Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2266-2282 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Determinasi Literasi Keuangan. Inklusi Keuangan dan Literasi Digital terhadap Kinerja Usaha Mikro Kecil Menengah: Studi pada UMKM di Kabupaten Sumenep Winda Usmaniyah. Rian abrori. Universitas Trunojoyo windausmaniyah08@gmail. com, rian. abrory@trunojoyo. ABSTRACT This research aims to examine the influence of financial literacy, financial inclusion and digital literacy on the performance of micro, small and medium enterprises (MSME. This research is quantitative research. The population in this study were all MSMEs in Sumenep Regency using a purposive sampling technique. The sample included in the test criteria was 108 Test results using multiple linear regression show that financial literacy and digital literacy have an effect on MSME performance, while financial inclusion has no effect on MSME performance. Keyword: financial literacy, financial inclusion, digital literacy. MSMEs ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan dan literasi digital terhadap kinerja usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UMKM di Kabupaten Sumenep dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel yang termasuk dalam kriteria uji sebanyak 108 responden. Hasil pengujian menggunakan regresi linier berganda menunjukkan bahwa literasi keuangan dan literasi digital berpengaruh terhadap kinerja UMKM, sedangkan inklusi keuangan tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Kata Kunci: literasi keuangan, inklusi keuangan, literasi digital. UMKM PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk terpadat dan menduduki peringkat ke-4 di dunia dengan jumlah 277,7 juta jiwa (Kusnandar, 2. Jumlah penduduk Indonesia yang padat, menyebabkan Indonesia mengalami beberapa permasalahan, salah satunya yaitu masalah tingginya tingkat pengangguran dan kemiskinan (Ishak, 2. Salah satu sektor yang diyakini dapat mengurangi tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan di Indonesia yaitu sektor sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM telah diakui sebagai kontributor penting bagi pembangunan ekonomi Indonesia (Prasetya et al. , 2. Peran penting UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku sektor UMKM, salah satunya terkait rendahnya tingkat literasi keuangan, pengetahuan mengenai literasi keuangan sangat penting dimiliki oleh para pelaku 2266 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2266-2282 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. UMKM, literasi keuangan yang rendah akan menyebabkan masalah terhadap pemahaman, sudut pandang, dan perilaku keuangan publik karena akan berdampak buruk pada perilaku keuangan (Irwansyah et al. , 2. Literasi keuangan harus ditingkatkan oleh para pelaku UMKM, agar dapat mengelola keuangan dengan baik dan terhindar dari masalah keuangan. Menurut Septiani & Wuryani . apabila literasi keuangan ditingkatkan maka dengan demikian kinerja UMKM juga akan meningkat. UMKM akan bekerja lebih baik apabila literasi keuangan mereka lebih Inklusi keuangan juga merupakan salah satu faktor yang ditekankan pada UMKM untuk mengurangi permasalahan keuangan pada suatu usaha. Bagi pelaku sektor UMKM sangat penting untuk memahami mengenai inklusi keuangan, dengan literasi keuangan dan inklusi keuangan yang baik maka pelaku usaha dapat menggunakan kemampuan tersebut dalam pengambilan berbagai keputusan. Bongomin et al. menyatakan bahwa pada skala besar, literasi keuangan belum tercapai secara optimal apabila masih ada masalah informasi asimetris layanan keuangan sehingga dapat menghambat keberhasilan UMKM untuk bersaing. Permasalah lain seperti literasi digital juga menjadi salah satu penghambat kinerja UMKM (Bidasari et al. , 2. Kesadaran akan penggunaan teknologi digital para pelaku UMKM perlu ditingkatkan sehingga pelaku usaha dapat menikmati keuntungan dari media digital. Strategi pemasaran berbasis digital merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan kinerja UMKM. Penggunaan strategi pemasaran berbasis teknologi digital merupakan salah satu solusi yang dapat memberikan harapan baru bagi UMKM untuk tumbuh sebagai kekuatan ekonomi (Bidasari et al. Menurut Riyanto et al. literasi digital mampu membuat kinerja UMKM menjadi lebih meningkat dan membuat usaha lebih mudah dijangkau oleh konsumen karena tidak terbatas oleh jarak. Pemanfaatan teknologi digital guna untuk memasarkan produk untuk meningkatkan pendapatan penjualan (Widiyanti. Beberapa penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sanistasya et al. menemukan bahwa literasi keuangan mampu meningkatkan kinerja UMKM. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Septiani & Wuryani . Sari et al. Ruli et al. dan Bidasari et al. menemukan hal yang sama bahwa literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Pada penelitian yang dilakukan oleh Septiani & Wuryani . menyatakan bahwa inklusi keuangan mampu dalam maningkatkan kinerja UMKM. Hasil penelitian tersebut juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sari et al. dan Yanti . Namun hasil penelitian Hilmawati et al. menemukan hal yang berbeda, bahwa inklusi keuangan tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Hasil tersebut juga didukung oleh penelitian Ruli et al. yang menemukan bahwa inklusi keuangan tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu terletak pada variabel yang digunakan. Peneliti menggunakan tiga variabel sekaligus dalam satu penelitian yang dianggap penting dan berpengaruh terhadap kinerja UMKM yaitu literasi keuangan, inklusi keuangan dan literasi digital, sedangkan pada penelitian 2267 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2266-2282 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. sebelumnya yang dilakukan oleh Septiani & Wuryani . hanya menggunakan variabel literasi keuangan dan inklusi keuangan dan penelitian Bidasari et al. menggunakan variabel literasi keuangan dan literasi digital. TINJAUAN LITERATUR Literasi Keuangan Literasi keuangan merupakan sebuah pengetahuan dan kemampuan kognitif yang diperlukan untuk mengelola keuangan dan membuat keputusan yang efektif mengenai masalah keuangan (Ye & Kulathunga, 2. Otoritas Jasa Keuangan . menggolongkan tingkat literasi keuangan dalam 4 . kategori, yaitu . Well Literate. Sufficient Literate. Less Literate. Not Literate. Inklusi Keuangan Inklusi keuangan mengacu pada perubahan pola pikir seseorang sebagai pelaku ekonomi bagaimana melihat uang dan keuntungan, dan bertujuan untuk menghilangkan segala hambatan dalam mengakses dan memanfaatkan layanan keuangan, dan hal ini didukung oleh infrastruktur yang ada (Eton et al,. Literasi Digital Literasi digital merupakan kemampuan dalam memanfaat teknologi digital dengan berbagai platform untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis dan mengevaluasi informasi informasi dengan tujuan membangun pengetahuan baru dan mengkomunikasikannya kepada orang lain (Van Laar et al. Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy . juga menjelaskan beberapa kemampuan yang mesti dipunyai hingga bisa disebut berliterasi digital, yakni kemampuan: internet searching . encarian di interne. hypertextual navigation . anduan arah hypertex. content evaluation . valuasi konten informas. knowledge assembly . enyususan pengetahua. Kinerja UMKM Kinerja usaha merupakan hasil akhir dari kegiatan usaha yang diraih oleh para pelaku usaha selama periode tertentu (Sanistasya et al. , 2. Berdasarkan kekayaan dan hasil penjualan, menurut Undang-Undang No 20 tahun 2008 pasal 6, kriteria usaha mikro yaitu: Usaha Mikro 1 Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. ima puluh juta rupia. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. 2268 | Volume 6 Nomor 3 2024 Kecil Menengah Memiliki kekayaan bersih Rp 50 juta hingga Rp 500 juta. Memiliki kekayaan bersih di atas Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar . idak termasuk bangunan dan tanah tempat Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2266-2282 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Usaha Mikro Kecil 2 Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. iga ratu juta rupia. Menengah Penjualan per Hasil penjualan per tahunnya tahun berkisar mencapai Rp 2,5 miliar dari angka Rp 300 sampai Rp 50 miliar. juta sampai dengan Rp 2,5 Model Penelitian Kerangka teori dalam penelitian ini yang terlihat pada Gambar berikut: Literasi Keuangan Inklusi Keuangan Kinerja UMKM Literasi Digital Gambar 1. Model Penelitian Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Kinerja UMKM Literasi keuangan mencakup kemampuan untuk membedakan pilihan keuangan pribadi dan keuangan usaha juga menggunakan pengetahuan keuangan dasar yang digabungkan dengankeahlian dan komunikasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Margaretha & Pambudhi, 2015 dan Lusardi & Mitchell, 2. Semakin tinggi literasi keuangan pelaku UMKM maka semakin tinggi pula pemilik usaha memiliki kemampuan dalam mengelola usahanya dengan baik untuk meningkatkan keberhasilan usahanya. Pada penelitian yang dilakukan oleh Bidasari et al. menyatakan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan mampu meningkatkan kinerja UMKM. Penelitian tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Prasetya et al, . Septiani & Wuryani . Sari et al. dan Ruli et al. yang menyatakan hal yang sama bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan mampu meningkatkan kinerja UMKM. Berdasarkan uraian diatas maka dapat dirumuskan hipotesis pertama sebagai berikut: H1: Literasi Keuangan berpengaruh terhadap Kinerja UMKM. Pengaruh Inklusi Keuangan terhadap Kinerja UMKM Inklusi keuangan mengacu pada perubahan pola pikir seseorang sebagai pelaku ekonomi bagaimana melihat uang dan keuntungan, dan bertujuan untuk menghilangkan segala hambatan dalam mengakses dan memanfaatkan layanan keuangan, dan didukung oleh infrastruktur yang ada (Eton et al. , 2. Permasalahan mengenai akses permodalan para pelaku UMKM dapat diatasi dengan 2269 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2266-2282 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. cara mempermudah akses terhadap lembaga keuangan. Penelitian yang dilakukan oleh Septiani& Nurwahyuni . yang menyatakan bahwa keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Penelitian tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Prasetya et al. Sari et al. dan Ruli et . menemukan hal yang sama bahwa inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Berdasarkan uraian diatas maka dapat dirumuskan hipotesis kedua sebagai berikut: H2: Inklusi Keuangan berpengaruh terhadap Kinerja UMKM. Pengaruh Literasi Digital terhadap Kinerja UMKM Pemanfaatan teknologi digital sangat bermanfaat untuk memasarkan produk guna meningkatkan pendapatan penjualan. Menurut Rodriguez et al. penggunaan teknologi digital dalam suatu perusahaan berpotensi untuk memperkuat interaksi pelanggan serta citra merek perusahaan dan juga bisa meningkatkan pendapatan dan penjualan. Pada penelitian yang dilakukan oleh Farhan et al. menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja usaha UMKM, literasi digital memiliki peran dominan terhadap kinerja dari sisi penggunaan digital. Penelitian tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Bidasari et al. menunjukkan hal yang sama yaitu literasi digital berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja usaha UMKM. Berdasarkan uraian diatas maka dapat dirumuskan hipotesis ketiga sebagai berikut: H3: Literasi Digital berpengaruh terhadap Kinerja UMKM. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM di Kabupaten Sumenep. Pengambilan sampel dilakukan secara dengan metode purposive sampling. Data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner secara langsung pada responden dan secara online memalui google form. Metode analisis data menggunakan regresi linier Statistik Deskriptif Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan data yang terkumpul tanpa maksud membuat kesimpulan atau generalisasi yang berlaku umum (Sugiyono, 2016:. Uji Kualitas Data Uji kualitas data atas data primer pada penelitian ini menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Uji Validitas Validitas merupakan suatu instrument penelitian yang dianggap dapat menghasilkan data yang valid, apabila instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Asra, 2015:. Untuk signifikasi 2270 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2266-2282 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dengan rtable untuk degree of freedom . = n-2 dalam hal ini AunAy adalah jumlah sampel. Jika rhitung lebih besar dari rtable dan nilai positif maka butir pertanyaan atau indikator tersebut dikatakan valid (Ghozali, 2013:. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah instrument yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur suatu objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (Asra, 2015:. Menurut Sujarweni . , uji reliabilitas dapat dilakukan dengan bersama-sama terhadap seluruh butir atau item pertanyaan dalam angket . Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji reliabilitas adalah sebagai berikut. Jika nilai Cronbach Alpha > 0,60 maka kuesioner atau angket dinyatakan reliable atau konsisten. Sementara, jika nilai Cronbach Alpha < 0,60 maka kuesioner atau angket dinyatakan tidak reliable atau tidak konsisten. Uji Asumsi Klasik Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini merupakan analisis regresi Sebelum melakukan pengujian regresi, beberapa prasyarat yang harus dipenuhi agar data yang dimasukkan ke dalam model regresi telah memenuhi ketentuan dan syarat regresi. Uji asumsi klasik dalam penelitian ini meliputi: Uji Normalitas Uji normalitas menentukan apakah faktor pengganggu dalam model regresi berdistribusi secara teratur atau normal (Ghazali, 2018:. Untuk melakukan uji normalitas, maka peneliti menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan metode monte carlo. Apabila nilai signifikansi diperoleh lebih besar dari 5% (>0,. data dianggap normal, dan kebalikannya apabila lebih kecil dari 5% . data dianggap tidak normal. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah suatu model regresi akan menemukan korelasi antar variabel independen (Ghazali, 2018:. Nilai tolerance value dan variance inflation factor (VIF) dapat digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas pada model regresi. Tidak terjadinya multikolinearitas antar variabel bebas ditunjukkan dengan nilai toleransi > 0,10 dan VIF < 10. Multikolinearitas antar variabel bebas ditunjukkan dengan nilai toleransi < 0,10 dan VIF > 10. Uji Heteroskedastisitas Menurut Ghazali . uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah terdapat varians yang tidak sama antara residual satu dengan yang lain dalam model regresi. Ada atau tidaknya heteroskedastisitas dapat diketahui dengan memeriksa scatterplot dan grafik nilai prediksi variabel dependen. ZPRED, dan SRESID residual. Jika titik-titik tersebut tersebar dan tidak membentuk 2271 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2266-2282 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. suatu pola, maka dapat dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas. Jika terjadi heteroskedastisitas maka terdapat pembentukan pola yang teratur. Pengujian Hipotesis Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi mengukur seberapa jauh kemampuan dari model dalam menjelaskan variasi variabel dependen (Ghazali, 2018:. Nilai Adj R2 yang kecil menunjukkan bahwa kemampuan variabel independen untuk menjelaskan variabel dependen terbatas. Nilai R berkisar antara 0 sampai 1, nilai semakin mendekati 1 berarti hubungan yang terjadi semakin kuat, sebaliknya nilai semakin mendekati 0 maka hubungan yang terjadi semakin lemah. Uji Signifikasi Parsial (Uji T) Menurut Ghazali . uji t adalah uji yang digunakan untuk menunjukkan seberapa besar kontribusi variabel independen saja dalam menjelaskan variabel dependen. Dapat juga dikatakan t hitung > t tabel atau -t hitung < -t tabel maka hasilnya signifikan yang berari H0 ditolak dan H1 diterima. Sedangkan t hitung < t tabel atau t hitung > t tabel maka hasilnya tidak signifikan yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini dapat juga dikatakan sebagai berikut: H0 ditolak jika t hitung > t tabel H0 diterima jika t hitung < t tabel Tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95% ( = 0,05 ) HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Tabel 1. Hasil Statistik Deskriptif Literasi Keuangan Inklusi Keuangan Literasi Digital Kinerja Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Berdasarkan tabel 1 jumlah responden (N) sebanyak 108 responden berupa UMKM yang berada di Kabupaten Sumenep. Tabel diatas menghasilkan informasi Variabel literasi keuangan (X. , dari data tersebut bisa dideskripsikan bahwa nilai minimum 28 sedangkan nilai maksimum sebesar 70 dan rata-rata tingkat literasi keuangan pelaku UMKM yaitu sebesar 47. 8519, standar deviasi sebesar Variabel inklusi keuangan (X. , dari data tersebut bisa dideskripsikan bahwa nilai minimum 38 sedangkan nilai maksimum sebesar 85 dan rata-rata tingkat 2272 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2266-2282 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. inklusi keuangan pelaku UMKM yaitu sebesar 63. 1111, standar deviasi sebesar Variabel literasi digital (X. , dari data tersebut bisa dideskripsikan bahwa nilai minimum 25 sedangkan nilai maksimum sebesar 70 dan rata-rata tingkat literasi digital pelaku UMKM yaitu sebesar 55. 6667, standar deviasi sebesar Variabel Kinerja (Y), dari data tersebut bisa dideskripsikan bahwa nilai minimum 15 sedangkan nilai maksimum sebesar 40 dan rata-rata kinerja pelaku UMKM yaitu sebesar 30. 9537, standar deviasi sebesar 5. Hasil Uji Kualitas Data Uji Validitas Literasi Keuangan Tabel 2. Hasil Pengujian Validitas Literasi Keuangan Item Pertanyaan X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. r hitung 0,592 0,664 0,636 0,56 0,557 0,536 0,608 0,585 0,455 0,489 0,404 0,511 0,61 0,612 r tabel Hasil Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel 2 diatas terdapat 14 pertanyaan untuk variabel literasi keuangan dari tabel diatas menjelaskan seluruh item pertanyaan yang diperoleh dari responden dinyatakan valid dan datanya dapat digunakan. Uji Validitas Inklusi keuangan Tabel 3. Hasil Pengujian Validitas Inklusi Keuangan Item Pertanyaan X2. X2. X2. X2. 2273 | Volume 6 Nomor 3 2024 r hitung r tabel Hasil 0,641 0,674 0,73 0,769 Valid Valid Valid Valid Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2266-2282 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Item Pertanyaan X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. r hitung r tabel Hasil 0,617 0,667 0,679 0,583 0,703 0,632 0,643 0,735 0,628 0,687 0,741 0,742 0,757 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel 3 diatas terdapat 17 pertanyaan untuk variabel inklusi keuangan, dari tabel diatas menjelaskan seluruh item pertanyaan yang diperoleh dari responden dinyatakan valid dan datanya dapat digunakan. Uji Validitas Literasi digital Tabel 4. Hasil Pengujian Validitas Item Pertanyaan X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. r hitung r tabel Hasil 0,796 0,837 0,832 0,774 0,884 0,845 0,736 0,693 0,593 0,739 0,781 0,745 0,814 0,767 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel 4 diatas terdapat 14 pertanyaan untuk variabel literasi digital, dari tabel diatas menjelaskan seluruh item pertanyaan yang diperoleh dari responden dinyatakan valid dan datanya dapat digunakan. 2274 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2266-2282 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Uji Validitas Kinerja Tabel 5. Hasil pengujian validitas kinerja Item Pertanyaan r hitung r tabel Hasil 0,71 0,705 0,71 0,67 0,712 0,61 0,778 0,601 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel 5 diatas terdapat 8 pertanyaan untuk variabel kinerja yang menjelaskan seluruh item pertanyaan yang diperoleh dari responden dinyatakan valid dan datanya dapat digunakan. Uji Reliabilitas Tabel 6. Hasil Pengujian Reliabilitas Literasi keuangan (X. Cronbach Alpha Reliabel Inklusi keuangan (X. 0,915 Reliabel Literasi digital (X. Kinerja (Y) 0,936 0,797 Reliabel Reliabel No. Variabel Hasil Berdasarkan tabel 6 menunjukkan seluruh data variabel penelitian dapat dikatakan reliabel karena nilai Cronbach Alpha pada tiap variabel lebih besar dari 0,60. Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 7. Hasil Pengujian Normalitas Asymp. Sig. -taile. Unstandardized Residual Berdasarkan tabel 7 memperoleh hasil data telah terdistribusi normal. Dilihat pada tingkat signifikansi sebesar 0,407 yang mana lebih besar dibandingkan dengan 0,05. Dengan demikian, data dapat digunakan untuk analisis berikutnya. 2275 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2266-2282 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Uji Multikolinearitas Tabel 8. Hasil Pengujian Multikolinearitas Model (Constan. Literasi keuangan Inklusi keuangan Literasi digital Collinearity Statistics Tolerance VIF Berdasarkan tabel 8, seluruh variabel independen masing-masing nilai VIF < 10 dan nilai toleransi > 0,10. Maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini terbebas dari multikolinearitas. Variabel dependen memiliki nilai tolerance lebih dari (>0,. dan VIF kurang dari (<10,. maka berkesimpulan asumsi Multikolineriaritas sudah terpenuhi atau tidak terjadi gejala multikolineriaritas. Uji Heteroskedastisitas Gambar 2. Hasil Pengujian Heteroskedastisitas Dari hasil analisis gambar 2 disimpulkan titik-titik data bertebaran secara acak pada angka 0, titik-titik tidak berkumpul diatas dan dibawah, dan tidak membentuk pola yang teratur. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda heteroskedastisitas. Maka data penelitian ini dapat dilanutkan untuk analisis selanjutnya. Analisis Regresi Linear Berganda Uji Hipotesis Pengujian hipotesis berguna untuk menguji secara statistik kebenaran suatu pernyataan dan menarik kesimpulan tentang apakah pernyataan itu dapat diterima atau ditolak. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan regresi linear berganda mencakup uji koefisien determinasi (Adjusted R. dan uji t . ji parsia. 2276 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2266-2282 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 9. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Literasi keuangan (X. Inklusi keuangan (X. Literasi digital (X. Berdasarkan tabel 9 dapat diketauhi bawa nilai Adjusted R Square sebesar 0,310 yang dapat diartikan bahwa pengaruh variabel bebas X1 literasi keuangan. X2 inklusi keuangan dan X3 literasi digital terhadap variabel terikat Y kinerja adalah 0 sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Uji T (Uji Parsia. Tabel 10. Hasil Pengujian T (Uji Parsia. Model (Constan. Literasi (X. Inklusi (X. Literasi (X. Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Beta Error Sig. Keterangan Signifikan Berdasarkan tabel 10 menampilkan hasil uji t yang menggambarkan pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan dan literasi digital terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Sumenep. Hasil pengolahan data menunjukkan nilai t hitung pada variabel literasi keuangan sebesar 2. 035 lebih besar dari pada t tabel yaitu 1,659 dan tingkat signifikansi sebesar 0,044 lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama (H. diterima yaitu literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Nilai t hitung pada variabel inklusi keuangan sebesar 1,540 lebih kecil dari pada t tabel yaitu 1,659 dan signifikansi sebesar 0,126 lebih besar dari 0,05, sehingga hipotesis kedua (H. ditolak yaitu linklusi keuangan tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Nilai t hitung pada variabel literasi digital sebesar 2. 2277 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2266-2282 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. lebih besar dari pada t tabel yaitu 1. 659 dan signifikansi sebesar 0,005 lebih kecil dari 0,05 Sehingga hipotesis ketiga (H. diterima yaitu literasi digital berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Pembahasan Pengaruh Literasi Keuangan (X. terhadap Kinerja UMKM (Y) Hasil pengujian terhadap hipotesis (H. dinyatakan diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Penelitian ini membuktikan bahwa dengan adanya pengetahuan, perilaku dan sikap keuangan yang dimiliki pelaku UMKM maka akan meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan dan membuat keputusan yang efektif mengenai masalah keuangan. Pengetahuan mengenai literasi keuangan sangat penting dimiliki oleh para pelaku UMKM, literasi keuangan yang rendah akan menyebabkan masalah terhadap pemahaman, sudut pandang, dan perilaku keuangan publik karena akan berdampak buruk pada perilaku keuangan (Irwansyah et al. , 2. Semakin tinggi literasi keuangan pelaku UMKM maka semakin tinggi pula pemilik usaha memiliki kemampuan dalam mengelola usahanya dengan baik untuk meningkatkan keberhasilan usahanya. Hasil penelitian ini mendukung hasil dari penelitian Prasetya et al. Septiani & Wuryani . Sari et al. dan Ruli et al. menyatakan bahwa variabel literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Literasi keuangan membantu UMKM untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan kemampuan untuk menyusun strategi keuangan untuk membuat keputusan dan pilihan layanan keuangan. Selain itu. Otoritas Jasa Keuangan . menjelaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan diyakini bisa mengembangkan UMKM karena pelaku UMKM dapat lebih memahami konsep dasar dari produk keuangan, melakukan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang lebih baik, serta melindungi mereka dari penipuan dan usaha tidak sehat di pasar keuangan. Pengaruh Inklusi Keuangan (X. terhadap Kinerja UMKM (Y) Hasil pengujian terhadap hipotesis (H. dinyatakan ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa inklusi keuangan tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Inklusi keuangan berkaitan dengan pola pikir seseorang sebagai pelaku ekonomi bagaimana melihat uang dan keuntungan, dan bertujuan untuk menghilangkan segala hambatan dalam mengakses dan memanfaatkan layanan keuangan, dan didukung oleh infrastruktur yang ada (Eton dkk. , 2. Berdasarkan data yang telah diperoleh para pelaku UMKM lebih banyak mengakses dana pinjaman keluarga dan tidak memanfaatkan layanan keuangan yang ada. Data lain juga menunjukkan bahwa masyarakat yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi seperti pada Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLKI) tahun 2016 oleh OJK memperlihatkan bahwa responden dengan tingkat pendidikan Perguruan Tinggi memiliki indeks inklusi keuangan tertinggi sebesar 88% dibandingkan dengan latar belakang pendidikan lain. Berdasarkan data yang diperoleh rata-rata pelaku UMKM di Kabupaten Sumenep memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA/SMK sebanyak 56 responden atau 51,8%, hal tersebut 2278 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2266-2282 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. menjadikan mereka kurang faham dalam memanfaatkan layanan keuangan yang Sebagian besar para pelaku UMKM juga masih menganggap kesulitan dalam pengajuan pinjaman kepada lembaga keuangan, mereka beranggapan bahwa persyaratan yang diperlukan cukup memberatkan, hal tersebut ditunjukkan pada pertanyaan kuisioner mengenai inklusi keuangan no 10 tentang akses. Hal ini diperkuat dengan hasil koefisien yang menunjukkan bahwa inklusi keuangan tercermin dari dimensi akses keuangan yang meliputi kesesuaian dan manfaat produk pinjaman yang diberikan oleh bank Jumady et al. , . Hasil penelitian ini mendukung hasil dari penelitian (Hilmawati & Kusumaningtyas, 2. menyatakan Inklusi keuangan berupa kemudahan akses, kualitas, dan penggunaan layanan lembaga keuangan oleh UMKM. Ketiga hal tersebut tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Karenakan tidak semua pelaku UMKM paham akan pentingnya inklusi keuangan. Pengaruh Literasi Digital (X. terhadap Kinerja UMKM (Y) Hasil pengujian terhadap hipotesis (H. dinyatakan diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa literasi digital berpengaruh terhadap kinerja. Hal ini menunjukkan bahwa para pelaku UMKM sebagian besar sudah memanfaatkan teknologi dalam menjalankan bisnisnya, dan tidak sedikit dari para pelaku usaha sudah mendapatkan manfaat dari pemasaran memalui patform digital. pelaku usaha tidak sekedar mengenal media digital, akan tetapi secara mendalam pelaku usaha melibatkan literasi digital dengan kegiatan sehari Ae hari, terutama dalam menunjang aktivitas bisnis yang dimiliki, termasuk dalam kegiatan promosi ataupun pemasaran melalui media digital sehingga mampu memberikan keuntungan bagi usahanya Bidasari et al. , . Selain itu berdasarkan kuisioner yang telah disebarkan sebagian besar pelaku UMKM berusia 20-30 tahun atau 43,5% dimana menurut survey yang dilakukan oleh databoks 2022 generasi y yaitu dengan umur 23-38 tahun memiliki indeks literasi digital yang tinggi sekitar 54% . Hasil analisis tersebut sesuai dengan Resource Based Theory (RBV) yang dikemukakan oleh Barney . yang menyatakan bahwa pengetahuan berupa literasi digital dapat menjadi nilai penting dalam meningkatkan keunggulan kinerja. Sehingga dalam penelitian ini kinerja UMKM sangat dipengaruhi oleh tingkat literasi digital yang dimiliki. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Bidasari et , . dan Farhan et al. , . yang menyatakan bahwa pelaku usaha tidak sekedar mengenal media digital, akan tetapi secara mendalam pelaku usaha melibatkan literasi digital dengan kegiatan sehari Ae hari, terutama dalam menunjang aktivitas bisnis yang dimiliki, termasuk dalam kegiatan promosi ataupun pemasaran melalui media digital sehingga mampu memberikan keuntungan bagi usahanya. KESIMPULAN & SARAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dikemukakan, mengenai pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan dan literasi digital terhadap kinerja UMKM yang dilakukan pada UMKM di Kabupaten Sumenep, maka dapat 2279 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2266-2282 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. ditarik kesimpulan bahwa literasi keungan dan literasi digital berpengaruh terhadap kinerja UMKM, karena keduanya dianggap penting dalam kinerja suatu usaha. Namun inklusi keuangan tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM, karena tingkat inklusi keuangan yang ada diindonesia hanya mencapai 85,10% dimana tidak semua pelaku UMKM memahami apa itu pentingnya inklusi keuangan, dan rata-rata pelaku UMKM di Kabupaten Sumenep memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA/SMK dan hanya sebagian kecil pelaku UMKM yang memilki tingkat pendidikan sarjana, hal tersebut membuat mereka kurang faham dalam memanfaatkan layanan keuangan yang ada. Bagi akademisi apabila ingin melakukan penelitian serupa menggunakan objek usaha menengah dan tidak menggunakan objek UMKM dikarenakan apabila ingin mengukur kinerja akan lebih akurat apabila tenaga kerja pada UMKM semakin DAFTAR PUSTAKA