Bezisokhi Laoli JURNAL Edueco Universitas Balikpapan INOVASI BAHAN AJAR DENGAN MODEL CASE BASED LEARNING BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MELATIH KEMAMPUAN ANALISIS MAHASISWA DI ERA EKONOMI DIGITAL Bezisokhi Laoli Universitas Nias pos-el: bezisokhilaoli@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan dalam mengembangkan bahan ajar inovatif yang mampu mengasah kemampuan analisis mahasiswa di tengah tantangan era ekonomi digital. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menciptakan bahan ajar berbasis Case Based Learning yang terintegrasi dengan kearifan lokal, serta memanfaatkan aplikasi Accurate Accounting sebagai media inovatif dalam pembelajaran akuntansi. Pendekatan yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengeksplorasi efektivitas model pembelajaran yang Inovasi terletak pada integrasi nilai-nilai lokal dalam konteks kasus riil, dipadukan dengan teknologi akuntansi digital yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar inovatif ini mampu meningkatkan kemampuan analisis, pemahaman kontekstual, serta keterampilan teknologi mahasiswa. Mahasiswa lebih aktif, kritis, dan mampu menghubungkan teori dengan praktik melalui studi kasus yang dekat dengan lingkungan sosial dan budaya mereka. Dengan demikian, bahan ajar ini dinilai efektif untuk menyiapkan lulusan yang adaptif dan kompeten dalam menghadapi tantangan ekonomi digital. Kata kunci: Inovasi bahan ajar. Case Based Learning, kearifan lokal, ekonomi digital, kemampuan ABSTRACT This research was motivated by the need to develop innovative teaching materials that can hone students' analytical skills amidst the challenges of the digital economy era. The main objective of this research is to create case-based learning materials integrated with local wisdom and utilize the Accurate Accounting application as an innovative medium for accounting learning. The approach used is a qualitative research method using observation, interviews, and documentation techniques to explore the effectiveness of the applied learning model. The innovation lies in the integration of local values in the context of real cases, combined with digital accounting technology relevant to current industry needs. The results show that the use of these innovative teaching materials can improve students' analytical skills, contextual understanding, and technological skills. Students are more active, critical, and able to explain theory with practice through case studies closely related to their social and cultural environments. Therefore, these teaching materials are considered effective in preparing graduates who are adaptive and competent in facing the challenges of the digital economy. Keywords: Open-source material innovation, case-based learning, local wisdom, digital economy, analytical skills. PENDAHULUAN Ekonomi digital mendorong perubahan dalam pendidikan tinggi, mahasiswa memiliki keterampilan analitis yang kuat. Analisis mencakup evaluasi kritis dan pengambilan keputusan,(Onibala dkk. Di era digital saat ini analisis muncul dalam adaptasi terhadap perubahan teknologi. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 (Amalia dkk. , 2. Namun, perguruan tinggi masih menghadapi keterbatasan bahan ajar inovatif, sehingga mahasiswa cenderung penerapannya, terutama dibidang ekonomi, bisnis, dan akuntansi. Model Case Based Learning (CBL) terbukti efektif dalam melatih keterampilan Bezisokhi Laoli analisis dan pemecahan masalah melalui studi kasus nyata, (Wijaya dkk. , 2. Keterampilan analisis menggunakan model CBL dapat melatih mahasiswa berpikir kritis dalam menghadapi tantangan profesional secara langsung, (Simbolon, 2. Hal ini pembelajaran CBL dapat menghubungkan teori dan praktik untuk membekali mahasiswa menghadapi masalah kompleks, (Hidayati & Wisudariani, 2. Namun. CBL masih jarang dikombinasikan dengan kearifan lokal, padahal nilai budaya dan ekonomi setempat dapat memperkaya pembelajaran. Kearifan lokal dapat menanamkan nilai tradisional yang berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran sosial dan lingkungan, (Askodrina. Integrasi kearifan lokal dalam pendidikan mendorong inklusivitas yang memicu terciptanya pola pemahaman baru, (Raharja dkk. , 2. Pendekatan ini membantu mahasiswa memahami dan menyelesaikan masalah sosial serta lingkungan dalam berbagai konteks. Salah satu kearifan lokal di Kota Gunungsitoli adalah sistem perdagangan Berdasarkan sumber data dari Badan Pusat Statistik Kota Gunungsitoli yang berjudul AuKota Gunungsitoli Dalam Angka 2025Ay, sistem perdagangan di Kota Gunungsitoli terdiri dari pasar tradisional, pasar ikan, dan pasar pekan. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Sumber data : Kota Gunungsitoli Dalam Angka (BPS), 2025 Gambar 1. Jenis Perdagangan di Kota Gununsitoli Sistem perdagangan tradisional masih menghadapi kendala di era digital, terutama dalam pencatatan transaksi manual yang rentan kesalahan, perhitungan laba/rugi yang kurang akurat, serta pengelolaan persediaan yang tidak efisien. Banyak UMKM di Kota Gunungsitoli seperti pengrajin Nias dan pengolah hasil laut, masih mengandalkan pemasaran konvensional. Budaya gotong royong tolo-tolo nono matua sering dilakukan tanpa pencatatan transaksi yang jelas. Sementara itu, sektor pariwisata seperti Air Terjun Humogo, dan Gua Togi Ndrawa belum memiliki sistem keuangan optimal, sehingga pendapatan masyarakat kurang Penelitian ini menekankan inovasi bahan ajar melalui studi kasus nyata dengan pola pengembangan secara digital. Perkembangan teknologi seperti platform digital, membuat pembelajaran lebih interaktif dan menarik, (Hayati dkk. , 2. Meningkatnya pola pikir masyarakat milenial saat ini membuat adaptasi bahan ajar digital semakin penting di era informasi, (Raharjo & Karimah, 2. Salah satu aplikasi yang dapat menunjang pembelajaran adalah Accurate Accounting. Accurate Accounting merupakan perangkat lunak berbasis cloud yang mendukung pembelajaran akuntansi berbasis kasus, (Suleman dkk. , 2. Software ini membantu pencatatan keuangan, termasuk penerimaan, pengeluaran, neraca, dan laba Integrasi teknologi dalam bahan ajar mendukung pembelajaran yang lebih efektif sehingga mampu mencapai target yang telah ditetapkan, (Lastri, 2. Urgensi penelitian ini terletak pada pengembangan bahan ajar berbasis Case Bezisokhi Laoli Based Learning (CBL) yang memadukan kearifan lokal dengan teknologi digital, seperti Accurate Accounting. Rumusan permasalahan penelitian ini mencakup bagaimana merancang bahan ajar CBL yang mengintegrasikan kearifan lokal dalam melatih kemampuan analisis mahasiswa?, serta bagaimana Accurate Accounting dapat membantu pemahaman mahasiswa dalam proses pembelajaran pemeriksaan akuntansi?. Penelitian ini mengadopsi dua strategi utama dalam penyelesaian masalah, yaitu Strategi pertama merupakan pengembangan bahan ajar berbasis Case Based Learning (CBL) yang mengintegrasikan kearifan lokal serta optimalisasi penggunaan Accurate Accounting dalam pemeriksaan akuntansi. Pendekatan CBL memungkinkan mahasiswa menganalisis kasus nyata dari praktik bisnis lokal di Kota Gunungsitoli, sehingga mahasiswa dapat memahami konsep akuntansi dalam konteks yang lebih relevan. Sementara itu, strategi kedua adalah penggunaan Accurate Accounting sebagai perangkat lunak akuntansi berbasis cloud membantu mahasiswa dalam penerapan pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, dan proses audit digital secara Kombinasi kedua strategi ini bertujuan melatih keterampilan analisis mahasiswa serta membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis yang sesuai dengan perkembangan ekonomi digital dan kebutuhan dunia kerja. Ekonomi digital merupakan seluruh dilandaskan pada penggunaan teknologi informasi sehingga menciptakan efisiensi dalam pengelolaan keuangan yang efektif, (Zulkifli dkk. , 2. Dalam penerapannya, ekonomi digital mengubah cara kerja dan pendidikan, serta menjadikan teknologi elemen utama dalam pembelajaran, (Yuangga, 2. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Beberapa penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Yufrinalis dkk. , . dengan judul Pendampingan Guru Sekolah Dasar dalam Mengembangkan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Sikka melalui Model Project Based Learning. Penelitian ini berangkat dari latar belakang pentingnya pelestarian dan integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. tengah arus globalisasi dan dominasi bahan ajar berbasis nasional atau umum, terdapat kekhawatiran bahwa budaya lokal, terutama kearifan lokal masyarakat Sikka di Nusa Tenggara Timur, akan terpinggirkan dari ruang kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendampingi dan meningkatkan kapasitas guru-guru sekolah dasar di Kabupaten Sikka dalam merancang dan mengembangkan bahan ajar berbasis kearifan lokal dengan pendekatan Project Based Learning. Melalui pendampingan ini, guru diharapkan mampu menghasilkan bahan ajar yang tidak hanya sesuai dengan standar kurikulum, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya dan realitas sosial di lingkungan mereka sendiri, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta uji coba pengembangan bahan ajar oleh guru peserta pendampingan. Proses pelaksanaan dilakukan secara kolaboratif, mulai dari tahap identifikasi potensi lokal yang relevan untuk dijadikan bahan ajar, perancangan proyek pembelajaran, hingga implementasi dan evaluasi hasil proyek yang dibuat guru bersama siswanya. Penelitian ini juga memanfaatkan refleksi peserta sebagai bagian penting dari analisis dampak pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti pendampingan, guru-guru Bezisokhi Laoli mengalami peningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi unsur kearifan lokal yang relevan dan menerapkannya dalam bentuk proyek pembelajaran. Mereka mampu mengembangkan bahan ajar tematik yang mengangkat budaya lokal seperti tenun ikat, ritual adat, sejarah daerah, dan praktik ekonomi tradisional. Lebih dari itu, guru menyatakan bahwa siswa menjadi lebih antusias belajar karena merasa materi pelajaran dekat dengan kehidupan mereka. Keberhasilan program pendampingan ini terlihat dari meningkatnya kualitas produk bahan ajar serta respons positif siswa terhadap pembelajaran yang dilaksanakan. Relevansi penelitian ini dengan penelitian Anda terletak pada fokus yang sama, yaitu pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas dan keterlibatan pembelajaran. Kedua penelitian sama-sama menempatkan nilai-nilai budaya lokal sebagai kekuatan utama dalam proses pendidikan, serta menggunakan model pembelajaran aktif berbasis proyek atau kasus nyata. Namun, perbedaan mendasar terdapat pada subjek dan ruang lingkupnya penelitian Yufrinalis fokus pada pendampingan guru sekolah dasar dalam konteks pendidikan dasar, sementara penelitian yang dilakukan oleh peneliti berfokus pada mahasiswa pendidikan ekonomi dalam konteks pendidikan tinggi, serta menambahkan aspek integrasi teknologi digital (Accurate Accountin. sebagai sarana peningkatan kemampuan analisis mahasiswa dalam pembelajaran ekonomi di era digital. Penelitian terdahulu berikutnya dilakukan oleh Fauzi dkk. , . dengan judul Pengaruh Model Case Based Learning Dengan Pendekatan Kearifan Lokal Terhadap Penalaran Matematis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa dalam pembelajaran Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan matematika, yang selama ini masih cenderung bersifat mekanistis dan minim keterkaitan dengan konteks kehidupan seharihari. Pendekatan pembelajaran yang digunakan di kelas sering kali kurang mengakomodasi keaktifan siswa dalam berpikir kritis dan reflektif. Para peneliti melihat bahwa salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menerapkan model Case Based Learning (CBL) yang berbasis pada pendekatan kearifan lokal. Dengan menghadirkan permasalahan nyata yang kontekstual dan dekat dengan lingkungan budaya siswa, diharapkan siswa dapat lebih mudah membangun pemahaman konsep dan meningkatkan kemampuan bernalar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model Case Based Learning yang dipadukan dengan kearifan lokal terhadap matematis siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji sejauh mana keterlibatan budaya lokal dalam kasus-kasus pembelajaran dapat mendorong aktivitas berpikir siswa dalam konteks matematika yang relevan dan bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu . uasi-experimental desig. yang melibatkan dua kelompok siswa: kelompok eksperimen yang menggunakan model CBL berbasis kearifan lokal, dan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes penalaran matematis yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan dengan uji statistik parametrik untuk melihat perbedaan hasil antara kedua Selain itu, lembar observasi digunakan untuk mencatat keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Bezisokhi Laoli Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar menggunakan model Case Based Learning dengan pendekatan kearifan lokal mengalami peningkatan penalaran matematis yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Siswa pada kelompok eksperimen terlihat lebih aktif permasalahan, dan menghubungkan konsep matematika dengan situasi nyata yang mereka kenal, seperti pengukuran dalam kegiatan adat atau perhitungan ekonomi tradisional. Temuan ini membuktikan bahwa konteks budaya lokal mampu memberikan stimulus kognitif yang efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir matematis secara mendalam dan bermakna. Relevansi penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti memeiliki kesamaan, terutama dalam hal penggunaan model Case Based Learning yang dikombinasikan dengan pendekatan kearifan lokal sebagai strategi pedagogis untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat Meski penelitian Fauzi dkk. difokuskan pada bidang matematika dan subjeknya adalah siswa sekolah menengah, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti lebih berfokus pada mahasiswa pendidikan ekonomi, keduanya memiliki kesamaan dalam hal prinsip pembelajaran kontekstual, berbasis masalah nyata, dan nilai-nilai Perbedaannya keterampilan yang dikembangkan penelitian ini menitikberatkan pada penalaran matematis, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti menargetkan peningkatan kemampuan analisis ekonomi dan akuntansi mahasiswa dengan tambahan integrasi teknologi digital melalui aplikasi Accurate Accounting. Kebaruan dari penelitian yang dilakukan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan penggunaan studi kasus berbasis kearifan lokal, yang memungkinkan mahasiswa tidak hanya memahami teori akuntansi, tetapi juga melihat penerapannya dalam bisnis berbasis Berbeda dari penelitian sebelumnya, pendekatan ini menghubungkan aspek budaya Nias dengan ekonomi digital, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan pemikiran kritis yang lebih relevan. Selain itu, penelitian ini memanfaatkan Accurate Accounting sebagai simulasi akuntansi berbasis cloud memberikan mahasiswa pengalaman langsung dalam pencatatan dan analisis keuangan digital. Dengan pendekatan interdispliner yang menggabungkan pendidikan, teknologi, dan budaya Nias serta studi kasus UMKM di Kota Gunungsitoli, penelitian ini menawarkan pembelajaran berbasis pengalaman yang lebih METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengembangkan bahan ajar dengan model Case Based Learning (CBL) yang menggabungkan kearifan lokal dan teknologi digital. Metode kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang bertujuan untuk menggali dan memahami makna dari pengalaman manusia, interaksi sosial, atau fenomena tertentu. Penelitian ini biasanya menggunakan non numerik seperti observasi, wawancara, dokumen, atau catatan lapangan, (Achjar dkk. , 2. Sementara studi literatur merupakan teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur, catatan, dan laporanlaporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan, (Ridlo, 2. Fokus utama penelitian adalah Accurate Accounting. Bezisokhi Laoli perangkat lunak akuntansi berbasis cloud sebagai alat pembelajaran untuk melatih kemampuan analisis mahasiswa dalam akuntansi digital. Pendekatan ini dipilih untuk memahami lebih dalam penerapan teknologi dalam bisnis khususnya dikalangan UMKM Kota Gunungsitoli serta dampaknya terhadap pembelajaran Penelitian dilakukan di Kota Gunungsitoli dengan populasi dan sampel penelitian mencakup pelaku UMKM serta mahasiswa yang menggunakan bahan ajar CBL. Data dikumpulkan menggunakan beberapa metode yakni, observasi, kajian literatur, wawancara, dokumentasi dan uji coba bahan ajar. Kajian literatur bertujuan untuk menelusuri teori-teori terkait Case Based Learning, kearifan lokal serta penerapan teknologi dalam pembelajaran Observasi langsung dan wawancara dilakukan dengan pelaku UMKM memperoleh informasi dan data terkait Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data transaksi dan laporan keuangan UMKM, sementara uji coba bahan ajar bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dalam melatih kemampuan analisis mahasiswa. Data yang dikumpulkan akan dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data melibatkan seleksi dan rangkuman wawancara, observasi, dan dokumentasi, sementara penyajian data menyusun temuan dalam bentuk narasi, tabel, atau diagram. Penarikan kesimpulan rekomendasi pengembangan bahan ajar berbasis CBL. Indikator keberhasilan penelitian ini dinilai dari tanggapan positif yang diberikan oleh mahasiswa dan pelaku Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan UMKM terkait penggunaan teknologi pengelolaan keuangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar inovatif berbasis Case Based Learning (CBL) yang menggabungkan kearifan lokal dan teknologi digital melalui penggunaan aplikasi Accurate Accounting. Subjek penelitian melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Nias, sebanyak 20 orang, yang diuji coba selama tiga kali pertemuan. Mereka diberikan studi kasus keuangan yang diangkat dari data nyata pelaku UMKM lokal di Kota Gunungsitoli, kemudian diminta menyelesaikannya menggunakan fitur-fitur dalam aplikasi Accurate. Dari observasi awal yang dilakukan sebelum menggunakan aplikasi, mahasiswa kerap menimbulkan kesalahan baik dalam proses pencatatan maupun dari segi pemahaman tentang konsep pelaporan Hal ini menjelaskan bahwa tingkat analisis mereka masih rendah dalam memahami dan menyelesaikan Pendalaman kemampuan mereka dialihkan pada studi kasus atau dengan model pembelajaran berbasis kasus (Case Based Learnin. dengan para pelaku UMKM di Kota Gunungsitoli. Hal ini sejalan dengan penggunaan aplikasi Accurate Accounting. Dari contoh kasus nyata yang mereka pelajari, mereka dapat mengerti dan memahami aktualisasi penerapan teori yang dipelajari terkait akuntansi terutama dalam penyusunan laporan keuangan. Pemahaman tersebut mereka tuangkan dalam penginputan pada aplikasi sehingga Bezisokhi Laoli JURNAL Edueco Universitas Balikpapan menghasilkan satu laporan usaha yang nantinya dapat mereka presentasikan. Hasil analisis mahasiswa setelah menggunakan bahan ajar tersebut. Nilai rata-rata kemampuan mereka meningkat dari 61 menjadi 82,3. Indikator peningkatan tertinggi adalah pada kemampuan menyusun laporan keuangan . ,67%), diikuti interpretasi data keuangan . ,93%) dan pemahaman konsep . ,15%). Visualisasi peningkatan nilai rata-rata mahasiswa, sebagai berikut: Tabel 1: Peningkatan Kemampuan Analisis Mahasiswa Setelah Menggunakan Indikator No Kemampuan Analisis Pemahaman Konsep Penyusunan 2 Laporan Keuangan Interpretasi dan Evaluasi Data Keuangan Rata-rata Keseluruhan Nilai Nilai Persent RataRataase rata Peningk Sebelum Sesudah atan 26,15% 41,67% 37,93% 34,92% Bahan Ajar CBL Apabila dijabarkan dalam grafik, maka tampilannya sebagai berikut : Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 Sumber : Olahan Data Peneliti, 2025 Gambar 2 : Grafik peningkatan kemampuan mahasiswa Pendidikan Ekonomi Hasil wawancara yang dilakukan kepada lima mahasiswa dan tiga pelaku UMKM sebagai mitra pembelajaran. Mahasiswa menyatakan bahwa bahan ajar berbasis CBL sangat membantu dalam memahami materi akuntansi secara nyata. Mereka merasa lebih tertantang karena kasus yang digunakan bukan fiktif, melainkan bersumber dari laporan keuangan UMKM di yang berada di Kota Gunungsitoli. Mereka mengetahui kegiatan operasional usaha serta membuka cakrawala berpikir mereka dalam memahami konsep usaha mikro, kecil dan menengah. Selain itu, beberapa mahasiswa menjelaskan bahwa pada awalnya mereka mengalami kesulitan dalam memahami penggunaan aplikasi, menemukan kemudahan dalam setiap penginputan laporan. Hal ini dikarenakan masih banyak mahasiswa yang belum mampu untuk menguasai teknologi. Dengan aktualisasi penerapan aplikasi ini, mereka sadar bahwa teknologi digitalisasi sangat berperan dalam memudahkan segala aspek dalam kehidupan manusia. Terkait dengan efektifitas dan efisiensi penggunaan Accurate Accounting salah seorang dosen akuntansi di program studi pendidikan ekonomi mengungkapkan bahwa penerapan aplikasi merupakan terobosan baru bagi dunia usaha dalam mengelola dan maengatur operasional Hanya saja diperlukan akses internet dan fasilitas elektronik yang Tidak hanya itu, kemampuan analisis mahasiswa juga teruji, tidak hanya sebatas teori yang dipelajari, tetapi melalui Bezisokhi Laoli praktek penggunaan aplikasi sebagai wujud nyata dalam penguasaan materi. Beberapa para pelaku UMKM juga mengakui bahwa penggunaan Accourate Accounting turut membawa kemudahan dalam pengelolaan keuangan usahanya. Dari wawancara yang dilakukan, salah seorang pengusaha menjelaskan betapa sulitnya mereka dalam melakukan pencatatan, pembukuan, hingga pelaporan keuangan, karena hal ini juga berdampak pada pembayaran pajak usaha mereka. Cara manual yang selama ini mereka terapkan sering kali menemui hambatan baik dalam proses yang lama, maupun Setelah penerapan aplikasi ini, para pengusaha merasa terbantu dan tidak terbeban lagi dalam mengelola keuangannya. Dari wawancara yang dilakukan, mereka juga mendukung penuh setiap inovasi-inovasi yang dilakukan, karena pasti akan mahasiswa yang menempuh pendidikan. Pembahasan Temuan utama dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar berbasis Case Based Learning (CBL) yang terintegrasi dengan kearifan lokal dan teknologi digital melalui aplikasi Accurate Accounting pengaruh positif yang signifikan terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Nias. Model pembelajaran ini terbukti mampu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik dengan menempatkan mahasiswa dalam situasi problematik yang menyerupai dunia nyata, khususnya dalam konteks pengelolaan keuangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Mahasiswa tidak hanya belajar secara teoretis, tetapi mereka juga secara aktif melakukan eksplorasi terhadap data transaksi, menyusun laporan keuangan digital, serta menganalisis dan menarik kesimpulan berdasarkan studi kasus yang diangkat dari realitas UMKM lokal. Selain peningkatan nilai dan analisis, mahasiswa juga menunjukkan peningkatan dari sisi motivasi belajar, keaktifan selama proses pembelajaran, serta kesadaran terhadap pentingnya keterampilan digital dalam menghadapi tantangan ekonomi masa kini. Hasil penelitian ini diperoleh melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang memberikan mengeksplorasi pengalaman mahasiswa Pengumpulan dilakukan dengan teknik observasi langsung di kelas, wawancara mendalam terhadap mahasiswa dan pelaku UMKM, dokumentasi transaksi usaha riil, studi literatur, serta uji coba penggunaan bahan ajar yang telah dikembangkan. Proses uji coba berlangsung selama tiga pertemuan, di mana mahasiswa diberikan studi kasus nyata berupa laporan keuangan UMKM di Kota Gunungsitoli, kemudian diarahkan untuk menyelesaikan kasus tersebut Accurate Accounting. Penilaian menggunakan rubrik analisis yang mencakup aspek pemahaman konsep, kemampuan menyusun laporan keuangan, serta kemampuan dalam menginterpretasi Hasil dari proses ini tidak hanya diukur melalui peningkatan nilai, tetapi juga melalui narasi reflektif mahasiswa dan respons positif dari pelaku UMKM yang turut dilibatkan dalam proses Penelitian ini menekankan pentingnya pengalaman langsung dan Bezisokhi Laoli praktik kolaboratif sebagai bagian integral dari penguatan kompetensi mahasiswa. Penelitian ini diperkuat oleh teori (Nababan & Sipayung, 2. yang menyatakan bahwa pembelajaran yang bermakna terjadi ketika siswa aktif interaksi sosial dan keterlibatan dalam aktivitas kontekstual. Model Case Based Learning masalah nyata, berpikir kritis, dan berdiskusi secara kolaboratif, (Rahayu & Dewi, 2. Selain itu, teori Contextual Teaching and Learning (CTL) juga menjadi landasan penting dalam penelitian ini, karena CTL menekankan pentingnya mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata peserta didik, termasuk budaya dan lingkungan sosial mereka. Penggunaan kearifan lokal dalam konteks UMKM di Nias bukan hanya memperkuat keterikatan mahasiswa terhadap materi yang dipelajari, tetapi juga menumbuhkan masyarakat sekitar. Sementara itu. Accurate Accounting mencerminkan integrasi teknologi dalam pendidikan yang relevan dengan kebutuhan era digital, di mana penguasaan perangkat lunak akuntansi menjadi bagian penting dari kompetensi lulusan pendidikan ekonomi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis Case Based Learning (CBL) mengintegrasikan kearifan lokal dan teknologi digital melalui aplikasi Accurate Accounting terbukti efektif dalam Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Nias. Bahan ajar yang dikembangkan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, baik dari sisi kognitif maupun afektif. Mahasiswa tidak hanya menunjukkan peningkatan dalam pemahaman konsep, penyusunan laporan keuangan, dan interpretasi data, tetapi juga menunjukkan keterlibatan belajar yang lebih tinggi, rasa ingin tahu yang lebih menghubungkan teori dengan praktik nyata dalam konteks lokal. Proses pembelajaran menjadi lebih hidup dan bermakna karena berorientasi pada penyelesaian masalah yang nyata dan relevan dengan kondisi sosial ekonomi di daerah mereka sendiri. Selain itu, keterlibatan pelaku UMKM dalam penyediaan data studi kasus juga menciptakan ruang kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat, yang memperkuat fungsi pendidikan sebagai agen transformasi sosial. Berdasarkan temuan dan implikasi dari penelitian ini, disarankan agar model bahan ajar berbasis Case Based Learning yang dikombinasikan dengan kearifan lokal dan teknologi digital diadopsi secara lebih luas dalam pembelajaran di Program Studi Pendidikan Ekonomi maupun program studi lain yang relevan. Dosen dan tenaga pengajar diharapkan tidak hanya fokus pada penyampaian materi secara konvensional, tetapi juga aktif mengembangkan bahan ajar yang kontekstual dan aplikatif sesuai dengan tantangan zaman. Pemanfaatan aplikasi Accurate Accounting atau perangkat lunak penggunaannya sebagai bagian dari literasi digital mahasiswa, khususnya Bezisokhi Laoli dalam bidang ekonomi, akuntansi, dan Selain itu, penting untuk membangun kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM agar proses pembelajaran tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar model pembelajaran ini diuji pada skala yang lebih luas dengan melibatkan institusi pendidikan lain serta dikaji pembelajaran daring atau hybrid learning, agar dapat disesuaikan dengan dinamika pasca-pandemi perkembangan teknologi masa depan. DAFTAR PUSTAKA