POLINOMIAL Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 May 2025, pp. Online: https://ejournal. org/index. php/jp e-ISSN: 2830-0378 Eksplorasi Media Augmented Reality dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMA Al-Hasanah Pamulang Ani Nuraini 1*. Paiz Jalaludin 2. Lailatul Maziyah Wildan Mufaridho 3. Dewi Susanawati 1,2,3 Universitas Darunnajah. Indonesia *Corresponding Author: aninuraini@darunnajah. Submitted: 24 May 2025 | Revised: 30 May 2025 | Accepted: 31 May 2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan media Augmented Reality (AR) Melalui aplikasi GeoGebra 3D dalam meningkatkan hasil belajar pada materi Dimensi Tiga untuk siswa SMA Al-Hasanah Pamulang. Dimensi Tiga merupakan materi yang menuntut pemahaman konseptual dan visualisasi abstrak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one-grroup pre-test post-test. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII IPA SMA Al-Hasanah Pamulang yang terdiri dari tiga kelas. Sampel penelitian diambil satu kelas menggunakan metode simple random Instrumen pengumpulan data berupa tes uraian sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifkan pada nilai rata-rata post-test . dibandingkan dengan pre-test . , dengan p-value 0,000 (<0,. Pemanfaatan media Augmented Reality (AR) melalui aplikasi GeoGebra 3D dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi dimensi tiga dengan mengubah konsep-konsep matematika yang bersifat abstrak menjadi objek interaktif dalam bentuk dimensi tiga . D) yang lebih mudah dipahami. Kata Kunci: Augmented Reality. Dimensi Tiga. Hasil Belajar Abstract This study aims to explore the use of Augmented Reality (AR) through the GeoGebra 3D application in improving learning outcomes in the Three Dimension material for students of SMA Al Hasanah Pamulang. Three Dimension is a materia lthat requires conceptual understanding and abstract This study uses an experimental method with a one-group pret-test post-test design. The population of this study was all students of class XII IPA SMA Al-Hasanah Pamulang cosisting of three classes. The reseacrh sample was taken from one class using the simple random sampling The data collection instrument was in the form of a descriptive test before and after treatment, then analyzed using a praired t-test. The results of the analysis showed a significant increase in the average post-test value . compared to the pre-test . , with a p-value of 0,000 (<0,. The use of Augmented Reality (AR) media through the GeoGebra 3D applicaton can improve student learning outcomes in the three dimension material by changing abstract mathematical concepts into interactive objects in three-dimensional . D) that are easier to understand. Keywords: Augmented Reality, three dimension. Learning Outcomes PENDAHULUAN Penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi muncul seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Teknologi kini menjadi media yang dapat menunjang pembelajaran di kelas. Media pembelajaran adalah salah satu penunjang yang paling penting dalam proses pembelajaran, bahkan berhasil atau tidaknya proses pembelajaran sangat This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2025 by Author | 139 Jurnal Polinomial. Vol. 4 No. 1 May 2025 pp. 139-146, Ani Nuraini. Paiz Jalaludin. Lailatul Maziyah Wildan Mufaridho. Dewi Susanawati ditentukan oleh media pembelajaran yang digunakan (Sungkono et al. , 2. Kemajuan teknologi berkembang sangat pesat, sehinggaa menghadirkan berbagai macam aplikasi pembelajaran salah satunya di bidang matematika (Zalukhu et al. , 2. Matematika merupakan ilmu yang mengandung konsep-konsep abstrak yang berbasis pada logika sehingga diperlukan kemampuan berpikir secara abstrak agar bisa memahami konsep matematika dengan baik (Jalaludin et al. , 2. Namun, berdasarkan observasi dan data nilai ujian matematika di SMA Al-Hasanah Pamulang, sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika. Siswa cenderung menghafal rumus tanpa memahami penerapannya, sehingga ketika dihadapkan pada soal pemecahan masalah, banyak siswa yang tidak mampu menyelesaikannya dengan baik. Permasalahan inilah yang menjadi dasar perlunya pemanfaatan teknologi. Aplikasi berbasis Augmented Reality (AR) melalui GeoGebra 3D dapat memberikan solusi inovatif dalam pembelajaran matematika khususnya materi dimensi tiga. Dengan GeoGebra 3D siswa dapat melihat dan berinteraksi langsung dengan model 3D yang dapat diputar, diiris, dan diamati secara real-time di ruang Hal ini membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan spasial dan pemahaman konsep matematika yang abstrak dan kompleks mejadi lebih konkret dan interaktif (Nuraini et , 2. Berbagai penelitian telah membuktikan efektifitas penggunaan GeoGebra dan AR dalam meningkatkan hasil belajar matematika, khusunya dalam materi bangun ruang dan pemecahan masalah matematis (Cariana et al. , 2. Penerapan AR berbasis GeoGebra juga terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan pemecahan masalah mahasiswa (Denada et al. , 2. Media pembelajaran berbasis Augmented Reality sangat efektif dilihat dari ketuntasan siswa SMKN 11 Malang dalam mengerjakan tes sebesar 100% pada materi dimensi tiga (Suliyono et al. , 2. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini memiliki fokus pada jenjang SMA sebagai subjek yang diteliti. Dimana secara pemahaman dan materi dimensi tiga yang lebih kompleks dari pada penelitian lainnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian eksplorasi media Augmented Reality (AR) melalui aplikasi Geogebra 3D bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pemanfaatan media berbasis Augmented Reality AR terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi dimensi tiga di SMA Al-Hasanah Pamulang. Media ini tidak hanya mampermudah pemahaman konsep abstrak melalui visualisasi interaksi, tetapi juga meningkatkan dan keterlibatan motivasi belajar siswa, sehingga berdampak positif pada capaian akademik di SMA Al Hasanah Pamulang. METODE Penelitian ini merupakan eksperimen one-group pre-test post-test design(Sugiyono. Desain ini membandingkan kemampuan awal . re-tes. daan kemampuan akhir . pada kelompok yang sama setelah diterapkaannya media Augemented Reality (AR) melalui aplikasi GeoGebra 3D, tanpa melibatkan kelompok kontrol (William & Hita, 2. Tabel 1. One Grup Pre-test Post-test Design Pre-test Treatment Post-test Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 140 Jurnal Polinomial. Vol. 4 No. 1 May 2025 pp. 139-146, Ani Nuraini. Paiz Jalaludin. Lailatul Maziyah Wildan Mufaridho. Dewi Susanawati Keterangan: : Kemampuan awal kelas eksperimen sebelum diterapkan media AR : Perlakuan berupa penerapan media AR melalui aplikasi GeoGebra 3D : Kemapuan akhir kelas eksperimen sesudah diterapkan media AR Penelitian dilakukan dengan melibatkan 30 siswa kelas XII IPA SMA Al-Hasanah Pamulang, yang dipilih secara simple random sampling dengan kriteria sedang mempelajari materi dimensi tiga. Instrumen penelitian menggunakan intrumen tes berupa pre-test post-test dalam bentuk 10 soal uraian materi dimensi tiga . arak titik-garis-bidang, volume kubus/lima. (Pateda et al. , 2. Data hasil pre-test post-test dianalisis mengunakan statistik deskriptif dengan menghitung rata-rata nilai dan deviasi standar, dan analisis inferensial seperti menguji t berpasangan untuk melihat apakah ada perbedaan nilai pre-test dan post-test siswa (Ridwan et al. , 2. Data dianalisis dengan bantuan software SPSS untuk mempermudah proses pengloahan, sehingga hasil analisis dapat disajikan dalam bentuk tabel, grafik dan histogram. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penggunaan media Augmented Reality AR melalui Aplikasi GeoGebra 3D dalam meningkatkan hasil belajar diperoleh dari data hasil pre-test sebelum menggunakan media AR dan data hasil post-test sesudah menggunakan media AR. Kemudian, dilanjutkan dengan menguji data untuk melihat peningkatan hasil pre-test dan post-test. Berikut gambaran hasil pre-test dan post-test siswa. Gambar 1. Histogram Hasil Pre-test dan Post-test Siswa Berdasarkan dua histogram distribusi nilai siswa sebelum . re-tes. dan sesudah . pembelajaran menggunakan media Augmented Reality AR pada materi dimensi tiga menunjukkan bahwa histogran pre-test sebagian besar nilai di rentang 70-85, distribusi cenderung kemiringan sedikit ke kiri . eft-skewe. terlihat dari kemunculan nilai rendah di Kurva merah . istribusi probalita. di puncak sekitar 75, dengan sebaran nilai yang masih cukup lebar, sekitar 40-90, dan adanya siswa yang mendapat nilai rendah sekitar 4060 yang mengindikasikan variasi kemampuan awal. Selanjutnya histogram post-test menunjukkan nilai cenderung meningkat, dengan konsentrasi tinggi pada rengtang 80-90, distribusi lebih mendekati normal dan simetris dibandingkan pre-test. Kurva merah menunjukkan puncak frekuensi yang lebih tinggi dan Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 141 Jurnal Polinomial. Vol. 4 No. 1 May 2025 pp. 139-146, Ani Nuraini. Paiz Jalaludin. Lailatul Maziyah Wildan Mufaridho. Dewi Susanawati tajam, menandakan peningkatan konsitensi hasil belajar siswa, dan hampir semua nilai berada di atas 70, dengan puncak distribusi sekitar 85. Artinya terjadi pergeseran distribusi ke kanan dari pre-test ke post-test yang menunjukkan penigkatan nilai secara keseluranan. Sebaran nilai pre-test ddan post-test siswa pada materi dimensi tiga dengan menggunakan media AR melalui aplikasi GeoGebra 3D, dapat digambarkan pada boxplot pre-test dan post-test berikut: Gambar 2. Boxplot Pre-test dan Post-test Siswa Sumber: Data diolah, 2025 Gambar 2. Menunjukkan nilai median hasil pre-test berada sekitar 75, dengan rentang kuartil (IQR) sekitar 68-80, dan terdapat outlier di bawah nilai 50, yang digambarkan dengan lingkaran kecil yang mendakan ada siswa dengan nilai jauh di bawah rata-rata. Dan minimum sekitar 50 dan maksimum 90. Selanjutnya, nilai median hasil post-test berada sekitar 82, menunjukkan peningkatan nilai secara umum. Dengan IQR menyempit dan bergeser ke atas, berkisar antara 78-88, menandakan nilai siswa lebih terfokus dan tinggi setelah penggunaan media AR pada pembelajaran. Outlier post-test masih terdapat nilai di bawah 70, namun lebih tinggi dibandingkan pre-test. Dengan nilai maksimum hampir mencapai nilai 100. Selanjutnya data diuji untuk melihat ada tidaknya perbedaan anatara hasil pre-test dan post-test, digambarkan sebagai berikut: Gambar 3. Grafik Hasil Pre-test dan Post-test Siswa Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 142 Jurnal Polinomial. Vol. 4 No. 1 May 2025 pp. 139-146, Ani Nuraini. Paiz Jalaludin. Lailatul Maziyah Wildan Mufaridho. Dewi Susanawati Gambar 3. Menunjukkan grafik hasil pre-test dan post-test siswa tidak saling Hal ini manandakan adanya perbedaan antara hasil pre-test dan post-test siswa. Berikutnya pengujian statistik melalui uji t berpasangan . aired t-tes. dilakukan untuk mengetahui lebih jelas apakah ada perbedaan hasil pre-test dan post-test siswa, berikut tabel stastistik deskriptif data pre-test dan post-test. Tabel 2. Stastistik Deskriptif Data Pre-test dan Post-test. Pre-test Post-test Valid N Range Minimum Maximum Mean Std. Deviation Berdasarkan Tabel 2. Hasil statistik deskriptif untuk data pre-test dan post-test menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test mahasiswa adalah 72. 76, sedangkkan rata-rata nilai post-test mencapai 80. Temuan ini mengindikasikan adanya perbedaan rata-rata antara pre-test dan post-test, yang berarti terjadi peningkatan nilai. Dengan kaata lain, terdapat peningkatan kualitas pembelajaran matematika materi dimensi tiga bagi siswa. Selanjutnya, dilakukan uji statistik menggunakan paired t-test untuk membandingkan rata-rata nilai pre-test dan post-test pada kelompok yang sama. Tabel 3. Uji Normalitas Data Pre-test dan Post-test. Pre-test Post-test Kolmogorv-Smirnova Statistic Sig. Data nilai statistik kolmogorv-Smirnov menunjukkan nilai signifikansi . -valu. untuk pre-test . dan post-test . > 0,05, sehingga kedua data dianggap berdistribusi normal (Nasrum, 2. Pengujian berikutnya analisis inferensial dengan uji-t berpasangan dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan media Augemented Reality sebagai sarana pembelelajaran dapat memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas XII IPA SMA Al-Hasanah Pamulang pada materi dimensi tiga. Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan hasil belajar . re-test dan Post-tes. siswa kelas eksperimen. Berikut kriteria pengujian hipotesis yang digunakan. Hipotesis Nol (H. : Tidak terdapat perbedaan rata-rata nilai pre-test dan post-test siswa, sehingga tidak terjadi peningkatan nilai Hipotesis Alternaatif (H. : Terdapat perbedaan rata-rata nilai pre-test dan post-test siswa, yang menunjukkan adanya peningkatan nilai Tabel 4. Uji-t Berpasangan Pre-test dan Post-test. Pre-test-Post-test p-value Berdasarkan tingkat signifikasi dan derajat keabsahan yang digunakan, nilai thitung . berbeda di luar rentang nilai ttabel . aik di sisi negatif maupun positi. Selain itu, nilai pvalue . jauh lebih kecil dari ambang signifikansi 0. Artinya H 0 ditolak dan H1 Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 143 Jurnal Polinomial. Vol. 4 No. 1 May 2025 pp. 139-146, Ani Nuraini. Paiz Jalaludin. Lailatul Maziyah Wildan Mufaridho. Dewi Susanawati diterima, yang menyatakan bahwa adanya perbedaan yang signifikan secara startistik antara rata-rata nilai pre-test dan post-test. karena nilai post-test lebih tinggi dari pada pre-test , maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran AR melalui aplikasi GeoGebra 3D secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa. Pembelajaran matematika menggunakan media Augmented Reality AR dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa karena siswa melihat dan berinteraksi dengan objek virtual yang terintegrasi dengan lingkungan nyata. Teknologi AR memanfaatkan sensor, kamera, dan pemrosesan data untuk mengenali dan melacak lingkungan sekitar pengguna, kemudian objek virtual seperti gambar, video atau informasi tambahan ditampilkan di atas tampilan dunia nyata(Siva Fauziyah & Noriza Munahefi, 2. Sebagai contoh, dapat dilihat pada Gambar 1. Berikut: Gambar 2. Objek Virtual pada Aplikasi GeoGebra 3D dan Tampilan Objek Virtual pada Dunia Nyata Menggunakan Fitur AR pada Aplikasi GeoGebra 3D Gambar 2. Menunjukkan bahwa pemanfaatan fitur AR pada aplikasi GeoGebra 3D dapat menvisualisasikan bangun dimensi tiga di atas pemukaan nyata . isal meja atau lanta. sehigga siswa dapat mengamati, memutar dan memanipulasi objek tersebut secara langsung dalam lingkungan nyata (Zalukhu et al. , 2. Hal ini membantu siswa dalam memahami konsep jarak dimesni tiga (Aditya et al. , n. Tampak jelas bahwa media AR menawarkan potensi siginifikan dalam memperkaya pembelajaran matematika, penggunakan media AR dalam pembelajaran matematika dapat memperkuat pemahaman konsep, memberikan pengalaman belajar yang lebih interkatif, dan meningkatkan keterlibatan serta motivasi siswa dalam memahami materi (Gusteti et al. , 2. Penelitian ini menunjukkan bahwa media Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 144 Jurnal Polinomial. Vol. 4 No. 1 May 2025 pp. 139-146, Ani Nuraini. Paiz Jalaludin. Lailatul Maziyah Wildan Mufaridho. Dewi Susanawati Augemented Reality AR melalui aplikasi GeoGebra 3D memudahkan siswa dalam memahami materi dimensi tiga sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. SIMPULAN DAN SARAN Teknologi Augemented Reality AR saat ini banyak digunakan diberbagai bidang termasuk pendidikan dalam pembelajaran. Teknologi ini menawarkan visualisasi konsep abstrak dan meningkatkan interaksi pengguna dengan infomasi digital sehingga penyampaian materi mudah dipahami. Penelitian ini membuktkan bahwaa penggunaan media Augmented Reality AR melalui aplikasi GeoGebra 3D memberikan dampak siginifikan terhdap peningkatan hasil belajar siswa pada materi dimensi tiga. Hasil uji statistika menunjukkan perbedaan nyata antara nilai pre-test dan post-test, dengan nilai thitung yang melebihi batas ttabel serta p-value di bawah tingkat signifikansi 0. Hal ini mengonfirmasi bahwa peningkatan nilai post-test bukanlah hasil kebetullan, melainkan dipengaruhi oleh intervensi pembelajaran berbasis AR. Media ini berhasil mentransformasi konsep abstrak dimensi tiga menjadi visualisasi nyata dan interaktif, sehingga memudahkan siswa dalam memahami hubungan spasial antarbangun ruang. Dengan demikian, integrasi teknologi AR dalam pembelajaran matematika tidak hanya meningkatkan prestasi akademik tetapi juga membangun keterampilan visualisasi yang kritis. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena menggunakan sampel kecil atau tanpa kelompok kontrol yang dapat membatasi generalisasi hasil. Maka diperlukan penelitain dengan melibatkan sampel yang lebih beragam dan variabel tambahan . eperti motivasi belajar atau kemampuan analitis ) untuk memperdalam bukti empiris. DAFTAR PUSTAKA