Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 e-mail: pahlawanjurnal@gmail. com | P-ISSN: 2338-0853 | E-ISSN: 2685-9920 Hal. 226-238 | DOI: https://doi. org/10. 57216/pah. PENGARUH MOTIVASI AKADEMIK. POLA ASUH ORANG TUA, DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA Ananda Syarifatul Ummah1* & Ida Nur Aeni2 *1&2 Pendidikan Akuntansi. Universitas Negeri Semarang *Koresponden e-mail: anandasyarifa72@students. Submit Tgl: 26-April-2025 Diterima Tgl: 11-Juni-2025 Diterbitkan Tgl: 01-Oktober-2025 Abstract: This study aims to examine the influence of academic motivation, parenting patterns, and mediation of social media dependence by intensity of use on critical thinking skills of students of Economics Education. Semarang State University 2021. This study is a quanti-tative study involving 204 students who were taken through random sampling Based on SEM analysis, the results show that academic motivation and parenting patterns have a positive effect on critical thinking skills. Students' desire to develop through learn-ing, solving complex problems, and parenting patterns that provide good autonomy can improve critical thinking skills. In addition, the high intensity of social media use through mediation of social media dependence that is used wisely will have a positive and significant effect on critical thinking skills. This study provides an indication of critical thinking skills involving students and parenting patterns. Keywords: Critical Thinking. Social Media. Academic Motivation. Parenting Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh motivasi akademik, pola asuh orang tua, serta mediasi ketergantungan media sosial oleh intensitas penggunaannya terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Semarang Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan melibatkan 204 mahasiswa yang diambil melalui teknik random sampling. Berdasarkan analisis SEM, hasil menunjukkan bahwa motivasi akademik dan pola asuh orang tua berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis. Keinginan mahasiswa untuk berkembang melalui belajar, memecahkan masalah yang rumit, serta pola asuh orang tua yang memberikan otonomi dengan baik dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, intensitas penggunaan media sosial yang tinggi melalui mediasi ketergantungan media sosial yang digunakan secara bijak akan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini memberikan indikasi terkait kemampuan berpikir kritis yang melibatkan mahasiswa dan juga pola asuh orang tua. Kata kunci: Berpikir Kritis. Media Sosial. Motivasi Akademik. Pola Asuh Orang Tua Lisensi CC-BY | https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Cara mengutip Ummah. S, & Aeni. Pengaruh Motivasi Akademik. Pola Asuh Orang Tua, dan Media Sosial terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa. Pahlawan Jurnal PendidikanSosial-Budaya, 21. , 226Ae238. https://doi. org/10. 57216/pah. PENDAHULUAN Pendidikan adalah suatu mekanisme yang mendorong individu guna memperoleh sebuah kemampuan, pengetahuan, pengembangan potensi diri, peningkatan aksi dalam Ummah. S, & Aeni. Pengaruh Motivasi Akademik A Copyright A 2025: Ananda Syarifatul Ummah & Ida Nur Aeni bermasyarakat serta membantu individu dalam memahami dunia sekitarnya (Nurftama. Salah satu aspek terpenting dalam meningkatkan kemajuan sebuah negara adalah pendidikan (Amadi et al. , 2. Pendidikan berperan dalam meningkatkan keterampilan individu guna menghadapi tantangan perubahan globalisasi (Adermon et al. , 2. Pendidikan di negara berkembang harus berjuang mencari langkah tepat untuk meningkatkan kualitas (Alam, 2. Sebagai salah satu negara berkembang. Indonesia perlu meningkatkan aspek pendidikan sebagai upaya memajukan sebuah negara dengan memperhatikan secara masif aspek-aspek yang berkenaan dengan dunia pendidikan. Kunci utama dari keberhasilan tersebut adalah sumber daya manusia yang berkualitas (Razinkina et al. , 2. Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang merupakan aset besar bagi bangsa yang diharapkan dapat berguna bagi masa depan (Cahyono, 2. Perguruan tinggi adalah institusi yang bertanggungjawab dalam menyiapkan lulusan yang kompeten guna menyiapkan bekal dalam menghadapi era society 5. (Arsanti et al. , 2. Kemendikbud . menyatakan bahwa kompetensi yang harus dimiliki abad 21 dikembangkan dengan sebutan 4C, yaitu keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah . ritical thinking and roblem slovin. , keterampilan berpikir kreatif . reative thinkin. , komunikasi . , dan kolaborasi . Alasan tersebut dimaksud untuk mempersiapkan lulusan yang mampu terjun di lapangan kerja sesuai dengan tuntutan saat ini. Salah satu kemampuan yang perlu dimiliki mahasiswa perguruan tinggi tersebut adalah kemampuan berpikir kritis (Huber, 2. Kemampuan memiliki arti kecakapan seseorang dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitas. Kemampuan . merujuk pada kapasitas yang dimiliki oleh seorang individu dalam melaksanakan pekerjaan tertentu yang mana mencakup kemampuan intelektual dan kemampuan fisik (Surajiyo et , 2. Kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan seorang individu untuk mengolah dan menafsirkan segala sesuatu informasi dengan baik berdasarkan sudut Dalam proses berpikir kritis seorang individu diharapkan dapat memecahkan sebuah masalah, mengambil keputusan dengan bijak, dapat menganalisa hasil pikirnya dan melakukan penelitian (Syafei, 2. Menurut Persky et al . berpikir kritis merupakan sikap fleksibel, kemauan untuk merencanakan suatu hal dan merefleksikan diri sendiri, adaptif terhadap informasi, bersikap proaktif dan berilmu. Namun kualitas sumber daya manusia di Indonesia masih terbilang rendah, berdasarkan Global Competitivness Index (GCI) atau Indeks Daya Saing Global 2023. Indonesia berada diperingkat 34 dunia, jauh dibawah negara Singapura dan Malaysia. Salah satu penyebab tersebut adalah masih minimnya output berkualitas yang dihasilkan oleh perguruan tinggi. Selain itu, dibuktikan pula dengan data Programme for International Student Assesment (PISA) pada tahun 2022 lalu dimana Indonesia menempati peringkat ke-68 dari 81 negara, hal ini disebabkan salah satunya karena kualitas guru yang rendah. Sebagai mahasiswa Pendidikan Ekonomi yang diarahkan menjadi seorang guru, perlu meningkatkan kualitas untuk mempersiapkan diri menjadi tenaga pendidik yang berkompeten dan profesional. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mengingat dan menghafal sebuah materi, namun juga dituntut untuk dapat mengeksplor cara berpikirnya, menggali informasi, mengtransmisi pengetahuan dari sumber lain, menganalisa kemudian dapat mengungkapkan apa yang mereka pahami dari sudut pandang nya masing-masing. Peneliti telah melakukan observasi terhadap 30 mahasiswa secara acak di program studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Semarang dengan tujuan untuk mengetahui Ummah. S, & Aeni. Pengaruh Motivasi Akademik A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 bagaimana kemampuan berpikir kritis mahasiswa menggunakan kuesioner dengan indikator berpikir kritis versi bahasa Mandarin yang telah diadaptasi oleh Yu dan Yu . Berdasarkan hasil yang diperoleh melalui kuesioner, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Semarang masih memiliki kemampuan berpikir kritis yang rendah. Melalui 6 indikator berpikir kritis selfconfidence, inquisitiveness, systematicacy, cognitive maturnity, analiticy, dan truthseeking, mahasiswa memiliki kemampuan paling rendah pada indikator self-confidence dan inquisitiveness. Sebanyak 70% mahasiswa tidak yakin akan kemampuan dirinya berdasarkan subjektivitas orang lain serta tidak yakin pada diri sendiri akan kemampuan berpikir yang kreatif dan rasional. Mahasiswa juga enggan untuk mempelajari hal-hal baru yang menantang dan lebih menyukai untuk mempelajari suatu ilmu yang mereka minati saja, padahal self-confidence dan inquisitiveness merupakan dua hal penting sebagai tolok ukur kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kritis mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Menurut Vong . kemampuan berpikir kritis dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dari dalam diri dan luar diri. Salah satu faktor dari dalam yang mempengaruhi kemampuan tersebut adalah motivasi (Syarnubi et al. , 2. Motivasi merupakan suatu yang mendorong diri seseorang guna melakukan sebuah perbuatan atau aktivitas untuk menggapai suatu tujuan masing-masing individu (Robbins, 2. Menurut McDonald dalam Masni . motivasi ditandai dengan adanya suatu energi yang berubah di dalam jiwa seseorang yang berdampak pada emosi, perilaku, dan respon guna mencapai sebuah Motivasi yang digunakan pada penelitian ini mengarah pada motivasi akademik. Berestova et al . menyatakan bahwa motivasi akademik bukan hanya mempengaruhi prestasi di bidang akademik saja, namun memiliki arti bahwa motivasi ini dapat tertuju untuk berkeinginan mempunyai kemampuan dan keterampilan profesional dalam melakukan sebuah perbuatan yaitu salah satunya kemampuan berpikir kritis. Ryan dan Deci . dengan teori self-determination nya mengatakan dengan sebuah motivasi, individu akan lebih bergairah dan memiliki arah dalam melakukan sebuah Semakin tinggi motivasi seseorang, semakin tinggi pula dorongan, usaha dan tekat yang diupayakan, sehingga kemampuan berpikir kritisnya juga semakin tinggi (Nugraha et al. , 2. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian (Yuan et al. , 2. dan penelitian Berestova et al . yang menggunakan skala dari (Gordeeva et al. , 2. menyatakan bahwa mahasiswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah dapat disebabkan karena rendahnya motivasi akademik. Semakin tinggi motivasi akademik mahasiswa, semakin tinggi pula keterampilan dalam berpikir, misalnya dalam mengambil sebuah keputusan serta merefleksikan sesuatu. Penelitian Berestova . juga menggunakan skala yang berbeda dalam mengukur motivasi akademik terhadap kemampuan berpikir kritis dengan menggunakan tes Watson Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA) yang hasilnya menyatakan bahwa tidak ada hubungan dan pengaruh diantara keduanya. Selain faktor dari dalam diri, terdapat juga faktor dari luar yang dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kritis mahasiswa, yaitu pola asuh orang tua. Lingkungan keluarga dianggap penting karena merupakan tempat pertama anak melakukan interaksi dan komunikasi dimana pertumbuhan setiap anak terjadi Beberapa hal yang berkenaan dengan pertumbuhan anak seperti cara Ummah. S, & Aeni. Pengaruh Motivasi Akademik A Copyright A 2025: Ananda Syarifatul Ummah & Ida Nur Aeni membimbing, mengasuh secara terus-menerus dapat menghasilkan suatu perilaku dan sifat yang statis pada diri anak (Huang et al. , 2. Pengasuhan orang tua yang positif dengan memberikan hak otonomi kepada anak melalui kasih sayang yang besar akan mempengaruhi disposisi kemampuan berpikir kritis (Wang et al. , 2. Pada penelitian Rahmawati . dan Fadhil . menyatakan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh positif dimana tidak mengekang namun tetap memberikan arahan serta memberikan kebebasan batas wajar pada anak akan berpengaruh baik terhadap kemampuan berpikir kritis. Selain pola asuh orang tua, faktor dari luar yang dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kritis mahasiswa yaitu penggunaan media sosial (Yu, 2. Perkembangan teknologi digital telah mengintervensi kehidupan manusia, terutama bagi generasi muda. Masyarakat dapat menjangkau informasi dengan mudah dan cepat menggunakan media sosial sebagai perantara, misalnya seperti WhatsApp. Instagram. YoutTube. Twitter. Telegram. Tiktok, dan Facebook. Menurut data APJII . menyebutkan bahwa pada tahun 2024, total pengguna internet di Indonesia menyentuh angka 79,5% dari total populasi penduduk yang mana mayoritas pengguna adalah Generasi Z . Mereka menghabiskan 54% waktunya untuk bermain media sosial (Olla et al. Salah satu media sosial yang banyak diakses oleh generasi Z saat ini adalah Instagram dengan jumlah 51,9% dari jumlah total generasi Z di Indonesia (APJII, 2. Melalui Instagram, masyarakat terutama generazi Z dapat mendapatkan banyak informasi terkait dengan akademik, berita dan hiburan (Feroza, 2. Menggunakan media sosial dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis karena melalui platform tersebut siswa dapat melakukan berbagai kegiatan berkenaan dengan informasi, seperti mendapatkan pengetahuan baru, mampu menganalisis, mengevaluasi, mengekspresikan gagasan, menghasilkan dan juga menerapkan ide atau pikiran yang sudah ia dapatkan melalui platform media sosial (Kustijono, 2. Namun Sriram . dan Galindo . dalam penelitian mereka menyatakan tidak ada pengaruh antara intensitas penggunaan media sosial terhadap kemampuan berpikir kritis. Intensitas penggunaan media sosial yang tidak terkendali dapat mempengaruhi produktivitas akademik (Sihite, 2. Menurut Kristiyono . menyebutkan bahwa salah satu efek penggunaan media sosial berlebih adalah ketergantungan. Konstruksi diri yang berbeda tersebut dapat mepengaruhi ketergantungan fleksibilitas mereka terhadap media sosial dengan hasil gaya berpikir kognitif dan afektif yang berbeda pula tiap individu (Xu et al. , 2. Ketergantungan media sosial adalah perasaan sulit untuk meninggalkan aktivitas bermain media sosial hingga timbul perasaan gelisah dan tidak tenang apabila menghiraukannya. Cheng et al . dalam penelitiannya menyatakan bahwa intensitas penggunaan media sosial memiliki korelasi positif terhadap kemampuan berpikir kritis dan berkorelasi negatif terhadap ketergantungan penggunaannya, namun ketergantungan penggunaan media sosial berhasil memediasi antara intensitas penggunaan dengan kemampuan berpikir kritis. Olla . juga menyatakan bahwa intensitas penggunaan media sosial yang tinggi menyebabkan ketergantungan yang memiliki efek buruk. Namun penelitian Purwanti . menemukan hasil bahwa semakin besar penggunaan media sosial, maka kemampuan berpikir mahasiswa semakin tinggi. Berdasarkan senjangan penelitian sebelumnya, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh motivasi akademik, pola asuh orang tua, dan mediasi ketergantungan media sosial pada intensitas penggunaan media Ummah. S, & Aeni. Pengaruh Motivasi Akademik A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 sosial terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi 2021 Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini menggunakan teori self-determination dari Ryan dan Deci . dimana teori ini mendefinisikan sebagai motivasi, emosi, kepribadian dengan mengarah pada konteks sosial seseorang yang didasarkan pada tiga jenis kebutuhan, yaitu autonomi, kompetensi dan keterkaitan. Teori self-determination menjelaskan bahwa individu berorientasi pada dirinya sendiri terhadap pengaturan diri dan kekuatan sosial yang akan berdampak pada pengembangan kepribadian. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Pendekatan kuantitatif kausal adalah sebuah jenis penelitian statistik yang bertujuan untuk menghubungkan suatu variabel dengan variabel lain yang memiliki sebab akibat (Sugiyono, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh motivasi akademik (X. , pola asuh orang tua (X. dan intensitas penggunaan media sosial (X. terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa (Y) dimana variabel independen intensitas penggunaan media sosial dimediasi oleh ketergantungan pengunaan media sosial (M). Berikut adalah model penelitian ini: Gambar 1. Model Penelitian Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Semarang yang berjumlah 419 mahasiswa. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional random sampling dimana jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 204 responden. Pengumpulan data yang dipilih adalah berupa instrumen penelitian atau kuesioner. Penelitian ini melibatkan 5 variabel yaitu 3 variabel independen, 1 variabel mediasi, dan 1 variabel dependen. Variabel independen yang pertama adalah motivasi akademik. motivasi akademik adalah keinginan atau tekad mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan profesionalnya bukan hanya untuk kepentingan prestasi akademik, namun juga keterampilan yang perlu diasah guna menjadi seseorang yang dapat berperilaku lebih Pengukuran variabel motivasi akademik mengadopsi instrumen Gordeeva et al . Variabel independen kedua adalah pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua didefinisikan dengan adanya ikatan emosional berupa pola asuh dengan pemberian otonomi, kebebasan dengan batas wajar serta kasih sayang dari orang tua terhadap anak dan akan membuat anak mengeksplor dirinya sendiri secara lebih luas sehingga kemampuan berpikir kritisnya juga lebih tinggi. Instrumen yang digunakan adalah PPASS (Perceived Parental Autonomy Support Scal. yang diadopsi dari Inda-Caro et al . Ketiga adalah variabel intensitas penggunaan media sosial dimana menjelaskan Ummah. S, & Aeni. Pengaruh Motivasi Akademik A Copyright A 2025: Ananda Syarifatul Ummah & Ida Nur Aeni durasi dan frekuensi yang digunakan mahasiswa dalam menggunakan media sosial setiap Instrumen intensitas penggunaan media sosial diadopsi dari Ellison et al . Kemudian variabel dependen dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir Variabel ini didefinisikan sebagai kemampuan mahasiswa untuk melakukan aktivitas kognitif, mengolah, menafsirkan, menganalisa, dan bersikap adaptif terhadap suatu hal yang dijumpai baik berupa informasi maupun pemecahan masalah, sehingga dapat menjadi mahasiswa yang bijak. Instrumen pada penelitian ini menggunakan pengukuran CCTDI (California Critical Thinking Disposision Inventor. yang diadopsi dari Yu . Variabel ketergantungan media sosial memediasi pengaruh antara intensitas penggunaan media sosial dan kemampuan berpikir kritis. Ketergantungan mencerminkan kecanduan mahasiswa terhadap media sosial yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari, baik secara langsung maupun tidak langsung. Instrumen penelitian ini menggunakan pengukuran MPAI (Mobile Phone Addiction Inde. yang diadopsi dari Leung . Sebelum melakukan uji hipotesis penelitian, peneliti melakukan uji validitas dan uji reliabilitas instrumen berdasarkan penelitian Sugiyono . dengan menggunakan skala likert 4. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis SEM (Structural Equation Modelin. dengan bantuan SmartPLS 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Peneliti melakukan prosedur analisis data dengan bantuan SmartPLS 3. 0 yaitu dengan pengukuran Outer Model. Inner Model, dan pengujian hipotesis. Uji Validitas Berikut adalah hasil outer loading . onvergen validit. penelitian ini: Gambar 2. Outer Loading Ummah. S, & Aeni. Pengaruh Motivasi Akademik A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 Gambar 2 menjelaskan bentuk validitas konvergen yang digunakan untuk mengukur tiap item. Indikator dianggap valid apabila nilai loading factor > 0,70. Peneliti telah memodifikasi indikator yang masih < 0,70 hingga validitas konvergen terpenuhi dan seluruh variabel dapat digunakan dalam penelitian ini. Selain outer loading, untuk melihat validitas instrumen juga dapat dilihat melalui discriminant validity dibagian nilai HTMT (Heteroit-Monotrait Rati. sebagai Tabel 1. Nilai HTMT (Heteroit-Monotrait Rati. 0,126 0,151 0,373 0,166 0,767 0,137 0,803 0,095 0,694 0,150 Sumber: SmartPLS 2025 Tabel 1 menunjukkan nilai HTMT (Heteroit-Monotrait Rati. yang digunakan untuk mengevaluasi validitas diskriminan dalam Structure Equation Modeling (SEM) dengan Partial Least Squares (PLS) yang seluruhnya memiliki nilai < 0,9, sehingga validitas diskriminan dianggap memadai. Uji Reliabilitas Berikut nilai CronbachAos Alpha sebagai pengukur reliabilitas instrumen: Tabel 1. Nilai CronbachAos Alpha Variabel CronbachAos Alpha Keterangan Motivasi Akademik (X. 0,795 Reliabel Pola Asuh Orang Tua (X. 0,925 Reliabel Intensitas Penggunaan Media Sosial (X. 0,866 Reliabel Ketergantungan Penggunaan Media Sosial (M) 0,870 Reliabel Kemampuan Berpikir Kritis (Y) 0,928 Reliabel Sumber: SmartPLS 2025 Seluruh variabel pada tabel 2 menunjukkan cronbachAos alpha > 0,70 seperti terlihat pada Tabel 2 diatas. Sehingga, seluruh data lolos uji ketergantungan. Nilai cronbach alpha digunakan untuk mengukur reliabilitas pada analisis PLS-SEM. Selain CronbachAos Alpha, reliabilitas instrumen dapat dilihat pada tabel AVE (Average Variance Extracte. sebagai berikut: Tabel 2. Nilai AVE (Average Variance Extracte. Variabel Average Variance Extracted Keterangan Motivasi Akademik (X. 0, 654 Reliabel Pola Asuh Orang Tua (X. 0,652 Reliabel Intensitas Penggunaan Media Sosial (X. 0,636 Reliabel Ummah. S, & Aeni. Pengaruh Motivasi Akademik A Copyright A 2025: Ananda Syarifatul Ummah & Ida Nur Aeni Ketergantungan Penggunaan Media Sosial (M) 0,626 Reliabel Kemampuan Berpikir Kritis (Y) 0,621 Reliabel Sumber: SmartPLS 2025 Pembahasan Berdasarkan pengolahan model struktural pada Tabel 4, maka dijelaskan sebagai Motivasi akademik berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir Hal ini terlihat pada nilai P values menunjukkan angka 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis 1 terdukung. Mahasiswa yang memiliki keinginan pada dirinya sendiri untuk dapat berkembang melalui belajar, memecahkan masalah yang rumit, menjalankan segala kewajiban pendidikannya untuk karir di masa depan maka dapat meningkatkan kemampuan kognitif, sistematis, analitis dan rasa ingin tahu yang tinggi. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa semakin tinggi motivasi akademik maka akan semakin tinggi juga kemampuan berpikir kritis nya (Berestova et al. , 2. Pola asuh orang tua berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir Hal ini terlihat pada nilai P values menunjukkan angka 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis 2 terdukung. Pola asuh orang tua yang memberikan otonomi dan kebebasan dengan wajar akan membuat anak lebih percaya diri, dapat berpikir analitis, kritis serta mandiri. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Wang . Fadhil . Sartini . yang mengungkapkan bahwa pola asuh orang tua yang positif akan mendorong disposisi kemampuan berpikir kritis pada Intensitas penggunaan media sosial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis. Hal ini dapat terlihat nilai P values menunjukkan angka 0,581 > 0,05 sehingga hipotesis 3 tidak terdukung. Intensitas penggunaan Instagram yang tinggi maupun rendah tidak berpengaruh pada kemampuan kognitif dan truth-seeking mahasiswa, yang artinya kemampuan berpikir kritisnya tidak berubah. Sejalan dengan penelitian Nariswari . dan Sriram . yang menyatakan bahwa belum ditemukan pengaruh yang signifikan lebih lanjut terkait penggunaan media sosial terhadap kemampuan yang mengarah pada berpikir kritis. Penelitian Galindo . juga menyatakan bahwa intensitas penggunaan media sosial tidak dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Intensitas penggunaan media sosial berpengaruh secara signifikan terhadap ketergantungan penggunaan media sosial. Hal ini terlihat pada nilai P values menunjukkan angka 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis 4 terdukung. Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial pada mahasiswa, maka semakin tinggi pula tingkat ketergantungannya terhadap media Ummah. S, & Aeni. Pengaruh Motivasi Akademik A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 sosial tersebut. Penggunaan media sosial Instagram tanpa memperhatikan durasi akan membuat mahasiswa menjadi kecanduan dan ketergantungan. Mahasiswa menjadi sulit lepas dari ponsel dan dapat mempengaruhi pola hidup mereka seperti waktu istirahat yang berantakan, merasa hampa dan bosan apabila tidak membuka Instagram, serta produktivitas menjadi menurun. Sejalan dengan Pramesi et al . yang mengungkapkan bahwa penggunaan media sosial dapat menyebabkan ketergantungan. Olla et al . juga mengungkapkan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial yang tinggi akan membuat ketergantungan penggunanya dan menyebabkan kurangnya waktu tidur. Ketergantungan penggunaan media sosial berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis. Hal ini terlihat pada nilai P values menunjukkan angka 0,018 < 0,05, sehingga hipotesis 5 terdukung. Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat ketergantungan penggunaan media sosial pada mahasiswa, maka semakin tinggi pula kemampuan kognitif, analitis, dan truth-seeking yang Sejalan dengan penelitian Gultom et al . ketergantungan media sosial Instagram yang digunakan untuk hal-hal positif seperti berinteraksi dengan orang lain sehingga dapat membuka sudut pandang lebih luas, mencari dan mendapatkan informasi serta pengetahuan penting, sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Hasil pengujian hipotesis pada Tabel 5 dijelaskan sebagai berikut: Ketergantungan penggunaan media sosial mampu memediasi pengaruh inten-sitas penggunaan media sosial terhadap kemampuan berpikir krits. Hal ini ter-lihat pada nilai P values menunjukkan angka 0,003 < 0,05, sehingga hipotesis Hal ini menjelaskan bahwa intensitas penggunaan media sosial memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis me-lalui ketergantungan media sosial. Sejalan dengan penelitian Cheng et al . bahwa intensitas penggunaan media sosial mampu mempengaruhi kemampuan kritis melalui ketergantungan. Purwanti . dan Setiawardani . dalam hasil penelitiannya menyatakan bahwa penggunaan media sosial yang tinggi dapat menjadi alat efektif yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis apabila digunakan dengan bijak dan positif. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi akademik dan pola asuh orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis. Motivasi yang tinggi seperti kesadaran mengembangkan diri, serta pola asuh orang tua yang memberikan otonomi dengan baik berkontribusi pada peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Semarang 2021. Intensitas penggunaan media sosial tidak berpengaruh langsung, tetapi melalui ketergantungan penggunaan dapat memengaruhi keterampilan berpikir kritis. Ummah. S, & Aeni. Pengaruh Motivasi Akademik A Copyright A 2025: Ananda Syarifatul Ummah & Ida Nur Aeni Saran