JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI, Vol. No. 1 ,Juli 2024 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Doi : DOI 10. 51903/kompak. http://journal. id/index. php/kompak Pengaruh Cyberloafing. Stres Kerja. Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Putra Srikaton Logistics Semarang Fanny Putri Erlian1. Tristiana Rijanti2 Universitas Stikubank Semarang fannyputrierlian@mhs. Universitas Stikubank Semarang tristianar@edu. ARTICLE INFO Article history: Received 30 Mei 2023 Received in revised form 2 Juni2023 Accepted 10 Juni 2023 Available online 1 Juli 2023 ABSTRACT This study aims to examine the effect of cyberloafing, work stress, and compensation on employee performance at PT. Putra Srikaton Logistics Semarang. Data was collected from respondents in the form of employee data of PT. Putra Srikaton Logistics Semarang. This study used a saturated sample of 110 respondents. The data analysis approach applied is a validity test, reliability test, multiple linear regression test, coefficient of determination test. F test, and t-test in the SPSS version 23 application. The results showed that cyberloafing and work stress have a negative and significant effect on employee performance. While compensation has a positive and significant effect on employee Keywords: Cyberloafing. Work Stress. Compensation. Employee Performance Pendahuluan Tujuan jangka panjang perusahaan umumnya melibatkan penciptaan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan seperti karyawan, mitra kerja, dan masyarakat umum. Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, perusahaan perlu merevisi sistem kerja mereka untuk meningkatkan produktivitas karyawan dan kinerja secara keseluruhan. Mengingat peran manusia sebagai elemen terpenting, manajemen perusahaan terus berupaya mengembangkan berbagai sistem guna mencapai tujuan mereka. Pengelolaan SDM dianggap sebagai seni dan ilmu dalam mencapai tujuan melalui koordinasi aktivitas orang lain (Wartono, 2. Oleh karena itu, diharapkan bahwa tenaga kerja yang berkualitas memiliki kapasitas untuk meningkatkan produktivitas para pekerja di lingkungan kerja mereka. Dengan perkembangan dunia teknologi dan ilmu pengetahuan, setiap bisnis harus memiliki tenaga kerja yang ahli di bidangnya. Untuk meningkatkan sumber daya manusia, kinerja karyawan harus ditingkatkan terutama di era saat ini, di mana persaingan bisnis semakin ketat. Kinerja adalah kunci keberlanjutan organisasi. Kinerja terdiri dari persyaratan untuk mencapai standar pencapaian. Jika seseorang mencapai standar tersebut itu menunjukkan bahwa Received Mei 23, 2023. Revised Juni 2, 2023. Accepted Juni 22, 2023 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n kinerjanya sudah baik, tetapi jika tidak maka menunjukkan kinerjanya kurang atau tidak baik. Berikut adalah hasil dari kuesioner pra-survey mengenai kinerja karyawan pada PT. Putra Srikaton Logistics Semarang : Tabel 1 Hasil Kuesioner Pra-Survey mengenai Kinerja Karyawan Pernyataan Jawaban (Persentase %) STS Jumlah Pegawai Target Saya melakukan pekerjaan sesuai dengan target yang harus diselesaikan Saya selalu mengupayakan agar dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan Saya melakukan pekerjaan dengan rapi dan teliti Saya dapat menangani tugas-tugas secara lengkap dan sesuai Saya mengemban tugas secara mandiri dengan meminimalisir bantuan dari orang lain Saya dengan komitmen yang dimiliki pegawai Saya melakukan pekerjaan sesuai dengan inisiatif dan cara berfikir saya Saya bersedia menerima tanggung jawab dari tugastugas yang saya kerjakan di Saya mampu berbaur dan menjalin kerja sama dengan rekan kerja Saya kemampuan kerja saya untuk mengubah kebutuhan dan kondisi perusahaan Sumber : Hasil olah data kuesioner sementara (PT. Putra Srikaton Logistics Semaran. Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa karyawan pada PT. Putra Srikaton Logistics Semarang merasa puas dan sangat setuju karena mereka dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan target yang harus diselesaikan. Selain itu, ada beberapa karyawan yang masih memberikan tanggapan Pengaruh Cyberloafing. Stres Kerja. Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Putra Srikaton Logistics Semarang. (Fanny Putri Erlia. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 netral bahkan tidak setuju, yang menunjukkan bahwa target kinerja PT. Putra Srikaton Logistics Semarang untuk tahun 2023 masih belum optimal. Banyak perubahan yang signifikan telah terjadi di dunia kerja saat ini termasuk perilaku dari kinerja karyawan. Salah satu aspek yang mengalami banyak perubahan adalah penerapan teknologi informasi di lingkungan kerja. Salah satu fenomena yang terjadi adalah AucyberloafingAy, yang berarti menggunakan internet untuk tujuan pribadi pada saat jam kerja. Fenomena ini dapat mengganggu kinerja karyawan, membuang waktu dan sumber daya, serta yang paling fatal adalah menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ihsan et al. , . Damayanti et , . , dan Isman et al. , . menyatakan cyberloafing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan, hasil penelitian Setia et al. , . menyatakan bahwa cyberloafing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Para karyawan yang menghadapi tuntutan dan tekanan di tempat kerja akan mengalami situasi yang semakin rumit seiring dengan peningkatan pemanfaatan teknologi. Hal ini disebabkan oleh adanya batas waktu yang ketat dan persaingan di lingkungan kerja yang kompetitif, yang pada akhirnya menyebabkan tingkat stres di tempat kerja. Hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Lindasari & Yunianto . Pandey . Santoso & Rijanti . , dan Yulianti & Liana . menunjukkan bahwa stres kerja memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Namun, temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Lestari et al. , . Widarta . , dan Ilham & Prasetio . menunjukkan bahwa stres kerja juga dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Karyawan dapat dengan mudah termotivasi agar lebih meningkatkan kinerjanya dengan cara perusahaan harus mampu memberi kompensasi yang sesuai dengan kemampuan diri seorang karyawan. Berdasarkan penelitian terdahulu hasil penelitian yang dilakukan oleh Sumadi & Rozak . Rijanti et al. , . Wang et al. , . , dan Syafnur . menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan. Suriadi et al. , . dan Marlius & Pebrina . menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan. Secara umum, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu merancang strategi untuk mencegah cyberloafing guna mencegah dampaknya terhadap produktivitas karyawan, mengelola tingkat stres di kalangan karyawan, dan meningkatkan sistem kompensasi secara Maka dari itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui AuPengaruh Cyberloafing. Stres Kerja, dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Putra Srikaton Logistics SemarangAy. Metode Penelitian Sugiyono . , objek penelitian merujuk pada target ilmiah yang dijadikan sumber data dengan maksud dan kegunaan dalam konteks tertentu, dengan kriteria valid, reliabel, atau variabel tertentu. Dalam penelitian ini, fokus objek berada di PT. Putra Srikaton Logistics Semarang, yang berlokasi di Jalan Ronggolawe Timur No. Gisikdrono. Semarang Barat. Sugiyono . , populasi merujuk pada suatu domain generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang peneliti pilih untuk di investigasi dan diambil kesimpulannya. Dalam konteks penelitian ini, populasi terdiri dari keseluruhan karyawan yang bekerja di PT. Putra Srikaton Logistics Semarang, dengan jumlah total sebanyak 110 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampel jenuh atau sensus, di mana seluruh anggota populasi menjadi sampel utama (Sugiyono, 2. Jumlah karyawan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 110 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif karena melibatkan data berupa angka yang kemudian dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Rangkaian penelitian terfokus JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 135 Ae JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n pada tiga variabel independen, yakni cyberloafing, stres kerja, dan kompensasi, sementara variabel terikatnya adalah kinerja karyawan. Kerangka Pemikiran Berikut merupakan kerangka penelitian yang digunakan dalam penelitian ini : Gambar 1 Kerangka Pemikiran Model Grafis Cyberloafing (X. Stres Kerja (X. Kinerja Karyawan (Y) Kompensasi (X. Hipotesis : H1 = Cyberloafing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan H2 = Stres Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan H3 = Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan Hasil dan Pembahasan Uji Validitas Pada penelitian ini, validitas diuji menggunakan analisis faktor dengan menetapkan kecukupan sampel berdasarkan nilai KMO, yang diinginkan harus >0,5. Validitas dianggap terpenuhi apabila loading factor memiliki nilai >0,4. Tabel hasil pengujian dapat dilihat di bawah Pengaruh Cyberloafing. Stres Kerja. Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Putra Srikaton Logistics Semarang. (Fanny Putri Erlia. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Tabel 2 Hasil Uji Validitas Variabel Cyberloafing Indikator Loading Factor >0,4 Ket. X1. 0,829 Valid X1. 0,935 Valid 0,937 Valid 0, 520 Valid X1. 0,890 Valid X1. 0,732 Valid X2. 0,841 Valid X2. 0,871 Valid X2. 0,789 Valid X2. 0,765 Valid X2. 0,775 Valid 0,825 Valid X2. 0,786 Valid X2. 0,812 Valid X2. 0,786 Valid X2. 0,826 Valid X2. 0,779 Valid X3. 0,755 Valid X3. 0,773 Valid 0,872 Valid 0,791 Valid X3. 0,851 Valid X3. 0,783 Valid 0,568 Valid 0,673 Valid 0,583 Valid 0,804 Valid 0,666 Valid 0,836 Valid 0,791 Valid 0,698 Valid 0,789 Valid X1. X1. Stres Kerja Kompensasi Kinerja Karyawan X2. X3. X3. KMO 0,851 0,900 0,850 0,835 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 135 Ae JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Variabel Indikator KMO Loading Factor >0,4 Ket. 0,564 Valid Sumber : Data primer yang diolah 2024 Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa semua variabel untuk cyberloafing, stres kerja, kompensasi dan kinerja karyawan menunjukkan nilai KMO >0,5 menandakan bahwa keseluruhan sampel mencukupi. Semua 1 item variabel yang diselidiki memiliki loading factor >0,4, sehingga validitas seluruh variabel dapat diakui. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk menilai konsistensi dan stabilitas jawaban responden terhadap suatu kuesioner dari variabel atau konstruk (Ghozali, 2. Berikut ini adalah tabel hasil pengujian : Tabel 3 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Ketentuan Cronbach Alpha Keterangan Cyberloafing >0,700 0,899 Reliabel Stres Kerja >0,700 0,945 Reliabel Kompensasi >0,700 0,884 Reliabel Kinerja Karyawan >0,700 0,856 Reliabel Sumber : Data Primer yang diolah 2024 Berdasarkan pada Tabel 3 terlihat bahwa nilai Cronbach alpha untuk variabel cyberloafing, stres kerja, kompensasi dan kinerja karyawan lebih dari ketentuan yaitu 0,700 sehingga semua variabel Ae variabel tersebut dapat disimpulkan adalah reliabel atau dapat diandalkan. Analisis Linier Berganda Penggunaan analisis regresi linier diterapkan untuk menilai dampak antar hubungan variabel dependen dan independen (Ghozali, 2. Berikut data statistik hasil dari analisis regresi linier berganda . Tabel 4 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Model Standardized Coefficients Beta Sig. Cyberloafing -0,218 0,001 Stres Kerja -0,282 0,000 Kompensasi 0,577 0,000 Dependen Variabel Kinerja Karyawan F Sig. 0,000a Pengaruh Cyberloafing. Stres Kerja. Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Putra Srikaton Logistics Semarang. (Fanny Putri Erlia. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 0,601 Adjusted R2 0,589 Sumber : Data primer yang diolah 2024 Berdasarkan pada Tabel 4, berikut dihasilkan persamaan regresi linier berganda : Y = -0,218 (X. -0,282 (X. 0,577 (X. e Cyberloafing terhadap Kinerja Karyawan Pada Tabel 4 koefisien regresi cyberloafing menunjukkan angka -0,218 dan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05. Ini menunjukkan bahwa variabel cyberloafing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. dengan kata lain jika semakin pegawai melakukan perilaku cyberloafing, maka kinerja nya semakin menurun. Stres Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Pada Tabel 4 koefisien regresi stres kerja menunjukkan angka -0,282 dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Ini menunjukkan bahwa variabel stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. dengan kata lain, semakin tinggi tingkat stres para pegawai maka kinerjanya semakin menurun. Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan. Pada Tabel 4 koefisien regresi kompensasi menunjukkan angka 0,577 dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Ini menunjukkan bahwa variabel kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Dengan kata lain, semakin besar kompensasi yang diterima karyawan, semakin baik kinerja mereka. 4 Koefisien Determinasi (R Squar. Berdasarkan hasil perhitungan regresi pada Tabel 4, diperoleh nilai koefisien determinasi 0,589 yang artinya sebesar 58,9% variasi dari semua variabel bebas . yberloafing, stres kerja, dan kompensas. dapat menerangkan variabel terikat . inerja karyawa. , sedangkan sisanya sebesar 41,1% diterangkan oleh variabel bebas lain yang tidak diajukan dalam model penelitian 5 Uji F Berdasarkan Tabel 4 hasil perhitungan statistik menunjukkan nilai sig sebesar 0,000 <0,05. Nilai tersebut menunjukkan H0 ditolak, dengan kata lain Ha diterima, maka semua variabel independen . yberloafing, stres kerja, kompensas. secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. 6 Uji Hipotesis (Uji . Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 4, dapat dilihat bahwa : Pengaruh cyberloafing terhadap kinerja karyawan Pada Tabel 4 diketahui bahwa koefisien beta variabel cyberloafing terhadap kinerja karyawan sebesar -0,218 dengan nilai sig 0,001 < 0,05 yang berarti bahwa variabel cyberloafing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian hipotesis 1 Pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan Pada Tabel 4 diketahui bahwa koefisien beta variabel stres kerja terhadap kinerja karyawan sebesar -0,282 dengan nilai sig 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa variabel stres kerja JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 135 Ae JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian hipotesis 2 Pengaruh kompensasi terhadap kinerjaa karyawan Pada Tabel 4 diketahui bahwa koefisien beta variabel kompensasi terhadap kinerja karyawan sebesar 0,577 dengan nilai sig 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa variabel kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian hipotesis 3 Pembahasan Pengaruh Cyberloafing terhadap Kinerja Karyawan Penelitian ini membuktikan bahwa cyberloafing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Putra Srikaton Logistics Semarang. Pada Tabel 4 diketahui bahwa koefisien beta variabel cyberloafing terhadap kinerja karyawan sebesar -0,218 dengan nilai sig 0,001 < 0,05 yang berarti semakin tinggi cyberloafing yang dilakukan karyawan maka kinerja akan menurun. Ini bisa diinterpretasikan bahwa cyberloafing merupakan tindakan yang lebih cenderung memiliki dampak negatif daripada positifnya. Tindakan ini bersifat mengganggu karena dianggap dapat mengurangi produktivitas para Banyak kasus cyberloafing terjadi karena ingin mengisi waktu luang atau menghindari kebosanan, berdasarkan hasil penelitian, cyberloafing yang sering dilakukan pegawai adalah mengirim dan menerima pesan pribadi pada saat jam kerja. Demikian berarti karyawan lebih menekankan kepentingan pribadinya daripada kepentingan perusahaan. Hal ini serupa dengan temuan penelitian terdahulu yang menunjukan bahwa cyberloafing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan seperti dalam penelitian yang dilakukan oleh Wijayanti et al. , . Damayanti et al. , . Ihsan et al. , . dan Isman et , . Pengaruh Stres kerja terhadap Kinerja Karyawan Penelitian ini membuktikan bahwa stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Putra Srikaton Logistics Semarang. Pada Tabel 4 diketahui bahwa hasil koefisien beta variabel stres kerja terhadap kinerja karyawan sebesar -0,282 dengan nilai sig 0,000 < 0,05 yang berarti semakin tinggi stres kerja yang dialami oleh karyawan maka akan semakin menurunkan kinerja mereka. Ketika sumber daya seseorang tidak seimbang dengan kebutuhan pekerjaannya, stres kerja muncul. Fenomena ini berdampak negatif dan signifikan pada kesejahteraan fisik dan mental seseorang. Stres kerja yang mendominasi pegawai disebabkan oleh tekanan yang berasal dari Oleh karena itu, disarankan agar pemimpin lebih memahami kebutuhan anggota timnya, bersedia mendengar dan menunjukkan empati terhadap mereka. Dengan demikian, anggota tim akan termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya. Ini adalah salah satu tanda kepemimpinan transformasional. Hal ini serupa dengan temuan penelitian terdahulu yang menunjukan bahwa stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan seperti dalam penelitian yang dilakukan oleh Lindasari & Yunianto . Pandey . Santoso & Rijanti . dan Yulianti & Liana . Pengaruh Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan Penelitian ini membuktikan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Putra Srikaton Logistics Semarang. Pada Tabel 4 diketahui bahwa koefisien beta variabel kompensasi terhadap kinerja karyawan sebesar 0,577 dengan nilai sig 0,000 < 0,05 Pengaruh Cyberloafing. Stres Kerja. Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Putra Srikaton Logistics Semarang. (Fanny Putri Erlia. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 yang berarti bahwa semakin besar nilai kompensasi yang diberikan, semakin besar pula kemungkinan peningkatan kinerja karyawan. Adanya imbalan finansial dapat menjadi pendorong bagi karyawan untuk memberikan usaha maksimal dan mencapai target perusahaan. Dengan demikian, kompensasi yang adil dan bersaing dapat dianggap sebagai penghormatan terhadap dedikasi serta hasil kinerja yang luar biasa. Jika suatu perusahaan memberikan gaji yang sesuai dan mematuhi semua aturan yang telah ditetapkan, hal tersebut akan berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja para Responden setuju bahwa insentif dan uang lembur yang diberikan membuat mereka mau mengeluarkan tenaganya untuk mencapai target perusahaan. Dengan demikian kinerjanya menjadi meningkat. Hal ini serupa dengan temuan penelitian terdahulu yang menunjukan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan seperti dalam penelitian yang dilakukan oleh Sumadi & Rozak . Wang et al. , . Rijanti et al. , . dan Syafnur . Kesimpulan Berdasarkan temuan dan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan hal-hal berikut: Cyberloafing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Putra Srikaton Logistics Semarang. Hal ini berarti, semakin tinggi tingkat cyberloafing yang dilakukan seorang karyawan maka semakin berpotensi menurunkan kinerjanya. Stres Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Putra Srikaton Logistics Semarang. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat stres kerja yang dialami karyawan maka semakin menurunkan kinerja seorang karyawan. Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Putra Srikaton Logistics Semarang. Hal ini berarti semakin tinggi kompensasi yang diterima karyawan maka semakin meningkatkan kinerja nya. Referensi