987 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 PERAN MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN OBJEK WISATA RIVER TUBING DI DESA SAMA GUNA KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA Reza Bambang Samudra1. Sri Susanty2,Lalu Mahsar3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata E-mail: 1razabambangsamudra@gmail. com 2srisusanympar@gmail. lombokmahsar@gmail. Article History: Received: 24-08-2025 Revised: 25-09-2025 Accepted: 28-09-2025 Keywords: Peranan Masyarakat. Pengembangan. Objek Wisata. Desa Sama Guna. Abstract: Penelitian ini membahas tentang peran masyarakat dalam mengembangkan objek wisata river tubing di desa sama guna. Sebelum adanya objek wisata river tubing, semula dulunya hanya sungai biasa yang di manfaatkan warga sebagai tempat pemandian saja, dengan adanya inisiatif warga setempat untuk mengembangkan yang dulunya hanya sebagai tempat poemandian, distulah muncul ide dengan di kembangkannya river tubing ini. Berbeda dengan aktivitas arum jeram lainnya, river tubing ini sebenarnya merupakan satu aktivitas menyusuri sungai dengan menggunakan ban dalam bekas. Aktivitas ini sebelas dua belas serupa dengan body rafting atau arung jeram namun dengan tingkatan lebih ringan. Hasil penelitian ini dijabarkan dalam beberapa rumusan masalah yaitu bagaimana bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan river tubing yang ada di desa sama guna, apa saja faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam pengembangan river tubing yang ada di desa sama guna dalam menunjang perkembangan objek wisata river tubing di desa sama Berdasarkan penelitian ini penliti bertujuan Untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan river tubing yang ada di desa sama guna Untuk mengetahui faktor yang menjadi penghambat dan pendukung dalam pengembangan river tubing yang ada di desa sama guna dan Mendapatkan informasi tentang manfaat yang diperoleh masyarakat lokal dengan berkembangnya objek wisata river tubing. Penelitian ini merupakan penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan Masyarakat harus berperan dalam pengembangan obyek wisata dimana tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas dalam mengembangkan obyek wisata a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 PENDAHULUAN Destinasi pariwisata merupakan lokasi produksi, konsumsi dan pola-pola pergerakan wisata (Davidson dan Maitland, 1. Selain itu destinasi pariwisata juga sebagai tempat hidup masyarakat untuk bekerja serta melakukan kegiatan sosial dan budaya. Hal tersebut juga secara tegas diatur dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, yang menyatakan bahwa destinasi pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan. Pariwisata berbasis masyarakat . ommunity based touris. merupakan konsep pengelolaan kepariwisataan dengan mengedepankan partisipasi aktif masyarakat dengan tujuan untuk memberikan kesejahteraan bagi mereka dengan tetap menjaga kualitas lingkungan, serta melindungi kehidupan sosial dan budayanya. Konsep pariwisata berbasis masyarakat berkesesuaian dengan pariwisata berkelanjutan . ustainable touris. yang memerlukan partisipasi masyarakat. Natori . mendefiniskan pariwisata berbasis masyarakat sebagai aktivitas masyarakat setempat untuk mempromosikan pertukaran dan untuk menciptakan sebuah komunitas yang penuh dengan energi oleh alam sepenuhnya, pemanfaatan budaya, sejarah, industri,orang-orang yang berbakat dan sumber daya lokal lainnya. Masyarakat di dalam destinasi pariwisata yang kemudian disebut dengan masyarakat lokal mempunyai potensi berupa beragam aktivitas yang dapat dikreasikan menjadi produk Budaya lokal, tinggalan masyarakat, serta festival menyediakan keunikan dan sesuatu yang baru dari perspektif wisatawan. Desa Sama Guna adalah desa yang terletak di wilayah lombok utara nusa tenggara barat yang merupakan salah satu desa baru yang ada di Kabupaten Lombok Utara, desa ini merupakan hasil pemekaran dari Desa Jenggala. Desa ini terletak di sebelah selatan dari Desa Jenggala. Desa Sama Guna mulai terbentuk dari tangga 22 Juni 2021 sehingga bisa dikatakan sebagai desa baru. Karena desa baru, pengembangan objek wisata yang dimiliki belum terkelola dengan cukup baik, untuk itu perlu adanya tindakan dari pemerintah daerah dan badan desa dalam menindak lanjuti permasalahan yang ada. Melalui nagari wisata, pariwisata diharapkan bergerak dengan keberpihakannya kepada semangat, dimana pariwisata sebagai penyerap tenaga kerja pedesaan, sebagai generator pertumbuhan ekonomi wilayah, dan sebagai alat pengentasan kemiskinan . ro job, pro growth, dan pro poo. Adapun tujuan penelitian ini yaitu . Mendiskripsikan apa yang diperankan masyarakat lokal dalam menunjang perkembanganobjek wisata river tubing, . mendapatkan informasi tentang manfaat yang diperoleh masyarakat lokal dengan berkembangnya objek wisata river LANDASAN TEORI Menurut Barreto dan Giantari . Pengembangan pariwisata adalah suatu usaha untuk mengembangkan atau memajukan objek wisata agar, objek wisata tersebut lebih baik dan lebih menarik ditinjau dari segi tempat maupun benda-benda yang ada didalamnya untuk dapat menarik minat wisatawan untuk mengunjunginya. Menurut Anindita . pengembangan pariwisata adalah suatu usaha untuk mengembangkan atau memajukan objek wisata agar lebih baik dan menarik ditinjau dari segi tempat dan segala yang ada didalamnya untuk dapat menarik minat wisatawan untuk Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pariwisata termasuk prioritas alokasi a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 anggaran tertinggi dan digariskan untuk menghasilkan banyak devisa, karena dengan bertambahnya devisa banyak diperlukan untuk menggiatkan pembangunan . Dengan demikian bahwa pengembangan pariwisata dengan segala aspeknya mempunyai pengaruh langsung terhadap pendapatan devisa negara dan peluasan kesempatan kerja. Hal ini sebagai akibat dari adanya pembinaan dan pemeliharaan terus-menerus dari pemerintah terhadap semua unsur budaya di daerah yang mempunyai potensi dalam menarik wisatawan, baik wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Objek wisata merupakan keseluruhan aspek yang berada di kawasan tujuan wisata yang memiliki pesona yang menarik bagi orang-orang untuk datang mengunjungi tempat tersebut. Menurut Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 tentang pariwisata, objek dan daya tarik wisata merupakan sesuatu yang memiliki keindahan, keunikan, dan nilai berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang berpotensi menjadi sasaran atau kunjungan para wisatawan. Pariwisata merupakan kegiatan yang menggerakkan banyak orang serta mewujudkan berbagai bidang usaha. Sektor pariwisata merupakan salah satu bidang yang menguntungkan karena mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan, penyedia lapangan kerja, dan mempercepat sektor-sektor produktif lainnya. Selain itu interaksi antar wisatawan dengan masyarakat dapat mempengaruhi kondisi sosial budaya maupun ekonomi masyarakat dan berpengaruh terhadap keberadaan wisata secara berkelanjutan. Pariwisata adalah segala sesuatu yang berkenaan dengan wisata, termasuk objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata. Inti atau komponen pariwisata yaitu: Atraksi/ attraction seperti atraksi alam, budaya dan buatan. Amenitas/ amenities berhubungan dengan fasilitas atau akomodasi Aksesibilitas/ accebilities berhubungan dengan segala jenis transportasi, jarak atau kemudahan Serta unsur pendukung lainnya . asyarakat, pelaku industry pariwisata, dan institusi pengembanga. yang membentuk sistem yang sinergis dalam menciptakan motivasi kunjungan serta totalitas pengalaman kunjungan wisatawan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia Depdikbud. Ridwan . mengemukakan pengertian objek wisata adalah segala sesuatu yang memilik keunikan, keindahan dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan. Berdasarkan definisi diatas maka objek wisata adalah tempat yang dikunjungi dengan berbagai keindahan yang didapatkan, tempat untuk melakukan kegiatan pariwisata, tempat untuk bersenang Ae senang dengan waktu yang cukup lama demi mendapatkan kepuasaan, pelayanan yang baik, serta kenangan yang indah di tempat wisata. Dalam mengembangkan suatu daerah tujuan wisata harus memperhatikan berbagai faktorfaktor yang berpengaruh terhadap keberadaan suatu daerah tujuan wisata. Faktor-faktor itu terkait dengan 5 unsur pokok yang harus ada dalam suatu daerah tujuan wisata seperti yang dikemukakan oleh Suwantoro . 7:19-. yang meliputi objek dan daya tarik wisata, prasarana wisata, sarana wisata, tata laksana/infrastruktur serta kondisi dari masyarakat/lingkungan. Pengembangan dalam kamus bahasa Indonesia ( 1. adalah sebagai hal, cara hasil kerja. Secara umum pengembangan objek wisata diartikan sebagai usaha mendorong perubahan kepariwisataan dengan tujuan memperoleh keuntungan dan manfaat yang lebih baik. GBHN 1998 ( Philip, 2. menyatakan bahwa pengembangan objek wisata ditujukan untuk mendayagunakan sumber dan potensi kepariwisataan menjadi kegiatan ekonomi yang dapat diandalkan untuk a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 penerimaan devisa, memperluas dan meratakan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat, membangun daerah, memperkenalkan alam dan budaya bangsa. Objek wisata adalah ciri khas suatu daerah yang ditunjang oleh keadaan alam dan budaya suatu daerah. Dalam literature kepariwisataan luar negeri objek wisata dikenal dengan Tourism attraction yang segala seuatu menjadi daya tarik bagi orang untuk mengunjungi suatu daerah. Faktor yang Menentukan Berkembangnya Suatu Objek Wisata Selanjutnya berkembang tidaknya suatu objek wisata adalah sangat tergantung dari pada faktor-faktor berikut ini : Attractions, yakni adanya daya tarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. Site attraction yaitu, daya traik yang telah dimiliki oleh alam yang indah, iklim yang baik, guagua yang sangat menarik, panorama alam, tempat bersejarah dan sebagainya. Event attraction, yaitu daya tarik yang timbul karena adanya kejadian atau peristiwa tertentu. Accessibility, yaitu kemudahan-kemudahan untuk mencapai tujuan wisata atau daerah wisata dari tempat asal atau tempat perjalanan wisata misalnya : alat angkutan transportasi, kondisi jalan raya dan sebagainya. Amenity, yaitu tersedianya fasilitas pada objek wisata tersebut seperti : akomodasi, restaurant, bar, sarana pariwisata lainnya yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan. Tourism organization, yakni adanya suatu organisasi pariwisata yang mengelola objek wisata dan perjalanan wisata, seperti travel agent dan lain-lain. Jadi keberhasilan daripada pembangunan dan pengembangan daerah tujuan wisata adalah tergantung dari faktor attraction, accessibility, amenity dan tourism organization. Partisipasi adalah sebuah hubungan kekuasaan atau dari relasi ekonomi politik yang sudah dianjurkan oleh demokrasi. Dalam sebuah negara demokrasi pemerintah harus dapat turun langsung mengatasi permasalahan warganya. Terdapat sebuah konsep dasar dari sebuah pengembangan masyarakat dikarenakan terdapat parrtisipasi yang kuat dengan adanya HAM. Pada suatu unsur pemerintahan daerah, pemerintah menjadikan masyarakat sebagai sebuah objek dan juga subjek pembangunan yang memungkinkan terciptanya suatu pembangunan yang maksimal. Pembangunan tidak selalu berfokus pada sebuah perkotaan saja, namun juga di desa. Atas dasar itulah yang menjadikan partisipasi masyarakat dalam pembangunan yang selalu diusahakan supaya dikembangkan mulai dari masyarakat desa sampai pada masyarakat kota. Berhasilnya suatu program pembangunan desa untuk mendukung terciptanya tujuan bangsa, selain tergantung pada peran aktif masyarakat, sikap peduli, semangat dan ketaatan dari pemerintah itu sendiri sangat ditentukan dalam proses pelaksanaan pembangunan suatu desa. Bentuk-bentuk partisipasi masyarakat menurut (Huraerah dalam Laksana, 2. terdiri dari berbagai aspek, berikut penjelasannya : Partisipasi buah pikiran Partisipasi tenaga Partisipasi harta benda Partisipasi keterampilan Partisipasi sosial Menurut Thubany dalam Purnamasari . partisipasi penuh bisa terwujud apabila struktur kelembagaan yang memungkinkan masyarakat dapat bergabung langsung dan memutuskan sebuah persoalan masyarakat yang telah terwakili secara proporsional didalam setiap proses pengambilan kebijakan bersama. Oleh karena itu sebuah partisipasi harus berdasarkan pada pembuatan keputusan, penerapan keputusan, menikmati hasil, dan juga evaluasi hasil. Kemudian terdapat aspek yang menjadikan sebuah indikasi terbangunnya partisipasi, yaitu : Informasi atau akses yang lain a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Inisiatif Mekanisme pengambilan keputusan Control pengawasan Mengingat kembali bahwa sebuah daya tarik sebuah tempat tertentu, pemerintah selalu berusaha untuk dapat menjadikan sebuah wilayah yang berpotensi menjadi sebuah tempat yang dapat dikenal banyak orang atau menjadi sebuah tempat pariwisata. Tentunya bukan hanya dari peran pemerintah saja yang menangani pengembangan desa wisata, namun juga harus dari masyarakat yang berada di desa tersebut yang juistru sangat dibutuhkan dalam usaha itu. Kerjasama yang bagus nantinya akan memperlancar sebuah pengembangan desa wisata. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendalami alasan masyarakat lokal berperan atau tidak berperan serta pada berbagai program dan kegiatan kepariwisataan di Objek Wisata Kapalo Banda. Pendekatan kualitatif dicirikan oleh tujuan penelitian yang berupaya untuk memahami gejala-gejala sedemikian rupa untuk tidak memerlukan kuantifikasi atau gejala-gejala tersebut tidak mungkin diukur secara tepat (Judistira K. Garna, 1999. Lexy J. Moleong, 1. Kegiatan analisis data dilakukan mengikuti proses antara lain, reduksi data . ortir dat. , penyajian data, dan menarik kesimpulan berdasarkan hasil reduksi dan penyajian data yang telah dilakukan sebelumnya. Pengolahan data atau analisis deskriptif . escriptive analysi. mengandung pengertian sebagai usaha untuk menyederhanakan dan sekaligus menjelaskan bagian dari keseluruhan data melalui langkah-langkah klasifikasi sehingga tersusun suatu rangkaian deskripsi yang sistematis dan Alan Bryman . menjelaskan bahawa triangulasi ialah logika pendekatan penyelidikan di mana temuantemuan dari satu jenis kajian dapat dicek pada temuan-temuan yang diperoleh dari jenis kajian lain. Informasi ini ditafsirkan dan diolah menjadi kesimpulan. Interpretasi dibangun melalui kombinasi data, teori yang digunakan, dan sikap peneliti . easoning capacit. HASIL DAN PEMBAHASAN Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki banyak objek wisata yang sudah terkenal di manca Negara yang membuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Lombok Utara meningkat. Dengan banyaknya objek wisata yang ada di setiap Kecamatan maupun desa, tentu sangat berpeluang besar dalam mengangkat perekonomian Tentunya dengan cara melibatkan warga setempat yang berada di wilayah objek wisata untuk mengelola objek wisata yang ada. Desa Sama Guna adalah desa yang terletak di wilayah lombok utara nusa tenggara barat yang merupakan salah satu desa baru yang ada di Kabupaten Lombok Utara, desa ini merupakan hasil pemekaran dari Desa Jenggala. Desa ini terletak di sebelah selatan dari Desa Jenggala. Desa Sama Guna mulai terbentuk dari tangga 22 Juni 2021 sehingga bisa dikatakan sebagai desa baru. Karena desa baru, pengembangan objek wisata yang dimiliki belum terkelola dengan cukup baik, untuk itu perlu adanya tindakan dari pemerintah daerah dan badan desa dalam menindak lanjuti permasalahan yang ada Objek wisata river tubing merupakan objek wisata yang terletak di dusun pekatan desa sama guna kecamatan tanjung. Sebelum adanya objek wisata river tubing, semula dulunya hanya sungai biasa yang di manfaatkan warga sebagai tempat pemandian saja, dengan adanya inisiatif warga setempat untuk mengembangkan yang dulunya hanya sebagai tempat poemandian, distulah muncul ide dengan di kembangkannya river tubing ini. Sebagai salah satu objek wisata yang ada di desa a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 sama guna, objek wisata river tubing merupakan satu-satunya objek yang masih beroperasi sampai saat ini dan masih banyak peiminatnya sebagai salah satu objek wisata olahraga. Objek wisata river tubing ini masih tergolong baru karena objek wisata ini belum genap satu tahun baru di buka awal KESIMPULAN Banyaknya manfaat positif yang di dapatkan masyarakat lokal dengan berkembangnya objek wisata River Tubing ini seperti bertambahnya lapangan pekerjaan sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat desa , menghidupkan budaya, tradisi ataupun lingkungan adat sebagai salah satu komoditas wisata budaya lokal, selain manfaat yang telah disebutkan tadi manfaat berkembang nya wisata lokal ini untuk meningkatkan posisi dan peran masyarakat sebagai subjek atau pelaku penting dalam berkembangnya pariwisata yang bersinergi dengan pemangku kepentingan berhubungan dengan meningkatkan kualitas perkembangan pariwisata daerah. Sesuai dengan uraian yang telah di kemukakan pada bab-bab sebelumnya penulis memberikan asumsi berupa saran bagi pihak masyarakat tetaplah selalu menjaga dan memperhatikan lingkungan agar tetap bersih terjaga kelestariannya sehingga wisatawan akan merasa nyaman , dan semakin banyak yang tertarik untuk berkunjung ke Objek Wisata River Tubing agar dapat menjadi lebih maju lagi dan lebih terkendali untuk membantu masyarakat memberikan lapangan pekerjaan bagi msyarakat yang membutuhkan untuk kehidupan mereka sehari-hari. Dan juga, agar menerima manfaat yang lebih dari pengelolaan desa wisata ini maka di harapkan agar masyarakat lokal selalu memberikan upaya yang terbaik untuk meningkatkan kapasitas, peran dan inisiatif dalam membangun kepariwisataan , meningkatkan keterampilan, kualitas keterlibatan / partisipasi masyarakat dan juga menerima Pendidikan kepariwisataan bagi masyarakat lokal . Sehingga meningkatkan kepastian bagi masyarakat lokal dalam menerima manfaat dari kegiatan kepariwisataan tersebut. DAFTAR PUSTAKA