Jurnal Lantera Ilmiah Pengabdian Masyarkat (JLIPM) Volume 2 Nomor 2 | Mei - Agustus 2025 Dikirim: 17 Juli 2025 Revisi: 21 Juli 2025 Diterima : 23 Juli 2025 Tersedia Online : 1 Agustus 2025 Penyuluhan Pendidikan Kesehatan Reproduksi bagi Wanita Menopause di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah. Palembang Bela Purnama Dewi1*. Diana H. Soebyakto2. Ecy Xesti3 1,2,3Program Studi S1 Keperawatan. Program Studi D i Kebidanan. STIKES Mitra Adiguna Palembang *e-mail: 1belapurnamadewi@gmail. com, 2dianahelda70@gmail. Abstrak Menopause sendiri merupakan proses biologis alami yang terjadi pada setiap wanita, ditandai dengan berhentinya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. Kondisi ini menyebabkan penurunan fungsi organ tubuh yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan, dan umumnya terjadi pada rentang usia 45 hingga 51 tahun (WHO, 2. Oleh karena itu, penting bagi wanita lansia untuk menerapkan pola hidup sehat guna menjaga daya tahan tubuh. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai menopause serta membantu mengurangi keluhan yang berkaitan dengan fase Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk penyuluhan kesehatan mengenai menopause yang ditujukan kepada wanita lansia di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah. Palembang, pada tahun 2025. Sasaran utama dalam kegiatan ini adalah masyarakat, khususnya para wanita lansia yang berada di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah. Lokasi pelaksanaan dipilih di kediaman Ketua RT 36 sebagai pusat kegiatan. Kegiatan diawali dengan pengkajian wilayah di RT 36, kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama pengurus RW. RT, serta kader kesehatan setempat. Pendekatan kepada masyarakat dilakukan dengan dukungan langsung dari pihak RT guna mempermudah pelaksanaan dan meningkatkan partisipasi warga. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat didapatkan semua wanita menopause yang hadir mengalami peningkatan pengetahuan Dimana mereka lebih memahami apa itu menopause, tanda gejala, dan hal Ae hal yang dapat dilakukan apabila ada masalah pada masa tersebut. Kata kunci: Pendidikan Kesehatan. Menopause. Masalah Menopause Abstract Menopause itself is a natural biological process that occurs in every woman, marked by the cessation of menstruation for 12 consecutive months. This condition causes a decline in body organ function that can affect overall health, and generally occurs between the ages of 45 and 51 (WHO. Therefore, it is important for elderly women to adopt a healthy lifestyle to maintain their immune system. The goal of this community service activity is to increase public understanding of menopause and help reduce complaints related to this phase. This community service activity takes the form of health education about menopause aimed at elderly women in RT 36. Lebong Gajah Village. Palembang, in 2025. The main target of this activity is the community, especially elderly women residing in RT 36. Lebong Gajah Village. The location of the implementation was chosen at the residence of the RT 36 Head as the activity center. The activity began with an area assessment in RT 36, then continued with coordination with the RW . eighborhood uni. and RT . eighborhood uni. administrators, and local health cadres. The community approach was carried out with direct support from the RT to facilitate implementation and increase community The results of Community Service found that all menopausal women who attended experienced an increase in knowledge, where they understood more about what menopause is, the signs and symptoms, and things that can be done if there are problems during that period. Keywords: Health Education. Menopause. Menopause Problems https://ojs. id/index. php/JLIPM Volume 2 Nomor 2 | Mei - Agustus 2025 Bela Purnama Dewi, et al PENDAHULUAN Menopause adalah fase alami yang dialami wanita, biasanya berusia 40-55 tahun, ditandai dengan berhentinya menstruasi secara permanen . Menopause dapat menyebabkan berbagai gejala fisik dan psikologis, termasuk hot flashes, keringat malam, kekeringan vagina, perubahan suasana hati, dan gangguan tidur, yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup wanita . Studi menunjukkan tingkat pengetahuan tentang menopause di antara wanita Satu studi menemukan 52% wanita memiliki pengetahuan yang baik . , sementara studi lain melaporkan 52% memiliki pengetahuan yang buruk . Intervensi pendidikan kesehatan telah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman wanita tentang menopause dan penanganannya . Mengingat potensi risiko kesehatan yang terkait dengan menopause, seperti meningkatnya kerentanan terhadap penyakit kardiovaskular dan osteoporosis, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan wanita untuk tahap kehidupan ini . Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa banyak wanita premenopause dan menopause kurang memiliki pemahaman yang komprehensif tentang perubahan biologis dan psikologis yang mereka hadapi. Studi menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang menopause dan kesiapan untuk transisi ini . Wanita dengan pengetahuan terbatas sering mengalami kecemasan, depresi, dan penurunan kualitas hidup . Sebaliknya, mereka yang memiliki pemahaman yang memadai tentang perubahan hormonal dan gejala menopause cenderung lebih siap secara mental dan mengelola keluhan dengan lebih Faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan wanita meliputi pengetahuan, sikap, pendidikan, status sosial ekonomi, dan usia . Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pemahaman dan kesiapan wanita untuk menopause, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup. Pemeriksaan kecemasan dan pemberian edukasi tentang pramenopause telah terbukti meningkatkan pemahaman wanita tentang fase ini . Permasalahan kesehatan reproduksi pada wanita menopause di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah. Palembang, menunjukkan kompleksitas tersendiri akibat terbatasnya akses informasi Berdasarkan observasi awal dan wawancara dengan tokoh masyarakat, mayoritas wanita menopause di wilayah ini belum pernah menerima edukasi formal. Informasi yang diperoleh cenderung bersifat informal, sarat mitos, dan tidak berbasis data medis yang valid. Persepsi keliru bahwa menopause menandai penurunan peran sosial perempuan turut memperburuk kondisi ini. Urgensi kegiatan pengabdian ini terletak pada kurangnya intervensi komunitas yang menyasar wanita menopause secara khusus. Program edukasi yang ada selama ini lebih berfokus pada ibu hamil, balita, dan remaja, sehingga kelompok menopause kurang mendapat perhatian, padahal jumlahnya terus meningkat seiring bertambahnya angka harapan hidup. Tanpa edukasi yang memadai, mereka menghadapi risiko kesehatan tanpa dukungan pengetahuan yang cukup. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman wanita menopause tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Sasaran spesifik meliputi: . penyampaian informasi akurat tentang perubahan fisik dan psikologis selama menopause. pelatihan pengelolaan keluhan secara sehat. pembentukan dukungan sosial melalui diskusi kelompok. penyusunan rekomendasi kebijakan lokal. Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan komunitas, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup wanita menopause METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan secara langsung di lingkungan RT 36. Kelurahan Lebong Gajah. Palembang, dengan sasaran utama kelompok lansia. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan kesehatan tentang menopause dan pemeriksaan tekanan darah secara gratis. Untuk mendukung pemahaman peserta, digunakan media edukatif berupa leaflet sebagai alat bantu penyuluhan. e-ISSN : 3090-8361 Penyuluhan Pendidikan Kesehatan Reproduksi bagi Wanita Menopause di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah. Palembang Volume 2 Nomor 2 | Mei - Agustus 2025 Bela Purnama Dewi, et al Tahap Persiapan Persiapan kegiatan dilakukan secara sistematis untuk memastikan pelaksanaan pengabdian masyarakat berjalan dengan lancar dan tepat sasaran. Tim pelaksana terlebih dahulu melakukan survei dan observasi ke lokasi kegiatan di RT 36. Kelurahan Lebong Gajah. Dalam kegiatan ini, dilakukan diskusi bersama Ketua RT setempat guna menggali permasalahan yang sering dihadapi masyarakat, khususnya terkait kesehatan lansia. Setelah itu, tim mengurus perizinan formal kepada pengurus RT untuk mendapatkan izin pelaksanaan kegiatan. Berbagai persiapan logistik juga dilakukan, termasuk penyediaan alat-alat kesehatan, media edukasi berupa leaflet, serta pengaturan akomodasi dan perlengkapan tempat yang akan digunakan untuk kegiatan penyuluhan. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan diawali dengan acara pembukaan oleh moderator dari kalangan mahasiswa yang memperkenalkan diri kepada warga, khususnya para lansia yang menjadi peserta kegiatan. Selanjutnya, diberikan kesempatan kepada perwakilan pemerintah setempat dan peserta untuk memberikan sambutan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut. Kegiatan inti dimulai dengan pemeriksaan kesehatan dasar berupa pengukuran tekanan darah peserta. Pada hari berikutnya, dilaksanakan penyuluhan mengenai menopause pada lansia dengan durasi penyampaian materi sekitar 30 menit. Materi disampaikan secara komunikatif dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta. Setelah materi disampaikan, sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan tanya jawab yang berlangsung sekitar 15 menit, di mana terdapat partisipasi aktif dari peserta dengan munculnya beberapa pertanyaan yang Sebagai penutup, dilakukan dokumentasi berupa foto bersama dengan seluruh peserta, serta ucapan terima kasih dan salam perpisahan dari panitia kepada warga dan pengurus RT yang telah mendukung jalannya kegiatan. Setelah kegiatan selesai, tim menyusun laporan lengkap sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik dan administratif. Secara rinci, metode pendekatan yang digunakan seperti dijelaskan berikut: Tabel 1. Target Luaran Program PKM No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Tempat 15 menit 25 menit e-ISSN : 3090-8361 Persiapan Mempersiapkan administrasi, materi yang akan disampaikan, persiapan alatalat serta persiapan petugas sesuai tugas dan tanggung jawab yang telah Pembukaan: Memperkenalkan diri Menjelaskan tujuan dari Melakukan Menyebutkan materi penyuluhan yang akan Melakukan Pelaksanaan : Menjelaskan tentang pengetian menepause Menjelaskan tentang penyebab menepause Stikes Mitra Adigun Menyambut Rumah RT 36 Kelurahan Lebong gajah Palembang Memperhatikan dan bertanya Rumah RT 36 Kelurahan Lebong Gajah Palembang Penyuluhan Pendidikan Kesehatan Reproduksi bagi Wanita Menopause di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah. Palembang Volume 2 Nomor 2 | Mei - Agustus 2025 10 Menit 5 menit Bela Purnama Dewi, et al Menjelaskan tentang gejala Menjelaskan cara menghadapi menepause Menjelaskan tentang perubahan yang terjadi saat Menjelaskan makan yang Memberi kesempatan peserta Melakukan pemeriksaan kesehatan kembali. Evaluasi : Menanyakan pada peserta tentang materi yang diberikan dan reinforcement kepada peserta bila dapat menjawab dan menjelaskan kembali pertanyaan/materi. Terminasi : Mengucapkan terimakasih kepada peserta Mengucapkan salam Mendengarkan dan menjawab Rumah RT 36 Kelurahan Lebong Gajah Palembang Menjawab salam Rumah RT 36 Kelurahan Lebong Gajah Palembang HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2. Hasil Pengukuran Pengetahuan Responden INISIAL RESPONDEN SEBELUM SESUDAH Ny. Ny. Hj. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Tidak Mengerti Tidak Mengerti Tidak Mengerti Tidak Mengerti Tidak Mengerti Tidak Mengerti Tidak Mengerti Tidak Mengerti Tidak Mengerti Tidak Mengerti Tidak Mengerti Tidak Mengerti Tidak Mengerti Tidak Mengerti Tidak Mengerti Tidak Mengerti Tidak Mengerti Mengerti Mengerti Mengerti Mengerti Mengerti Mengerti Mengerti Mengerti Mengerti Mengerti Mengerti Mengerti Mengerti Mengerti Mengerti Mengerti Mengerti (Sumber : Data Primer 2. e-ISSN : 3090-8361 Penyuluhan Pendidikan Kesehatan Reproduksi bagi Wanita Menopause di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah. Palembang Volume 2 Nomor 2 | Mei - Agustus 2025 Bela Purnama Dewi, et al Data yang diperoleh dari 17 responden wanita menopause menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam tingkat pemahaman setelah mengikuti kegiatan edukasi yang dilaksanakan oleh tim pengabdian. Sebelum kegiatan dilakukan, seluruh responden . %) berada pada kondisi "Tidak Mengerti" terkait isu kesehatan reproduksi pada masa menopause. Ini mencerminkan adanya kesenjangan pengetahuan yang cukup besar di komunitas tersebut, khususnya pada kelompok usia lanjut. Ketidaktahuan ini kemungkinan besar disebabkan oleh belum adanya akses pada informasi kesehatan yang relevan dan dapat dipahami, serta rendahnya intensitas kegiatan penyuluhan yang menyasar kelompok wanita menopause. Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat Setelah intervensi edukatif dilaksanakan, semua responden menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik, yaitu berada dalam kategori "Mengerti". Artinya, terjadi peningkatan pemahaman sebesar 100% di antara seluruh partisipan. Hal ini mengindikasikan bahwa metode penyuluhan yang digunakan cukup efektif dalam menyampaikan materi yang sesuai dengan konteks sosial dan kultural masyarakat setempat. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, menggunakan bahasa sederhana, visualisasi yang menarik, dan dialog terbuka, sehingga peserta dapat memahami materi dengan lebih mudah. Selain itu, keberhasilan peningkatan pemahaman ini juga menunjukkan bahwa ketika diberikan ruang dan media belajar yang inklusif, kelompok wanita menopause memiliki kemampuan menyerap informasi dengan baik. Dengan demikian, asumsi bahwa kelompok usia lanjut sulit diberikan edukasi secara efektif perlu direvisi. justru kelompok ini sangat responsif ketika pendekatannya bersifat empatik dan sesuai kebutuhan mereka. Peningkatan pemahaman ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan kebijakan kesehatan di tingkat lokal. Fakta bahwa wanita menopause selama ini tidak menjadi prioritas dalam program edukasi kesehatan menunjukkan adanya ketimpangan fokus program kesehatan masyarakat, yang lebih banyak ditujukan pada usia produktif seperti ibu hamil dan remaja. Padahal, wanita menopause juga menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang kompleks, baik secara fisik maupun psikologis, yang membutuhkan perhatian khusus . e-ISSN : 3090-8361 Penyuluhan Pendidikan Kesehatan Reproduksi bagi Wanita Menopause di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah. Palembang Volume 2 Nomor 2 | Mei - Agustus 2025 Bela Purnama Dewi, et al Dengan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa intervensi berbasis komunitas yang terstruktur dan terencana dapat memberikan dampak positif dalam waktu singkat. Edukasi tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga berpotensi mendorong perubahan perilaku dan membangun rasa percaya diri dalam menghadapi masa menopause. Oleh karena itu, model penyuluhan yang telah diterapkan dalam kegiatan ini dapat direkomendasikan untuk direplikasi pada komunitas lain yang memiliki karakteristik serupa. Sebagai kelanjutan dari keberhasilan ini, disarankan agar pihak kelurahan maupun puskesmas setempat menjadikan wanita menopause sebagai sasaran tetap dalam program promosi kesehatan, baik melalui penyuluhan rutin, pembentukan kelompok diskusi, maupun penyediaan media edukatif yang mudah diakses. Dengan begitu, pengetahuan yang telah diperoleh tidak hanya bertahan, tetapi juga dapat disebarluaskan melalui efek domino di lingkungan sosial masing-masing. Evaluasi Evaluasi pelaksanaan pengaabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut: Secara keseluruhan acara berjalan dengan lancer . Peserta penyuluhan memahami dengan baik materi yang telah disampaikan . Tempat penyuluhan sangat memadai yaitu rumah ketua RT 36 Kelurahan Lebong Gajah Palembang. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, didapatkan beberapa kesimpulan antara lain: Kegiatan berlangsung secara lancar dengan sambutan antusiasme para warga yang mengikuti kegiatan ini menunjukkan hasil penyuluhan tentang menopause pada wanita lansia menunjukan adanya peningkatan pengetahuan tentang menopause di wilayah RT 36 Kelurahan Lebong Gajah Palembang. Adanya dukungan dari kelurahan dan RT serta masyarakat sekitar dalam kegiatan penyuluhan tentang menopause pada wanita lansia di wilayah RT 36 Kelurahan Lebong Gajah Palembang. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kemudahan yang diberikan oleh Ketua STIKES Mitra Adiguna beserta seluruh jajaran, serta kepada pengelola Program Studi S1 Keperawatan yang telah berkontribusi dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pihak Balai Desa Kelurahan Lebong Gajah atas izin dan bantuan yang diberikan, sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik dan sukses. DAFTAR PUSTAKA