Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Struktur Beronjong Dengan Material Pengisi Recycling Bangunan Untuk Rehabilitas Longsor di Kabupaten Buleleng-Bali Muhammad Abdul Majid Al Hakam1*. Chaterina Kurniasari2. Abiem Yoeke Rigiarta3. Danang Setiya Raharja4 1,2,3,4 Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Jl. Dukuh Kupang XXV No. Surabaya. Jawa Timur 60225 Email: 1mamah024@mhs. id, 2ck003@mhs. id, 3ayr002@mhs. id, 4raharja. ds@uwks. *Penulis Korespondensi Abstrak Secara geologis Indonesia merupakan titik pertemuan tiga lempeng tektonik, yang mengakibatkan tingkat risiko bencana longsor yang relatif tinggi. Penanggulangan longsor memerlukan solusi yang efektif dan berkelanjutan seperti penggunaan material recycling bangunan sebagai bahan pengganti material konvensional batu kali pada perkuatan lereng struktur beronjong. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi Teknis stabilitas dan estimasi efisiensi biaya terkait substitusi batu pecah dengan material recycling Penelitian ini menggunakan metode perhitungan matematis dan metode kesetimbangan batas Bishop dengan program bantu Geo5. Hasil analisis perbandingan stabilitas global struktur beronjong yang menggunakan material pengisi batu kali dan material recycling bangunan menunjukkan perbedaan faktor keamanan yang tidak signifikan dan masih memenuhi kriteria teknis sesuai SNI 8460:2017. Inovasi pemanfaatan limbah bangunan untuk pengisi struktur beronjong dapat menghasilkan efisiensi biaya sekitar 62,69 % dibanding jika menggunakan material batu pecah. Dapat disimpulkan perkuatan lereng dengan struktur beronjong menggunakan material recycling bangunan dapat menjadi alternatif yang lebih efisien dan berkelanjutan sesuai dengan SDGs nomor 9 dan 11. Kata kunci: Efisien Biaya. Faktor Keamanan. Metode Bishop. Perkuatan Lereng. Recycling Bangunan. Abstract Geologically. Indonesia is a meeting point of three tectonic plates, which results in a relatively high risk of Landslide mitigation requires effective and sustainable solutions such as the use of recycled building materials as a substitute for conventional river stone materials in the slope reinforcement of gabion structures. This study aims to conduct a technical evaluation of stability and estimate cost efficiency related to the substitution of crushed stone with recycled building materials. This study uses mathematical calculation methods and the Bishop limit equilibrium method with the Geo5 assistance program. The results of the comparative analysis of the global stability of gabion structures using river stone fillers and recycled building materials show insignificant differences in safety factors and still meet the technical criteria according to SNI 8460:2017. Innovation in utilizing building waste to fill gabion structures can produce cost efficiency of around 62. 69% compared to using crushed stone materials. It can be concluded that slope reinforcement with gabion structures using recycled building materials can be a more efficient and sustainable alternative in accordance with SDGs numbers 9 and 11. Keywords: Cost Efficient. Safety Factor. Bishop Method. Slope Reinforcement. Building Recycling. PENDAHULUAN Indonesia secara geologis berada pada posisi yang sangat kompleks, yaitu di pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia: Indo-Australia. Eurasia, dan Pasifik. Selain itu, wilayah ini juga termasuk dalam dua jalur pegunungan muda dunia, yaitu Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik, serta dilalui oleh jalur cincin api (Ring of Fir. yang membuat Indonesia memiliki banyak gunung berapi aktif dan rawan gempa bumi. Dengan kondisi geologis yang aktif serta iklim tropis yang ekstrem. Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat risiko bencana alam tertinggi di dunia (BNPB, 2021. Detiktravel, 2. Halaman - 220 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana alam tertinggi di dunia akibatnya banyak sekali peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, yang mengakibatkan dampak besar bagi manusia. Korban dapat berupa perorangan, keluarga atau kelompok masyarakat yang menderita baik secara fisik, mental, maupun sosial ekonomi. Bencana alam itu antara lain: berupa banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan kekeringan. Dari berbagai jenis bencana alam yang kerap melanda wilayah Indonesia, tanah longsor merupakan salah satu yang paling sering terjadi, terutama di daerah-daerah dengan topografi perbukitan dan pegunungan. Secara geologis, tanah longsor atau gerakan tanah didefinisikan sebagai peristiwa pergerakan massa tanah, batuan, atau campuran keduanya dari suatu lereng ke bawah, yang dipicu oleh gaya gravitasi bumi. Faktor-faktor yang mempercepat terjadinya longsor antara lain curah hujan yang tinggi, struktur tanah yang labil, kemiringan lereng yang curam, serta ulah manusia seperti penggundulan hutan atau penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan daya dukung lingkungan. Menurut para ahli, longsor adalah bagian dari proses alam yang kompleks, yang sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara gaya penahan dan gaya pendorong material pada lereng (PVMBG, 2020. BNPB, 2. Bencana ini menjadi persoalan serius karena sering kali terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan kerugian besar, baik dari segi materi maupun korban jiwa. Karena longsor sangat berdampak pada kerusakan fisik, termasuk kerusakan infrastruktur . alan, jembatan, banguna. sehingga membuat banyak sekali kepingan atau sisa reruntuhan bangunan yang sudah tidak bisa diperbaiki Oleh karena itu, inovasi beronjong dengan material recycling bangunan ini hadir untuk menjadi solusi bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan lereng yang curam, seperti di daerah perbukitan, lereng gunung, atau tebing sungai. Spesifikasi Beronjong Beronjong merupakan struktur bangunan teknik sipil yang umumnya dibuat dari anyaman kawat baja galvanis berbentuk kotak atau silinder yang kemudian diisi dengan batu pecah berukuran besar. Spesifikasi teknis dari beronjong diatur dalam standar tertentu agar memenuhi ketahanan struktural dan fungsi perlindungan terhadap erosi atau longsor. Menurut Kementerian Pekerjaan Umum . , kawat beronjong biasanya terbuat dari baja berlapis seng . dengan diameter kawat inti antara 2,7 mm hingga 3,0 mm dan kawat tepi sekitar 3,4 mm, dengan ukuran lubang anyaman berbentuk heksagonal sekitar 8 y 10 cm. Untuk memastikan kekuatan terhadap tekanan dan tarikan, beronjong juga dilengkapi dengan diafragma atau sekat dalam setiap satu meter panjang, guna mempertahankan bentuk dan distribusi beban isi batu secara merata. Dimensi beronjong sendiri bervariasi, umumnya tersedia dalam ukuran 2 m y 1 m y 1 m atau 1 m y 1 m y 0,5 m, tergantung pada kebutuhan desain lapangan. Material batu isi harus berupa batu keras, bersudut tajam, dan tahan terhadap pelapukan, biasanya berdiameter antara 10 cm hingga 20 cm. Konstruksi beronjong sangat bergantung pada spesifikasi ini untuk menjamin daya tahan terhadap tekanan lateral tanah maupun arus air yang kuat (Kementerian PU, 2006. SNI 8404:2. Beronjong dari Recycling Bangunan Pemanfaatan sisa-sisa material bangunan sebagai bahan pengisi beronjong merupakan salah satu inovasi dalam bidang teknik sipil yang mendukung prinsip konstruksi berkelanjutan. Material bekas seperti pecahan beton, bata merah, kerikil, atau puing bangunan lain yang telah rusak akibat bencana seperti longsor, sering kali hanya dianggap sebagai limbah dan dibuang. Padahal, material ini memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali, terutama sebagai isi beronjong yang berfungsi sebagai penahan tanah dan pengendali erosi. Mengurangi Limbah Konstruksi Penggunaan kembali material bangunan bekas seperti puing beton, batu bata, dan kerikil dari bangunan yang rusak dapat mengurangi volume limbah konstruksi yang biasanya hanya dibuang ke tempat Halaman - 221 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. pembuangan akhir. Hal ini membantu mengurangi beban pencemaran lingkungan dan memperpanjang umur layanan tempat penampungan sampah. Meningkatkan Ketersediaan Material Lokal Sisa-sisa bangunan yang umumnya tersedia di sekitar lokasi bencana atau pembongkaran konstruksi dapat dimanfaatkan secara langsung, tanpa harus mengangkut batu dari tempat lain, sehingga mempercepat proses pekerjaan dan mengurangi emisi karbon dari transportasi material. Mendorong Prinsip Konstruksi Berkelanjutan Inovasi ini mendukung konsep recycling dan reuse dalam konstruksi, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan . ustainable developmen. Pendekatan ini mengurangi eksploitasi terhadap sumber daya alam baru seperti batuan alam yang diambil dari sungai atau gunung. Fungsi Teknis Tetap Terpenuhi Selama material sisa bangunan tersebut memenuhi syarat kekuatan, ketahanan terhadap pelapukan, dan ukuran minimum, maka fungsi teknis beronjong sebagai penahan tanah, pengaman tebing, atau peredam energi arus air tetap dapat dijalankan secara optimal. II. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dengan menggunakan bantuan software Geo5, dimulai dengan mengumpulkan data berupa data properties tanah dan data topografi tanah pada Lokasi Study kasus di Ruas BTS. Kota Singaraja-Pegayaman KM 59 100. Desa pengayaman. Kecamatan Sukasada. Kabupaten Buleleng-Bali (Gambar . Gambar 1. Detail lokasi dan dokumentasi longsor di titik jalan Singaraja-Mengwitani. Bali Pada Lokasi study kasus dilakukan pengujian SPT (Standard Penetration Tes. Berdasarkan sampel tanah yang didapat setelah melalui pengjuian parameter di laloratorium didapatkan material properties tanah. Untuk tanah urug Kembali dengan geometry 0-7m didapatkan nilai tanah sebesar 18 kN/mA, c tanah sebesar 18 kN/mA dan nilai I tanah sebesar 30A. Untuk tanah asli didapatkan nilai tanah sebesar 15 kN/mA, c tanah sebesar 20 kN/mA dan nilai I tanah sebesar 12A seperti ditunjukkan pada Tabel Tabel 1. Data longsoran di titik jalan Singaraja-Mengwitani,Bali Parameter tanah Satuan Backfill Tanah Asli kN/mA kN/mA Halaman - 222 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Pada longsoran di lokasi study kasus dilakukan pengukuran geometry tanah, dari hasil pengukuran didapat kelongsoran dengan tinggi lereng 7m dan Panjang tebing yang mengelami kelongsoran sepanjang 15m dengan sudut lereng 60A dan masuk pada klasifikasi keruntuhan. Untuk detail potongan longsoran ditunjukkan pada Gambar 2. Gambar 2. Geometry longsor di titik jalan Singaraja-Mengwitani. Bali Untuk memitigasi kelongsoran agar tidak Kembali terjadi diperlukan perkuatan yang tepat dan efisien, salah satunya dengan penggunaan material recycling bangunan sebagai perkuatan lereng study kasus. Pada analisis kali ini menggunakan 3 konfigurasi variasi, yang pertama pada elevasi geometry 0-3m konfigurasi variasi I digunakan lebar beronjong 3m dan tinggi 1m disusun sebanyak 3 susunan dengan offset 1m, kedua pada elevasi geometry 3-4m konfigurasi variasi II digunakan lebar beronjong 2,5m dan tinggi 1m disusun sebanyak 1 susunan dengan offset 1m, ketiga pada elevasi geometry 4-7m konfigurasi variasi i digunakan lebar beronjong 2m dan tinggi 1m disusun sebanyak 3 susunan dengan offset 1m. Seperti ditunjukkan pada Gambar 3 dan Tabel 2: Konfigurasi Variasi I Konfigurasi Variasi II Konfigurasi Variasi i Gambar 3. Variasi Konfigurasi Beronjong N0. Variasi Tabel 2. Variasi Konfigurasi Beronjong Jumlah Konfigurasi Lebar Beronjong Beronjong Beronjong (Undaka. Tinggi Beronjong . Total Tinggi . Halaman - 223 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Berdasarkan Panduan Geoteknik 4 Desain dan Konstruksi, pembebanan lalu lintas dibagi berdasarkan Seperti ditunjukkan pada Tabel 3: Fungsi Primer Tabel 3. Beban Lalu Lintas untuk Analisis Stabilitas Sistem Lalu Lintas Harian Beban Lalu Lintas Jaringan Rata-rata (LHR) . N/mA) Arteri Kolektor Semua >10. <10. Sekunder Arteri >20. <20. Kolektor >6. <6. Lokal >5. <5. Sumber: Panduan Geoteknik 4 No. Pt T-10-2002-B (DPU, 2002. *data beban hidup yang digunakan untuk analisis stabilitas lereng di titik jalan Singaraja-Mengwitani. Bali=15 kN/mA. Berdasarkan SNI 8460-2017, faktor keamanan untuk Setiap dinding penahan tanah harus diperiksa stabilitasnya terhadap guling, geser lateral, dan daya dukung. Pada SNI 8460-2017 untuk guling dipakai nilai FK guling 2. FK geser 1. FK daya dukung 3. FK jaringan kawat 1. 5 dan FK stabilitas lereng 1. seperti ditunjukkan pada Tabel 4: Tabel 4. Rekapitulasi nilai factor keamanan Faktor keamanan Yang digunakan Faktor Keamanan Terhadap Guling: Faktor Keamanan Terhadap Geser: Faktor Keamanan Daya Dukung: Faktor Keamanan Stabilitas Global: HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Beronjong Pada software Geo5 untuk analisis perkuatan lereng beronjong digunakan metodologi verifikasi keselamatan struktur berdasarkan Faktor Keamanan secara historis merupakan pendekatan tertua dan paling banyak digunakan. Keuntungan utamanya adalah kesederhanaan dan kejelasannya. Secara umum, keselamatan dibuktikan dengan menggunakan faktor keamanan seperti ditunjukkan pada persamaan . Dimana: XPAS XACT FSREQ = Faktor keamanan yang dihitung = Variabel yang menahan kegagalan . ekuatan, kapasitas, daya taha. = Variabel yang menyebabkan kegagalan . aya geser, teganga. = Faktor keamanan yang diperlukan Halaman - 224 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Berdasarkan hasil riset material recycling bangunan memiliki nilai : 20,10 kN/mA. I: 35A dan c: 0 kN/mA, material batu kali memilki nilai : 25 kN/mA. I: 40A dan c: 0 kN/mA. Dengan data material tersebut dan dipakai geometry struktur beronjong yang sama, hasil analisis perkuatan lereng beronjong menggunakan bantuan software Geo5 didapatkan FK guling 4,05 > 2 (Ama. dan FK geser 1,58 > 1,5 (Ama. untuk pemakaian material recycling bangunan, sedangkan untuk pemakaian material batu kali didapatkan FK guling 5,03 > 2 (Ama. dan FK geser 1,94 > 1,5 (Ama. , (Gambar . (Tabel . No. Gambar 4. Pemodelan geometry pada software Geo5 Tabel 5. Data material Nama . N/mA) (A) . N/mA) Recycling Bangunan Batu Kali Analisis Stabilitas Lereng Analisis stabilitas lereng dengan Geo5 dapat menghemat waktu dan efektif dalam proses analisis. Metode Bishop dalam Geo5 digunakan karena perhitungannya yang sederhana, cepat dan memberikan hasil perhitungan faktor keamanan yang cukup teliti. Metode ini cocok digunakan untuk pencarian secara otomatis bidang runtuh kritis yang berbentuk busur lingkaran untuk mencari faktor keamanan minimum, sehingga metode ini sangat cocok digunakan dalam penelitian ini karena hasilnya dapat segera diketahui. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis bertujuan untuk melakukan penelitian mengenai analisis stabilitas lereng dengan menggunakan Metode Bishop pada Study kasus longsoran di Ruas BTS. Kota Singaraja-Pegayaman KM 59 100. Desa pengayaman. Kecamatan Sukasada. Kabupaten Buleleng-Bali. Analisis Stabilitas Lereng Beronjong Dengan Menggunakan Material Recycling Bangunan Dari analisis stabilitas lereng dengan material recycling bangunan menggunakan bantuan software Geo5 didapat kondisi terkritis titik awal slip surface berada pada sekitar 3m dari batas muka atas struktur beronjong dan berakhir pada sekitar 4m dari dari batas muka bawah beronjong dengan nilai FK 1,7 > 1,5 (Ama. Kondisi terkritis tersebut diperoleh dengan percobaan sebanyak 842 kali (Gambar . Halaman - 225 Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Gambar 5. Hasil analisis Stabilitas Lereng Beronjong material Recycling Bangunan . Analisis Stabilitas Lereng Beronjong Dengan Menggunakan Material Batu Kali Dengan menggunakan material batu kali dan geometry yang sama didapatkan kondisi terkritis titik awal slip surface berada pada sekitar 4m dari batas muka atas struktur beronjong dan berakhir pada sekitar 6m dari batas muka bawah beronjong dengan nilai FK 1,68 > 1,5 (Ama. Kondisi terkritis tersebut diperoleh dengan percobaan sebanyak 797 kali (Gambar . Gambar 6. Hasil analisis Stabilitas Lereng Beronjong material Batu Kali Analisis Bearing Capacity . Analisis Bearing Capacity Lereng Beronjong Dengan Menggunakan Material Recycling Bangunan Analisis bearing capacity dengan bantuan software Geo5 diperlukan perhitugan qult secara manual sebelum di input ke dalam software. Halaman - 226 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. e = 0,333 EuV E1 Oe 6e E = 218, 08 E1 Oe 6 x Oe 0,333 E = 29, 79 B E EuV E1 6e E = 218, 08 E1 6 x Oe 3, 29618 E = 148, 6 B E Nc = 9, 28 Nq = 2,97 N A = 1, 69 qu = C '2 NcFcdFci qNqFqdFqi A 2 B ' N A F A dF A i q = A 2 D = 15 x1 = 15kN / m B ' = B Oe 2e = 3 Oe 2 x0,333 = 2,334 2E DE 2E1E Fqd = 1 2 tan A '2 . Oe sin A '2 ) E E = 1 2 x tan12 . Oe sin12 ) E E = 0, 2980 EBE E3E 1 Oe Fqd 1 Oe 0, 2980 Fcd = Fqd Oe = 0, 2980 Oe = Oe0, 05783 N c tan A '2 9, 28 x tan12 FA d = 1 E P cos a E Oe1 E 1389, 41x cos 0 E EE = tan E E = 89,9382 E 1389, 41 E E EuV E E A C E E 89,9382C E Fci = Fqi = E1 Oe E = E1 Oe E = 0, 0013 90C E E 90C E E A = tan Oe1 EE a . E A E E 89,9382 E FA i = E1 Oe E = E1 Oe E = 42,1831 E A '2 E E qu = 0 x9, 28 x Oe 0, 0578 x0, 001371 15 x 2,97 x0, 2980 x0, 001371 0,5 x15 x 2,33x1, 69 x1x 42,1831 . = 1248kN / m 2 Setelah didapatkan hasil qult 1248kN/mA diinput kedalam software Geo5, dengan material recycling bangunan maka didapat nilai FK bearing capacity sebesar 10,64 > 3,00 (Ama. , (Gambar . Gambar 7. Hasil analisis Bearing Capacity Lereng Beronjong material Recycling Bangunan Halaman - 227 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Analisis Bearing Capacity Lereng Beronjong Dengan Menggunakan Material Recycling Bangunan Untuk menentukan bearing capacity diperlukan perhitungan q ult secara manual. e = 0,333 EuV E1 Oe 6e E = 218, 08 E1 Oe 6 x Oe 0,333 E = 29, 79 B E EuV E1 6e E = 218, 08 E1 6 x Oe 3, 29618 E = 148, 6 B E Nc = 9, 28 Nq = 2,97 N A = 1, 69 qu = C '2 NcFcdFci qNqFqdFqi A 2 B ' N A F A dF A i q = A 2 D = 15 x1 = 15kN / m B ' = B Oe 2e = 3 Oe 2 x0,333 = 2,334 . 2EDE 2E1E Fqd = 1 2 tan A '2 . Oe sin A '2 ) E E = 1 2 x tan12 . Oe sin12 ) E E = 0, 2980 EBE E3E 1 Oe Fqd 1 Oe 0, 2980 Fcd = Fqd Oe = 0, 2980 Oe = Oe0, 05783 N c tan A '2 9, 28 x tan12 FA d = 1 E P cos a E E 1389, 41x cos 0 E A = tan Oe1 E a = tan Oe1 E E = 89,9382 E Eu V EE E 1389, 41 E E A C E E 89,9382C E Fci = Fqi = E1 Oe E = E1 Oe E = 0, 0013 90C E E 90C E E E A E E 89,9382 E FA i = E1 Oe E = E1 Oe E = 42,1831 E A '2 E E qu = 0 x9, 28 x Oe 0, 0578 x0, 001371 15 x 2,97 x0, 2980 x0, 001371 0,5 x15 x 2,33 x1, 69 x1x 42,1831 = 1248kN / m Setelah didapatkan hasil q ult 1248kN/mA diinput ke dalam software Geo5, dengan material batu kali maka didapat nilai FK bearing capacity sebesar 8,56 > 3,00 (Ama. , (Gambar . Halaman - 228 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Gambar 8. Hasil analisis Bearing Capacity Lereng Beronjong material Batu Kali Dari hasil analisis perkuatan lereng, stabilitas lereng dan bearing capacity maka didapat nilai faktor keamanan. FK gulling. FK geser. FK stabilitas lereng. FK bearing capacity seperti ditunjukkan pada Tabel Tabel 6. Hasil Faktor Keamanan FK Geser FK stabilitas lereng Material FK Guling Recycling Bangunan Batu Kali 4,05 1,58 FK Bearing Capacity 10,64 5,03 1,94 1,68 8,56 Efisiensi Biaya Berdasarkan hasil riset harga batu kali berada pada kisaran Rp. 000 per mA, dibandingkan dengan harga material recycling yang berkisar pada Rp. 000 per mA. Dengan ini penggunaan material recycling bangunan terdapat perbandingan nilai presentase sekitar 62,69% lebih efisien dibandingkan menggunakan material batu kali. Penggunaan material recycling bangunan dapat menjadi alternatif yang yang lebih efisien dan berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDG. nomor 9 (Membangun infrastruktur yang tangguh, mendorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong inovas. dan 11(Menjadikan kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, tangguh dan berkelanjuta. IV. KESIMPULAN Hasil penelitian penggunaan material recycling bangunan sebagai pengganti aterial batu kali pada struktur beronjong menunjukkan perbedaan nilai faktor keamanan yang tidak signifikan dan masih memenuhi kriteria teknis sesuai SNI 8460:2017. Dapat disimpulkan penggunaan material recycling bangunan pada material struktur beronjong lebih efisien dan berkelanjutan dari pada penggunaan material batu kali. Penggunakan material recycling bangunan juga merupakan salah satu dukungan untuk mewujudkan SDGs nomor 9 (Membangun infrastruktur yang tangguh, mendorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong inovas. dan 11(Menjadikan kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, tangguh dan berkelanjuta. REFERENSI