Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 Effective Feedback sebagai Evaluasi Pembelajaran Praktik di Laboratorium dan Klinik Pada Pendidikan Kesehatan: Literature Review Chatrine Aprilia Hendraswari1. Yasinta Dewi Kristianti2. Nadia Nur Fadila3. Novia Martin4. Sri Yunita5. Ari Indra Susanti6 1,2,3,4,5 Magister Kebidanan. Universitas Padjadjaran. Bandung. Indonesia Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat. Universitas Padjadjaran. Bandung. Indonesia Correspondence author: Yasinta Dewi Kristianti, yasinta22001@mail. Palembang. Indonesia DOI : https://doi. org/10. 37012/jipmht. Abstrak Sistem pendidikan pada berbagai profesi dibidang kesehatan, khususnya kebidanan, berfokus pada pengetahuan dan praktik dalam menghasilkan lulusan yang terjun pada pelayanan klinis. Pendidikan kebidanan terdiri dari pembelajaran teori dan pembelajaran praktik. Pada pendidikan klinik, keterampilan diasah dengan simulasi dalam laboratorium dan praktik klinik yang membutuhkan evaluasi formatif. Feedback merupakan bagian penting dalam evaluasi formatif. Literature review ini disusun untuk menganalisis feedback yang efektif dalam evaluasi pembelajaran praktek laboratorium dan klinik, khususnya pada pendidikan kesehatan. Literature review ini disusun untuk menganalisis feedback yang efektif dalam evaluasi pembelajaran praktek laboratorium dan klinik, khususnya pada pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah literature review. Analisis dilakukan terhadap 13 artikel jurnal. Hasil literature review ini menunjukkan umpan balik efektif dan teratur dapat memperkuat praktik yang baik, meningkatkan kemampuan refleksi diri pada peserta didik, dan memotivasi peserta didi untuk mendapatkan hasil yang diinginkan . Sehingga dapat disimpulkan bahwa penting untuk dapat mengetahui feedback yang efektif dalam melakukan evaluasi pembelajaran praktikum dan klinik bagi mahasiswa merupakan salah satu cara untuk dapat menilai keberhasilan pembelajaran dan penguasaan keterampilan. Kata Kunci: evaluasi, feedback, formatif, kebidanan, pendidik Abstract The education system in various professions in the health sector, especially midwifery, focuses on knowledge and practice in producing graduates who are involved in clinical services. Midwifery education consists of learning theory and practical learning. In clinical education, skills are honed with laboratory simulations and clinical practice that require formative evaluation. Feedback is an important part of formative evaluation. This literature review was compiled to analyze the effectiveness of feedback in the evaluation of laboratory and clinical practice learning, especially in health This literature review was compiled to analyze the effectiveness of feedback in the evaluation of laboratory and clinical practice learning, especially in health education. The method used is literature review. Analysis was performed on 13 journal articles. The results of this literature review show that effective and regular feedback can reinforce good practice, improve students' selfreflection skills, and motivate students to get the desired results. So it can be concluded that it is important to be able to know effective feedback in evaluating practicum and clinical learning for students is one way to be able to assess the success of learning and mastery of skills. Keywords:educator, evaluation, feedback, formative, midwivery Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 PENDAHULUAN Pendidikan profesi kesehatan merupakan bagian dari sistem pendidikan yang menerapkan prinsip filosofi, teori, prinsip, dan praktik dalam hubungan yang kompleks dengan pelayanan klinis. Pendidikan profesi kesehatan berfungsi pada pendekatan dua bidang besar yakni pengetahuan dan praktik (Hays et al. , 2. Salah satu jenis tenaga kesehatan di Indonesia adalah tenaga kebidanan (Kemenkes RI, 2. Pendidikan kebidanan merupakan hal yang mendasar dalam mempersiapkan bidan kompeten yang mampu memberikan asuhan kebidanan terstandar yang aman dan sesuai dengan kebaruan ilmu (Luyben et al. , 2. Meskipun penyelenggaraan pendidikan kebidanan pada setiap negara berbeda-beda, pendidikan kebidanan terdiri dari pendidikan klinik dan pendidikan teoritis. Di Norwegia, pendidikan bidan terdiri dari 50% praktik klinik dan 50% pendidikan teoritis (Luyben et al. , 2. Sedangkan di Indonesia, komposisi pendidikan bidan D4 adalah 60% praktik dan 40% teoritis, sedangkan pendidikan S1 adalah 60% teoritis dan 40% praktik. Pendidikan klinik merupakan bagian esensial dalam pendidikan kebidanan. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pengalaman bermanfaat yang menjadi kunci dalam persiapan profesional kerja melalui pendidikan klinik (Jasemi et al. , 2. Pendidikan klinik bertujuan untuk mengembangkan keterampilan profesional dalam memberikan asuhan sesuai dengan kebutuhan (Farzi et al. , 2. Sesuai dengan piramida Miller, kompetensi keterampilan klinis melibatkan komponen perilaku dari kompetensi klinis, dimana evaluasi dan penilaian melibatkan simulasi dan situasi klinik yang nyata (Witheridge et al. , 2. Dalam pelaksanaannya, pendidikan klinik memerlukan evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Supervisi pendidikan klinik yang efektif sangat penting bagi mahasiswa untuk memberikan asuhan kebidanan yang aman dan kompeten sesuai standar minimal kelulusan program yang telah ditentukan (McKellar & Graham, 2. Evaluasi pembelajaran perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Evaluasi melibatkan proses mengumpulkan, menganalisis, dan memberikan nilai melalui satu atau beberapa alat pengukuran. Evaluasi pembelajaran terdiri dari evaluasi formatif dan evaluasi sumatif yang memilki perbedaan dalam kerangka waktu. Evaluasi formatif dilaksanakan pada saat proses sedang berjalan, dimana fokus utamanya menekankan pada sebuah bagian pembelajaran daripada keseluruhan. Sedangkan evaluasi sumatif dilakukan pada akhir Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 program atau kegiatan yang berfokus pada penilaian dari keseluruhan pembelajaran (Billings & Halstead, 2. Salah satu cara dalam pemberian penilaian yaitu dengan pemberian feedback atau umpan Feedback merupakan pendekatan sistematis untuk menilai hasil dibandingkan dengan hasil yang diinginkan. Feedback dimulai pada tahun 1940-an dan berasal dari bidang teknik, untuk kemudian berkembang pada aspek-aspek bidang lain termasuk dalam pendidikan kesehatan (Hernandez & Wang, 2. Dalam pendidikan kesehatan profesional, feedback digambarkan sebagai suatu informasi khusus mengenai perbandingan antara kinerja peserta didik yang diamati dengan standar yang berlaku, dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja peserta didik. Umpan balik merupakan salah satu bentuk interaksi yang paling penting, baik antara pendidik dengan peserta didik (Burgess et al. , 2. Tujuan umpan balik adalah untuk membantu peserta didik dalam merefleksikan tindakan yang telah dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja di masa depan (Hernandez & Wang, 2. Feedback merupakan sebuah bagian penting dari proses penilaian formatif (Brookhart. Keterampilan yang diasah dalam praktek atau simulasi laboratorium klinik perlu untuk diintegrasikan dengan evaluasi formatif untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik pedagogik, serta meningkatkan feedback untuk pembelajaran. Namun, memadukan evaluasi formatif dan feedback masih menjadi tantangan bagi para pendidik. Tanpa feedback formatif maka pembelajaran dan penguasaan keterampilan kemungkinan besar akan hilang dan tertunda (Gonzalez & Kardong-Edgren, 2017. Msosa et al. , 2. Tanpa feedback yang sesuai, pembelajaran akan menjadi sebuah tantangan dan peningkatan peserta didik yang terbatas walaupun memiliki motivasi yang tinggi sekalipun (Ghaderi & Farrell, 2. Oleh karena itu, perlu bagi para pendidik untuk mengetahui feedback yang efektif dalam evaluasi pembelajaran. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis feedback yang efektif dalam evaluasi pembelajaran praktek laboratorium dan klinik, khususnya pada pendidikan kesehatan. METODE Artikel ini disusun berdasarkan tinjauan sistematis sesuai tujuan penulisan yang berfokus pada pencarian Efektifitas Feedback Pembelajaran Praktek Laborataorium dan Klinik Pendidikan Kesehatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah literatur review dengan menggunakan metode scoping review. Scoping review merupakan tinjauan Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 sistematis yang dapat digunakan untuk menginterpretasikan hasil dengan berbasis bukti untuk menetapkan konsep yang mendasari area penelitian, sumber, bukti dan jenis bukti yang tersedia (Tricco et al. , 2. Fokus pencarian dengan tinjauan sistematis dilakukan dengan menyusun literatur penting berdasarkan data elektronik. Basis data elektronik . ingga Mei 2. dari Google Scholar. ProQuest. Jurnal SAGE. Scopus. Science Direct, dan EBSCO. Proses pencarian menggunakan kata kunci AuFeedbackAy ATAU AuEfektivitas FeedbackAy DAN AuPraktek Laboratorium dan KlinikAy ATAU AuPendidikan KesehatanAy. Jalannya penulisan ini melalui 3 tahapan yaitu tahap perencanaan yaitu studi pustaka, tahap pelaksanaan mencari contoh literatur review dan melakukan analisis artikel. Hasil pencarian online menggunakan data elektronik dan didapatkan 5456 artikel. Semua artikel yang diperoleh kemudian dianalisis secara mendalam. Analisis artikel meliputi artikel orginal dan artikel review yang diterbitkan dalam 5 tahun terakhir . dalam Bahasa Inggris. sehingga terdapat 14 artikel yang akan dijadikan dasar analisis pada makalah ini. Adapun karakteristik dari artikel tersebut dijelaskan pada table 1 berikut: Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 Tabel 1. Karakteristik Artikel yang diteliti Reference. Sumber Lai et BMC Medical Education Aoki et BMC Medical Education Tujuan Metode Hasil Kesimpulan Mengidentifikasi apakah umpan balik tertulis tambahan dari pasien kepada peserta mahasiswa dan apakah metode Multi-Source Feedback (MSF) dapat meningkatkan kinerja mahasiswa kedokteran Sampel: 71 Mahasiswa Kedokteran yang telah memenuhi syarat dari Eastern Health Clinical School Monash University dan Curtin University Medical School Pada konsultasi tahap akhir, kedua kelompok (P=0. tutor yang berfokus pada pasien dan penilaian tutor yang berfokus pada (P=0. Pada grup intervensi menunjukkan peningkatan yang lebih baik secara signifikan terhadap penilaian tutor yang berfokus pada (P=0. Hubungan baik yang dilaporkan oleh pasien dan keterampilan klinis yang dinilai tutor tidak signifikan antar dua Program Multi-source Feedback yang inovatif meningkatkan keterampilan konsultasi pada mahasiswa Umpan balik yang diberikan oleh pasien terstruktur dikombinasikan dengan refleksi diri peserta didik dapat meningkatkan keterampilan praktik yang berpusat pada pasien. Menilai efikasi diri mahasiswa kedokteran wawancara medis dan balik setelahnya Sampel: Mahasiswa kedokteran . laki-laki, perempua. pada tahun keempan atau kelima Universitas Kedokteran Fukushima di Jepang Self-efficacy lebih tinggi terjadi pada saat setelah dengan pasien, namun memiliki ukuran efek yang kecil (Hedges G=0. , perbandingan self efficacy pada saat besar (Hedges G=1. dan perbandingan self Pemberian wawancara pada pasien dapat meningkatkan selfefficacy pada mahasiswa, namun self efficacy ini dapat lebih ditingkatkan pemberian umpan balik setelah dilakukan simulasi, umpan balik merupakan komponen penting dalam meningkatkan self-efficacy mahasiswa kedokteran Design: RCT Doubleblinded Instrumen penelitian (MISS-. dan skor penilaian tutor (RICS) untuk menilai efek umpan balik tertulus dan efek keseluruhan dari MSF Design: Randomised Control Trial Predictor: Wawancara simulasi dan umpan balik, outcome: selfefficacy Instrumen Numerical Rating Scale (NRS) untuk menilai self-efficacy Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 Reference. Sumber Tujuan Metode p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 Hasil Kesimpulan umpan balik memiliki (Hedges G=0. Donkin et al. BMC Medical Education Menilai video dan sumber Sampel: 28 ahasiswa secara acak dibagi kelompok perlakuan pembelajaran secara elearning melalui video Mixed Method Sequential Explanatory Design Predictor:umpan balik melalui video dan elearning. Instrumen penelitian secara blinded dengan likert untuk refleksi Ilangakoon et ,2022 Elsevier Mengeksplorasi sarjana dan pendidikan Sebanyak 1408 studi (CINAHL. ProQuest. Scopus. ERIC. PsycINFO. Ovid MEDLINE) mencari literatur yang Januari 1989-Februari Mahasiswa peningkatan penilaian praktik sumatif . ,4%, 8,. peningkatan nilai akhir yang signifikan . ,6%, 12,. , 'kontrol' . ,6% A SD 24,46. value 0,. Berdasarkan survei dengan skala likert menunjukkan tiga memberikan gambaran (M=4. SD=1. dan dua pertiga sangat setuju (M =3. SD =1. bahwa umpan balik secara individu yang diberikan menonton video juga Pendekatan pembelajaran . lended langsung dengan teknologi meningkatkan pembelajaran Pengalaman belajar secara virtual atau alternatif yang efektif ketika langsung terlalu rumit, mahal, atau tidak dapat diakses di laboratorium. Secara khusus, video umpan balik berbasis online yang disediakan oleh pendidik keterlibatan motivasi yang berhubungan dengan tujuan Tinjauan akhir 18 studi mencapai skor kualitas sedang-tinggi analisis data. Konsep semua penelitian. ada yang menggunakan Peneliti menyadari bahwa temuan tersebut mendukung penelitian pendidikan tinggi Melalui penelitian tersebut, mampu mendorong para pendidik untuk merancang kegiatan Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 Reference. Sumber Tujuan Metode Design: Tinjauan integratif literatur Tinjauan ini mencakup pendekatan lima tahap berbasis tim yang . melakukan pencarian. mengevaluasi data. menganalisis data. menyajikan tinjauan integratif. Lerchenfeldt et al. ,2019 BMC Medical Education Menguji pemanfaatan, kualitas umpan balik pendidikan kedokteran Sebanyak 1301 artikel PubMed. PsycINFO. Embase. Cochrane Library. CINAHL. ERIC. Scopus, dan Web of Science Instrumen penelitian PRISMA Statement Panduan Pendidikan Kedokteran Terbaik p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 Hasil Kesimpulan 'penilaian secara eksplisit. Analisis tema: konsep umpan balik, tujuan umpan balik, sumber umpan balik, mode umpan balik, konsep penilaian penilaian evaluatif dan hubungan antara umpan balik dan penilaian melibatkan keaktifan siswa mengembangkan penilaian praktik evaluatifnya. Tinjauan akhir 31 studi berbasis masalah dan pembelajaran berbasis pembelajaran kolaboratif yang umum. 11 studi melaporkan bahwa siswa tentang umpan balik yang tepat, tetapi tidak memberikan deskripsi tentang kualitas umpan balik yang dievaluasi oleh fakultas. 17 studi pengaruh umpan balik keefektifannya menilai profesionalisme, 8 studi penggunaan umpan balik pengembangan perilaku 10 studi umpan balik teman pembelajaran siswa. studi meneliti peran umpan balik rekan pada Tinjauan sistematis ini menunjukkan umpan balik rekan dalam lingkungan belajar kolaboratif dapat profesionalisme yang dapat Tinjauan ini untuk penelitian lebih lanjut tentang dampak umpan memberikan umpan balik rekan yang tepat Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 Reference. Sumber Tujuan p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 Metode Hasil Kesimpulan dinamika tim Kim&Lee. BMC Medical Education Untuk menguji umpan balik verbal positif dan penilaian diri, respon emosional, dan selfefficacy Sampel: Sebanyak 110 kedua yang direkrut dari universitas di Korea Selatan Design: Posttest Quasy-Experiment Instrumen menggunakan daftar periksa dari protokol Badan Akreditasi Pendidikan Keperawatan Korea untuk menilai kinerja Tanggapan emosional diukur menggunakan item kuesioner Warr. Kemanjuran diukur menggunakan Kuesioner Strategi Termotivasi Pembelajaran Pintrich Allen & Molloy, 2017 Science Direct tujuan penelitian ini DFT (Daily Feedback Too. yang dilaporkan dalam akan mempengaruhi proses feedback pada Sampel: 10 mahasiswa tahun kedua dan ketiga Monash University serta 14 memiliki pengalaman minimal satu tahun dan effective feedback serta memiliki pengalaman Design: Kelompok NF . mpan menunjukkan penilaian daripada kelompok PF . mpan balik positi. <0,. Sedangkan efikasi diri p<0,001 dan emosi positif p<0,001 secara signifikan lebih kuat pada kelompok PF dibandingkan kelompok NF, emosi negatif secara signifikan lebih kuat pada kelompok NF dibandingkan kelompok PF (P=0,. Umpan pengaruh yang signifikan terhadap akurasi penilaian diri serta emosi dan selfefficacy. Guru memperhatikan pemberian umpan balik kepada siswa, dengan mempertimbangkan dampak umpan balik positif atau negative Studi eksplorasi ini telah mengidentifikasi bahwa DFT dampak positif pada proses umpan balik dalam lingkungan klinis untuk siswa . eserta didi. dan pembimbing . Data menunjukkan bahwa proses umpan balik dalam pendidikan klinis antara dan pembimbing adalah bergantung pada faktorfaktor budaya lembaga, dan sikap peserta didik dan pendidik. penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa hambatan dalam effective feedback dapat diatasi dengan alat DFT feedback yang produktif. Kualitatif Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 Reference. Sumber Tujuan p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 Metode Hasil Kesimpulan Pada multivariat ditemukan hasil bahwa mahasiswa REMARK . elompok skor kinerja yang lebih tinggi secara statistik daripada siswa dalam kelompok kontrol. Studi ini memberikan bukti atribut effective feedback mahasiswa di tempat kerja Dengan demikian, temuan ini berkontribusi secara positif dalam diskusi lebih lanjut mengenai feedback dalam lingkungan praktik Strategi dalam berperan aktif pada berhubungan dengan tujuan meningkatkan kinerja di tempat kerja. 73,2% mahasiswa dan 74% profesor menilai umpan balik dalam pendidikan klinis pada level sedang . -75%). Menurut hasil uji T, tidak ada perbedaan signifikan yang diamati antara sudut pandang mahasiswa dan profesor pemberian umpan balik (P=0,. Secara profesor dan 23,9% bahwa umpan balik diberikan tepat waktu dan tanpa menunda. Mengenai privasi dalam Dari penelitian ini, status pendidikan klinis adalah kelompok yakni profesor dan mahasiswa. Selain itu, masih ada ketidakpuasan dalam pemberian umpan Oleh karena itu, perlu tersebut dan meningkatkan Namun, mengingat beberapa faktor seperti ketidaktahuan dan keterampilan profesor yang tidak memadai, maupun semi-structured open ended interview Ossenberg et ,2023 Science Direct Koochaksaraei et al. , 2019 Research Gate Untuk intervensi REMARK . uRse fEedback iMplementAtion frameworRK) prinsip-prinsip praktik terbaik dalam umpan balik pada kinerja keperawatan selama praktik klinik. Sampel: Design: Mengevaluasi status pendidikan klinis dari sudut pandang dosen semester 3 keatas dan 50 profesor dijurusan kebidanan di Tehran University of Medical Sciences. Iran Kinerja perawat diukur Australian Nursing Standards Assessment Tool (ANSAT). ANSAT instrumen tervalidasi yang digunakan untuk klinis yang selaras dengan standar praktik Nursing Midwifery Board of Australia (NMBA) Design: Deskriptif pendekatan kualitatif Predictor: pandang profesor dan Outcome: Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 Reference. Sumber Choi et al. BMC Medical Education Tujuan Menyelidiki penambahan praktik dengan refleksi dan umpan balik langsung dalam meningkatkan p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 Metode Hasil Kesimpulan faktor-faktor kurangnya pemberian Instrumen berupata angket buatan mencakup 2 bagian. Bagian pertama terdiri dari 23 item yang diberi skor berdasarkan skala likert: selalu . , tidak pernah . untuk menilai Kemudian hasilnya dibagi dalam . , 5075% . , dan 50% . Bagian untuk mengidentifikasi faktor-faktor terkait dengan status dan mahasiswa balik, 28% profesor umpan balik secara Namun, . ,3%) menatakan umpan balik yang dilakukan secara rahasia hanya dilakukan Dalam hal menghormati mahasiswa dalam pemberian umpan balik, sebagian besar . ,4%) balik kepada mahasiswa dengan hormat dan hanya 28,5% mahasiswa masalah tersebut. Selain itu, 35,4% mahasiswa percaya bahwa profesor pernyataan orang lain tentang kinerja mereka dan bukan berdasarkan tujuan dan observasi Selanjutnya, hanya 18,2% mahasiswa konstruktif dan 80% profesor percaya bahwa umpang balik yang positif dengan tujuan mendorong mahasiswa melibatkan berbagai aspek prinsip-prinsip pemberian umpan balik yang efektif dalam mencari Sampel: Sebanyak 87 dermtologi selama 2 minggu pada tahun Ada efek interaksi yang signifikan dari intervensi x setting x waktu. Dari sebuah analisis post hoc siswa dalam kelompok Mempraktikan kasus klinis tertulis dengan refleksi dan Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 Reference. Sumber Tujuan Metode Hasil mahasiswa kedokteran dalam mengevaluasi lesi kulit Mahasiswa ditugaskan ke salah satu dari tiga intervensi pendidikan: pelatihan 2 jam yang melibatkan 10 kasus klinis tertulis . elompok eksperime. , kuliah 1 jam dan 1 jam pada klinik rawat . elompok kuliah/cerama. , dan 2 jam pada klinik rawat jalan . elompok tanpa Menggunakan RCT dalam kelompok lain dalam set pelatihan tes Setelah menyelesaikan rotasi 2 minggu, skor rata-rata untuk pelatihan pada kelompok eksperimen . ,5 A 1,. lebih tinggi kuliah . ,7 A 1,. dan tanpa intervensi . ,6 A 1,. Kelompok efek yang besar yaktu 1,5 SD vs kelompok tanpa intervensi dan 1,2 Predictor: dengan refleksi dan umpan balik langsung. Outcome: kemampuan mahasiswa kedokteran dalam mengevaluasi lesi kulit. Penelitian ini menggunakan 10 kasus klinis tertulis didasarkan pada pasien Nilsson et al. BMC Medical Education p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 Menjelaskan pengalaman penilaian dan supervisior klinis DAT (Digitalized Assesment Too. di EMS (Emergency Medical Service. 16 siswa keperawatan universitas Stockholm yang berfokus pada emegency care dan 13 Design: Rancangan Kualitatif Para mahasiswa dan supervisior setuju bahwa DAT dan menciptkan iklim pedagogis yang positif dalam penggunaannya, umpan balik setiap hari. Baik siswa maupun bahwa memiliki banyak pembelajaran mahasiswa Kesimpulan Mempraktikan kasus klinis tertulis dengan refleksi dan Sistem digital yang digunakan dalam penelitian ini digambarkan modern dan progresif, dan dengan beberapa perbaikan, dapat memfasilitasi refleksi. Penilaian formatif dianggap lebih baik daripada umpan balik sumatif yang biasanya klinis, dan DAT berfungsi Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 Reference. Sumber Baayd et al. Elsevier Amoo Enyan, 2022 Elsevier Tujuan Metode p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 Hasil Kesimpulan antara supervisior. Hal ini dipengaruhi oleh kepribadian supervisior, dan pengalaman di EMS. baik sebagai pembangkit pengingat bagi siswa dan meluangkan waktu untuk Pengalaman yang dijelaskan oleh siswa dan bahwa melakukan transisi ke penilaian formatif digital pandang pedagogis dan Studi ini bertujuan hambatan umum dan pelatihan simulasi ke sekolah keperawatan dan kebidanan di seluruh negara dengan rendah/menengah dan Studi ini dilakukan dengan menggunakan Consolidated Framework Implementation Research (CFIR) design kualitatif. variabel yang diteliti purposive sampling. Temuan dari penelitian ini menyoroti praktik implementasi simulasi di Akselerator . kemampuan beradaptasi . "juara simulasi" . melibatkan pemangku kepentingan . diinformasikan secara Konstruksi bersama yang dilaporkan dalam berbagai pelajaran untuk menerapkan pelatihan simulasi fleksibel kurikulum pra-jabatan Untuk pembelajaran klinis dan keefektifannya di kalangan mahasiswa pelatihan keperawatan dan kebidanan di Cape Coast. Ghana : data demografik. Efektivitas pembelajaran klinis 80% . peserta selalu pergi ke situs klinis pembelajaran, hanya 8% . yang selalu dapat mencapai tujuan mereka. Lima puluh persen . peserta belajar melalui Lima puluh satu persen . merasa yang mereka pelajari di sekolah di lingkungan. Mengenai Pembelajaran merupakan aspek penting memungkinkan siswa untuk pengetahuan teoretis ke keterampilan praktis. Studi ini telah bahwa sebagian besar siswa belajar dalam pengaturan klinis melalui pengamatan dan peniruan. Pengalaman klinis yang mereka alami. Sampel 260 kebidanan tahun kedua dan ketiga terdiri dari 20 laki-laki dan 240 perempuan berusia 1936 tahun. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 Reference. Sumber Tujuan p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 Metode Hasil Kesimpulan pendekatan deskriptif cross-sectional . keterampilan klinis. diri, dan memungkinkan mereka untuk berpikir kritis. Meskipun pelajar tidak dukungan yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan pengalaman yang mereka kompetensi klinis mereka. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil literature review 13 jurnal yang sudah ditelaah. Menurut Burgess, umpan balik efektif adalah salah satu hal penting dalam proses pembelajaran. Umpan balik efektif dan teratur dapat memperkuat praktik yang baik, meningkatkan kemampuan refleksi diri pada peserta didik, dan memotivasi peserta didik untuk mendapatkan hasil yang diinginkan (Burgess et al. , 2020. Berikut beberapa hasil literature review yang terkait dengan effective feedback yang dilaksanakan pada pendidikan profesi kesehatan. Lai . menunjukkan bahwa metode penilaian MSF (Multi Source Feedbac. atau penilaian 360 derajat secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan praktik Setelah paparan model pengajaran MSF. Secara khusus, hubungan yang dinilai pasien dan niat kepatuhan, serta keterpusatan pasien yang dinilai tutor dan keterampilan konsultasi keseluruhan, meningkat secara signifikan dalam mengikuti penggunaan berulang MSF setelah satu semester. Temuan ini menunjukkan bahwa umpan balik konsumen yang terstruktur dan tertulis tentang kepuasan pasien dengan refleksi diri yang dipandu secara efektif meningkatkan model MSF dalam pendidikan mahasiswa kedokteran (Lai et al. , 2. Temuan Lai didukung oleh penelitian Ahmad, 2021 bahwa umpan balik model MSF berguna sebagai alat umpan balik yang memberikan banyak manfaat bagi dokter muda. Umpan balik multisource dapat meningkatkan rasa tanggungjawab, keterampilan manajemen, dan belajar mandiri. Selain itu, dapat meningkatkan kemampuan individu dan kerja tim dalam melakukan perawatan pasien (Ahmad et al. , 2. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 Feedback atau umpan balik yang dilakukan Aoki . pada penelitiannya bahwa terjadi peningkatan kembali pada self efficacy mahasiswa setelah sesi pemberian umpan Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri seseorang dalam melakukan wawancara medis meningkat setelah mendapatkan pengalaman wawancara secara langsung kepada pasien. Dengan demikian, salah satu metode dalam melatih keterampilan sosial yang efektif dengan menggunakan simulasi yang melibatkan keterampilan komunikasi yang digunakan dalam kehidupan nyata, yang kemudian ditingkatkan lebih lanjut melalui penguatan positif pada saat pemberian umpan balik, diperoleh melalui umpan balik. Umpan balik positif adalah penguat menghasilkan emosi positif dan peningkatan kognisi positif bahwa seseorang dapat melakukan tugas yang sama dengan baik di masa depan (Aoki et al. , 2. Sedangkan feedback yang dilakukan oleh Kim Eun Jung dan Lee Kyeong Ryong, 2019 menyatakan bahwa umpan balik negatif berkualitas tinggi dikaitkan dengan evaluasi diri yang akurat dari kinerja siswa dalam praktik klinis, sedangkan umpan balik positif berkualitas tinggi dikaitkan dengan kinerja yang terlalu tinggi. Umpan balik negatif membantu siswa untuk menilai kinerja mereka lebih realistis dan akurat daripada umpan balik positif. Umpan balik positif memengaruhi siswa menjadi lebih bahagia dan perasaan efikasi diri yang lebih tinggi, yang mengarahkan mereka untuk mengevaluasi kinerja mereka pada tingkat yang jauh lebih tinggi. Umpan balik positif sering menyebabkan reaksi emosional yang positif, yang dikaitkan dengan peningkatan Sebaliknya, mereka yang menerima umpan balik negatif mungkin akan berkecil hati dan kehilangan kepercayaan diri (Kim & Lee, 2. Pada penelitian Donkin, 2019 menunjukkan bahwa berkenaan dengan kinerja siswa, penelitian menemukan dua hal, yaitu peningkatan nilai ujian dan interaksi yang baik pada kelompok yang menggunakan pembelajaran video. Temuan ini konsisten dengan penelitian lain bahwa pembelajaran menggunakan video dapat meningkatkan pengetahuan diri dan kepuasan mengenai umpan balik yang diberikan oleh instruktur/pendidik. (Donkin et al. , 2. Dalam studi literatur. E-Learning dan pembelajaran virtual interaktif memberikan manfaat dalam peningkatan nilai ujian, fleksibilitas belajar, dan sikap positif terhadap pengalaman virtual. Sedangkan mengenai motivasi belajar, umpan balik berupa video dapat menyebabkan kecemasan, sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar karena merasa tertantang saat belajar sehingga dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar (Donkin et al. , 2. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 Sejalan dengan penelitian Fitria, 2020 bahwa penggunaan video memiliki nilai refleksi diri yang tinggi dibandingkan yang lain seperti umpan balik lisan karena subyek dapat mengerti dan terbiasa terpapar dengan penggunaan media tersebut (Fitria & Utami. Umpan balik sangat efektif dilakukan kepada siswa yang mana didukung oleh penelitian Ilangakoon et al . bahwa umpan balik sebagai informasi dimana koreksi diperlukan dalam studi yang ditinjau, sedangkan umpan balik dialog memberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai umpan baliknya. Pada studi yang ditinjau ini, pendidik menjadi sumber umpan balik paling dominan dan paling disukai, meskipun umpan balik rekan berguna untuk mengembangkan penilaian evaluatif. Siswa harus aktif dalam mencari dan mengolah informasi umpan balik termasuk dialog umpan balik, refleksi, penilaian diri dan membandingkan diri dengan orang lain (Ilangakoon et al. , 2. Lerchenfeldt . dalam tinjauan sistematisnya bahwa peran peer feedback dalam lingkungan belajar kolaboratif dalam program sarjana pendidikan dokter. Umpan balik rekan dalam memberikan penilaian profesionalisme yang andal dan valid sebagai hal mendasar untuk praktik. Teman sebaya sering memberikan nasihat tentang cara meningkatkan kinerja, dan dapat menghasilkan perubahan positif perilaku. Peer assesment memperkuat rasa tanggungjawab anggota kelompok satu sama lain, beberapa siswa antusias dan berkomitmen memberikan umpan balik yang bermanfaat untuk mendukung pembelajaran. Kriteria penilaian bahwa umpan balik sejawat tepat digunakan dalam cara formatif dan sumatif. Umpan balik rekan formatif dapat membantu pengembangan interpersonal dan tim (Lerchenfeldt et al. , 2. Allen & Molloy . meunjukkan bahwa pengenalan DFT pada praktik klinik di bangsal medis menjadi pemicu dari proses feedback. Selanjutnya, proses feedback antara mahasiswa dan pembimbing dapat berjalan lebih nyaman dan mudah. Namun, harus menjadi perhatian bahwa tanpa lingkungan klinis yang suportif, pengenalan DFT mungkin hanya berdampak kecil pada proses feedback untuk mahasiswa dan pembimbing (Allen & Molloy, 2. Hal ini didukung oleh penelitian Dugmore . bahwa feedback dari orang dewasa lain selain pembimbing dalam lingkungan klinis yang suportif diperlukan untuk membangun feedback yang konstruktif (Dugmore et al. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 Penelitian Ossenberg . berdasarkan umpan balik efektif yang diketahui, penerapan intervensi REMARK pada mahasiswa menunjukkan peningkatan kinerja tempat kerja secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa ada keterlibatan program REMARK, yaitu mengoptimalkan umpan balik pendidikan klinik, kemudian meningkatkan kinerja di tempat kerja. Program REMARK berkontribusi pada mahasiswa dan Clinical Facilitator dengan mengidentifikasi kesempatan belajar, mengklarifikasi ekspektasi mahasiswa, membuat strategi feedback bersama, dan saling terlibat dalam feedback untuk mencapai tujuan yang disepakati bersama (Ossenberg et , 2. Koochaksaraei, et al. menyatakan bahwa status pemberian umpan balik dalam pendidikan klinis dievaluasi dari sudut pandang mentor dan mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan, kualitas umpan balik tidak sesuai dengan standar yang relevan, dikarenakan persentasi kepatuhan akan prinsip dan standar dari umpan balik tersebut relatif rendah dan tidak diterima. Oleh karenanya, diperlukan sentralisasi dan evaluasi faktor-faktor yang berkaitan dengan pemberian feedback dan mencari solusi untuk memperbaiki kondisi saat ini menjadi kondisi yang diinginkan sebelumnya bahkan lebih. Menurut hasil penelitian ini, umpan balik lisan adalah jenis umpan balik yang paling umum digunakan dalam pendidikan klinis, yang juga didukung oleh penelitian lain yaitu tingkat umpan balik tertulis lebih rendah ditawarkan oleh profesor kepada mahasiswa. Monadi Ziarat dkk, melaporkan bahwa memberikan umpan balik lisan lebih hemat biaya dibandingkan dengan umpan balik tertulis. Selain itu, faktorfaktor lain yang mempengaruhi pemilihan jenis umpan balik oleh profesor diantaranya jumlah siswa yang tinggi dan durasi interaksi yang rendah. Diperlukan waktu yang lebih lama jika memberikan umpan balik tertulis. Meskipun diyakini bahwa kualitas pemberian umpan balik lebih penting daripada penyajiannya, namu profesor pada pendidikan klinis harus memutuskan jenis umpan balik mana yang lebih efektif untuk siswa tertentu dan mencoba menggunakan berbagai metode umpan balik. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa profesor sering menggunakan umpan balik Hal ini sejalan dengan hasil penelitian oleh Ziaei. Namun, pemberian umpan balik individual saja tidak cukup dan penting untuk diberikan dalam suasana tulus dan bersahabat dengan tetap menghormati karakter siswa. Karena tujuan memberikan umpan balik adalah meningkatkan kinerja siswa, menghilangkan kekurangan mereka, dan memperkuat sisi positif mereka. Jika tidak, berdasarkan beberapa bukti, siswa akan Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 bereaksi negatif terhadap umpan balik tersebut sehingga bisa merusak hubungan antara pendidik dan mahasiswanya (Koochaksaraei et al. , 2. Choi et al. dalam penelitiannya mengenai perbandingan dalam umpan balik berorientasi hasil dengan umpan balik berorientasi proses menunjukkan bahwa umpan balik dibutuhkan dalam peningkatan refleksi yang efektif. Umpan balik adalah informasi spesifik mengenai perbandingan antara kinerja peserta yang diamati dengan standar yang diberikan, dengan maksud untuk meningkatkan kinerja peserta. Umpan balik memiliki efek menguntungkan pada penalaranan klinis dan perolehan Disebutkan bahwa umpan balik berorientasi proses memiliki pengaruh positif dalam peningkatan efisiensi mahasiswa kedokteran dibandingkan dengan umpan balik berorientasi hasil (Choi et al. , 2. Penelitian lain mengenai umpan balik berorientasi proses dan hasil dilakukan oleh Pompedda et al. terhadap simulasi wawancara memberikan hasil bahwa adanya kombinasi kedua umpan balik tersebut menghasilkan efek yang kuat dalam peningkatan kualitas wawancara, namun umpan balik berorientasi proses memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan umpan balik berorientasi hasil. Lebih lanjut dijelaskan bahwa karakteristik umpan balik dapat memaksimalkan efek dari pelatihan dalam simulasi wawancara (Pompedda et al. Penelitian Nilsson et al. menyatakan bahwa penggunaan aplikasi melalui smartphone sebagai alat penilaian formatif menjadi pendekatan baru dan mendapatkan hasil positif dari pengawas atau pengguna dan siswa. Mereka mengatakan bahwa aplikasi DAT ini mendukung pembelajaran siswa dalam merangsang refleksi dan meningkatkan komunikasi menjadi lebih luas. Penilaian formatif lebih diunggulkan daripada penilaian sumatif sehingga aplikasi tersebut berguna sebagai generator utuk refleksi antara siswa dan pengawas (Nilsson et al. , 2. Pada penelitian ini ada kaitannya dengan penelitian Choi,et al. , 2020 bahwa yang memberikan dampak baik terhadap umpan balik siswa adalah umpan balik formatif yang mana umpan baliknya berorientasi pada proses (Choi et al. , 2. Berdasarkan penelitian J Baayd, et al. bahwa, konstruk dengan perbedaan yang paling substansial antara negara-negara sumber daya tinggi dan sumber daya rendahmenengah adalah Kebijakan Eksternal. Untuk negara-negara dengan sumber daya tinggi, konstruksi ini merupakan akselerator yang kuat. Pemerintah cenderung mendukung program simulasi dan bahkan memberikan kontribusi finansial untuk Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 program tersebut. Sebaliknya, dalam pengaturan sumber daya rendah, konstruk ini dinilai sebagai deselerator kuat. Di dalam pengaturan ini, pelaksana menemukan bahwa kurikulum yang kaku dan diamanatkan secara nasional untuk sekolah perawat mempersulit pengenalan konten baru. Temuan dari penelitian ini menyoroti praktik terbaik dalam memfasilitasi implementasi simulasi di seluruh pengaturan dan pendekatan yang didemonstrasikan untuk mengatasi hambatan utama. Beberapa akselerator untuk mengimplementasikan simulasi konsisten di kedua pengaturan sumber daya tinggi dan rendah, menunjukkan prasyarat universal untuk memulai dan memelihara program pelatihan simulasi. Akselerator universal ini adalah . adaptasi simulasi agar sesuai dengan kebutuhan program pre-service, . identifikasi dan keterlibatan Ausimulation champions,Ay . identifikasi awal dan keterlibatan pemangku kepentingan utama . dministrasi sekolah, dekan dan fakultas, pejabat pemerintah, departemen kesehatan dan penyandang dan. kualitas tinggi perencanaan praimplementasi. Sedangkan budaya organisasi diidentifikasi sebagai deselerator Konstruk dengan perbedaan yang paling substansial antara negara-negara sumber daya tinggi seperti Amerika Serikat dan Kanada dan sumber daya rendahmenengah seperti India. Sudan Selatan. Qatar. Tanzania. Namibia. Cina dan Asia Timur adalah Kebijakan Eksternal. Untuk negara-negara dengan sumber daya tinggi, konstruksi ini merupakan akselerator yang kuat. Pemerintah cenderung mendukung program simulasi dan bahkan memberikan kontribusi finansial untuk program tersebut. Sebaliknya, dalam pengaturan sumber daya rendah, konstruk ini dinilai sebagai deselerator kuat. Di dalam pengaturan ini, pelaksana menemukan bahwa kurikulum yang kaku dan diamanatkan secara nasional untuk sekolah perawat mempersulit pengenalan konten baru. Konstruk lain yang menunjukkan ketidaksepakatan yang cukup besar antara negara dengan sumber daya tinggi dan sumber daya rendah adalah Kualitas Desain. Meskipun pelaksana di pengaturan sumber daya tinggi dan rendah/menengah menekankan bahwa simulator tidak perlu berteknologi tinggi untuk memberikan pengalaman belajar berkualitas tinggi, gagasan bahwa simulator mahal diperlukan untuk program simulasi yang sukses bertahan (Baayd et al. , 2. Menurut Amoo & Enyan . dalam pengaturan klinis, siswa biasanya belajar dengan mengamati dan meniru prosedur. Padahal mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan klinis mereka, mereka tidak selalu mencapai tujuan pembelajaran mereka. Seharusnya ada penyediaan bahan . dan sumber daya manusia . Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 yang dibutuhkan untuk membantu pelajar mencapai tujuan klinis. Sebagian besar mahasiswa keperawatan pergi ke klinik dengan tujuan pembelajaran yang seharusnya memandu praktik mereka. Namun tujuan tersebut sering tidak tercapai, memberikan indikasi bahwa pembelajaran tidak berlangsung sebagaimana mestinya siswa belajar banyak dalam pengaturan klinis melalui pengamatan, peniruan dan kontra demonstrasi dan pengawasan kurang. Pembelajaran klinis mereka efektif karena meningkatkan keterampilan klinis mereka, membangun kepercayaan diri mereka dan terkadang meningkatkan keterampilan berpikir kritis mereka (Amoo & Enyan, 2. Menurut (Flott & Linden, 2. , lingkungan klinis harus ramah dan mendukung agar pengajaran dan pembelajaran klinis yang efektif dapat dilakukan dan bagi siswa untuk melakukan tugas yang diberikan. Hal ini dapat dicapai ketika semua faktor yang mempengaruhi pengajaran dan pembelajaran yang efektif bekerja sama menuju tercapainya tujuan belajar siswa. Pembahasan Pada awal 80-an. Kuhlmann Lydeke & Guillyn Olaya . mendefinisikan feedback atau umpan balik sebagai strategi pengajaran formatif untuk menyajikan informasi dan bukannya penilaian, dengan tujuan untuk membimbing kinerja masa depan peserta didik, sehingga memungkinkan peserta didik untuk tetap berada pada jalur dalam mencapai tujuan peserta didik. Feedback atau umpan balik didefinisikan sebagai strategi pengajaran formatif untuk menyajikan informasi dan bukannya penilaian, dengan tujuan untuk membimbing kinerja masa depan peserta didik, sehingga memungkinkan peserta didik untuk tetap berada pada jalur dalam mencapai tujuan peserta didik. Umpan balik yang efektif merupakan bagian penting dalam proses Umpan balik yang efektif dan teratur dapat memperkuat praktik yang baik, meningkatkan kemampuan refleksi diri pada peserta didik, dan memotivasi peserta didik untuk mendapatkan hasil yang diinginkan (Burgess et al. , 2020. Kuhlmann Lydeke & Guillyn Olaya . menjelaskan tujuan dari feedback atau umpan balik yaitu untuk menawarkan bukan hanya motivasi untuk proses pembelajaran, namun arah dan tujuan belajar yang sama pentingnya dengan motivasi Beberapa tujuan umpan balik menurut Burgess et al. , . memberikan informasi kepada peserta didik mengenai kemajuan pembelajaran. memberikan informasi kepada peserta didik mengenai kebutuhan belajar untuk . Memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mendapatkan Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 kebutuhan belajar yang tepat. Branch dan Paranjabe mengklasifikasikan jenis umpan balik . yaitu (Kuhlmann Lydeke & Guillyn Olaya, 2. Brief Feedback Umpan balik ini biasanya diberikan kepada peserta didik setiap hari secara berkelanjutan, terkait dengan tindakan atau perilaku yang diamati dan baru saja Formal and Major Feedback Dilakukan pada waktu yang spesifik dan terjadwal untuk membahas mengenai proses pembelajaran dalam pertemuan yang lebih formal, biasanya dilakukan pada pertengahan maupun akhir rotasi skill. Formative Feedback Sering dilakukan pada saat itu juga, memiliki tujuan dalam membimbing pembelajaran dan melakukan peningkatan dengan bersifat non-evaluatif. Umpan balik formatif dapat membantu pendidik dalam meningkatkan kinerja peserta didik sebelum evaluasi secara sumatif dilakukan. Selain itu, umpan balik secara formatif dilakukan pada lingkungan yang aman dan tidak menghakimi (Jamshidian et al. Kuhlmann Lydeke & Guillyn Olaya, 2. Summative Feedback Feedback sumatif merupakan jenis umpan balik yang diberikan dengan tujuan mengevaluasi keseluruhan kompetensi seseorang, seringkali dilakukan pada akhir periode atau kegiatan tertentu seperti akhir semester. Pendidik dalam memberikan feedback perlu memperhatikan teknik dalam melakukan feedback, sebagai berikut: Metode sandwich feedback Metode ini dirancang untuk membantu menyampaikan umpan balik dengan mengurangi persepsi negatif. Metode mutli-source feedback (MSF) atau umpan balik multisumber Model MSF ini menggabungkan umpan balik dari penilaian sendiri serta berbagai anggota lainnya yang sangat bermanfaat dalam kerjasama tim seperti rekan kerja, supervisiour, staf perawatan, terhadap pasien, dan lain-lain. Metode ini memberikan perspektif lebih luas pada peserta didik, tetapi berpotensi kurang spesifik, sehingga pendidik perlu memfasilitasi atau memandu peserta didik dalam Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 Metode ask-tell-ask Metode Ask-Tell-Ask (ATA) dibangun dalam tiga bagian, dengan bagian pertama dan terakhir didorong oleh pembelajar. Penerima diminta . untuk merefleksikan kinerja mereka dan melakukan penilaian diri. Penyampai umpan balik kemudian memberi tahu . penerima tentang pengamatan mereka akan apa yang berjalan dengan baik dan apa yang perlu diperbaiki. Langkah terakhir dari metode ATA mengharuskan pemberi umpan balik untuk meminta . penerima untuk mengklarifikasi pemahaman mereka tentang umpan balik dan membuat rencana untuk perbaikan di masa mendatang. Model Pendleton Model Pendleton menyediakan metode terstruktur untuk umpan balik antar pelajar dan peserta didik dengan menekankan refleksi pelajar pada kinerja mereka dengan masukan dan bimbingan dari fasilitator atau pendidik. Metode R2C2 Model ini dibuat oleh Sargeant et al pada tahun 2015 dan mendefenisikan (R) sebagai membangun hubungan atau relationship, (R) mengeksplorasi reaksi atau reactions, (C) menjelajahi konten atau content, dan (C) pembinaan terhadap perubahan atau change (Sargeant J et al. , 2. Efektivitas Feedback dalam Pembelajaran Praktik Laboratorium dan Klinik Pendidikan Kebidanan Umpan balik yang paling umum digunakan dalam pengajaran klinis adalah umpan balik Monadi Ziarat dkk. melaporkan bahwa memberikan umpan balik lisan lebih hemat biaya, dibandingkan dengan umpan balik tertulis, yang mungkin menjadi penyebab kecenderungan dosen memberikan umpan balik lisan kepada mahasiswa. Dosen lebih sering menggunakan umpan balik individu. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa akan menerima umpan balik dalam lingkungan yang pribadi, dihormati, dan ramah. Karena tujuan memberikan umpan balik adalah untuk meningkatkan kinerja siswa, menghilangkan kekurangan mereka atau memperkuat poin positif mereka. Jika tidak, maka akan berdampak negative pada hubungan antara dosen dan mahasiswa. Faktor-faktor yang terlibat dalam pemberian umpan balik meliputi jumlah mahasiswa, durasi interaksi dengan mahasiswa, kemampuan ilmiah dari pemberi feedback, keterampilan yang memadai dalam memberikan feedback, pengalaman kerja dosen, kurangnya motivasi dosen. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 118-143 SIMPULAN DAN SARAN Pentingnya untuk dapat mengetahui feedback yang efektif dalam melakukan evaluasi pembelajaran praktikum dan klinik bagi mahasiswa merupakan salah satu cara untuk dapat menilai keberhasilan pembelajaran dan penguasaan keterampilan. Tujuan memberikan umpan balik adalah meningkatkan kinerja siswa, menghilangkan kekurangan mereka, dan memperkuat sisi positif mereka. Umpan balik harus diberikan berdasarkan bukti untuk menjaga hubungan baik anatara pendidik dan mahasiswa. Umpan balik memiliki efek menguntungkan pada penalaranan klinis dan perolehan keterampilan. Umpan balik positif dapat dijadikan sebagai penguat sosial, menghasilkan emosi positif dan peningkatan kognisi positif bahwa seseorang dapat melakukan tugas yang sama dengan baik di masa Umpan balik negatif membantu siswa untuk menilai kinerja mereka lebih realistis dan akurat. Diperlukannya keterampilan pendidik dalam memberikan umpan balik kepada mahasiswa untuk dapat meningkatkan kemampuan praktik mahasiswa serta diperlukan keaktifan mahasiswa dalam mencari dan mengolah informasi umpan balik termasuk dialog umpan balik, refleksi, penilaian diri dan membandingkan diri dengan orang lain agar terjadi perbaikan dimasa yang akan datang. Artikel yang mendukung tinjauan literature ini masih sangat terbatas, sehingga lebih banyak pencarian melalui mesin pencari dan diharapkan meningkatkan temuan, terutama mengenai efektifitas feedback atau umpan balik Evaluasi Pembelajaran Praktek Laboratorium dan Klinik Pendidikan Kebidanan. REFERENSI