Perwira Journal of Community Development Vol. 4 (No. 2024, 5-9 ISSN Online 2798-3706 PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN UMKM MELALUI PELATIHAN AKUNTANSI PEMBUKUAN Asna Karima1. Ina Mutmainah2. Fachri Ali3 1,2,3 UIN K. Abdurrahman Wahid Pekalongan Penulis Korespondensi : Ina Mutmainah . mutmainah@uingusdur. ABSTRAK Eksistensi UMKM sebagai salah satu penunjang perekonomian Indonesia dapat diperhitungkan dalam meningkatkan keseimbangan ekonomi. Hal ini dikarenakan UMKM menjadi salah satu usaha yang mampu bertahan dalam kondisi perekonomian yang memburuk. Untuk menjaga kelangsungan hidup, masyarakat memilih menjadi pelaku usaha dengan membuka usaha baik dibidang kuliner maupun dibidang lainnya. Kelurahan Kuripan Lor memiliki banyak UMKM yang baru dirintis maupun yang telah berjalan lama. Namun ada masalah utama yang sering dihadapi oleh pelaku umkm diantaranya yaitu belum adanya kesadaran pelaku umkm untuk melakukan pembukuan keuangan usaha karena minimnya pengetahuan mereka tentang akuntansi. Hal tersebut dapat berakibat pada sistem keuangan usaha karena tidak dapat membedakan antara keuangan dan keuntungan usaha dengan keuangan Dari permasalahan tersebut, solusi yang dibutuhkan adalah memberikan pelatihan bagi pelaku Tujuan dari diadakannya kegiatan pelatihan tersebut yaitu agar pelaku umkm dapat lebih memahami terkait pembukuan keuangan. Objek dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu umkm produksi tempe dan usaha warung makan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pelatihan ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan wirausaha di dalam membuat pembukuan sedehana. Kata Kunci : UMKM. Pelatihan Pembukuan sederhana. Dasar Akuntansi PENDAHULUAN saha mikro kecil dan menengah merupakan usaha yang dimiliki oleh perseorangan maupun badan usaha yang berskala kecil. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu pendorong penting dalam membangun kekuatan ekonomi negara. Hal ini dapat dicermati dari keunggulan UMKM, yakni: . cukup fleksibel dan sangat mudah beradaptasi dengan pasang surut dan arah permintaan pasar, . menciptakan lapangan kerja yang lebih cepat dibandingkan dengan sektor bisni lainnya, . memiliki diversiasi yang luas sehingga mampu berkontribusi signifikasi dalam ekspor dan perdagangan . Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah . , jumlah UMKM mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8. 573,89 triliun. Pekalongan, salah satu kota di pesisir pantai utara Provinsi Jawa Tengah yang mendapat julukan AuKota BatikAy. Kota Pekalongan terdiri atas 4 kecamatan, yakni Pekalongan Timur. Pekalongan Barat. Pekalongan Selatan dan Pekalongan Timur. Kecamatan Pekalongan Selatan terdiri dari 6 kelurahan yakni Kelurahan Banyurip. Kelurahan Buaran Kradenan. Kelurahan Jenggot. Kelurahan Kuripan Yosorejo. Kelurahan Kuripan Kertoharjo. Kelurahan Soko Duwet. Profesi yang banyak dijalankan oleh masyarakat Kuripan Lor. Kelurahan Kuripan Yosorejo yaitu sebagai pelaku umkm seperti usaha bengkel, usaha makanan olahan, konveksi, dan lain sebagainya. Ada beberapa dari pelaku umkm tersebut yang baru mulai merintis dan ada juga yang sudah lama namun usahanya belum berkembang dengan baik. Terdapat permasalahan yang sering dihadapi oleh pelaku usaha yaitu diantaranya belum melakukan Perwira Journal of Community Development Vol. 4 (No. 2024, 5-9 ISSN Online 2798-3706 pencatatan keuangan usaha karena minimnya pengetahuan pelaku usaha tentang pembukuan Hal tersebut membuat pelaku usaha tidak dapat membedakan antara keuntungan usaha dengan keuangan pribadi/rumah tangga sehingga dapat menyebabkan usaha tidak berkembang dengan baik. Menurut kebanyakan dari pelaku UMKM bahwa tanpa akuntansi pun usaha tetap memperoleh laba dan banyak dari mereka menganggap bahwa usahanya berjalan dengan lancar dan normal, padahal sebenarnya usaha tersebut tidak mengalami perkembangan dengan baik. Berdasarkan hasil observasi, permasalahan tersebut juga dialami oleh umkm produksi tempe milik Bapak Ghofur dan usaha warung makan milik mbak Lina yang berada di Desa Kuripan Lor Gg. 9 Rt. Rw. Kecamatan Pekalongan Selatan. Kota Pekalongan. Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode tersebut . Pembukuan keuangan sangat penting dilakukan dalam menjalankan sebuah usaha. menyatakan bahwa pencatatan laporan keuangan yang sistematis memiliki manfaat-manfaat, yaitu dapat memberikan informasi keuangan mengenai hasil usaha dalam satu periode akuntansi, dapat membantu pihak yang berkepentingan untuk menilai kondisi dan potensi suatu usaha serta dapat memberikan informasi penting lainnya yang relevan dengan pihak yang berkepentingan lainnya. Berdasarkan permasalahan diatas, agar pelaku umkm lebih paham mengenai pembukuan keuangan, maka solusi yang dapat diberikan yaitu melakukan pelatihan pembukuan sederhana untuk para pelaku Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pelaku umkm mengenai bagaimana menyusun pembukuan sederhana. Dengan menyusun pembukuan pelaku umkm dapat mengetahui pemasukan maupun pengeluaran di setiap transaksi dan agar keuangan usaha tidak tercampur dengan keuangan rumah tangga. METODE Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode action research. Objek dalam kegiatan ini adalah pelaku umkm yang ada di Kuripan Lor Gg. 03/rw. 03 Kota Pekalongan diantaranya yaitu pelaku usaha produksi tempe Bapak Ghofur dan pelaku usaha warung makan Mbak Lina. Alur dalam pelaksanaan kegiatan dimulai dari tahap survei lapangan, mengumpulkan teori terakait dengan pembukuan sederhana bagi umkm sebagai dasar pembuatan materi kegiatan pelatihan, dan yang terakhir yaitu tahap pelaksanaan dengan melakukan pemaparan materi. Materi yang dipaparkan dalam kegiatan pelatihan ini adalah penjelasan mengenai menjalankan sebuah usaha. Selain itu, juga terdapat materi mengenai pencatatan keuangan sederhana. HASIL Kegiatan pelatihan pembukuan keuangan sederhana sesuai dengan rencana yang telah ditentukan, kegiatan ini diawali dengan: Melakukan observasi awal Kegiatan observasi awal bertujuan untuk mengetahui kondisi atau permasalahan yang Berdasarkan analisis kondisi umkm produksi tempe Bapak ghofur dan usaha warung makan mbak Lina ditemukan permasalahan yang dialami oleh kedua pelaku usaha yaitu diantaranya: pemilik umkm belum sepenuhnya memahami pencatatan keuangan, pemilik umkm cenderung enggan melakukan pencatatan keuangan karena pembukuan keuangan tersebut, pemilik umkm merasa tidak memiliki banyak waktu untuk membuat pembukuan. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi oleh pelaku Perwira Journal of Community Development Vol. 4 (No. 2024, 5-9 ISSN Online 2798-3706 umkm adalah kurangnya pengetahuan pelaku umkm mengenai pembukuan keuangan. pendapatan, dan pengeluara. ke dalam catatan akuntansi oleh perseorangan atau Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan pelatihan pembukuan sederhana dilaksanakan bertempat di rumah Bapak Ghofur selaku pemilik usaha produksi tempe dan Lina pemilik warung makan. Kegiatan pelatihan ini dengan memaparkan materi terkait pembukuan . Penjelasan mengenai beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pembukuan sederhana. Hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pembukuan sederhana yaitu pertama dengan memisahkan antara keuangan pribadi dengan keuangan usaha, karena dengan adanya pemisahan tersebut, pelaku usaha dapat mengetahui jumlah keuntungan yang dihasilkan dari usaha yang dijalankan. Dan yang kedua, hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pembukuan yaitu memperlakukan diri kita yang menjalankan usaha seperti pegawai, karena dengan memposisikan diri sebagai pegawai tersebut dapat membantu agar pemilik usaha tidak gampang mengambil uang untuk kebutuhan pribadi. Penjelasan mengenai pentingnya pembukuan dalam sebuah usaha yaitu sebagai alat untuk mengetahui jumlah transaksi, sebagai alat untuk pengambilan keputusan, dan sebagai alat untuk mengetahui jumlah keuntungan maupun kerugian. Materi yang digunakan dalam pelatihan pembukuan keuangan sederhana yaitu meliputi: Penjelasan mengenai arti dari pembukuan keuangan sederhana secara umum. Menurut Undang-Undang Nomor 28 tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, 2. Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode tersebut. Penjelasan mengenai tahapan pembukuan Membuat pemasukan, berfungsi untuk mengetahui jumlah uang yang masuk dalam satu periode. Membuat buku catatan pengeluaran, berfungsi untuk mengetahui jumah uang yang keluar dalam satu periode. Membuat kas umum. Kas umum ini terdiri dari catatan pemasukan dan pengeluaran yang berfungsi untuk mengetahui jumlah uang yang masuk dan yang keluar dalam satu periode. Membuat Laporan laba rugi yang berfungsi memberikan informasi laba atau rugi yang dialami usaha tersebut. Selain itu, pembukuan juga dapat diartikan sebagai suatu proses pencatatan transaksi keuangan . enjualan, pembelian. Perwira Journal of Community Development Vol. 4 (No. 2024, 5-9 ISSN Online 2798-3706 KESIMPULAN Kegiatan ini mendapat respon positif dari pelaku usaha. Hasil dari kegiatan pelatihan ini yaitu memberikan peningkatan pengetahuan pelaku umkm mengenai pentingnya melakukan pembukuan keuangan pembukuan dalam menjalankan usahanya. DAFTAR PUSTAKA