BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Volume 4 Nomor 1. April 2025 E-ISSN: 2807-7857. P-ISSN: 2807-9078 Peningkatan Aspek Perkembangan Moral Anak Usia Dini Melalui Metode Pembiasaan di TK Islam Al-Husna Samarinda Adam Hasyim Apriansyah1*. Muhammad Dimas Febryan2. Haidar Milsan3. Aida Choirul Anwar4. Huli Sabpa Nedriyan5. Siti Qomariah6. Isnawati7 1,2,3,4,5 Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, 6,7 TK Islam Al-Husna Samarinda Received: December 16th, 2024. Revised: December 29th, 2024. Accepted: January 18th, 2025. Published: January 25th, 2025 Abstrak Pendidikan moral pada anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter positif, seperti disiplin, empati, dan tanggung jawab. Namun, penerapan metode pembiasaan dalam penguatan aspek moral anak di lingkungan pendidikan anak usia dini masih kurang dieksplorasi secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penguatan aspek moral anak usia dini melalui metode pembiasaan yang diterapkan di TK Islam Al-Husna Loa Bakung. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah murid TK Islam Al-Husna, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada lima indikator moral: kesadaran beribadah . ,25% menjadi 93,7%), berbagi dan peduli, menghormati orang lain, kejujuran, dan tanggung jawab. Metode pembiasaan, seperti doa bersama, pemberian contoh oleh guru, dan teguran positif, terbukti efektif dalam meningkatkan moral anak secara konsisten. Metode pembiasaan merupakan pendekatan yang efektif dalam penguatan aspek moral anak usia dini. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan pendidikan karakter di sekolah. Kata Kunci: metode pembiasaan, perkembangan moral, anak usia dini, penelitian tindakan kelas Abstract Moral education in early childhood is a critical foundation for developing positive character traits such as discipline, empathy, and responsibility. However, the application of habituation methods to strengthen childrenAos moral aspects in early childhood education settings has not been thoroughly This study aims to optimize the reinforcement of moral aspects in early childhood through habituation methods implemented at TK Islam Al-Husna Loa Bakung. The research employed a classroom action research (CAR) design conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The subjects were students of TK Islam Al-Husna, with data collected through observation, interviews, and documentation. Analysis was carried out using a qualitative approach. The results demonstrated significant improvement across five moral indicators: religious awareness . 25% to 93. 7%), sharing and caring, respecting others, honesty, and Habituation methods, such as collective prayers, role modeling by teachers, and positive corrections, were proven effective in consistently improving childrenAos morals. Habituation methods serve as an effective approach to enhancing the moral aspects of early childhood. The findings of this study offer practical contributions to the development of character education in schools. Keywords: habituation method, moral development, early childhood, classroom action research Copyright . 2025 Adam Hasyim Apriansyah. Muhammad Dimas Febryan. Haidar Milsan. Aida Choirul Anwar. Huli Sabpa Nedriyan. Siti Qomariah. Isnawati * Correspondence Address: Email Address: adamapriansyah82@gmail. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 4 Nomor 1. January 2025 Adam Hasyim Apriansyah. Muhammad Dimas Febryan. Haidar Milsan. Aida Choirul Anwar. Huli Sabpa Nedriyan. Siti Qomariah. Isnawati Pendahuluan Pendidikan karakter moral pada anak usia dini memegang peranan penting dalam membentuk individu yang memiliki sikap dan perilaku sosial yang positif. Di banyak lembaga pendidikan anak usia dini seperti TK. Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana membentuk dan menguatkan aspek moral anak, terutama dalam hal disiplin, empati, dan kepatuhan terhadap aturan yang ada (Zhang et al. , 2. Pembiasaan, sebagai salah satu metode pembelajaran, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penguatan moral anak, karena pembiasaan berfungsi untuk menanamkan kebiasaan positif yang berkelanjutan (Nadlifah et al. , 2. Namun, meskipun banyak yang menyadari pentingnya pendidikan moral sejak usia dini, masih terbatas penelitian yang mendalami efektivitas pembiasaan sebagai metode dalam penguatan aspek moral anak di konteks pendidikan anak usia dini (Romiyatun & Wakhudin, 2. Metode pembiasaan yang diterapkan secara rutin di kelas oleh guru merupakan strategi yang dapat membantu menanamkan nilai-nilai moral pada anak, namun penerapannya dalam konteks pendidikan anak usia dini, khususnya dalam penelitian tindakan kelas (PTK), belum banyak dieksplorasi (Takiling, 2. Dalam konteks ini, penelitian ini berfokus pada penguatan aspek moral anak usia dini di TK Islam Al-Husna melalui metode pembiasaan, yang diintegrasikan dalam kegiatan sehari-hari dengan teguran langsung dari guru ketika terjadi penyimpangan perilaku (Aslindah & Pratiwi, 2. Penelitian ini penting dilakukan karena meskipun pembiasaan sudah diterapkan di TK tersebut, efektivitas metode ini dalam memperkuat moral anak belum diukur secara mendalam (Sutrisno et al. , 2. Beberapa penelitian sebelumnya telah membahas tentang penguatan moral melalui pembiasaan, namun sebagian besar berfokus pada teori dan konsep umum tanpa mengkaji secara spesifik penerapannya di lapangan, khususnya melalui PTK di TK (Aslindah & Pratiwi, 2. Salah satu gap yang masih ada adalah kurangnya kajian tentang pembiasaan yang melibatkan interaksi langsung antara guru dan anak dalam memberikan teguran sebagai koreksi terhadap perilaku yang kurang baik (Nurhayati et al. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi gap tersebut dengan mengevaluasi sejauh mana pembiasaan yang diterapkan oleh guru dapat meningkatkan hasil belajar moral anak, serta bagaimana teguran positif dapat berkontribusi dalam memperkuat moral mereka (Sutrisno et al. , 2. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengusahakan penguatan aspek moral pada anak usia dini melalui pembiasaan yang diterapkan di TK Islam Al-Husna. Penelitian ini diharapkan akan memberikan visualiasi yang jelas tentang efektivitas metode pembiasaan untuk menunjang peningkatan moral anak, serta memberikan rekomendasi bagi praktisi pendidikan untuk lebih memperkuat pembiasaan sebagai strategi dalam pengembangan karakter anak usia dini. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat mendapatkan kontribusi signifikan baik dari sisi akademis maupun praktis dalam ranah pendidikan anak usia dini. Tinjauan Pustaka Peningkatan Aspek Perkembangan Moral Anak Usia Dini Definisi Perkembangan Moral pada Anak Usia Dini Perkembangan moral adalah proses internalisasi nilai-nilai dan norma yang membantu anak dalam membandingkan antara tingkahlaku yang salah dan benar. Menurut Piaget dan Kohlberg, perkembangan moral pada anak usia dini melibatkan tahap awal pemahaman tentang aturan dan konsekuensi dalam lingkungan sosial mereka (Wahidah & Maemonah. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 4 Nomor 1. January 2025 Peningkatan Aspek Perkembangan Moral Anak Usia Dini Melalui Metode Pembiasaan di TK Islam Al-Husna Samarinda Pentingnya Perkembangan Moral dalam Kehidupan Anak Perkembangan moral penting bagi pembentukan karakter anak (Muhammad Hamdi et , 2. Menurut Berkowitz dan Bier, anak yang memiliki landasan moral yang baik cenderung memiliki sikap jujur, bertanggung jawab, dan peduli terhadap orang lain, yang berdampak positif pada kehidupan sosial mereka (Katzman, 2. Aspek-aspek Perkembangan Moral yang Dikembangkan pada Usia Dini Berdasarkan indikator capaian pembelajaran di TK, aspek perkembangan moral . Kesadaran Beribadah: Kemampuan anak untuk mengenal dan melaksanakan doa sehari-hari secara mandiri (Harita & Siburian, 2. Berbagi dan Peduli: Sikap berbagi dengan teman baik berupa mainan maupun makanan (Hallers-Haalboom et al. , 2. Menghormati Orang Lain: Kemampuan menghormati guru dan teman melalui mendengarkan dan mengikuti arahan (Rahmatillah et al. , 2. Kejujuran: Perilaku jujur seperti tidak mengambil barang milik teman tanpa izin (Huppert et al. , 2. Tanggung Jawab: Kemampuan anak untuk merapikan mainan dan menyelesaikan tugas secara mandiri (Shapovalova et al. , 2. Metode Pembiasaan dalam Pengembangan Moral Anak Usia Dini Konsep Pembiasaan dalam Pembelajaran Metode pembiasaan adalah pendekatan yang bertujuan membangun kebiasaan positif pada anak melalui pengulangan dan penguatan nilai-nilai moral (Nurdini, 2. Menurut Hurlock, pembiasaan memungkinkan anak menginternalisasi nilai moral secara alami melalui aktivitas sehari-hari (Anwar et al. , 2. Manfaat Metode Pembiasaan untuk Perkembangan Moral Anak Pembiasaan memiliki berbagai manfaat, antara lain: Peningkatan konsistensi perilaku moral: Anak lebih mudah memahami dan menerapkan nilai moral melalui pengulangan (Hafidz et al. , 2. Pengembangan kemandirian: Anak terbiasa mengimplementasikan tingkahlaku yang sesuai dengan nilai moral tanpa pengawasan intensif (Pantiuk et al. , 2. Internalisasi nilai-nilai agama dan sosial: Anak memahami pentingnya doa, kejujuran, dan tanggung jawab sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari (Hamzah et , 2. Langkah-langkah Implementasi Metode Pembiasaan di TK Berdasarkan praktik di TK Islam Al-Husna, langkah-langkah implementasi meliputi: Identifikasi Nilai Moral: Guru menentukan nilai-nilai moral yang akan dikembangkan, seperti kejujuran dan tanggung jawab (Icka & Kochoska, 2. Rutinitas Harian: Membiasakan anak untuk melakukan kegiatan moral, seperti doa bersama sebelum dan sesudah kegiatan (Istiyani et al. , 2. Pemberian Contoh: Guru memberikan teladan dalam menerapkan nilai-nilai moral (Sanjaya, 2. Penguatan Positif: Memberikan apresiasi kepada anak yang konsisten menunjukkan perilaku moral yang baik (Sari & Indianti, 2. Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengoptimalkan penguatan aspek moral anak usia dini melalui metode pembiasaan (Nurdini, 2. PTK dipilih karena sifatnya yang memungkinkan peneliti untuk melakukan tindakan langsung di lapangan, serta untuk mengevaluasi dan memperbaiki praktik secara BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 4 Nomor 1. January 2025 Adam Hasyim Apriansyah. Muhammad Dimas Febryan. Haidar Milsan. Aida Choirul Anwar. Huli Sabpa Nedriyan. Siti Qomariah. Isnawati Penelitian ini dilakukan diawali dengan pra-siklus dan dilanjutkan dua siklus yang terdapat tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi (Putri et al. , 2. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di TK Islam Al-Husna Loa Bakung yang terletak di Jalan Jakarta. Perumahan Korpri Blok BO No. Loa Bakung. Samarinda. Penelitian ini terlaksana pada bulan November-Desember 2024. Subjek penelitian ini adalah murid di TK Islam Al-Husna Loa Bakung. Prosedur Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing berlangsung selama 4 pertemuan. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Perencanaan Tahap ini mencakup penyusunan rencana pembelajaran yang mengintegrasikan metode pembiasaan untuk memperkuat aspek moral anak. Rencana ini mencakup kegiatan seperti role-playing, dan cerita moral yang diharapkan dapat membantu menanamkan nilai-nilai seperti disiplin, empati, berbagi, dan menghargai aturan (Shaharani & Februannisa, 2. Pelaksanaan Selama pelaksanaan, guru akan menerapkan metode pembiasaan dalam kegiatan kelas, baik dalam bentuk kegiatan individual maupun kelompok (Sampara et al. Guru akan memberikan teguran positif kepada anak-anak yang memperlihatkan tingkahlaku yang kurang tepat dengan nilai moral yang diajarkan (Zondo & Mncube, 2. Penelitian ini juga mengintegrasikan penggunaan pengajaran nilai moral melalui permainan dan cerita interaktif (Gusti, 2. Observasi Observasi dilakukan secara langsung untuk mencatat perubahan dalam perilaku anak, baik secara individual maupun kelompok (Savina, 2. Peneliti bersamasama mengamati reaksi anak terhadap pembiasaan yang dilakukan, serta dampak teguran yang diberikan dalam memperkuat nilai moral (Nadlifah et al. , 2. Refleksi Setelah setiap siklus, dilakukan evaluasi terhadap proses yang telah dilakukan, termasuk menilai efektivitas metode pembiasaan yang diterapkan (Nurhayati et al. Hasil refleksi ini digunakan untuk merancang perbaikan yang akan dilakukan pada siklus berikutnya (Bowers et al. , 2. Teknik Pengumpulan Data Data dari penelitian ini dihimpun melalui berbagai teknik sebagai berikut: Observasi Partisipatif Peneliti mengamati langsung interaksi anak dengan guru dan teman sebaya selama kegiatan pembiasaan berlangsung (Nadlifah et al. , 2. Observasi ini dilakukan untuk mencatat perubahan perilaku anak dalam hal disiplin, berbagi, dan pemahaman terhadap aturan yang ada (Nadlifah et al. , 2. Wawancara Wawancara dilakukan dengan guru untuk memperoleh pandangan mereka mengenai perubahan perilaku moral anak dan penerapan pembiasaan yang dilakukan oleh guru (Romiyatun & Wakhudin, 2. Dokumentasi Pengumpulan data juga dilakukan melalui dokumentasi kegiatan pembiasaan di kelas, seperti foto atau rekaman video dari aktivitas anak selama pembelajaran. Dokumentasi ini berfungsi untuk memperkaya analisis data (Nopianto et al. , 2. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 4 Nomor 1. January 2025 Peningkatan Aspek Perkembangan Moral Anak Usia Dini Melalui Metode Pembiasaan di TK Islam Al-Husna Samarinda Teknik Analisis Data Data yang terkumpul dari observasi, wawancara dan dokumentasi akan dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Analisis Kualitatif Data observasi dan wawancara akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif untuk menggambarkan perubahan perilaku anak dan persepsi guru terhadap efektivitas metode pembiasaan (Nopianto et al. , 2. Analisis ini akan memfokuskan pada pola perubahan yang terjadi selama proses penelitian serta refleksi guru terhadap pengaruh tindakan yang telah dilakukan (OsmanoviN-ZajiN & MaksimoviN, 2. Triangulasi Data Untuk memastikan validitas hasil penelitian, triangulasi data akan dilakukan dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dokumentasi (OsmanoviNZajiN & MaksimoviN, 2. Dengan ini, peneliti dapat menghasilkan visualiasi yang lebih holistik mengenai efektivitas metode pembiasaan dalam penguatan moral anak (Nisa & Utami, 2. Hasil dan Pembahasan Kesadaran Beribadah. Anak-anak sudah mengenal dan mampu mengenal dan melakukan doa sehari-hari secara individu dan bersama-sama dengan teman-temannya. Hal ini didasari dari pembiasaan berdoa setiap kegiatan, dan kegiatan sholat setiap pagi di sekolah. Berbagi dan Peduli. Anak-anak mulai senang berbagi kepada temannya untuk makan bersama, dan bergantian dalam bermain permainan. Menghormati Orang Lain. Anak-anak selalu mendengarkan apa-apa yang dikatan oleh guru, mau melakukan apa yang diminta oleh guru. Kejujuran. Anak-anak terlihat mampu mengungkapkan maaf dan mengakui kesalahan mereka, ketika mereka bermain anak-anak mampu bermain dengan tidak curang. Sikap Tanggung Jawab Anak mau dan berusaha mengerjakan tugas yang ditugaskan dari guru. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa metode pembiasaan dapat meningkatkan perkembangan moral anak secara pelan dan bertahap tetapi memerlukan konsistensi yang tinggi. = (Jumlah anaky(Jumlah indikatoryBobot nilai tertingg. ) =. =400 Persentase (P) = F/Ny100% Ket: P = Presentase F = Total skor BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 4 Nomor 1. January 2025 Adam Hasyim Apriansyah. Muhammad Dimas Febryan. Haidar Milsan. Aida Choirul Anwar. Huli Sabpa Nedriyan. Siti Qomariah. Isnawati N = Jumlah skor maksimal Temuan kami mendapatkan bahwa total skor indikator pada Pra-Siklus adalah 285. P=285/400x100% P=71,25% Temuan kami mendapatkan bahwa total skor indikator pada Siklus 1 adalah 357. P=357/400x100% P=89,25% Temuan kami mendapatkan bahwa total skor indikator pada Siklus 2 adalah 375. P=375/400x100% P=93,7% Tabel 1. Hasil siklus dalam bentuk tabel Pra-Siklus Siklus 1 (RataIndikator Moral (Rata-rat. Siklus 2 (Ratarat. Kesadaran Beribadah 4,0625 Berbagi dan Peduli Menghormati Orang Lain 4,675 Kejujuran Tanggung Jawab 4,0625 Tabel 2. Hasil siklus dalam bentuk grafik Kesadaran Beribadah Berbagi dan Peduli Menghormati Orang Lain Pra Siklus Siklus 1 Kejujuran Sikap Tanggung Jawab Siklus 2 BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 4 Nomor 1. January 2025 Peningkatan Aspek Perkembangan Moral Anak Usia Dini Melalui Metode Pembiasaan di TK Islam Al-Husna Samarinda Gambar 1. Contoh Pembiasaan Data menunjukkan adanya peningkatan yang konsisten dalam perkembangan moral anak usia dini di setiap siklus penelitian tindakan kelas. Dari siklus 1 hingga siklus 3, terdapat peningkatan perkembangan moral rata-rata skor, kesadaran beribadah, berbagi dan peduli,menghormati orang lain, kejujuran, dan tanggung jawab. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembiasan efektif dalam membantu anak-anak mengembangkan aspek moral yang diperlukan untuk interaksi yang sehat dan dinamis. Hasil ini mengindikasikan bahwa metode pembiasan berperan signifikan dalam meningkatkan perkembangan moral anak-anak usia dini. Peningkatan perkembangan moral tersebut menunjukkan bahwa metode pembiasan bukan hanya moral yang dilihat, tetapi juga proses pembelajaran moral yang dapat memfasilitasi perkembangan moral dan kemampuan regulasi diri. Secara umum, metode ini dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam pendidikan anak usia dini, terutama untuk perkembanagan moral. Hasil dari penelitian ini selaras dengan studi terbaru terlihat bahwa metode pembiasaan berperan efektif dalam mengembangkan aspek moral pada anak usia dini. Metode pembiasaan harusnya disertai dengan usaha menimbulkan kesadaran atau perhatian secara berkala, karena pembiasaan diterapkan bukan untuk memaksa kehendak peserta didik supaya melakukan tindakan secara alami, melainkan agar anak bisa melakukan berbagai kebaikan dengan mudah tanpa merasa berat hati (Evi Nur Khofifah & Siti Mufarochah, 2. menyatakan bahwa pembiasaan adalah salah satu alat pendidikan yang penting sekali terutama bagi anak usia dini, sebab anak belum menyadari tentang baik dan buruk dalam agama dan nilai susila. (Rizqina & Suratman, 2. menyatakan metode pembiasaan dinilai lebih efektif saat diterapkan kepada anak usia dini. Metode pembiasaan ini guru berperan sebagai contoh, memberikan bimbingan, dan melatih anak. Sebagai contoh yakni guru memberikan sikap teladan yang baik kepada murid dengan sering mengucapkan basmallah pada saat melakukan suatu hal dan mengucapkan hamdalah pada saat setelah melakukan suatu hal. (Akhyar & Sutrawati, 2. mengatakan bahwa metode pembiasaan yaitu suatu salah satu jalan atau cara yang dilakukan dengan sengaja, secara berulang, terus dilakukan , konsisten, dan berlanjut untuk menjadikan kebiasaan . yang melekat didalam diri si anak, sehingga suatu saat nanti si anak tidak perlu pemikiran lagi untuk melakukan hal tersebut. (Fitri & NaAoimah, 2. menyatakan bahwa tingkah laku anak yang baik seperti taat, disiplin, jujur, hormat, dan lainnya adalah sikap yang diharapkan ada pada diri sang anak, karena akan selalu berkembang sampai beranjak dewasa dan mempunyai keturunan. (Fatiyah Qailani et al. , 2. menyatakan perkembangan moral pada anak usia dini adalah proses di mana anak-anak belajar membedakan yang benar dari yang salah melalui pengalaman, pendidikan, dan bimbingan orang tua. Orang tua memainkan peran penting sebagai pendidik, panutan, dan fasilitator, yang secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan moral anak-anak mereka. (Wahidah & BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 4 Nomor 1. January 2025 Adam Hasyim Apriansyah. Muhammad Dimas Febryan. Haidar Milsan. Aida Choirul Anwar. Huli Sabpa Nedriyan. Siti Qomariah. Isnawati Maemonah, 2. menekankan bahwa perkembangan moral pada anak usia dini membutuhkan pendidikan moral yang disengaja, dipengaruhi oleh panutan orang dewasa. Metode pembiasaan harus fokus pada keadilan, mendorong anak-anak untuk menganalisis nilai-nilai dan perilaku moral melalui diskusi dan contoh yang diberikan oleh pendidik. (Rasmini & Karta, 2. menyatakan bahwa Perkembangan moral dalam pembiasaan anak usia dini melibatkan kegiatan konsisten yang menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, kerja sama, dan rasa hormat. (Utami & Wafi, 2. menekankan bahwa metode pembiasaan anak usia dini termasuk menanamkan kebiasaan baik melalui praktik yang konsisten dan memberikan perilaku teladan dari guru, yang sangat penting untuk pengembangan moral yang efektif. (Muhammad Zainal Abidin et al. , 2. mengungkapkan bahwa metode pembiasaan anak usia dini mencakup strategi seperti belajar dengan melakukan pembelajaran menyenangkan, kegiatan kelompok kecil, dan praktik perilaku yang konsisten seperti praktik keagamaan yang mendorong disiplin melalui keterlibatan rutin dan praktis dalam lingkungan belajar. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembiasaan memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk perkembangan moral anak. Hasil temuan yang melibatkan aspek kesadaran beribadah, berbagi dan peduli, menghormati orang lain, kejujuran, serta sikap tanggung jawab dapat dijelaskan dengan berbagai teori dalam psikologi perkembangan dan pendidikan moral. Pembiasaan yang dilakukan di sekolah, seperti berdoa bersama, berbagi makanan, dan mendengarkan guru, memberikan dasar yang kuat untuk membentuk karakter positif pada anak-anak, sesuai dengan teori-teori yang ada. Dalam hal ini sesuai lima indikator yang terkait dan dikategorikan sebagai berikut: Kesadaran Beribadah Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak sudah mengenal dan mampu melakukan doa sehari-hari secara individu maupun bersama-sama. Ini sejalan dengan teori pembiasaan dalam psikologi perkembangan, yang menyatakan bahwa perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dapat membentuk kebiasaan dan nilai yang mendalam pada individu (Indriyati & Siswadi, 2. Pembiasaan berdoa setiap kegiatan di sekolah memberikan dampak yang besar dalam mengembangkan kesadaran beribadah pada anak-anak. Berdasarkan teori moralitas sosial, kebiasaan yang diajarkan sejak dini, seperti berdoa bersama, tidak hanya memperkenalkan anak pada praktik agama tetapi juga mengajarkan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan seharihari (Rusdiani et al. , 2. Berbagi dan Peduli Penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak mulai senang berbagi dan peduli dengan teman-temannya, seperti berbagi makanan dan bergantian dalam bermain. Hal ini sejalan dengan teori perkembangan sosial Vygotsky, yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam perkembangan anak (Manesis et al. , 2. Pembiasaan berbagi dan peduli mengajarkan anak tentang empati dan saling menghormati, yang merupakan dasar dalam pembentukan hubungan sosial yang sehat. Teori pembelajaran sosial Bandura juga relevan dalam konteks ini, karena anak-anak belajar nilai-nilai berbagi dan peduli melalui pengamatan terhadap perilaku orang dewasa dan teman-teman mereka (Habsy et al. , 2. Sikap Kedermawanan dalam pendidikan sangatlah urgen untuk ditumbuhkan pada setiap jenjang pendidikan, terutama bagi peserta didik agar, nantinya dapat menjadi manusia yang memiliki kepekaan sosial. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 4 Nomor 1. January 2025 Peningkatan Aspek Perkembangan Moral Anak Usia Dini Melalui Metode Pembiasaan di TK Islam Al-Husna Samarinda Menghormati Orang Lain Anak-anak yang selalu mendengarkan dan mengikuti arahan guru menunjukkan perkembangan dalam sikap menghormati otoritas. Berdasarkan teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg, anak-anak pada usia ini berada pada tahap konvensional di mana mereka mulai menginternalisasi norma-norma sosial dan menghormati aturan yang ada (Boyd, 2. Pembiasaan untuk mendengarkan guru dan mengikuti perintah yang diberikan adalah salah satu cara untuk mengembangkan sikap menghormati orang Selain itu, pembiasaan ini juga berkaitan dengan teori Erikson tentang perkembangan psikososial, di mana pada usia ini anak-anak mulai membangun rasa percaya diri dan penghargaan terhadap otoritas yang ada di sekitar mereka (Erskine & Pyrez Burgos, 2. Langkah pendidik dalam menerapkan perilaku saling menghargai di TK al Ae husna , seorang pendidik lebih sering memaparkan tentang perilaku yang baik yang wajib ada didalam diri anak dan guru memberikan teladan terlebih dahulu kepada murid bagaimana cara menyanyangi orang lain, menghormati orang lain, dan memperlihatkan perilaku saling kasih sayang dan setelah itu teladan tersebut akan diterapkan dalam kegiatan anak sehari-hari. Kejujuran Anak-anak yang mampu mengungkapkan maaf dan mengakui kesalahan mereka menunjukkan perkembangan dalam hal kejujuran dan tanggung jawab. Teori moral kognitif Piaget menjelaskan bahwa pada usia tertentu, anak-anak mulai memahami perbedaan antara benar dan salah serta konsekuensi dari tindakan mereka (Marinda, 2. Kejujuran yang muncul pada anak-anak, seperti mengakui kesalahan saat bermain, menunjukkan bahwa mereka telah menginternalisasi prinsip-prinsip moral dan sosial yang berlaku dalam lingkungan mereka. Pembiasaan mengungkapkan maaf dan bertanggung jawab atas kesalahan mereka memperkuat nilai kejujuran yang akan terus berkembang seiring waktu. Sikap Tanggung Jawab Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak mau dan berusaha mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Hal ini sejalan dengan teori Erikson yang menyatakan bahwa anak-anak pada usia ini berada pada tahap "inisiatif vs rasa bersalah," di mana mereka mulai belajar mengambil inisiatif dan bertanggung jawab atas tindakan mereka (Fadilah et al. , 2. Pembiasaan untuk mengerjakan tugas dengan penuh tanggung jawab mengajarkan anak pentingnya rasa tanggung jawab dan kemandirian. Pembiasaan ini akan berdampak positif dalam membentuk sikap disiplin dan komitmen pada tugas yang diberikan di masa depan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembiasaan yang dilakukan dengan konsisten dapat meningkatkan perkembangan moral anak secara Pembiasaan yang terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari di sekolah membantu anak-anak menginternalisasi nilai-nilai moral yang penting, seperti kesadaran beribadah, berbagi, menghormati orang lain, kejujuran, dan sikap tanggung Namun, konsistensi dalam pelaksanaan pembiasaan ini sangat penting untuk memastikan perkembangan moral anak berjalan dengan baik. Tanpa konsistensi, nilainilai ini mungkin sulit untuk tertanam dengan kuat dalam diri anak-anak. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 4 Nomor 1. January 2025 Adam Hasyim Apriansyah. Muhammad Dimas Febryan. Haidar Milsan. Aida Choirul Anwar. Huli Sabpa Nedriyan. Siti Qomariah. Isnawati Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, metode pembiasaan terbukti sebagai pendekatan yang efektif untuk meningkatkan aspek moral anak usia dini, mencakup lima indikator utama: kesadaran beribadah, berbagi dan peduli, menghormati orang lain, kejujuran, dan tanggung jawab, dengan peningkatan signifikan pada setiap siklus penelitian. Temuan ini menjawab tujuan penelitian, yaitu mengevaluasi efektivitas metode pembiasaan dalam pengembangan moral anak. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat konsep bahwa pembiasaan mendukung perkembangan moral anak usia dini sebagaimana dijelaskan dalam teori Piaget. Kohlberg, dan Erikson. Dari sisi metodologis, penelitian tindakan kelas (PTK) terbukti relevan dalam mengevaluasi dan meningkatkan praktik pengajaran moral. Secara praktis, hasil ini memberikan panduan bagi pendidik dalam menerapkan metode pembiasaan secara konsisten dan berkelanjutan untuk menanamkan nilai-nilai moral pada anak. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup pentingnya penerapan metode pembiasaan yang konsisten, pengembangan program pembiasaan yang terstruktur melalui pelatihan guru, serta penelitian lanjutan untuk menguji efektivitas metode ini dalam konteks yang lebih luas. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis, metodologis, dan praktis dalam mendukung pendidikan karakter anak usia dini. Referensi