JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk Meningkatkan Pengetahuan Menolong Korban Henti Jantung di Pondok Pesantren Modern IGM Al-Ihsaniyah Palembang Soraya Sagita Desmaradd. Aulia Annisa Rizki. Nyiayu Fauziah Kurniawati. Desyani Oktari. Nora Ramkita. Program Studi Kedokteran. Fakultas Kedokteran. Universitas Indo Global Mandiri Jl. Jend. Sudirman Km. 4 No. 62, 20 Ilir D. IV. Kec. Ilir Tim. Palembang. Sumatera Selatan 30129 . Bagian Patologi Anatomik. Fakultas Kedokteran. Universitas Sriwijaya. Palembang. Indonesia *Emal Penulis Koresponden: sorayasagita_fk@uigm. Received: 24/01/26. Revised: 13/03/26. Accepted: 07/04/26 Abstrak Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat apabila tidak segera ditangani. Tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) terbukti mampu meningkatkan peluang keselamatan korban henti jantung, namun pengetahuan dan keterampilan masyarakat awam, termasuk santri di lingkungan pondok pesantren, masih Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan International Pathology Day dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri, ustad, dan ustadzah mengenai Bantuan Hidup Dasar sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menolong korban henti jantung di Pondok Pesantren Modern IGM Al-Ihsaniyah Palembang. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi kesehatan melalui ceramah interaktif, demonstrasi audiovisual, serta praktik langsung Bantuan Hidup Dasar menggunakan manekin. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan post-test untuk menilai tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah dilakukannya Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 14,7% sebelum edukasi menjadi 66,2% setelah edukasi, serta penurunan kategori pengetahuan kurang dari 58,8% menjadi 4,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi Bantuan Hidup Dasar yang disertai demonstrasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan peserta. Kegiatan ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan masyarakat pondok pesantren dalam memberikan pertolongan awal pada kejadian henti jantung sebelum bantuan medis lanjutan tiba. Kata kunci: Bantuan Hidup Dasar. Henti Jantung. Edukasi Kesehatan. Pengabdian Masyarakat. Santri Abstract Cardiac arrest is a life-threatening medical emergency that can lead to death within a short period if not managed promptly. Basic Life Support (BLS) has been proven to improve survival outcomes in cardiac arrest victims. however, the level of knowledge and skills among laypersons, including students in Islamic boarding schools, remains limited. This community service activity was conducted as part of the International Pathology Day commemoration and aimed to improve the knowledge aind skills of students, teaichers, aind staiff regairding Baisic Life Support to enhaince prepairedness in aissisting cairdiaic airrest victims ait Pondok Pesaintren Modern IGM AIl-Ihsainiyaih Pailembaing. The prograim wais implemented through heailth educaition aictivities, including interaictive lectures, aiudiovisuail demonstraitions, aind hainds-on BLS praictice using mainikins. The effectiveness of the aictivity wais evailuaited using pre-test aind post-test questionnai res to aissess JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X pairticipaintsAo knowledge before aind aifter the intervention. The results demonstraited ai significaint improvement in pairticipaintsAo knowledge, with the proportion of good knowledge increaising from 7% before the intervention to 66. 2% aifter the intervention, while the proportion of poor knowledge decreaised from 58. 8% to 4. These findings indicaite thait BLS educaition combined with demonstraition aind praicticail trai ning is effective in improving pairticipaintsAo understainding aind reaidiness to perform eairly life-saiving meaisures. This community service aictivity is expected to contribute to strengthening the caipaicity of the boairding school community in providing prompt aind aippropriaite first ai d in caises of cairdiaic airrest prior to the airrivail of aidvainced medicail caire. Keywords: Basic Life Support. Cardiac Arrest. Health Education. Community Service. Students PENDAHULUAN Henti jantung menurut American Heart Association dan American College of Cardiology merupakan kondisi terhentinya fungsi jantung secara tiba-tiba yang menyebabkan penderita kehilangan respons, tidak bernapas secara normal, serta tidak ditemukan tanda-tanda sirkulasi Apabila tidak segera diberikan penanganan yang tepat, kondisi ini dapat berlanjut menjadi kematian mendadak. Istilah henti jantung digunakan untuk menggambarkan kejadian tersebut apabila kondisi masih dapat dipulihkan, umumnya melalui tindakan resusitasi jantung paru (RJP), defibrilasi atau kardioversi, maupun penggunaan alat pacu jantung (Andersen et al. , 2. Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Konsep Chan of Survival yang diperkenalkan oleh American Heart Association menekankan pentingnya deteksi dini, aktivasi sistem kegawatdaruratan, resusitasi jantung paru segera, defibrilasi cepat, serta perawatan lanjutan. Tindakan Bantuan Hidup Dasar oleh masyarakat awam merupakan salah satu mata rantai penting yang dapat meningkatkan peluang keselamatan korban henti jantung yang dapat dilihat pada Gambar 1 (American Heart Association. , 2. Gambar 1. Chan of Survival pada Penanganan Henti Jantung menurut American Heart Association Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian tertinggi secara global termasuk kematian akibat henti jantung mendadak. Data World Health Organization melaporkan bahwa sekitar 19,8 juta kematian akibat penyakit kardiovaskular tahun 2022 mewakili 32% dari seluruh JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X penyebab kematian. Data di Asia, diperkirakan sekitar 350. 000 orang meninggal per tahunnya akibat henti jantung. Berdasarkan data South-East Asia Region (SEAR) pada tahun 2020. Indonesia menempati urutan ke-13 dibandingkan negara lain, dengan angka kejadian 26,4% pada tahun 2018. Pada tahun 2021 terjadi peningkatan angka kematian yatu berkisar 765. penduduk (Ngirarung et al. , 2. Bantuan Hidup Dasar merupakan serangkaan tindakan pertolongan pertama yang bertujuan untuk mempertahankan fungsi jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi hingga bantuan medis lanjutan tersedia (Setyawati R. , 2. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018, tindakan BHD dapat dilakukan oleh masyarakat awam yang telah mendapatkan edukasi yang memadai. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai BHD menjadi bagian penting dalam upaya penanggulangan kegawatdaruratan medis di lingkungan komunitas (Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. , 2. International Pathology Day merupakan peringatan internasional yang diselenggarakan setiap tahunnya dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap peran patologi anatomi dalam pencegahan, diagnosis, dan penanganan berbagai penyakit. Peringatan ini juga menjadi momentum bagi tenaga kesehatan dan akademisi untuk melakukan kegiatan edukasi kesehatan kepada masyarakat luas, termasuk edukasi mengenai kegawatdaruratan medis yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular, salah satunya henti jantung (Royal College of Pathologists of Australasia. , 2. Pengabdian kepada Masyarakat sebagai wujud peringatan International Pathology Day dimana PDS PA Cabang Palembang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indo Global Mandiri (FK UIGM) menyelenggarakan kegiatan edukasi Bantuan Hidup Dasar di Pondok Pesantren Modern IGM Al-Ihsaniyah Palembang. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa pondok pesantren merupakan lingkungan dengan aktivitas padat dan jumlah santri yang cukup memadai, sehingga berpotensi menghadapi situasi kegawatdaruratan Namun, pengetahuan santri mengenai penanganan awal henti jantung masih sangat terbatas karena belum adanya edukasi terkait hal tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri, ustadz dan ustadzah mengenai Bantuan Hidup Dasar sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menolong korban henti jantung di lingkungan pondok pesantren Modern IGM Al-Ihsaniyah Palembang. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berbasis edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap permasalahan kesehatan. Beberapa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dipublikasikan menunjukkan bahwa metode edukasi melalui penyuluhan dan sosialisasi mampu meningkatkan pemahaman masyarakat secara signifikan terhadap materi kesehatan yang diberikan (Sholahuddin & Rodhi. , 2. METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Modern IGM Al-Ihsaniyah. Kecamatan Gandus, kota Palembang pada hari Minggu, 23 November 2025, 00 sampai dengan 11. 00 WIB. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka peringatan International Pathology Day oleh PDS PA Cabang Palembang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indo Global Mandiri (FK UIGM) dan dihadiri oleh seluruh anggota PDS PA Cabang Palembang. PPDS Patologi Anatomi, ustadz dan ustadzah, serta dosen dan mahasiswa FK UIGM. Sasaran kegiatan adalah santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Modern IGM AlIhsaniyah Palembang sebanyak 68 orang. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas beberapa tahapan meliputi koordinasi dengan tim pelaksana yaitu anggota PDS PA cabang Palembang dan dosen FK UIGM dengan pihak pondok pesantren terkait waktu dan teknis pelaksanaan kegiatan, penyusunan materi edukasi Bantuan Hidup Dasar sesuai pedoman terkini, serta persiapan media edukasi berupa slide presentasi, leaflet, dan alat simulasi BHD. Materi edukasi disusun dengan mempertimbangkan karakteristik JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X peserta sebagai masyarakat awam. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi yang meliputi pengertian henti jantung, tanda dan gejala, serta langkah-langkah Bantuan Hidup Dasar. Materi disampaikan melalui metode interaktif, demonstrasi melalui video, dan praktik langsung dengan Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian edukasi kesehatan dalam peringatan International Pathology Day tahun 2025. Pelaksanaan kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Terakhir yaitu evaluasi dilakukan dengan memberikan angket kuesioner kepada peserta setelah kegiatan edukasi untuk menilai keberhasilan dari kegiatan ini. Tahapan kegiatan ditampilkan pada Gambar 2. Identifikasi masalah kurangnya pengetahuan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada santri. Survey lokasi dan perizinan kegiatan di Pondok Pesantren Modern IGM Al-Ihsaniyah Koordinasi tim panitia dengan pihak pondok pesantren Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan pre-test Penyampaian materi edukasi Bantuan Hidup Dasar. Demonstrasi audiovisual mengenai prosedur BHD. Praktik langsung menggunakan manekin Pelaksanaan post-test Analisis hasil kegiatan Gambar 2. Alur Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Modern IGM Al-Ihsaniyah Palembang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) setelah diberikan edukasi. Evaluasi dilakukan menggunakan angket yang dibagikan sebelum dan setelah kegiatan edukasi. Berdasarkan hasil angket awal, sebagian besar santri memiliki tingkat pengetahuan yang masih rendah mengenai pengertian henti jantung, tanda dan gejala henti jantung, serta langkahlangkah Bantuan Hidup Dasar. Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan informasi dan belum pernahnya santri mengikuti edukasi atau pelatihan kegawatdaruratan sebelumnya. Tabel 1. Tingkat Pengetahuan Santri tentang Bantuan Hidup Dasar Sebelum dan Sesudah Edukasi Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total Pre test (%) 10 . Post test (%) 45 . JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Berdasarkan Tabel 1, sebelum diberikan edukasi, sebagian besar santri berada pada kategori pengetahuan kurang, yaitu sebanyak 40 orang . ,8%). Setelah pelaksanaan edukasi Bantuan Hidup Dasar, terjadi peningkatan yang signifikan pada kategori pengetahuan baik, yaitu menjadi 45 orang . ,2%), serta penurunan jumlah santri dengan tingkat pengetahuan kurang menjadi 3 orang . ,4%). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan santri mengenai Bantuan Hidup Dasar. Pelaksanaan edukasi dilakukan melalui metode ceramah edukatif yang didukung dengan demonstrasi menggunakan video serta praktik langsung menggunakan manekin BHD. Santri dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan melakukan praktik Bantuan Hidup Dasar secara bergantian dengan pendampingan tim pengabdian Masyarakat (Gambar . Metode ini memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk memahami materi secara teoritis sekaligus mengaplikasikannya secara langsung. Hal ini sejalan dengan pelatihan BHD yang dilakukan kepada siswa di sekolah melalui metode interaktif dan video serta simulasi dapat meningkatkan pengetahuan siswa di sekolah tersebut (Suleman. , 2. Gambar 3. Pemberian edukasi interaktif, demonstrasi audiovisual dan praktik langsung dengan Hasil evaluasi akhir melalui angket menunjukkan bahwa sebagian besar santri mampu menjelaskan kembali konsep dasar Bantuan Hidup Dasar, mengenali tanda-tanda henti jantung, serta memahami urutan pertolongan awal yang harus dilakukan. Penggunaan media audiovisual dan praktik langsung terbukti membantu meningkatkan pemahaman peserta secara lebih Hasil kegiatan ini sejalan dengan pedoman American Heart Association . yang menyatakan bahwa edukasi Bantuan Hidup Dasar yang disertai dengan demonstrasi dan latihan praktik dapat meningkatkan kesiapsiagaan penolong pertama dalam menangani korban henti Selain itu, penelitian internasional menyebutkan bahwa pelatihan BHD berbasis praktik JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X dan simulasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan kepercayaan diri peserta dalam melakukan resusitasi jantung paru (Bhanji et al. , 2. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa edukasi BHD pada kelompok usia remaja efektif meningkatkan pemahaman dan kesiapan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular (Plant dan Taylor. , 2. Edukasi kesehatan merupakan salah satu strategi promosi kesehatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan serta membentuk perilaku kesehatan masyarakat (Nurmala et al. , 2. Dengan meningkatnya pengetahuan santri mengenai Bantuan Hidup Dasar, diharapkan santri mampu memberikan pertolongan awal secara cepat dan tepat apabila terjadi kejadian henti jantung di lingkungan pondok pesantren sebelum bantuan medis lanjutan tiba. Luaran kegiatan pengabdian masyarakat International Pathology Day ini melalui publikasi media massa (Gambar . Gambar 4. Dokumentasi Kegiatan dan luaran pengabdian Masyarakat KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa edukasi, demonstrasi audiovisual, serta praktik Bantuan Hidup Dasar yang diselenggarakan oleh PDS PA Cabang Palembang bekerja sama dengan FK UIGM berhasil meningkatkan pengetahuan santri Pondok Pesantren Modern IGM Al-Ihsaniyah Palembang mengenai penanganan awal henti jantung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan kategori baik dari 14,7% sebelum edukasi menjadi 66,2% setelah edukasi, atau meningkat sebesar 51,5%. Edukasi Bantuan Hidup Dasar perlu JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam memberikan pertolongan awal pada kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular. UCAPAN TERIMA KASIH Pelaksana pengabdian masyarakat mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh civitas Pondok Pesantren Modern IGM Al-Ihsaniyah Palembang atas dukungan, fasilitas dan partisipasi aktif yang telah diberikan selama kegiatan ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada anggota serta tim pelaksana dari PDS PA Cabang Palembang. PPDS patologi anatomi serta Pimpinan Universitas IGM, tim FK UIGM, dosen serta mahasiswa yang telah membantu sehingga penyelenggaraan kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA