Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 120-128 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Upaya Mengatasi Problematika dalam Pembelajaran Al-QurAoan Hadits pada Madrasah dengan Metode Peta Konsep Atikah Hanifah Khuzairi. Habib Ilfahri. Zulaika Aulia Abstrak Masalah yang muncul dari dalam pembelajaran Al-QurAoan Hadits adalah kurangnya minat dan perhatian siswa dalam pembelajaran Al-QurAoan Hadits sehingga siswa kurang menguasai pembelajaran tersebut dan dampaknya siswa akan kesulitan memahami pelajaran Al-QurAoan Hadits. Faktor lainnya adalah lingkungan keluarga yang tidak mengaplikasikan nilai-nilai Al-QurAoan Hadits dalam kehidupan sehari-hari. Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui problematika pembelajaran Al-QurAoan Hadis dan mengetahui solusi dalam mengatasi problematika pembelajaran Al-QurAoan Hadis pada Madrasah dengan menerapkan Metode Peta Konsep. Pada jurnal ini menunjukan bahwa problematika yang ada dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadis diantaranya terdapat siswa/siswi Madrasah yang kurang mampu membaca Al-QurAoan sesuai dengan Kaidah ilmu tajwid karena latar belakang lulusan siswa yang heterogen, belum diadakan penataran bagi guru Al-QurAoan Hadis serta masih bingungnya guru dalam menerapkan metode pembelajaran kepada siswa/siswi Madrasah. Solusi untuk mengatasi problematika pembelajaran Al-QurAoan Hadits diantaranya adalah dengan menerapkan Metode Peta Konsep kepada peserta didik pada madrasah. Peta Konsep adalah ilustrasi grafis konkret yang mengindikasikan bagaimana sebuah konsep tunggal dihubungkan ke konsepkonsep lain pada kategori yang sama. Metode ini digunakan untuk mengajak peserta didik membuat konsep atau kata-kata kunci dari suatu pokok persoalan sebagai rumusan inti pelajaran. Kata Kunci : Problematika. Pembelajaran Al-QurAoan Hadis. Metode Peta Konsep. Pendahuluan Pendidikan merupakan salah satu media yang digunakan manusia untuk mengembangkan potensi dan mencapai yang diharapkan oleh manusia. itu pendidikan dari masa ke masa melakukan perubahan berbagai aspek yang berkaitan dengan pendidikan, mulai dari materi pelajaran, metode, sarana dan prasarana perlu ditata ulang untuk disesuaikan dengan tuntutan zaman reformasi ini perlu dilakukan jika dunia pendidikan ingin tetap bertahan secara fungsional dalam memadu perjalanan umat manusia. ( Tilaar,2001:. Pendidikan sebagai kunci utama membangun sumber manusia yang Pembelajaran memainkan kedudukan sebagai pendorong dalam menjamin pertumbuhan serta kelangsungan sesuatu negeri. Pembelajaran pula jadi tolak ukur kemajuan sesuatu negeri serta gambaran karakter Sebagaimana kita ketahui bersama, pembelajaran merupakan tingkatan usaha dalam seluruh aspek, tercantum aktivitas pembelajaran yang Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 120-128 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt melibatkan guru serta aktivitas pembelajaran yang tidak melibatkan guru . , baik pembelajaran formal ataupun nonformal, aspek yang ditonjolkan oleh pendidikan merupakan seluruh aspek karakter. Di dalam satuan pendidikan. Mata Pelajaran Al-QurAoan Hadits adalah salah satu pelajaran berciri khas Agama Islam yang memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi, padahal Al-QurAoan Hadits merupakan pokok pelajaran terpenting dalam rangka memasuki gerbang pengetahuan keislaman. Al-QurAoan Hadits begitu penting baik sebagai pegangan dan pedoman dalam berbuat, maka di Madrasah diadakan pendidikan Al-QurAoan Hadits agar generasi penerus tidak salah langkah. Bahasa Al-QurAoan dan Hadist adalah bahasa Arab yakni Bahasa asing bagi Orang Indonesia, maka dalam mempelajari Al-QurAoan dan Hadist akan menemui kesulitan atau problema yang harus di atasi baik yang bersifat linguistik maupun non linguistik (Depag RI, 1997: . , sehingga sangat efektif jika di perlakukan dengan metode peta konsep. Pembelajaran Al-QurAoan Hadits yang merupakan bagian dari pendidikan agama Islam turut memberikan sumbangan tercapainya pendidikan nasional. Tugas pendidik tidak hanya menuangkan sejumlah informasi kedalam diri siswa, tetapi mengusahakan bagaimana agar konsep-konsep penting dan sangat berguna tertanam kuat dalam benak siswa. (Arbain Nurdin, 2. Bagi siswa, untuk benar-benar mengerti dan menerapkan ilmu pengetahuan, mereka harus bekerja untuk memecahkan masalah, menemukan ilmu, dan selalu bergulat dengan ide-ide, sehingga siswa akan selalu aktif dalam proses pembelajaran. Untuk menjadikan insan yang bertaqwa itu tentunya di butuhkan pendidikan sejak dini bagi anak agar bisa tumbuh sesuai dengan harapan agama yang di sebut dengan anak sholeh. (Hemawati, 2022 : . Pembahasan Problematika Pembelajaran Al-QurAoan Hadits Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, problematika diartikan sama dengan permasalahan, yang berasal dari Bahasa Inggris AyProblemAy yaitu something thats difficult to deal with or understand. Maksudnya problem adalah suatu perkara yang membutuhkan pemikiran untuk menentukan Sedangkan, problematika merupakan kata sifat dari problem yang berarti masalah yang merupakan sebuah persoalan. (Tim Reality, 2008: Kata AuproblemAy berarti masalah, persoalan, sedangkan kata AuproblematikaAy diartikan dengan suatu yang masih menimbulkan masalah atau masih belum dapat dikerjakan. (Depdikbud, 2002:. Syukir mengemukakan problematika adalah suatu kesenjangan yang mana antara harapan dan kenyataan yang diharapkan dapat menyelesaikan atau dapat diperlukan. (Syukir, 1983: . Jadi penulis dapat simpulkan bahwa problematika adalah berbagai persoalan-persoalan sulit yang dihadapi dalam proses pemberdayaan, baik yang datang dari faktor intern atau ekstern. Secara sederhana istilah pembelajaran sebagai upaya untuk membelajarkan seseorang atau kelompok orang melalui berbagai upaya . dan berbagai strategi, metode dan pendekatan kearah pencapaian tujuan yang telah Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 120-128 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Pembelajaran dapat juga dikatakan sebagai kegiatan guru secara terprogram dalam desain intruksional untuk membuat peserta didik belajar secara aktif yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. Dengan kata lain bahwa pembelajaran merupakan upaya membelajarkan peserta didik untuk belajar. Kegiatan ini mengakibatkan peserta didik mempelajari sesuatu dengan cara yang lebih efektif. Al-QurAoan Hadis adalah pelajaran berupa bimbingan agama Islam yang bertujuan buat menguraian serta amalan Al-QurAoan, sampaisampai bisa menyimak teks terjemahan dengan mudah, meringkas isinya, mencatat serta menghafal ayat- ayat yang diseleksi. Menekuni Al-QurAoan Hadis bertujuan agar siswa bahagia menyimak Al-QurAoan hadis dengan benar, dan menekuni, menguasai, mempercayai kebenarannya, serta mengamalkan ajaran yang ada di dalamnya bagaikan pedoman serta pedoman buat segala aspek kehidupan. Dalam menekuni Al-QurAoan Hadis di Madrasah, cara pendidikan umat Islam yang diprioritaskan ialah keahlian dasar yang dipunyai umat Islam. Tercantum membaca, menulis, menghafal, menafsirkan, menguasai serta mempraktikkan Al- QurAoan Hadis. Untuk memenuhi tujuan pendidikan siswa Madrasah, guru wajib mempersiapkan tata cara pendidikan yang hendak digunakan dalam bahan komunikasi. Tidak hanya itu, para pendidik yang unggul dibutuhkan untuk mempersiapkan sumber belajar serta belajar media dengan baik buat menggapai tujuan pendidikan buat dikomunikasikan. Hampir semua pokok bahasan PAI di sekolah memuat ayat-ayat AlQurAoan. Tetapi, kenyataannya ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar, kurang bisa menerapkan tajwid dan bacaan dari ayat Al-QurAoan tersebut, bahkan ada siswa yang masih sangat awam terhadap ayat-ayat Al-QurAoan. ( Ahsin W. Al-Hafidz, 1994:. Pada dasarnya peserta didik adalah individu yang unik, yang mempunyai kesiapan dan kemampuan fisik, psikis serta intelektual yang berbeda satu sama lainnya. Demikian pula halnya dalam proses belajar mengajar, sP etiap siswa mempunyai karakteristik yang berbeda. ( Hallen A, 2002:123-. Pembelajaran Al-QurAoan Hadits yang dilaksanakan di Madrasah tidak terlepas dari masalah dan hambatan, baik yang datang dari siswa itu sendiri maupun faktor-faktor lain. Masalah yang muncul dari siswa Madrasah saat belajar Al-QurAoan Hadits adalah kurangnya minat dan perhatian siswa terhadap Al-QurAoan Hadits sehingga siswa kurang menguasai mata pelajaran tersebut dan dampaknya siswa akan kesulitan untuk memahami pelajaran Al-QurAoan Hadits. Faktor lainnya adalah lingkungan keluarga yang tidak mengaplikasikan nilai-nilai Al-QurAoan Hadits dalam kehidupan sehari-hari. Keaktifan peserta didik dalam pembelajaran dapat merangsang dan mengembangkan bakat yang dimilikinya, berfikir kritis dan dapat memecahkan berbagai permasalahan dalam kehidupan. Untuk dapat mengaktifkan peserta Pengajar dapat merekayasa pembelajaran secara sistematis, sehingga merangsang keaktifan peserta didik dalam pembelajaran. (Martinis Yamin dan Bansu Ansari, 2009:. Oleh sebab itu dalam pembelajaran guru sebaiknya menggunakan suatu strategi pembelajaran yang membuat peserta didik banyak beraktivitas. Proses mempelajari sesuatu yang baru akan lebih efektif Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 120-128 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt jika siswa itu aktif, mencari pola daripada menerima saja. Salah satu cara untuk membuat siswa belajar secara aktif adalah dengan membuat mereka bertanya tentang materi pelajaran sebelum ada penjelasan dari guru. (Raisul Muttaqien, 2006:. Sebagaimana yang diungkapkan Oemar H. Malik dalam bukunya Aupendidikan guru berdasarkan pendekatan kompetensiAy proses belajar dan hasil belajar para siswa bukan saja hanya ditentukan oleh sekolah, pola, struktur, dan isi kurikulum, akan tetapi sebagian ditentukan oleh kompetensi guru yang mengajar mereka. Guru yang kompetensi akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif, sehingga belajar para siswa berada dalam tingkat optimal. (Oemar, 2002:. Guru menyadari bahwa dalam tugas pembelajaran ternyata ada masalahmasalah belajar yang dialami oleh siswa bahkan guru memahami bahwa kondisi lingkungan siswa juga dapat menjadi sumber timbulnya masalahmasalah belajar. (Dimyati, 2006:. Salah satu kelemahan proses pembelajaran yang dilaksanakan para guru kita adalah kurang adanya usaha pengembangan berpikir siswa dalam setiap proses pembelajaran, pada mata pelajaran apapun guru lebih banyak mendorong agar siswa dapat menguasai sejumlah materi pelajaran, model pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa. (Wina Sanjaya, 2006:. Pekerjaan sebagai pengajar tidaklah mudah, di samping guru harus mengajar atau menyampaikan materi-materi pelajaran guru juga harus menjadi pendidik bagi para siswanya, agar memiliki akhlak atau pribadi yang luhur. Proses belajar mengajar adalah suatu rangkain yang sistematis yang keberhasilannya sangat ditentukan oleh beberapa faktor baik dari faktor guru sebagai pengajar ataupun dari siswa yang diajar, begitu pula proses belajar mengajar Al-QurAoan Hadits. Apabila salah satu dari faktorAefaktor tersebut terdapat masalah dalam proses pembelajaran berlangsung, maka dengan sendirinya pengajaran yang berlangsung tidak dapat mencapai tujuan sesuai yang diinginkan. Kendala-kendala yang dirasakan oleh guru pada umumnya dan juga berbagai macam problematika yang dihadapinya, tapi yang paling mendasar adalah kurangnya fasilitas untuk menyampaikan mata pelajaran terutama pada mata pelajaran agama Islam. Media pendidikan yang digunakan dalam proses belajar mengajar dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapai. Oleh karena itu, tugas dan tanggung jawab seorang guru adalah mengelola pengajaran agar lebih efektif, dinamis, efisien dan positif. Pengelolaan pembelajaran yang baik dalam proses pembelajaran, diharapkan guru akan dapat memberikan konsentrasi pada siswa. Artinya guru dalam menyampaikan materi harus dapat memahami kondisi dan situasi kelas agar siswa benar-benar memperhatikan guru dalam menyampaikan materi dengan baik. Sebagaimana yang ada di Madrasah terdapat pembelajaran AlQurAoan Hadits. Sebab pembelajaran merupakan bagian atau elemen yang memiliki peran sangat dominan untuk mewujudkan kualitas baik proses maupun lulusan . Untuk itu perlu adanya suatu proses Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 120-128 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt interaksi edukatif tentang suatu bahan pengajaran dinyatakan berhasil apabila hasilnya memenuhi tujuan pembelajaran khusus bahan tersebut. Dalam setiap proses belajar mengajar, sekurang-kurangnya terdapat unsur tujuan yang akan dicapai, bahan pelajaran yang menjadi isi proses, peserta didik yang aktif belajar, guru yang aktif mengajar siswanya, metode belajar mengajar, dan situasi belajar. Pembelajaran sebagai suatu sistem menuntut agar semua unsur tersebut saling berhubungan satu sama lain atau dengan kata lain tidak ada satu unsur yang dapat ditinggalkan agar tidak menimbulkan kepincangan dalam proses belajar mengajar. Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, guru merupakan tokoh utama yang dihadapkan pada problem pembelajaran yang terjadi. Seorang guru harus berusaha mencari penyelesaian masalah tersebut. Metode Peta Konsep Untuk menyelesaikan problem pembelajaran Al-QurAoan Hadits beberapa metode dapat dilakukan salah satunya yaitu Metode Peta Konsep (Concept Mappin. Metode ini adalah penelusuran intensif yang menggunakan prosedur ilmiah untuk menarik kesimpulan. (Wayan, 2. Jenis Program yang dipakai dalam pembelajaran ini ialah program kepustakaan. Program perpustakaan adalah program dengan menggunakan sarana dan prasarana dari perpustakaan, termasuk buku, ensiklopedi, kamus, terbitan berkala, dll, serta berbagai sumber dari internet. Teknik pendataan data dalam program ini ialah Dokumen yaitu untuk menggali data berupa catatan, buku, makalah, artikel, jurnal, dll. Teknik analisis yang dipakai merupakan analisis isi, yang dilakukan melalui proses pemilihan, pembandingan, penganalisisan, dan penggabungan berbagai definisi untuk menemukan definisi yang lebih relevan. Model pembelajaran peta konsep . oncept mappin. penggunaan pengorganisasi awal . dvance organisze. merupakan suatu alat pengajaran yang direkomendasikan oleh Ausubel dalam Nur, . , untuk mengaitkan bahan-bahan pelajaran baru dengan pengetahuan awal. Pengetahuan awal menurut Ausubel, adalah menggarisbawahi ide-ide utama dalam suatu situasi pembelajaran yang baru dan mengaitkan ide-ide baru tersebut dengan pengetahuan yang telah ada pada siswa (Nur, 2. Menurut (Martin, 1. peta konsep adalah ilustrasi grafis konkret yang mengindikasikan bagaimana sebuah konsep tunggal dihubungkan ke konsepkonsep lain pada kategori yang sama. Peta konsep merupakan salah satu bagian dari strategi organisasi. Strategi organisasi bertujuan membantu pembelajar meningkatkan kebermaknaan bahan-bahan organisasi yakni bertujuan membantu pembelajaran meningkatkan kebermaknaan bahanbahan baru. Agar pemahaman terhadap peta konsep lebih jelas, maka Dahar dalam Trianto . , mengemukakan ciri-ciri peta konsep sebagai berikut: Peta konsep atau pemetaan konsep adalah suatu cara untuk memperlihatkan konsep-konsep dan proposisi-proposisi suatu bidang studi, apakah itu bidang studi fisika, kimia, biologi. Dengan menggunakan peta konsep, siswa dapat Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 120-128 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt melihat bidang studi itu lebih jelas dan mempelajari bidang studi itu lebih bermakna. Suatu peta konsep merupakan gambar dua dimensi dari suatu bidang studi, atau suatu bagian dari suatu bidang studi. Ciri inilah yang dapat memperlihatkan hubungan-hubungan proposional antara konsep-konsep. Tidak semua konsep mempunyai bobot yang sama. Ini berarti ada konsep yang lebih inklusif dari pada konsep-konsep yang lain. Bila dua atau lebih konsep digambarkan di bawah suatu konsep yang lebih inklusif, terbentuknya suatu hirarki pada konsep tersebut. Menurut Nur dalam (Trianto, 2007: 161-. Peta Konsep ada empat macam, yaitu Pohon Jaringan (Network Tre. Rantai Kejadian (Events Chai. Peta Konsep Siklus (Cycle Concept Ma. , dan Peta Konsep LabaLaba (Spider Concept Ma. Peta Konsep Pohon Jaringan Pohon Jaringan cocok digunakan untuk memvisualisasikan hal-hal berikut: menunjukkan sebab-akibat, suatu hirarki, prosedur yang bercabang, dan istilah-istilah yang berkaitan yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan-hubungan. Peta Konsep Rantai Kejadian Peta konsep rantai kejadian dapat digunakan untuk memberikan suatu urutan kejadian, langkah-langkah dalam suatu prosedur, atau tahap-tahap dalam suatu proses. Dalam membuat rantai kejadian, pertama-pertama temukan satu kejadian yang mengawali rantai itu. Kejadian ini disebut kejadian awal. Kemudian, temukan kejadian berikutnya dalam rantai itu dan lanjutkan sampai mencapai mencapai suatu hasil. Rantai kejadian cocok memberikan tahaptahap dari suatu proses, langkah-langkah dalam suatu prosedur linier, dan suatu urutan kejadian. Peta Konsep Siklus, rangkaian kejadian tidak menghasilkan suatu hasil final. Kejadian terakhir pada rantai itu menghubungkan kembali ke kejadian awal. Karena tidak ada hasil dan kejadian terakhir itu menghubungkan kembali ke kejadian awal, siklus itu berulang dengan sendirinya. Peta konsep siklus cocok diterapkan untuk menunjukkan hubungan bagaimana suatu rangkaian kejadian berinteraksi untuk menghasilkan suatu kelompok hasil yang berulang-ulang. Peta Konsep Laba-Laba Peta konsep laba-laba, dapat digunakan untuk curah pendapat. Melakukan curah pendapat ide-ide berangkat dari suatu ide sentral, sehingga dapat memperoleh sejumlah besar ide yang bercampur Banyak dari ide-ide dan ini berkaitan dengan ide sentral itu namun belum tentu jelas hubungannya satu sama lain. Peta konsep laba-laba cocok digunakan untuk memvisualisasikan hal-hal berikut: tidak menurut hirarki, kategori tidak paralel, dan hasil curah Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 120-128 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Langkah Ae Langkah Metode Peta Konsep Metode ini digunakan untuk mengajak peserta didik membuat konsep atau kata-kata kunci dari suatu pokok persoalan sebagai rumusan inti pelajaran AlQurAoan Hadits. Arends dalam Trianto . , memberikan langkah-langkah dalam membuat peta konsep sebagai berikut: Langkah 1 mengidentifikasi ide pokok atau prinsip yang melingkupi sejumlah konsep. Langkah 2 mengidentifikasi ide-ide atau konsep-konsep sekunder yang menunjang ide utama. Langkah 3 tempatkan ide-ide utama di tengah atau puncak peta . Langkah 4 kelompokkan ide-ide sekunder di sekeliling ide utama yang secara visual menunjukkan hubungan ide-ide tersebut dengan ide Berdasarkan pendapat di atas, dapatlah dikemukakan langkah-langkah dalam membuat peta konsep sebagai berikut: memilih suatu bacaan yang berkaitan dengan materi Al-QurAoan Hadits, . menentukan konsep-konsep yang relevan pada matrei Al-Qur'an Hadits, . mengurutkan konsep-konsep dari yang inklusif ke yang kurang inklusif pada materi Al-QurAoan Hadits, . menyusun konsep-konsep tersebut dalam suatu bagan, konsep yang inklusif diletakkan di bagian atas atau puncak peta lalu dihubungkan dengan kata penghubung misalnya Auterdiri atasAy. AumenggunakanAy dan lain-lain. Kelebihan dan Kelemahan Metode Peta Konsep Pembelajaran dengan menggunakan peta konsep mempunyai banyak Ausubel menyatakan dengan jaringan konsep yang digambarkan dalam peta konsep, belajar menjadi bermakna karena pengetahuan atau informasi baru dengan pengetahuan terstruktur yang telah dimiliki siswa tersambung sehingga menjadi lebih mudah terserap siswa (Wahidin, 2. Adapun kelebihan pembelajaran dengan menggunakan peta konsep yang dinyatakan (Parno,2015:. Bagi Guru - Pemetaan konsep merupakan cara terbaik menghadirkan materi pelajaran, hal ini disebabkan peta konsep adalah alat belajar yang tidak menimbulkan efek verbal bagi siswa dengan mudah melihat, membaca, dan mengerti makna yang diberikan. - Membantu . Bagi Siswa - Pemetaan konsep merupakan cara belajar yang mengembangkan proses belajar bermakna, yang akan meningkatkan pemahaman siswa dan daya ingatnya. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 120-128 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Meningkatkan keaktifan dan kreatvitas berfikir siswa, hal ini menimbulkan sikap kemandirian belajar yang lebih pada siswa. Mengembangkan struktur kognitif yang terintegrasi dengan baik yang akan memudahkan dalam belajar. Membantu siswa melihat makna materi pelajaran secara lebih komprehensif dalam setiap komponen-komponen konsep dan mengenali hubungan. Beberapa kelemahan atau hambatan yang mungkin dialami Siswa dalam menyusun peta konsep antara lain: - Perlunya waktu yang cukup lama untuk menyusun peta konsep, sedangkan waktu yang tersedia terbatas. - Sulit menentukan konsep-konsep yang terdapat pada materi yang - Sulit menentukan kata-kata untuk menghubungkan konsep yang satu dengan konsp yang lain (Haris, 2005:. Jadi hambatan yang kemungkinan dialami mahasiswa akan dapat diatasi dengan melakukan hal-hal sebagai berikut: - Murid diminta untuk membuat peta konsep di rumah dan pada pertemuan selanjutnya dibahas di kelas. - Murid diharapkan dapat membaca kembali materi dan memahaminya, agar dapat mengenali konsep-konsep yang ada dalam bacaan sehingga dapat mengaitkan konsep-konsep tersebut dalam peta konsep (Haris, 2005:. Kesimpulan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, problematika diartikan sama dengan permasalahan, yang berasal dari Bahasa Inggris AyProblemAy yaitu something thats difficult to deal with or understand. Maksudnya problem adalah suatu perkara yang membutuhkan Sedangkan, problematika merupakan kata sifat dari problem yang berarti masalah yang merupakan sebuah persoalan. Pembelajaran Al-QurAoan Hadits yang dilaksanakan di MI tidak terlepas dari masalah dan hambatan, baik yang datang dari siswa itu sendiri maupun faktor-faktor lain. Masalah yang muncul dari siswa MI saat belajar Al-QurAoan Hadits adalah kurangnya minat dan perhatian siswa terhadap Al-QurAoan Hadits sehingga siswa kurang menguasai mata pelajaran tersebut dan dampaknya siswa akan kesulitan untuk memahami pelajaran Al-QurAoan Hadits. Untuk mengatasi problematika yang terjadi penulis menerapkan Metode Peta Konsep, dimana Peta Konsep adalah ilustrasi grafis konkret yang mengindikasikan bagaimana sebuah konsep tunggal dihubungkan ke konsep-konsep lain pada kategori yang sama. Metode Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Oktober 2025, 120-128 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt ini digunakan untuk mengajak peserta didik membuat konsep atau katakata kunci dari suatu pokok persoalan sebagai rumusan inti pelajaran. Teknik pelaksanaan metode ini sebagai berikut: Menentukan topic materi pembahasan hari ini pada pembelajaran AlQurAoan Hadits . Peserta didik diharapkan membaca buku-buku yang berhubungan dengan topic pembelajaran Al-QurAoan Hadits. Kemudian peserta didik diminta untuk membuat sebuah ringkasan / catatan pribadi dari apa yang telah dibaca. Peserta didik diharapkan untuk mempraktekan pembelajaran Al-QurAoan Hadis seperti pada kegiatan Qiroati dan Tadarus bagi seluruh siswa, diadakan diklat cara membaca dan mengajarkan Al-QurAoan dengan baik dan benar. Pendidik Mengontrol siswa selama masa penerapan program dengan membuat catatan harian perkembangan siswa. Daftar Pustaka