Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN PADA CV. SURYA SUMATERA PALEMBANG Masnoni. Hilwa Anggraini. Roy Saleh. Lia Sari. Nelly masnoni@unisti. id, hilwaanggraini196@yahoo. com, roy_saleh@unisti. liasari505@yahoo. id, nelly@unisti. Dosen Tetap Universitas Sjakhyakirti Palembang ABSTRACT This study aims to analyze salaries and wages internal control system at CV. Surya Sumatra Palembang. It is a descriptive study. The technique of analysis used in this study is qualitative method by comparing the implementation of salaries and wages internal control system at CV. Surya Sumatera Palembang with existing theories. The conclusion of the study is the authorization system at CV. Surya Sumatera Palembang is inadequate because there are sums listed in the payroll wich have not verified yet and only authorized by personnel department, that does double duty as payroll administration itself. Procedure which forms the accounting information system at this company seems inadequate. This can be seen in the poor time recording system, there is no supervision of employee attendance list, resulting in employees coming in and out during working hours. Any changes to employee salaries are not accompanied by a salary change document. The company also has not implemented a proper system of company activities yet, because there is no special section that handles and supervises the presence of employees causing employees lack of discipline. The company should establish the payroll section, cash out slip section and employee salary payment section that carried out by a separate section. The company can choose based on the ability and expertise of each employee so it is created a good corporate organizational structure and to avoid intentional or unintentional fraud. In carrying out activities. CV. Surya Sumatera Palembang should not do double duty. The payroll personnel must be authorized by the personnel department, while cash out slip personnel is authorized by the accounting department, so as to create a good delegation of authority to the company. Keywords: Internal Control System. Salaries. Wages PENDAHULUAN CV. Surya Sumatera Palembang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang kontraktor dengan 13 orang karyawan tetap dan tenaga kerja harian/buruh 35 orang. Selain bergerak dibidang kontraktor. CV. Surya Sumatera Palembang juga bergerak di bidang penyewaan alat-alat berat kepada instansi pemerintahan, maupun dari pihak swasta untuk ruang lingkup kota Palembang maupun diluar daerah kota Palembang. CV. Surya Sumatera Palembang memiliki fungsi atau bagian-bagian yang mempunyai tugas dari masing-masing fungsi. Seperti fungsi bagian teknik yaitu fungsi penyelenggaraan kontrak, dan penyelidikan bahan untuk proyek. Fungsi Kepegawaian yaitu bertanggung jawab untuk mencari karyawan baru serta menyeleksi calon karyawan, fungsi bagian keuangan yaitu mengisi daftar pembayaran gaji dan upah karyawan kemudian dibayarkan kepada karyawan dan fungsi administrasi. Namun, pada kenyataannya terdapat perangkapan tugas dari fungsi sebenarnya, seperti fungsi keuangan yang seharusnya melakukan perhitungan terhadap gaji dan upah karyawan dan kemudian membagikannya ternyata juga melakukan pekerjaan administrasi serta merangkap sebagai fungsi kepegawaian Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 yang mencatat seluruh kegiatan dari perusahaan yang seharusnya dilakukan oleh orang yang Selain itu, permasalahan yang juga terdapat pada CV. Surya Sumatera Palembang yaitu belum adanya sistem pencatatan waktu yang baik, karena tidak adanya pengawasan terhadap absensi hadir karyawan yang dilakukan oleh fungsi pencatatan waktu, sehingga mengakibatkan adanya karyawan yang keluar pada saat jam kerja dikantor dan terjadi kecurangan dalam pencatatan waktu hadir karyawan yang seharusnya tidak hadir tetapi dicatat hadir, serta pemberian upah lembur yang fiktif, yaitu karyawan yang tidak lembur namun dicatat lembur, yang mengakibatkan biaya upah yang sangat tinggi. Permasalahan tersebut juga terjadi di lapangan. Berdasarkan pengamatan penulis, sistem pencatatan waktu belum dilaksanakan dengan baik. Hal ini dikarenakan pengawas yang diberikan tanggung jawab oleh pimpinan, hanya sesekali hadir untuk mengawasi jalannya pekerjaan di lapangan. Akibat dari sistem pengawasan yang kurang baik tersebut berdampak pada kerugian perusahaan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan perbandingan hasil yang dilaporkan oleh mandor atau pengawas dengan hasil yang penulis amati di lapangan. Permasalahan lain yang terjadi yaitu pada setiap perubahan daftar gaji dan upah manajer tidak memberikan ketetapan terhadap perubahan gaji dan upah, melainkan hanya berupa ucapan . tanpa memperhatikan surat keputusan perubahan gaji dan upah karyawan yang sah. Selain itu, setiap karyawan yang namanya tercantum dalam daftar gaji dan upah juga tidak disertai surat keputusan pengangkatan karyawan. Semua ini menunjukkan kelemahan pada pengendalian intern penggajian dan pengupahan pada CV. Surya Sumatera Palembang. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut, maka perumusan masalah dari penelitian ini adalah: Bagaimanakah sistem pengendalian akuntansi penggajian dan pengupahan pada CV. Surya Sumatera Palembang? Apakah sistem pengendalian penggajian dan pengupahan pada CV. Surya Sumatera Palembang telah efektif untuk mencegah kecurangan atau pemborosan? TINJAUAN PUSTAKA Menurut Zaki . menyatakan bahwa pengertian pengendalian intern meliputi struktur organisasi dan semua cara-cara serta alat-alat yang terkoordinasi untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, memajukan efisiensi di dalam operasi dan membantu menjaga dipatuhinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan lebih dahulu. Menurut Mulyadi . 1: . menyatakan bahwa manajemen merancang sistem pengendalian intern yang efektif dengan empat tujuan pokok, yaitu: Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi Mendorong efisiensi akuntansi Menjaga kekayaan dan catatan perusahaan Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen Menurut Mulyadi . 1: . unsur-unsur pengendalian intern atas sistem penggajian dan pengupahan meliputi: Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas, yaitu struktur organisasi disusun sesuai dengan garis wewenang dan tanggung jawab dalam setiap pembagian tugas masing-masing yang telah ditetapkan. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, hutang, pendapatan dan biaya. Pada sistem wewenang dan prosedur Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 pencatatan merupakan alat bagi manajemen untuk mengklasifikasikan data yang akurat terhadap kekayaan, hutang, pendapatan dan biaya. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi. Pada praktik yang sehat setiap perusahaan melaksanakan tugas dan fungsinya yang telah ditetapkan dan disepakati bersama-sama untuk mencapai praktik yang sehat. Menurut Zaki . 0: . unsur-unsur sistem pengendalian intern yaitu: Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab. Pertimbangan bahwa organisasi itu harus fleksibel dalam arti memungkunkan adanya penyesuaian tanpa harus mengadakan perubahan total dan struktur organisasi disusun harus dapat menunjukkan garis wewenang dan tanggung jawab yang jelas dalam arti jangan terjadi adanya tumpang tindih fungsi masing-masing pembagian. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap harta kekayaan, hutang, pendapatan dan biaya. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan dalam suatu perusahaan merupakan alat bagi manajemen untuk mengadakan pengendalian terhadap operasi dan transaksi-transaksi yang terjadi dan juga untuk mengklasifikasikan data akurat yang tepat. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit. Setiap pegawai dalam perusahaan melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Pegawai yang cakap. Tingkat kecakapan pegawai mempengaruhi sukses atau tidaknya suatu sistem pengendalian intern, apabila telah disusun organisasi yang tepat, prosedur yang baik tetapi tingkat kecakapan pegawai tidak memenuhi syarat-syarat yang dimintanya, maka sistem pengendalian intern tidak akan berhasil dengan baik. Menurut Messier dkk . 6: 270-. keterbatasan bawaan yang melekat dalam setiap pengendalian intern sebagai berikut: Manajemen Mengabaikan Pengendalian Internal Pengendalian entitas dapat diabaikan oleh manajemen. Sebagai contoh, manajer senior dapat meminta karyawan bawahannya untuk mencatat ayat jurnal dalam catatan akuntansi yang tidak konsisten dengan substansi transaksi dan melanggar pengendalian entitas, karena takut akan kehilangan pekerjaannya. Dalam contoh lainnya, manajemen mungkin mengadakan perjanjian dengan pelanggan yang mengubah syarat dan kondisi kontrak penjualan standar entitas dalam cara yang akan menghalangi pengakuan pendapatan. Auditor terutama berkepentingan ketika manajemen senior terlibat aktivitas seperti itu karena hal itu menimbulkan pertanyaan serius mengenai integritas manajemen. Akan tetapi, pelanggaran prosedur pengendalian oleh manajemen senior lebih sulit untuk dideteksi dengan prosedur audit normal. Kesalahan atau Kelalaian Manusia Sistem pengendalian internal hanya akan seefektif personel yang mengimplementasikan dan melakukan pengendalian. Cacat di pengendalian internal dapat terjadi karena kesalahan manusia seperti kesalahan atau kelalaian sederhana. Misalnya, kesalahan dapat terjadi dalam merancang, menjaga, atau mengawasi pengendalian otomatis. Jika personel TI tidak memahami secara utuh bagaimana sistem pendapatan memproses transaksi penjualan, mereka akan salah merancang perubahan terhadap sistem dalam memproses penjualan untuk lini produk baru. Kolusi Efektivitas pemisahan tugas terletak pada individu yang hanya melakukan pekerjaan yang ditugaskan padanya atau kinerja seseorang diperiksa oleh orang lain. Selalu ada risiko bahwa kolusi antar individu akan merusak efektivitas pemisahan tugas. Misalnya, seorang individu yang menerima pembayaran kas dari pelanggan dapat bekerja sama dengan orang Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 yang mencatat penerimaan tersebut dalam catatan pelanggan untuk mencuri uang dari Menurut George alih bahasa Amir . 0: . pengertian sistem penggajian dan pengupahan adalah mencakup seluruh tahap pemrosesan penggajian dan pelaporan kepegawaian serta pembayaran yang dilakukan setiap bulan pada karyawan. Sistem penggajian dan pengupahan merupakan salah satu sub sistem akuntansi yang terdapat dalam perusahaan. Adapun unsur-unsur pengendalian intern dalam sistem akuntansi penggajian menurut Mulyadi . adalah sebagai berikut: Struktur Organisasi yang Memisahkan Tanggung Jawab Fungsional Secara Tegas . Fungsi pembuatan daftar gaji dan upah harus terpisah dari fungsi keuangan. Fungsi pencatatan waktu hadir harus terpisah dari fungsi operasi. Sistem Wewenang dan Prosedur Pencatatan yang Memberikan Perlindungan yang Cukup Terhadap Kekayaan Perusahaan: Setiap nama yang namanya tercantum dalam daftar gaji dan upah harus mempunyai surat keputusan pengangkatan sebagai karyawan perusahaan yang ditandatangani oleh Direktur Utama. Setiap perubahan gaji dan upah karyawan karena perubahan pangkat, perubahan tarif gaji dan upah, tambahan keluarga harus didasarkan pada surat keputusan Direktur Keuangan. Setiap potongan atas gaji dan upah karyawan selain dari pajak penghasilan karyawan harus didasarkan atas surat potongan gaji dan upah yang diotorisasi oleh fungsi . Kartu Jam Hadir harus diotorisasi oleh Fungsi Pencatat Waktu. Perintah lembur harus harus diotorisasi oleh kepala departemen yang bersangkutan. Daftar gaji dan upah harus diotorisasi oleh fungsi personalia. Bukti Kas Keluar untuk pembayaran gaji dan upah harus diotorisasi oleh Fungsi Akuntansi. Perubahan dalam catatan penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan daftar gaji dan upah karyawan. Tarif upah yang dicantumkan dalam kartu kerja diverifikasi ketelitiannya oleh Fungsi Akuntansi. Praktik yang Sehat Dalam Melaksanakan Tugas dan Fungsi Setiap Unit Organisasi . Kartu Jam Hadir dibandingkan dengan Kartu Jam Kerja sebelum kartu jam terakhir ini dipakai sebagai dasar distribusi biaya tenaga kerja langsung. Pemasukkan kartu jam hadir ke dalam pencatat waktu harus diawasi oleh Fungsi Pencatat Waktu. Pembuatan daftar gaji dan upah harus diverifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungannya oleh Fungsi Akuntansi sebelum dilakukan pembayaran. Penghitungan pajak penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan catatan penghasilan . Catatan penghasilan karyawan disimpan oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah. Karyawan yang Mutunya Sesuai Dengan Tanggung Jawabnya Diantara empat unsur pokok pengendalian intern tersebut diatas, unsur mutu karyawan merupakan unsur pengendalian intern yang paling penting. Jika perusahaan memiliki karyawan yang kompeten dan jujur, unsur pengendalian intern yang lain dapat dikurangi sampai batas minimum dan perusahaan akan tetap menghasilkan pertanggungjawaban laporan keuangan yang dapat diandalkan. Untuk mendapatkan karyawan yang kompeten dan jujur, cara yang ditempuh adalah mengadakan seleksi calon karyawan berdasarkan persyaratan Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 yang dituntut oleh pekerjanya dan mengadakan pengembangan pendidikan karyawan selama menjadi karyawan perusahaan. Penelitian sebelumnya berjudul Analisis Efektivitas Pengendalian Intern Terhadap Penggajian dan Pengupahan Pada PT. Pupuk Kujang yang dilakukan oleh Heppy . Hasil dari penelitian ini adalah sistem pengendalian internal terhadap penggajian dan pengupahan pad PT. Pupuk Kujang telah memadai dan efektif, sehingga efektivitas pengendalian internal terhadap penggajian dan pengupahan yang dijalankan oleh PT. Pupuk Kujang sebaiknya dipertahankan dalam jangka pendek dan terus ditingkatkan dan disesuaikan dengan perkembangan organisasi dimasa mendatang. Penelitian sebelumnya juga dilakukan oleh Junus . yang berjudul Evaluasi Atas Sistem Pegendalian Intern Terhadap Sistem Akuntansi Penggajian Yang Berbasis Komputer Pada PT. Jakarta International Trade Fair (PT. JITF). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sistem pengendalian intern terhadap sistem penggajian pada perusahaan agar terhindar dari kecurangan dan METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang mana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengendalian intern penggajian dan pengupahan yang ada pada CV Surya Sumatera Palembang. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan cara membandingkan penerapan sistem pengendalian intern penggajian dan pengupahan di CV Surya Sumatera Palembang dengan sistem pengendalian intern penggajian dan pengupahan dengan teori-teori yang ada. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengendalian Intern yang ada pada CV. Surya SumateraPalembang adalah sebagai Organisasi Organisasi yang ada di lingkungan CV. Surya Sumatera menggunakan struktur Struktur sederhana adalah sebuah struktur yang dicirikan dengan kadar departementalisasi yang rendah, rentang kendali yang luas, wewenang yang terpusat pada seseorang saja, dan sedikit formalisasi. Dalam pelaksanaannya. CV. Surya Sumatera telah melakukan rangkap tugas, yaitu fungsi keuangan yang dilakukan oleh bagian administrasi, seharusnya melakukan perhitungan terhadap gaji dan upah karyawan dan kemudian membagikannya ternyata juga melakukan pekerjaan administrasi serta merangkap sebagai fungsi kepegawaian yang mencatat seluruh kegiatan dari perusahaan Seharusnya bagian keuangan hanya melakukan perhitungan terhadap gaji dan upah karyawan, kemudian membagikannya, dan bagian yang seharusnya bertugas untuk membuat jam hadir karyawan, dan jam lembur karyawan adalah bagian kepegawaian. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan unsur pengendalian yang ada, antara lain bahwa didalam suatu perusahaan harus dibentuk struktur organisasi yang memisahkan tugas dan tanggung jawab fungsional. Namun hal, ini masih bisa ditoleransi mengingat perusahaan ini merupakan perusahaan kecil dengan struktur organisasi sederhana, selain itu pengawasan terhadap kinerja karyawan dapat dilakukan oleh satu orang, yaitu Direktur. Penggunaan struktur sederhana oleh CV Surya Sumatera Palembang dikarenakan direktur dan pemilik adalah orang yang satu dan Kekuatan dari struktur ini adalah kesederhanaannya yang tercermin dalam kecepatan, kefleksibelan, ketidakmahalan dalam pengelolaan, dan kejelasan akuntabilitas. Satu kelemahan utamanya adalah struktur ini sulit untuk dijalankan di mana pun selain di organisasi kecil karena struktur sederhana menjadi tidak memadai tatkala sebuah organisasi Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 berkembang karena formalisasinya yang rendah dan sentralisasinya yang tinggi cenderung menciptakan kelebihan beban . di puncak. Sistem Otorisasi Sistem otorisasi pada CV Surya Sumatera Palembang dilakukan dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Sistem otorisasi yang baik dan berkaiatan dengan pengajian dan pengupahan, yaitu: Prosedur pembayaran gaji tepat waktu . Prosedur penerimaam gaji Dalam hal ini pembayaran dan penerima gaji karyawan dilaksanakan oleh Bendahara. Sistem otorisasi harus dibuat sebagai sistem yang mengatur pembagian wewenang dan otorisasi atas terlaksananya setiap transaksi. CV. Surya Sumatera membuat sistem yang mengatur pembagian wewenang untuk otorisasi terlaksananya setiap transaksi, dengan demikian sistem otorisasi yang ada dan terjadi akan menjamin dihasilkannya dokumen pembukuan yang dapat dipercaya bagi proses akuntansi. Sistem otorisasi yang ada pada CV. Surya Sumatera Palembang, penulis menilai belum memadai. Ada sebagian prosedur yang ada didalam sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang telah dijalankan oleh CV. Surya SumateraPalembang, namun ada sebagian lagi belum dapat dijalankan karena masih terdapat penjumlahan yang tercantum dalam daftar gaji dan upah tidak dicek kebenarannya sehingga pendelegasian wewenang yang kurang baik yang mengakibatkan kecurangan yang dilakukan secara disengaja maupun tidak disengaja oleh pihak yang bersangkutan. CV. Surya Sumateraharus membuat sistem yang mengatur pembagian wewenang untuk otorisasi terlaksananya setiap transaksi, dengan demikian sistem otorisasi yang ada dan terjadi akan menjamin dihasilkannya dokumen pembukuan yang dapat dipercaya bagi proses Bagian kepegawaian dan bagian keuangan seharusnya melakukan pengecekan ketelitian dan kebenaran atas hasil data yang diberikan bawahan agar sistem otorisasi tersebut menjamin dihasilkannya dokumen pembukuan yang dapat dipercaya. Prosedur Pencatatan . Prosedur yang Membentuk Sistem Jaringan prosedur yang membentuk sistem pada akuntansi penggajian dan pengupahan meliputi prosedur pencatatan waktu hadir, prosedur pencatatan waktu kerja, prosedur pembuatan daftar gaji dan upah, prosedur distribusi biaya gaji dan upah dan prosedur pembayaran gaji dan upah. Dengan adanya prosedur-prosedur tersebut diharapkan dapat menghindari timbulnya kecurangan-kecurangan pada perusahaan. Pencatatan waktu hadir pada CV Surya Sumatera Palembang diselenggarakan untuk menentukan gaji dan upah karyawan. Bagi karyawan yang digaji upah bulanan, daftar hadir digunakan untuk menentukan apakah karyawan dapat memperoleh gaji penuh, atau harus dipotong akibat ketidakhadiran mereka. Daftar hadir ini juga digunakan untuk menentukan apakah karyawan bekerja di perusahaan dalam jam biasa atau jam lembur, sehingga dapat digunakan untuk menentukan apakah karyawan akan menerima gaji saja atau menerima tunjangan lembur. Jaringan prosedur pada CV. Surya SumateraPalembang terlihat belum memadai. Hal ini terlihat pada sistem pencatatan waktu yang kurang baik, karena tidak adanya pengawasan terhadap absensi hadir karyawan yang dilakukan oleh fungsi pencatatan waktu, sehingga mengakibatkan adanya karyawan yang keluar pada saat jam kerja berlangsung dan terjadinya kecurangan dalam pencatatan waktu hadir karyawan yang seharusnya tidak hadir dicatat Oleh karena itu, untuk menghindari adanya kecurangan tersebut, ada baiknya pada CV. Surya SumateraPalembang dalam hal pencatatan waktu hadir karyawan diawasi dan Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 diselenggarakan oleh fungsi pencatatan waktu, agar dapat terhindar dari kecurangan-kecurangan yang dapat merugikan perusahaan. Dokumen yang Digunakan Gaji dan upah merupakan salah satu bentuk balas jasa kepada karyawan atas apa yang telah mereka kerjakan dan korbankan untuk perusahaan. Dalam menentukan besarnya jumlah gaji dan upah tersebut diperlukan dokumen-dokumen pendukung untuk perhitungan jumlah gaji dan upah. Dokumen-dokumen yang diperlukan adalah dokumen pendukung perubahan gaji dan upah, kartu jam hadir, kartu jam kerja, daftar gaji dan upah, rekap daftar gaji dan upah, surat pernyataan gaji dan upah, amplop gaji dan upah, dan bukti kas keluar. CV. Surya SumateraPalembang dalam melakukan aktivitas perusahaan, tidak memenuhi syarat sistem pengendalian intern yang baik karena pada setiap perubahan daftar gaji dan upah tidak disertai dengan dokumen perubahan gaji, namun hanya berupa ucapan lisan tanpa adanya surat keputusan perubahan gaji dan upah. Kartu jam hadir dan kartu jam kerja pada CV. Surya Sumateradikelurkan oleh fungsi kepegawaian. Hal ini sangat berneda dengan teori yang ada, seharusnya dokumen ini digunakan oleh fungsi pencatat waktu atau mandor pabrik. Apabila dokumen ini diisi oleh fungsi kepegawaian yang melakukan rangkap jabatan, maka bukan tidak mungkin fungsi ini akan melakukan tindak kecurangan. Praktek yang Sehat CV. Surya Sumateratelah melakukan praktek yang sehat untuk melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi. Adapun cara-cara yang umumnya ditempuh oleh perusahaan dalam menciptakan praktek yang sehat sebagai berikut: Pemilik perusahaan (Direktu. melakukan pemeriksaan mendadak dilaksanakn tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada semua pihak yang diperiksa dengan jadwal yang tidak teratur. Penggunaan formulir bernomor urut tercetak yang pemakaiannya harus dipertanggung jawabkan oleh yang berwewenang. Keharusan pengambilan cuti bagi semua karyawan yang berhak, selama karyawan tersebut cuti akan digantikan agar tidak terjadi kecurangan dalam melaksanakn tugasnya. Maksud dari praktek yang sehat adalah suatu kondisi pada setiap bagian yang ada dalam perusahaan melaksanakan tugas dan fungsinya dengan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan sehingga dapat meyakinkan bahwa persetujuan, pencatatan, dan otorisasi yang telah dilakukan telah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Cara yang umumnya ditempuh perusahaan dalam menciptakan praktek yang sehat adalah : Kartu jam hadir harus dibandingkan dengan kartu jam kerja sebelum kartu jam kerja dipakai sebagai dasar pembayaran gaji. Penginputan kartu jam kerja ke dalam mesin pencatat waktu harus diawasi oleh fungsi pencatat waktu. Pembuatan daftar gaji dan upah harus diverifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungannya oleh bagian akuntansi kemudian ke bagian keuangan sebelum dilakukan Catatan penghasilan karyawan disimpan oleh bagian akuntansi dan bagian keuangan. Untuk menentukan unsur dalam praktek yang sehat ini terlebih dahulu harus menganalisis prosedur pencatatan jam hadir pegawai. Adapun tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh pengendalian intern atas praktek yang sehat telah dijalankan oleh CV. Surya Sumatera Palembang. Pencatatan Waktu Pengendalian terhadap gaji karyawan merupakan suatu hal yang sangat penting pada suatu perusahaan, agar dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Untuk itu diperlukan prosedur yang efektif dan efisien di dalam pencatatan waktu kerja karyawan. Pencatatan Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 waktu pada dasarnya dibagi dua bagian yaitu pencatatan waktu hadir dan pencatatan waktu Pencatatan waktu hadir merupakan kumpulan data jam hadir karyawan dalam suatu periode, sedangkan pencatatan waktu kerja adalah pencatatan untuk mencatat jam kerja pegawai yang sebenarnya digunakan dalam setiap pekerjaan. Pencatatan waktu ini diperlukan untuk menilai kedisiplinan karyawan akan tugas dan tanggung jawab masing-masing Pencatatan waktu hadir dan pencatatan waktu kerja yang ada dilingkungan CV. Surya SumateraPalembang setiap hari kerja yaitu pada pukul 08. 00 WIB hingga pukul 16. 00 WIB dengan waktu istirahat satu jam. Untuk peningkatan efisiensi dan efektivitas, diperlukan prosedur yang baik dalam pelaksanaannya seperti halnya dengan pencatatan waktu kerja. Sistem pencatatan waktu membantu perusahaan untuk meyakinkan bahwa karyawan benar-benar bekerja sesuai dengan jumlah jam yang diakuinya. Namun hal ini sering disalahgunakan oleh pihak pegawai yang ada di CV. Surya SumateraPalembang. Kelemahan disini adalah tidak adanya bagian khusus yang menangani dan mengawasi kehadiran karyawan di lapangan. Kelemahan sistem ini memungkinkan karyawan yang kurang disiplin yaitu bila karyawan datang terlambat, maka tidak ada yang memberikan sanksi. Dalam menghadapi permasalahan tersebut dan untuk mewujudkan suatu pengendalian intern yang memadai, maka CV. Surya Sumateraharus menempatkan seorang pengawas yang akan melakukan pengawasan terhadap kehadiran karyawan, karena disini terlihat bahwa peranan fungsi pencatatan waktu sangatlah penting didalam menentukan jam hadir dan jam kerja yang sebenarnya dilaksanakan pegawai, atau untuk mengoptimalkan lagi praktek yang . Verifikasi Oleh Fungsi Akuntansi Untuk mengoptimalkan penerapan praktek yang sehat, maka sebaiknya bagian akuntansi melakukan verifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungan dalam pembuatan daftar gaji sebelum melakukan pembayaran terhadap karyawan. Unsur-unsur praktek yang sehat di dalam suatu penggajian yang ada di lingkungan CV. Surya Sumaterapalembang belum berjalan sebagaimana mestinya, hal ini tampak pada masih adanya berbagai macam kecurangan yang dilakukan oleh fungsi kepegawaian, administrasi dan fungsi keuangan. Seharusnya unsur-unsur praktek yang sehat di dalam suatu penggajian dan pengupahan yang harus ada di lingkungan CV. Surya Sumatera Palembang adalah : Pembuatan daftar gaji harus diverifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungannya oleh bagian akuntansi sebelum dilakukan pembayaran. Penginputan kartu jam hadir kedalam mesin pencatat waktu harus diawasi oleh fungsi pencatat waktu. Setiap potongan gaji karyawan harus didasarkan atas surat potongan gaji yang diotorisasi oleh fungsi kepegawaian (Personali. Verifikasi oleh fungsi akuntansi dapat membantu menemukan penyimpangan yang terjadi baik sengaja maupun tidak, hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kecurangan seperti pengeluaran uang kas yang bukan untuk keperluan perusahaan. Sesuai dengan praktek yang sehat pada unsur pengendalian intern dalam sistem akuntansi penggajian, sebagaimana yang terdapat pada bab II bahwa pada saat pengisian daftar hadir karyawan harus diawasi oleh fungsi personalia. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin keandalan daftar hadir karyawan, sehingga kecurangan dapat dihindarkan. Evaluasi Sistem Penggajian dan Pengupahan Prosedur Penggajian dan Pengupahan Kebijaksanaan penggajian merupakan salah satu alat yang sangat pentingsebagai alat motivasi guna mencapai tujuan perusahaan. Pemberian gaji tersebut harus benar-benar diperhatikan sesuai dengan tenaga yang diberikan. Apabila jumlah gaji yang diberikan oleh Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 perusahaan tidak sebanding dengan tenaga yang diberikan maka akan menimbulkan rasa ketidakpuasan dalam hati karyawan, hal ini akan berakibat timbulnya sikap masa bodoh karyawan terhadap pekerjaannya. Besarnya gaji pada CV. Surya SumateraPalembang tidak sama untuk semua pekerja, karena ada pekerjaan yang berat dan penuh risiko dan ada pekerjaan dengan risiko kecil. Pekerjaan yang berat menyebabkan gaji yang lebih besar daripada pekerjaan yang ringan, serta dilihat dari segi keahlian masing-masing. Selain itu juga lamanya seseorang bekerja pada perusahaan juga menentukan besar kecilnya tingkat gaji yang diberikan. Prosedur penggajian pada CV. Surya SumateraPalembang menurut pengamatan penulis tidak maksimal. Hal ini dapat diketahui dari daftar gaji yang didapat dari bagian administrasi diserahkan ke manajer keuangan untuk dicek kembali kebenaran dan perhitungan serta diotorisasi, kemudian diserahkan ke bagian juru bayar. Hal ini untuk menghindari terjadinya kecurangan yang dapat merugikan perusahaan. Pembayaran Gaji Karyawan Pengendalian pembayaran kas untuk penggajian, perusahaan perlu menggun akan suatu sistem yang mencakup prosedur otorisasi dan persetujuan penggajian yang tepat. Pembayaran gaji karyawan pada CV. Surya Sumatera dilakukan pada tanggal 1 setiap bulannya untuk karyawan tetap dan tiap minggu untuk tenaga kerja harian. Menurut penilaian penulis pembayaran gaji yang dilakukan oleh CV. Surya Sumatera telah dilakukan tepat waktu, namun prosedur pembayarannya belum dilakukan secara efektif. Pada CV. Surya Sumatera Palembang pembayaran gaji karyawan tetap dengan menggunakan amplop dan untuk tenaga kerja harian dengan cara diambil oleh kepala tukang, lalu kepala tukang membagikan kepada seluruh tukang yang lain. Hal ini sangat disayangkan, karena para pekerja yang lainhanya menerima upah berdasarkan pemberian kepala tukang, tanpa mengetahui berapa jumlah yang sesungguhnya diberikan oleh perusahaan. Dalam menghadapi permasalahan tersebut dan untuk mewujudkan suatu sistem penggajian dan pengupahan yang efektif dan efisien, maka CV. Surya Sumatera Palembang harus merubah sistem pembayaran gaji dan upah pada para karyawan. Evaluasi Pengendalian Intern Penggajian dan Pengupahan Dalam pemenuhannya dengan pemenuhan tujuan pencatatan yang lengkap terhadap prosedur penggajian masih terdapat kelemahan yang berarti, yaitu pada struktur pengendalian intern pada CV. Surya Sumatera Palembang dalam hal kejujuran yang tertanam dalam dirimasing-masing karyawan. Selain itu hal ini terjadi karena tidak adanya pengawasan terhadap absebsi kartu jam hadir karyawan dan fungsi pencatat waktu tidak melakukan otorisasi penggajian. Ini menunjukkan internal kontrol perusahaan masih ada kekurangan yang mengakibatkan terjadinya kecurangan pada karyawan yang tidak benar-benar hadir dapat melakukan perekaman jam hadir dirinya. Menurut penilaian penulis, agar harta perusahaan dapat terjamin dengan melakukan audit secara rutin dan pemeriksaan mendadakan terhadap kinerja maupun laporan-laporan dari hasil Pengawasan pada sistem kerja setiap fungsi juga harus lebih diperhatikan dan dilakukan pengawasan agar setiap fungsi tetap menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing. Selain itu perputaran jabatan juga harus dilakukan agar dapat menjaga independensi pejabat dalam melaksanakan tugasnya sehingga kecurangan sedini mungkin dapat dicegah dan dihindari. Struktur organisasi yang ada pada CV. Surya SumateraPalembang sudah memadai, namun dalam pelaksanaannya terdapat perangkapan tugas, yaitu fungsi keuangan yang dilakukan oleh bagian administrasi melakukan perhitungan terhadap gaji dan upah karyawan dan kemudian membagikannya ternyata juga melakukan pekerjaan administrasi serta merangkap sebagai fungsi kepegawaian yang mencatat seluruh kegiatan dari perusahaan yang Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 2 No. Juni 2019 ISSN Cetak : 2614-3631 ISSN Online : 2720-9466 seharusnya dilakukan oleh orang yang berbeda. Hal ini menimbulkan kecurangan, seperti adanya kecurangan pada pencatatan waktu hadir karyawan, karyawan yang tidak hadir dicatat hadir yang disebabkan oleh tidak adanya fungsi pengawasan. Bila hal ini terus dibiarkan maka menimbulkan kerugian bagi perusahaan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan permasalahan terhadap sistem pengendalian intern penggajian dan pengupahan pada CV. Surya SumateraPalembang bahwa sebagai berikut: pada organisasi, dalam pelaksanaannya pada CV. Surya Sumateratelah melakukan rangkap tugas, yaitu fungsi administrasi merangkap sebagai fungsi keuangan serta merangkap sebagai fungsi Sistem otorisasi pada CV. Surya SumateraPalembang penulis menilai belum memadai, karena masih terdapat penjumlahan yang tercantum dalam daftar gaji dan upah tidak di cek kebenarannya serta hanya diotorisasi oleh fungsi kepegawaian yang melakukan rangkap tugas sebagai pembuat daftar gaji itu sendiri. Jaringan prosedur yang membentuk sistem informasi akuntansi pada perusahaan ini terlihat belum memadai. Hal ini terlihat pada sistem pencatatan waktu yang kurang baik, karena tidak adanya pengawasan terhadap absensi hadir karyawan, sehingga mengakibatkan adanya karyawan yang keluar masuk pada saat jam kerja berlangsung. Pada setiap perubahan gaji karyawan tidak disertai dengan dokumen perubahan gaji. Perusahaan ini juga belum menunjukkan adanya praktek yang sehat dalam menjalankan kegiatan perusahaan, karena tidak adanya bagian khusus yang menangani dan mengawasi kehadiran karyawan di lapangan yang mengakibatkan adanya karyawan yang kurang disiplin. Saran Sebaiknya perusahaan menetapkan fungsi pembuatan daftar gaji, fungsi pembuatan bukti kas keluar dan fungsi pembayaran gaji karyawan dilakukan oleh bagian tersendiri. Perusahaan dapat melakukan berdasarkan kemampuan dan keahliannya masing-masing karyawan sehingga tercipta struktur organisasi perusahaan yang baik dan untuk menghindari kecurangan yang dilakukan secara disengaja maupun tidak disengaja. CV. Surya Sumatera Palembang dalam menjalankan aktivitas, seharusnya tidak melakukan rangkap tugas. Pembuat daftar gaji harus diotorisasi oleh bagian personalia, sedangkan pembuatan bukti kas keluar diotorisasi oleh bagian akuntansi, sehingga tercipta pendelegasian wewenang yang baik pada perusahaan DAFTAR PUSTAKA