NILAI PENDIDIKAN LINGKUNGAN DALAM NASKAH DRAMA PADA SEBUAH TAMAN KARYA HUSEN: KAJIAN EKOKRITIK SASTRA *Dinna Fitriani1. Yusra D2 Universitas Jambi12 *Corresponding author e-mail: Dinnafitriani2020@gmail. Abstrak Manusia merupakan makhluk yang memiliki sifat konsumtif yang sebagian besarnya hanya bisa mengkonsumsi tanpa bertanggung jawab sebagaimana mestinya memperlakukan lingkungan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kritik ekologi di naskah drama Pada Sebuah Taman dengan kajian ekokritik sastra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang memuat nilai pendidikan lingkungan. Pendekatan penelitian ini menggunakan kajian Ekokritik sastra atau kritik lingkungan. Pada naskah drama pendek Pada Sebuah Taman tersebut, menceritakan lingkungan yang tercemar akan sampah, dan tidak ada reaksi sama sekali dari pejabat untuk membantu menjaga kebersihan, sehingga semua pepohonan, bunga-bunga di taman harus tergerus banjir yang dikarenakan air hujan yang menggenang. Adapun beberapa nilai-nilai yang terdapat dalam naskah drama pendek yaitu pentingnya kesadaran dalam menjaga lingkungan sekitar, harus bergotong royong untuk menciptakan lingkungan yang indah, saling menjaga antara makhluk hidup, tumbuhan, manusia, dan hewan. Melalui kajian ini diharapkan dapat melihat dan menerapkan nilai pendidikan lingkungan di kehidupan pembaca serta membantu masyarakat sadar akan perlunya menjaga lingkungan sekitar Kata kunci: sastra, lingkungan, ekokritik Abstract Humans are creatures with a consumptive nature, most of whom can only consume without being responsible and treating the environment well. The aim of this research is to examine ecological criticism in the drama script Pada A Taman with a literary ecocritical study. This research uses descriptive qualitative methods. The data in this research is in the form of words, phrases, clauses and sentences that contain the value of environmental education. This research approach uses literary ecocriticism or environmental criticism. The short drama script Pada A Park tells of an environment that is polluted by rubbish, and there is no reaction at all from officials to help maintain cleanliness so that all the trees and flowers in the park have to be destroyed by floods caused by stagnant rainwaterThere are several values contained in the short drama script, namely the importance of awareness in protecting the surrounding environment, having to work together to create a beautiful environment, mutually looking after living creatures, plants, humans and Through this study, it is hoped that we can see and apply the value of environmental education in readers' lives and he lp people become aware of the need to protect the surrounding environment Keywords: literature, ecocritic, environment PENDAHULUAN Alam merupakan wadah bagi manusia yang memiliki banyak peran. Alam juga menyediakan sumber daya untuk manusia di bumi. Manusia merupakan makhluk yang memiliki sifat konsumtif yang sebagian besarnya, hanya bisa mengkonsumsi tanpa bertanggung jawab sebagaimana mestinya memperlakukan lingkungan dengan baik. Dari sifat konsumtif tersebut cenderung menimbulkan kerusakan lingkungan dan perubahan tatanan ekosistem sehingga menyebabkan sumber daya alam yang kurang. Kondisi lingkungan saat ini sangat memprihatinkan, sejalan dengan hasil analisis Greenpeace . menyatakan bahwa terdapat 3. hektar lahan terbakar tahun 2015 sampai 2018. Perburuan hewan yang dilindungi dan eksploitasi alam dalam bentuk illegal logging merupakan sebuah kondisi yang terus menjadi problematika yang tidak hanya terjadi di perkotaan, tetapi juga di pedesaan dengan latar belakang sosiologis masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadat dan pengelolaan lingkungan alam secara tradisional (Syarif. Populasi manusia yang meningkat dengan cepat dan cara berpikir manusia saat ini juga seringkali berganti sesuai perkembangan zaman, sehingga kepedulian terhadap lingkungan terabaikan, dan manusia sadar bahwa mereka sendiri yang merusak alam lingkungannya sendiri. Pengkajian ekologi dalam karya sastra saat ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Lingkungan juga merupakan wadah manusia untuk belajar mengenai alam Banyak nilai pendidikan yang terdapat di lingkungan sekitar. Di sekolah juga sudah diimplementasikan peduli lingkungan dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar sekolah, yang ditanamkan melalui pendidikan karakter. Peduli terhadap lingkungan juga termasuk dalam nilai karakter nasionalis. Hal ini sejalan dengan Kemendiknas tahun 2010 yang menyatakan bahwa karakter peduli lingkungan merupakan sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan lingkungan serta mengembangkan upaya untuk memperbaiki kerusakan alam (Muchtar & Suryani, 2. Adapun salah satu upaya menumbuhkan nilai nasionalis yaitu, bagaimana cara untuk bersikap, berfikir, dan melakukan hal yang menunjukan jiwa kesetiaan, penghargaan, dan kepedulian terhadap lingkungan, ekonomi, budaya, social, dan politik bangsa tanpa adanya kepentingan individu dan kelompok (Tawari & Alhadar, 2. Nilai-nilai yang terkandung dalam karakter nasionalis yaitu, menjaga lingkungan, menjaga kekayaan alam, cinta tanah air, dan disiplin. Pendidikan karakter tidak akan bisa tercapai tanpa adanya dorongan dari keluarga, sekolah, lingkungan sekolah, dan masyarakat luas. Oleh sebab itu, pendidikan karakter melibatkan semua kepentingan dalam pendidikan. Suatu pendidikan tidak akan berhasil dalam pembentukan dan pendidikan karakter, apabila tidak ada kesinambungan dan keharmonisan dalam lingkungan pendidikan (Annisa, 2. Banyak sastrawan dan seniman menciptakan suatu karya dengan lingkungan Lingkungan merupakan bagian yang sering dijadikan sebagai representasi imajinasi pengarang dalam membuat suatu karya sastra. Hal Ini merupakan suatu cara yang dilakukan oleh pengarang untuk mengajak kaum muda bersama-sama memelihara lingkungan melalui karya sastra. (Nugroho, 2. menjelaskan bahwa karya sastra tercipta sebagai suatu kegiatan kreatif dan inovatif dalam betuk tulisan atau tercetak yang memiliki nilai keindahan dan tentunya tidak dapat dipisahkan dengan pengajaran bahasa, keduanya saling melengkapi, terutama sekali dalam pembelajaran bahasa yang selalu menggunakan karya sastra sebagai objek utamanya dalam menjelaskan dari ciri dan fungsi bahasa tersebut. Oleh karena itu, umumnya setiap karya sastra memiliki dua unsur yaitu unsur ektrinsik dan unsur intrinsik, yang terbentuk dari bahasa yang indah. Unsur ektrinsik yaitu unsur luar yang mempengaruhi karya sastra itu, misalnya nilai moral, nilai agama, nilai sosial, nilai budaya, dan nilai lingkungan. Salah satu karya sastra yaitu naskah drama. Naskah drama merupakan alternatif pengarang dalam menjelaskan suatu fenomena termasuk nilai Satu diantara naskah drama yang berkaitan dengan lingkungan yaitu naskah drama Pada Sebuah Taman yang ditulis oleh Husen. Husen merupakan salah satu penulis naskah drama didalam buku Bayang . an dengan judul naskah drama Pada Sebuah Taman yang diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jakarta. Kajian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu kajian ekokritik sastra. Ekologi adalah sebuah ilmu mengenai lingkungan. Ekologi sastra merupakan perspektif untuk memahami lingkungan dalam sastra (Fatin, 2. Ekologi sastra adalah ilmu ekstrinsik sastra yang mendalami masalah hubungan sastra dengan lingkungannya (Sulistijani, 2. Ekokritik sastra merupakan studi kritis multidisipliner ekologi dan sastra. Mensyaratkan kehadiran, kebersamaan, dan kesatupaduan berbagai teori kritis, kritik sastra, kebudayaan, dan etika lingkungan (Fatin, 2. Ekokritik sastra dapat diterapkan dalam kompetensi dasar sastra dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Jurnal (Garrard & Gregg, 2013:. menyatakan topik akhir pengajaran ekokritik adalah studi budaya hijau. Menurut Garrad (Juanda, 2. ekokritisisme mengeksplorasi cara-cara mengenai bagaimana kita membayangkan dan menggambarkan hubungan antara manusia dan lingkungan dalam segala bidang hasil budaya. Ekokritisisme diilhami gerakangerakan lingkungan modern. Greg Garrard menelusuri perkembangan gerakan itu dan mengeksplorasi konsep-konsep yang terkait tentang ekokritik, sebagai berikut: , hutan belantara . , bencana . , perumahan/tempat tinggal . , binatang . , dan bumi . Penelitian yang relevan dengan penelitian ini, yaitu AuEksplorasi Nilai Pendidikan Lingkungan Cerpen Daring Republika: kajian EkokritikAy oleh Juanda. Penelitian ini mengkaji naskah drama Pada Sebuah Taman yang berkaitan dengan lingkungan, karena pada saat ini banyak masyarakat yang sangat tidak memperhatikan lingkungan sekitar. Permasalahan lingkungan sudah seharusnya sangat diperhatikan. Oleh sebab itu, peneliti menggunakan kajian ekokritik sastra untuk membantu menyelesaikan permasalahan lingkungan, hal ini sejalan dengan pendapat Garrard (Harsono, 2. menyebutkan bahwa ekokritik dapat membantu menentukan, mengekplorasi, dan menyelesaikan masalah ekologi (Juanda, 2. Melalui kajian ini diharapkan dapat melihat dan menerapkan nilai pendidikan lingkungan di kehidupan pembaca serta membantu masyarakat sadar akan perlunya menjaga lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kritik ekologi di naskah drama Pada Sebuah Taman dengan kajian ekokritik sastra. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dilakukan semata-mata hanya berdasarkan pada fakta yang ada atau fenomena yang memang secara empiris hidup pada penuturnya, dimaksudkan sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya (Juanda. Fokus penelitian ini adalah nilai pendidikan lingkungan yang terdapat di dalam naskah drama Pada Sebuah Taman. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang memuat nilai pendidikan lingkungan. Pendekatan penelitian ini menggunakan kajian Ekokritik sastra atau kritik lingkungan. Sumber data dalam penelitian ini adalah naskah drama Pada Sebuah Taman karya Husen, dalam kumpulan naskah drama Bayang (K)an yang diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jakarta. Naskah drama tersebut dijadikan sebagai sumber data diantara puluhan Nama autor 1 / Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 5 . 5 naskah drama lainnya karena telah memenuhi indikator yang telah ditetapkan secara objektif. Teknik pengumpulan data yakni teknik dokumentasi dengan metode baca dan pencatatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah membaca naskah drama Pada Sebuah Taman karya Husen, penulis akan memaparkan fakta yang ditemukan sebagai bentuk kepedulian husen terhadap lingkungan dan protes kepada pemerintah megenai lingkungan hidup, juga sebagai gagasan Husen mengenai taman dan lingkungannya yang tidak dijaga. Naskah drama Pada Sebuah Taman merupakan drama pendek yang mengangkat mengenai lingkungan yang telah rusak. Drama ini mengisahkan seorang ayah dan anak yang sangat peduli dengan lingkungannya. HASIL Pada naskah drama pendek Pada Sebuah Taman tersebut menceritakan lingkungan yang tercemar akan sampah, dan tidak ada reaksi sama sekali dari pejabat untuk membantu menjaga kebersihan sehingga semua pepohonan, bungabunga di taman harus tergerus banjir yang dikarenakan air hujan yang Adapun beberapa nilai-nilai yang terdapat dalam naskah drama pendek yaitu A Pentingnya kesadaran dalam menjaga lingkungan sekitar A Harus bergotong royong untuk menciptakan lingkungan yang indah A Saling menjaga antara makhluk hidup, tumbuhan, manusia, dan hewan PEMBAHASAN SINOPSIS Pada sebuah taman kota, pepohonan dan bunga-bunga tumbuh segar mengelilingi taman. Pohon beringin besar gagah berdiri diapit berbagai pohon kecil dan bunga-bunga berbagai warna. Mereka selalu riang saat musim hujan tiba, bernyanyi dan menari bersama hujan. Ketika matahari bersinar terang, mereka bersedih karena sampah plastik di mana-mana, botol air mineral, dan bungkus jajanan berserakan. Bersama daun-daun kering yang diterbangkan angin. Ayahnya Jaya bertugas membersihkan sampahsampah. Kadang Jaya ikut membersihkan sampah bersama ayahnya sepulang sekolah. Jaya sering merasa kasian kepada pepohonan dan tanah ketika sampah-sampah berserakan disekitar pepohonan dan menempel pada tanah. Ia membayangkan cacingcacing di tanah itu kepanasan. Pada suatu hari setelah hujan. Jaya mendengar nyanyian sedih para pepohonan dan para cacing. Jaya merangkak di atas tanah untuk mendengar perbincangan mereka. Menempelkan telinganya pada tanah, dan pepohonan. Berlari ke sana kemari, sibuk membersikan sampah plastik yang menutupi jalan napas mereka. Ayahnya datang membawa gerobak sampah. Jaya perotes, kenapa ayah membiarkan sampah-sampah berserakan sehingga pepohonan dan cacing kepanasan? Ayahnya tersenyum dan bercerita bahwa sepasang tangannya tidak sanggup lagi membersihkan sampah-sampah tanpa bantuan manusia lain untuk membuang sampah pada tempatnya. "Kecepatan reproduksi bungkus plastik lebih cepat dan lebih besar tenaganya daripada ayah," katanya dengan sedih. Ketika ayahnya sedang menyapu taman, pepohonan memanggil Jaya, lalu mengatakan AuJaya harus membuat lebih banyak lagi tempat sampah sekaligus memisahkan sampah plastik dan sampah organik. Letakkan tempat sampah dalam jarak setiap sembilan langkah . rganic dan inorgani. Jika tidak, maka pepohonan, para cacing, dan penghuni tanah akan mati. Air akan tergenang dan tak bisa pulang ke dalam tanah, tertahan sampah dan menenggelamkan taman ini. "Kami akan tumbang bersama hujan,Ay Sanggupkah ayah Jaya menyediakan tempat sampah itu? NILAI PENDIDIKAN LINGKUNGAN Tujuan pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia. Indikatornya yaitu menjadikan manusia yang mempunyai kesadaran, pemahaman, dan keterampilan sebagai individual person maupun social person (Purwanti, 2. Sebuah karya sastra harus mengandung nilai-nilai pendidikan. Melalui karya sastra, nilai-nilai pendidikan diharapkan mampu memberikan distribusi positif bagi para penikmat karya. Dalam naskah drama Pada Sebuah Taman terdapat beberapa dialog dan adegan yang mencerminkan sikap peduli, yang dapat membantu membangun karakter penonton dan pembacanya. Nilai Pendidikan lingkungan adalah nilai karakter yang akan dikupas pada naskah drama ini. Naskah drama Pada Sebuah Taman adalah salah satu naskah drama yang unik, karena menampilkan tokoh-tokoh tumbuhan dan binatang, tidak hanya manusia dalam naskah itu. Tokoh yang muncul adalah pohon, hujan, cacing. Bunga, dan manusia. Tema yang diangkat dalam naskah drama Pada Sebuah Taman adalah pencemaran lingkungan akibat keserakahan manusia. Seperti ada dialog dibawah ini: Adegan 1 Cacing : Aku tidak bisa bernafas, tak ada air di dalam tanah. Pohon 1 : Merangkak keluarlah cacing Pohon 2 : Mungkin matahari akan membantu Bunga 1 : dan angin akan memberimu nafas baru Bunga 2 : Jangan takut cacing. Keluarlah! Cacing: aku tidak takut! Aku tidak bisa bergerak Bunga 3 : Kenapa tidak bisa bergerak? Cacing: sampah menghalangi jalanku uhuk uhuk . acing Pada adegan ini, meneritakan percakapan antara tumbuhan dan hewan. Cacing merupakan binatang penyubur tanah, yang tidak bisa bernafas dan mendapatkan air karena terhalang dengan banyaknya sampah yang berserakan. Adegan 2 Jaya : . ambil memungut sampah plasti. sampah nakal, plastik kumal pergilah jangan kembali. Ayah : Kenapa marah, plastik tak salah sampah tak salah Jaya : Kenapa ayah tak membersihkan taman dari sampah? Cacing tak bisa bernafas, pohon, dan bunga juga. Ayah : Tangan ayah hanya dua, tua dan lelah ayah butuh manusia agar tak buang sampah di taman ini dan di mana-mana. Pada adegan ini, menceritakan betapa perlunya kesadaran manusia akan menjaga lingkungan sekitar, semua tidak bisa dikerjakan sendiri, sebagai makhluk hidup harus saling bekerja sama dalam menjaga lingkungan sekitar dan merawatnya. Adegan 3 Pepohonan dan bunga: Jaya hai Jaya sampaikan pada manusia pesan kami yang Jaya : Bicaralah teman-temanku aku akan mendengarmu Pepohonan, cacing, dan air Pepohonan dkk : Buatlah 100 tempat sampah, pisahkan yang dari alam dan bukan dari alam, sepasang tempat sampah setiap 9 langkah Jaya : Aku akan sampaikan pada ayah sabarlaha Pepohonan dkk : Kami sudah bersabar, sangat sabar namun manusia tak Pada adegan ini, seorang anak manusia yang bernama Jaya mendengarkan keluh kesah dari tumbuhan dan hewan, yang sudah cukup sabar dalam menghadapi perangai manusia. Adegan 4 Jaya : Ayah oh ayah, kita harus segera membuat 1000 tempat sampah sepasang setiap 9 langkah ayolah ayah! Ayah : Ayah harus lapor pak lurah, lurah lapor pak camat, camat lapor bupati, bupati lapor gubernur mereka semua sedang tidur. Jaya : Kata ayah mereka semua sedang tidur tak bisa segera, bersabarlah Pepohonan dkk : Jika semua tidur, hujan tak bisa pulang ke tanah yang dalam menggenang penuh banjir dan kami semua mati. Pada adegan ini, perlunya kesadaran penguasa akan pentingnya menjaga lingkungan, ini tidak bisa dilakukan oleh tukang sapu jalanan saja tapi bantuan dari pejabat untuk tempat yang nyaman dan lingkungan yang bersih. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa naskah drama Pada Sebuah Taman memuat nilai lingkungan. Di dalam naskah tersebut, mengisahkah semua tokoh yang berperan menjadi tumbuhan dan hanya ada dua saja yang menjadi manusia. Fenomena lingkungan dominan menyoroti pencemaran lingkungan dengan sampah plastik. Dalam interaksi tokoh dengan lingkungan dalam naskah drama tersebut, memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai keseimbangan alam, agar bumi dan isinya lestari, guna keberlanjutan hidup Pemanfatan lingkungan untuk kehidupan sehari-hari menjadikan bumi bersih dari sampah plastik. Pendidikan lingkungan dalam naskah drama Pada Sebuah Taman, yaitu: menjaga kelestarian lingkungan, pembuatan tong sampah di lingkungan sekitar, menyadarkan petinggi akan pentingnya menjaga alam, karena tidak bisa hanya dilaksanakan oleh petugas kebersihan saja, membuang sampah pada tempatnya. dan tolong menolong antara makhluk bumi. DAFTAR RUJUKAN Annisa. Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Disiplin Pada Siswa Sekolah Dasar. Perspektif Pendidikan Dan Keguruan, 10. , 69Ae74. https://doi. org/10. 25299/perspektif. Fatin. Jurnal Pena Indonesia. Jurnal Pena Indonesia. I . , 46Ae54. Harsono. Ekokritik: Kritik Sastra Berwawasan Lingkungan. Kebudayaan Dan Kesusasteraan, 32. , 31Ae50. Juanda. Eksplorasi Nilai Pendidikan Lingkungan Cerpen Daring Republika: Kajian Ekokritik Subject Area: Language and Literature (Bahasa dan Sastr. Jurnal Sosial Humaniora (JSH), 11. , 67Ae81. Juanda. Ekokritik Film Avatar Karya James Cameron Sarana Pendidikan Lingkungan Siswa. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 8. , 1Ae Muchtar. , & Suryani. Pendidikan Karakter Menurut Kemendikbud. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 3. , 50Ae57. https://doi. org/10. 33487/edumaspul. Nugroho. Nilai Sosial dan Moralitas dalam Naskah Drama Janji Senja Karya Taofan Nalisaputra. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia. Daerah. Dan Asing, 1. , 28Ae42. https://doi. org/10. 31540/silamparibisa. Purwanti. Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Dan Implementasinya. DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik, 1. , 14Ae20. https://doi. org/10. 20961/jdc. Sulistijani. Kearifan Lokal dalam Kumpulan Puisi Kidung Cisadane Karya Rini Intama (Kajian Ekokritik Sastr. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 13. , 1. https://doi. org/10. 14710/nusa. 1- 15 Syarif. Kearifan Lingkungan Desa dalam Novel Indonesia Mutakhir: Kajian Ekokritik Sastra. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 13. , 10Ae28. https://doi. org/10. 31503/madah. Tawari. , & Alhadar. Kajian Ekokritik terhadap Sepilihan Puisi Ibrahim Gibra. Humanitatis. 199Ae210. https://journal. id/index. php/humanitatis/article/vie w/2495https://journal. id/index. php/humanitat is/article/downl oad/2495/1186