VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL PERBANDINGAN AKSESIBILITAS KAWASAN WISATA PANTAI SABANJAR MENGGUNAKAN MODA TRANSPORTASI UDARA. LAUT. DAN PENYEBERANGAN DARI KOTA KUPANG Muskananfola. , dan R. Syafriharti. Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia. Jalan Dipati Ukur No. 102Aa116 Bandung 40132 email : yuangkemuskananfola08@gmail. , romeiza. syafriharti@email. ABSTRAK Kabuten Alor merupakan salah satu yang masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025. Dalam pengembangan pariwisata, aksesibilitas memiliki peran yang penting terutama dengan kondisi Kabupaten Alor yang menjadi kawasan strategis pariwisata nasional. Namun dengan kondisi wilayahnya yang merupakan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil serta menjadi daerah terluar Indonesia menjadikan aksesiilitas pada Kabupaten Alor menjadikan beberapa wilayah memiliki aksesibilitas yang masih buruk seperti ke beberapa destinasi pariwisata di Kabupaten Alor. Salah satu tujuan wisata unggulan di Kabupaten Alor adalah Pantai Sabanjar dengan memiliki keunggulan pasir putih dan taman bawah laut yang indah namun juga memiliki aksesibilitas yang masih kurang Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk membandingkan aksesibilitas kawasan wisata pantai Sabanjar menggunakan moda transportasi udara, laut dan penyeberangan dari kota Kupang. Metode penilitian yang dilakukan yaitu dengan mengumpulkan data yang diperoleh melalui studi dan pengamatan secara langsung pada lokasi penelitian. Metode analisis pada penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil dari penelitian ini yaitu perbandingan aksesibilitas kawasan wisata pantai sabanjar menggunakan moda trnasportasi udara, laut dan penyeberangan dari kota Kupang : . Berdasarkan jarak tempuh, moda transportasi yang memberikan aksesibilitas paling baik yaitu trnasportasi laut dan penyeberangan, . berdasarkan waktu tempuh, moda transportasi yang memberikan aksesibilitas paling baik yaitu transportasi udara, . berdasarkan biaya perjalanan, moda transportasi yang memberikan aksesibilitas paling baik yaitu transportasi laut . berdasarkan frekuensi pelayanan, moda transportasi yang memberikan aksesibilitas paling baik yaitu transportasi udara . dengan menggunakan ukuran gabungan, yaitu jarak tempuh, waktu tempuh, biaya perjalanan dam frekuensi pelayanan, moda transportasi yang memberikan aksesibilitas paling baik yaitu transportasi udara. Kata Kunci: Aksesibilitas. Moda Transportasi. Kawasan Wisata. PENDAHULUAN erdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 20102025, terdapat 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional salah satunya yaitu Kabupaten Alor. Dikenal dengan wisata baharinya. Kabupaten Alor memiliki banyak objek wisata bahari yang bisa dikunjungi salah satunya yaitu pantai Sabanjar yang terletak di Kecamatan Alor Barat Laut Desa Alor Besar yang memiliki keindahan pantai dan taman bawah laut yang merupakan salah satu spot unggulan di Kabupaten Alor. Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Alor Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Rencana Induk Perbandingan Aksesibilitas Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Menggunakan Moda Transportasi Udara. Laut. Dan Penyeberangan Dari Kota Kupang JURNAL VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA Pembangunan Keparawisataan Kabupaten Alor 2010-2030 Kawasan wisata Pantai Sabanjar merupakan daya tarik wisata cluster pengembangan pariwisata II yang saat ini dikelolah oleh pemerintah daerah Kabupaten Alor. Jika dilihat dari potensinya Pantai Sabanjar harusnya bisa lebih menarik perhatian wisatwan untuk berkunjung. Selain memiliki potensi pariwisata yang bagus pada kenyataannya pantai sabanjar juga memiliki kendala dalam pengembangan pariwisata. Oleh karena itu menurut Wilopo dan Hakim . Perkembangan destinasi pariwisata tidak hanya difokuskan pada daya tarik wisatanya saja namun kualitas suatu destinasi wisata diukur juga dengan aksesibilitas, amenitas dan fasilitas pendukung lainnya sebagai pelengkap. selanjutnya menurut Abdulhaji dan Yusuf . Objek wisata menjadi tujuan akhir dalam perjelanan wisata yang harus memenuhi syarat aksesibilitas, atau dengan kata lain objek wisata tersebut mudah untuk ditemukan dan dicapai. Selain itu menurut Syafriharti dkk . dalam sistem transportasi umum, moda akses memiliki peran yang sangat penting. Selain sebagai salah satu kawasan strategi pariwisata nasional, karena kondisi wilayah Kabupaten Alor yang merupakan pesisir dan pulau kecil serta berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste menjadikan Kabupaten Alor juga sebagai daerah terluar dari Indonesia. Oleh sebab itu beberapa wilayah di Kabupaten Alor memiliki aksesibilitas yang masih buruk dimana banyak wilayah yang masih sulit untuk dijangkau tak terkecuali kawasan yang memiliki potensi pariwisata seperti Pantai Sabanjar. Kabupaten Alor memiliki banyak destinasi wisata yang berpotensi untuk dikembangkan dan dikelola namun karena kondisi aksesibilitas yang masih kurang menjadi salah sau hambatan dalam perkembangan pariwisata. Tujuan utama dalam penelitian ini yaitu : Teridentifikasinya moda transportasi apa yang memberikan aksesibilitas paling baik berdasarkan jarak tempuh. Teridentifikasinya moda transportasi apa yang memberikan aksesibilitas paling baik berdasarkan waktu tempuh. Teridentifikasinya moda transportasi apa yang memberikan aksesibilitas paling baik berdasarkan biaya perjalanan. Teridentifikasinya moda transportasi apa yang memberikan aksesibilitas paling baik berdasarkan biaya perjalanan. Teridentifikasinya moda transportasi yang memberikan aksesibilitas paling baik dengan menggunakan ukuran gabungan, yaitu jarak tempuh, waktu tempuh, biaya perjalanan dam frekuensi pelayanan. METODE Pada penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dari survei lapangan yaitu dengan melakukan studi dan pengamatan secara langsung pada lokasi penelitian. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi atau literature terkait kebutuhan data aksesibilitas kawasan wisata Pantai Sabanjar dari Kota Kupang. Metode analisis pada penelitian ini yaitu metode komparatif deskriptif, yaitu membandingkan variabel yang sama untuk transportasi udara, laut dan penyeberangan. Lokasi penilitian ini yaitu pada kawasan wisata Pantai Sabanjar yang berada di Kelurahan Alor Besar. Kecamatan Alor Barat Laut. Kabupaten Alor. kawasan wisata Pantai Sabanjar merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di Kabupaten Alor yang memiliki daya tarik pantai pasir putih serta taman bawah laut yang indah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aksesibilitas kawasan wisata Pantai Sabanjar menggunakan moda transportasi udara, laut, dan penyeberangan dari Kota. Perbandingan Aksesibilitas Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Menggunakan Moda Transportasi Udara. Laut. Dan Penyeberangan Dari Kota Kupang JURNAL VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA II. HASIL DAN PEMBAHASAN Aksesibilitas Berdasarkan Jarak Tempuh Tingkat aksesbilitas suatu kawasan dapat diketahui dari jarak yang harus ditempuh untuk mencapai kawasan tersebut. Jika jarak yang harus ditempuh untuk mencapai suatu kawasan semakin jauh maka tingkat aksesbilitas kawasan tersebut semakin rendah. Sebaliknya, jika jarak yang harus ditempuh untuk mencapai suatu kawasan semakin kecil maka tingkat aksesbilitas kawasan tersebut semakin tinggi. Jarak dalam hal ini adalah jarak konektivitas transportasi darat dari bandara/pelabuhan ke Kawasan Wisata Pantai Sabanjar. Gambar 1. Peta Aksesibilitas Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Dari Kota Kupang Berdasarkan Jarak Tempuh Dari Kota Kupang ke Kawasan wisata Pantai Sabanjar dapat diakses menggunakan transportasi udara, laut dan penyebrangan yang kemudian dilanjutkan dengan transportasi Untuk akses menggunakan transportasi udara, dapat dilakukan penerbangan dari Bandara Internasional El Tari Kupang ke Bandara Mali Alor, yang merupakan satusatunya bandara di Kabupaten Alor dengan jarak tempuh 241 km kemudian dilanjutkan menggunakan transportasi darat . ngkutan umum lintas, angkutan perdesaan dan rental kendaraa. untuk mencapai kawasan wisata Pantai Sabanjar dengan jarak 34 km. Untuk akses menggunakan transportasi laut . , dapat dilakukan dengan menggunakan kapal perintis dan kapal pelni dari Pelabuhan Tenau Kupang ke Pelabuhan Umum Kalabahi dengan jarak 247km, kemudian dilanjutkan menggunakan transportasi darat . ngkutan umum lintas, rental kendaraan, atau angkutan perdesaa. untuk mencapai kawasan wisata Pantai Sabanjar dengan jarak 17 km. Selain itu Kawasan wisata Pantai Sabanjar dapat diakses pula menggunakan transportasi penyeberangan . apal ferry ASDP) dari Pelabuhan Bolok Kupang ke Pelabuhan Penyeberangan Ferry Kalabahi dengan jarak 247 km kemudian dilanjutkan menggunakan transportasi darat . ngkutan umum milik pemerintah, rental kendaraan, atau angkutan perdesaa. untuk mencapai kawasan wisata Pantai Sabanjar dengan jarak 17 km. Perbandingan Aksesibilitas Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Menggunakan Moda Transportasi Udara. Laut. Dan Penyeberangan Dari Kota Kupang JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL VOL 07 NO 01 Gambar 2. Peta Jarak Konektivitas Transportasi Darat Ke Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Tingkat aksesbilitas berdasarkan jarak yang perlu ditempuh oleh transportasi darat dari bandara/pelabuhan menuju kawasan wisata Pantai Sabanjar sebagaimana disebutkan di atas, dapat dilihat pada Tabel 1 berikut: Tabel I Tingkat Aksesibilitas Berdasarkan Jarak Tempuh Moda Transportasi Udara Laut Penyeberangan Jarak tempuh 34 km 17 km 17 km Perbandingan relatif Rendah Tinggi Tinggi Tingkat aksesibilitas relatif Berdasarkan data pada tabel di atas, diketahui bahwa jenis transportasi dengan tingkat aksesibilitas tertinggi berdasarkan jarak dari Kota Kupang ke kawasan wisata Pantai Sabanjar yaitu transportasi laut dan penyeberangan. Aksesibilitas Berasarkan Waktu Tempuh Tingkat aksesbilitas suatu kawasan dapat diketahui dari waktu tempuh ke kawasan Jika waktu tempuh menuju kawasan tersebut semakin kecil maka tingkat aksesbilitas kawasan tersebut semakin tinggi. Sebaliknya jika waktu tempuh menuju kawasan tersebut semakin lama maka tingkat aksesbilitas kawasan tersebut semakin rendah. Waktu tempuh yang dimaksud adalah untuk satu kali perjalanan yang dengan menggunakan transportasi laut, udara dan penyeberangan dari Kota Kupang serta dilanjutkan menggunakan transportasi darat ke kawasan wisata Pantai Sabanjar dari bandara Mali Alor, pelabuhan umum Kalabahi serta pelabuhan penyeberangan Ferry Kalabahi. Perbandingan Aksesibilitas Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Menggunakan Moda Transportasi Udara. Laut. Dan Penyeberangan Dari Kota Kupang VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL Gambar 3. Peta Aksesibiltas Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Dari Kota Kupang Berdasarkan Waktu Tempuh Dengan menggunakan transportasi udara waktu yang ditempuh menggunakan pesawat (Wings air atau TransNusa ai. dari bandara Internasional El Tari Kupang ke Bandara Mali Alor adalah sekitar 55 menit dan dilanjutkan menggunakan transportasi darat . ngkutan umum lintas, angkutan perdesaan dan rental kendaraa. ke terminal Kadelang kemudian meneruskan perjalanan menuju Kawasan wisata Pantai Sabanjar menggunakan jenis angkutan yang sama namun dengan rute Kalabahi-Kokar yang memakan total waktu tempuh konektivitas transportasi darat dari bandara ke kawasan wisata Pantai Sabanjar sekitar 1-2 jam perjalanan. Waktu tempuh transportasi laut yaitu dengan menggunakan kapal Pelni Perintis selama 14 jam, menggunakan kapal pelni KM Awu selama 16 jam dan menggunakan kapal pelni KM Wilis selama 13, dari pelabuhan Tenau Kupang ke Pelabuhan Umum Kalabahi, dan kemudian dilanjutkan menggunakan transportasi darat . ngkutan umum lintas, angkutan perdesaan dan rental kendaraa. dengan rute Kalabahi-Kokar ke Kawasan wisata Pantai Sabanjar sekitar 1 jam. Sedangkan dengan menggunakan transportasi penyeberangan . apal Ferry ASDP) yaitu waktu tempuh dari Pelabuhan Penyeberangan Bolok Kupang ke Penyeberangan selama 12 jam kemudian menggunakan transportasi darat . ngkutan umum lintas, angkutan perdesaan dan rental kendaraa. dengan rute Kalabahi-Kokar untuk mencapai Kawasan wisata Pantai Sabanjar selama 1 jam. Tingkat aksesbilitas berdasarkan waktu menuju kawasan wisata Sabanjar menggunakan transportasi udara, transportasi laut atau transportasi penyeberangan dari kota Kupang menuju kawasan wisata Pantai Sabanjar sebagaimana disebutkan di atas, dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel II Tingkat Aksesibilitas Berdasarkan Waktu Tempuh Moda Transportasi Waktu tempuh Perbandingan relatif Tingkat aksesibilitas relatif Udara Laut Penyeberangan 3 jam 15 jam 13 jam Tinggi Rendah Rendah Perbandingan Aksesibilitas Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Menggunakan Moda Transportasi Udara. Laut. Dan Penyeberangan Dari Kota Kupang JURNAL JURNAL WILAYAH DAN KOTA VOL 07 NO 01 Berdasarkan data pada tabel di atas, diketahui bahwa aksesibilitas paling baik berdasarkan waktu tempuh ke kawasan wisata Pantai Sabanjar yaitu transportasi udara. Aksesibilitas Berdasarkan Biaya Perjalanan. Tingkat aksesbilitas suatu kawasan dapat diketahui dari biaya perjalanan yang perlu dikeluarkan untuk datang ke kawasan tersebut. Jika biaya perjalanan menuju kawasan tersebut semakin kecil maka tingkat aksesbilitas kawasan tersebut semakin tinggi. Sebaliknya jika biaya perjalan menuju kawasan tersebut semakin tinggi maka tingkat aksesbilitas kawasan tersebut semakin rendah. Biaya perjalanan yang di hitung merupakan biaya untuk satu kali perjalanan yang dengan menggunakan transportasi laut, udara dan penyeberangan dari Kota Kupang serta dilanjutkan menggunakan transportasi darat ke kawasan wisata Pantai Sabanjar dari bandara Mali Alor, pelabuhan umum Kalabahi serta pelabuhan penyeberangan Ferry Kalabahi. Gambar 4. Aksesibilitas Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Dari Kota Kupang Berdasarkan Biaya Perjalanan Berdasarkan biaya jika menggunakan transportasi udara yaitu pesawat (Wings air atau TransNusa ai. dari bandara Internasional El Tari Kupang ke Bandara Mali Alor memilikii harga Rp. 100-Rp. 200 dan dengan menggunakan transportasi darat . ngkutan umum lintas, angkutan perdesaan dan rental kendaraa. dari bandara Mali ke Terminal Kadelang dengan biaya Rp. 000 dan dilanjutkan menggunakan jenis angkutan yang sama dengan rute Kalabahi-Kokar menuju ke Kawasan wisata Pantai Sabanjar dengan biaya sebesar Rp. Biaya perjalanan dengan menggunakan transportasi laut yaitu kapal perintis sebesar Rp. 000/orang. KM. Awu Rp. 000/orang dan KM. Wilis sebesar Rp. 000/orang dari pelabuhan Tenau Kupang ke Pelabuhan Umum Kalabahi dan dilanjutkan dengan menggunakan transportasi darat . ngkutan umum lintas, angkutan perdesaan dan rental kendaraa. ke Kawasan wisata Pantai Sabanjar dengan biaya sebesar Rp. 000/orang. Sedangkan dengan menggunakan transportasi penyeberangan . apal Ferry ASDP) yaitu biaya perjalanan sebesar Rp. 000/orang dari Pelabuhan Penyeberangan Bolok Kupang ke Penyeberangan Kalabahi, kemudian dengan menggunakan transportasi darat untuk mencapai Kawasan wisata Pantai Sabanjar dengan biaya Rp. Perbandingan Aksesibilitas Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Menggunakan Moda Transportasi Udara. Laut. Dan Penyeberangan Dari Kota Kupang JURNAL JURNAL WILAYAH DAN KOTA VOL 07 NO 01 Tingkat aksesbilitas berdasarkan biaya perjalanan menuju kawasan wisata Pantai Sabanjar menggunakan transportasi darat dari bandara/pelabuhan, dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel i Tingkat Aksesibilitas Berdasarkan Biaya Perjalanan Moda Transportasi Udara Laut Biaya perjalanan Rp. Rp. Perbandingan relatif Tingkat aksesibilitas relatif Rendah Tinggi Penyeberangan Rp. Sedang Berdasarkan data pada tabel di atas, diketahui bahwa jenis transportasi tingkat aksesibilitas yang paling baik berdasarkan biaya perjalanan yaitu transportasi laut. Aksesibilitas Berdasarkan Frekuensi Pelayanan Tingkat aksesbilitas suatu kawasan dapat diketahui dari frekuensi pelayanan transportasi ke kawasan tersebut. Jika frekuensi pelayan transportasi menuju kawasan tersebut semakin kecil maka tingkat aksesbilitas kawasan tersebut semakin rendah. Sebaliknya jika frekurensi pelayan transportasi menuju kawasan tersebut semakin tinggi maka tingkat aksesbilitas kawasan tersebut semakin tinggi. Frekuensi pelayanan yang diukur dalam penelitian ini yaitu frekuensi pelayanan dari kota Kupang ke kawasan wisata Pantai Sabanjar dengan menggunakan transportasi udara, laut serta penyeberangan sebelum dan ketika adanya pandemi COVID-19 . orona virus disease C Tingkat Aksesbilitas Berdasarkan Frekuensi Pelayanan Sebelum Pandemi COVID-19 Ketika sebelum adanya COVID-19 frekuensi pelayanan dengan menggunakan transportasi udara dari bandara Internasional El Tari Kupang ke bandara Mali Alor maskapai Wings air menyediakan 2 kali pelayanan penerbangan perhari dan juga maskapai TransNusa Air menyediakan 2 kali pelayanan penerbangan perhari sehingga total frekuensi pelayanan transportasi udara . 4 kali perhari atau menjadi 120 kali perbulan. Untuk frekuensi konektivitas transportasi darat . ngkutan umum lintas, angkutan perdesaan dan rental kendaraa. yang melayani dari bandara ke terminal Kadelang tersedia 4 kali/hari kemudian frekuensi pelayanan transportasi darat dari teminal Kadelang ke kawasan wisata Pantai Sabanjar juga tersedia 4 kali perhari. Dengan menggunakan transportasi laut frekuensi pelayanan sebelum pendemi COVID-19, kapal Perintis tersedia 2 kali bulan. KM. Awu tersedia 2 kali perbulan dan juga KM Wilis 2 kali perbulan oleh sebab itu jumlah total frekuensi pelayanan transportasi laut 6 kali perbulan. Selanjutnya dengan menggunakan transportasi darat . ngkutan umum lintas, angkutan perdesaan dan rental kendaraa. ke kawasan wisata Pantai Sabanjar tersedia 4 kali perhari. Dengan menggunakan transportasi penyeberangan . apal ferry ASDP) 3 kali perminggu atau menjadi 12 kali perbulan, dan konektivitas dengan transportasi darat . ngkutan umum lintas, angkutan perdesaan dan rental kendaraa. tersedia 4 kali perhari. Perbandingan Aksesibilitas Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Menggunakan Moda Transportasi Udara. Laut. Dan Penyeberangan Dari Kota Kupang JURNAL JURNAL WILAYAH DAN KOTA VOL 07 NO 01 Gambar 5. Peta Aksesibilitas Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Dari Kota Kupang Berdasarkan Frekuensi Pelayanan Tingkat aksesbilitas berdasarkan frekuensi pelayanan transportasi kawasan wisata Pantai Sabanjar sebelum pendemi COVID-19, dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel IV Tingkat Aksesbilitas Berdasarkan Frekuensi Pelayanan Sebelum Pendemi Covid-19 Moda Transportasi Udara Laut Penyeberangan Frekuensi pelayanan 120 kali/bulan 6 kali/bulan 12 kali/bulan Perbandingan relatif Tingkat aksesibilitas relatif Tinggi Rendah Sedang Berdasarkan data pada tabel di atas, diketahui bahwa jenis transportasi dengan tingkat aksesibilitas yang tertinggi berdasarkan frekuensi pelayanan sebelum pendemi COVID-19 yaitu transportasi udara C Tingkat Aksesbilitas Berdasarkan Frekuensi Pelayanan Sesudah Pandemi COVID-19 Berdasarkan analisis diatas perbandingan aksesibilitas kawasan wisata pantai sabanjar dari Kota Kupang menggunakan transportasi udara, laut dan penyeberangan berdasarkan jarak tempuh, waktu tempuh, biaya perjalanan dan frekuensi dapat jelaskan sebagai berikut: Perbandingan Aksesibilitas Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Menggunakan Moda Transportasi Udara. Laut. Dan Penyeberangan Dari Kota Kupang JURNAL JURNAL WILAYAH DAN KOTA VOL 07 NO 01 Gambar 6 Peta Aksesibilitas Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Dari Kota Kupang Berdasarkan Frekuensi Pelayanan Dengan adanya pendemi COVID-19 terjadinya perubahan pada tingkat aksesbilitas berdasarkan frekuensi pelayanan transportasi menuju kawasan wisata Pantai Sabanjar, dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel V Tingkat Aksesbilitas Berdasarkan Frekuensi Pelayanan Ketika Pendemi Covid-19 Frekuensi pelayanan Perbandingan relatif Tingkat aksesibilitas relatif Udara 60 kali/bulan Tinggi Moda Transportasi Laut Penyeberangan 6 kali/bulan 8 kali/bulan Rendah Rendah Adanya perubahan saat pendemi COVID-19 namun transportasi udara masih menjadi transportasi dengan jumlah frekuensi tertinggi. Hal itu menunjukan bahwa moda transportasi dengan tingkat aksesibilitas berdasarkan fekuensi pelayanan ketika pendemi COVID-19 paling baik yaitu transportasi udara. Perbandingan Aksesibiltas Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Antar Moda Transportasi Berdasarkan Hasil Pengukuran Gabungan Variabel Berdasarkan analisis diatas perbandingan aksesibilitas kawasan wisata pantai sabanjar dari Kota Kupang menggunakan transportasi udara, laut dan penyeberangan berdasarkan jarak tempuh, waktu tempuh, biaya perjalanan dan frekuensi dapat jelaskan sebagai berikut : Perbandingan Aksesibilitas Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Menggunakan Moda Transportasi Udara. Laut. Dan Penyeberangan Dari Kota Kupang JURNAL JURNAL WILAYAH DAN KOTA VOL 07 NO 01 Gambar 7. Peta Aksesibilitas Transportasi Udara Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Dari Kota Kupang Tingkat aksesibilitas transportasi udara kawasan Wisata Pantai Sabanjar paling baik yaitu berdasarkan frekuensi pelayanan, dengan adanya pendemik COVID-19 yang mempengaruhi frekukuensi pelayanan transportasi dari Kota Kupang ke Kabupaten Alor, frekuensi pelayanan transportasi udara tetap masih yang tertinggi dibandingkan transportasi laut dan penyeberangan. Selain berdasarkan frekuensi pelayanan, transportasi udara juga memiliki waktu tempuh paling baik dari Kota Kupang ke kawasan wisata Pantai Sabanjar. Namun apabila berdasarkan jarak dan biaya perjalanan memiliki tingkat aksesibilitas yang rendah. Gambar 8 Peta Aksesibilitas Transportasi Laut Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Tingkat aksesibilitas kawasan Wisata Pantai Sabanjar dari Kota Kupang menggunakan transportasi laut paling baik yaitu berdasarkan jarak konektivitas transportasi darat dari pelabuhan Perbandingan Aksesibilitas Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Menggunakan Moda Transportasi Udara. Laut. Dan Penyeberangan Dari Kota Kupang JURNAL JURNAL WILAYAH DAN KOTA VOL 07 NO 01 dan biaya perjalanan sedangkan berdasarkan waktu tempuh dan frekuensi pelayanan memiliki tingkat aksesibilitas yang rendah. Gambar 10. Peta Aksesibilitas Transportasi Penyeberangan Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Aksesibilitas kawasan wisata Pantai Sabanjar dari kota Kupang dengan dengan menggunakan transportasi penyeberangan berdasarkan jarak konektivitas transportasi darat dari pelabuhan penyeberangan Ferry Kalabahi memiliki hasil aksesibilitas yang paling baik. Berdasarkan waktu tempuh aksesibilitas transportasi penyeberangan kawasan wisata Pantai Sabanjar dari Kota Kupang memiliki hasil aksesibiliitas sedang. Aksesibilitas transportasi penyeberangan berdasarkan biaya perjalanan kawasan wisata Pantai Sabanjar dari Kota Kupang memiliki tingkat aksesibilitas sedang. Sedangkan berdasarkan frekuensi pelayanan aksesibilitas kawasan wisata pantai Sabanjar dari Kota Kupang menggunakan transportasi penyeberangan memiliki tingkat aksesibilitas yang rendah. Perbandingan aksesibilitas kawasan wisata pantai sabanjar antar menggunakan transportasi udara, laut dan penyeberangan berdasarkan jarak tempuh, waktu tempuh, biaya perjalanan dan frekuensi diatas, maka dapat diperoleh data analisis sebagai berikut: Tabel VI Perbandingan Antar Moda Transportasi Berdasarkan Hasil Pengukuran Variabel Jarak tempuh Waktu tempuh Biaya perjalanan Frekuensi pelayanan Udara 1 (Renda. 8 (Tingg. 1 (Renda. 10 (Tingg. Moda Transportasi Laut Penyeberangan 2 (Tingg. 2 (Tingg. 1 (Renda. 2 (Sedan. 6 (Tingg. 4 (Sedan. 1 (Renda. 1 (Renda. Berdasarkan tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa analisis komparatif untuk mengetahui perbandingan aksesibilitas kawasan wisata Pantai Sabanjar menggunakan moda transportasi Perbandingan Aksesibilitas Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Menggunakan Moda Transportasi Udara. Laut. Dan Penyeberangan Dari Kota Kupang JURNAL JURNAL WILAYAH DAN KOTA VOL 07 NO 01 udara, laut, dan penyeberangan dari Kota Kupang, moda transportasi dengan aksesibilitas paling baik yaitu transportasi udara walaupun berdasarkan jarak dan biaya perjalanan memiliki hasil yang rendah namun berdasarkan waktu tempuh dan frekuensi pelayanan transportasi udara memiliki perbandingan yang cukup besar dibandingkan dengan transportasi laut dan Oleh karena itu moda transportasi yang memberikan aksesibilitas paling baik dengan menggunakan ukuran gabungan, yaitu jarak tempuh, waktu tempuh, biaya perjalanan dam frekuensi pelayanan adalah transportasi udara. KESIMPULAN Tingkat aksesibilitas bedasarkan jarak konektivitas transportasi darat ke kawasan wisata Pantai Sabanjar dengan menggunakan transportasi udara, laut dan penyeberangan, yang memiliki jarak terdekat yaitu dari pelabuhan umum Kalabahi dan pelabuhan penyeberangan Ferry Kalabahi ke Kawasan Wisata Pantai Sabanjar dengan jarak tempuh 17 km dibandingkan dengar jarak konektivitas transportasi darat dari bandara Mali ke kawasan Pantai Sabanjar yang memiliki jarak tempuh 34 km. Hal ini menunjukan bahwa moda transportasi yang memberikan aksesibilitas paling baik berdasarkan jarak tempuh adalah transportasi laut dan penyeberangan Berdasarkan perbandingan relatif tingkat aksesibilitas kawasan wisata Pantai Sabanjar berdasarkan waktu tempuh tertinggi yaitu pada transportasi udara dengan total waktu tempuh dari Kota Kupang selama 3 jam dibandingkan dengan waktu tempuh transportasi laut 15 jam dan transportasi penyeberngan 13 jam. Hal ini menunjukan bahwa moda transportasi yang memberikan aksesibilitas paling baik berdasarkan waktu tempuh adalah transportasi udara. Ditentukan berdasarkan biaya perjalanan, tingkat aksesibilitas kawasan wisata Pantai Sabanjar berdasarkan hasil perbandingan relatif tingkat aksesibilitas tertinggi yaitu pada transportasi laut dengan biaya Rp 118. 667 dan aksesibilitas terendah berdasarkan biaya perjalanan yaitu transportasi udara dengan biaya Rp. Hal tersebut menunjukan bahwa moda transportasi yang memberikan aksesibilitas paling baik berdasarkan biaya perjalanan adalah transportasi laut. Tingkat aksesibilitas kawasan wisata Pantai Sabanjar berdasarkan frekuensi pelayanan, moda transportasi yang memberikan aksesibilitas paling baik yaitu transportasi udara dengan frekuensi layanan yang tersedia tiap hari dari Kota Kupang, walaupun terjadi perubahan frekuensi pelayanan dengan adanya pandemi COVID-19 namun transportasi udara tetap memiliki tingkat aksesibilitas berdasarkan frekuensi pelayanan yang lebih tinggi dibandingkan transportasi laut dan penyeberangan. Perbandingan antar moda transportasi berdasarkan hasil pengukuran variabel menggunakan metode komparatif dengan ukuran gabungan, yaitu jarak tempuh, waktu tempuh, biaya perjalanan dan frekuensi pelayanan yang memiliki tingkat aksesibilitas tertinggi merupakan transportasi udara dengan perbandingan relatif pada waktu tempuh dan frekuensi pelayanan yang cukup besar dibandingkan transportasi laut dan Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa moda transportasi yang memberikan aksesibilitas paling baik dengan menggunakan ukuran gabungan adalah transportasi udara. Perbandingan Aksesibilitas Kawasan Wisata Pantai Sabanjar Menggunakan Moda Transportasi Udara. Laut. Dan Penyeberangan Dari Kota Kupang JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL VOL 07 NO 01 DAFTAR PUSTAKA