PENGARUH GAYA HIDUP DAN STATUS SOSIAL EKONOMI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BARANG BEKAS di PASAR KARANG SUKUN Annas Yusti Apriza. Hj. Sulhaini. Junaidi Sagir Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram E-mail: akabaneyusti@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh Gaya Hidup dan Status Sosial Ekonomi terhadap keputusan Pembelian Barang Bekas di Pasar Karang Sukun. Jenis penelitian ini adalah asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram yang pernah membeli barang bekas di pasar Karang Sukun. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 orang dengan menggunakan metode survey. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket/kuisioner dan online survey dengan menyebarkan kuisioner melalui google form yang berisi pernyataan tentang Gaya Hidup. Status Sosial Ekonomi dan Keputusan Pembelian. Kata Kunci: Gaya hidup. Status sosial ekonomi. Keputusan Pembelian. Karang sukun ABSTRACT This research was conducted to examine the effect of Lifestyle and Socio-Economic Status on the decision to Purchase Used Goods at the Karang Sukun Market. This type of research is associative with a quantitative approach. The population in this study were all students of the Faculty of Economics and Business. University of Mataram who had bought used goods at the Karang Sukun market. The number of samples used in this study was 100 people using the survey method. The data collection techniques used were observation, questionnaires/questionnaires and online surveys by distributing questionnaires via the Google form containing statements about Lifestyle. Socio-Economic Status and Purchasing Decisions. Keywords: Lifestyle. Socio-economic status. Purchasing decisions. Karang sukun Pendahuluan Latar Belakang Keputusan pembelian secara umum merupakan seleksi terhadap dua pilihan alternatif atau lebih, pilihan tersebut dapat mengenai pilihan produk, penyalur merek, waktu distribusi, dan lainlain (Schiffman dan Kanuk 2. Keputusan pembelian adalah suatu tindakan atau perilaku konsumen, jadi atau tidaknya melakukan suatu pembelian terhadap sebuah produk. Banyak tidaknya jumlah konsumen mengambil keputusan menjadi salah satu yang menentukan tercapai atau tidak tujuan sebuah perusahaan. Keputusan pembelian tidak luput dari bagaimana cara konsumen melewati berbagai tahap seperti mengidentifikasi masalah hingga terjadinya sebuah Gaya hidup menjadi salah satu acuan dalam menentukan keputusan terutama dalam hal Gaya hidup merupakan perwujudan dari jati diri seseorang, setiap orang memiliki cara hidupnya masing-masing, dari yang sederhana, biasa, hingga mewah. Gaya hidup dan status sosial ekonomi ekonomi bisa mempengaruhi seseorang tidak bisa membedakan kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Gaya hidup baik dari sudut pandang individual maupun kolektif mengandung pengertian bahwa gaya hidup sebagai cara hidup, mencakup sekumpulan kebiasaan, pandangan dan pola-pola respon terhadap hidup, serta terutama perlengkapan untuk hidup (Sugihartati 2. Perkembangan fashion sekarang ini terbilang cepat dan beragam. Dalam satu toko baik toko offline maupun toko online, kita bisa menjumpai berbagai macam model pakaian. Pada awalnya pakaian yang hanya sebagai penutup tubuh, kini bertambah fungsinya menjadi penghias Selain itu, dengan perkembangan industri pakaian jadi saat ini, masyarakat luas selalu Dengan banyaknya brand asing yang masuk ke Tanah Air dan menjadi kiblat dalam berpakaian. Gaya hidup masing-masing subjek mungkin terkait dengan pola belanja dan pola sosial, yang merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi individu dan tercermin dalam kebiasaan sehari-hari, interaksi dengan orang lain, dan preferensi terhadap sesuatu. Gaya hidup seseorang dapat dipengaruhi dari interaksi dengan orang di sekitarnya. Dengan melihat seseorang akan memunculkan rasa atau keinginan untuk sama dengan orang yang ditemuinya. Pada saat melakukan interaksi, tentu yang terlihat pertama kali adalah tampilan luar orang tersebut, seperti pakaian dan aksesoris yang dikenakannya. Maka terjadilah proses keinginan yang dipengaruhi oleh interaksi dengan individu lain. Dalam melakukan pembelian, status sosial ekonomi juga mempengaruhi sesuatu yang ingin dikonsumsi oleh konsumen, status sosial ekonomi menentukan peluang hidup dan gaya Menurut Soerjono Soekanto (Abdulsyani 2. status sosial ekonomi merupakan tempat seseorang secara umum dalam masyarakatnya yang berhubungan dengan orang-orang lain, hubungan dengan orang lain dalam lingkungan pergaulannya, prestisenya dan hak-hak serta Seiring berkembangnya industri fashion, muncul tren baru yakni thrift. Thrift sendiri bisa dikatakan sebagai cara untuk berhemat bagi seseorang yang mempraktikkan penghematan, dan kemungkinan besar dapat beruntung dalam arti memiliki tabungan. Thrift kini diminati oleh masyarakat khususnya pakaian. Pakaian bekas semakin popular dan laris karena dianggap sebagian orang memiliki model yang bagus dan Tabel 1. 2 Omzet Penjualan Baju Bekas di Pasar Karang Sukun 2017 - 2021 Rp 133,826,474 Perubahan (%) Rp 137,965,438 Rp 4,138,963 Rp 143,484,055 Rp 5,518,617 Rp 146,353,736 Rp 2,869,681 Rp 95,129,929 Rp 51,223,807 -35% Rp 100,837,724 Rp 5,707,795 Ratarata Rp 126,266,226 OMZET PENJUALAN Perubahan (R. Sumber: Asosiasi Pedagang Baju Bekas Pasar Karang Sukun Berdasarkan tabel 1. 2 omzet terbanyak yang didapat oleh para pedagang pakaian bekas pasar Karang Sukun adalah pada tahun 2019. Omzet dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan namun pada tahun 2020 malah terjadi penurunan yang sebanyak 35% padahal pada tahun tersebut tren pakaian bekas sedang tinggi-tingginya dan penurunan tersebut bertepatan dengan adanya Artinya bahwa pakaian bekas dari tahun ketahun selalu diminati oleh konsumen. Masalah penelitian Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah indsustri pakaian bekas di Pasar karang sukun mengalami penuruan, namun belum diketahui apakah ada pengaruh dari gaya hidup dan status sosial ekonomi terhadap keputusan pembelian barang bekas di pasar Karang sukun. Kajian Pustaka Keputusan Pembelian Menurut Kotler . AuKeputusan pembelian adalah tindakan dari konsumen untuk membeli atau tidak terhadap produkAy. Suharso . mengatakan keputusan pembelian adalah tahap dimana pembeli telah memutuskan pilihannya dan melakukan pembelian produk serta mengkonsumsi. Adapun indikator keputusan pembelian menurut Kotler . sebagai berikut: Pemilihan produk/jasa Pemilihan produk atau jasa adalah alasan mengapa konsumen memilih produk/jasa Pemilihan merek Pemilihan merek yaitu bagaiman suatu merek memposisikan dirinya di dalam benak konsumen yang meliputi citra merek yang unik dari sebuah produk/jasa. Pemilihan waktu Waktu pembelian dapat berbeda-beda yaitu keuntungan yang dirasakan, alasan Pemilihan metode pembayaran Konsumen harus mengambil pilihan tentang metode/cara pembayaran produk yang dibeli. Gaya hidup Gaya Aukeseluruhan diri seseorangAy yang berinteraksi dengan lingkunyannya (Setiadi, 2003:. Adapun indikator gaya hidup menurut (Suwarman 2014:. sebagai berikut: Interest Interest merupakan objek peristiwa, atau topik dalam tingkat kegairahan yang menyertai perhatian khusus terus-menerus Minat merupakan apa yang konsumen anggap menarik untuk meluangkan waktu dan mengeluarkan uang. Activity Activity . adalah tindakan yang nyata seperti menonton suatu medium, berbelanja di toko, atau mengenai pelayanan yang baru. Aktivitas ini berupa kegiatan seharihari yang dilakukan oleh seseorang seperti berolahraga, belanja, bekerja. Opinion Opinion adalah jawaban lisan atau tertulis yang orang berikan sebagai respon terhadap suatu stimulus. Opini merupakan pendapat dari setiap konsumen yang berasal dari pribadi mereka sendiri. Status sosial ekonomi Menurut Polak dalam Abdulsyani . memiliki dua aspek yaitu aspek yang pertama yaitu aspek struktural. Aspek struktural bersifat hierarkis yang artinya perbandingan tinggi atau rendahnya terhadap staus-status lain, sedangkan aspek status yang kedua yaitu aspek fungsional atau peranan sosial yang berkaitan dengan status-status yang dimiliki seseorang. Adapun indikator status sosial ekonomi menurut (Suryani 2008:. Pendidikan Pendidikan Mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Pendapatan Berdasarkan bidang kegiatannya, pendapatan meliputi pendapatan sektor formal dan pendapatan sektor Pendapatan sektor formal adalah segala penghasilan baik berupa barang atau uang yang bersifat regular dan diterimakan biasanya balas jasa di sektor formal yang terdiri dari pendapatan berupa uang, meliputi: gaji, upah dan hasil infestasi dan pendapatan berupa barang-barang perumahan, maupun yang berupa Pendapatan sektor informal adalah segala penghasilan baik berupa barang maupun uang yang diterima sebagai balas jasa atau kontraprestasi di sektor informal yang terdiri dari pendapatan dari hasil infestasi, pendapatan yang diperoleh dari keuntungan sosial, dan pendapatan dari usaha sendiri, yaitu hasil bersih usaha yang dilakukan sendiri, komisi dan penjualan dari hasil kerajinan Pekerjaan Menurut Apriadji . yang dikutip oleh Departemen gizi dan kesmas . 1, p. , pekerjaan merupakan variabel yang sulit digolongkan namun berguna bukan saja sebagai dasar demografi, tetapi juga sebagai suatu metode untuk melakukan sosial ekonomi dimana status sosial ekonomi merupakan kesehatan, dalam hal ini daya beli Metode penelitian Jenis penelitian Penelitian ini merupakan penelitian Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Populasi dan sampel Dalam penelitian ini populasinya adalah keseluruhan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram yang pernah membeli barang bekas di pasar Karang Sukun. Dalam penelitian ini, besarnya sampel 100 orang sesuai dengan pendapat Roscoe . yang menyatakan bahwa ukuran sampel antara 30-500 adalah tepat untuk kebanyakan Teknik pengumpulan data Pengumpulan data yang digunakan pada angket/kuesioner. Kuesioner/angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Hipotesis Berdasarkan masalah yang terkait dengan studi teoritis yang ada dan dijelaskan dalam organisasi, dan studi sebelumnya terkait kerangka studi konseptual, maka hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut: H1: Diduga keputusan pembelian berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. H2: Diduga status sosial ekonomi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil dan pembahasan Tabel Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Presentasi (Oran. (%) Laki-laki Perempuan Jumlah Berdasarkan tabel 4. 1 dapat dilihat responden berjenis kelamin laki-laki lebih mendominasi dibandingkan perempuan, dimana responden berjenis kelamin laki-laki berjumlah 36 orang atau 36% dan responden berjenis kelamin perempuan berjumlah 64 orang atau 64%. Jika dilihat dari jenis kelamin, perempuan lebih dibandingkan laki-laki. Usia (Tahu. <20 20 Ae 30 30 Ae 40 40 Ae 50 >50 Jumlah Jumlah (Oran. Persentase (%) Tabel Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Berdasarkan tabel 4. 2 menunjukkan bahwa responden berdasarkan usia didominasi oleh responden dengan jenjang usia 20-30 Dimana pada usia 20-30 tahun adalah usia yang memiliki intensitas yang paling tinggi dalam melakukan sebuah pembelian. Hal ini yang menjadikan pada usia tersebut menjadi target pasar para pedagang baju bekas . untuk menarik pembelian pada mahasiswa Universitas Mataram. Tabel 4. 3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Pelajar/mahasiswa Karyawan/pegawai PNS/TNI/POLRI/B UMN/BUMD Wiraswasta Ibu rumah tangga Jumlah (Oran. Persent ase (%) < Rp 1. Rp 1. 000-Rp 3. Rp 3. 000-Rp 5. Rp 5. 000-Rp 7. Rp 7. 000-Rp 9. 000 Jumlah Dari tabel diatas menunjukkan bahwa responden terbanyak yaitu dengan jumlah pendapatan Rp 1. 000-Rp 3. 000 sebanyak 68 orang dari 100 orang responden. Artinya mayoritas responden dengan pengeluaran tersebut lebih cenderung membeli pakaian bekas. Jumlah Dari tabel diatas menunjukkan bahwa responden terbanyak yaitu dengan jumlah pendapatan Rp 1. 000-Rp 3. 000 sebanyak 75 orang dari 100 orang responden. Artinya pelajar/mahasiswa lebih cenderung membeli pakaian bekas. Tabel 4. 4 Karakteristik responden Berdasarkan Pendapatan Pendapatan < Rp 1. Rp 1. 000-Rp 3. Rp 3. 000-Rp 5. Rp 5. 000-Rp 7. Rp 7. 000-Rp 9. Jumlah Jumlah (Oran. Persent ase (%) Dari tabel diatas menunjukkan bahwa responden terbanyak yaitu dengan jumlah pendapatan Rp 1. 000-Rp 3. sebanyak 65 orang dari 100 orang responden. Artinya pendapatan tersebut lebih cenderung membeli pakaian bekas. Tabel 4. 4 Karakteristik responden Berdasarkan Pengeluaran No Pengeluaran Jumlah Persentase (Oran. (%) Uji validitas Tabel 3. 1 Hasil uji validitas variabel Gaya hidup (X. GAYA HIDUP PERNYATAA Saya pekerjaan saya Saya saat melakukan hobi saya Produk pilihan saya saat aktivitas sosial Produk saat liburan Saya Produk pilihan saya bila pergi hang out Produk tersendiri bagi saya dalam hal Saya memilih pilhan pribadi r tabel r hitung KETERANGAN VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID Tabel 3. 2 Hasil uji validitas variabel Status sosial ekonomi (X. STATUS SOSIAL EKONOMI NO PERNYATAAN r tabel r hitung KETERANGAN Tingkat pendidikan saya tidak 0. VALID menghalangi saya membeli baju Saya membeli baju bekas untuk 0. VALID Saya VALID pendapatan saya untuk membeli baju bekas Pendapatan saya cukup untuk 0. VALID membeli baju bekas Saya bisa menghemat pengeluaran 0. VALID dengan membeli baju bekas Saya membeli baju bekas untuk 0. VALID memudahkan pekerjaan saya Pekerjaan saya tidak menghalangi 0. VALID saya untuk membeli baju bekas Pergaulan sosial saya tidak 0. VALID menghalangi saya untuk membeli pakaian bekas Tabel 3. 3 Hasil uji validitas variabel Keputusan pembelian (Y) KEPUTUSAN PEMBELIAN NO PERNYATAAN Saya memeutuskan untuk membeli baju bekas di pasar Karang sukun setelah memilih Ae milih beberpa alternatif di toko thrift lainnya Saya membeli baju bekas di pasar Karang Sukun sesuai kebutuhan Saya memebeli Produk Thrift Di Pasar Karang sukun setelah menemukan merek yang saya cari Saya bisa melakukan transaksi di pasar Karang Sukun kapan saja . am operasiona. Saya mantap membeli baju bekas di pasar karang sukun Saya membeli baju bekas di pasar karang sukun secara tunai r tabel r hitung KETERANGAN VALID VALID VALID VALID VALID VALID Analisis regresi linier berganda Uji reliabilitas Tabel 3. 4 Uji Reliabilitas Variabel N of Item Cronbach Aos Alpha Stand Keterang Reliabel Gaya (X. Status (X. Keputus Pembelia n (Y) Reliabel Reliabel Uji normalitas Uji multikolinearitas Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Collinearity Statistics Variabel Tolerance VIP KETERANGAN Gaya Status Bebas Multikolinearitas Bebas Multikolinearitas Coefficientsa Stand Unstandardi Coeffi Coefficients cients Model 1 (Const Gaya Hidup Status Sosial Ekono Std. Error Beta Colline Statisti Sig. Dari hasil uji Multikolineritas pada tabel 4. di atas dapat diketahui: Nilai tolerance variabel Gaya hidup (X. yakni 0,879 lebih besar dari 0,10. Sementara itu, nilai VIF variabel Gaya hidup (X. 138 lebih kecil dari 10,00 sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas atau data bebas dari multikolinearitas. Nilai tolerance variabel Status sosial ekonomi (X. yakni 0,879 lebih besar dari 0,10. Sementara itu, nilai VIF variabel Status sosial ekonomi (X. 138 lebih kecil dari 10,00 sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas atau data bebas dari Berdasarkan menggunakan SPSS 25, maka diperoleh hasil persamaan regresi sebagai berikut : Y = 0,368X1 0,455X2 e Perumusan regresi di atas memperlihatkan hubungan antara variabel independent dengan variabel dependent secara parsial, dari persamaan tersebut dapat diambil keputusan bahwa: Nilai koefisien Gaya hidup adalah 0,368 artinya jika variabel Gaya hidup (X. meningkat sebesar 1% dengan asumsi variabel Status sosial ekonomi (X. dan konstanta . adalah 0 . , maka Keputusan Pembelian Pakaian Bekas meningkat sebesar 0,368. Hal Tolera I tersebut menunjukkan bahwa variabel Gaya hidup berkontribusi positif bagi Keputusan Pembelian. Nilai koefisien regresi Status sosial ekonomi adalah 0,455 artinya jika variabel Status sosial ekonomi (X. meningkat sebesar 1% dengan asumsi variabel Gaya hidup (X. dan konstanta . adalah 0 . , maka Keputusan Pembelian pakaian bekas meningkat 0,455. Hal menunjukkan bahwa variabel Status sosial ekonomi berkontribusi positif bagi Keputusan Pembelian. Uji F ANOVAa Sum of Squares Mean Squar Sig Model 1 Regressi Residual Total Berdasarkan data tabel 4. 10 diatas, dapat diketahui nilai sig. 0,000 < 0,05 dan Ftabel = df1 . Ae . Ae . atau Ftabel . di mana n adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel. Sehingga diperoleh nilai Ftabel sebesar 3,09. Berdasarkan signifikansi untuk pengaruh X1 dan X2 secara simultan terhadap Y adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan data Hasil Uji F menggunakan program SPSS maka diketahui Fhitung > Ftabel . ,257 > 3,. maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, dapat disimpulkan bahwa variabel Gaya hidup (X. dan Status sosial ekonomi (X. secara simultan berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Bekas (Y). Uji koefisien determinasi Model Summaryb Model R Adjusted R Square Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson Besarnya nilai R Square yang terdapat pada tabel AuModel SummaryAy adalah sebesar 0,460 atau 46,0% variabel dependen keputusan Pembelian dijelaskan oleh variabel independen yaitu Gaya hidup dan Status sosial ekonomi, sementara sisanya 54,0% hal ini menunjukkan konstribusi dari variabel-variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Pembahasan Gaya hidup (X. Terhadap Keputusan Pembelian (Y) Hasil analisis data menyatakan bahwa variabel Gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Bekas. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis pertama (H. Pernyataan hipotesis pertama (H. yang menyatakan bahwa Au Gaya hidup (X. pembelian (Y) Au diterima, karena variabel Gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,368. Hal tersebut dibuktikan dengan analisis uji t yang menunjukkan nilai thitung> ttabel . ,627 > 1,9. dan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari taraf standar signifikansi 0,050. Status sosial ekonomi (X. Terhadap Keputusan Pembelian (Y) Hasil analisis data menyatakan bahwa variabel starus sosial ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian pakaian bekas. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis pertama (H. Pernyataan hipotesis kedua (H. yang menyatakan bahwa AuStatus sosial ekonomi (X. berpengaruh terhadap keputusan pembelian (Y) Au diterima, karena variabel Status sosial ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,455. Hal tersebut dibuktikan dengan analisis uji t yang menunjukkan nilai thitung> ttabel . ,717 > 1,9. dan dengan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari taraf standar signifikansi 0,050. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan pada bab sebelumnya, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Variabel Gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Bekas. Hal ini dibuktikan dengan analisis uji t yang menunjukkan nilai thitung> ttabel dan tingkat signifikansi lebih kecil dari taraf standar signifikansi. Artinya, apabila Gaya hidup semakin tinggi maka dapat Keputusan pembelian juga semakin tinggi. Variabel Status berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan pembelian. Hal ini dibuktikan dengan analisis uji t yang menunjukkan nilai thitung> ttabel dan tingkat signifikansi lebih kecil dari taraf standar signifikansi. Artinya, apabila Status sosial ekonomi semakin tinggi maka dapat keputusan pembelian juga semakin tinggi. Daftar Pustaka