Beny Yulianto, Partisipasi Pedagang Dalam Melakukan Pemilahan Sampah di Pasar Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru 2016 Partisipasi Pedagang Dalam Melakukan Pemilahan Sampah di Pasar Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Participation Traders Separating Waste in Pasar Baru Tampan sub District Pekanbaru City Beny Yulianto Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru ABSTRAK Sampah diartikan sebagai sesuatu yang tidak digunakan lagi, tidak terpakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang, yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Pasar merupakan salah satu tempat kegiatan manusia yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar setiap harinya, bila sistem pemilahan sampah tidak baik maka akan menimbulkan dampak terhadap kesehatan secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi pedagang dalam pemilahan sampah di Pasar Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan April 2015, dengan jumlah sampel berjumlah 79 pedagang. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Analisis data dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan (OR = 2,60 ; CI: 1,08-3,67), sosialisasi (OR = 3,10; CI: 2,58-5,99), dan ketersediaan sarana tempat pembuangan sampah (OR = 8,25 ; CI: 2,98-7,55) dengan partisipasi pemilahan sampah. Disarankan pihak pasar memberikan peraturan tertulis, sanksi atau leaflet tentang partisipasi dalam pemilahan sampah agar pedagang sadar dan peduli terhadap pentingnya pemilahan sampah. Kata kunci : Pemilahan, pengelolaan sampah, sosialisasi ABSTRACT Garbage is defined as something that is not used anymore, unused, or something that is thrown away, which is derived from human activities and does not happen by itself. The market is one of the human activities that produce large amounts of garbage every day, when the waste sorting system is not good, it will make it difficult to carry out waste management and will have an impact on health directly or indirectly. This study aims to determine the factors associated with the participation of traders in waste sorting in Tampan Sub district Pasar Baru Pekanbaru.This study is quantitative research with cross sectional design. This research was conducted April 2015, sample in this study is 79 merchants. Data were collected by using questionnaires and observation. Data analysis for bivariate with chi-square test with 95% confidence level with α = 0.05. The results showed that there is a relationship between education (OR = 2,60 ; CI: 1,08-3,67), socialization (OR = 3,10; CI: 2,58-5,99) availability of trash waste (OR = 8,25 ; CI: 2,98-7,55 with waste sorting participation. Keywords : Sorting, garbage, waste management, socialization PENDAHULUAN Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang semakin banyak berbanding lurus dengan jumlah timbunan produksi sampah. Apabila diamati timbulnya masalah persampahan tidak dapat lepas dari prilaku manusia atau masyarakat sebagai penghasil sampah. Sejauh ini dirasakan bahwa pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan belum berjalan sesuai dengan harapan. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan meskipun tempat sampah sudah tersedia (Nurhasanah, 2014). Undang-Undang Repuplik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang sampah mengatakan bahwa sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perludilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat (UU RI No 18, 2008). Salah satu permasalahan sampah yang cukup rumit adalah permasalahan sampah pasar, sebab selain 1 1 Alamat Korespondensi : Beny Yulianto, Email: b.soclose@gmail.com Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 3, No. 2, Mei 2016 Page 69 Beny Yulianto, Partisipasi Pedagang Dalam Melakukan Pemilahan Sampah di Pasar Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru jumlah nya yang relatif banyak, sampah pasar juga mempunyai problematik sendiri, karena sebagian besar dari sampah pasar terdiri dari sampah basah, sehingga selama pengumpulan tumpukan-tumpukan ini merupakan sarang lalat, tikus dan serangga, menjadi sumber pengotoran tanah, air maupun udara dan dari segi estetika akan menimbulkan bau serta pemandangan yang kurang menyenangkan (Zulkaini, 2009). Untuk mengurangi resiko tersebut, maka pemilahan sampah menjadi sesuatu yang harus segera dilaksanakan oleh semua unsur masyarakat pada semua aktivitas. Pemilahan juga memudahkan penanganan sampah. Misalnya, sampah organik dapat kita olah menjadi kompos, biogas atau bentuk lainnya (Santoso, 2008). Di kota Pekanbaru menurut Dinas Kebersihan dan Pertaman (DKP), Kota Pekanbaru saat ini sudah menghasilkan sampah tak kurang dari 14.616,59 ton setiap bulannya (Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru, 2015) Berdasarkan survei awal yang dilakukan oleh peneliti di pasar Baru, terdapat sekitar 250 kios /toko permanen, 65 kios yang tidak permanen dan 50 pedagang kaki lima yang berjualan di pasar tersebut setiap harinya, kecuali pada hari selasa pedagang kaki lima bertambah menjadi kurang lebih 500 kios karena pada hari tersebut adalah hari pasar. Pihak pengelola pasar menyediakan hanya beberapa tempat sampah organik dan anorganik. 2016 Dari sekian tempat sampah yang disediakan oleh pihak pasar, masih ada beberapa tempat sampah yang tidak dimanfaatkan dengan efektif, sampah lebih banyak dibiarkan bertumpuk diluar tong sampah dari pada didalam tong sampah dan walaupun sudah tersedia tong sampah organik dan non-organik masih banyak sampah yang digabungkan antara sampah organik dan sampah non-organik. Pedagang tidak sepenuhnya berpartisipasi dalam pemilahan sampah Organik dan Non-organik, masih banyak pedagang yang membuang sampah tidak pada tempat yang seharusnya, juga minimnya tong sampah di hari biasa yang tersedia di pasar tersebut. Berdasarkan hal-hal yang telah dikemukakan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi pedagang dalam pemilahan sampah di Pasar Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. METODE Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di pasar Simpang Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru pada bulan April 2015. Populasi berjumlah 365 orang pedagang, dengan jumlah sampel berjumlah 79 pedagang. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis bivariat menggunakan uji ChiSquare. HASIL Tabel 1 Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Partisipasi Pedagang Dalam Melakukan Pemilahan Sampah Di Pasar Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Partisipasi Dalam Memilah Sampah No Variabel 1 Pendidikan Pedagang Tinggi Ya n 12 Total Tidak % 40 n 10 % 20,4 N 22 % 27,8 Rendah 18 60 39 79,6 57 72,2 Total 30 100 49 100 79 100 Ada 22 8 73,3 26,7 23 26 46,9 53,1 45 34 56,9 43,1 Total 30 100 49 100 79 100 Cukup 24 6 80,0 20,0 16 33 32,6 67,4 40 39 50,6 49,4 Total 30 100 49 100 79 100 OR (95% CI) P Value 2,60 (1,08-3,67) 0,010 3,10( 2,58-5,99) 0,001 8,25 (2,98-7,55) 0,001 2 Sosialisasi Tidak ada 3 Ketersediaan Sarana Tidak Cukup Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 3, No. 2, Mei 2016 Page 70 Beny Yulianto, Partisipasi Pedagang Dalam Melakukan Pemilahan Sampah di Pasar Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Hasil uji statistik menunjukkan, terdapat hubungan yang bermakna (p<0.05) antara pendidikan, sosialisasi, dan ketersediaan sarana dengan partisipasi pedagang dalam memilah sampah di Pasar Baru Kec Tampan Kota Pekanbaru. pendidikan Pedagang dengan pendidikan rendah 2,6 kali tidak memilah sampah dibanding dengan pedagang dengan pendidikan tinggi. Pedagang yang pernah mendapat sosialisasi 3,1 kali tidak memilah sampah dibandingkan pedagang yang pernah mendapat sosialisasi, dan pedagang yang memiliki ketersediaan sarana 8,3 kali tidak memilah sampah dibandingkan yang pedagang yang cukup tersedia sarana (Tabel 1). PEMBAHASAN Hubungannpendidikan terhadap pemilahan sampah Pada penelitian ini pendidikan yang dikatakan rendah yaitu tingkat SD-SMP, Pendidikan sebagai faktor penentu cara berfikir dan pemahaman pedagang dalam melakukan pemilahan sampah jadi pedagang yang berpendidikan rendah kebanyakan tidak memikirkan cara memilah sampah dengan baik karena tidak mengerti manfaat yang dihasilkan setelah melakukan pemilahan sampah tersebut. pendidikan tinggi adalah tingkat SMA-Perguruan Tinggi, Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin tinggi pula cara berfikir dan pemahaman seseorang dalam melakukan pemilahan sampah dengan lebih baik. Hubungan sosialisasi terhadap pemilahan sampah Semakin banyak yang belum mendapatkan sosialisasi dengan baik maka semakin rendah tingkat kesadaran dan kepedulian terhadap pemilahan sampah, pedagang yang tidak melakukan pemilahan sampah dengan baik kebanyakan karena kurangnya sosialisasi yang di berikan oleh pihak pasar. Menurut Setiadi (2012), sosialisasi adalah suatu proses dimana didalamnya terjadi pengambilan peranan. Dalam proses ini sesorang belajar untuk mengetahui peranan yang harus dijalankannya serta peranan yang harus dijalankan orang lain. Melalui penguasaan peranan yang ada dalam masyarakat ini seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain. Menurut Riduan (2012), sosialisasi merupakan salah satu jalan untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah. Hubungan faktor ketersediaan sarana tempat pembuangan sampah terhadap pemilahan sampah Ketersediaan sarana tempat sampah yang disiapkan oleh pihak pasar dirasa kurang oleh pedagang. Banyak nya tempat sampah yang hilang merupakan kendala yang terjadi di lapangan. Kriteria tempat sampah yang baik itu seperti tempat sampah harus kuat, tidak mudah bocor atau retak, tempat sampah harus mempunyai penutup yang mudah dibuka Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 3, No. 2, Mei 2016 2016 dan ditutup kembali, agar bau sampah tidak tercium/terlihat dari luar, ukuran tempat sampah jangan terlalu besar, sehingga mudah dipindahpindahkan, sebaiknya lapisi bagian dalam tempat sampah dengan kantung plastik agar praktis, sehingga ketika mengosongkan tempat sampah, hanya kantung plastiknya yang diangkat, pisahkan sampah basah dengan sampah kering, bila tempat sampah sudah penuh, segera dibuang ke bak sampah di luar rumah dan bak dibersihkan secara berkala. Hasil uji statistik didapatkan tidak ada hubungan yang bermakna (p0,246) yang berartitidak ada hubungan faktor sarana tempat pembuangan sampah terhadap partisipasi pemilhan sampah. Faktor ini tidak berhubungan karena kebanyakan pedagang berpendapat bahwa sarana tempat pembuangan sampah tidak begitu penting untuk sarana mereka dalam membuang sampah atau memilah sampah dikarenakan mereka sudah membayar restibusi sampah setiap harinya, dan sampah disetiap kios akan disapu atau dibersihkan oleh petugas pasar setiap harinya. Hal tersebut menyebabkan pedagang tidak memperhatikan kebersihan pasar atau merasa mendapatkan manfaat dalam pemilahan sampah. Pedagang seharusnya juga ikut berpartisipasi dalam pemilahan sampah yang baik dan benar, yang akan memudahkan pengelola pasar dalam mengelola sampah sebelum di angkut ke TPA, walaupun pedagang sudah membayar restibusi sampah. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Saam (2009) menunjukkan bahwa fasilitas penunjang seperti tempat sampah berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat partisipasi pedagang dalam pengelolaan sampah menyediakan fasilitas penunjang (tempat sampah/tong sampah) di lingkungan pasar. KESIMPULAN Ditemukan hubungan yang bermakna (p<0,05) antara pendidikan, sosialisasi, dan ketersediaan sarana dengan partisipasi pedagang dalam memilah sampah di Pasar Baru Kec Tampan Kota Pekanbaru. Pedagang dengan pendidikan rendah memiliki 2,6 kali tidak memilah sampah dibandingkan dengan pedagang dengan pendidikan tinggi (OR = 2,60 ; CI: 1,08-3,67) , pedagang yang tidak mendapat sosialisasi memiliki 3,1 kali tidak memilah sampah dibanding yang mendapat sosialisasi (OR = 3,10; CI: 2,58-5,99) , dan pedagang yang tidak memiliki ketersediaan sarana yang cukup memiliki 8,3 kali tidak memilah sampah dibandingkan yang cukup tersedia sarana di pasar baru KotanPekanbaru (OR = 8,25 ; CI: 2,98-7,55). SARAN Bagi Pedagang Pasar Baru Kecamatan Tampan sebaiknya meningkatkan kerja sama dengan pihak pasar dalam meningkatkan partisipasi pedagang dalam pemilahan sampah yang langsung melibatkan Page 71 Beny Yulianto, Partisipasi Pedagang Dalam Melakukan Pemilahan Sampah di Pasar Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru pedagang pasar dengan melakukan pemilahan secara baik dan benar di kios masing-masing sebelum dibuang ke TPA. Bagi UPTD Pasar Baru Kecamatan Tampan sebaiknya pihak pasar memberikan peraturan tertulis, sanksi atau leaflet tentang partisipasi dalam pemilahan sampah agar pedagang sadar dan peduli terhadap pentingnya pemilahan sampah untuk memudahkan pihak pasar dalam pengelolaan sampah sebelum dibuang ke TPA. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih ditujukan kepada Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan Dinas Pasar yang telah memberikan ijin penelitian. DAFTAR PUSTAKA Adsense.(2012), makalah sampah http://makalahkesehatan88.blogspot.com /2013/11/makalah-sampah_4146.html.di akses pada tanggal 14 februari 2015 Budiasih, K.S. (2010). pemilahan sampah sebagai upaya pengelolaan sampah yang baik. Chandra, B. (2006). Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru, (2015).Rekapitulasi Harian Timbulan / Ritasi Sampah TPA Muara Fajar Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru.Riau. Hartono, R. (2012). Mengolah sampah perkotaan. Jakarta: penebar Swadaya. Hasto, H. (2010) partisipasi pedagang ngarsapura night market terhadap pengembangan pasar tradisional sebagai warisan budaya (hertage).Jurnal.jurusan sosiologi. Hayana, (2012). Pengaruh Social Ekonomi dan BudayaTerhadap Partisipasi Ibu RumahTangga Dalam Pengelolaan Sampah di Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar Tahun 2011.Tesis. Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat. Hermawan, (2005). pengelolaan sampah domestik dikalangan ibu rumah tangga.Jurnal. Universitas sumatra utara. Kamoenyo, (2013). Sarana Tukar Menukar Informasihttpa://kamoenyo.wordpress.co m/link/. di akses pada tanggal 14 februari 2015 Kurniati, E. (2013). Yuk, kita mengelola sampah.Bandung: Simbiosa Rekatarma Media. Mulia, R.M (2005). Kesehatan Yogyakarta: Graha Ilmu. 2016 lingkungan. Notoatmodjo, S. (2003).Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta. Notoatmodjo, S. (2005).Metodologi Penelitian Kesehatan.PT Rineka Cipta. Jakarta. Cetakan ketiga. Nurhasanah, (2014).Partisipasi pedagang dalam pengelolaan sampah pasar arengka pekanbaru tahun 2014. Panduan skripsi, Wijaya, M. (2007) partisipasi pedagang ngarsapura night market terhadap pengembangan pasar tradisional sebagai warisan budaya (hertage). jurusan sosiologi. Pasar Simpang Baru Kecamatan Tampan, (2014). Profil Pasar Simpang Baru Kecamatan Tampan.Riau. Ratna, M. (2013).Pilar Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Medical Book Riduan, A. (2012). Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di bantaran sungai kali nagara kabupaten hulu sungai utara.Jurnal ilmu sosial.Diakses pada tanggal 10 februari 2015. Santoso, U. (2008). Pentingnya Pemilahan Sampah. Ilmu dan Sukses Ibarat Dua Sisi Mata Uang [Online]https://uripsantoso.wordpress.com/2008 /12/22/pentingnya-pemilahan-sampah/.diakses 12 januari 2015 Setiadi, E.M, dkk (2007). Ilmu sosial dan budaya dasar. Jakarta: Kencana. Slamet, J.S (2004). Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: gadjah mada university press. Soedarto (2013).Lingkungan dan kesehatan. Jakarta: sagung Seto. Sudrajat, H.R (2007). Mengelola Sampah Kota. Jakarta: penebar swadaya. Sumantri, A. (2010). Kesehatan Lingkuangan & Perspektif Islam. Jakarta: Kencana. Waluhyo, (2012). Pentingnya sosialisasi pengelolaan sampah http://untungwaluyo.blog.ugm.ac.id/2012/04/30/pentingnyasosialisasi-pengelolaan-sampah/. di akses pada tanggal 14 februari 2015. Zulkarnaini, SZ. (2009). Faktor-faktor penentu tingkat partisipasi pedagang dalam pengelolaan sampah di pasar pagi arengka Kota Pekanbaru. Diakses pada tanggal 10 Februari 2015. http//www.google.com. Mubarak, W.I, dkk (2009), Ilmu Kesehatan Masyarakat Teori dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Medika. Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 3, No. 2, Mei 2016 Page 72