingga komplikasi yang lebih serius seperti infeksi dan penyakit Penyakit pada gigi yang paling sering ditemukan adalah penyakit yang disebabkan oleh karies gigi. Kebersihan mulut dan pola makan yang kurang baik merupakan faktor penyebab terbentuknya karies gigi . Salah satu bakteri penyebab penyakit karies gigi adalah bakteri Streptococcus mutans. Bakteri Streptococcus mutans merupakan bakteri gram positif golongan Streptococcus viridans yang mengandung toksin sehingga menyebabkan kerusakan pada permukaan gigi. Bakteri ini berbentuk bulat tersusun seperti rantai dan memiliki diameter 0,5-0,7 mikron. Tidak memiliki spora dan tidak dapat Bakteri ini hidup di daerah yang mengandung sukrosa, menghasilkan permukaan asam dengan menurunkan pH di dalam rongga mulut menjadi 5,5 bahkan lebih rendah, sehingga menyebabkan email gigi mudah larut dan menimbulkan penumpukan bakteri . Karies gigi dapat dihindari dengan cara mekanik dan kimia, yaitu dengan cara menyikat gigi menggunakan alat berupa sikat gigi yang dikombinasikan dengan agen kimia berupa pasta gigi . Pasta gigi merupakan sediaan yang digunakan untuk membersihkan permukaan pada gigi. Terdapat komponen yang penting di dalam pasta gigi yaitu bahan pengikat. Bahan pengikat berfungsi untuk mempertahankan bentuk dari sediaan semi solid sehingga kestabilannya tetap terjaga. Bahan pengikat pada sediaan pasta gigi ditujukan agar zat aktif terdispersi baik di dalam mulut . Bahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri di dalam pasta gigi dapat mencegah pembentukan plak pada gigi. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri adalah jeruk kalamansi . eruk kastur. Bagian jeruk kasturi yang sering terbuang adalah kulit buah jeruk kasturi karena memiliki rasa yang pahit dan asam, padahal kulit buah jeruk kasturi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Riski Ananda et al, 2021, ekstrak kulit buah jeruk kasturi mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin . Efektivitas pasta gigi dalam menghambat pertumbuhan bakteri dapat ditingkatkan dengan menambahkan zat aktif dalam ukuran nanometer. Nanopartikel memiliki beberapa kelebihan untuk menembus ruang-ruang antar sel yang hanya dapat ditembus oleh ukuran partikel koloidal. Nanopartikel memiliki kelebihan lain yaitu dapat menembus dinding sel yang lebih tinggi, baik melalui opsonifikasi maupun difusi dan dapat dikombinasikan dengan teknologi lain. Nanopartikel adalah koloid padat yang memiliki ukuran partikel dalam rentang 1 hingga 1000 nanometer . Bukti etnobotani dan temuan ilmiah terbaru semakin menguatkan klaim tentang efektivitas ekstrak kulit buah jeruk kasturi (Citrus microcarp. dalam mengatasi berbagai jenis patogen, terutama bakteri Streptococcus mutans, yang merupakan penyebab utama pembentukan plak dan kerusakan gigi. Walaupun sejumlah penelitian telah mengungkapkan potensi antibakteri ekstrak kulit jeruk kasturi, jumlah studi yang secara khusus membahas formulasi ekstrak ini dalam bentuk pasta gigi berbasis nanoekstrak masih tergolong Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ekstrak kulit jeruk kasturi menunjukkan potensi besar dalam bidang kesehatan mulut, pengembangannya sebagai sediaan pasta gigi berbasis teknologi nanoekstraksi masih membutuhkan penelitian yang lebih mendalam. Penelitian lanjutan diperlukan untuk Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2025. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. mempelajari secara rinci teknik formulasi sediaan nanoekstrak tersebut, serta untuk menilai efektivitas, stabilitas, dan kemungkinan penerapannya dalam produk perawatan mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sediaan pasta gigi dengan bahan aktif nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi (Citrus Metode Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Penelitian ini meliputi determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, pembuatan nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi (Citrus microcarp. , karakterisasi nanopartikel menggunakan alat PSA (Particle Size Analyze. , pengujian skrining fitokimia, pembuatan pasta gigi, karakterisasi mutu fisik pasta gigi serta uji aktivitas antibakteri pasta gigi nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi terhadap bakteri Streptococcus mutans. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmasi Terpadu Universitas Muslim Nusantara (UMN) AlWashliyah Medan. Laboratorium Sitematika Tumbuhan Herbarium Medanense (MEDA) USU dan Lab Nanomedicine USU. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Juni 2024. Alat dan bahan penelitian Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain neraca analitik (Accula. , rotary evaporator, waterbath, oven, tanur, deksikator, lemari pengering, cawan porselin (Pyre. , krus porselin (Pyre. , homogenizer (IKA RW 20 digita. , blender (Philip. , saringan, toples kedap udara. Particle Size Analyzer (Fritsc. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu ekstrak kulit buah jeruk kasturi. Na CMC (Merc. Kalsium Karbonat (Merc. Gliserin (Merc. Natrium Lauril Sulfal (Merc. Sorbitol (Merc. Nipagin (Merc. Nipasol (Merc. Aqudest. Etanol 96% (Merc. Kloralhidrat (Merc. Bouchardat (Merc. Dragendrof (Merc. Mayer (Marc. HCl 2N. HCl pekat. Timbal . Asetat 0,4 M (Marc. Isopropanol (Marc. Molish (Marc. Asam Sulfat Pekat (Marc. Kloroform (Marc. Toluena. Asam Klorida Encer 2N. Amil Alkohol. Sampel Sampel kulit buah jeruk kasturi (Citrus microcarp. yang masih segar dibeli sebanyak 20 kg. di pasar Simpang Limun jalan M. Nawi Harahap No. Sitirejo i, kecamatan Medan Amplas. Kota Medan. Sumatera Utara. Indonesia, dan telah diidentifikasi di Herbarium Medanense (MEDA). Universitas Sumatera Utara. Medan. Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif tanpa membandingkan tumbuhan yang sama dari daerah lain. Jeruk kasturi yang telah dikumpulkan terlebih dahulu disortasi basah menggunakan air bersih dengan tujuan untuk memisahkan bagian-bagian yang tidak dikehendaki, kotoran-kotoran atau bahan-bahan asing lainnya. Kemudian jeruk kasturi dikeringkan menggunakan kain. Lalu dipisahkan kulit dari daging buahnya buah untuk mengambil bagian kulitnya saja. Kemudian ditimbang berat basahnya . Determinasi Tumbuhan Determinasi terhadap kulit buah jeruk kasturi dilakukan di Herbarium Medanase (MEDA). Universitas Sumatera Utara. Pemeriksaan Karakterisasi Simplisia Pemeriksaan karakterisasi simplisia seperti pemeriksaan makroskopis, pemeriksaan mikroskopis, penetapan susut pengeringan, penetapan kadar air, penetapan kadar sari larut air, penetapan kadar sari larut etanol, penetapan kadar abu total dan penetapan kadar abu tidak larut asam dilakukan menurut prosedur . Pembuatan Ekstrak Pembuatan ekstrak etanol kulit buah jeruk kasturi (Citrus microcarp. dilakukan dengan menggunakan metode maserasi. Sebanyak 500 g serbuk simplisia dimasukkan ke dalam wadah, kemudian dituangkan dengan 75 bagian etanol sebanyak 3750 ml dalam wadah tertutup rapat selama 5 hari terlindung dari cahaya, sambil sering diaduk lalu diperas sehingga didapat maserat I. Kemudian ampas yang didapatkan dibilas Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2025. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. dengan 25 bagian etanol sebanyak 1250 ml sehingga diperoleh maserat II. Maserat I dan II digabung, kemudian dipindahkan ke dalam wadah tertutup dibiarkan di tempat yang sejuk terlindung dari cahaya matahari selama 2 hari, kemudian dienaptuangkan sehingga diperoleh ekstrak cair, lalu dipekatkan dengan cara diuapkan pada rotary evaporator dengan suhu tidak lebih dari 50 oC hingga diperoleh ekstrak kental menurut Depkes RI . Pembuatan Nanoekstrak Kulit Buah Jeruk Kasturi Proses pembuatan ekstrak nanopartikel yaitu ekstrak kulit buah jeruk kasturi dihomogenizer dengan 700 rpm selama 1 jam lalu dimasukkan kedalam ultrasonic homogenizer selama 1 jam . Skrining Fitokima Skrining fitokimia untuk mengetahui senyawa yang terdapat pada kulit buah jeruk kasturi meliputi pengujian terpenoid/steroid, alkaloid, saponin, glikosida dan minyak atsiri. Pemeriksaan Ukuran Partikel Nanokstrak Kulit Buah Jeruk Kasturi Analisis ukuran partikel dilakukan pada nanoestrak menggunakan alat Particle Size Analyzer (PSA) dengan penerapan teknik dynamic light scattering (DLS). Teknik ini mengukur intensitas cahaya yang terhambur setelah interaksi dengan sampel yang terdispersi dalam cairan, yang kemudian dianalisis oleh instrumen untuk menentukan distribusi ukuran partikel . Ae. Partikel yang terdispersi dalam suatu cairan akan mengikuti suatu pola pergerakan acak tertentu yang disebut gerak Brown. Persamaan Stokes Einstein yang digunakan pada teknik dynamic light scattering memodelkan hubungan antara mobilitas partikel Brownian dengan ukuran partikel, sehingga pada pengukuran dynamic light scattering, sampel yang ingin diukur harus dalam bentuk terdispersi dalam cairan . Pembuatan Pasta Gigi Na CMC didispersikan dalam air suling, menthol dilarutkan dengan etanol. Natrium benzoat dilarutkan dalam aquadest. Eksrak diencerkan dengan etanol, lalu ditambah sorbitol dan larutan menthol. Kemudian ditambahkan dispersi NaCMC, kalsium karbonat dan larutan natrium benzoat. Ditambahkan sodium lauril sulfat dan sakarin kemudian diaduk sampai homogen . Karakterisasi Mutu Fisik Sediaan Pasta Gigi Karakterisasi mutu fisik sediaan pasta gigi meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas dan Formulasi Pasta Gigi Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi yang dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Formulasi Sediaan Pasta Gigi Bahan Nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi Na CMC Sorbitol Menthol Natrium benzoat Sodium lauril sulfat Sodium saccarin kalsium karbonat Etanol 95% Air suling ad Fungsi Bahan aktif Basis pasta Humektan Pengaroma Pengawet Surfaktan Pemanis Abrasif Pelarut Pelarut 0,12 Formula (%) 0,12 0,12 0,12 Keterangan : F0 : Blanko Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2025. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. F1 : Formula pasta gigi mengandung 7,5 % nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi F2 : Formula pasta gigi mengandung 10 % nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi F3 : Formula pasta gigi mengandung 12,5 nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi Analisa Data Data antibakteri sediaan pasta gigi yang diperoleh pada penelitian ini diolah secara statistik dengan metode One Way Anova dengan menggunakan program Statistical Package for the Sciences (SPSS). Hasil Dan Pembahasan Hasil Identifikasi Jeruk Kasturi Identifikasi tumbuhan dilakukan di Laboratorium Sistematika Tumbuhan Herbarium Medanense (MEDA) Universitas Sumatera Utara. Berdasarkan hasil identifikasi dengan nomor 1791/MEDA/2024 menunjukkan bahwa tumbuhan yang digunakan dalam penelitian adalah jeruk kasturi spesies Citrus Pengolahan Kulit Buah Jeruk Kasturi Hasil pemeriksaan kulit buah jeruk kasturi segar yang digunakan adalah sebanyak 20 kg. Simplisia kulit jeruk dikeringkang dengan lemari pengering dengan suhu 50 0C. Simplisia yang diperoleh sebanyak 500 Sehingga diperoleh susut pengeringan 1,5. Selanjutnya dilakukan perhitungan rendemen dari simplisia, dimana rendemen merupakan perbandingan berat kering yang dihasilkan sampel dengan berat awal sampel. Rendemen simplisia yang diperoleh adalah 6 %. Pemeriksaan Makroskopik Kulit Buah Jeruk Kasturi Hasil pemeriksaan makroskopik pada simplisia segar kulit buah jeruk kasturi memiliki tekstur permukaan kulit bagian luar lebih kasar dibandingkan permukaan dalam dan memiliki serat dikulit bagian Bau khas jeruk kasturi, rasa asam sedikit pahit dan berwarna hijau dengan panjang 2,7 cm dan lebar 1,8 cm. Pemeriksaan Mikroskopik Kulit Buah Jeruk Kasturi Hasil pemeriksaan mikroskopik pada serbuk simplisia kulit buah jeruk kasturi dengan perbesaran 100 kali, didapatkan adanya parenkim dengan sel-sel sekresi dan serabut. Karakterisasi Simplisia kulit Buah Jeruk Kasturi Hasil karakterisasi simplisia dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Hasil Karakterisasi Serbuk Simplisia Kulit buah jeruk kasturi No. Karakteristik simplisia Kadar air Kadar sari larut dalam air Kadar sari larut dalam etanol Kadar abu total Kadar abu tidak larut asam Kadar (%) 40,09 25,33 3,05 Syarat (FHI Jilid II) (%) <10 >25,6 >18 <0,4 Pada penetapan kadar air dilakukan untuk mengetahui banyaknya kandungan air dalam simplisia kulit buah jeruk kasturi. Metode penetapan kadar air pada penelitian ini adalah dengan menggunakan alat azeotrop dimana data yang diperoleh berupa volume air awal dan volume air akhir. Adapun syarat kadar air berdasarkan Farmakope Herbal Indonesia Jilid II adalah tidak lebih dari 10%. Hasil kadar air simplisia kulit buah jeruk kasturi pada penelitian ini adalah 6%, dimana hasil ini menunjukkan bahwa simplisia kulit buah jeruk kasturi memenuhi persyaratan kadar air. Pengujian kadar air dilakukan untuk mencegah kerusakan simplisia selama masa penyimpanan . Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2025. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Selanjutnya dilakukan penetapan kadar sari larut dalam air dan kadar sari larut dalam etanol. Penetapan kadar sari larut air dan etanol bertujuan untuk menentukan jumlah senyawa aktif yang dapat diekstraksi dari simplisia. Hal ini penting untuk memastikan efektivitas bahan tersebut dalam aplikasi medis atau kosmetik . Pada penetapan kadar sari larut dalam air simplisia kulit buah jeruk kasturi diperoleh hasil 40,09 %. Sementara itu, penetapan kadar sari larut dalam etanol simplisia kulit buah jeruk kasturi diperoleh hasil 25,33 %. Hasil penetapan kadar sari larut dalam air dan kadar sari larut dalam etanol kulit buah jeruk kasturi lebih kecil dari pada kadar sari yang larut dalam air. Hasil ini berarti bahwa kulit buah jeruk kasturi mengandung lebih banyak senyawa polar yang larut dalam air dibandingkan dengan senyawa non-polar yang larut dalam etanol . Selanjutnya dilakukan penetapan kadar abu total simplisia kulit buah jeruk kasturi. Penetapan kadar abu dilakukan untuk menunjukkan total mineral dalam suatu bahan. Bahan-bahan organik dalam proses pembakarannya akan terbakar tetapi komponen anorganiknya tidak, karena itulah disebut sebagai kadar abu. Penentuan kadar abu berhubungan dengan kandungan mineral yang terdapat dalam suatu bahan, kemurnian serta kebersihan suatu bahan yang dihasilkan . Adapun syarat kadar abu total simplisia berdasarkan FHI Edsis II adalah <7%. Pada penelitian ini diperoleh hasil penetapan kadar abu total simplisia sebesar 2,4 % dan telah memenuhi persyaratan Farmakope Herbal Indonesia (FHI). Selanjutnya dilakukan penetapan kadar abu tidak larut asam. Penetapan kadar abu tidak larut asam bertujuan untuk mengetahui jumlah kadar abu yang diperoleh dari faktor eksternal, baik berasal dari pengotor dari pasir atau tanah . Pada penelitian ini kadar abu tidak larut asam simplisia kulit buah jeruk kasturi diperoleh hasil sebesar 3,05 % dan menurut parameter standar Farmakope Herbal Indonesia Jilid II adalah 0,4%. Skrining Fitokimia Skrining fitokimia dilakukan untuk mengedintifikasi senyawa aktif yang terdapat dalam tumbuhan . Pada penelitian ini skrining fitokimia yang dilakukan menggunakan ekstrak kulit buah jeruk kasturi, meliputi pemeriksaan flavonoid, terpenoid/steroid, alkaloid, saponin, glikosida dan minyak atsiri. Hasil skrining fitokimia dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Hasil Skrining Fitokimia No. Metabolit Sekunder Flavonoid Steroid Alkaloid Saponin Glikosida Minyak atsiri Hasil pemeriksaan Positif ( ) Positif ( ) Positif ( ) Positif ( ) Positif ( ) Positif ( ) Keterangan: : Mengandung Senyawa :Tidak Mengandung Senyawa Berdasarkan hasil yang diperoleh pada tabel 3 menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah jeruk kasturi positif mengandung senyawa flavonoid, steroid, alkaloid, saponin, glikosida dan minyak atsiri. Hasil uji flavonoid eksrak kulit buah jeruk kasturi terbentuk warna merah pada lapisan amil aklkohol. Hasil uji alkaloid pada ekstrak kulit buah jeruk kasturi terbentuk endapan putih. Hasil uji saponin ekstrak kulit buah jeruk kasturi menunjukkan terbentuknya busa 2 cm selama 10 menit. Hasil uji glikosida pada ekstrak kulit buah jeruk kasturi terbentuk cincin ungu. Pengujian minyak atsiri secara mikroskopik menandakan adanya tetesan berwarna orange pada serbuk simplisia kulit buah jeruk kasturi. Pemeriksaan Ukuran Partikel Hasil pengujian menggunakan PSA (Particel Size Analyze. dengan tipe Dynamic Light Sceattering. Data yang diperoleh adalah 585,71 nm. Menurut Fajar et al. 2021, nanopartikel merupakan material dengan ukuran 1-1000 nanometer yang kegunaannya untuk meningkatkan biovailabilitas obat sehingga mempercepat sistem penghantaran obat di dalam tubuh. Bentuk dan ukuran partikel termasuk ke dalam faktor yang Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2025. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. mempengaruhi efikasi obat . Ini dikarenakan ukuran partikel mempengaruhi terhadap disolusi, absorpsi dan distribusi obat . Uji Karakteristik Mutu Fisik Sediaan Pasta Gigi Uji evaluasi dilakukan berdasarkan lama penyimpanan yaitu selama 3 minggu meliputi organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, viskositas, dan uji hedonik. Hasil uji karakteristik sediaan pasta gigi dapat dilihat pada tabel 4. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk memastikan bahwa sediaan pasta gigi memiliki tekstur yang konsisten dan merata . Pasta gigi harus homogen agar dapat terdistribusi secara merata pada permukaan Hal ini ditandai dengan tidak terdapatnya butiran kasar pada permukaan objek glass pada sat Sediaan pasta gigi dikatakan homogen jika memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 123524-1995, yaitu pasta gigi lembut, homogen, tidak ada gelembung udara, gumpalan dan partikel yang Hasil pengamatan dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 4. Hasil Pengujian Organoleptik No. Organoleptik Bentuk Warna Bau Rasa Formula Pengamatan (Mingg. Semi padat Semi padat Semi padat Semi padat Semi padat Semi padat Semi padat Semi padat Putih Putih Olive Olive Olive Olive Olive Olive Khas menthol Khas menthol Khas ekstrak Khas ekstrak Khas ekstrak Khas ekstrak Khas ekstrak Khas ekstrak Manis Manis Manis sedikit Manis sedikit Manis sedikit Manis sedikit Manis sedikit Manis sedikit i Semi padat Semi padat Semi padat Semi padat Putih Olive Olive Olive Khas menthol Khas ekstrak Khas ekstrak Khas ekstrak Manis Manis sedikit pahit Manis sedikit pahit Manis sedikit pahit Keterangan : : Sediaan pasta gigi tanpa nanoekstrak : Sediaan pasta gigi mengandung 7,5% nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi : Sediaan pasta gigi mengandung 10 % nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi : Sediaan pasta gigi mengandung 12,5 % nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi Berdasarkan hasil pengamatan organoleptis sediaan pasta gigi yang dilakukan selama 3 minggu tidak mengalami perubahan, yaitu bentuk, warna, bau dan rasa tetap stabil. Berdasarkan pengamatan uji homogenitas, pasta gigi memiliki tekstur yang lembut, tidak ada gelembung udara, gumpalan dan partikel terpisah dan semua bahan tercampur secara homogen selama penyimpanan dari minggu pertama hingga minggu ketiga. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2025. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Tabel 5. Uji Homogenitas No. Formula Pengamatan (Mingg. i Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Keterangan : : Sediaan pasta gigi tanpa nanoekstrak : Sediaan pasta gigi mengandung 7,5% nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi : Sediaan pasta gigi mengandung 10 % nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi : Sediaan pasta gigi mengandung 12,5 % nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi Uji pH Pengujian pH pada sediaan pasta gigi bertujuan untuk melihat keamanan sediaan agar tidak mengiritasi mukosa mulut ketika diaplikasikan sediaan topikal . Hasil uji pH dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6 Hasil Pengujian pH No. Formula Pengamatan (Mingg. i 7,63 7,48 7,51 8,72 8,89 7,46 8,97 7,69 7,46 8,37 7,41 7,54 Keterangan : : Sediaan pasta gigi tanpa nanoekstrak : Sediaan pasta gigi mengandung 7,5% nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi : Sediaan pasta gigi mengandung 10 % nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi : Sediaan pasta gigi mengandung 12,5 % nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi. Berdasarkan SNI-No. 12-354-1995 syarat mutu sediaan pasta gigi memiliki pH 4,5 sampai 10,5. Dengan demikian data pada tabel 4. 6 menunjukkan semua formula memenuhi persyaratan SNI pasta gigi. Uji Viskositas Viskositas merupakan ukuran dari kekentalan suatu zat atau kemampuan sediaan untuk mengalir. Pada penelitian ini alat yang digunakan untuk mengukur viskositas sediaan pasta gigi adalah viscometer. Nilai viskositas dapat berubah-ubah disebabkan oleh temperatur atau suhu pada saat dilakukan penelitian. Hasil uji viskositas dapat dilihat pada tabel 7. Tabel 7 Hasil Pengujian Viskositas No. Formula Pengamatan (Mingg. i Keterangan : : Sediaan pasta gigi tanpa nanoekstrak : Sediaan pasta gigi mengandung 7,5% nanoekstrak kulit jeruk kastur : Sediaan pasta gigi mengandung 10 % nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi : Sediaan pasta gigi mengandung 12,5 % nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2025. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula sediaan pasta gigi memiliki kekentalan yang memenuhi persyaratan nilai viskositas menurut persyaratan mutu SNI 12-3524-1995 yaitu nilai viskositas pasta gigi berkisar antara 20. 000 (Cp. Uji Hedonik Uji hedonik adalah uji tingkat kesukaan seseorang terhadap suatu produk yang dikonsumsi sehingga dikenal juga dengan istilah uji sensorik. Dalam melakukan uji hedonik, seorang panelis . rang yang menila. memberikan penilaian tingkat kesukaan berdasarkan pengamatan dengan menggunakan panca indera. Oleh karena itu metode dominan yang digunakan dalam uji hedonik adalah secara indrawi atau organoleptik . Tabel hasil uji hedonik dapat dilihat pada 8. Data penelitian yang diperoleh dilakukan uji statistik berupa One Way Anova dengan aplikasi Statistical Package For The Social Sciences (SPSS) versi 20. Pada uji normalitas diperoleh hasil signifikan lebih besar dari 0,05 yang berarti data sudah terdistribusi normal. Adapun hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel 10. Tabel 10. Hasil Uji Normalitas Formula Diameter Zona Hambat Formula 0 Formula I Formula II Formula i Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Sig. ,321 ,175 ,292 ,225 Shapiro-Wilk Statistic df Sig. ,881 ,328 1,000 1,000 ,923 ,463 ,984 ,756 Kesimpulan Kulit buah jeruk kasturi (Citrus microcarp. dapat dijadikan nanoekstrak dengan ukuran partikel sebesar 585,71 nm, yang menunjukkan potensi penggunaannya dalam formulasi sediaan pasta gigi. Pengujian pH pada sediaan pasta gigi yang mengandung nanoekstrak kulit buah jeruk kasturi menunjukkan fluktuasi yang stabil, dengan pH yang sesuai untuk penggunaan oral pada setiap formula. Hasil pengujian viskositas menunjukkan bahwa semua formula memenuhi standar SNI 12-3524-1995, dengan nilai viskositas yang berada dalam rentang yang disarankan. Uji ANOVA mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antar formula, sementara analisis case processing summary memastikan tidak ada data yang hilang, dengan validitas data mencapai 100%. Conflict of Interest Seluruh penulis menyatakan bahwa penelitian ini tidak terpengaruh oleh konflik kepentingan. Proses penelitian dan penulisan artikel dilakukan secara mandiri, tanpa adanya intervensi eksternal, dan tidak ada kepentingan pribadi, finansial, atau profesional yang memengaruhi objektivitas dan integritas penelitian. Acknowledgment Peneliti ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan penelitian ini, terutama kepada Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan. Supplementary Materials Referensi