WIDHARMA JURNAL PENGABDIAN WIDYA DHARMA E ISSN 2962-3758 Volume 01 No. 01 Agustus 2022 PEMBERDAYAAN LITERASI KEUANGAN UMKM MELALUI KLINIK WIRAUSAHA KELUARGA AISYIYAH KLATEN Arif Julianto Sri Nugroho. M Pujo Darmo. Gunawan Budi Santoso, . Sukasih Ratna W LPPM Universitas Widya Dharma Klaten E-mail: arifjuliantosn72@gmail. Article Info ARTICLE HISTORY Received: 21/07/2022 Reviewed: 23/07/2022 Revised: 25/07/2022 Accepted: 26/07/2022 DOI: 10. 54840/widharma. Abstract Pemberdayaan UMKM Keluarga Aisyiyah in the community is very important. Keluarga Aisyiyah plays a role in empowering families in improving the welfare and family quality in aspects of health, morals, faith and behavior. This is inline with one of the main programs of UMKM Keluarga Aisyiyah namely education and On this occasion, as a form of community services, the authors cooperate with UMKM keluarga Aisyiyah in order to improve family welfare in the local environment through the improvement of cooking , handircaft skills that are expected to be useful later Keywords : financial literacy, entrepreneurship motivation. Aisyiyah micro entreprises PENDAHULUAN Kemampuan memroduksi bahan pangan, membuat laporan keuangan sesuai standar baku serta prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh Selama ini realitas di lapangan menunjukkan masih minimnya kemampuan pengusaha mikro terutama ibu-ibu dalam proses produksi bahan pangan sesuai standar, pembuatan laporan keuangan baku, sehingga apabila mereka sebenarnya layak atau bankable untuk dibiayai proyek usahanya sesuai dengan perkembangan asset, bank merasa usulan yang diajukan oleh usaha mikro masih memiliki banyak kelemahan. Fenomena ini juga dirasakan oleh UMKM keluarga Aisyiyah di Klaten. Padahal realitas di lapangan menunjukkan bahwa dengan berkembangnya waktu, usaha yang dilakukan yang semula dari usaha kecil rumahan akan semakin berkembang. Dituntut sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mampu melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi terutama dharma ketiga yaitu Pengabdian kepada masyarakaat. Universitas Widya Dharma Klaten khususnya tim LPPM mencoba untuk berkriprah di masyarakat melalui bantuan pelatihan ketrampilan manajemen produksi usaha bahan pangan, pembuatan laporan keuangaan baku dan pembuatan proposal kredit bank bagi UMKM bisnis keluarga ibu-ibu Aisyiah Klaten Konsep manajemen usaha produksi bahan pangan sesuai standar, pembuatan laporan keuangan baku yang penting bagi pelaku usaha mikro adalah pembuatan neraca, yaitu posisi keuaangan yang memuat kekayaan dan kewajiban pada posisi tertentu. Sedangkan laporan Rugi laba adalah laporan keuangan yang memuat pendapatan operasional non operasional biaya operasional dan non operasional selama periode tertentu. Dengan adanya peningkatan kemampuan manajemen keuangan berupa pembuatan neraca, laporan R/L dapat di susun cash flow atau aliran kas yang memuat investasi atau capital outlays Arif Julianto Sri Nugroho. M Pujo Darmo. Gunawan Budi Santoso. Sukasih Ratna W/WIDHARMA Vol 01 No 01 Tahun 2022 serta proceed atau cash inflow usaha yang bermuara pada layak atau tidak usaha. Rasio penilaian investasi ditinjau dari aspek keuangan meliputi Average Accounting Rate of Return. Payback Period. Net Present value. Internal rate of return dan Benefit Cost ratio Bank dalam memberikan kredit usaha, dari bahasa Yunani Credere atau kepercayaan wajib melalui analisis yang mendalam. Karena unsur utama disini adalah AupercayaAy. Bank dalam memberikan kredit percaya bahwa uang yang ia berikan kepada calon debitor akan kembali. Aspekaspek yang dinilai disini dalam penilaian analisis kelayakan usaha atau prosedur analisis kredit meliputi 6 aspek yaitu aspek pasar pemasaran, aspek teknis produksi, aspek legalitas usaha, aspek manajemen, aspek keuangan serta aspek sosial ekonomi dan lingkungan. Dengan prosedur dan analisis 6 aspek diatas tidak ada artinya apabila pihak bank tidak melaksanakan 5C atau prinsip-prinsip prudential banking yaitu penilaian character capital, capacity, condition of economics dan collateral Identifikasi masalah kegiatan yaitu : -Usaha Keluarga Aisyiyah di Klaten belum memiliki kemampuan manajemen produksi usaha, motivasi wirausaha serta mampu membuat laporan keuangan baku secara baik dan benar. -Usaha Keluarga Aisyiyah di Klaten belum memiliki kemampuan untuk ajuan kredit modal kerja bank secara baik dan benar Dokumentasi kegiatan dalam membuat identifikasi masalah UMKM keluarga Aisyiah tertuang dalam Gambar 1. Identifikasi Masalah usaha mikro di lapangan Berdasarkan identifikasi masalah disusun rumusan masalah sebagai berikut: AuBagaimana meningkatkan kemampuan dan ketrampilan manajemen usaha, motivasi wirausaha dan literasi keuangan melalui pelatihan pembuatan laporan keuangan serta penyusunan proposal kredit bank bagi ibu-ibu Klinik usaha keluarga Aisyiyah Kabupaten Klaten Au METODE KEGIATAN Berbasis luaran kegiatan yang ingin dicapai, metode pelaksanaan dilakukan melalui dua tahap : . Pengumpulan data pelaku usaha mikro Aisyiyah . Program pemberdayaan melalui penyuluhan, pelatihan dan pendampingan, yaitu pertemuan secara intens antara pengabdi dengan pelaku usaha mikro. Model pelaksanaan kegiatan meliputi [Harjito dan Golda, 2. Model Pengembangan Kemampuan Wirausaha Model ini digunakan untuk meningkatkan kapasitas wirausaha pelaku usaha mikro keluarga Aisyiyah. Program dilaksanakan melalui kegiatan pemberdayaan dan pendampingan. Pelaku merupakan pengabdi di lingkungan Unwidha yang aktif sebagai pelatih motivasi, inovasi, fasilitator dan komunikator bagi pelaku usaha mikro Kelompok Aisyiyah. Model transfer teknologi dan pengetahuan Model transfer teknologi dan pengetahuan berupa pemaparan pengetahuan literasi keuangan, pengembangan kapasitas diri semangat wirausaha, praktek langsung pembuatan neraca keuangan. Arif Julianto Sri Nugroho. M Pujo Darmo. Gunawan Budi Santoso. Sukasih Ratna W/WIDHARMA Vol 01 No 01 Tahun 2022 laporan rugi laba penilaian investasi serta mampu membuat proposal usaha melalui praktek pengajuan tambahan modal usaha pada BPR Syariah dan BRI Unit Target dan Luaran . Adanya perbaikan dan peningkatan sistem pengelolaan keuangan usaha mikro ibu-ibu keluarga Aisyiyah, . Meningkatnya partisipasi aktif pelaku usaha Aisyiyah dalam praktek wirausaha M e n i n g k a t n y a kemampuan pelaku usaha Aisyiyah dalam literasi keuangan usaha . M e n i n g k a t n y a penghasilan yang diterima pelaku usaha dengan lancarnya omset usaha, mampu menambah modal usaha sendiri maupun mampu menambah modal dari pembiayaan usaha BPR syariah dan kredit modal kerja Bank BRI Unit HASIL DAN PEMBAHASAN Dari kegiatan dilakukan beberpa aktivitas antara lain : . P e l a t i h a n p e m b u a t a n makan ringan dan masakan khas Kabupaten Klaten serta wirausaha kerajinan tangan . pelatihan pembuatan laporan keuangan wirausaha, 3 ) Sosialisasi motivasi kewirausahaan yang bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus memotivasi ibu-ibu Keluarga Aisyiyah memiliki jiwa kewirausahaan serta mampu menghasilkan pendapatan Ibu-ibu dan remaja putri Aisyiyah sangat antusias melakukan diskusi tentang model wirausaha apa yang cocok sepanjang waktu tanpa ada batasan musim. Dengan adanya kegiatan ini ibu-ibu Aisyah memiliki semangat yang tinggi untuk memanfaatkan ilmu dari pengabdi agar bisa dikreasikan menjadi barang kerajinan yang bermutu tinggi, menarik untuk dijual dan menghasilkan pendapatan bagi ekonomi rumah tangga. Dokumentasi praktek pelatihan wirausaha kerajinan tangan di gambar 2 Gambar 2. Praktek pembuatan kerajinan tangan ibu-ibu Aisyiyah SIMPULAN simpulan bahwa kegiatan Pemberdayaan Masyarakat ibu ibu Aisyah Kabupaten Klaten mendapat respon positif dari masyarakat. Terjadi penguatan jejaring, meningkatnya beragam kegiatan wirausaha, meningkatnya kegiatan promosi dan tercipta jiwa wirausaha dari ibu Aeibu Aisyah. Pengembangan klinik wirausaha ibu Aeibu Aisyah Kabupaten Klaten tidak cukup dilakukan dalam waktu singkat, melainkan membutuhkan waktu panjang dan berkesinambungan. Oleh sebab itu, untuk menjamin keberlanjutan program maka harus dilakukan pendampingan yang berlanjut dan kontinyu. simpulan bahwa kegiatan Pemberdayaan Masyarakat ibu ibu Aisyah Kabupaten Klaten mendapat respon positif dari masyarakat. Terjadi penguatan jejaring, meningkatnya beragam kegiatan wirausaha, meningkatnya kegiatan promosi dan tercipta jiwa wirausaha dari ibu Aeibu Aisyah. Pengembangan klinik wirausaha ibu Aeibu Aisyah Kabupaten Klaten tidak cukup dilakukan dalam waktu singkat, melainkan membutuhkan waktu panjang dan berkesinambungan. Oleh sebab itu, untuk menjamin keberlanjutan program maka harus dilakukan pendampingan yang berlanjut dan kontinyu. Arif Julianto Sri Nugroho. M Pujo Darmo. Gunawan Budi Santoso. Sukasih Ratna W/WIDHARMA Vol 01 No 01 Tahun 2022 DAFTAR PUSTAKA Hardjito. Golda. KKN-PM Pengembangan Desa Wisata Somongari di Kabupaten Purworejo. AJIE-Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship. Vol 03 No 03 hal 238-245 Herawan. Murinto. Media Informasi Wisata Kuliner Rawa Jombor Klaten Berbasis Multimedia. Jurnal Sarjana Teknik Informatika. Vol. hal 107-120 Herayomi. Peran Pemuda dalam Pengembangan Desa Wisata Kebonagung. Jurnal Elektronik Pendidikan Luar sekolah Vol. Kertajaya. Mengeksplorasi Eksotisme Desa Wisata. SWA. diakses 18 Februari- 4 Maret hal Puswira. Kebonagung: Image Traditional Learning and Leisure. Yogyakarta: Penerbit Puswira Sari. Fungsi Wayang Klitik dalam Kehidupan Masyarakat Desa Karangnongko. Greget. Vol 15 . hal 180- 194 Sidik. Nasution. Herawati. Pemberdayaan Masyarakat Desa Ponggok: Kritik terhadap Prestasi Terbaik Nasional. Jurnal Pemikiran Sosiologi. Vol. hal 80- 95 UCAPAN TERIMA KASIH