GENTA MULIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH INDONESIA PADA SISWA KELAS XI IIS 1 SMA NEGERI 1 KAWAY XVI Suwaibatul Aslamiah1 1SMA Negeri 1 kaway XVI 1Coresponding Email: Suwaibatulaslamiah@gmail. Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kontekstual model Team Assisted Individualization (TAI) dalam meningkatkan prestasi dan motivasi belajar terhadap materi pelajaran Sains. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang model pembelajaran yang sesuai dengan proses belajar-mengajar Sains di sekolah, meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswa pada pelajaran Sains, serta mampu mengembangkan model pembelajaran yang sesuai dengan bidang studi Biologi di sekolah. Penelitian ini bertempat di SMAN 1 Kaway XVI. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IIS 1dengan jumlah Penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar dengan nilai rata-rata mencapai ketuntasan belajar sesuai kriteria yang ditetapkan yaitu 64, 77 pada siklus I, 81 pada siklus II, dan 92 pada siklus i. Sedangkan ketuntasan belajar mencapai 41,4 % pada siklus I, dan 100 % siklus II dan i. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Team Assisted Individualization (TAI) mampu meningkatan prestasi belajar siswa dan meningkatkan motivasi belajar sains pada siswa. Kata-kata kunci: Model team assisted Individualization, prestasi belajar. Sejarah Indonesia. eissn: 25806416 pISSN: 23016671 GENTA MULIA- JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Team Assisted Individualization Suwaibatul Aslamiah Pendahuluan Salah satu metode untuk membangkitkan apa yang siswa pelajari dalam satu semester proses belajar mengajar adalah metode pembelajaran bagaimana menjadikan belajar tidak terlupakan. Metode ini adalah untuk membantu siswa dalam mengingat materi pelajaran yang telah diterima selama ini. Selain itu metode ini diterapkan pada akhir semester proses belajar mengajar dengan tujuan untuk membantu siswa agar siap mengahadapi ujian semester atau ujian akhir. Prestasi adalah hasil yang telah dicapai. Dengan demikian bahwa prestasi merupakan hasil yang telah dicapai oleh seseorang setelah melakukan sesuatu pekerjaan/aktivitas tertentu. Jadi prestasi adalah hasil yang telah dicapai oleh karena itu semua individu dengan adanya belajar hasilnya dapat dicapai. Setiap individu belajar menginginkan hasil yang yang sebaik mungkin. Oleh karena itu setiap individu harus belajar dengan sebaik-baiknya supaya prestasinya berhasil dengan baik. Sedang pengertian prestasi juga ada yang mengatakan prestasi adalah Kemampuan di sini berarti yan dimampui individu dalam mengerjakan sesuatu. Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. Menurut Poerwodarminto . 1: . , prestasi belajar adalah hasil yang dicapai . ilakukan, dekerjaka. , dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan, hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dimana siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyelesaikan suatu permasalahan dalam pembelajaran. Sesuai dengan pendapat Slavin . yaitu : Aycooperative learning refers to a variety of teaching methods in which students work in small group to help one another learn academic contentAy. Maksudnya adalah pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dimana siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk membantu satu sama lain dalam memahami suatu materi. Pembelajaran kooperatif model Team Assisted Individualization (TAI) mengkombinasikan keunggulan pembelajaran kooperatif dan pembelajaran individual. Tipe ini digunakan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa secara individual. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Team Assisted Individualization Suwaibatul Aslamiah Team Assisted Individualization (TAI) membutuhkan suatu pendekatan pengajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalahmasalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran, dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkostruksikannya dalam produk nyata (Buck Institue for Sejarah Eduction, 2. Sejarah Indonesia didefiniksan sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara alam. Perkembangan Sejarah Indonesia tidak hanya ditandai dengan adanya fakta, tetapi juga oleh adanya metode ilmiah dan sikap ilmiah. Metode ilmiah dan pengamatan ilmiah menekankan pada hakikat Sejarah Indonesia . siswa masa kini menghadapi dunia di mana terdapat pengetahuan yang luas, perubahan pesat, dan ketidakpastian, mereka bisa mengalami kegelisahan dan bersikap defensif. Abraham Maslow mengajarkan kepada kita bahwa manusia memiliki dua kumpulan kekuatan atau kebutuhan yang satu berupaya untuk tumbuh dan yang lain condong kepada keamanan. Orang yang dihadapkan pada kedua kebutuhan ini akan memiliki keamanan ketimbang pertumbuhan. Kebutuhan akan rasa aman harus dipenuhi sebelum bisa sepenuhnya kebutuhan untuk mencapai sesuatu mengambil resiko, dan menggali hal-hal baru. Pertumbuhan berjalan dengan langkah-langkah kecul, menurut Maslow, dan Autiap langkah maju hanya dimungkin akan bila ada rasa aman, yang mana ini merupakan langkah ke depan dari suasana rumah yang aman menuju wilayah yang belum diketahuiAy (Maslow, 1. Tujuan Penelitian untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar terhadap materi pelajaran Sains setelah diterapkannya pembelajaran kontekstual model Team Assisted Individualization (TAI) pada siswa Kelas XI iis 1 SMA Negeri 1 Kaway XVI Metode Penelitian ini bertempat di SMA Negeri 1 Kaway XVI. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus s/d September semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI iis 1 SMA Negeri 1 Kaway XVI tahun pelajaran 2022/2023 dengan jumlah siswa 31 orang, terdiri dari 12 orang siswa perempuan dan 19 orang siswa laki-laki dengan tingkat kemampuan rata-rata sedang. pada Standar Kompetensi Mendeskripsikan Pendudukan jepang di Indonesia dan GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Team Assisted Individualization Suwaibatul Aslamiah hubungannya dengan kesehatan. Penelitian dilaksanakan selama 3 siklus, masing-masing siklus berlangsung selama 2 jam pelajaran . x 40 meni. Teknik Pengolahan Data Untuk menilai ulangan atau tes formatif Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes formatif dapat X = Dengan EuX EuN : X = Nilai rata-rata X = Jumlah semua nilai siswa N = Jumlah siswa Untuk ketuntasan belajar Untuk menghitung persentase digunakan rumus sebagai berikut: Eu Siswa. belajar x100% Eu Siswa Hasil dan Pembahasan Hasil Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap perencanaan antara lain: Membuat rencana pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif model Team Assisted Individualization. Membuat lembar observasi untuk mengamati aktivitas guru dan siswa dalam proses belajar mengajar berlangsung. Menyiapkan bahan ajar materi Pendudukan jepang di Indonesia. Membuat alat evaluasi seperti soal pretest dan soal kuis. Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan Pada awal proses belajar mengajar siswa diberi pre-test sedangkan di akhir proses belajar mengajarsiswa diberi kuis dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut: Jumlah siswa yang tuntas sebanyak 12. Jumlah siswa yang belum tuntas sebanyak 17. Nilai rata-rata siswa yaitu 64. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Team Assisted Individualization Suwaibatul Aslamiah Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pretest siswa tehadap materi Pendudukan jepang di Indonesia, dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa mencapai nilai rata-rata 64 sedangkan untuk nilai kuis materi sejarah indonesia pada Manusia mencapai nilai rata-rata 77. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan evaluasi yang dilakukan sudah memenuhi standar proses penilaian. Dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan pembelajaran kontekstual model Team Assisted Individualization (TAI) diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 63,8 dan ketuntasan belajar mencapai 41,4 % atau ada 12 siswa dari 29 siswa sudah tuntas belajar. Sedangkan pada nilai kuis nilai rata-rata mencapai 77 dengan ketuntasan belajar 100 % atau seluruh siswa sudah tuntas belajar. Pada Siklus II Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap perencanaan antara lain: Membuat rencana pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif model Team Assisted Individualization. Membuat lembar observasi untuk mengamati aktivitas guru dan siswa dalam proses belajar mengajar berlangsung. Menyiapkan bahan ajar materi Otot dan Sendi. Membuat alat evaluasi berupa LKS. Diperoleh nilai rata-rata prestasi adalah 81 dan ketuntasan belajar mencapai 100 % atau seluruh siswa sudah tuntas belajar. Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus II ini ketuntasan belajar secara klasikal telah mengalami peningkatan sedikit lebih baik dari siklus I. Adanya peningkatan hasil belajar siswa ini karena siswa sudah mulai akrab dengan metode pembelajaran kontekstual model pengajaran berbasis proyek/tugas. Disamping itu kemampuan guru semakin meningkat dalam mengelola prose belajar-mengajarbelajar siswa. Nilai Rata-rata tes Formatif pada siklus II adalah 81. Pada Siklus i Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap perencanaan antara lain: Membuat rencana pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif model Team Assisted Individualization. Membuat lembar observasi untuk mengamati aktivitas guru dan siswa dalam proses belajar mengajar berlangsung. Menyiapkan bahan ajar materi Macam-macam Kelainan dan Penyakit yang Berhubungan dengan Tulang dan Sendi. Membuat alat evaluasi berupa LKS (Tes Identifikas. Tahap kegiatan dan pengamatan GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Team Assisted Individualization Suwaibatul Aslamiah Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus i dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2022. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus II, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus II tidak terulang lagi pada siklus i. Pengamatan . dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif i berupa LKS . es identifikas. dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Adapun data hasil penelitian pada siklus i adalah sebagai berikut: diperoleh nilai rata-rata tes formatif sebesar 92. Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar . Hasil pada siklus i ini mengalami peningkatan lebih baik dari siklus II. Pembahasan Ketuntasan Hasil belajar Siswa Melalui hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual model Team Assisted Individualization (TAI) memiliki dampak positif dalam meningkatkan daya ingat siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi yang telah disampaikan guru selama ini, ketuntasan belajar meningkat dari 41,1 % dan 100 % pada siklus I, dan 100 % pada siklus II, dan . Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran kontekstual model Team Assisted Individualization (TAI) dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap proses mengingat kembali materi pelajaran yang telah diterima selama ini, yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan. Aktivitas Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran Sains dengan pembelajaran kooperatif model Team Assisted Individualization (TAI) yang paling dominan adalah mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru, bekerja sama dalm kelompok, dan diskusi antar siswa dalam menyelesaikan Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas isiwa dapat dikategorikan aktif. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Team Assisted Individualization Suwaibatul Aslamiah Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan langkah-langkah pembelajaran kontekstual model Team Assisted Individualization (TAI) dengan baik. Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya aktivitas membimbing dan mengamati siswa dalam mengerjakan kegiatan, menjelaskan , memberi umpan balik/evaluasi/Tanya jawab dimana prosentase untuk kegiatan pembelajaranterus mengalami peningkatan hingga daapt dikategorikan sangat baik. Kesimpulan Dapat disimpulkan bawa Penerapan pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif model Team Assisted Individualization (TAI) memiliki dampak positif karena mampu meningkatan prestasi belajar siswa. Daftar Pustaka