PENINGKATAN KUALITAS PRODUK DAN PEMASARAN KUE BHOI SEBAGAI KUE TRADISIONAL ACEH IMPROVING THE QUALITY OF PRODUCTION AND MARKETING OF BHOI CAKE AS TRADITIONAL ACEH CAKE Sulastri1*. Muhammad Nazar2. Ismi Zatya3 1 Department of Chemistry Education. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh 2 Department of Science Education. Graduate Program. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh *Penulis korespondensi: sulastri@usk. Abstrak Kue bhoi merupakan satu di antara kue tradisional Aceh yang dihidangkan pada setiap acara adat pesta perkawinan dan acara-acara lainnya sebagai hidangan pendamping makanan utama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan di wilayah Kecamatan Syiah Kuala, yakni Gampong Peurada. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan kue bhoi, mengubah tampilan kemasan menjadi lebih modern dan membantu produsen untuk dapat memasarkan produk kue bhoi secara online di e-commerce. Pengabdian ini diawali dengan survei kondisi awal kue bhoi meliputi daya tahan pasca produksi, pengemasan dan sistem Sebelum kegiatan pengabdian dilakukan kue bhoi hanya bertahan 5-7 hari, setelah itu kue bhoi akan ditumbuhi jamur yang menunjukkan kue tidak layak dikonsumsi lagi. Kue bhoi dikemas dalam plastik transparan biasa dan pemasaran hanya lintas antar gampong untuk kebutuhan acara-acara adat. Metode pengabdian ini meliputi perubahan mind-set, pendampingan produksi, pengemasan dan pemasaran. Setelah dilakukan pengabdian diperoleh kue bhoi memiliki daya tahan 1 bulan dan memiliki tekstur yang baik. Kemasan kue bhoi sudah lebih menarik, modern dan sudah disertai dengan nama merek, komposisi hingga keterangan tanggal produksi. Kue bhoi saat ini sudah dapat dibeli oleh konsumen secara online di link e-commerce yang Kata kunci: kue bhoi. umur simpan. pemasaran online Abstract Bhoi cake is one of Aceh's traditional cakes which is served at every traditional wedding party and other events as a side dish to the main meal. Community service activities have been carried out in the Syiah Kuala Sub-District, namely Peurada Village. This service aims to increase the durability of bhoi cakes, change the packaging to be more attractive and help producers to be able to market bhoi cake products online in e-commerce. This service begins with a survey of the initial conditions of bhoi cakes including post-production durability, packaging, and marketing Before the dedication activity was carried out, the bhoi cake only lasted 5-7 days, after that the bhoi cake would grow mold which indicated that the cake was no longer fit for consumption. Bhoi cakes are packaged in ordinary transparent plastic and marketing is only across villages for the needs of traditional events. This service method uses production, packaging, and marketing assistance. After the dedication, it was obtained that the bhoi cake had a shelf life of 1 month and had a good texture. The bhoi cake packaging is more attractive and modern and is accompanied by the brand name, composition, and production date information. Bhoi cakes can now be purchased by consumers online at the e-commerce link provided. Keywords: bhoi cake. shelf life. e-commerce Article ID 28477 | Submitted 11-10-2022 | Revision 04-12-2022 | Accepted 14-03-2023 Pendahuluan tinggi selalu terhubung dengan triangle academic yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian. Hakikatnya perguruan tinggi dalam prosesnya selalu akan mengkaji tentang bagaimana memasukkan value di segala bagian kehidupan, mulai dari teknologi, ekonomi, sosial budaya, hukum dan berbagai ilmu yang digunakan untuk Perguruan tinggi di Indonesia bukan hanya lembaga yang menghasilkan tenaga ahli dan pelajar semata, tetapi menjadi lembaga yang menjadi pelopor inovasi teknologi serta membantu pemecahan permasalahan sosial Hal ini sesuai dengan Dikti . yang mengungkapkan bahwa peran perguruan Sulastri et al. memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui aktivitas akademik yaitu adanya pengabdian kepada masyarakat, pengabdi bisa Salah satunya peningkatan kualitas produksi dan pemasaran suatu produk. Jika produk-produk dihasilkan dari industri rumah tangga masih banyak yang membutuhkan perbaikan dari segi ketahanan simpan produk, kemasan belum menarik, produksi tidak memenuhi kaidah sanitasi dan pemasaran yang masih sangat Salah satu produk yang menjadi perhatian pengabdi yaitu kue tradisional Aceh Aukue bhoiAy. Kue bhoi merupakan satu di antara kue tradisional yang sering dihidangkan dalam acara-acara adat dan menjadi salah satu oleholeh khas Aceh bagi para perantau maupun pengunjung yang sedang berada di Aceh untuk di bawa ke tempat asalnya. Bahan pembuatan kue bhoi terdiri dari telur ayam/bebek, tepung terigu, gula dan garam. Kue bhoi biasanya memiliki berbagai bentuk yang unik seperti bunga, ikan dan lain-lain. Kue bhoi sendiri memiliki tekstur garing di luar dan bagian dalam yang terasa lembut dengan rasa yang manis. Kue bhoi yang dijual di pasaran memiliki warna kuning keemasan hingga kecokelatan. Proses dan cara pembuatan kue bhoi menjadi penentu terhadap bagusnya kualitas kue bhoi yang dihasilkan karena kualitas dari kue bhoi akan menjadi penentu bagi konsumen untuk membeli kue bhoi tersebut (Usman et al. Yusriana et Gampong Peurada Kecamata Syiah Kuala Kota Banda Aceh saat ini sudah ada produk home industry yang memproduksi kue bhoi. Gampong Peurada sendiri sudah memiliki Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) yang telah menjual kue bhoi hasil produksi masyarakat di Gampong Peurada. Akan tetapi, berdasarkan hasil pengamatan kue bhoi tersebut memiliki tekstur bagian dalam yang kasar, permukaan kue berpori, masa simpan yang rendah . -4 har. , dikemas dalam bentuk plastik biasa dan hanya dipasarkan di kios-kios seputaran lokasi produksi, jangkauan pemasarannya masih dalam Produsen mengeluhkan permasalahan tersebut dan membutuhkan solusi, apalagi perihal mutu masa simpan kue bhoi, produsen tetap ingin menjaga mutu tetapi disisi lain tidak ingin menggunakan pengawet dari bahan kimia yang dalam jangka panjang dikhawatirkan akan berdampak tidak baik bagi kesehatan konsumen. Penggunaan pengawet sintetis dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan efek samping bagi tubuh bahkan dapat menyebabkan kanker dan menjadi toksin bagi organ tubuh (Dwimayasanti 2018. Yang et al. Sun et al. Wang et al. Berdasarkan hasil pengamatan tesebut, permasalahan dengan mengadakan perubahan pendampingan produksi, pelatihan dan juga menawarkan solusi dengan menyediakan packaging yang menarik dan mengupayakan untuk menambah omzet penjualan melalui penyediaan market place di beberapa ecommerce yang saat ini menjadi tempat belanja online masyarakat. Metode Lokasi pengabdian untuk peningkatan kualitas kue bhoi dilakukan di Gampong Peurada Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Gampong Peurada yang letaknya hanya 2 Km dari Kampus Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi lokasi yang sangat tepat bagi tim pengabdi untuk melaksanakan pengabdian, agar masyarakat sekitar lokasi kampus dapat menerima manfaat dari kehadiran kampus terkemuka ini bagi peningkatan kesejahteraan Untuk memperoleh hasil yang diinginkan pengabdian ini dilakukan secara simultan selama 3 bulan. Pengumpulan Data Informasi Pengabdian ini dilakukan dengan melakukan observasi langsung, tim pengabdi melakukan pengamatan dengan sistematis bagaimana proses produksi, bagaimana komposisi resepnya, menyepakati merk dan layout kemasan packaging produk. Pengabdi melakukan pengamatan uji organoleptik terhadap kue bhoi berupa tekstur, rasa, mutu simpan kue, kemasan yang digunakan dan mengamati secara berkala perkembangan penjualan kue bhoi tersebut. Prosedur Pelaksanaan Pengabdian Penerapan pengabdian berbasis produk ini dilakukan dengan pendampingan produksi. Berikut Kegiatan pelaksanaan Memberikan penambahan pengawet alami untuk meningkatkan mutu simpan kue bhoi Melakukan perbandingan kue bhoi sebelum dan sesudah reformulasi resep dengan penambahan jumlah gula dalam adonan sebagai pengawet alami Mengganti packaging dengan desain terbaru yang lebih menarik Page 37 Sulastri et al. Melatih cara pengelolaan usaha. Memberikan pelatihan tentang cara memasarkan produk sehingga mereka mampu menjual hasil produksinya secara maksimal. Menyediakan ruang konsultasi bagi mitra terkait teknis serta pengawasan mutu produk. Evaluasi Pelaksanaan Pengabdian Terlaksananya program pengabdian ini akan dievaluasi oleh tim monitoring dan evaluasi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Syiah Kuala. Setelah program pengabdian selesai maka kegiatan Pengabdian Berbasis Produk (PKMBP) di lapangan akan dipantau melalui kunjungan ke lokasi pengabdian dan melakukan promosi baik melalui media sosial maupun melalui media publikasi lainnya. Hasil dan Pembahasan Hasil observasi tim pengabdi pada kue bhoi hasil produksi masyarakat Gampong Peurada bahwa kue bhoi memiliki rasa yang enak dengan tekstur bagian dalam yang lembut dan bagian luar yang lebih garing. Tekstur bagian dalam yang lebih lembut dikarenakan kue bhoi ini berbahan dasar tepung terigu dan bagian luar yang garing dikarenakan kue bhoi melalui proses Akan tetapi, tim pengabdi menemukan adanya kelemahan pada kue bhoi tersebut yaitu mutu simpan kue bhoi hanya bertahan 3-4 hari, sehingga ketika tidak habis terjual dalam rentang waktu tersebut akan tumbuh jamur dan tidak layak untuk dikonsumsi lagi (Gambar . Makanan yang mengandung jamur mengandung aflatoksin dari jamur aspergilus niger yang dapat mengganggu pencernaan dan fungsi hati sehingga tidak layak dikonsumsi lagi karena akan berbahaya bagi konsumen (Bahri dan Maryam 2003. Mizana et Jika ketahanan hanya bertahan 3-4 hari maka kue bhoi ini akan sulit dijadikan oleh-oleh bagi pengunjung dari luar Aceh. Oleh karena itu, tim pengabdi memberikan solusi dengan penggunaan pengawet alami. Pengawet alami yang paling aman digunakan pada bahan pangan adalah gula pasir. Penggunaan gula sebagai pengawet disebut Wisal et al. dan Szulc . mengatakan Gula menjadi faktor penting untuk rasa produk makanan dan dapat menjadi pengawet alami makanan. Gula memiliki sifat higroskopis sehingga akan mengurangi aktivitas air dalam makanan dengan menyerap air dan meningkatkan tekanan osmotik, akibatkan berkurangnya pertumbuhan mikroba dan jamur serta memperpanjang umur simpan makanan (Zaitoun et al. Oleh Karena itu, disarankan kepada produsen untuk meningkatkan kualitas kue bhoi dengan menambah kadar jumlah gula ke dalam adonan kue dengan perbandingan antara tepung dengan gula yaitu 2:1. Hasil Produksi terbaru dengan peningkatan jumlah gula, ternyata menambah mutu simpan kue bhoi menjadi 25-30 hari. Hasil ini menunjukkan bahwa mutu simpan kue bhoi 6 kali lebih tahan lama dari sebelumnya. Selain itu, penambahan gula juga menjadikan kue bhoi memiliki warna kuning kecokelatan yang merata. Hal ini sesuai penelitian Ridhani et al. mengatakan bahwa gula selain menambah rasa manis, gula juga dapat memperbaiki warna dan aroma pada Gambar 1. Kue bhoi yang telah ditumbuhi jamur pada hari ke-5 Page 38 Sulastri et al. Permasalahan lainnya adalah kemasan kue bhoi masih sangat sederhana belum tersentuh teknologi dan estetika, di mana kue bhoi hanya dibungkus dengan plastik biasa tanpa ada keterangan tanggal produksi, komposisi dan merek dagang dari kue bhoi (Gambar . Magan . mengatakan bahwa roti membutuhkan kemasan yang kedap udara dikarenakan roti rentan mengalami kelembapan sehingga mudah mengalami pembusukan. Gambar 2. Kemasan lama kue bhoi sebelum pendampingan tim pengabdi Oleh karena itu, tim pengabdi memberikan pendampingan mengenai desain kemasan produk agar terlihat lebih menarik, memiliki keterangan yang jelas pada kemasan kue bhoi dan memastikan kemasan baru tertutup rapat agar tidak mudah terkontaminasi dengan udara. Seperti yang terlihat pada Gambar 3, bahwa kemasan terbaru hasil pendampingan tim pengabdi telah tercantum merek dagang, komposisi, tanggal produksi, alamat hingga kontak yang dapat dihubungi agar konsumen dapat dengan mudah memesan kembali. Kemasan menjadi bagian penting yang harus diperhatikan selain produknya karena kemasan yang menarik menjadi daya pikat bagi kalangan masyarakat (Mukhtar dan Nurif 2015. Mitri et al. Selanjutnya. Seorang wirausahawan harus memiliki strategi dalam pemasaran produk yang akan dijual. Melakukan promosi atau strategi tertentu menjadi hal yang diperlukan untuk memastikan produk dapat di pasarkan secara efektif. Rusdi . menyatakan bahwa memiliki strategi pemasaran akan memberikan arah dalam mengidentifikasi pasar sasaran, positioning dan marketimg mix. Marketing mix meliputi produk, harga, promosi dan tempat. Tahap strategi pemasaran ini, tim pengabdi memberikan pelatihan tentang cara memasarkan produk. Kemudian membantu mempromosikan pada acara pameran yang diselenggarakan untuk mempromosikan usaha Tim pengabdi menjadikan kue bhoi sebagai produk unggulan mitra binaan tim pengabdi USK dengan BUMG Peurada dan melakukan promosi melalui media sosial. Saat ini kue bhoi telah memiliki izin usaha dan produksi rumah tangga dan sudah tersedia di situs ecommerce (Gambar . Gambar 4. Situs pembelian kue bhoi Gambar 3. Kemasan baru kue bhoi sesudah pendampingan tim pengabdi Kue bhoi yang diberi nama AuCut Bang KandarAy telah dapat di beli bagi konsumen diluar Banda Aceh maupun Aceh Besar pada link Shopee https://shopee. id/product/10655381/1914 3847355?smtt=0. Saat ini omzet penjualan kue bhoi dapat 000/perbulan, di mana sebelum adanya pendampingan dari tim pengabdi omzet 000/perbulan. Page 39 Sulastri et al. Kesimpulan Hasil dari proses pendampingan dengan tim pengabdi, produksi kue bhoi telah mengalami peningkatan mutu simpan menjadi 25-30 hari dengan penambahan gula sebagai pengawet alami dan kemasan yang dihasilkan setelah pendampingan menjadi lebih menarik dengan image branding yang bagus dan saat ini kue bhoi telah memiliki izin usaha dan izin produkki rumah tangga. Hasil pelatihan yang diberikan tim pengabdi pada mitra produksi kue bhoi mengenai pemasaran menjadikan penjualan kue bhoi saat ini tidak hanya dibeli antar gampong tetapi dapat dibeli oleh konsumen di luar Aceh karena tersedia secara online di link e-commerce yang disediakan Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih disampaikan kepada Universitas Syiah Kuala melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang telah mendanai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Produk pada tahun Selanjutnya kepada Pemilik BUMG yang telah menjual kue bhoi sebagai hasil produksi salah satu masyarakat di Gampong Peurada. Daftar Pustaka