327 | Tasamuh. Volume 17 Nomor 2 Oktober 2025 Tasamuh: Jurnal Studi Islam Volume 17. Nomor 2. Oktober 2025 . Hal 327-346 ISSN 2086-6291 . 2461-0542 . https://e-jurnal. id/index. php/Tasamuh Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Membangun Karakter Islami Siswa Melalui Kegiatan Gebyar Ramadhan Di SMP Negeri 1 Muara Badak Muhammad Jafar SMP Negeri 1 Muara Badak. Kutai Kartanegara. Kalimantan Timur Email: jafarmila1971@gmail. Diterima: . 5-11-. Direvisi: [ 2025-11-. Disetujui: . 5=11=. Abstract The purpose of this study is to analyze in depth the implementation of Islamic Religious Education (PAI) values and their contribution to building Islamic character in students through the Gebyar Ramadhan (Ramadan Celebratio. activities at SMP Negeri 1 Muara Badak. This study also aims to identify the supporting and inhibiting factors in the program. The research uses a qualitative approach with a case study method, located at SMP Negeri 1 Muara Badak, with data collection through observation, interviews, and The results of the study show three main findings. First, the implementation of PAI values is effectively integrated through the habit of collective worship . aily congregational prayer. which fosters discipline and obedience, as well as sharing programs . harity and social servic. which instill social awareness and responsibility. Second, the mechanism of contribution of this program is through the acceleration of value internalization by utilizing the spiritual momentum of Ramadan and creating intensive collective practicebased learning . uch as the Daily Practice Journa. , which transforms moral knowing into moral action. Third, the main supporting factors are the commitment of school leaders and the synergy of teachers across subjects as role models, while significant inhibiting factors include suboptimal family support in monitoring follow-up at home and limited worship facilities. Overall. Gebyar Ramadhan proved to be an effective character laboratory. Tasamuh. Volume 17 Nomor 2 Oktober 2025 | 328 Keywords: Character Education. Islamic Character. PAI Values. Gebyar Ramadhan. PENDAHULUAN Pendidikan karakter merupakan isu sentral dan krusial dalam sistem pendidikan nasional, yang bertujuan membentuk individu berintegritas dan berbudi pekerti luhur. 1 Dalam konteks Indonesia, karakter luhur ini tidak dapat dipisahkan dari dimensi karakter Islami, yang menjadi hasil akhir dari proses Pendidikan Agama Islam (PAI). 2 Fenomena yang mendorong urgensi penulisan ini adalah adanya kesenjangan implementatif antara teori PAI di kelas dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari siswa yang ditunjukkan oleh masih adanya isu-isu perilaku negatif di lingkungan sekolah. Meskipun memiliki dimensi kuantitatif, urgensi ini memerlukan pendekatan kualitatif untuk menggali secara mendalam efektivitas solusi yang ditawarkan, terutama melalui program non-kurikuler. Upaya pembangunan karakter Islami di sekolah telah banyak dikaji dan riset terdahulu menunjukkan efektivitas pendekatan berbasis kegiatan Penelitian oleh Chairuddin tentang Pesantren Ramadhan di SMPN 6 Kediri membuktikan keberhasilan integrasi nilai-nilai PAI . eperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawa. melalui kegiatan intensif seperti salat Duha berjemaah dan tadarus, didukung penuh oleh seluruh komponen sekolah. Senada dengan itu. Nahdiyah dan Zamroji melaporkan keberhasilan Pondok Ramadhan di SMPN 2 Doko Blitar dalam menumbuhkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial melalui pembiasaan ibadah, meskipun menghadapi tantangan konsistensi siswa dan dukungan keluarga. Kedua penelitian ini memperkuat bukti empiris mengenai peran kegiatan temporer dalam pembentukan karakter. Syahidah Rena. AuImplementasi Nilai Karakter Religius Melalui Program Kegiatan Keagamaan,Ay Educate: Journal of Education and Learning 2, no. : 61Ae71. Farhani Farhani. AuProblematika Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mewujudkan Budaya Religius Pada Siswa Di MTs Negeri Kota Sorong,Ay Widyadewata 7, no. : 148Ae Dwi Ratna Puji Astutik and Haris Supratno. AuImplementasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Siswa Di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 Malaysia,Ay At-Tajdid: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam 8, no. : 238Ae254. M Chairuddin. AuIntegrasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Kegiatan Pesantren Ramadhan Di SMPN 6 Kediri,Ay Madrasah Ibtidaiyah Education Journal 2, no. : 86Ae94. Umi Nahdiyah and Nanang Zamroji. AuImplementasi Pendidikan Agama Islam Melalui Pondok Ramadhan Untuk Meningkatkan Karakter Siswa Di SMPN 2 Doko Blitar,Ay Jurnal Tinta 7, no. : 182Ae188. 329 | Tasamuh. Volume x Nomor x Bulan. Tahun Kendati riset-riset tersebut telah membuktikan efektivitas program Ramadhan, tulisan yang sudah ada masih belum cukup untuk memberikan pemahaman yang komprehensif. Kajian terdahulu masih fokus pada istilah Pesantren/Pondok Ramadhan dengan durasi yang terpisah per angkatan. Banyak hal yang belum ditulis secara mendalam dan menjadi novelty dari penelitian ini adalah analisis kualitatif studi kasus terhadap Gebyar Ramadhan sebagai program keagamaan yang terintegrasi secara utuh dan berkelanjutan selama satu bulan penuh di sekolah umum yaitu SMP Negeri 1 Muara Badak, bukan hanya boarding school atau pondok tiga hari. Penelitian terdahulu juga belum mengurai secara rinci mekanisme spesifik yang terjadi di konteks Muara Badak. Oleh karena itu, tujuan khusus dari tulisan ini adalah untuk melengkapi kekurangan dari riset yang ada dengan memfokuskan pada identifikasi dan deskripsi nilai-nilai PAI yang terkandung dalam Kegiatan Gebyar Ramadhan, serta menganalisis secara mendalam bagaimana mekanisme implementasi kegiatan tersebut secara aktual berkontribusi dalam membangun karakter Islami Tujuan ini secara khusus menguji bagaimana program terpusat, seperti yang juga disinggung oleh Malihah dan Habdin dalam konteks Rumah Tahfizh, dapat meningkatkan kualitas spiritual, emosional, dan intelektual siswa di lingkungan sekolah umum. Dengan demikian, argumen utama yang dihighliht dalam tulisan ini adalah bahwa Kegiatan Gebyar Ramadhan di SMP Negeri 1 Muara Badak, melalui serangkaian aktivitasnya yang intensif dan berkesinambungan selama sebulan, berfungsi sebagai laboratorium karakter. Kehadiran nilai-nilai PAI yang terinternalisasi secara signifikan dalam rangkaian kegiatan ini mampu melengkapi dan bahkan memperkuat pembentukan karakter Islami siswa, menjembatani kesenjangan implementatif yang tidak dapat diatasi hanya melalui pembelajaran PAI formal. Perbedaan penggunaan Gebyar Ramadhan. Pesantren Ramadhan, dan Pondok Ramadhan ditinjau dari tiga aspek yaitu fokus dan intensitas kegiatan, durasi dan mekanisme pelaksanaan, serta lingkungan dan sifat kurikulum. Pertama, fokus dan intensitas kegiatan. Perbedaan utama terletak pada fokus dan intensitas program. Gebyar Ramadhan cenderung berfokus pada perayaan, praktik kolektif harian dan aksi sosial yang diselenggarakan sepanjang bulan Ramadhan . ekitar 25-30 har. di dalam lingkungan sekolah pada jam efektif Niswatul Malihah and TapaAoul Habdin. AuKegiatan Gebyar Ramadhan 1446 H Sebagai Media Pengabdian Dalam Meningkatkan Kualitas Santri Rumah Tahfizh Aqwamu Qila Indralaya,Ay Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa 3, no. : 1136Ae1142. Tasamuh. Volume 17 Nomor 2 Oktober 2025 | 330 atau sedikit diperpanjang. Tujuannya adalah membangun habituasi karakter melalui pengulangan ibadah seperti salat Duha, tadarus, dan berbagi. Sementara itu. Pesantren Ramadhan dan Pondok Ramadhan umumnya merujuk pada program yang lebih intensif, singkat, dan terstruktur. Kegiatan ini biasanya berlangsung 3 hingga 7 hari yang mewajibkan siswa untuk menginap . di sekolah atau madrasah. Fokusnya lebih mendalam pada kajian keagamaan seperti Fikih atau tauhid, pelatihan ibadah praktis, dan pembinaan mentalspiritual. Kedua, durasi dan mekanisme pelaksanaan. Durasi dan mekanisme pelaksanaan menjadi pembeda yang jelas. Gebyar Ramadhan adalah program temporer jangka panjang . ebulan penu. yang tidak wajib menginap, sehingga siswa kembali ke rumah setiap sore. Hal ini menjadikan program ini sangat mengandalkan dukungan keluarga untuk konsistensi amalan di luar sekolah seperti salat Tarawih dan mengisi Jurnal Amalan. Sebaliknya. Pesantren Ramadhan dan Pondok Ramadhan adalah program temporer jangka pendek . anya beberapa har. yang didesain untuk memutus sementara kontak dengan lingkungan luar dan menempatkan siswa dalam kontrol penuh sekolah/pesantren selama 24 jam. Ini memfasilitasi internalisasi nilai secara cepat dan mendalam, namun tantangannya adalah mempertahankan nilai tersebut setelah program selesai dan siswa kembali ke rumah. Ketiga, lingkungan dan sifat kurikulum. Lingkungan dan sifat kurikulum juga membedakannya. Gebyar Ramadhan bersifat eksklusif-inklusif. Artinya, kegiatannya terintegrasi dengan budaya sekolah umum saat itu, biasanya melibatkan seluruh siswa secara serentak dan memiliki kurikulum yang lebih Pondok Ramadhan dan Pesantren Ramadhan memiliki sifat kurikulum terstruktur ketat yang meniru pola hidup pesantren tradisional. Meskipun dilaksanakan di sekolah umum, program ini menciptakan lingkungan yang terisolasi secara pedagogis dari kegiatan rutin sekolah maupun lingkungan Perbedaan ini menunjukkan bahwa Gebyar Ramadhan lebih berfokus pada integrasi nilai PAI ke dalam ritme sekolah sehari-hari, sedangkan Pondok/Pesantren Ramadhan lebih berfokus pada pelatihan spiritual intensif dalam suasana yang terkonsentrasi. Penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul AuNilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Karakter Islami Siswa Melalui Kegiatan Gebyar Ramadhan di SMP Negeri 1 Muara BadakAy. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: . bagaimana nilai-nilai PAI diimplementasikan dan diintegrasikan dalam rangkaian Kegiatan Gebyar Ramadhan di SMP Negeri 1 Muara Badak? . bagaimana mekanisme Kegiatan 331 | Tasamuh. Volume x Nomor x Bulan. Tahun Gebyar Ramadhan berkontribusi dan berperan dalam membangun karakter Islami siswa di SMP Negeri 1 Muara Badak? . Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi Kegiatan Gebyar Ramadhan sebagai media pembangunan karakter Islami siswa di SMP Negeri 1 Muara Badak? METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (Case Stud. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian bertujuan untuk memahami fenomena secara mendalam . n-dept. dan holistik yakni mengenai proses implementasi nilai-nilai PAI dalam kegiatan Gebyar Ramadhan dan kontribusinya terhadap karakter siswa yang melibatkan penafsiran dan pemahaman makna subjektif. 7 Metode studi kasus dipilih karena fokus penelitian ini adalah pada Gebyar Ramadhan di SMP Negeri 1 Muara Badak untuk mendapatkan deskripsi yang kaya dan detail terkait internalisasi nilai PAI. 8 Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 1 Muara Badak. Waktu penelitian berlangsung pada rentang waktu Februari hingga April 2025. Informan dalam penelitian adalah guru di SMP Negeri 1 Muara Badak yakni Yeni Sulistyani. Pd. Nunung Prasetyo. Ag. Siti Marliah. Pd. , dan Khairuman. Pd. Untuk mencapai kedalaman data, teknik pengumpulan data utama yang digunakan adalah observasi partisipatif . engamati langsung pelaksanaan kegiatan Gebyar Ramadha. , wawancara mendalam . engan kepala sekolah, guru PAI, panitia, dan perwakilan sisw. , serta dokumentasi . erupa arsip program, laporan kegiatan, dan fot. 9 Teknik analisis data dilakukan melalui model interaktif, meliputi tahap reduksi data . emilih data releva. , penyajian data . alam bentuk narasi atau matrik. , dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Untuk menjamin keabsahan data . , penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber . embandingkan data dari guru, siswa, dan dokume. dan triangulasi metode . embandingkan hasil observasi dan wawancar. , serta melakukan perpanjangan waktu pengamatan jika diperlukan. Sugiyono. AuMetode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif Dan R&DAy (Bandung: Alfabeta. Dede Rosyada. Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2. Sugiyono. AuMetode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif Dan R&D. Ay Rosyada. Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu Pendidikan. Ibid. Tasamuh. Volume 17 Nomor 2 Oktober 2025 | 332 PEMBAHASAN Implementasi dan Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Rangkaian Kegiatan Gebyar Ramadhan di SMP Negeri 1 Muara Badak Nilai-nilai PAI diimplementasikan dan diintegrasikan dalam Kegiatan Gebyar Ramadhan di SMP Negeri 1 Muara Badak melalui strategi kurikulum tersembunyi . idden curriculu. dan pembelajaran berbasis pengalaman . xperiential learnin. dengan membagi fokus nilai ke dalam dua dimensi utama yaitu ibadah . dan sosial . Implementasi Nilai Dimensi Ibadah (Habluminalla. Nilai Disiplin dan Ketaatan Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan, nilai disiplin dan ketaatan diimplementasikan secara konkret dan terstruktur melalui praktik Salat Duha dan Salat Zuhur Berjemaah yang dilaksanakan tepat waktu di lingkungan sekolah. Mekanisme ini secara langsung melatih siswa untuk mengintegrasikan waktu ibadah ke dalam jadwal harian yang padat. Disiplin diwujudkan dalam kepatuhan untuk menghentikan segala aktivitas nonibadah segera setelah azan berkumandang, yang menekankan pentingnya responsivitas dan prioritas. Pelaksanaan salat berjemaah ini tidak hanya dilihat sebagai ritual, tetapi sebagai sarana pembangunan karakter ketaatan pada aturan yang Keharusan untuk berbaris rapi . , mengikuti gerakan imam, dan menyelesaikan salat sesuai rukun melatih siswa pada disiplin kolektif. Dengan mengulang praktik ini setiap hari selama Gebyar Ramadhan, nilai ketaatan pada waktu dan aturan yang telah ditetapkan ditransfer dari konteks ibadah ke dalam perilaku umum siswa di sekolah, seperti ketaatan pada jam masuk kelas dan peraturan sekolah lainnya. Nilai Kekhusyukan dan Kedekatan Spiritual Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan, nilai kekhusyukan dan kedekatan spiritual diintegrasikan melalui program Tadarus Al-Qur'an wajib setelah Salat Zuhur dan sesi Tausiyah/Kajian Singkat Ramadhan. Program Tadarus ini bertujuan meningkatkan pemahaman . spek moral knowin. terhadap ajaran agama melalui interaksi langsung dengan teks suci. Sementara itu. Tausiyah singkat yang diisi oleh guru atau tokoh agama Mutanawwiatul Khoiroh and Abdul Azis Fatkhurrohman. AuImplikasi Hidden Curriculum Dalam Pembentukan Karakter Religius Di Sekolah Dasar Kota Semarang (Studi Pada SD Islam Al-Madina Dan SD Nasima Kota Semaran. ,Ay Istifkar 4, no. : 174Ae199. 333 | Tasamuh. Volume x Nomor x Bulan. Tahun berfokus pada penyampaian pesan-pesan moral Ramadhan, memperkuat aspek kognitif nilai PAI. Kegiatan-kegiatan tersebut secara sinergis berupaya menciptakan suasana khusyuk . spek moral feelin. , mengubah lingkungan SMP Negeri 1 Muara Badak menjadi sentra spiritual sementara. Melalui lantunan ayat AlQur'an dan refleksi dari tausiyah, siswa didorong untuk merenungkan makna ibadah puasa dan nilai-nilai PAI yang sedang dipraktikkan. 13 Pembentukan moral feeling inilah yang menjadi jembatan agar pengetahuan agama . dapat mengakar kuat sebagai motivasi untuk melakukan tindakan . yang baik. Nilai Kesabaran dan Pengendalian Diri Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan, nilai kesabaran dan pengendalian diri diperkuat secara fundamental melalui pelaksanaan ibadah puasa itu sendiri. Puasa merupakan praktik ibadah yang menuntut penahanan diri dari hal-hal yang membatalkan . akan, minum, hawa nafs. dalam jangka waktu tertentu. Mekanisme penahanan diri ini menjadi latihan yang paling intensif dan nyata bagi siswa untuk mengembangkan karakter kesabaran, yang merupakan landasan penting bagi karakter Islami secara Sekolah memberikan dukungan berupa lingkungan yang kondusif selama puasa, misalnya dengan tidak adanya kegiatan makan/minum di tempat terbuka dan pengawasan ketat terhadap kantin. Dukungan lingkungan ini sangat krusial karena memungkinkan siswa untuk mempraktikkan pengendalian diri secara kolektif. 14 Kesabaran tidak hanya diuji dalam menahan lapar, tetapi juga dalam mengendalikan emosi, ucapan, dan perilaku agar tetap sesuai dengan norma Ramadhan, yang mencerminkan integrasi nilai PAI ke dalam tindakan nyata siswa. Implementasi Nilai Dimensi Sosial (Habluminanna. Nilai Kepedulian Sosial dan Empati Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan, nilai kepedulian sosial dan empati diwujudkan dalam Gebyar Ramadhan melalui serangkaian Program Berbagi/Sedekah Ramadhan yang bersifat praktis. Implementasi ini Malika Aulia Husnah Saragih and Budi Budi. AuStrategic Planning of Islamic ValuesBased Extracurricular Programs for Student Learning Achievement: Perencanaan Strategis Program Ekstrakurikuler Berbasis Nilai-Nilai Islam Untuk Prestasi Belajar Siswa,Ay Halaqa: Islamic Education Journal 9, no. : 51Ae68. Shobichatul Muniroh and Mohammad Maulana Nur Kholis. AuImplementasi Karakter Religius Dan Tanggung Jawab Melalui Program Ekstrakurikuler,Ay MUMTAZ: Jurnal Pendidikan Agama Islam 3, no. : 103Ae116. Tasamuh. Volume 17 Nomor 2 Oktober 2025 | 334 mencakup pengumpulan dan penyaluran Zakat Fitrah, pengumpulan infak, serta pelaksanaan Bakti Sosial seperti pembagian takjil gratis kepada masyarakat sekitar atau panti asuhan. Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk mengalihkan fokus dari kebutuhan diri sendiri kepada kebutuhan orang lain, mempraktikkan tindakan moral . oral actio. secara langsung. Kegiatan ini sangat efektif dalam melatih empati karena siswa dilibatkan dalam seluruh proses, mulai dari penggalangan dana/barang hingga penyerahan bantuan. Keterlibatan langsung ini memberikan pengalaman konkret tentang kondisi pihak yang membutuhkan, menstimulasi perasaan moral . oral feelin. 15 Dengan melihat hasil nyata dari sedekah mereka, nilai-nilai PAI tentang pentingnya membantu sesama tidak lagi hanya berupa konsep teoretis, tetapi menjadi pengalaman emosional dan sosial yang kuat, yang kemudian menumbuhkan karakter kepedulian yang berkelanjutan. Nilai Tanggung Jawab dan Kejujuran Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan, nilai tanggung jawab diterapkan melalui dua mekanisme yaitu penugasan kepanitiaan/petugas ibadah dan pelaporan amalan harian. Siswa diberi tanggung jawab nyata, seperti menjadi petugas Salat Duha . uazin, imam, sound syste. , yang menuntut kesiapan, kedisiplinan, dan pelaksanaan tugas yang sempurna. Tugas ini melatih mereka untuk memahami konsekuensi dari peran yang diberikan, menumbuhkan karakter tanggung jawab terhadap tugas agama dan Sementara itu, nilai kejujuran diintegrasikan melalui mekanisme Jurnal Ramadhan. Siswa wajib mencatat amalan ibadah harian yang dilakukan di luar sekolah, seperti jumlah rakaat Salat Tarawih, membaca AlQur'an, dan membantu orang tua. Karena pengisian jurnal ini didasarkan pada laporan diri, kejujuran menjadi nilai utama yang diawasi secara 16 Penekanan pada kejujuran dalam pelaporan ini mendorong siswa untuk bertanggung jawab secara moral dan spiritual atas laporan yang mereka sampaikan, sebuah praktik etika pribadi yang fundamental dalam karakter Islami. Nilai Kebersamaan dan Toleransi Dian Mursyidah. Edy Kusnadi, and Suprihatin Suprihatin. AuBudaya Sekolah Dalam Mengembangkan Karakter Siswa Di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Nurul Ilmi Kota Jambi,Ay Mikraf: Jurnal Pendidikan 2, no. : 17Ae36. Neliwati et al. AuPelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Kursus Kader Dakwah (KKD) Dalam Meningkatkan Minat Siswa Di MAN 2 Model Medan,Ay Tarbiatuna: Journal of Islamic Education Studies 4, no. : 498Ae511. 335 | Tasamuh. Volume x Nomor x Bulan. Tahun Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan, nilai kebersamaan . dan toleransi dibangun melalui acara puncak Buka Puasa Bersama (Bukbe. yang dilaksanakan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini secara fisik menyatukan siswa dari berbagai tingkat kelas, latar belakang sosial, dan bahkan perbedaan pandangan ringan di bawah satu atap ibadah. Berbagi makanan, berbuka bersama, dan melanjutkan dengan Salat Magrib berjemaah menciptakan momen kebersamaan yang kuat, yang secara alami mempererat ikatan sosial. Pelaksanaan Bukber ini berfungsi sebagai wadah untuk menumbuhkan toleransi dan solidaritas sosial. Ketika semua siswa duduk bersama tanpa memandang status atau kelompok pertemanan, mereka mempraktikkan prinsip kesetaraan dan persatuan dalam Islam. 17 Dengan demikian. Gebyar Ramadhan tidak hanya fokus pada ibadah individu, tetapi juga memanfaatkan ritual sosial ini untuk memperkuat ikatan ukhuwah di antara siswa, menjamin bahwa pembangunan karakter Islami mencakup dimensi sosial yang harmonis. Implementasi nilai PAI dalam Gebyar Ramadhan di SMP Negeri 1 Muara Badak sangat fokus pada dimensi praktik langsung dan pembiasaan Nilai disiplin dan ketaatan diimplementasikan melalui Salat Duha dan Zuhur berjemaah harian, sementara nilai kepedulian sosial diwujudkan melalui Program Berbagi Ramadhan . nfak, santunan, dan bakti sosia. Uniknya, penekanan pada Jurnal Amalan Harian menjadi mekanisme utama untuk menumbuhkan nilai kejujuran dan tanggung jawab . elaporkan amalan pribadi tanpa pengawasan penu. Hasil ini mendukung kuat temuan Chairuddin dan Nahdiyah & Zamroji yang juga menemukan bahwa kegiatan keagamaan intensif (Pesantren/Pondok Ramadha. efektif mengintegrasikan nilai PAI melalui pembiasaan ibadah . adarus dan salat berjemaa. 18 Sama halnya, nilai disiplin dan tanggung jawab muncul sebagai karakter kunci dalam semua program tersebut. Peran Kegiatan Gebyar Ramadhan dalam Membangun Karakter Islami Siswa di SMP Negeri 1 Muara Badak Inna Nuriya and Muh Sabilar Rosyad. AuPenanaman Nilai-Nilai PAI Melalui Program Pesantren Kilat Di MTS Sunan Giri Driyorejo,Ay At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian Dan Pendidikan Agama Islam 2, no. : 438Ae443. Nahdiyah and Zamroji. AuImplementasi Pendidikan Agama Islam Melalui Pondok Ramadhan Untuk Meningkatkan Karakter Siswa Di SMPN 2 Doko Blitar. Ay Tasamuh. Volume 17 Nomor 2 Oktober 2025 | 336 Mekanisme kontribusi Gebyar Ramadhan dalam membangun karakter Islami siswa terjadi melalui tiga peran yaitu penguatan intensitas . omentum spiritua. , pembelajaran berbasis praktik kolektif, dan keteladanan/lingkungan sosial kondusif. Mekanisme ini memastikan nilai PAI bertransisi dari moral knowing . menjadi moral action . Peran Intensitas dan Momentum Spiritual (Akselerasi Internalisas. Intensitas Pemaparan Nilai Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan, intensitas pemaparan nilai adalah mekanisme akselerasi karakter yang memanfaatkan durasi sebulan penuh Gebyar Ramadhan. Selama periode ini, siswa tidak hanya menerima nilai PAI secara teoritis, melainkan terpapar secara konsisten pada praktik nilai-nilai yang sama, seperti disiplin, ketaatan, dan kepedulian. Praktik berulang dan terpusat, contohnya Salat Duha berjemaah setiap hari, menciptakan pengulangan perilaku positif yang tinggi dalam waktu singkat. Pemaparan yang berulang dan terpusat ini berfungsi untuk memperkuat memori perilaku positif siswa. 19 Dalam ilmu psikologi pendidikan, pengulangan yang konsisten dalam konteks bermakna (Ramadha. sangat efektif untuk mentransfer nilai dari kesadaran kognitif ke tingkat perilaku otomatis. 20 Hal ini menjadikan internalisasi karakter Islami terjadi lebih cepat dan lebih dalam dibandingkan pembelajaran PAI rutin yang durasinya tersebar sepanjang tahun Motivasi Spiritual Tinggi Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan, mekanisme ini bekerja dengan memanfaatkan motivasi spiritual tinggi yang melekat pada bulan Ramadhan. Siswa secara alamiah termotivasi oleh keyakinan keagamaan bahwa setiap amal kebajikan yang dilakukan di bulan suci ini akan dilipatgandakan 21 Motivasi intrinsik inilah yang mendorong siswa untuk berlatih karakter positif secara sukarela dan dengan kesadaran penuh . , bukan karena paksaan atau imbalan eksternal semata. Tingginya motivasi intrinsik ini memastikan bahwa nilai-nilai yang diserap menjadi lebih mendalam dan bermakna. Ketika tindakan seperti menahan diri berbuat buruk atau bersedekah dilakukan atas dasar kesadaran spiritual, hal tersebut dapat dipertahankan dan ditransformasikan menjadi Iwan Sopwandin. AuStrategi Optimalisasi Fungsi Manajemen Dalam Pelaksanaan Pesantren Kilat Ramadhan,Ay Al-Idarah: Jurnal Kependidikan Islam 13, no. : 139Ae153. Oemar Hamalik. Psikologi Belajar Dan Mengajar (Bandung: Sinar Baru Algensindo. Chairuddin. AuIntegrasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Kegiatan Pesantren Ramadhan Di SMPN 6 Kediri. Ay 337 | Tasamuh. Volume x Nomor x Bulan. Tahun karakter permanen. 22 Gebyar Ramadhan berhasil mengubah perilaku yang sulit dilakukan di bulan lain menjadi perilaku yang dinanti-nantikan, sehingga meningkatkan efektivitas pembentukan karakter. Peran Pembelajaran Berbasis Praktik Kolektif (Experiential Learnin. Latihan Aksi Moral (Moral Actio. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan. Gebyar Ramadhan menciptakan laboratorium nyata bagi siswa untuk melakukan latihan aksi moral . oral actio. yang merupakan tahap terpenting dalam kerangka karakter Lickona. 24 Kegiatan seperti pengumpulan dan penyaluran zakat, bakti sosial, dan pembagian takjil bukan sekadar teori, melainkan memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan tindakan moral secara konkret. Siswa yang terlibat dalam kepanitiaan zakat harus menunjukkan tanggung jawab dan kepercayaan . dalam pengelolaan dana. Melalui pengalaman langsung ini, siswa belajar bukan hanya tentang nilai PAI, tetapi mengalami nilai tersebut. Kegiatan praktik ini menuntut penerapan etika dan moral dalam situasi sosial, melatih keterampilan hidup praktis yang didasari oleh nilai Islami. 26 Keterlibatan dalam aksi moral nyata ini memastikan nilai-nilai tersebut memiliki daya tahan dan relevansi yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari siswa. Pembiasaan Kolektif Mekanisme pembiasaan kolektif merujuk pada praktik ibadah dan sosial yang dilakukan secara massal . dan seragam di sekolah. Lingkungan kolektif ini berfungsi ganda yakni menumbuhkan rasa kebersamaan . dan bertindak sebagai kontrol sosial yang kuat. Ketika seluruh komunitas Nuriya and Rosyad. AuPenanaman Nilai-Nilai PAI Melalui Program Pesantren Kilat Di MTS Sunan Giri Driyorejo. Ay Sawal Mahaly. Rusnawati Ellis, and Jumadi S M Tuasikal. AuPelaksanaan Pesantren Ramadhan Bagi Peserta Didik SMP Al-Hilaal Yainuelo Bersama Prodi Bimbingan Konseling FKIP UNPATTI,Ay Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyaraka. 2, no. : 76Ae79. Saefudin Zuhri. Diding Nazmudin, and Ahmad Asmuni. AuKonsepsi Pendidikan Karakter Menurut Al-Zarnuji Dan Thomas Lickona,Ay Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam 7, no. : 56Ae78. Muniroh and Kholis. AuImplementasi Karakter Religius Dan Tanggung Jawab Melalui Program Ekstrakurikuler. Ay Malihah and Habdin. AuKegiatan Gebyar Ramadhan 1446 H Sebagai Media Pengabdian Dalam Meningkatkan Kualitas Santri Rumah Tahfizh Aqwamu Qila Indralaya. Ay Tasamuh. Volume 17 Nomor 2 Oktober 2025 | 338 sekolah terlibat dalam praktik disiplin yang sama . eperti Salat Duha berjemaa. , norma perilaku positif menjadi standar yang diikuti. Kontrol sosial ini bersifat preventif. Siswa cenderung mempraktikkan disiplin dan ketaatan ketika melihat teman sebaya dan guru mereka juga melakukannya, sehingga mengurangi potensi ketidakpatuhan individual. Pengalaman bersama ini menciptakan budaya karakter yang positif. Perilaku Islami menjadi default dan didukung oleh mayoritas yang sangat efektif dalam menanamkan kebiasaan baik. Refleksi dan Evaluasi Diri Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan, refleksi dan evaluasi diri diwujudkan melalui penggunaan Jurnal Amalan Harian. Mekanisme ini mewajibkan siswa untuk secara rutin memikirkan kembali . perilaku mereka, baik yang positif maupun yang perlu diperbaiki. Jurnal ini adalah alat yang mentransfer nilai dari tindakan . yang sudah dilakukan menjadi kesadaran . oral knowing dan moral feelin. yang terdokumentasi. Proses refleksi harian ini merupakan tahap penting dalam pembentukan karakter yang permanen. Dengan mencatat dan mengevaluasi diri, siswa dilatih untuk bersikap akuntabel dan jujur terhadap diri sendiri. Hal ini membantu mereka menginternalisasi nilai bukan hanya sebagai kebiasaan eksternal, tetapi sebagai bagian dari kesadaran diri yang terstruktur, yang pada akhirnya menopang karakter yang mandiri dan berkelanjutan. Peran Lingkungan dan Keteladanan Sekolah Keteladanan Guru Keteladanan guru merupakan aplikasi langsung dari prinsip teori pembelajaran sosial Bandura yakni karakter terbentuk melalui pengamatan dan Guru PAI, wali kelas, dan anggota OSIS yang bertugas menjadi model peran . ole mode. yang sangat jelas. 31 Keterlibatan aktif mereka dalam Salat Berjemaah, tadarus, dan kegiatan sosial memberikan contoh nyata bagaimana nilai PAI diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Noor Fatikah and Ervin Linda Wahyuni. AuPenanaman Kedisiplinan Siswa Melalui Shalat Dhuha Di MTs Negeri 11 Jombang,Ay ILJ: Islamic Learning Journal 1, no. : 144Ae 157, https://jurnal. id/index. php/ilj/article/view/827. Farhani. AuProblematika Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mewujudkan Budaya Religius Pada Siswa Di MTs Negeri Kota Sorong. Ay Nahdiyah and Zamroji. AuImplementasi Pendidikan Agama Islam Melalui Pondok Ramadhan Untuk Meningkatkan Karakter Siswa Di SMPN 2 Doko Blitar. Ay Ibid. Sumianto Sumianto. Adi Admoko, and Radeni Sukma Indra Dewi. AuPembelajaran Sosial-Kognitif Di Sekolah Dasar: Implementasi Teori Albert Bandura,Ay Indonesian Research Journal on Education 4, no. : 102Ae109. 339 | Tasamuh. Volume x Nomor x Bulan. Tahun Model peran yang konsisten dan positif ini jauh lebih efektif daripada sekadar instruksi verbal. Ketika siswa melihat guru mereka mempraktikkan disiplin dalam ibadah dan empati dalam aksi sosial, hal ini melegitimasi nilainilai tersebut. Efek ini sangat kuat dalam lingkungan sekolah, di mana role model yang kredibel sangat mempengaruhi pembentukan sikap dan perilaku Penguatan Identitas Islami Penguatan identitas Islami terjadi karena lingkungan sekolah selama Gebyar Ramadhan diubah menjadi ekosistem yang mendukung karakter. Suasana yang didominasi oleh nuansa keagamaan, seperti dekorasi Ramadhan, lantunan murattal, dan kegiatan yang berpusat pada ibadah, membantu siswa untuk menginternalisasi dan menguatkan identitas keislaman mereka. Lingkungan yang kondusif ini secara halus mendorong perilaku yang sesuai dengan identitas yang sedang dibangun. Ketika norma keagamaan menjadi dominan dan default di lingkungan, siswa lebih mudah untuk menyesuaikan perilaku mereka. Hal ini menciptakan kondisi psikologis dan sosial yang optimal bagi bertumbuhnya karakter Islami tanpa merasa terasing atau dipaksa yang merupakan kunci keberhasilan jangka panjang. Kontribusi Gebyar Ramadhan adalah melalui akselerasi internalisasi nilai yang didorong oleh momentum spiritual dan tekanan sosial positif . Keberhasilan utamanya adalah mentransformasikan nilai dari moral knowing . ang didapat di kela. menjadi moral action . indakan nyat. melalui tiga tahap: . Action . raktik rutin Salat dan Tadaru. , . Reflection . engisian jurnal dan tausiya. , dan . Habituation . engulangan harian yang intensi. Temuan ini sejalan dengan Malihah & Habdin yang menyimpulkan bahwa kegiatan Gebyar Ramadhan efektif meningkatkan kualitas santri . spek spiritual, emosional, dan intelektua. karena sifatnya yang intensif. 36 Penelitian ini memperkuat argumen bahwa intensitas temporer mampu menghasilkan Ahmad SyafiAoi. Hamzah Hamzah, and Hasbi Siddik. AuModel Pembinaan Kedisiplinan Beribadah Pada Siswa Di MTs Roudlotul Khuffadz Kabupaten Sorong,Ay Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan 12, no. : 59Ae66. Chairuddin. AuIntegrasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Kegiatan Pesantren Ramadhan Di SMPN 6 Kediri. Ay Riyyatul Hamdiyah. Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi, and Didit Darmawan. AuPengaruh Kebiasaan Belajar. Regulasi Diri Dan Lingkungan Sosial Terhadap Prestasi Belajar Siswa MTs Al-Ikhwan Gresik,Ay Journal on Education 6, no. : 21190Ae21210. Ahmad SyafiAoi. AuImplementasi Model Pembinaan Kedisiplinan Beribadah Pada Siswa Di MTs Roudlotul Khuffadz Kabupaten Sorong,Ay Saibumi 2, no. : 55Ae75. Malihah and Habdin. AuKegiatan Gebyar Ramadhan 1446 H Sebagai Media Pengabdian Dalam Meningkatkan Kualitas Santri Rumah Tahfizh Aqwamu Qila Indralaya. Ay Tasamuh. Volume 17 Nomor 2 Oktober 2025 | 340 peningkatan karakter secara signifikan. Faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Kegiatan Gebyar Ramadhan sebagai Media Pembangunan Karakter Islami Siswa di SMP Negeri 1 Muara Badak Faktor-Faktor Pendukung Implementasi Gebyar Ramadhan Dukungan dari Ranah Internal Sekolah Dukungan paling signifikan datang dari komitmen pimpinan sekolah. Adanya dukungan penuh dari kepala sekolah dan jajaran manajemen, termasuk alokasi dana, waktu khusus, dan penyediaan fasilitas yang memadai, memberikan legitimasi formal pada program Gebyar Ramadhan. 37 Legitimasi ini sangat penting untuk menjamin implementasi nilai-nilai PAI dapat berjalan secara terstruktur dan konsisten, tidak hanya sebagai kegiatan sampingan. Lebih lanjut, sinergi Guru PAI dan mata pelajaran lain memainkan peran krusial. Keterlibatan aktif seluruh guru, bukan hanya guru agama, tetapi sebagai teladan . ole mode. , fasilitator program secara langsung memperkuat aspek keteladanan, dan menciptakan ekosistem sekolah yang secara menyeluruh mendukung dan mempromosikan karakter Islami. 38 Faktor pendukung internal diperkuat dengan peran aktif organisasi siswa (OSIS/Rohi. Keterlibatan mereka dalam perencanaan, koordinasi, dan pelaksanaan kegiatan menumbuhkan karakter kepemimpinan, tanggung jawab, dan disiplin pada siswa pelaksana, sekaligus meningkatkan partisipasi aktif dari teman sebaya Dukungan dari Ranah Eksternal Lingkungan Dari ranah eksternal, momentum spiritual Ramadhan menjadi katalisator yang tak tergantikan. Suasana religius yang tercipta, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar, secara alami meningkatkan motivasi intrinsik siswa untuk beribadah dan berperilaku baik. 40 Intensitas spiritual yang tinggi ini mempercepat proses internalisasi nilai-nilai keagamaan, membuat siswa lebih terbuka dan responsif terhadap pesan-pesan moral yang disampaikan dalam program, sehingga mempercepat terwujudnya karakter Islami. Sopwandin. AuStrategi Optimalisasi Fungsi Manajemen Dalam Pelaksanaan Pesantren Kilat Ramadhan. Ay Agung Jaenudin. AuPeran Guru PAI Dalam Pembentukan Karakter Siswa Di MTs Darul MaAorifah Rangkasbitung,Ay Aksioma Ad Diniyah: The Indonesian Journal Of Islamic Studies 12, 1 . : 77Ae92. Pendi et al. AuPembentukan Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Rohis Di SMA Negeri 1 Mendo Barat,Ay Jurnal Tunas Pendidikan 2, no. : 11Ae21, https://ejournal. id/index. php/pgsd/article/view/247. SyafiAoi. Hamzah, and Siddik. AuModel Pembinaan Kedisiplinan Beribadah Pada Siswa Di MTs Roudlotul Khuffadz Kabupaten Sorong. Ay 341 | Tasamuh. Volume x Nomor x Bulan. Tahun Faktor-Faktor Penghambat Implementasi Gebyar Ramadhan Meskipun program Gebyar Ramadhan menunjukkan efektivitas tinggi, terdapat beberapa faktor penghambat signifikan yang berasal dari ranah internal sekolah maupun lingkungan eksternal yang dapat mengurangi optimalisasi pembangunan karakter siswa. Tantangan dari Ranah Internal Sekolah Salah satu kendala utama dari dalam sekolah adalah keterbatasan sarana dan prasarana ibadah. Keterbatasan kapasitas masjid atau musala sekolah untuk menampung seluruh siswa secara bersamaan dalam kegiatan Salat Berjemaah sering kali mengganggu disiplin dan kekhusyukan ibadah kolektif. Ketika siswa harus beribadah di tempat yang tidak memadai atau bergantian, inti dari pembiasaan karakter ketaatan dan keseragaman terancam. Selain itu, variasi kompetensi Guru Non-PAI juga menjadi penghambat. 41 Beberapa guru mata pelajaran umum kurang memiliki kesiapan atau pemahaman yang memadai tentang bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai PAI dalam interaksi sehari-hari atau kegiatan kelas selama Ramadhan. 42 Hal ini berpotensi melemahkan konsistensi penerapan nilai PAI di seluruh lingkungan sekolah dan mengurangi kekuatan dari hidden curriculum yang seharusnya menjadi penguat utama Hambatan dari Ranah Eksternal Lingkungan Tantangan terberat datang dari lingkungan luar, khususnya dukungan keluarga yang belum optimal. 43 Kurangnya kontrol dan tindak lanjut dari orang tua di rumah. Kurangnya pengawasan dan ketegasan dari orang tua terhadap pengisian Jurnal Amalan Harian siswa menyebabkan inkonsistensi dan irrelevan perilaku religius siswa. Nilai-nilai positif yang telah dilatih secara intensif di sekolah, seperti disiplin Salat Tarawih, cenderung tidak berlanjut di lingkungan rumah yang pada akhirnya menghambat terbentuknya karakter yang Selain itu, media sosial dan lingkungan luar sangat memengaruhi terbentuknya karakter negatif yang menghambat tujuan dari kegiatan ini, karena secara konstan menyajikan norma yang kontradiktif dengan nilai-nilai yang ditanamkan dalam Gebyar Ramadhan. Kegiatan sekolah mendorong disiplin dan pengendalian diri, sementara media sosial menawarkan distraksi berupa tren Rena. AuImplementasi Nilai Karakter Religius Melalui Program Kegiatan Keagamaan. Ay Farhani. AuProblematika Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mewujudkan Budaya Religius Pada Siswa Di MTs Negeri Kota Sorong. Ay Muhammad Samsul Arifin. AuPeran Guru PAI Dan Orang Tua Dalam Mengembangkan Sikap Spiritual Siswa MTs Sunan Giri Kota ProbolinggoAy (Institut Pesantren KH Abdul Chalim. Tasamuh. Volume 17 Nomor 2 Oktober 2025 | 342 konsumtif dan hiburan berlebihan. Inkonsistensi ini melemahkan hasil intensive learning yang didapat di sekolah, terutama setelah siswa kembali ke rumah. Akibatnya, paparan gaya hidup luar mengikis nilai spiritual, menghambat nilai religius untuk menjadi karakter yang diharapkan. PENUTUP Penelitian kualitatif studi kasus di SMP Negeri 1 Muara Badak menyimpulkan bahwa Kegiatan Gebyar Ramadhan merupakan media yang sangat efektif dalam membangun karakter Islami siswa. Keberhasilan ini didukung oleh implementasi nilai PAI yang terintegrasi secara intensif, terutama melalui pembiasaan ibadah kolektif (Salat Duha dan Zuhur berjemaa. untuk menumbuhkan disiplin dan ketaatan . , serta program berbagi . nfak dan bakti sosia. untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan tanggung jawab . Mekanisme kontribusi utamanya adalah melalui akselerasi internalisasi nilai karena memanfaatkan momentum spiritual yang tinggi, menciptakan lingkungan pembelajaran berbasis praktik kolektif yang intensif, serta didukung oleh komitmen pimpinan sekolah dan sinergi guru sebagai faktor pendukung utama, meskipun terdapat tantangan berupa kurangnya dukungan tindak lanjut dari keluarga dan keterbatasan sarana ibadah. Hasil ini mendukung temuan riset terdahulu mengenai efektivitas program keagamaan intensif, sekaligus memberikan novelty berupa model mekanisme akselerasi karakter pada konteks Gebyar Ramadhan selama sebulan penuh di sekolah umum. Berdasarkan temuan bahwa Gebyar Ramadhan efektif dalam membangun karakter Islami melalui intensitas praktik dan pembiasaan kolektif, disarankan agar SMP Negeri 1 Muara Badak mempertahankan program ini dengan fokus pada peningkatan konsistensi pasca-Ramadhan melalui integrasi nilai-nilai yang dilatih ke dalam kurikulum rutin dan kegiatan ekstrakurikuler Meski demikian, penelitian ini memiliki kekurangan yang menjadi catatan utama. Karena menggunakan penelitian kualitatif studi kasus, maka kekurangannya ialah ketiadaan data kuantitatif yang dapat memberikan bukti empiris terukur mengenai dampak program yang hanya dapat diatasi melalui metodologi yang berbeda. Keterbatasan ini terlihat dari tidak diukurnya jumlah siswa yang mengikuti program secara spesifik, sehingga tidak diketahui representasi partisipasi total. Lebih jauh, penelitian ini tidak menyertakan persentase kehadiran dalam kegiatan harian yang seharusnya menjadi indikator Farhani. AuProblematika Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mewujudkan Budaya Religius Pada Siswa Di MTs Negeri Kota Sorong. Ay 343 | Tasamuh. Volume x Nomor x Bulan. Tahun penting dalam mengukur konsistensi disiplin. Ketiadaan data objektif lain, seperti skor/angka evaluasi Jurnal Amalan Harian yang terstandar dan data perbandingan perilaku siswa . re-test dan post-tes. sebelum dan sesudah program, membuat kesimpulan tentang keberhasilan pembentukan karakter hanya didasarkan pada interpretasi mendalam . oral feeling dan moral knowin. dari informan, bukan pada perubahan perilaku yang tervalidasi secara statistik . oral actio. Kekurangan dalam menyajikan data terukur ini menjadi catatan krusial bagi peneliti berikutnya untuk mengadopsi pendekatan mixedmethods . abungan kualitatif dan kuantitati. agar temuan dapat disempurnakan dan dikuatkan dengan bukti statistik. Tasamuh. Volume 17 Nomor 2 Oktober 2025 | 344 DAFTAR PUSTAKA