w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan STUDI TENTANG MUTU TERJEMAHAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGAJARAN MENERJEMAH Halim Majid . Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Abulyatama. Jl. Blang Bintang Lama Km 8,5 Lampoh Keude Aceh Besar. Abstract: This study aims to know: . the accuracy of the translation of the Quran Surah Ali Imran published by Religious Affair, . the clarity of translation in terms of structure, diction, and spelling, and . the general readersAo responses to that surah. These objectives can be achieved through the qualitative and quantitative analysis by comparing the translation with the source passage through the utilization of the verse. Next, the researcher asked the general readers and expert readers on the clarity of Religious AffairAos translation by comparing it with other translations. The analysis found that the translation is correct, but poorly understood by the reader because the sentence structure complicated, less precise choice of words, sentence length, and less careful in spelling. After this weakness improved and the general reader asked their responses, it was found that the improvement translation is easier to understand than Religious AffairAos translation. Therefore, it is suggested that the translation is aligned with some of the conclusions of this study. Keywords : Quality of translations, translating teaching, commentary of Al-Quran Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: . ketepatan terjemahan Al-Quran surat Ali Imran yang diterbitkan oleh Kemenag, . kejelasan terjemahan dilihat dari segi struktur, diksi, dan ejaan, dan . tanggapan pembaca umum terhadap surat tersebut. Ketiga tujuan ini dapat dicapai melalui analisis kualitatif dan kuantitatif dengan membandingkan terjemahan dengan nas sumber melalui pemanfaatan penjelasan ayat. Selanjutnya, peneliti meminta tanggapan pembaca umum dan pembaca ahli tentang kejelasan terjemahan Kemenag dengan membandingkannya dengan terjemahan lain. Analisis tersebut menemukan bahwa sudah tepat, tetapi kurang dipahami pembaca karena karena struktur kalimatnya rumit, pilihan katanya kurang tepat, kalimatnya panjang-panjang, dan kurang cermat dalam dan pembaca Setelah kelemahan ini diperbaiki dan pembaca umum diminta tangapannya, ternyata terjemahan perbaikan lebih mudah dipahami daripada terjemahan Kemenag. Karena itu, disarankan agar terjemahan tersebut diselaraskan dengan beberapa kesimpulan penelitian ini. Kata kunci : mutu terjemahan, pengajaran menerjemah, tafsir Al-Quran. Pengamatan sekilas terhadap perkembangan penerjemahan itu sendiri memang sulit, . adanya buku terjemahan dari bahasa Arab ke bahasa perbedaan yang substansial antara bahasa Arab dan Indonesia memperlihatkan peningkatan yang signifikan seperti yang tercermin dari jumlah penerjemah terhadap bahasa penerima sehingga terjemahan, penerbit,dan Namun. Indonesia, . kondisi ini kurang diimbangi dengan peningkatan kurangnya penguasaan penerjemah terhadap teori Dari sebahagian ahli (Rahmat, 1. Audah, 1996. Namun di pihak lain terdapat terjemahan Al- Republika, 24 April1996 dan 14 Mai 1. dapat Quran dengan judul Al-Quran dan Terjemahannya disimpulkan bahwa ada empat faktor penyebab yang dipandang berkualitas karena beberapa rendahnya kualitas terjemahan: . kegiatan Pertama, terjemahan tersebut merupakan Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan hasil karya sekelompok ahli agama Islam, ahli Dalam konteks penerjemahan, keterpahaman tafsir, dan ahli bahasa Arab yang sudah diakui ini berkaitan dengan kualitas terjemahan. Kualitas Kedua, ini dapat bersifat instrinsik, yaitu bertalian dengan terjemahan itu dibaca dan dijadikan rujukan oleh ketepatan kejelasan dan kewajaran nas. Namun, berjuta-juta umat Islam dari berbagai kalangan. dapat pula bersifat ekstrinsik, yaitu berkenaan Ketiga, dengan tangapan pembaca dan pemahamannya kementerian Agama dan beberapa penerbit lain, terhadap terjemahan (Larson, 1. baik di dalam maupun di luar negeri yang Kualitas tersebut dapat diketahui dengan demikian merupakan indikator bahwa terjemahan beberapa teknik evaluasi. Nida dan Taber . itu berkualitas. mengatakan bahwa dapat diukur dengan Kedua . menggunakan teknik rumpang, . meminta dipandang secara timbal- balik melalui kegiatan tanggapan pembaca terhadap nas terjemahan, . Maksudnya unsur-unsur teoretis yang mengetahui reaksi terdapat dalam terjemahan yang berkualitas perlu terjemahan, dan . membaca terjemahan dengan dan ditelaah secara ilmiah, sehingga pada ketepatan, kejelasan, dan nyaring, sehingga dapat gilirannya hasil telaah ini pada gilirannya dapat diketahui apakah pembacaannya itu lancar atau digunakan sebagai prinsip, metode, dan acuan tersendat-sendat. dalam proses terjemahan sehingga menghasilkan Sementara penyimak terhadap nas Larson :485-. terjemahan yang bekualitas. Tulisan ini pun akan membicarakan kualitas pembicara itu dari empat berupa mengungkapkan karakteristik terjemahan aspek, yaitu . alasan dilakukannya penilaian, . yang berkualitas dan implikasinya bagi pengajaran orang yang menilai, . Pekerjaan ini melakukan penilaian, dan . pemanfaatan hasil penilaian. Penilaian KAJIAN PUSTAKA Secara teoretis ada beberapa kualifikasi yang perlu dipenuhi oleh penerjemah agar terjemahan yang dihasilkannya mudah dipahami pembaca atau terjemahan itu memiliki tingkat keterpahaman Menurut Sakri . keterpahaman nas itu, di antaranya, ditentukan oleh Dan kecerdasan ini ini berkaitan keterpahaman bahasa yang ditentukan oleh jumlah kata, bangun kalimat, penempatan informasi, penempatan panjang ruas, ketaksaan informasi yang terkandung, dan pemakaian gaya Volume 1. No. Januari 2017 ketepatan, kejelasan dan kewajaran terjemahan. Pekerjaan ini dapat dilakukan oleh penerjemah sendiri, penerjemah, penilai khusus, konsultan, dan peinjau. Keempat pihak ini dapat menilai kualitas terjemahan dengan . menerjemahkan kembali nas sumber, . ) menilai . keterbacaan nas, dan . menilai konsistensi Karena beberapa alasan tertentu, tidak semua terjemahan dapat dinilai dengan teknik-teknik di Ayat-ayat Al-Quran, misalnya, sulit untuk w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan diukur melalui penerjemahan dilakukan pada HASIL DAN PEMBAHASAN sebuah wacana yang utuh, untuk sementara Al- Ketepatan Terjemahan Quran untuk sementara dilakukan terdiri atas satu Analisis terhadap 20 penggalan ayat dan atau beberapa makna, baik makna itu final atau terjemahannya menghasilkan beberapa temuan dikemukakan pada ayat selanjutnya. Pengukuran seperti berikut. konsestensi pada penerjemahan dilakukan juga Pertama, tidak dapat dilakukan, karena istilah-istilah dalam Kemenag dapat mengungkapkan makna ayat tepat Al-Quran itu berpolisemi. Karena itu, penelitian Kedua, pilihan kata pada terjemahan dapat tentang kualitas terjemakan akan dilakukan dengan menghilangkan atau mengurangi nuansa makna menganalisis ketepatan dan kejelasannya serta yang terkandung dalam ayat. terjemahan, atau dengan meminta tanggapan pembaca seperti yang disarankan Nida dan Taber. METODE Kejelasan Terjemahan Pembahasan ikhwal kualitas terjemahan Analisis data di atas menemukan beberapa bertujuan mengetahui . ketepatan terjemahan bentuk ketidakjelasan yang berkaitan dengan Kemenag surat Ali Imran, . kejelasan terjemahan struktur kalimat, pemakaian ejan, diksi, dan dilihat dari aspek struktur, diksi dan ejaan, dan . panjang kalimat. pembaca umum terhadap surat tersebut. Struktur Ketiga tujuan tersebut dapat dicapai melalui Ketidakjelasan struktur kalimat berkenaan metode kualitatif dengan tahap-tahap kegiatan pemakaian kopula, penempatan fungsi sintaksis, berikut ini. dan kewelahan. Kopula adalah digunakanuntuk Meminta 50 orang dari mahasiswa Universitas menyatukan frase yang demikian itu dan suatu Abulyatama dari berbagai jurusan untuk tanda, padahal makna frase pertama tidaklah sama membaca seluruh terjemahan dan menuliskan dengan makna frase kedua, karena kopula adalah ayat-ayat yang sulit. digunakan untuk menyamakan konsep subjek dan Memilih ayat yang paling tinggi frequensi Maka terkumpullah 20 ayat. Di samping itu ditemukan ketidaktepatan penempatan unsur keterangan. Adapun gejala klewatan ditandai dengan terjemahan frase menjadi klausa. Kemudian ditelaah dari aspek-aspek berikut Menelaah ketepatan makna terjemahan dengan nas ayat. Menelaah ketepatan struktur, pilihan kata, dan Pemakaian ejaan Telaah menentukan adanya kesalahan dalam penulisan ajaan, pemakaian tanda koma dan tanda kurung. Membuat terjemahan alternatif Meminta tanggapan umum. Kesalahan penulisan kata, misalnya terjadi pada Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan Alquran ditulis Al Quran, sebagian ditulis alternatif lebih dipahami. Alasan-alasan mereka sekaligus merupakan karakteristik terjemahan yang muAomin, mudah dipahami, yaitu . struktur kalimat yang Tanda koma digunakan tidak setap, yaitu sederhana, tidak rumit, dan tidak berbelit-belit, . ejaan yang digunakan dengan tepat, . kosa kata Ketidaktepatan terjadi juga pada penulisan partikel yag lazim dipakai, . ada kejelasan istilah khusus, dan tanda hubung. Penerjemah juga tidak membedakan istilah asing dan kata yang telah menjadi bahasa . pemanfaatan pemakaian BA yang sudah masuk BI. Indonesia. Mutu Terjemahan Diksi Kadang-kadang penerjemah memilih katakata tanpa menyesuaikannya dengan konteks dan mengambil orang-orang muAomin, permulaan seperti betapa mungkin siang, dan memilih . Di samping itu penerjemah memilih kata yang tidak seperti seperti betapa mungkin. Ditemukan puladiksi yang menimbulkan keambiguan makna. Tanggapan terhadap tiga terjemahan yang seperti berikut. Hasil wawancara Moh. Mansur . dengan para penerjemah Al-Quran , di antaranya Prof. Dr. Mukti Ali. MA, dan Prof. Gani, terjemahan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, keahlian para penerjemah. Oang-orang yang terlibat dalam kegiatan itu ialah para ahli dalam bidangnya masing-masing, seperti ahli agama, ahli bahasa Arah, dan ahli tafsir. Tanggapan Pembaca Temuan-temuan di atas dapat dimaknai Kedua, penerjemahan dilakukan oleh sebuah tim yang secara periodik melakukan alternatif yang dibuat peneliti lebih mudah pertemuan untuk melaaporkan hasil terjemahannya dipahami oleh pembaca dari pada terjemahan dan membahas masalah-masalah yangdidapati Kemenag dan HB. Yasin. Dari 20 terjemahan alternatif, hanya ada satu terjemahan, yaitu terjemahan ayat 21, yang dianggap sulit oleh Ketiga, terjemahan dilakukan oleh sebuah tim Mungkin hal ini terjadi karena peneliti yang secara periodik melakukan pertemuan untuk berupaya untuk memindahkan gaya bahasa nas melakukan hasil terjemahannya dan membahas sumber ke dalam bahasa nas penerima. Diagram masalah-masalah yang dihadapi oleh setiap menunjukkan bahwa 64% pembaca memandang menerjemah untuk dicarikan pemecahannya. terjemahan alternatif (S) itu mudah dipahami dan Keempat, proses penerjemahan dilakukan dengan hanya 135 saja yang menganggap sulit. Sementara merujuk pada buku-buku takfir, terjemahan- itu, dalam tanggapan pembaca secara tertulis terjemahan yang ada, dan nas Al-Quran itu sendiri. Proses yang sepertiinilah yang disarankan Yunus Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan . panjang kalimat, sebagai tercermin sebagai tingginya prosentase tanggapan pembaca terhadap Selanjutnya. Ketua Dewan Penerjemah, yaitu terjemahan alternatif. Prof. Sunaryo. SH, dan Prof. Gani menemukan bahwa Al-Quran itu berpegang pada dua prinsip. Pertama, terjemahan harus sedapat mungkin sesuai dengan nas asli. Kedua terjemahan harus dapat dipahamai oleh muslimin Indonesia pada umumnya. Pemakaian Untuk meraih kesetiaan terjemahan penerjemahan literal. Sedangkan untuk meraih keterpahaman terjemahan dilimpahkanlah kosa kata bahasa penerima,sehingga menimbulkan Pada gilirannya, pemakaian kedua prinsip ini secara kaku justrumenimbulkan ketidaktepatan dan kesulitan pemahaman. Dengan perkataan lain, kedua sebab ini disebabkan oleh Indonesia. Kekurangcermatan pun tampak dalam pemilihan Kata-kata mempertimbangkan kesesuainya dengan konteks, perbedaan nuansa makna yang ada, dan pasangan kata dengan kata yang lainnya dalam kalimat. Walhasil temuan-temuan di atas berangkal pada satu sebab, yaitu rendahnya penguasaan penerjemah akan bahasa Indonesia. Padahal para ahli penerjemah senantiasa menterjemahkan agar menguasai BS dan BP, bahkan BP harus lebih dikuasai dari pada BS. Simpulan ini semakin tegar setelah terjemahan yang sulit dipahai itu memperhatikan bangun kalimat, pilihan kata dan Volume 1. No. Januari 2017 Implikasi Temuan Terhadap Pengajaran Penerjemah Secara substansial pengajaran menerjemah tertujuan mendidik pembelajar agar memiliki kompetensi disimililatif, yaitu kemampuan untuk membandingkan dan mengolah sistim bahasa dan budaya (Hawson dan Martin: . Secara operasional, pengajaran ini bertujuan untuk: . tentang teori terjemah, dan . memberi mereka pengalaman dalam menerjemahkan secara agama, keilmuan, dan sastra, ekonomi, dan budaya dengan berbagai tingkat kesulitan nas. Pada gilirannya diharapkan memiliki keterampilan menerjemah, yaitu kemampuan mengungkapkan makna dan maksud nas sumber di dalam nas penerima dengan benar dan jelas. Tujuan perkuliahan, yaitu bahasa Arab dan bahasa Indonesia berikut kebudayaannya, . teori terjemah dan problematika teremahan, dan . praktek penerjemahan. Namun di sini hanya akan disoroti materi terjemahan yang pertama karena aspek inilah yang bertalian erat dengan temuan pertalian, bahasa yaitu ketidakjelasan terjemah karena rendahnya penguasaan bahasa Indonesia. Pokok bahasan bahasa Arab dan bahasa Indonesia perlu dipilih terlebih dahulu. Pemilihan didasarkan pada hal-hal yang berkaitan erat dengan struktur dan kosa kata. Di antara masalah struktur w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan yang perlu disampaikan ialah pola-pola kalimat diketahuilah konsep utama masing-masing kata dari kedua bahasa, baik pola kalimat dari jenisnya yang dibandingkan. maupun strukturnya. Temuan peneltian tentang Kedua, melalui konteks. Kebaikan cara ini transsposisi menunjukkan bahwa struktur sintaksis dikuatkan oleh Fisher . yang melakukan bahasa Indonesia memiliki kesamaan dengan eksperimen ihwal pengajaran kosa kata. bahasa Arab. Sebaiknya, unsur-unsur kesamaan ini membandingkan pengajaran kosa kata disampaikan terlebih dahulu untuk dijadikan konteks dan kamus. Dia menyimpulkan bahwa belajar kosa kata baru melalui konteks lebih efektif Dia dari pada melalui kamus. Selanjutnya bahan tersebut dapat disuguhkan Penguasaan mahasiswa terhadap bahasa dengan metode konstraftif. Pemakaian metode ini sumber dn bahasa penerima perlu dilakukan sejalan dengan hasil telaah Emery . tentang melalui kegiatan penerjemahan. Kuranglah tepat persamaan dan perbedaan antara bahasa Arab dan jika kemampuan itu diukur melalui kemampuan bahasa Inggris. Dia menegaskan bahwa antara teoretis belaka. Menurut beberapa ahli (Larson, analisis konstrastif terapan menyediakan kerangka Nida, 1982, dan Suryawinata, 1. fokus evaluasi terjemahan adalah ketepatan dan kejelasan informasi apa saja yang berguna bagi tujuan Ini berarti bahwa mahasiswa yang khusus seperti pengajaran, analisis bilingual, dan berkemampuan baik ialah dapat menerjemahkan nas sumber dengan benar dan jelas. Pokok bahasan lainnya ialah kosa kata. Temuan Bahan evaluasi yang diberikan berupa unit- unit terjemah yang merentang mulai dari ungkapan pentingnya penguasaan penerjemah terhadap lengkap, kalimat, dan wawancara yang utuh. makna inti suatu kata, komponen-komponen Penilaian ketetapan didasarkan atas kesesuaian semantis, persamaan dan perbedaan kosa kata yang kalimat dengan ide pokok atau amanat bahasa serumpun, dan konteks pemakaiannya. Karena itu sumber yang telah dipersiapkan sebelumnya. kosa kata dapat diajarkan melalui beberapa metode Sedangkan seperti berikut. didasarkan atas kerumitan atau Pertama, dengan memperbandingkan beberapa struktur kalimat, ketepatan pemakaian ejaan, dan kelompok kata yang serumpun sebagaimana yang dikemukakan oleh Larson . 5: 79-. Dia terjemahan yang jelas sebagai temuan penelitian mengkontraskan kelompok kata yang memiliki Demikianlah ciri-ciri Kosa kata dikelompokkan ke dalam satu kategori. Kemudian ditelaah ciri-ciri persaan dan perbedaan makna dua kata yang dikontraskan dua kata itu. Ciri-ciri dua kata itu berupa komponen-komponen Volume 1. No. Januari 2017 KESIMPULAN Dari paparan atas dapatlah disimpulkan bahwa dilihat dari aspek ketepatan, pada umumnya terjemahan surat Ali Imran yang diambil dari Al- w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan Quran dan Terjemahnya terbitan Kemenag adalah Larson, . Meaning-Based cukup tepat. Namun para pembaca memandang Translation: A Guide Crass-Language terjemahan itu kurang jelas. Artinya terjemahan Equivalence. itu cukup sulit untuk dipahami maknanya. Hal ini of America. Boston: Unversity Press disebabkan rendahnya kemampuan penerjemah Nida. dan Taber. The Theory dalam bahasa penerima yaitu bahasa Indonesia. and Practice of Translation. Leiden: The Rendahnya itu tampak pada struktur kalimat yang United Bible Societies. rumit, diksi yang kurang tepat, pemakaian tanda Rahmat. Interferensi Struktur baca yang tidak crmat, dan kalimat yang panjang- Bahasa Arab dalam Terjemahan Al- Menurut pembaca, terjemahan yang Quran: Terbitan Departemen Agama. mudah dipahami ialah memiliki struktur kalimat Bandung: IKIP. yang sederhana, memperhatikan ejaan, dan memilih kosa kata yang tepat dan lazim dipakai. Republika. Surat Pembaca. Jakarta: PT Abadi Bangsa. Kesimpulan di atas berimplikasi pada Yunus. Suatu Kajian tentang Teori- pengajaran menerjemah, yaitu bahwa mata kuliah Teori Terjemahan serta Implikasinya pengajaran menerjemah hendaknya mendidik dalam Pengajaran Bahasa. Disertasi pembelajar agar memiliki kompetensi disimilatif. IKIP Jakarta. yaitu kemampuan untuk membandingkan mengolah dua sistem bahasa dan budaya. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dikembangkan tiga pokok materi perkuliahan: . bahasa sumber dan bahasa penerima berikut kebudayaannya, . teori terjemah dan problematika teori penerjemahan, dan . praktik penerjemahan. Jadi, pengajaran DAFTAR PUSTAKA