GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA Profil Keterampilan 4C Guru Bimbingan dan Konseling SMP di Kota Makassar: Implikasinya dalam Manajemen Bimbingan dan Konseling di Abad 21 Humairah Azzahrah1*. Uman Suherman1. M Fiqri Syahril1 . Universitas Pendidikan Indonesia. Indonesia Abstract In the 21st-century education era, the 4C skills . ritical thinking skill, creativity skill, collaboration skill, and communication skil. serve as the primary keys in guidance and counseling management within schools. The research objective is to analyze the 4C skill profile of guidance and counseling teachers in Makassar City Middle Schools and its implications for guidance and counseling management. A descriptive suvery method was utilized by gathering data from 60 guidance and counseling teachers through a multidimensional 4C skills questionnaire that had been validated by material experts, and also based on the model's suitability with confirmatory factor analysis, demonstrating good validity and reliability. The research findings indicate that the 4C skills of Makassar City Middle School guidance and counseling teachers are significantly high, with critical thinking variables in the high category, creativity in the very high category, collaboration in the high category, and communication in the high category. Thus, they can manage complex situations, design innovative programs, facilitate effective collaboration, and enhance communication effectively. Consequently, guidance and counseling teachers equipped with 4C skills enhance the quality of guidance and counseling management, as well as the achievement of educational success in schools. Keywords: 4C Skills. Guidance and Counseling Teacher. Guidance and Counseling Management. 21st Century Info Artikel Histori Artikel: Dikirim: 2024-05-13 | Diterbitkan: 2024-10-26 DOI: http://dx. org/10. 24127/gdn. Vol 14. No 3 . Halaman: 690 - 698 (*) Penulis Korespondensi: Humairah Azzahrah. Universitas Pendidikan Indonesia. Indonesia. Email: humairahazzahrah597@gmail. Ini adalah artikel akses terbuka yang disebarluaskan di bawah ketentuan Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi 4. 0, yang mengizinkan penggunaan, penyebaran, dan reproduksi tanpa batasan di media mana pun dengan mencantumkan karya asli secara benar. Page | 690 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA PENDAHULUAN Pendidikan di Indonesia, terutama pada manajemen bimbingan dan konseling di era abad ke-21, bahwa keterampilan 4C . ritical thinking skill, creativity skill, collaboration skill, dan communication skil. sebagai elemen kunci dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah, secara substansial dapat menunjang keberhasilan program layanan bimbingan dan konseling untuk setiap aspek manusia yang terlibat dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling seperti guru bimbingan dan konseling, peserta didik, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran, staf administrasi, orang tua, dan pengguna lulusan. Beberapa penelitian menyatakan abad ke-21 mengharuskan setiap individu untuk memiliki lebih dari sekedar pengetahuan materi, tetapi juga kemampuan untuk berpikir kritis, kreatif dalam bertindak, berkomunikasi secara efektif, dan berkolaborasi dalam tim (Agaoglu & Demr, 2020. Himmetoglu et al. , 2020. van Laar et al. Sehingga, pemahaman tentang keterampilan 4C guru bimbingan dan konseling memiliki implikasi yang signifikan dalam manajemen bimbingan dan konseling, relevan dengan dinamika zaman yang terus berkembang. Permasalahan terkait dengan keterampilan 4C pada guru bimbingan dan konseling melibatkan kekurangan pemahaman dan pelatihan yang memadai dalam menggabungkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaborasi ke dalam praktik bimbingan dan konseling (Isma et al. , 2023. Wijaya, 2. Hal ini dapat menghasilkan kurangnya kapabilitas dalam menganalisis secara kritis isu-isu yang dihadapi peserta didik di sekolah, menyajikan solusi yang inovatif, berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik dan pihak lainnya, serta berkolaborasi dalam tim multidisiplin (Crothers et al. , 2020a. Warren et al. , 2. Sehingga, kurang fokusnya pada pengembangan keterampilan ini juga dapat mempengaruhi kemampuan manajemen bimbingan dan konseling dalam memberikan dukungan yang relevan dan efektif kepada peserta didik untuk menghadapi tantangan dan kebutuhan mereka. Namun, apabila keterampilan 4C tidak dimiliki oleh guru bimbingan dan konseling di era abad ke-21, hal ini dapat memiliki dampak serius terhadap efektivitas layanan bimbingan dan konseling. Hasil penelitian El Fiah . bahwa tanpa keterampilan komunikasi yang baik, guru bimbingan dan konseling akan kesulitan memahami kebutuhan dan masalah peserta didik dengan baik. Studi yang dilakukan oleh Amri . kurangnya kemampuan dalam berpikir kritis juga dapat menghambat kemampuan guru untuk membantu peserta didik dalam mengevaluasi dan memecahkan masalah. Sementara itu, ketiadaan keterampilan kreatif dan kolaboratif dapat mengurangi fleksibilitas dalam memberikan solusi yang inovatif dan berkelanjutan (Anriani et al. , 2021. Awalya et al. Wijaya et al. , 2. Integrasi keterampilan 4C . ritical thinking skill, creativity skill, collaboration skill, dan communication skil. dalam manajemen bimbingan dan konseling di era abad ke-21 memiliki implikasi signifikan dalam memperkuat kompetensi profesional guru bimbingan dan konseling di sekolah, serta meningkatkan efektivitas layanan pendidikan. Hasil penelitian Astiti et al. , . Odegard-Koester & Watkins . Triwardhani et al. , keterampilan komunikasi yang baik dapat membentuk relasi yang empatik antara guru bimbingan dan konseling, peserta didik, dan orang tua, yang secara positif mempengaruhi hasil intervensi. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk rekan guru dan profesional di luar sekolah, memperluas askes terhadap sumber daya dan dukungan yang diperlukan untuk membantu peserta didik (Fajriani et al. , 2023. Ghamrawi et al. , 2. Lebih lanjut, keterampilan pemikiran kritis membantu guru dalam menganalisis informasi dan mengambil keputusan yang terinformasi (Akcaolu et al. , 2023. Page | 691 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA Altun & Yildirim, 2. , sementara kreativitas memungkinkan pengembangan solusi inovatif dalam menangani masalah kompleks (Pavlenchyk et al. , 2. Dukungan empiris untuk pendekatan ini menunjukkan bahwa keterampilan 4C yang dimiliki oleh guru bimbingan dan konseling dapat memiliki dampak positif dalam seluruh proses dan ketercapaian layanan bimbingan dan konseling (Djudin, 2020. Fradinata et al. , 2022. Ibrahim et al. , 2. Meskipun demikian, masih terdapat kekurangan dalam pemahaman mengenai integrasi optimal keterampilan 4C dapat direalisasikan dalam manajemen bimbingan dan konseling di era abad ke-21 terutama pada konteks wliayah Kota Makassar. Menyadari tantangan ini, penelitian ini bertujuan akan mengisi kesenjangan tersebut dengan melakukan analisis deskripsi profil keterampilan 4C guru bimbingan dan konseling di SMP Kota Makassar, serta dampaknya terhadap manajemen bimbingan dan konseling di era abad ke-21. Sejalan dengan hal ini, studi Habsy . Rakhmawati, . Zulvi . , menekankan pentingnya pengembangan praktik manajemen bimbingan dan konseling yang responsif terhadap tuntutan zaman. Oleh karena itu, terdapat dua pertanyaan penelitian ini, yaitu: . bagaimana profil keterampilan 4C . ritical thinking skill, creativity skill, collaboration skill, dan communication skil. guru bimbingan dan konseling di Kota Makassar?. apa implikasi dari keterampilan 4C guru bimbingan dan konseling di Kota Makassar dalam manajemen bimbingan dan konseling di abad ke-21?. METODE Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis keterampilan 4C . ritical thinking skill, creativity skill, collaboration skill, dan communication skil. yang dimiliki oleh guru Bimbingan dan Konseling di Kota Makassar, serta implikasinya dalam manajemen Bimbingan dan Konseling di era abad ke-21. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei deksriptif, di mana kuesioner khusus di modifikasi untuk mengukur keterampilan 4C pada guru-guru yang aktif di sekolah. Metode survei, seperti yang didefinisikan oleh Creswell, . , adalah pendekatan yang memungkinkan para peneliti untuk mengumpulkan data dari responden yang mewakili populasi melalui penggunaan instrumen kuesioner. Data yang terkumpul dari survei ini akan dianalisis secara statistik untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang profil keterampilan tersebut dan dampaknya dalam meningkatkan manajemen Bimbingan dan Konseling di era yang ditandai oleh perubahan cepat dan tantangan abad ke-21. Partisipan Penelitian ini mengambil sampel dari 60 guru Bimbingan dan Konseking SMP yang terdaftar pada Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMP di Kota Makassar. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode random sampling. Random sampling adalah teknik pengambilan sampel di mana setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai bagian dari sampel (Noor et al. Dengan menggunakan metode ini, setiap guru MGBK SMP Kota Makassar memiliki probabilitas yang sama untuk menjadi anggota sampel, sehingga hasil penelitian menjadi lebih representatif terhadap populasi guru Bimbingan dan Konseling di wilayah tersebut. Metode random samling menciptakan dasar yang adil dan objektif untuk pengambilan sampel, memastikan bahwa hasil penelitian dapat dipercaya dan generalisasi dapat dilakukan dengan lebih valid. Page | 692 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang telah diadaptasi dari multidimensional keterampilan 4C . ritical thinking skill, creativity skill, collaboration skill, dan communication skil. , yang dimodifikasi dengan konsep layanan Bimbingan dan Konseling berdasarkan Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2016. Instrumen mencakup turunan variabel keterampilan 4C, seperti critical thinking skill, creativity skill, collaboration skill, dan communication skill. Setiap turunan variabel ini diukur dengan kuesioner yang diadaptasi dari berbagai sumber, seperti kuesioner Sosu . terdiri dari 8 item pernyataan. BoadaGrau et al. , . terdiri dari 11 item. Rose . terdiri 6 item pernyataan, dan mengadaptasi kuesioner Crowell et al. , . , terdiri dari 6 item pernyataan. Kuesioner ini terdiri dari sejumlah item pernyataan yang dinilai oleh responden menggunakan modifikasi skala likert, mulai dari Ausangat setujuAy hingga Ausangat tidak setujuAy. Sebelum pengumpulan data dilakukan, kuesioner divalidasi oleh validator ahli materi bimbingan dan konseling untuk memastikan kesesuaian dengan konteks yang relevan. Selanjutnya, uji kelayakan kuesioner dilakukan menggunakan confirmatory factor analysis. Hasil analisis data terkait realibilitas dan validitas kuesioner ini disajikan pada Tabel 1. Table 1. Uji Confimatory Factor Analysis Multidimensional Keterampilan 4C Guru Bimbingan dan Konseling Model Fit Indices McDonaldAos O (Reliabilit. CronbachAos (Reliabilit. RMSEA GFI CFI TLI Criterion > 0. Critical Thinking Skill Creativity Skill Collaboration Skill Communication Skill > 0. O 0. Ou 0. Ou 0. Ou 0. Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 1 indeks kesesuaian model yang diajukan baik dengan data empiris. Nilai (RMSEA) menunjukkan model memiliki tingkat kesalahan yang cukup rendah, kemudian GFI. CFI. TLI memiliki nilai yang cukup tinggi artinya model memiliki tingkat kecocokan yang baik dengan data observasi. Serta kriteria-kriteria evaluasi seperti McDonald's O dan Cronbach's menunjukkan tingkat reliabilitas yang memadai untuk semua variabel, yang mengindikasikan bahwa skala yang digunakan konsisten dalam mengukur multidimensional keterampilan 4C guru Bimbingan dan Konseling. Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptid dengan menggunakan aplikasi statistic JASP untuk memberikan gambaran tingkat keterampilan 4C . ritical thinking skill, creativity skill, collaboration skill, dan communication skil. yang dimiliki oleh guru bimbingan dan konseling SMP di Kota Makassar. Data dianalisis dengan menghitung rata-rata . , standar deviasai, nilai minimum, dan maksimum untuk setiap variabel keterampilan 4C yang diukur dalam kuesioner. Hasil analisis ini kemudia dikategorikan berdasarkan interval skor untuk memberikan gambaran tentang tingkat keterampilan 4C, mulai dari kategori rendah hingga sangat tinggi. Sehingga, hasil ini diharapkan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang profil keterampilan 4C guru Page | 693 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA bimbingan dan konseling SMP di Kota makassar, juga memberikan penjelasan implikasi untuk meningkatkan manajemen bimbingan dan konseling di era abad ke-21. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Keterampilan 4C Guru Bimbingan dan Konseling Kota Makassar Table 2. Hasil Analisis Deskriptif Keterampilan 4C Guru Bimbingan dan Konseling Kota Makassar Keterampilan 4C Critical Thinking Skill Creativity Skill Mean Minimum Maximum Category Tinggi Collaboration Skill Communication Skill Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Hasil analisis deskriptif pada Tabel 2 menggambarkan bahwa keterampilan 4C yang terdiri dari critical thinking skill, creativity skill, collaboration skill, dan communication skill, menunjukkan hasil yang signifikan. Variabel critical thinking, dengan nilai . 667 dan standar deviasi (SD) sebesar 3. 467, menunjukkan bahwa kemampuan critical thinking skill guru bimbingan dan konseling berada dalam kategori tinggi. Selanjutnya, creativity skill, dengan nilai . 083 dan (SD) sebesar 4. menunjukkan bahwa kemampuan creativity skill guru bimbingan dan konseling berada pada kategori sangat tinggi. Collaboration skill, dengan nila rata-rata . 317 dan (SD) sebesar 2. 728, menunjukkan bahwa kemampuan collaboration skill guru bimbingan dan konseling berada dalam kategori yang tinggi. Terakhir, variabel communication skill, dengan nilai rata-rata . 050 dan (SD) sebesar 2. 867, menunjukkan bahwa kemampuan communication skill guru bimbingan dan konseling juga berada dalam kategori yang tinggi. Implikasi Keterampilan 4C Guru Bimbingan dan Konseling dalam Manajemen Bimbingan dan Konseling di Abad 21 Temuan penelitian ini bahwa critical thinking skill pada guru bimbingan dan konseling memiliki dampak yang signifikan dalam manajemen bimbingan dan konseling di era abad Guru bimbingan dan konseling yang mampu mengaplikasikan keterampilan ini dengan efektif mampu mengelola situasi kompleks dengan lebih baik. Mereka memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan berbagai aspek dan perspektif sebelum membuat keputusan, serta melakukan evaluasi secara teliti terhadap kredibilitas informasi sebelum mengambil tindakan yang tepat. Temuan ini sejalah dengan studi sebelumnya (Eakman. Gysbers & Henderson, 2. ,bahwa tingkat critical thinking skill yang tinggi memungkinkan guru bimbingan dan konseling untuk melaksanakan tugas manajerialnya dengan lebih efisien dan efektif. Selain itu, creativity skill juga memiliki peran penting dalam manajemen bimbingan dan konseling di lingkungan sekolah. Guru bimbingan dan konseling yang memiliki tingkat keterampilan kreativitas yang tinggi memiliki kapasitas untuk merancang dan mengembangkan program layanan yang inovatif, menyelesaikan masalah kompleks yang melibatkan kemampuan untuk menghadapi situasi atau permasalahan yang tidak memiliki solusi yang jelas, dan menciptakan media yang mendukung implementasi gagasan- Page | 694 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA gagasan baru dalam program bimbingan dan konseling. Studi yang relevan menunjukkan bahwa guru dengan keterampilan kreativitas yang tinggi mampu untuk mengidentifikasi pola, hubungan, alternatif dalam proses manajemen bimbingan dan konseling (Amelia, ynzgenel, 2018. Prayogi, 2. Kemampuan mereka menggunakan pendekatan fleksibel dan kreatif dalam merancang program layanan, serta mengatasi hambatan dan tantangan yang muncul, menciptakan strategi yang inovatif, berdampak positif terhadap minat dan motivasi belajar peserta didik sekolah (Isaksen et al. , 2011. Marayasa et al. , dan pada akhirnya mengoptimalkan efektivitas pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah (Gysbers & Henderson, 2. Collaboration skill juga merupan komponen penting dalam pengelolaan manajemen bimbingan dan konseling di era abad ke-21. Kolaborasi yang efektif antara guru bimbingan dan konseling, personel sekolah, dan pihak terkait seperti orang tua, lembaga sosial. LMS, dan lembaga pemerintah, akan memperkuat implementasi layanan bimbingan dan Dengan memelihara hubungan yang terbuka, positif, dan proaktif dengan para pemangku kepentingan di sekolah, serta dengan menetapkan jadwal kolaborasi yang optimal, pemahaman dan dukungan terhadap program bimbingan dan konseling dapat Hasil penelitian sebelumnya Irman & Fitriani, . Mulyana et al. , . juga menunjukkan bahwa melalui kolaborasi yang sinergis, guru bimbingan dan konseling dapat mengoptimalkan efektivitas layanan bimbingan dan konseling, memberikan dampak positif bagi peserta didik dan lingkungan sekolah. Penelitian lainnya oleh Anriani et al. Ramdani et al. , . Yohanes . manajeman bimbingan dan konseling yang berhasil memerlukan koordinasi yang baik antara guru bimbingan dan konseling dan berbagai pihak terkait, sehingga tujuan pendidikan dan kebutuhan peserta didik dapat terpenuhi secara optimal. Communication skill guru bimbingan dan konseling juga memiliki dampak yang signifikan dalam manajemen bimbingan dan konseling di sekolah. Kemampuan komunikasi yang baik memungkinkan guru bimbingan dan konseling untuk membangun hubungan yang kuat dengan peserta didik, orang tua, dan rekan kerja, serta meningkatkan partisipasi dan keterlibatan dalam layanan bimbingan dan konseling. Sehingga, temuan dari penelitian ini memberikan pemahaman akan pentingnya integrasi keterampilan 4C dalam manajemen bimbingan dan konseling di era abad ke-21. Penerapan keterampilan komunikasi dalam aktivitas harian guru bimbingan dan konseling mampu menghasilkan dampak positif dalam meningkatkan mutu pelaksanaan bimbingan dan konseling, serta memastikan kesuksesan pendidikan di lingkungan sekolah (Azhar et al. , 2023. Siahaan & Taufik, 2018. Thompson, 2. SIMPULAN Hasil temuan ini dapat disimpulkan bahwa keterampilan 4C . ritical thinking skill, creativity skill, collaboration skill, dan communication skil. dalam manajemen bimbingan dan konseling di era abad ke-21, khususnya guru bimbingan dan konseling SMP di Kota Makassar, menunjukkan hasil analisis deskriptif yang signifikan, dengan setiap variabel dari multidimensional keterampilan 4C berada dalam kategori tinggi atau sangat tinggi. Pertama, critical thinking skill memberikan kontribusi signifikan dalam mengelola situasi kompleks, dengan keterampilan ini memiliki implikasi positif dalam efisiensi dan efektivitas tugas manajerial guru bimbingan dan konseling. Kedua, creativity skill, kreativitas guru bimbingan dan konseling dalam merancang program layanan inovatif. Ketiga, collaboration skill, memperkuat implementasi layanan bimbingan dan konseling melalui kolaborasi yang Page | 695 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA efektif antara stakeholder, memberikan dampak positif bagi peserta didik dan lingkungan Keempat, communication skill, dengan komunikasi yang baik, partisipasi dan keterlibatan dalam layanan bimbingan dan konseling dapat tingkatkan. REFERENSI