Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau PEMBELAJARAN IPS DALAM PERSPEKTIF GLOBAL Supriyanto1. Isbandiyah2 Universitas PGRI Silampari. Indonesia ARTICLE INFORMATION A B S T R A C T Received: 19 April 2025 Revised: 21 Mei 2025 Available online: 28 Juni 2025 This article is the result of a review of various literatures, with the aim of describing the social studies learning process in a global The results of this study can be described as that the global perspective emphasizes every human being as a citizen of the So that social interaction is also not only with close community members but also with citizens of the world. Therefore, teachers must instill good values in students and provide an understanding that their lives and ours are part of the life of the world. The role of teachers in instilling good values is as a communicator or liaison between students and the outside world. For this reason, a teacher must care about events and activities in the community, both in the local, national, and international communities. actively seeking information related to lessons nationally and internationally. teachers must be open and receptive to reforms. and able to select information according to In addition, social studies learning in a global perspective invites students to think globally and act locally by prioritizing the principle of conservation over locality. Global issues and problems are studied from a global perspective and implemented in social studies Global issues that can be discussed in social studies learning are population and family planning, development, human rights, migration, global common ownership, environment and natural resources, hunger and foodstuffs, peace and security, prejudice and KEYWORDS Social Studies Learning. Global Perspective CORRESPONDENCE E-mail: unpari@gmail. INTRODUCTION Perspektif global merupakan pandangan yang timbul dari kesadaran bahwa dalam kehidupan ini segala sesuatu selalu berkaitan dengan isu global. Orang sudah tidak memungkinkan lagi bisa mengisolasi diri dari pengaruh global. Manusia merupakan bagian dari pergerakan dunia, oleh karena itu harus memperhatikan kepentingan sesama warga dunia. Tujuan umum pengetahuan tentang perspektif global adalah selain untuk menambah wawasan juga untuk menghindarkan diri dari cara berpikir sempit, terkotak oleh batas-batas subyektif, primordial . seperti perbedaan warna kulit, ras, nasionalisme yang sempit, dan lain sebagainya. Cara untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi globalisasi ini adalah dengan cara meningkatkan kesadaran dan memperluas wawasan. Cara untuk meningkatkan dan memperluas Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau wawasan dapat dilakukan dengan berbagai cara, dan cara yang paling efektif adalah melalui Peningkatan kualitas pendidikan bagi suatu bangsa, bagaimanapun mesti diprioritaskan. Sebab kualitas pendidikan sangat penting, artinya karena hanya manusia yang berkualitas saja yang bisa bertahan hidup di masa depan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk peningkatan kualitas pendidikan tersebut adalah dengan pengelolaan pendidikan dengan wawasan global. Dengan demikian, pentingnya wawasan perspektif global dalam pengelolaan pendidikan ialah sebagai langkah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional. Hal ini karena, dengan wawasan perspektif global dapat menghindarkan diri dari cara berpikir sempit dan terkotak-kotak oleh batas subyektif sehingga pemikiran seseorang akan lebih berkembang. Selain itu, dapat juga melihat sistem pendidikan di negara lain yang telah maju dan berkembang, mana yang dapat diterapkan dan mana yang sekedar untuk diketahui saja, dan bisa mencontoh sistem pendidikan yang baik di negara lain selama hal itu tidak bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia. Pendidikan dan pembelajaran di sekolah memiliki keterkaitan erat dengan era globalisasi. Masyarakat Indonesia untuk menuju ke era globalisasi diharapkan melakukan reformasi terhadap dunia pendidikan dengan menciptakan sistem pendidikan yang lebih komprehensif dan fleksibel, sehingga para lulusannya dapat berfungsi secara efektif dalam kehidupan masyarakat global dengan memperhatikan iklim demokratis. Oleh karena itu, pendidikan harus dirancang sedemikian rupa dan memungkinkan para peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara alami, kreatif dalam suasana kebebasan, kebersamaan, dan tanggung jawab. Selain itu, pendidikan harus dapat menghasilkan lulusan yang bisa memahami masyarakatnya dengan segala faktor yang dapat mendukung kehidupan mereka di masyarakat. Untuk memulai pendidikan berwawasan global diperlukan adanya informasi dan pengetahuan tentang bagian dunia yang dapat mengembangkan kesadaran untuk memahami hal-hal yang lebih baik daripada keadaan diri sendiri, memahami hubungan dengan masyarakat lain, maupun isu-isu yang terjadi dalam era global. Dunia pendidikan yang dipenuhi dengan kasih sayang merupakan tempat untuk belajar tentang moral, budi pekerti, dan menjunjung tinggi nilai estetika, justru telah dicoreng oleh sebagian guru yang tidak bertanggung jawab, sehingga realita seperti ini diperlukan adanya evaluasi terhadap profesional seorang guru. Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau Pendidik pada saat ini mengalami dan menghadapi persoalan yang kompleks, yang tidak hanya menyangkut masalah-masalah yang ada di sekelilingnya antara lain masalah polusi udara, banjir, kemajemukan masyarakat yang mengakibatkan sering terjadi pertentangan antarkelompok maupun Namun, kita juga tidak lepas dari masalah yang lebih luas, yaitu masalah global seperti peperangan, kemiskinan, penindasan antaretnis dan sebagainya. Dalam menghadapi hal tersebut di atas guru bertanggung jawab kepada para peserta didik untuk mengembangkan atau memberi bekal keahlian, kemampuan percaya diri untuk menghadapi tantangan kehidupan yang semakin berat. Agar mereka dapat bersikap positif untuk hidup secara efektif di dunia . dengan sumber-sumber alam yang terbatas, perbedaan kebudayaan dan interdependensi yang semakin meningkat. Kita bukan saja sebagai warga negara Indonesia, akan tetapi juga warga dunia. Sebagai warga dunia mau tidak mau harus membekali diri melalui pendidikan, mengingat bahwa kita sudah memasuki era globalisasi dan keterbukaan, tanpa memahami dunia ini kita akan terseret oleh arus globalisasi yang begitu deras. Agar mampu memanfaatkan dunia ini bagi kesejahteraan manusia maka harus memahami Dengan demikian, cara pandang yang mungkin sempit selama ini harus berubah menjadi cara pandang yang luas dan global. Artinya, segala sesuatu peristiwa dan masalah harus dipandang dari sudut kepentingan global. Hal paling penting bagaimana pendidik dapat memasukkan global education dalam pembelajaran IPS agar pembelajaran lebih bermakna dan tidak membosankan. Pembelajaran IPS bukan bertujuan untuk memenuhi ingatan peserta didik dengan berbagai fakta dan materi yang harus dihafalkan, melainkan untuk membina mental yang sadar akan tanggung jawab terhadap hak dirinya dan kewajiban kepada masyarakat, bangsa dan negara (Sumaatmadja, 1980:. Oleh karena itu, perspektif global sangat penting bagi pendidik, agar dapat memberikan pengetahuan yang kompleks dan wawasan yang luas, serta memberikan penguatan mental dan moral dalam menghadapi era globalisasi dan keterbukaan. RESEARCH METHOD Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur . ibrary researc. , yaitu pendekatan penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengkaji, dan menganalisis berbagai sumber pustaka yang relevan dengan topik yang dibahas. Metode ini tidak melibatkan pengumpulan data primer melalui survei atau eksperimen, melainkan mengandalkan Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau data sekunder yang diperoleh dari buku, artikel ilmiah, laporan penelitian, jurnal, dan dokumen lain yang kredibel. RESULTS ANDDISCUSSION Konsep Globalisasi Pengertian Global dan Globalisasi Global memiliki pengertian sesuatu hal . erupa masalah, kejadian, kegiatan atau sika. yang berkaitan dengan dunia, internasional, atau seluruh alam jagad raya . oncerning the whole eart. Menurut pendapat Joe Huckle . alam Sumaatmadja, 2. globalisasi adalah suatu proses di mana kejadian, keputusan dan kegiatan disalah satu bagian dunia menjadi suatu konsekuensi bagi individu dan masyarakat di daerah lain. Kejadian atau peristiwa di daerah lain langsung diterima oleh daerah atau negara lain tanpa menunggu permisi dari daerah atau negara yang bersangkutan. Hal ini disebabkan oleh media televisi dan lain-lain. Globalisasi memiliki 2 . wajah, yaitu selaku AualatAy dan bisa juga menjadi AuideologiAy (Azizy, 2003:. Dua-duanya dipakai dalam percaturan dunia zaman kini, terutama oleh negaranegara besar dan maju. Sementara itu planet bumi kebanyakan masih terdiri dari rakyat dan negara yang belum maju dan yang menuju kemajuan. Negara-negara maju tentu saja memiliki kesiapan atau paling tidak lebih memiliki persiapan yang lebih dulu, sedangkan negara yang belum dan yang sedang menuju maju persiapannya masaih jauh dari cukup. Karena itu, wajar kalau negara-negara yang belum dan yang sedang menuju maju ini menjadi Aumakanan empukAy bagi negara-negara maju. Apalagi, sekali lagi menurut Azizy, kata kunci globalisasi adalah AukompetisiAy . Mana mungkin seimbang negara belum dan sedang menuju maju katika akan bersaing dengan negara yang sudah maju (Azizy, 2. Sementara Witteveen . menyatakan tentang manusia pada zaman globalisasi sekarang ini, yaitu pencinta inovasi mesin pertumbuhan ekonomi, tetapi pada akhirnya dia sendiri justru kurang lebih terperangkap dalam mesin pertumbuhan ekonomi itu sendiri yang berideologi sistem pasar Hal tersebut pada akhirnya akan merambah dalam dunia politik, kebudayaan, karakter, pendidikan, dan sebagainya. Globalisasi dapat dipahami sebagai perubahan-perubahan dalam bidang ekonomi dan sosial yang berkombinasi dengan pembentukan kesalinghubungan regional dan global yang unik, yang lebih ekstensif dan intensif dibandingkan dengan periode sebelumnya, yang Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau menantang dan membentuk kembali komunitas politik, dan secara spesifik, negara modern (Held. Perubahan-perubahan ini melibatkan sejumlah perkembangan yang dapat dipikirkan sebagai sesuatu yang mendalam, terjadi di waktu sekarang, dan melibatkan suatu transformasi struktural. Perubahan yang dimaksud di antaranya adalah rezim hak asasi manusia, yang memastikan bahwa kedaulatan nasional tidak dapat menjamin legitimasi suatu negara dalam hukum internasional. pergeseran lingkungan, dalam bentuk pemanasan global akibat kebocoran lapisan ozon. revolusi di bidang komunikasi dan teknologi informasi yang semakin memperluas jangkauan dan intensitas semua alat jaringan sosiopolitik dalam dan lintas batas teritorial negara bangsa. dan deregulasi pasar-pasar kapital yang semakin memperkuat kekuasaan kapital dengan memberinya sejumlah pilihan untuk keluar dalam hubungannya dengan buruh dan negara. Berkaitan dengan bidang pendidikan, globalisasi memiliki makna sebagai universal sehingga bisa diartikan sebagai proses yang bisa menjadikan bangsa di dunia saling ketergantungan. Sedangkan untuk makna pendidikan dapat dimaknai sebagai usaha untuk mewujudkan suasana belajar mengajar secara aktif sehingga tercipta masyarakat dengan kecerdasan dan juga nilai moral yang baik. Dengan demikian, secara umum globalisasi pendidikan berarti suatu proses sadar dari sebuah perwujudan untuk mengembangkan potensi agar memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, kepribadian, kecerdasan, keterampilan, dan pengendalian diri secara baik dan menyeluruh. Dari keadaan yang terjadi saat ini bisa dilihat bahwa negara adi kuasa biasanya memiliki peran yang sangat besar mengenai globalisasi dan salah satunya adalah globalisasi pendidikan. Globalisasi pendidikan akan sangat menguntungkan untuk negara-negara yang besar. Negara kecil yang tidak mampu bersaing akan semakin tertunda setiap harinya. Negara yang kuat akan lebih mudah untuk bersaing dan menguasai perekonomian bahkan hingga ke bidang politik. Globalisasi memang mampu memberikan dampak positif namun juga besar sekali dampak negatifnya. Perspektif Global Sumaatmadja . berpandangan bahwa perspektif global adalah suatu cara pandang dan cara berpikir terhadap suatu masalah, kejadian atau kegiatan dari sudut kepentingan global yaitu dari sisi kepentingan dunia atau internasional. Oleh karena itu, sikap dan perbuatan kita juga diarahkan untuk kepentingan global. Retnaningsih . menjelaskan bahwa perspektif global merupakan suatu pendekatan dan pandangan/wawasan bukan program. Perspektif global tidak Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau termasuk program, karena bukan serangkaian tindakan dan tahap-tahap dengan perkiraan hasil secara kuantitatif yang harus dilalui sesuai dengan yang direncanakan, mengingat bahwa ilmu sosial lebih tepat dievaluasi keberhasilannya secara kualitatif. Perspektif global akan tetap diperlukan sepanjang manusia masih tinggal di bumi sebagai makhluk sosial saling terjadi pengaruh mempengaruhi antar manusia dengan lingkungan alamnya. Perspektif global merupakan pandangan/wawasan global bukan nasional ataupun lokal. Perspektif global menekankan setiap manusia sebagai warga dunia. Sehingga interaksi sosial juga tidak hanya kepada warga masyarakat yang dekat tetapi juga kepada warga dunia. Interaksi yang sifatnya global sudah terjadi sejak lama, meskipun intensitasnya tidak sekuat seperti sekarang Dengan demikian, perspektif adalah cara pandang atau cara berpikir seseorang tentang suatu Dengan kata lain, perspektif global adalah suatu pandangan yang timbul akibat suatu kesadaran bahwa hidup ini adalah untuk kepentingan global yang lebih luas. Dalam cara berpikir, seseorang harus berpikir global, dan dalam bertindak dapat secara lokal . hink globally and act Globalisasi dalam Bidang Pendidikan Dalam kompetisi menghadapi era globalisasi, sumber daya manusia mempunyai peranan yang sangat penting. Jika manusia tidak siap, maka akan tergilas oleh arus globalisasi, sebaliknya jika manusia siap maka akan menjadi pemenang. Telah diketahui bersama bahwa globalisasi mempunyai dampak positif yang bisa membawa perubahan yang lebih baik, dan dampak negatif yang dapat menjadi bomerang khususnya bagi dunia pendidikan di Indonesia. Dampak positif arus globalisasi yang sangat cepat pada bidang pendidikan adalah dapat merubah pola pengajaran para Pengajaran yang bersifat klasikal berubah menjadi pengajaran yang berbasis teknologi baru seperti internet dan komputer. Apabila dulu, guru menulis dengan sebatang kapur, sesekali membuat gambar sederhana atau menggunakan suara-suara dan sarana sederhana lainnya untuk mengkomunikasikan pengetahuan dan informasi. Sekarang sudah ada komputer. Sehingga tulisan, film, suara, musik, gambar hidup, dapat digabungkan menjadi suatu proses komunikasi. Sementara dampak negatif globalisasi pada bidang pendidikan adalah komersialisasi pendidikan, yang dapat mengancam kemurnian dalam pendidikan. Banyak didirikan sekolah-sekolah dengan tujuan utama sebagai media bisnis. Terdapat pula. Aneka macam materi yang berpengaruh negative bertebaran di Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau Misalnya: pornografi, kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya. Berita yang bersifat pelecehan seperti pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh siapa pun, termasuk siswa. Barang-barang seperti viagra, alkhol, narkoba banyak ditawarkan melalui internet. Selain itu, mesin-mesin penggerak globalisasi seperti computer dan internet dapat menyebabkan kecanduan pada diri siswa ataupun guru. Sehingga guru ataupun siswa terkesan tak bersemangat dalam proses belajar mengajar tanpa bantuan alat-alat tersebut (Salim dan Sari, 2. Pada bidang pendidikan tidak akan pernah luput dari komponen-komponen yang saling memiliki keterkaitan yaitu pendidik . , peserta didik . , orang tua . , dan Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh semua komponen tersebut dalam menghadapi globalisasi di dunia pendidikan. Pendidik (Gur. Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen telah ditegaskan bahwa yang dimaksud Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik dijalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dalam hal globalisasi, posisi guru disini adalah sebagai tenaga pendidik profesional, yang mampu meningkatkan martabat, mampu melaksanakan dan mewujudkan pendidikan nasional. Tujuan akhirnya tidak lain adalah mengembangkan potensi peserta didik agar tidak hanya menjadi individu yang terampil dan cerdas, namun juga beriman dan bertakwa. Guru adalah orang yang bertanggung jawab atas peningkatan moral pelajar dan Oleh karena itu, tugas guru tidak terbatas pada kegiatan mengajar, tapi yang terpenting adalah mencetak karakter murid. Selain itu dengan berkembangnya bidang teknologi informasi, guru harus memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin gunan menunjang aktifitas mengajarnya di kelas. Peserta didik . Tugas utama seorang siswa adalah belajar. Selain itu, dalam era globalisasi seperti ini, siswa harus mampu memilah-milah mana yang baik dan mana yang buruk. Terlebih lagi mereka yang dalam masa-masa labil, masa-masa dimana selalu ingin tahu dan mencoba hal-hal baru. Disinilah siswa harus benar-benar memilih pilihan yang tepat. Akses internet memang Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau sangat bermanfaat jika digunakan untuk keperluan yang bermanfaat misalnya untuk bahan belajar, namun jika internet digunakan untuk hal-hal negatif seperti akses video porno, hal ini justru akan berdampak buruk bagi perkembangan siswa. Orang Tua (Keluarg. Orang tua atau keluarga sebagai tempat pendidikan awal bagi anak sebelum mereka dikenalkan dengan dunia luar harus memberikan dasar-dasar pendidikan kepada anak yang nantinya akan menentukan pertumbuhan serta perkembangan anak di masa mendatang. Selain itu, orang tua juga wajib melakukan kontrol terhadap kegiatan anak, karena apabila tidak diawasi akan mengarahkan anak menjadi suatu pribadi dan perilaku yang tak Mencari kegiatan anak tidak harus melakukan pengawasan setiap detik, namun dapat dilakukan dengan menanyakan siapa teman bermain, menanyakan keadaan anak pada guru di sekolah dan lain sebagainya. Lingkungan Lingkungan dapat mengakibatkan perubahan perilaku dan kepribadian seseorang, karena disinilah segala pengaruh timbul, baik dari teman sebaya ataupun orang lain. Untuk itu, pemilihan lingkungan sangat penting dalam mengahadapi arus globalisasi yang akan berdampak pada dunia pendidikan. Karena kewajiban terpenting kita adalah berinteraksi Di samping komponen-komponen pendidikan, pemerintah sebagai pengatur aktivitas negara termasuk pendidikan juga harus segera mencari pemecahan dari permasalahan yang dapat mengakibatkan terganggunya pelaksanaan pendidikan. Salah satu terobosan dalam sistem pendidikan nasional yang ditawarkan pemerintah untuk menjawab tantangan global adalah dengan merubah kurikulum, karena kurikulum lama dianggap tidak sesuai lagi dengan perubahan zaman. Dan memang sudah saatnya dilakukan karena selama ini kurikulumnya tidak menekankan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), namun siswa lebih banyak disodori hafalan, bukan kompetensi dan sains yang sebenarnya sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Guru yang Berwawasan Global Perubahan paradigma pendidikan tidak dapat dilepaskan dari peran guru karena berbagai informasi terkini senantiasa mengalir kepada siswa atas kerja keras yang dilakukannya. Bahwa di Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau luar itu ada media lain yang membantu siswa bukan berarti peran guru harus ditiadakan. Harus diakui dalam maraknya arus informasi pada masa kini, guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi tetapi merupakan salah satu sumber informasi. Meskipun demikian, perannya di dalam proses pendidikan masih tetap diperlukan, khususnya yang berkenaan dengan sentuhan-sentuhan psikologis dan edukatif terhadap anak didik. Oleh karena itu, pada hakikatnya guru itu dibutuhkan oleh setiap orang dan semua orang sangat mengharapkan kehadiran citra guru yang ideal di dalam Untuk itu, guru akan lebih tetap berperan sebagai pendidik sekaligus berperan sebagai manager atau fasilitator pendidikan, sehingga guru harus sanggup merencanakan, melaksanakan dan mengawasi sumber daya pendidikan agar supaya peserta didik dapat belajar secara produktif. Era globalisasi menuntut peran guru yang semakin tinggi dan optimal. Sebagai konsekuensinya, guru yang tidak bisa mengikuti perkembangan alam dan zaman akan semakin tertinggal, sehingga tidak bisa lagi memainkan perannya secara optimal dalam mengemban tugas dan menjalankan Oleh karena itu, guru harus berwawasan global. Guru yang berwawasan global paling tidak harus memiliki semangat juang dan etos kerja yang tinggi disertai kualitas keimanan dan ketakwaan yang mantap. mampu memanfaatkan IPTEK sesuai tuntutan lingkungan sosial dan budaya di sekitarnya. berperilaku profesional tinggi dalam mengemban tugas dan menjalankan memiliki wawasan ke depan yang luas dan tidak picik dalam memandang berbagai memiliki keteladanan moral serta rasa estetika yang tinggi. dan dapat mengembangkan prinsip kerja bersaing dan bersanding. Sesuai dengan undang-undang, guru harus mempunyai berbagai kompetensi, diantaranya adalah kompetensi pedagogik, kompetensi akademik, kompetensi sosial, dan kompetensi Di samping empat kompetensi tersebut, dalam membantu para siswa beradaptasi terhadap perubahan sosial dan teknologi di era globalisasi ini, menurut Cahyono . guru juga harus mempunyai kecakapan utama yang meliputi: Akuntabilitas dan Kemampuan Beradaptasi Sebagai seseorang yang dapat ditiru, apapun yang dikerjakan dan diucapkan harus dapat dipercaya oleh orang lain. Dalam menjalankan tanggung jawab pribadi mempunyai fleksibilitas secara pribadi, pada tempat kerja, maupun dalam hubungan dengan masyarakat Di samping itu guru harus mampu menetapkan dalam mencapai standar dan Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau tujuan yang tinggi baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain, dan yang tidak kalah pentingnya guru juga harus mampu memaklumi kerancuan yang dilakukan oleh anak Kecakapan Berkomunikasi Kecakapan yang kedua ini sangat penting bagi guru. Betapapun pintarnya seorang guru jika tidak mempunyai kecakapan ini maka tidak akan mampu mentransfer ilmu kepada anak didiknya. Kecakapan ini meliputi: memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi baik secara lisan, tulisan, maupun menggunakan multimedia. Kreativitas dan Keingintahuan Intelektual Selama ini pembelajaran yang dilakukan guru berlangsung monoton. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya kreativitas dan keingintahuan intelektual guru. Dia mengajar hanya bermodalkan teori keguruan yang ia peroleh sekian puluh tahun yang lalu. Kecakapan kreativitas dan keingintahuan intelektual tersebut mencakup: mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain, bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda. Berpikir Kritis dan Berpikir dalam Sistem Kecakapan berpikir kritis merupakan proses berpikir dan bertindak berdasarkan fakta yang telah ada, apapun yang akan dilakukan dimulai dari identifikasi terhadap kemungkinankemungkinan yang akan timbul dari suatu perbuatan tersebut, berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit serta selalu memahami dan menjalin interkoneksi antara sistem. Kecakapan Melek Informasi dan Media Agar proses pembelajaran yang dilakukan guru di kelas menarik dan menantang, maka di era globalisasi dan tanpa batas seperti sekarang ini guru harus mampu menganalisa, mengakses, mengelola, mengintegrasi, mengevaluasi, dan menciptakan informasi dalam berbagai bentuk dan media. Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau Kecakapan Hubungan AntarPribadi dan Kerjasama Sebagai makhluk sosial yang hidup di tengah-tengah masyarakat, guru juga dituntut harus mampu menunjukkan kerjasama berkelompok dan kepemimpinan, mampu beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggung jawab, mampu bekerja secara produktif dengan yang lain, mampu menempatkan empati pada tempatnya, serta mampu menghormati perspektif yang berbeda dengan pendiriannya. Identifikasi Masalah. Penjabaran, dan Solusi Dalam menghadapi masalah sekecil apapun guru tidak boleh ceroboh dalam Oleh sebab itu, guru dituntut untuk mempunyai kemampuan dalam menyusun, mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah dengan baik. Pengarahan Pribadi Sebagai guru tentu setiap harinya menghadapi siswa yang perilakunya bermacam-macam. Oleh karena itu, guru dituntut memiliki kemampuan dalam memonitor pemahaman diri dan mempelajari kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran, menemukan sumber-sumber belajar yang tepat, serta mentransfer pembelajaran dari satu bidang ke bidang lainnya. Tanggung Jawab Sosial Orang tua/masyarakat menyekolahkan anaknya di suatu sekolah mempunyai harapan agar anaknya berubah, baik dari segi perilaku maupun kecakapan kompetensinya. Oleh sebab itu, sebagai seorang yang dituntut mempunyai kompetensi sosial, maka tanggung jawab dalam bertindak guru harus mengutamakan kepentingan masyarakat yang lebih besar, menunjukkan perilaku etis secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan Mempersiapkan Guru yang Melaksanakan Pembelajaran Didasari pada Perspektif Global Guru di era global adalah guru yang mempunyai tugas memberikan pendidikan bermutu secara Djojonegoro . dalam konteks ini pernah menyatakan dalam makalahnya bahwa bangsa kita menyiapkan diri untuk memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Ciri SDM yang berkualitas tersebut adalah memiliki kemampuan dalam menguasai keahlian dalam suatu bidang yang berkaitan dengan iptek, mampu bekerja secara profesional dengan orientasi mutu dan Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau keunggulan, dan dapat menghasilkan karya-karya unggul yang mampu bersaing secara global sebagai hasil dari keahlian. Sebagai tenaga pendidikan, guru professional tidak lepas dari pencitraan yang diberikan dari orang lain. Dalam kehidupan bermasyarakat di era global ini, guru di satu sisi diharapkan lebih bermoral dan berakhlak daripada masyarakat umum tetapi di sisi lain muncul problem baru sebagai tantangan manakala guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan informasi seperti TV, buku-buku, majalah, koran, dan internet untuk meningkatkan profesionalnya sekaligus memperkaya informasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan global, sehingga sangat sulit dibayangkan guru dapat tampil lebih professional dan memiliki tanggungjawab moral profesi sebagai konsekuensinya di era global ini. Pemerintah pun berupaya mengatasi problem tersebut dalam meningkatkan profesionalitas guru dengan mengadakan sertifikasi guru untuk meningkatkan kesejahteraanya. Perhatian pemerintah tersebut diharapkan dapat memberi solusi terhadap persoalan dunia pendidikan khususnya kepada guru untuk tetap berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan di era global sekarang ini. Menghadapi tantangan demikian, diperlukan guru yang benar-benar Dalam konteks ini Makagiansar . menawarkan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru guna menghadapi era global yaitu: Kemampuan antisipasi Kemampuan antisipasi merupakan kemampuan yang harus dimiliki seorang pendidik untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya masalah baik dalam proses pembelajaran maupun masalah yang mungkin timbul di luar pembelajaran. Misalnya kemampuan antisipasi dapat dilakukan dengan cara guru mempersiapkan sarana prasarana dan segala sesuatunya agar tidak terjadi kendala dalam proses pembelajaran. Kemampuan mengenali dan mengatasi masalah Seorang pendidik perlu melakukan pendekatan terhadap peserta didiknya untuk dapat mengenali dan mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh peserta didiknya baik itu yang berkaitan dengan akademi maupun non akademi. Tidak hanya berhenti pada mengenali masalah saja, namun juga dilakukan follow up pemilihan solusi dari masalah yang dihadapi siswa dan melaksanakan solusi tersebut sehingga masalah peserta didik dapat teratasi. Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau Kemampuan mengakomodasi Seorang guru harus mampu mengakomodasi perbedaan yang terdapat pada peserta Perbedaan disini dapat berupa kebutuhan antara satu individu dengan individu Guru dapat mengakomodasi kebutuhan peserta didik dalam kaitannya dengan pembelajaran seperti menyediakan kebutuhan ilmu dan sarana prasarana bila mampu. Kemampuan melakukan reorientasi Sikap terhadap suatu hal. Guru perlu menentukan acuan-acuan apa saja yang akan dicapai. Sebagai pendidik, guru harus mampu melakukan reorientasi yaitu meninjau kembali suatu wawasan dan menentukan dan membuat peserta didiknya yakin dan termotivasi untuk mencapai tujuan tersebut. Kompetensi generik . eneric competence. Kemampuan generik merupakan kemmapuan yang harus dimiliki seorang pendidik yang didalamnya mencakup strategi kognitif, dan dapat pula dikenal dengan sebutan kemampuan kunci-kunci, kemampuan inti . ore skil. , kemampuan essensial, dan kemampuan dasar. Kemampuan generik antara lain meliputi: keterampilan komunikasi, kerja tim, pemecah masalah, inisiatif dan usaha . nitiative and enterpris. , merencanakan dan mengorganisasi, menagemen diri, keterampilan belajar dan keterampilan teknologi (Gibb dalam Rahman, 2. Keterampilan mengatur diri . anaging self skill. Mendorong diri sendiri untuk mau mengatur semua unsur kemampuan pribadi, mengendalikan kemauan untuk mencapai hal-hal yang baik, dan mengembangkan berbagai segi dari kehidupan pribadi agar lebih sempurna. Bagaimana seseorang guru bisa menjadi seorang guru yang professional dan berbudi luhur kalau ia tidak dapat mendorong, mengatur, mengendalikan, dan mengembangkan semua sumber daya pribadinya. Oleh karena itu, keterampilan mengatur diri bagi seorang guru adalah sangat mutlak diperlukan agar dapat menjalankan segala tugasnya dengan baik. Keterampilan berkomunikasi . ommunicating skill. Keterampilan berkomunikasi adalah keterampilan utama yang harus dimiliki untuk mampu membina hubungan yang sehat dimana saja, di lingkungan sosial, sekolah, usaha dan Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau perkantoran, di kebun atau dimana saja. Sebagian besar masalah yang timbul dalam kehidupan sosial adalah masalah komunikasi. Jika keterampilan komunikasi dimiliki maka akan sangat besar membantu meminimalisasi potensi konflik sekaligus membuka peluang Kemampuan mengelola orang dan tugas . bility of managing people and task. Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru agar dapat mengelola peserta didiknya sekaligus tugas keguruanya agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Mengelola orang dengan mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan keterampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut Covey . sebagai komunikasi Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Keterampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif. Dari segi tugas, guru berfungsi memberikan dorongan kepada siswa untuk dapat belajar lebih giat, dan memberikan tugas kepada siswa sesuai dengan kemampuan dan perbedaan individual peserta pendidik. Kemampuan mobilisasi pengembangan dan perubahan . obilizing innovation and chang. Kemampuan mobilisasi perkembangan dan perubahan yaitu guru berfungsi melakukan kegiatan kreatif, menemukan strategi, metode, cara-cara, atau konsep-konsep yang baru dalam pengajaran agar pembelajaran bermakna dan melahirkan pendidikan yang Guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan dan guru berperan untuk menyampaikan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta semangat kompetitif juga merupakan hal penting bagi guru-guru yang profesional karena diharapkan mereka dapat membawa atau mengantarkan peserta didiknya mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memasuki era global yang melek ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sangat kompetitif. Di era global guru harus memiliki karakteristik, seperti memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang mumpuni. memiliki kepribadian yang kuat dan baik. serta memiliki keterampilan membangkitkan minat peserta didik dalam bidang IPTEK. Selain itu juga harus memiliki berbagai kemampuan khusus. Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau seperti kemampuan mengolah atau menyiasati kurikulum. kemampuan mengaitkan materi yang ada pada kurikulum dengan yang ada lingkungan sekitar. kemampuan memotivasi siswa untuk belajar dan kemampuan mengintegrasikan berbagai mata pelajaran menjadi kesatuan konsep yang Sebagai pendidik, guru memerlukan suatu pendekatan yang akan menolong siswa untuk mengarahkannya kepada kehidupan yang kompleks dan menjauhi pengertian yang sempit tentang ruang, ras, agama, suku, sejarah dan kebudayan. Istilah-istilah dan pemahaman yang sempit seperti kesukuan, kedaerahan, barat-timur, putih-hitam, dapat memunculkan benih-benih konflik sehingga memunculkan pertentangan dunia. Olah karena itu, guru harus menanamkan nilai-nilai yang baik kepada peserta didik dan memberikan pemahaman bahwa kehidupan dia dan kita adalah merupakan bagian dari kehidupan dunia. Peran guru dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan adalah sebagai komunikator atau penghubung antara peserta didik dengan dunia luar. Untuk itu seorang guru harus peduli terhadap kejadian dan kegiatan pada masyarakat, baik pada masyarakat lokal, nasional, maupun internasional. aktif mencari informasi-informasi yang ada kaitannya dengan pelajaran secara nasional dan internasional. guru harus bersifat terbuka dan menerima serta mampu menyeleksi informasi sesuai dengan kebutuhan. Proses Pembelajaran IPS dalam Perspektif Global Berkenaan dengan masalah global. Merryfield . alam Sumaatmadja, 2005:. memaparkan yang termasuk dalam masalah-masalah global adalah penduduk dan keluarga berencana, pembangunan, hak asasi manusia, migrasi, kepemilikan bersama secara global, lingkungan hidup dan sumber daya alam, kelaparan dan bahan pangan, perdamaian dan keamanan, prasangka dan Masalah-masalah tersebut perlu diberikan dalam pembelajaran di sekolah, namun bobot dan lingkupnya perlu disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Mengingat bahwa peserta didik pada umumnya masih dalam taraf berpikir dari konkrit ke abstrak, maka pemahaman permasalahan harus dilakukan sesederhana mungkin. Simulasi dan belajar hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari merupakan hal yang mudah untuk Menurut Retnaningsih . proses pembelajarannya sebagai berikut: Tema: Pertambahan penduduk. Pesan Perspektif global: Upaya mengatasi pertambahan penduduk. Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau Jenis kegiatan: Simulasi. Tujuan kegiatan: . Siswa dapat memahami arti pertambahan penduduk yang tidak . Siswa dapat melihat perbedaan dari keluarga kecil dan keluarga besar . naknya banya. Bahan yang dibutuhkan: . Biji-bijian misal jagung, biji koro, biji kecipir atau sejenisnya. Daftar harga bahan pokok, makanan, minuman, buah-buahan, untuk lauk misalnya telur, daging, tempe dan sebagainya. Pelaksanaan kegiatan: . Siswa dibagi dalam kelompok dan setiap kelompok diminta membawa biji-bijian, jumlahnya 50 biji . esuai kebutuha. Masing-masing kelompok diberi tugas untuk membuat bagan atau silsilah atau pohon keluarga dengan biji-bijian yang dianggap mewakili bapak, ibu, dan anak. Tiap kelompok membuat dua bagan, yaitu keluarga yang anaknya dua kemudian menjadi bapak-ibu dan punya anak lagi, dan Sedangkan bagan yang satu adalah keluarga dengan jumlah anak lima. Setelah selesai membuat bagan keluarga tersebut, diberi tugas membuat pengeluaran kebutuhan untuk 1 hari bagi 2 keluarga yang berbeda jumlah anaknya tersebut. Kebutuhan tersebut meliputi menu makanan, air, bahan bakar, sampah, transportasi dan lain-lain. Evaluasi: . Bagaimana kerja sama siswa dalam kelompok. Bagaimana partisipasi dan pemahaman terhadap pelaksanaan tugas guru. Kedisiplinan dalam mentaati langkahlangkah yang perlu dilakukan. Kecermatan dalam perhitungan. CONCLUSION Pada bagian ini, dapat disimpulkan bahwa perspektif global merupakan pendekatan dan pemahaman yang tidak hanya tentang situasi lokal melainkan kondisi yang terjadi secara global. Sebagai sebuah pendekatan perspektif global mengajak peserta didik untuk berpikir secara global dan bertindak secara lokal dengan mengedepankan prinsip konservasi atas lokalitas. Isu dan permasalahan global dipelajari dalam perspektif global dan diimplementasikan dalam pembelajaran IPS. Masalah-masalah global yang dapat dijadikan pembahasan dalam pembelajaran IPS adalah penduduk dan keluarga berencana, pembangunan, hak asasi manusia, migrasi, kepemilikan bersama secara global, lingkungan hidup dan sumber daya alam, kelaparan dan bahan pangan, perdamaian dan keamanan, prasangka dan diskriminasi. Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau REFERENCES