Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Rang Teknik Journal Sistem Pengangkutan Sampah Di TPA Bukit Pinang Kota Samarinda Dengan Hauled Container System Fitriyati Agustina1. Santi Yatnikasari2. Isnaini Zulkarnain3. Pitoyo4. Mohammad Noor Asnan5 Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur1,2,3,4,5 email: fa444@umkt. id 1, sy998@umkt. id 2, iz890@umkt. id 3, pit223@umkt. mna985@umkt. DOI: http://dx. org/10. 31869/rtj. Abstract: Garbage collecting and transporting operations are complex and complicated, high traffic congestion and distant mileage cause the transport of waste to become obstructed. The purpose of this research is to know the number of waste time and estimate the need of garbage transport until 2028 in Samarinda. In this study used the time series method with hauled container system as a reference in formulate problems in the garbage transport system. Sampling at the research in the garbage disposal in Samarinda Ulu district of Samarinda city. The data used is population data, area density, number of heads of family, travel time of garbage transportation, mileage, growth rate in each sub-district in Samarinda. The district with many inhabitants is the district of Samarinda Ulu 143,908 inhabitants, 28,781 family head and the closest area of Bukit Pinang landfill with a mileage of about 3. 2 km. The need for garbage transport vehicles from 2019 to 2028 is increasing due to the development of population in Samarinda. The analysis gained the need for the city of Samarinda in 2028 a number of 65 and the need for Samarinda Ulu Sub-district as the point of research, 16 cargo/day Truck required 4 units with estimated Timmoon garbage 508,948 m3/day with a distance 3. 2 km. Keywords:Garbage, garbage transport, garbage transportation, garbage carrying system PENDAHULUAN Kota Samarinda merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Timur, serta kota terbesar di seluruh Pulau Kalimantan dengan jumlah penduduk 812,597 jiwa. Samarinda memiliki wilayah seluas 718 kmA dengan kondisi geografi daerah berbukit dengan ketinggian bervariasi dari 10 sampai 200 meter dari permukaan laut. Kota Samarinda dibelah oleh Sungai Mahakam dan menjadi gerbang menuju pedalaman Kalimantan Timur melalui jalur sungai, darat maupun udara. Pertambahan jumlah penduduk mencapai 2. 000 jiwa per tahun atau 1,9% dan pertumbuhan kendaraan mencapai 4,46% (Badan Pusat Statistik Kota Samarind. , kemajuan perindustrian serta perdagangan secara langsung berdampak pada menimbulkan dampak-dampak sosial yang tidak mudah diselesaikan secara tuntas, seperti permasalahan yang ditimbulkan oleh kegiatan transportasi yang dilakukan masyarakat yang menimbulkan kepadatan dan kemacetan pada setiap ruas jalan yang ada di kota tersebut. Tingkat kemacetan yang tinggi berdampak pada segala kegiatan yang menyangkut transportasi, salah satunya berdampak pada penanganan pengangkutan sampah. Seperti sampah dari pasar, industri, rumah tangga, sekolah dan lainnya setiap hari bisa mencapai 6630 m3 (Dinas Kebersihan Kota Samarind. , operasi pengumpulan dan pengangkutan sampah menjadi hal yang komplek dan rumit. Kemacetan lalulintas yang tinggi dan jarak tempuh yang jauh menyebabkan pengangkutan sampah dari TPS (Tempat Pembuangan Sampa. ke TPA (Tempat Pembuangan Akhi. menjadi terhambat, sehingga terjadinya polusi Dengan penanganan metode HCS (Hauled Container Syste. maka diharapkan akan membantu dalam mengatasi masalah pengangkutan sampah yang menumpuk di TPS karena kontainer yang digunakan berukuran relatif besar. Penggunaan kontainer besar mengurangi waktu penanganan sehingga penumpukan sampah yang berserakan dam kondisi yang tidak sehat dapat dicegah. Keuntungan lain dari HCS adalah fleksibilitas penggunaan kontainer dengan ukuran dan bentuk yang berbeda dapat disediakan untuk Permasalahan yang ada di Kota Samarinda adalah mengetahui timbunan sampah dan kebutuhan kontainer di Kota Samarinda 2018 sampai 2028 dan jumlah kontainer yang tersedia apakah sudah dapat menampung Fakultas Teknik UMSB ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL volume sampah sekarang dan berapa kebutuhan kontainer sampai 2028. Tujuan penelitian adalah Menganilisis jumlah timbulan sampah harian dan kebutuhan kontainer, menganalisis kebutuhan transportasi pengangkutan sampah di 10 Kecamatan di Kota Samarinda dan menganalisis kebutuhan transportasi pengangkutan sampah sesuai dengan volume sampah yang dihasilkan di Kota Samarinda sampai tahun 2028 METODE PENELITIAN Lokasi penelitian dilakukan di Wilayah Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda, jumlah pengamatan disesuaikan dengan kebutuhan data yang diperlukan dan kondisi Sumber Data Sumber penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data primer dilakukan dengan cara mendata secara langsung kondisi yang terjadi di lapangan. Survey yang dilakukan dalam penganalisaan ini adalah dengan mencatat waktu haul, pick up, dan at sit untuk tiap TPS sedangkan Data Sekunder diperoleh dari data yang sudah ada sebelumnya yang didapat dari Kantor Dinas Kebersihan Kota Samarinda. Data tersebut anatar lain : data volume sampah, jumlah penduduk dan sistem pengoperasian pengangkutan sampah Waktu dan Pelaksanaan Penelitian Pengambilan data primer yaitu waktu tempuh waktunya dilapangan juga waktu pick up dan waktu at site. Waktu tempuh hanya dilakukan untuk rute di Kota Samarinda. Dalam satu rute dilakukan 3 kali pencatatan waktu tempuh dan ini dilaksanakan untuk semua TPS di Kota Samarinda. Pengambilan data dilakukan pada jam kerja. Cara Pengambilan Data Untuk mendapatkan data primer dilakukan dari TPS dan alat angkut sampah atau kendaraan yang ada di Kota Samarinda. Rang Teknik Journal Perhitungan volume sampah menggunakan data sekunder dari DKK dan BPS. Volume sampah dipengaruhi sekali oleh jumlah penduduk, maka digunakan metode Time Series untuk perhitungan laju pertumbuhan Volume sampah diperoleh dari jumlah penduduk dikalikan dengan timbulan sampah per jiwa. Peramalan timbulan sampah menggunakan persamaan Regresi Linear Menghitung Jumlah Armada Perhitungan jumlah kendaraan pengangkut sampah dipergunakan rumus pada metode HCS menggantikan kontainer yang ada disetiap TPS. Analisis Penjadualan Pengangkutan Sampah Analisis penjadualan pengangkutan sampah dipergunakan data sekunder dari seksi Operasi Pengangkutan Sampah HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Analisa Kependudukan . Jumlah penduduk Dalam sistem pengelolaan sampah perlu faktor paling utama yang perlu diperhatikan adalah jumlah penduduk. Hal ini dikarenakan besar kecilnya volume sangat dipengaruhi oleh jumlah penduduk dan jenis kegiatannya. Oleh karena itu pada bagian ini akan dianalisa jumlah penduduk dimasa yang akan datang. Dengan prediksi jumlah penduduk diharapkan dapat mengantisipasi pengelolaan sampah di Kota Samarinda pada masa 10 tahun kedepan seperti pada Tabel 1 berikut ini : Tabel 1 Pertumbuhan penduduk Kota Samarinda Tahun 2014-2018 No. Tahun Jumlah Pertumbuhan Penduduk (%) . Sumber : BPS Kota Samarinda Proyeksi Penduduk Dengan kondisi pertumbuhan yang relatif konstan, maka pertumbuhan penduduk pada tahun-tahun yang akan datang diasumsikan tidak jauh berbeda dengan pola pertumbuhan pada tahun sebelumnya, sehingga perkiraan Metode Analisa Data Untuk menganalisis data yang ada perlu dilakukan perhitungan-perhitungan sebagai Menghitung Volume Sampah ISSN 2599-2081 Fakultas Teknik UMSB EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL perkembangan penduduk dapat diproyeksikan sebagai berikut : Rumus : Pn = Po . Data jumlah penduduk terakhir dari Badan Pusat Statistik adalah jumlah penduduk tahun 2018 yaitu sebesar 861. 218 jiwa. Dengan memakai rumus di atas dapat diprediksi jumlah penduduk pada tahun berikutnya. Sebagai contoh, jumlah penduduk tahun 2020 P2020 = 861. 0,0. = 894. 080 jiwa Jadi jumlah penduduk Kota Samarinda tahun 2020 diprediksi sebesar 894. 080 jiwa. Selanjutnya hasil prediksi dari tahun 2019 sampai tahun 2028 dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini : Tabel 2 Proyeksi Jumlah Penduduk dari Tahun 2019-2028 Tahun Jumlah Penduduk . Sumber : Hasil analisis . Data Jumlah Penduduk dan Sebaran Per Kecamatan Jumlah penduduk Kota Samarinda pada bulan Desember 2018 sebanyak 861. 218 jiwa yang tersebar di 10 Kecamatan. Salah satu ciri demografi di Indonesia umumnya dan Samarinda khususnya adalah persebaran penduduk yang tidak merata, demikian juga yang ada di Kota Samarinda seperti terlihat pada Tabel 3 berikut ini : Rang Teknik Journal Tabel 3 Jumlah Penduduk dan Sebaran Per Kecamatan Kota Samarinda. Desember 2018 No. Kecamatan Jumlah Sebaran Penduduk (%) Palaran 6,75 Samarinda 9,11 Ilir Samarinda 4,54 Kota Sambutan Samarinda 7,91 Sebrang Loa Janan 7,79 Ilir Sungai 15,68 Kunjang Samarinda 16,71 Ulu Samarinda Utara 10 Sungai 13,12 Pinang Total 861. Sumber : w. id dan hasil Gambar 1 Peta Kota Samarinda . Jumlah Rumah Tangga (KK) Jumlah rumah tangga di Kota Samarinda pada Desember 2018 adalah 172. 244 rumah Dengan jumlah penduduk 861. jiwa, dengan asumsi dihuni 5 orang setiap rumah tangga. Seperti yang ada di Tabel 4 di bawah ini : Fakultas Teknik UMSB ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Tabel 4 Jumlah Rumah tangga (KK) menurut Kecamatan No. Kecamatan Jumlah Penduduk Palaran Samarinda Ilir Samarinda Kota Sambutan Samarinda Sebrang Loa Janan Ilir Sungai Kunjang Samarinda Ulu Samarinda Utara 10 Sungai Pinang Kota Samarinda Sumber : Hasil analisis Jumlah Tabel 5 Kepadatan penduduk Kecamat Jumlah Pendud Luas Wilaya Palaran Samarind a Ilir Samarind a Kota Sambutan Samarind a Sebrang Loa Janan Ilir Sungai Kunjang Samarind a Ulu Samarind a Utara Sungai Pinang 221,29 Kepadat Pendudu . iwa/km 11,12 100,95 12,49 26,13 43,04 22,12 229,52 34,16 . Kepadatan Penduduk Luas wilayah Kota Samarinda 717,4,00 . kepadatan penduduk tahun 2018 adalah 1199 jiwa/km2 seperti yang ada di Tabel 5. 2 Analisa Sistem Persampahan Rang Teknik Journal Kota 218 718,00 Samarinda Sumber : w. id dan Hasil Pengelolaan . Sumber Timbulan Sumber timbulan sampah di Kota Samarinda berasal dari pemukiman, tempat komersial, pasar, jalan dan tempat umum, fasilitas sosial serta industri. Timbulan sampah yang besar terletak di pasar dan pemukiman, untuk itu perlu penanganan khusus. Menurut SNI 19-3964-1994, pengamatan lapangan belum tersedia, maka untuk menghitung jumlah timbulan sampah, dapat digunakan angka timbulan sampah sebagai berikut : perumahan = 2,0-2,5 lt/orang/hari, permukiman = 75 - 80 %, non perumahan = 20 - 25 %. Dengan asumsi 2,5 lt/orang/hari, pemukiman 80 %, non pemukiman 20 % maka didapat volume timbulan seperti Tabel 6 ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UMSB Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL kontainer di lokasi kontainer . lustrasi di gambar . Tabel 6 Volume timbulan sampah Kota Samarinda dari tahun 2019 s/d No. Tahun Jumlah sampah . 3/har. Sumber : Hasil analisis . Tingkat Pelayanan Tingkat pelayanan pengelolaan sampah menurut Cipta Karya, kuantitas dan kualitas Sasaran pelayanan adalah : Daerah Komersial . on domesti. :100%. Daerah Pemukiman . : 10 Ae 80 %. Daerah dengan kepadatan > 100 jiwa/ha : < 100 % . Sarana Pengumpulan dan Pengangkut Sarana pengumpul Di Samarinda pengelolaan sampahnya dari TPS ke TPA yang sekarang dijalankan dengan cara mengangkut sampah dengan dump truk dan ada 3 tenaga pengangkut 1 supir, para pekerja ditugaskan setiap 12 jam sekali dan ada 2 shift, dengan cara ini memakan waktu yang lama dan tidak Penelitian menganalisa dengan cara pengelolaan sampah menggunakan sistem kontainer. Sistem kontainer substitusi atau kontainer yang Cara kerja sistem ini kendaraan dari pool membawa kontainer kosong menuju lokasi kontainer isi. Kontainer kosong diletakkan, lalu mengambil yang penuh, kemudian dibawa ke TPA. Dari TPA, kontainer kosong ditukar lagi dengan kontainer penuh pada tempat yang lain, dan Pada pola ini, harus tersedia Gambar 2 ilustrasi operasi pengangkutan sampahdengan kontainer Proyeksi sarana angkutan sampah yang Dalam penelitian ini angkutan sampah dari TPS sampai TPA digunakan Hauled Container System (HCS), truk lebih fleksibel karena kontainer diangkut ke tempat pembuangan, dikosongan dan dikembalikan ke lokasi semula. Eo Kriteria alat pengangkutan : Jenis : Hauled Container System truk Kapasitas :6 m3/rit Bahan bakar :25 liter/hari/12 jam kerja Tenaga kerja:1 sopir dan 1 kenek Waktu muat : 5 sampai 15 menit. Waktu bongkar:5 sampai15 menit Eo Operasi Pengangkutan Jarak dan timbulan sampah per Kecamatan pada Tabel 8 sangat berpengaruh untuk menghitung proyeksi jumlah sarana angkutan Tabel 8 Data Jarak dan Timbulan Sampah per Kecamatan Kecamata Palaran Samarinda Ilir Samarinda Kota Sambutan Samarinda Sebrang Rang Teknik Journal Fakultas Teknik UMSB Jarak TPA(K Timbulan 3/h. 104,64 141,22 70,37 93,01 122,62 ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Loa Janan Ilir 120,76 Sungai 7 Kunjang 243,07 Samarinda 8 Ulu 215,86 Samarinda 9 Utara 160,18 Sungai 10 Pinang 203,38 Sumber : w. com dan Hasil Perhitungan proyeksi jumlah sarana angkutan sampah dan jumlah ritasi per Kecamatan dapat dilihat pada perhitungan pada Kota Samarinda berikut pada Tabel 10. Tabel 10 Prediksi jumlah sarana pengangkutan sampah Per tahun di Kota Samarinda dari Tahun 2019-2028 dengan waktu kerja 12 jam No. Tahun Sumber : Hasil analisis Jumlah truk Rang Teknik Journal sesuai di wilayah Kota Samarinda karena kondisi jalan yang tidak bisa dilalui truk pengangkut sampah. Saran Perlu ditetapkan jam pelayanan yang sistematik dalam pengambilan atau terganggu lalu lintas dan mencemari polusi pada saat jam puncak kepadatan lalu Bak sampah yang hancur/rusak harus berceceran di bahu jalan sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan polusi udara. Dibutuhkan masyarakat Kota Samarinda dalam penanganan masalah sampah agar terciptanya Kota yang bersih dan tidak Perlu dilakukan pengolahan dengan system 3R . euse, recycle dan recover. DAFTAR PUSTAKA