SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Kenali Potensimu: Mengenal Bakat dan Minat Sejak Usia Dini untuk Meningkatkan Percaya Diri dan Perencanaan Masa Depan Novia Sri Parindu Purba1*. Fellicya Audreynadhine Haryadi2 1,2,3,4Psikologi. Universitas Bunda Mulia. DKI Jakarta. Indonesia e-mail: novia. purba11@gmail. com1*, fellicyaa@gmail. Informasi Artikel Article History: Received : 9 Januari 2025 Revised : 23 April 2025 Accepted : 11 Juni 2025 Published : 27 Oktober 2025 *Korespondensi: purba11@gmail. Keywords: Interest. Psychoeducation. Selfpotential. Psychological Strengthening. Talent. Hak Cipta A2025 pada Penulis. Dipublikasikan oleh Universitas Dinamika Artikel ini open access di bawah lisensi CC BY-SA. 37802/society. Society : Journal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat 2745-4525 (Onlin. 2745-4568 (Prin. Abstract Talent and interest are important components that are interconnected in helping children develop, especially in achieving educational goals. Talent is an innate potential that needs to be trained and developed in a structured manner, while interest is an individual's tendency to focus on things they Lack of attention to children's talents and interests can hinder the development of their potential. In addition, lack of facilities and pressure from schoolwork are often the main Psychoeducation is one of the effective interventions to help children and teachers recognize and develop children's talents and interests optimally. This community service activity was carried out at SDS Punna Karya. Curug. Tangerang, involving students in grades 1Ae6 and teachers as participants. This activity is intended to provide students with a new understanding of the importance of identifying their interests and talents to discover their potential, set goals, and stay motivated to learn. For one month (October 11 to November 2, 2. , this program was implemented with a qualitative approach through the psychoeducational method. The results of the community service showed that providing psychoeducation helped students understand their interests and talents, increased their motivation to learn, and encouraged them to be more confident in exploring their In addition, support from the school, teachers, and the surrounding environment plays an important role in the success of developing children's talents and interests. maximizing their potential, children are expected to be able to achieve optimal results in their education and life. https://ejournals. id/index. php/society PENDAHULUAN Bakat dan minat seseorang berkembang dengan tujuan untuk mencapai tujuan pendidikan karena bakat adalah kemampuan yang perlu dikembangkan dan dilatih dengan sungguh-sungguh dan terstruktur agar dapat terwujud (Magdalena. Septina, et al. , 2. Minat merupakan kecenderungan seseorang untuk memusatkan perhatian kepada hal-hal yang disukai (Yusriyah & Retnasari, 2. Setiap anak dilahirkan dengan berbagai kemampuan yang dimilikinya sejak lahir yang berkaitan dengan otaknya. Maka dari itu, bakat harus dilatih dan dikembangkan agar dapat tercipta. Namun, tidak semua bakat bisa teridentifikasi karena kurangnya perhatian dan kesadaran terhadap bakat atau kempuannya (Magdalena. Ramadanti, et al. , 2. Selain itu juga dapat disebabkan karena DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. kebutuhan anak akan pengembangan bakat nya tidak tefasilitasi, sehingga tidak semua bakat atau kemampuannya dapat tersalurkan dengan baik dan optimal (Hartati et al. Kemampuan atau bakat anak sangat sejalan dengan minat yang dimiliki. Banyak anak yang memiliki bakat tetapi minat mereka terhadap bakat yang dimiliki rendah atau bahkan tidak ada dimana hal ini sering terjadi pada anak usia sekolah dasar. Jika masalah ini tidak ditangani secara tepat waktu selama tahap awal perkembangan anak, hal tersebut dapat menghambat pengembangan bakat mereka pada tahap perkembangan selanjutnya (Nuarizal et al. , 2. Bakat merupakan potensi yang memerlukan upaya sistematis dalam pelatihan dan pengembangan agar dapat terwujud. Pada hakikatnya, bakat merupakan potensi bawaan yang dimiliki oleh individu dimana individu yang berbakat mampu melaksanakan tugasnya dengan lebih baik dibandingkan dengan individu yang kurang berbakat atau kurang sadar akan bakatnya (Magdalena. Septina, et al. , 2. Minat menurut Sardiman . alam Anggraini et al. , 2. dapat terlihat jelas ketika individu dapat mengidentifikasi dan menemukan objek atau hal yang disukainya. Lebih lanjut, minat seringkali berhubungan dengan keadaan psikologis, yakni adanya pehatian, dan afeksi terhadap suatu situasi, serta kecenderungan untuk terlibat dengan objek dari waktu ke waktu (Harackiewicz et al. , 2. Minat juga perlu memiliki sesuatu yang jelas untuk memudahkan dalam menentukan arah sehingga dapat bergerak menuju fokus yang Berdasarkan paparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa bakat dan minat anak dapat dikembangkan sejak usia dini. Proses ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan anak dalam belajar dan bekerja dengan antusiasme, sehingga mencapai hasil yang optimal (Atabik, 2. Pentingnya perhatian terhadap bakat dan kemampuan anak juga menunjukkan bahwa bakat mereka tidak menurun, dan perlu adanya perhatian lebih dalam mengembangkan potensi mereka (Saputri & SaAoadah, 2. Menurut Wibowo . alam Yusriyah & Retnasari, 2. mengacu pada pandangan dari Asmini & MaAoamur bahwa memahami bakat dan kemampuan seseorang sangat membantu dalam merencanakan masa depan. Dengan mengetahui bakat dan minat mereka, individu dapat memilih kegiatan dan aktivitas yang sesuai, sehingga dapat memaksimalkan potensi mereka. Setelah menyadari bakat dan minatnya, individu dapat mengatur langkah-langkah dengan lebih efektif dan mencapai tujuan pribadi dan profesionalnya dengan lebih efisien. (Yusriyah & Retnasari, 2. Menurut penelitian (Anggraini et al. , 2. , siswa masih memiliki minat dan bakat yang terbatas dalam proses Hal ini disebabkan oleh kesulitan yang dihadapi siswa saat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki dalam proses belajar. Selain itu, permasalahan utama yang menghambat peningkatan dan perkembangan minat dan bakat anak adalah tekanan dari pekerjaan rumah yang diberikan atau tugas yang dapat membuat anak merasa stres, bosan, atau merasa cara belajarnya kurang sesuai (Mahfud & Sutama. Tersedianya fasilitas yang sesuai merupakan faktor terpenting dalam pengembangan bakat atau kemampuan anak (Nuarizal et al. , 2. Salah satu cara untuk menciptakan serta mengembangkan bakat dan minat anak adalah melakukan Psikoedukasi merupakan bentuk intervensi yang penting untuk memberikan pemahaman kepada anak tentang bakat dan minat agar mereka, sehingga mereka dapat menggali, mengidentifikasi, dan mengembangkan potensi serta minatnya dengan optimal. Anak sekolah dasar perlu didukung dengan pemahaman dan dorongan untuk mengidentifikasi minat dan bakat mereka. Anak memerlukan pengetahuan yang memadai, tidak hanya sebagai landasan dalam membangun masa depan yang baik, namun juga sebagai bekal penting dalam beradaptasi dan berperan dalam kehidupan sosialnya (Jufri et DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. , 2. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat harus disesuaikan dengan kondisi setempat untuk memberikan dampak yang maksimal. Psikoedukasi, merupakan salah satu intervensi yang telah banyak digunakan untuk memberikan pemahaman dan informasi kepada individu. Di samping itu, psikoedukasi telah digunakan untuk melaksanakan kegiatan pelayanan masyarakat. Salah satu contohnya adalah Adhyatma . yang memberikan psikoedukasi secara luring kepada siswa/i kelas X SMA Katolik Santa Agnes Surabaya untuk memberi mereka wawasan dan pemahaman psikologis tentang bakat dan minat mereka. Selain itu, pengabdian serupa juga dilakukan oleh Gosal. Liaupati, dan Waji . dengan peserta pengabdian yaitu anggota OSIS di SMA swasta kota Makassar. (Zubaidah et al. , 2. juga menyatakan bahwa ketika anak-anak diberi peluang untuk mengeksplorasi apa yang menjadi bakat dan minat mereka, hal tersebut dapat membantu mereka untuk lebih memahami diri sendiri yang dapat mendukung terbentuknya rasa percaya diri dan identitas yang kuat. Mengembangkan minat dan bakat anak juga berperan penting dalam meningkatkan motivasi mereka dalam belajar. Ketika anak-anak terlibat dalam kegiatan yang selaras dengan minat dan bakatnya, mereka akan termotivasi untuk belajar. Anak juga mendapat dorongan atau motivasi yang kuat dari lingkungan sekitarnya, seperti orang tua, guru, dan orang lain dalam kehidupannya (Rasmuin et al. , 2. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan target atau partisipan dari siswa/i kelas 4 sampai 6 SDS Punna Karya, yang berlokasi di Curug Kulon. Kecamatan Curug. Kabupaten Tangerang. Banten dengan siswa/i berjumlah 112 anak. (Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan psikoedukasi atau pengetahuan baru kepada siswa/i di SDS Punna Karya. Selain itu, diharapkan siswa akan lebih memahami minat dan bakat mereka sendiri. Program psikoedukasi ini juga diharapkan akan membantu siswa SDS Punna Karya menemukan minat, potensi, dan tujuan mereka, sehingga mereka dapat menetapkan tujuan pribadi, tetap termotivasi untuk belajar, dan mencapai hasil yang optimal. Sekolah SDS Punna Karya memiliki beberapa kegiatan ekstrakulikuler yang mendukung anak-anak mengenali dan mengasah potensi yang dimiliki oleh siswa/i. Kegiatan ekstrakulikuler menyediakan sarana bagi siswa/i untuk mengembangkan dan menyalurkan minat serta bakat yang mereka miliki (Agustina et al. , 2. Kegiatan psikoedukasi diperlukan untuk membantu siswa/i dalam mengenali bakat dan minatnya lebih dalam. METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan pengabdian berupa kegiatan pemberian psikoedukasi dan lembar kerja expressive writing. Pengabdian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara. Sasaran dari pengabdian yang dilakukan adalah siswa/i kelas I -VI SD serta tenaga pengajar di SDN Punna Karya. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama satu bulan . Oktober Ae 2 November 2023. Rencana kegiatan ini diuraikan dalam tabel berikut ini: Tabel 1. Tabel Rancangan Program No. Kegiatan Rapport Asesmen: Observasi dan Wawancara Penyusunan Materi Pelaksanaan Psikoedukasi sesi 1 kepada siswa-siswi Pelaksanaan Psikoedukasi Sesi ke Ae 2 DOI : doi. org/10. 37802/society. Minggu ke3 (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. kepada siswa-siswi Pelaksanaan Psikoedukasi Sesi ke Ae 3 kepada tenaga pengajar Aa Berdasarkan tabel tersebut, dapat diuraikan tahapan proses kegiatan pengabdian pada masyarakat meliputi beberapa langkah berikut: Tahap persiapan dan perencanaan: Pada tahapan ini merupakan tahapan awal yang melibatkan perencanaan program pengabdian. Tahapan ini juga melakukan beberapa kegiatan untuk mengidentifikasi masalah atau kebutuhan pihak sekolah. Selama tahap perencanaan ini juga, peneliti mengunpulkan informasi kondisi dan karakteristik yang Dengan demikian, peneliti dapat membuat sasaran yang tepat, berupa tema kegiatan, serta termasuk pemilihan metode dan strategi yang efektif. Tahap pelaksanaan: Tahapan ini merupakan tahapan melaksanakan program. Setelah mengumpulkan berbagai data dan mengidentifikasi masalah, maka intervensi terhadap pihak sekolah diberikan dengan metode psikoedukasi. Psikoedukasi dilakukan dengan bentuk ceramah, diskusi dan bermain. Selain pemberian psikoedukasi, pelaksanaan ini juga melibatkan tayangan video yang sesuai dengan tema dari kegiatan. Susunan kegiatan pengabdian ini di sesi 1 dan 2 kepada siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 2. Susunan Kegiatan Pengabdian Waktu Kegiatan Persiapan Ice breaking Materi dari konselor Sesi menulis Presentasi beberapa siswa/i Penutup Susunan kegiatan berbeda di sesi ke- 3, dikarenakan sesi ini diberikan kepada tenaga pengajar di SDN Punna Karya. Berikut ini susunan kegiatan di sesi 3: Tabel 3. Susunan Kegiatan Pengabdian Waktu Kegiatan Sambutan Materi 00 Ae 11. Diskusi dan Tanya Jawab Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk siswa/i adalah lembar expressive writing untuk siswa/i menuliskan apa yang menjadi kekuatan atau bakat dan minat dalam diri mereka. HASIL dan PEMBAHASAN Berdasarkan hasil data demografi dalam kegiatan ini dapat dilihat pada tabel berikut ini: Kategori Kelas DOI : doi. org/10. 37802/society. Tabel 4. Data Demografi Frekuensi Persentase (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. i IV SD V SD VI SD Gender Laki-laki Perempuan Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian acara AuKenali Potensimu: Mengenal Bakat dan Minat Sejak Usia DiniAy bertujuan untuk membantu anak-anak mengenali potensi diri mereka secara lebih mendalam. Pembahasan ini dibagi dalam tiga sesi yang dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober, 18 Oktober, dan 2 November 2023, dengan mengusung tema dan pendekatan yang mendukung perkembangan pribadi serta pemahaman diri anak-anak. Sesi pertama dilaksanakan pada hari Rabu, 11 Oktober 2023 dengan total 93 orang Sesi ini siswa diajak untuk mengenali emosi dasar sebagai bentuk pembelajaran Pengenalan emosi mendukung anak untuk memahami perasaan orang lain dan belajar membedakan yang baik dan yang buruk. Hal ini sesuai dengan tugas perkembangan pada masa kanak-kanak, saat anak-anak belajar untuk mengenali dan mengomunikasikan emosi mereka. Sehingga aspek perkembangan sosioemosional mereka dapat berkembang dengan baik. Perkembangan emosi yang baik akan memengaruhi aspek yang mendukung Hal ini sejalan dengan pandangan (Habsy et al. , 2. yang memaparkan bagaimana kecerdasan emosional yang tinggi akan memengaruhi motivasi dan sikap Pelaksanaan ini dengan memberikan materi dengan media interaktif seperti video dan cuplikan film, dengan tujuan agar anak lebih mudah dalam memahami informasi yang Sejalan dengan proses berpikir pada tahapan tersebut berada pada tahapan anak belum dapat berpikir secara logis dan sistematis (Santrock, 2. Gambar 1. Psikoedukasi Sesi Pertama Menurut Piaget, anak-anak sering menggunakan simbol saat melihat dunia sekitar Selain itu, anak-anak juga dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil, diberikan berbagai macam warna sebagai lambang emosi dengan tujuan untuk berdiskusi dan memberi contoh mengenai peristiwa apa yang dapat menimbulkan emosi-emosi tersebut. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk maju ke depan untuk memeragakan contoh peristiwa tersebut dengan tujuan melatih kepercayaan dan keyakinan anak terhadap Sejalan dengan pendapat (JamiAoah, 2. bahwa pengalaman dan latihan merupakan faktor yang dapat memengaruhi kepercayaan diri anak. Keyakinan terhadap DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. diri sendiri dimulai dengan memahami atau mengenal diri sendiri termasuk bakat dan minat mereka agar dapat mencapai tujuan mereka di masa depan. Sesi selanjutnya yang merupakan sesi kedua, dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Oktober 2023 dengan jumlah peserta 112 siswa. Sesi ini diberikan dengan mengusung tema disiplin dalam pembelajaran yang dapat mengarahkan pada kemandirian anak dan kepercayaan diri. Membangun kepercayaan diri dan kemandirian pada anak sejak usia ini merupakan salah satu bagian dari pembentukan pengenalan bakat dan minat pada anak. Usia ini ketika anak mengenali kekuatan dan potensi dirinya, ini akan menjadi salah satu fondasi utama dalam menghadapi tantangan kehidupan. Sejalan dengan Habsy et al. , . menjelaskan konsep diri yang positif berkontribusi mendukung proses pelaksanaan pembelajaran, karena akan mendukung keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran Peneliti melakukan pendekatan sesuai dengan kondisi usia anak, yang mana pendekatan yang diciptakan menyenangkan, edukatif dan interaktif. Selain itu kegiatan ini mengajak anak untuk mengeksplorasi kekuatan diri mereka secara kreatif serta dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang mengintegrasikan pengetahuan, kreativitas, dan penguatan karakter anak. Pemateri menyampaikan materi melalui power point yang didalamnya terdapat video cuplikan film agar anak bisa lebih memahami mengenai bakat dan minat, memberikan pemahaman mengenai mengenali diri sendiri dan kemampuan yang dimiliki. Pelaksaan dilaksanakan dengan metode ceramah dan role play. Pada pertemuan awal, peserta diajak untuk melakukan pemanasan yang dipimpin oleh fasilitator . Faislitator memimpin pemanasan kepada siswa dengan kegiatan senam AuA Ram Sam SamAy. Setiap peserta diminta untuk mengikuti gerakan dari Mahasiswa atau mengikuti dari layar yang ditampilkan. Setelah sesi pemanasan berakhir, peserta diminta untuk duduk kembali. Pemateri memulai sesi materi dengan menayangkan sebuah cuplikan film AuZootopiaAy. Film ini ditayangkan dengan tujuan untuk memberikan pesan tentang kepercayaan diri, keberanian dan pengembangan potensi diri. Sehingga, setelah menonton film, anak akan diajak untuk berdiskusi mengenai tokoh-tokoh dalam film, pembelajaran atau nilai-nilai serta anak diminta untuk mengaplikasikan cerita tersebut sesuai dengan diri masing-masing. Pada sesi selanjutnya, pemateri memaparkan tahap-tahap perkembangan yang terjadi di usia mereka. Fokus berikutnya pemateri mulai memaparkan keterkaitan faktor perkembangan dengan kepercayaan diri. Melalui penjelasan ini, anak-anak diajak untuk memahami bagaimana disiplin dan pengenalan potensi diri dapat membantu mereka menjadi individu yang lebih percaya diri. Setelah materi diberikan, siswa/i diberikan selembar kertas oleh fasilitator dimana siswa/i diminta untuk menulis dan mengekspresikan apa yang menjadi mimpi mereka, apa kemampuan mereka, apa yang mereka sukai dan inginkan menjadi cita-cita. Siswa/i juga diperkenankan untuk mengekspresikan dirinya mengenai mimpinya dengan membuat gambar atau menuliskan cerita pada lembar kerja tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pemahaman mengenai bakat dan minat kepada siswa/i dan mengajak siswa/i untuk mengenai dirinya tentang apa kemampuan yang dimiliki dan apa yang mereka ingini di masa depan, dan bertujuan agar siswa/i dapat mengekspresikan diri mereka. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Gambar 2. Psikoedukasi Sesi Kedua Antusias siswa dalam sesi expressive writing dan diskusi ini menunjukkan adanya penerimaan positif terhadap materi, yang tercermin dari keberanian setiap siswa menyampaikan ide di depan kelas serta peningkatan pemahaman terhadap potensi dirinya. Setelah sesi menulis berakhir, pemateri memanggil beberapa anak dipilih secara acak untuk membacakan hasil imajinasinya di depan kelas. Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan berbicara di depan umum dan meningkatkan rasa percaya diri anak. Siswa-siswi diminta untuk menceritakan tulisan mereka didepan teman-temannya. Sesi berikutnya, pemateri menutup sesi dengan menanyangkan satu video. Video tersebut terkait cerita seorang anak yang ingin mengikuti perlombaan, namun ia tidak memiliki keyakinan diri. Setelah tayangan video tersebut berakhir, pemateri memberikan kesimpulan kepada peserta tentang pentingnya percaya pada diri sendiri dan terus berusaha untuk mengembangkan potensi. Berdasarkan hasil psikoedukasi sesi satu dan kedua, kegiatan ini memberikan pandangan terhadap anak terkait minat. Minat sendiri dapat mencakup kognisi . , emosi . , dan konasi . Dengan demikian, minat merupakan suatu respons yang disadari (Alfazani & Khoirunisa A, 2. Pemahaman yang diterima anak pada batas pengetahuan dan informasi yang diterima, dan emosi karena adanya partisipasi atau pengalaman selama sesi karena adanya perasaan tertentu . eperti senang, bersemangat, ds. Untuk unsur keinginan merupakan kelanjutan dari proses kognitif dan emosi yaitu dengan mewujudkan kemauan dan gairah melakukan suatu Gambar 3. Siswa/i melakukan expressive writing DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Sesi ketiga dilakukan pada hari Kamis, 02 November 2023 dengan jumlah peserta guru yakni 11 peserta. Sesi ini diberikan dengan mengusung tema penguatan psikologis kepada guru. Tujuan diberikan tema tersebut sebagai upaya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru guna mendidik peserta didik. Setiap guru diberikan ceramah terkait penguatan psikologis yang dibutuhkan oleh setiap pendidik. Bukan hanya tentang mengajar, namun juga memberikan kesejahteraan pada diri sendiri . ubjective-wellbein. sehingga tetap seimbang dalam membantu serta mendidik anak. Permasalahan yang seringkali dialami oleh guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik mengalami beberapa permasalahan. Permasalahan yang sering dihadapi guru dalam menjalankan tugasnya dapat menimbulkan dampak emosional, baik positif maupun negatif, yang memengaruhi kesejahteraan mereka. Kondisi ini pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan hidup dan kualitas profesional mereka sebagai Dengan kesejahteraan yang terjaga, guru diharapkan mampu memberikan dukungan terbaik bagi siswa, sehingga para siswa dapat lebih mudah mengenali dan mengembangkan potensi diri mereka. Gambar 4. Psikoedukasi Kepada Guru Hasil kuesioner umpan balik pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat diuraikan dalam tabel berikut ini: Tabel 5. Hasil Umpan Balik Psikoedukasi Materi & Implementasi Responden Mean Item Item Item Item Item Instruktur/Narasumber Mean Item Item Item Item Item Total DOI : doi. org/10. 37802/society. 3,58 Total (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. 3,43 SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Berdasarkan hasil analis data diatas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan memberikan manfaat baik bagi pihak Kegiatan yang dilakukan telah berlangsung dengan baik. SDS Punna Karya juga memainkan peran sentral dalam menciptakan ekosistem pendukung yang memungkinkan siswa-siswi menggali dan menyalurkan potensinya. Dukungan ini tidak hanya hadir dalam bentuk penyediaan fasilitas, tetapi juga melalui komitmen guru dalam membimbing siswa serta menindaklanjuti program melalui kegiatan rutin sekolah. Sebagai bentuk keberlanjutan, tim pengabdi menyerahkan modul psikoedukasi kepada guru bimbingan konseling serta menjajaki kerja sama lanjutan untuk kegiatan serupa yang juga melibatkan peran orang tua siswa. KESIMPULAN Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini menunjukkan bahwa setiap sesi psikoedukasi memberikan manfaat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengenalan bakat dan minat sejak dini. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif siswa selama sesi berlangsung, keberanian mereka dalam mengekspresikan diri melalui expressive writing, serta partisipasi dalam diskusi kelompok. Selain itu, peningkatan motivasi dan pemahaman siswa juga tercermin dari hasil kuesioner umpan balik yang menunjukkan skor rata-rata kepuasan sebesar 3,58 . ntuk materi dan implementas. dan 3,43 . ntuk Manfaat juga dirasakan oleh para guru, sebagaimana ditunjukkan dalam sesi ketiga yang membahas penguatan psikologis guru, di mana guru menyampaikan kebutuhan akan dukungan emosional dalam mendampingi siswa. Pengenalan potensi, bakat, dan minat tidak terbatas pada pembelajaran akademik, tetapi juga melibatkan aspek psikologis seperti kepercayaan diri, konsep diri, dan kecerdasan emosional yang semuanya turut mendukung keberhasilan proses belajar. Saat ini, intervensi masih berfokus pada psikoedukasi kepada anak. Ke depannya, diperlukan upaya berkelanjutan seperti pelibatan orang tua melalui sesi psikoedukasi keluarga, mengingat peran mereka yang sangat penting dalam pengembangan potensi anak. Pihak sekolah juga berperan strategis dalam mendukung proses ini melalui bimbingan berkelanjutan, fasilitas pengembangan diri, serta penciptaan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung eksplorasi potensi anak secara optimal. UCAPAN TERIMAKASIH Kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan dari Universitas Bunda Mulia yang menjadi mitra utama dalam menjalin kerja sama sekaligus berkontribusi dalam pendanaan, sehingga program pemberdayaan masyarakat ini dapat berjalan dengan lancar. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Sekolah Punna Karya yang memberikan kesempatan kepada Universitas Bunda Mulia untuk bekerja sama dalam mendukung pembangunan generasi muda. Selain itu. Sekolah Punna Karya turut berkontribusi dengan menyediakan fasilitas dan berbagai kebutuhan selama pelaksanaan kegiatan. Dukungan dari para guru yang kooperatif dan turut bekerja sama juga sangat membantu kelancaran program ini. DAFTAR PUSTAKA